Category: Bisnis.com Nasional

  • Menko PMK Sebut 5 Januari Pembelajaran Dimulai di Wilayah Bencana Sumatra

    Menko PMK Sebut 5 Januari Pembelajaran Dimulai di Wilayah Bencana Sumatra

    Bisnis.com, JAKARTA — Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno memastikan proses pembelajaran di wilayah terdampak bencana di Sumatra akan kembali dimulai pada 5 Januari 2026.

    Pemerintah, kata Pratikno, telah menyiapkan berbagai langkah agar kegiatan belajar mengajar tetap berjalan meski sebagian fasilitas pendidikan mengalami kerusakan berat.

    Hal tersebut disampaikan Pratikno saat memaparkan laporan dalam konferensi pers Pemulihan dan Rencana Strategis Pascabencana di Sumatra Jelang Akhir Tahun di Posko Terpadu Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (29/12/2025).

    Pratikno mengungkapkan, bencana di Sumatra berdampak pada sekitar 3.700 sekolah, dengan 3.100 di antaranya mengalami kerusakan berat. Meski demikian, pemerintah menargetkan seluruh kegiatan pembelajaran dapat kembali berlangsung sesuai kalender pendidikan.

    “Tanggal 5 Januari akan masuk pada mulai pembelajaran baru. Pemerintah sudah mempersiapkan agar proses kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung,” ujar Pratikno.

    Lebih lanjut, dia menjelaskan, hingga saat ini masih terdapat 587 sekolah yang berada dalam proses pembersihan pascabencana. Pemerintah menargetkan proses tersebut dapat diselesaikan lebih cepat. 

    “Target kita tanggal 4 Januari sudah selesai,” katanya.

    Menurut Pratikno, langkah tersebut diambil agar hak anak-anak untuk memperoleh pendidikan tetap terpenuhi, sembari pemerintah terus melakukan pemulihan dan perbaikan sarana pendidikan yang rusak akibat bencana.

    Pemerintah menegaskan pemulihan sektor pendidikan menjadi prioritas utama dalam fase pascabencana, seiring dengan upaya memastikan keberlangsungan layanan dasar bagi masyarakat terdampak.

    Kendati demikian, Pratikno mengakui sebagian sekolah masih harus melaksanakan kegiatan belajar mengajar dengan fasilitas darurat. Sebanyak 54 sekolah akan menjalankan proses pembelajaran di tenda sementara.

    “Namun, memang masih akan ada proses belajar mengajar yang dilakukan di tenda, yaitu sebanyak 54 sekolah,” pungkas Pratikno.

  • Gerindra Dukung Usulan Kepala Daerah Dipilih DPRD, Anggaran Pemilu Bisa Dialihkan

    Gerindra Dukung Usulan Kepala Daerah Dipilih DPRD, Anggaran Pemilu Bisa Dialihkan

    Bisnis.com, JAKARTA — Gerindra mendukung usulan pemilihan kepala daerah, baik gubernur, bupati, maupun wali kota, melalui mekanisme Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD).

    Sekretaris Jenderal DPP Partai Gerindra, Sugiono mengatakan mekanisme pemilihan kepala daerah oleh DPRD merupakan wacana yang perlu dipertimbangkan ke depannya.

    “Gerindra ada dalam posisi mendukung upaya ataupun rencana untuk melaksanakan pemilukada ini oleh DPRD di tingkat bupati, wali kota ataupun di tingkat gubernur,” ujar Sugiono dalam keterangan tertulis, dikutip Senin (29/12/2025).

    Sugiono menyatakan salah satu pertimbangan pihaknya mendukung usulan tersebut adalah aspek efisiensi dibandingkan mekanisme pemilihan langsung yang selama ini diterapkan. 

    Sebab, Menlu RI ini menilai pemilihan melalui DPRD dapat memangkas berbagai tahapan, mulai dari proses dan waktu penjaringan kandidat, mekanisme pelaksanaan, hingga kebutuhan anggaran dan ongkos politik secara keseluruhan.

    Bicara data, Sugiono memaparkan pada 2015, dana hibah dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk pelaksanaan pemilihan kepala daerah tercatat hampir mencapai Rp7 triliun. 

    Angka dana hibah itu pun terus peningkatan signifikan hingga pada 2024 dana dari APBD untuk pelaksanaan pilkada bahkan telah melampaui Rp37 triliun.

    “Itu merupakan jumlah yang bisa digunakan untuk hal-hal lain yang sifatnya lebih produktif, upaya-upaya peningkatan kesejahteraan dan ekonomi rakyat. Saya kira ini adalah sesuatu yang perlu kita pertimbangkan,” imbuhnya.

    Selain APBD, Sugiono mengungkap pertimbangan lainnya yaitu ongkos politik yang harus ditanggung oleh calon kepala daerah. Menurutnya, biaya yang dibutuhkan dalam proses pencalonan dan kampanye saat ini cenderung sangat besar.

    Oleh sebab itu, ongkos politik ini kerap menjadi hambatan bagi individu-individu yang sebenarnya memiliki kapasitas dan kompetensi untuk memimpin daerah.

    “Kita harus cari bagaimana supaya orang-orang yang benar-benar memiliki kemampuan mengabdi kepada masyarakatnya, mengabdi kepada bangsa dan negara itu, bisa maju tanpa harus dihalang-halangi oleh angka dan biaya kampanye yang luar biasa,” imbuhnya.

    Adapun, Sugiono menilai bahwa pemilihan kepala daerah melalui DPRD tidak menghilangkan esensi demokrasi, karena anggota DPRD merupakan wakil rakyat yang dipilih melalui pemilihan umum. 

    Selain itu, pemilihan kepala daerah melalui DPRD juga dinilai berpotensi mengurangi polarisasi di tengah masyarakat yang kerap muncul dalam pemilihan langsung.

    “Dari sisi efisiensi, baik itu proses, mekanisme, dan juga anggarannya kami mendukung rencana untuk melaksanakan pilkada lewat DPRD,” pungkasnya.

  • Pratikno: Seluruh RSUD di Lokasi Bencana Sumatra Sudah Pulih

    Pratikno: Seluruh RSUD di Lokasi Bencana Sumatra Sudah Pulih

    Bisnis.com, JAKARTA – Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno menyampaikan menyampaikan  bahwa seluruh rumah sakit umum daerah (RSUD) di lokasi bencana kini sudah kembali beroperasi, meskipun sebagian masih belum berjalan penuh.

    Hal ini disampaikannya dalam konferensi pers Pemulihan dan Rencana Strategis Pasca Bencana Jelang Akhir Tahun di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Senin (29/12).

    “Pemerintah terus melakukan pengiriman fasilitas relawan para dokter spesialis, dokter umum, dan juga calon dokter yang intensif menjadi relawan kesehatan di daerah terisolir dengan fokus pada layanan kesehatan dasar, bedah minor, dan trauma healing. Yang alhamdulillah perlu kita syukuri saat ini seluruh RSUD telah beroperasi, masih ada sebagian yang belum beroperasi penuh,” kata Pratikno. 

    Lebih lanjut, dia memerinci bahwa sejauh ini pemulihan juga terus dilakukan di tingkat layanan kesehatan dasar. Bahkan, dari total 867 puskesmas yang terdampak bencana, kini hanya tersisa delapan puskesmas yang masih berada dalam tahap pemulihan.

    Selain sektor kesehatan, lanjutnya, pemerintah juga menyiapkan langkah pemulihan di bidang pendidikan.

    Pratikno memastikan kegiatan belajar mengajar akan kembali dimulai pada 5 Januari mendatang meski ribuan sekolah terdampak bencana.

    “Yang keempat terkait dengan pendidikan. Nanti tanggal 5 Januari akan masuk kepada mulai pembelajaran baru. Memang terdapat 3.700 sekolah terdampak dan sekitar 3.100 itu sekolah terdampak kerusakan berat,” pungkas Pratikno.

  • Rencana Muktamar NU, Gus Ipul Tunggu Keputusan Rais Aam dan Ketum PBNU

    Rencana Muktamar NU, Gus Ipul Tunggu Keputusan Rais Aam dan Ketum PBNU

    Bisnis.com, SURABAYA – Sekretaris Jenderal (Sekjen) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, Saifullah Yusuf menegaskan bahwa pihaknya belum berbincang lebih lanjut mengenai pelaksanaan Muktamar ke-35 NU.

    Menurut Gus Ipul sapaan akrabnya, pelaksanaan muktamar menjadi wewenang sepenuhnya Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar serta Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf. 

    Sebagai informasi, muktamar adalah forum permusyawaratan tertinggi pada tubuh organisasi Nahdlatul Ulama, yang biasanya kerap menentukan arah kepemimpinan organisasi tersebut selanjutnya.

    “[Mengenai muktamar] nanti akan dibicarakan lebih lanjut,” ujar Gus Ipul dikutip Senin (29/12/2025).

    Lebih lanjut, Gus Ipul enggan untuk membeberkan secara detail mengenai pelaksanaan muktamar tersebut. Menurutnya, mandat untuk menjelaskan perihal muktamar tersebut dipegang oleh Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar serta Ketum PBNU Yahya Cholil Staquf. 

    “Belum bisa [disebutkan kapan pelaksanaan muktamar], nanti tunggu Kiai Miftahul Akhyar dengan Gus Yahya. Ya nanti kan akan ada disampaikan pada saatnya,” jelasnya. 

    Diberitakan sebelumnya, Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar dan Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf bertemu dalam silaturahmi yang digelar di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur, Kamis (25/12)

    Pertemuan itu juga diikuti sejumlah Mustasyar PBNU, antara lain KH Ma’ruf Amin, KH Anwar Manshur, KH Nurul Huda Djazuli, Prof Machasin, dan KH Abdullah Ubab Maimoen.

    Pertemuan itu di antaranya menghasilkan kesepakatan penyelenggaraan Muktamar Ke-35 NU secepat-cepatnya yang dipimpin Mandataris Muktamar Ke-34 NU, yakni KH Miftachul Akhyar dan KH Yahya Cholil Staquf. 

    Katib Aam PBNU Prof Mohammad Nuh menyebut bahwa PBNU menyambut baik hasil kesepakatan forum tersebut sebagai bagian dari ikhtiar menjaga ketertiban organisasi dan keutuhan jam’iyah.

    “PBNU siap melaksanakan muktamar sebagaimana yang telah dicanangkan, dan itu akan dilakukan dalam waktu segera,” tegasnya.

  • Gempa Magnitudo 4,6 Guncang Wilayah Agam Sumatra Barat

    Gempa Magnitudo 4,6 Guncang Wilayah Agam Sumatra Barat

    Bisnis.com, JAKARTA — Gempa bumi berkekuatan magnitudo 4,6 mengguncang wilayah Kabupaten Agam, Sumatra Barat, pada Minggu (28/12/2025) pagi.

    Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut gempa terjadi pukul 09.11.34 WIB.

    Berdasarkan informasi BMKG, pusat gempa berada pada koordinat 0,17 Lintang Selatan dan 100,10 Bujur Timur, atau sekitar 17 kilometer timur laut Agam, Sumatra Barat.

    Gempa tersebut terjadi pada kedalaman 10 kilometer. BMKG menjelaskan, gempa ini merupakan gempa dangkal yang dipicu oleh aktivitas sesar aktif di wilayah tersebut. Hingga laporan ini disusun, belum ada informasi mengenai kerusakan bangunan maupun korban jiwa akibat gempa tersebut.

    BMKG juga menyatakan gempa ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Meski demikian, masyarakat diimbau tetap tenang dan waspada terhadap kemungkinan gempa susulan, serta menghindari bangunan yang mengalami retak atau kerusakan.

    “Informasi ini mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan dapat berubah seiring kelengkapan data,” tulis BMKG dalam keterangan resminya, Senin (29/12/2025).

    Wilayah Sumatra Barat dikenal sebagai salah satu kawasan rawan gempa karena berada di jalur pertemuan lempeng tektonik dan dekat dengan jalur Sesar Sumatra.

    BMKG mengimbau masyarakat untuk selalu mengikuti informasi resmi dan meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana gempa bumi.

  • Banjir Bandang Aceh: BNPB Maksimalkan Pembangunan Hunian Sementara di Kabupaten Agam

    Banjir Bandang Aceh: BNPB Maksimalkan Pembangunan Hunian Sementara di Kabupaten Agam

    Bisnis.com, JAKARTA — Badan Nasional Penanggulangan Bencana atau BNPB mengeklaim pembangunan hunian sementara (huntara) tahap I di Kabupaten Agam telah dimaksimalkan untuk memenuhi kebutuhan para pengungsi korban banjir bandang. 

    BNPB melakukan beberapa penebalan pada proses pembangunan 117 huntara di Lapangan SDN 05 Kayu Pasak, Kecamatan Palembaian.

    Ketua Harian Unsur Pengarah BNPB Ary Laksmana mengatakan, BNPB melakukan beberapa upaya untuk mempercepat pembangunan huntara tersebut di antaranya dengan menambah personel pelaksana/tukang dan membagi jam kerja menjadi 2 shift. 

    Selain penambahan personel, Operasi Modifikasi Cuaca juga ditambahkan frekuensinya untuk menurunkan intensitas hujan di wilayah Kabupaten Agam, mengingat kondisi yang terus hujan menjadi salah satu kendala pada pembangunan huntara ini.

    “Kita sudah meminta dari Tim OMC ini bisa menambahkan jam terbang untuk mengurangi intensitas hujan yang terjadi di wilayah Palembaian. Selain itu, kami juga akan menambah tenaga ahli pertukangan menjadi 2 kali lipat dari sebelumnya dan dibagi menjadi 2 shift,” jelasnya melalui keterangan resmi, Minggu (29/12/2025). 

    Sebelumnya, jumlah personel gabungan yang terlibat pada pembangunan huntara terdiri dari unsur TNI berjumlah 100 orang dan tenaga ahli tukang sebanyak 6 orang. Nantinya personel akan ditambah menjadi dua kali lipat, baik TNI maupun tenaga ahli tukang. 

    Hingga hari ini, proses pengerjaan huntara di Lapangan SDN 05 Kayu Pasak telah mencapai 50% dari target. Baja-baja ringan sebagai pondasi dan pembatas bangunan telah berdiri tegak. Pemasangan dinding mulai dilakukan bertahap. Empat unit alat berat juga terus bekerja pagi hingga malam.

    Pembangunan Huntara Tahap II

    Seiring proses pembangunan huntara di Lapangan SDN 05, BNPB bersama Pemerintah Kabupaten Agam telah meninjau lokasi yang akan menjadi tempat dibangunnnya huntara tahap II di Kecamatan Palembaian. Lokasi tersebut merupakan lahan milik warga yang dipinjamkan sementara untuk dibangunkan huntara. Rencananya, akan dibangun 84 unit huntara di lokasi tersebut. 

    Saat ini, Pemda Kabupaten Agam didukung BNPB sedang mempersiapkan kebutuhan dokumen seperti surat persetujuan, SK Bupati Agam, serta beberapa dokumen lainnya untuk izin penggunaan lahan tersebut. Pembersihan lahan mulai dilakukan hari ini Minggu (28/12). 

  • Ini Alasan Status Bencana Nasional Mendesak untuk Pemulihan Aceh-Sumut-Sumbar

    Ini Alasan Status Bencana Nasional Mendesak untuk Pemulihan Aceh-Sumut-Sumbar

    Bisnis.com, JAKARTA — Kajian terbaru Center of Reform on Economics (CORE) menegaskan pandangan bahwa penetapan bencana banjir dan longsor Sumatra bersifat krusial untuk pemulihan di tiga provinsi terdampak. Penetapan bencana ekologis di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat sebagai bencana nasional penting di tengah keterbatasan fiskal daerah maupun pusat. 

    Pada kajian bertajuk ‘Konsekuensi Ekonomi di Balik Duka Sumatera’ itu, CORE memprakirakan estimasi biaya yang dibutuhkan untuk pemulihan Aceh, Sumatra Utara dan Sumatra Barat mencapai Rp77,4 triliun. Nilai itu belum termasuk pemulihan nonfisik, namun sudah jauh melampaui hitung-hitungan terakhir pemerintah yakni Rp51,8 triliun. 

    CORE menemukan bahwa, dari hasil analisis terhadap 52 kabupaten/kota di tiga provinsi itu, terdapat kesenjangan struktural yang besar antara kebutuhan rehabilitasi dan kapasitas fiskal daerah. 

    Dalam hal ini, total pendapatan daerah-daerah terdampak bencana itu yakni Rp73 triliun. Apabila dihitung hanya bersumber dari pendapatan asli daerah (PAD), maka nilainya hanya Rp8,31 triliun atau 10% saja. 

    Sementara itu, sebesar 90% dari total pendapatan berasal merupakan transfer ke daerah (TKD) yang bersumber dari APBN. Di sisi lain, dalam catatan Bisnis, TKD tahun depan dianggarkan Rp693 triliun atau sudah lebih rendah dari outlook APBN 2025 yakni Rp864,1 triliun. 

    Oleh sebab itu, CORE menilai anggaran pemulihan fisik yang dibutuhkan Rp77 triliun lebih itu tidak mungkin ditutup melalui pembiayaan mandiri bahkan dengan refocusing maksimal sekalipun. 

    “Rata-rata PAD di 52 kabupaten/kota terdampak hanya Rp159,9 miliar, berbanding dengan kebutuhan pemulihan rata-rata Rp700 miliar per daerah,” demikian dikutip dari kajian tersebut, Minggu (28/12/2025). 

    Ketergantungan fiskal 52 daerah itu kepada transfer pusat juga terlihat dari analisis kapasitas fiskal daerah (KFD). CORE menemukan sebanyak 33 dari 52 daerah atau 63% di antaranya berada di kategori KFD rendah dan sangat rendah. 

    Di sisi lain, kapasitas APBN atau anggaran pemerintah pusat juga terbatas. Pada 2025 saja, outlook defisit diperkirakan melebar dari UU APBN yakni 2,53% terhadap PDB menjadi kisaran 2,7% sampai 2,8% terhadap PDB. 

    Berdasarkan pemberitaan Bisnis sebelumnya, defisit APBN per akhir November 2025 sudah Rp560,3 triliun atau 2,35% terhadap PDB. Hal ini terjadi di tengah lemahnya penerimaan pajak, tingginya beban bunga utang serta kebutuhan pembiayaan berbagai program prioritas baru. 

    Untuk APBN 2026, defisit dirancang sebesar Rp689,1 triliun atau 2,68% terhadap PDB. 

    Refocusing Anggaran Program Prioritas

    Menurut kajian tersebut, beberapa anggaran program flagship nasional masih bisa disesuaikan tanpa harus dihentikan sepenuhnya. CORE mengeklaim anggaran MBG yang ditetapkan sekitar Rp335 triliun bisa dikurangi dengan automatic adjusment sebesar 5% atau sekitar Rp17 triliun untuk pemulihan bencana. 

    Sementara itu, anggaran untuk Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sebesar Rp83 triliun juga bisa disesuaikan dengan kisaran yang sama sehingga menyisihkan Rp4 triliun. 

    CORE mengeklaim total potensi relokasi anggaran program prioritas itu bisa mencapai Rp20 triliun hingga Rp21 triliun. Itu masih bisa ditambah dengan sisa lebih pembiayaan anggaran (Silpa) maupun penyesuaian anggaran lintas kementerian/lembaga dengan serapan rendah sekitar Rp10 triliun-Rp15.

    Meski demikian, kombinasi dari penyesuaian pos-pos anggaran tersebut dinilai masih belum cukup untuk menutup seluruh kebutuhan pembiayaan rehabilitasi serta rekonstruksi berskala besar. 

    Oleh sebab itu, status bencana nasional menjadi krusial karena dibutuhkan untuk membuka akses terhadap hibah dan pinjaman lunak internasional. Hal itu berdasarkan preseden bencana tsunami Aceh pada 2004 lalu. 

    “Status ini membuka akses terhadap hibah dan pinjaman lunak internasional, yang berdasarkan preseden Tsunami Aceh 2004 berpotensi mencapai Rp70-100 triliun, sekaligus memungkinkan dukungan teknis dan institusional yang tidak dapat disediakan melalui APBN semata,” demikian bunyi kajian tersebut. 

    Sudah Sisir Anggaran

    Adapun pemerintah menyebut telah menyisir APBN 2026 dan menyisihkan sekitar Rp60 triliun untuk kebutuhan rehabilitasi dan rekonstruksi. Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyebut dana ini didapatkan dari pemanfaatan alokasi reprioritisasi 2026, serta pemanfaatan anggaran infrastruktur kementerian/lembaga. 

    Tidak hanya itu, pemerintah juga memprioritaskan dana anggaran Instruksi Presiden (Inpres) Infrastruktur 2026 untuk Aceh, Sumatra Utara dan Sumatra Barat. 

    “Yang buat bencana kan sudah cukup, kami sudah sisihkan Rp60 triliun,” terang Purbaya kepada wartawan saat ditemui di kantor Kejaksaan Agung (Kejagung), Jakarta, Rabu (24/12/2025). 

    Sejauh ini, data Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mencatat bahwa nilai anggaran yang dibutuhkan untuk rehabilitasi dan rekonstruksi di tiga provinsi tersebut mencapai Rp51,8 triliun. Kebutuhan terbesar yakni untuk Aceh senilai Rp25,41 triliun. 

    Secara umum, Kemenkeu mencatat telah menyiapkan sejumlah pos anggaran untuk penanggulangan dampak bencana Sumatra. Misalnya, melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), pemerintah menyiapkan Dana Siap Pakai (DSP) senilai Rp250 miliar pada 2026. Kemudian, ada cadangan bencana Rp5 triliun yang bisa juga digunakan untuk rehabilitasi dan rekonstruksi. 

    Di luar anggaran bencana, pemerintah akan merelaksasi penyaluran transfer ke daerah (TKD) ke pemda di tiga provinsi itu. Anggaran TKD senilai Rp43,8 triliun pada 2026 akan disalurkan dari pusat ke daerah tanpa syarat salur. 

    Pemda juga diberikan kemudahan dalam restrukturisasi pinjaman daerah ke pusat yang berasal dari dana pemulihan ekonomi nasional (PEN) Covid-19, serta percepatan klaim asuransi BMN oleh K/L yang mengasuransikan. 

    Tidak hanya itu, pemerintah turut menyiapkan pooling fund bencana yang dikelola oleh Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup atau BPDLH senilai Rp250,4 miliar. 

  • Wisata Cipanas Padat Pengunjung, Polisi Terapkan One Way di Garut

    Wisata Cipanas Padat Pengunjung, Polisi Terapkan One Way di Garut

    Bisnis.com, GARUT — Kepolisian Resor (Polres) Garut memberlakukan sistem one way atau satu arah selama libur Natal dan Tahun Baru pada Minggu (28/12/2025). Hal ini dilakukan karena Arus kunjungan wisata ke kawasan Cipanas, Kabupaten Garut, Jawa Barat, melonjak sejak dimulainya Operasi Lilin Lodaya 2025. 

    Operasi Lilin diketahui merupakan kode pengamanan yang dilakukan Polri setiap tahun pada momentum Natal dan Tahun Baru. Operasi ini berlangsung selama 14 hari mulai 20 Desember 2025 hingga 2 Januari 2026. 

    Kapolres Garut AKBP Yugi Bayu Hendarto mengatakan, sejak dimulainya Operasi Lilin Lodaya, jumlah wisatawan yang masuk ke kawasan Cipanas tercatat mencapai 21.691 orang.

    Angka itu, kata Yugi, menunjukkan tingginya minat masyarakat untuk berlibur ke Garut pada masa Natal dan Tahun Baru.

    “Selama pelaksanaan Operasi Lilin Lodaya, tercatat lebih dari 21 ribu pengunjung datang ke Cipanas. Ini tentu berdampak pada peningkatan volume kendaraan di jalur wisata,” kata Yugi di Garut, Minggu (28/12/2025).

    Dia memerinci, kendaraan yang memasuki kawasan tersebut didominasi oleh kendaraan pribadi. Tercatat sebanyak 2.003 unit kendaraan roda dua, 3.482 kendaraan roda empat, serta 46 unit bus yang membawa rombongan wisatawan. 

    Lonjakan ini, menurutnya, berpotensi menimbulkan kemacetan pada akses utama menuju Cipanas, khususnya dari arah Leles hingga Tarogong.

    Untuk mengurai kepadatan, pihak kepolisian memberlakukan sistem one way dari arah Leles menuju Tarogong dan Cipanas. Rekayasa ini dilakukan secara situasional dengan mempertimbangkan kondisi lalu lintas di lapangan.

    “Mulai hari ini kami terapkan one way dari Leles ke Tarogong atau Cipanas. Tujuannya agar arus kendaraan lebih lancar dan tidak terjadi penumpukan di titik-titik rawan macet,” ujarnya.

    Yugi menjelaskan, penerapan one way dilakukan dengan menempatkan personel di sejumlah persimpangan dan titik pengaturan untuk memastikan pengguna jalan mengikuti arah yang telah ditentukan. 

    Selain itu, petugas juga disiagakan di sekitar objek wisata guna memberikan pelayanan dan pengamanan kepada masyarakat.

    Menurut dia, rekayasa lalu lintas akan terus dievaluasi setiap saat. Jika terjadi peningkatan volume kendaraan atau perubahan situasi, kepolisian siap menyesuaikan pola pengaturan arus demi menjaga kelancaran dan keselamatan.

    “Kami lakukan pemantauan secara berkala. Apabila diperlukan, skema pengaturan akan diubah sesuai kondisi di lapangan selama Operasi Lilin Lodaya 2025 berlangsung,” katanya.

    Polres Garut juga mengimbau kepada para wisatawan dan pengguna jalan agar mematuhi rambu serta arahan petugas. Masyarakat diminta tetap mengutamakan keselamatan, menjaga jarak, dan memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima sebelum bepergian.

    “Kami harap kerja sama dari seluruh pengguna jalan. Ikuti petunjuk petugas agar perjalanan menuju Cipanas tetap aman dan nyaman,” ucap Yugi.

  • Polda Metro Bakal Bantu Pemprov Jakarta Tegakkan Aturan Larangan Kembang Api

    Polda Metro Bakal Bantu Pemprov Jakarta Tegakkan Aturan Larangan Kembang Api

    Bisnis.com, JAKARTA — Polda Metro Jaya memastikan bakal beri pendampingan ke Pemprov Jakarta soal larangan kembang api jelang pergantian tahun 2026.

    Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto mengatakan penegakan aturan surat edaran Pemprov Jakarta soal larangan kembang api dilakukan oleh Satpol PP.

    “Penegakan surat edaran gubernur DKI oleh Satpol PP dan tentunya ada pendampingan dari kepolisian khususnya Polda Metro Jaya,” ujar Budi saat dihubungi, Minggu (28/12/2025).

    Sejalan dengan SE Pemprov Jakarta itu, Budi mengimbau agar masyarakat bisa merayakan pergantian malam tahun baru 2026 dengan doa bersama.

    Doa bersama, kata Budi, disampaikan untuk para korban yang terdampak bencana alam di Sumatra agar bisa kuat dan bangkit dalam menghadapinya.

    “Polda Metro Jaya melakukan himbauan ke para importir, pedagang dan PHRI untuk merayakan pergantian malam tahun baru 2026 dengan doa bersama dan mengedepankan empati terhadap saudara-saudara kita yang terdampak musibah bencana alam di Sumatera,” pungkasnya.

    Pramono Larang Kembang Api 

    Sebelumnya, Gubernur Jakarta Pramono Anung memutuskan perayaan tahun baru 2026 digelar secara sederhana tanpa pesta kembang api. Keputusan tersebut diambil sebagai bentuk empati atas duka bencana yang dialami masyarakat di Sumatra.

    Pramono menekankan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tidak ingin menampilkan kesan kemewahan yang berlebihan dan mengabaikan rasa empati terhadap para korban bencana di berbagai daerah.

    Meski digelar secara sederhana, Pramono memastikan perayaan Tahun Baru 2026 di Jakarta tetap berlangsung dan diharapkan dapat menjadi momentum kebersamaan sekaligus refleksi.

    “Insya Allah, Jakarta tetap menghadirkan kebersamaan, menjaga empati, dan menumbuhkan harapan saat melangkah ke tahun yang baru,” ujar Pramono.

  • Ini Jalur Alternatif di Puncak Bogor, Pengalihan Lalu Lintas Akhir 2025

    Ini Jalur Alternatif di Puncak Bogor, Pengalihan Lalu Lintas Akhir 2025

    Bisnis.com, JAKARTA — Bagi Anda yang sedang melakukan perjalanan ke Puncak Bogor menjelang akhir tahun, maka simak jalur alternatif saat sedang macet.

    Berdasarkan informasi yang disampaikan akun Instagram @satlantaspolresbogor.tmc, polisi bakal memberlakukan aturan car free night (CFN) di jalur wisata Puncak Bogor menjelang pergantian tahun baru 2026. Pengaturan lalu lintas menuju puncak Bogor bakal diberlakukan sejak Rabu (31/12/2025) sekitar 18.00 WIB hingga Kamis (1/1/2026) pada 06.00 WIB.

    Penerapan aturan pengalihan lalu lintas ini bertujuan untuk mengurangi kepadatan arus lalu lintas di Jalur Puncak pada malam pergantian tahun baru 2026.

    Selanjutnya, pembatasan kendaraan mobil saat CFN mulai diberlakukan mulai pada pukul 21.00 WIB. Sementara kendaraan roda dua alias motor diberlakukan mulai pukul 22.00 WIB

    “Mulai jam 18.00 WIB [31 Desember 2025] sampai dengan jam 06.00 WIB [1 Januari 2026] kendaraan yang akan menuju puncak dialihkan,” tulis Satlantas Polres Bogor, dikutip Minggu (28/12/2025).

    Kemudian, kepolisian juga mengungkap ada dua alternatif bagi pengendara yang hendak menuju Cianjur maupun Bandung. Dua rute alternatif itu yakni melalui Jonggol dan Sukabumi.

    Pertama, jalur Jonggol melalui Jalan Alternatif Cibubur menuju Jonggol, Cariu, Cikalong, hingga Cianjur. Kedua, via Sukabumi melalui jalur Ciawi, Cicurug, Cibadak, Kota Sukabumi, hingga Cianjur.

    Sementara itu, bagi pengendara yang hendak merayakan tahun baru di puncak sebelum diberlakukannya CFN, setidaknya ada sejumlah rute alternatif yang bisa dilewati.

    Misalnya melewati Tol Sentul Selatan menuju Bukit Pelangi. Jalur ini bakal melewati Jembatan Megamendung, Simpang Gadog, Cibedug dan melewati sejumlah desa seperti Desa Cidokom sebelum akhirnya menuju puncak.

    Selain jalur utama dari Jalan Raya Bogor, pengendara mobil bisa menggunakan rute alternatif melalui tol Ciawi, Taman Safari hingga akhirnya sampai Puncak Bogor.