Category: Bisnis.com Nasional

  • Prabowo Pimpin Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila

    Prabowo Pimpin Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila

    Bisnis.com, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto untuk pertama kalinya memimpin upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Monumen Pancasila Sakti, Lubang Buaya, Jakarta, Rabu, untuk mengenang tragedi gugurnya Pahlawan Revolusi pada 30 September 1965.

    Upacara berlangsung sekitar pukul 08.00 WIB, tidak lama setelah Presiden Prabowo selaku inspektur upacara tiba di Monumen Pancasila Sakti. Di lokasi upacara, kedatangan Presiden disambut oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Menteri Kebudayaan Fadli Zon, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Kepala Badan Komunikasi Pemerintah sekaligus Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Angga Raka Prabowo, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, dan Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo.

    Prosesi upacara diisi di antaranya dengan laporan komandan upacara oleh Kolonel Pnb. M. Amry Taufanny, kemudian dilanjutkan dengan mengheningkan cipta.

    “Marilah kita sejenak mengenang arwah dan jasa-jasa para Pahlawan Revolusi dan para pendahulu kita yang telah berkorban untuk kedaulatan, kehormatan, kemerdekaan bangsa Indonesia dan untuk mempertahankan Pancasila. Mengheningkan cipta, mulai,” kata Presiden Prabowo dikutip dari Antara, Rabu (1/10/2025).

    Prosesi berikutnya, Ketua MPR RI Ahmad Muzani membacakan teks Pancasila.

    Selepas itu, pembacaan teks Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dibacakan oleh Wakil Ketua DPD RI Yorrys Raweyai, kemudian pembacaan Ikrar Kesetiaan Kepada Pancasila oleh Ketua DPR RI Puan Maharani.

    Prosesi berikutnya pembacaan doa oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar.

    Selepas itu, prosesi upacara berakhir, Presiden pun meninggalkan mimbar kehormatan. Presiden Prabowo, didampingi oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, bersama jajaran menteri Kabinet Merah Putih, meninjau Monumen Pancasila Sakti.

    Jajaran menteri dan pejabat negara yang mengikuti upacara hari ini, antara lain Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Djamari Chaniago, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Perdagangan Budi Santoso.

    Kemudian, ada pula Wakil Ketua DPD RI Yorrys Raweyai, Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri, Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa, Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor, kemudian ada Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, Kepala Staf TNI Angkatan Laut Laksamana TNI Muhammad Ali, dan Kepala Staf TNI Angkatan Udara Marsekal TNI M. Tonny Harjono.

  • Aceh Vs Sumut Jilid II Buntut Bobby Razia Pelat BL

    Aceh Vs Sumut Jilid II Buntut Bobby Razia Pelat BL

    Bisnis.com, JAKARTA – Pemerintah Provinsi Sumatra Utara dan Pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Aceh kembali berseteru setelah adanya razia kendaraan berpelat BL.

    Awalnya, viral di media sosial video Gubernur Sumatra Utara Bobby Nasution bersama dengan Wakil Bupati Langkat Tiorita Surbakti dan Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi (Setdaprov) Sumut Muhammad Suib tengah berdialog dengan salah seorang yang diduga sopir truk di salah satu ruas jalan yang cukup padat.

    Dari video yang dilihat Bisnis pada Senin (29/9/2025), bagian awal memang menampilkan Bobby Nasution berbincang singkat sembari sesekali tertawa dengan seorang yang diduga sopir truk itu sebelum akhirnya menyelesaikan obrolan.

    Video kemudian beralih ke bagian lain yang menunjukkan Asisten Administrasi Umum Setdaprov Sumut Muhammad Suib meminta salah satu sopir truk lainnya turun. Kepada sopir tersebut Suib menjelaskan bahwa seluruh kendaraan yang beroperasi di wilayah Sumut harus menggunakan pelat BK.

    “Ini [kendaraan] harus pelat BK, supaya pendapatan pajaknya ke Sumatra Utara,” kata Suib kepada sopir tersebut.

    Namun, Bobby menegaskan penyetopan yang dilakukannya bukan untuk merazia kendaraan berpelat BL, melainkan menegur sejumlah truk yang saat itu melintas dengan tonase berlebih.

    “Yang pertama kami sampaikan ke mereka [pengemudi truk] itu soal tonase berlebihnya,” kata Bobby di Medan, Senin (29/9/2025).

    Dalam kesempatan yang lain, Bobby bakal mewajibkan perusahaan yang beroperasi atau berdomisili di wilayah Sumut menggunakan pelat kendaraan operasional berkode BK atau BB mulai 2026.

    Kebijakan itu ditujukan untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor pajak kendaraan bermotor (PKB) yang merupakan salah satu sumber pendapatan utama Sumut.

    “Kalau perusahaannya berdomisili di Sumut tetapi kendaraan operasionalnya masih pakai pelat luar, pajaknya tidak masuk ke Sumut,” kata Bobby di Medan, Senin (29/9/2025).

    Bobby mengatakan imbauan serupa telah lebih dulu dilakukan oleh sejumlah daerah seperti Riau, Jawa Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Barat.

    Dia menyebut penerimaan dari pajak kendaraan akan dimanfaatkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) untuk membangun infrastruktur, seperti jalan serta peningkatan pelayanan publik.

    Lebih jauh Bobby menyampaikan Sumut berpotensi kehilangan sumber PAD bila perusahaan yang beraktivitas atau berkantor di wilayah Sumut menggunakan kendaraan operasional berkode pelat luar Sumut.

    Apalagi pajak kendaraan bermotor (PKB) menjadi salah satu sumber pendapatan utama Sumut yang tahun 2025 ini ditarget Rp1,74 triliun.

    Upaya optimalisasi PAD ini pun salah satunya dilakukan Pemprov dengan memberlakukan aturan yang mengimbau agar kendaraan operasional perusahaan yang beraktivitas di Sumut menggunakan pelat BK ataupun BB.

    Aturan tersebut rencananya akan mulai diberlakukan Pemprov Sumut pada Januari tahun 2026 dalam rangka optimalisasi PKB. Ini seiring pemangkasan nominal transfer ke daerah akibat efisiensi yang menuntut pemerintah daerah lebih kreatif menggenjot sumber-sumber pemasukan daerah.

    “Jadi, kami mengimbau agar segera menyesuaikan pelat kendaraan sesuai domisili. Bukan yang melintas, tapi untuk perusahaan yang beroperasional di Sumut,” tambahnya.

    Perseteruan Sumut dan Aceh

    Baru-baru ini, Pemda Sumut dan Pemda Aceh terlibat perseteruan terkait dengan perebutan empat pulau yakni Pulau Panjang, Pulau Lipan, Pulau Mangkir Gadang, dan Pulau Mangkir Ketek. Wilayah ini juga diklaim oleh Kabupaten Singkil, Provinsi Aceh.

    Sumut dan Aceh dihadapkan pada polemik terkait status keempat pulau yang terletak di perbatasan Sumut dan Aceh, yakni Pulau Lipan, Pulau Panjang, Pulau Mangkir Ketek, Pulau Mangkir Gadang. Keputusan Mendagri yang ditetapkan pada 25 April 2025 menetapkan keempat pulau itu masuk Kabupaten Tapanuli Tengah, berbatasan dengan Kabupaten Aceh Singkil.

    Dalam kunjungannya ke Banda Aceh menemui Mualem, Bobby menyampaikan pandangan terkait tindak lanjut dari keputusan Mendagri tersebut sehingga meminimalisir potensi polemik di masyarakat.

    Gubernur Sumut itu juga menegaskan ke Mualem bahwa keputusan terkait keempat pulau yang masuk ke dalam wilayah administratif Provinsi Sumatra Utara bukanlah intervensi Sumut, melainkan melalui mekanisme yang berjalan sesuai aturan yang ada.

    “Namun di luar itu, tadi kami (bersama Gubernur Aceh) bersepakat untuk kita kelola sama-sama. Kalaupun ada potensi sumber daya alam, ya itu bisa kita kelola sama-sama. Termasuk ada migas (minyak dan gas), juga bisa kita saling berbagi,” jelas Bobby.

    Bobby ingin pengelolaan keempat pulau dilakukan secara kolaboratif dengan Pemerintah Provinsi Aceh. “Makanya pembicaraan dengan Beliau (Muzakir Manaf) tadi, bukan ‘ini punya siapa’, tetapi bagaimana kita bisa berbagi,” tambahnya.

    Namun, Presiden Prabowo Subianto langsung turun tangan untuk menyelesaikan polemik antara Pemprov Sumut dan Pemprov Aceh.

    Presiden Prabowo Subianto menetapkan bahwa empat pulau yang selama ini menjadi pembahasan antara Pemerintah Provinsi Aceh dan Pemerintah Provinsi Sumatra Utara secara resmi menjadi bagian dari wilayah Provinsi Aceh.

    Keputusan tersebut disampaikan Presiden Prabowo saat memimpin rapat melalui video conference terkait penandatanganan kesepakatan bersama kedua gubernur pada Selasa, 17 Juni 2025.

    Empat pulau yang dimaksud adalah Pulau Mangkir Gadang, Pulau Mangkir Ketek, Pulau Lipan, dan Pulau Panjang. Penandatanganan “Kesepakatan Bersama Pemerintah Aceh dan Pemerintah Provinsi Sumatra Utara Mengenai Penyelesaian Permasalahan Pulau Mangkir Gadang, Pulau Mangkir Ketek, Pulau Lipan, dan Pulau Panjang” dilakukan oleh Gubernur Sumatra Utara Bobby Nasution dan Gubernur Aceh Muzakir Manaf, disaksikan langsung oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dalam rapat resmi di Wisma Negara, Istana Kepresidenan Jakarta.

    Presiden Prabowo pun menekankan pentingnya menjaga persatuan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.

    “Saya kira prinsip bahwa kita satu, karena NKRI saya kira itu selalu jadi pegangan kita, tapi Alhamdulillah kalau memang dengan cepat sudah ada pemahaman bersama penyelesaian saya kira baik sekali,” ucap Presiden Prabowo.

    Kepala Negara juga meminta agar penjelasan kepada publik dilakukan secara terbuka dan transparan agar tidak menimbulkan spekulasi.

    “Suasana kita sangat bagus, jadi kita sangat perlu suatu penerangan terhadap rakyat. Kondisi kita baik, kondisi ekonomi kita baik, pertumbuhan kita baik, produksi pertanian kita baik. Saya lihat kemajuan di semua bidang, jadi kita semua perlu untuk terus menjaga kondisi ini,” tutur Presiden Prabowo.

  • Dasco Koordinasikan Penanganan Ponpes Ambruk Al Khozyni dengan Pemerintah

    Dasco Koordinasikan Penanganan Ponpes Ambruk Al Khozyni dengan Pemerintah

    Bisnis.com, JAKARTA – Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad mengatakan bahwa DPR sudah berkoordinasi dengan pemerintah guna mengatasi musibah bangunan pondok pesantren (ponpes) yang ambruk di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur.

    Dia ingin agar kejadian itu bisa cepat teratasi dan tidak terulang kembali di tempat-tempat atau ponpes yang lain. Dia pun menyatakan prihatin atas musibah yang menimbulkan korban jiwa tersebut.

    “Tadi kita sudah koordinasi dengan pihak pemerintah untuk bergerak membantu dan juga berkoordinasi dengan pemerintah daerah,” kata Dasco dikutip dari Antara, Rabu (1/10/2025).

    Menurut dia, pemerintah pusat maupun pemerintah daerah perlu bergerak cepat untuk mengatasi musibah itu.

    Sebelumnya, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan hingga Selasa siang Tim SAR gabungan masih melakukan pencarian terhadap 38 orang yang diduga tertimbun reruntuhan bangunan Pondok Pesantren Al Khoziny di Buduran, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur.

    “38 orang,” kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari di Jakarta, Selasa.

    Menurut dia, dari insiden ini total korban yang telah dievakuasi sebanyak 102 orang, 91 orang di antaranya berhasil menyelamatkan diri secara mandiri, sedangkan 11 lainnya dievakuasi oleh tim SAR gabungan, dan satu di antaranya meninggal dunia.

    Sementara itu, sebanyak 77 korban luka-luka telah dibawa ke sejumlah rumah sakit terdekat, yaitu 34 orang ke RSUD Sidoarjo, 38 orang ke RS Siti Hajar, dan empat orang ke RS Delta Surya.

  • Kalender Oktober 2025: Lengkap Tanggal Merah, Hari Libur, dan Cuti Bersama

    Kalender Oktober 2025: Lengkap Tanggal Merah, Hari Libur, dan Cuti Bersama

    Bisnis.com, JAKARTA – Inilah kalender bulan Oktober 2025 lengkap dengan tanggal merah, hari libur, dan cuti bersama.

    Kita semua telah memasuki bulan baru yakni Oktober 2025. Salah satu hal yang kerap dicari setiap memasuki bulan baru adalah adalah hari libur dan tanggal merah pada bulan tersebut.

    Namun berbeda dari bulan-bulan lainnya, Oktober 2025 tidak memiliki tanggal merah yang termasuk hari libur nasional.

    Ya, pemerintah tidak menetapkan libur nasional dan cuti bersama di bulan kesepuluh ini. Masyarakat hanya bisa menikmati libur akhir pekan di hari Sabtu dan Minggu.

    Inilah Kalender Bulan Oktober 2025:

    1 Oktober 2025 = Rabu Legi, 9 Bakdomulud 1959 / 9 Rabiul Akhir 1447 Hijriah
    2 Oktober 2025 = Kamis Pahing, 10 Bakdomulud 1959 / 10 Rabiul Akhir 1447 Hijriah
    3 Oktober 2025 = Jumat Pon, 11 Bakdomulud 1959 / 11 Rabiul Akhir 1447 Hijriah
    4 Oktober 2025 = Sabtu Wage, 12 Bakdomulud 1959 / 12 Rabiul Akhir 1447 Hijriah
    5 Oktober 2025 = Ahad Kliwon, 13 Bakdomulud 1959 / 13 Rabiul Akhir 1447 Hijriah
    6 Oktober 2025 = Senin Legi, 14 Bakdomulud 1959 / 14 Rabiul Akhir 1447 Hijriah
    7 Oktober 2025 = Selasa Pahing, 15 Bakdomulud 1959 / 15 Rabiul Akhir 1447 Hijriah
    8 Oktober 2025 = Rabu Pon, 16 Bakdomulud 1959 / 16 Rabiul Akhir 1447 Hijriah
    9 Oktober 2025 = Kamis Wage, 17 Bakdomulud 1959 / 17 Rabiul Akhir 1447 Hijriah
    10 Oktober 2025 = Jumat Kliwon, 18 Bakdomulud 1959 / 18 Rabiul Akhir 1447 Hijriah
    11 Oktober 2025 = Sabtu Legi, 19 Bakdomulud 1959 / 19 Rabiul Akhir 1447 Hijriah
    12 Oktober 2025 = Ahad Pahing, 20 Bakdomulud 1959 / 20 Rabiul Akhir 1447 Hijriah
    13 Oktober 2025 = Senin Pon, 21 Bakdomulud 1959 / 21 Rabiul Akhir 1447 Hijriah
    14 Oktober 2025 = Selasa Wage, 22 Bakdomulud 1959 / 22 Rabiul Akhir 1447 Hijriah
    15 Oktober 2025 = Rabu Kliwon, 23 Bakdomulud 1959 / 23 Rabiul Akhir 1447 Hijriah
    16 Oktober 2025 = Kamis Legi, 24 Bakdomulud 1959 / 24 Rabiul Akhir 1447 Hijriah
    17 Oktober 2025 = Jumat Pahing, 25 Bakdomulud 1959 / 25 Rabiul Akhir 1447 Hijriah
    18 Oktober 2025 = Sabtu Pon, 26 Bakdomulud 1959 / 26 Rabiul Akhir 1447 Hijriah
    19 Oktober 2025 = Ahad Wage, 27 Bakdomulud 1959 / 27 Rabiul Akhir 1447 Hijriah
    20 Oktober 2025 = Senin Kliwon, 28 Bakdomulud 1959 / 28 Rabiul Akhir 1447 Hijriah
    21 Oktober 2025 = Selasa Legi, 29 Bakdomulud 1959 / 29 Rabiul Akhir 1447 Hijriah
    22 Oktober 2025 = Rabu Pahing, 30 Bakdomulud 1959 / 30 Rabiul Akhir 1447 Hijriah
    23 Oktober 2025 = Kamis Pon, 1 Jumadilawal 1959 / 1 Jumadil Awal 1447 Hijriah
    24 Oktober 2025 = Jumat Wage, 2 Jumadilawal 1959 / 2 Jumadil Awal 1447 Hijriah
    25 Oktober 2025 = Sabtu Kliwon, 3 Jumadilawal 1959 / 3 Jumadil Awal 1447 Hijriah
    26 Oktober 2025 = Ahad Legi, 4 Jumadilawal 1959 / 4 Jumadil Awal 1447 Hijriah
    27 Oktober 2025 = Senin Pahing, 5 Jumadilawal 1959 / 5 Jumadil Awal 1447 Hijriah
    28 Oktober 2025 = Selasa Pon, 6 Jumadilawal 1959 / 6 Jumadil Awal 1447 Hijriah
    29 Oktober 2025 = Rabu Wage, 7 Jumadilawal 1959 / 7 Jumadil Awal 1447 Hijriah
    30 Oktober 2025 = Kamis Kliwon, 8 Jumadilawal 1959 / 8 Jumadil Awal 1447 Hijriah
    31 Oktober 2025 = Jumat Legi, 9 Jumadilawal 1959 / 9 Jumadil Awal 1447 Hijriah

    Itulah kalender bulan Oktober 2025 yang tidak memiliki libur dan cuti bersama kecuali sabtu dan minggu.

  • Penjelasan BMKG soal Gempa Bumi di Sumenep yang terasa hingga Denpasar

    Penjelasan BMKG soal Gempa Bumi di Sumenep yang terasa hingga Denpasar

    Bisnis.com, JAKARTA— Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menjelaskan soal gempa bumi di Sumenep, Jawa Timur yang terasa hingga Lumajang.

    Melalui akun X resminya, Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono menjelaskan soal gempa bumi di Sumenep. Dia menyebut bahwa gempa bumi di Sumenep memiliki magnitudo 6 dan dirasakan hingga ke beberapa wilayah dengan kekuatan gempa berbeda. 

    Dari data yang disampaikan, gempa dengan kategori lemah terasa di Bali, yakni Tabanan, Buleleng, Kuta, Denpasar, dan Gianyar Lalu, gempa lemah juga terasa di Banyuwangi, Bangkalan, Probolinggo, Lumajang, Jember, Sidoarjo, dan Tuban. 

    Gempa lemah hingga sedang dirasakan di Situbondo, Sampang, Pamekasan dan Surabaya. Sementara itu, gempa dengan kekuatan sedang dan kuat terasa di Sumenep dan Pulau Sapudi.

    Dia menyebut bahwa gempa bumi yang terjadi adalah jenis gempa tektonik, dangkal akibat aktivitas sesar aktif di bawah laut. Gempa ini terjadi pada Selasa (30/9/2025) pukul 23.49 WIB dengan kedalaman 12 km yang berlokasi di laut pada jarak 58 km Sumenep. 

    “Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault),” ujarnya. 

    Gempa ini bukanlah satu-satunya yang terjadi. Daryono mencatat ada empat gempa susulan yang terjadi pada rentang waktu yang berdekatan.

    “Hingga (Rabu, 1 Oktober 2025) pukul 00.29 WIB, hasil monitoring BMKG terhadap Gempa Madura-Pulau Sapudi M6 menunjukkan adanya empat aktivitas gempa bumi susulan (aftershock) dengan magnitudo terbesar M4,4,” katanya.

  • Rentetan 13 Gempa Susulan di Sumenep, Warganet Khawatir

    Rentetan 13 Gempa Susulan di Sumenep, Warganet Khawatir

    Bisnis.com, JAKARTA – Hingga pukul 01.15 WIB Rabu 1 Oktober 2025, total ada 13 gempa susulan yang mengguncang Sumenep Jatim.

    Gempa susulan berkekuatan bervariasi mulai dari magnitudo 2,7 hingga magnitudo 4,3.

    Adapun, jarak kejadian gempa juga cukup singkat, mulai dari 2 menit antar gempa hingga 15 menit.

    Karena rentetan gempa terus menerus terjadi membuat warganet khawatir untuk pergi tidur.

    Berikut kekhawatiran warganet yang muncul di medsos X

    Ya Allah min sampe kapan? Mau tidur gak tenang aku di paiton Probolinggo kerasa bgt tadii yang 6.5

    Kapan berhenti woiii gak bisa tidur deg deg ann

    susulan ke 10

    YA ALLAH 11X, KAPAN BERENTI?

    Berikut perincian kejadian rentetan gempa susulan tersebut

    Gempa Mag:3.2, 01-Oct-2025 00:08:54WIB, Lok:7.28LS, 114.12BT (46 km Tenggara SUMENEP-JATIM), Kedlmn:10 Km

    Gempa Mag:2.9, 01-Oct-2025 00:11:22WIB, Lok:7.27LS, 114.01BT (40 km Tenggara SUMENEP-JATIM), Kedlmn:12 Km

    Gempa Mag:4.3, 01-Oct-2025 00:15:57WIB, Lok:7.27LS, 114.17BT (48 km Tenggara SUMENEP-JATIM), Kedlmn:15.

    Gempa Mag:2.7, 01-Oct-2025 00:27:15WIB, Lok:7.23LS, 114.15BT (43 km Tenggara SUMENEP-JATIM), Kedlmn:10 Km

    Gempa Mag:2.9, 01-Oct-2025 00:29:32WIB, Lok:7.28LS, 114.05BT (42 km Tenggara SUMENEP-JATIM), Kedlmn:26 Km

    Gempa Mag:3.4, 01-Oct-2025 00:41:45WIB, Lok:6.96LS, 114.02BT (13 km Tenggara SUMENEP-JATIM), Kedlmn:10 Km

    Gempa Mag:3.6, 01-Oct-2025 00:43:01WIB, Lok:7.26LS, 114.14BT (45 km Tenggara SUMENEP-JATIM), Kedlmn:13 Km

    Gempa Mag:2.5, 01-Oct-2025 00:49:51WIB, Lok:7.23LS, 114.15BT (43 km Tenggara SUMENEP-JATIM), Kedlmn:19 Km

    Gempa Mag:3.0, 01-Oct-2025 00:56:50WIB, Lok:7.24LS, 114.19BT (47 km Tenggara SUMENEP-JATIM), Kedlmn:16 Km

    Gempa Mag:2.7, 01-Oct-2025 01:04:06WIB, Lok:7.27LS, 114.13BT (45 km Tenggara SUMENEP-JATIM), Kedlmn:15 Km

    Gempa Mag:2.7, 01-Oct-2025 01:09:58WIB, Lok:7.17LS, 114.13BT (36 km Tenggara SUMENEP-JATIM), Kedlmn:15 Km

    Gempa Mag:2.8, 01-Oct-2025 01:11:07WIB, Lok:7.25LS, 114.09BT (41 km Tenggara SUMENEP-JATIM), Kedlmn:19 Km

  • Sumenep Jatim Diguncang Gempa Magnitudo 6,5, Tidak Berpotensi Tsunami

    Sumenep Jatim Diguncang Gempa Magnitudo 6,5, Tidak Berpotensi Tsunami

    Bisnis.com, JAKARTA – Gempa magnitudo 6,5, mengguncang Sumenep Jatim malam ini, Selasa 30-September 2025 pukul 23:49:43 WIB.

    Adapun pusat gempa berada di titik lokasi 7.25 LS,114.22 BT (50 km Tenggara SUMENEP-JATIM).

    BMKG mencatat pusat gempa berada pada kedalaman 11 Km.

    Meskipun merupakan gempa dangkal, namun BMKG menyatakan tidak berpotensi tsunami.

    Di akun X, warganet juga melaporkan getaran gempa tersebut.

    Bahkan beberapa warganet melaporkan merasakan gempa hingga Malang, Denpasar dan Lombok.

    Di malangg kerasa bgtt, dikira kepala aku yg pusingg

    Kok berasa banget sampe lombok

    kok kerasa smpe denpasar ya

    Kerasa sampe Situbondo juga sampe kebangun pdhl udah nyenyak tidur

    BMKG juga mencatat dua gempa lainnya di Sumenep berikut ini

    Gempa Mag:3.2, 01-Oct-2025 00:08:54WIB, Lok:7.28LS, 114.12BT (46 km Tenggara SUMENEP-JATIM), Kedlmn:10 Km

    Gempa Mag:3.2, 01-Oct-2025 00:08:54WIB, Lok:7.28LS, 114.12BT (46 km Tenggara SUMENEP-JATIM), Kedlmn:10 Km

  • Ada Hujan Es di Cikini Jakarta Sore Ini 30 September, Begini Penjelasan BMKG

    Ada Hujan Es di Cikini Jakarta Sore Ini 30 September, Begini Penjelasan BMKG

    Bisnis.com, JAKARTA – Warga di Cikini dikejutkan dengan munculnya hujan es hari ini sore tadi pukul 15.00 WIB.

    Kemunculan hujan es tersebut dibenarkan oleh BMKG.

    Deputi Bidang Meteorologi BMKG Guswanto mengatakan benar, sore ini terjadi hujan es di kawasan Cikini, Jakarta Pusat.

    Dia mengatakan fenomena ini sempat mengejutkan warga karena cukup jarang terjadi di Jakarta.

    “Menurut laporan warga dan video yang beredar, hujan deras disertai angin kencang turun sekitar pukul 15.05 WIB, dan selama sekitar satu menit terlihat butiran es kecil seperti kerikil jatuh bersama hujan,” ujarnya saat dikonfirmasi Bisnis.

    BMKG menjelaskan bahwa hujan es bisa terjadi di wilayah tropis seperti Indonesia, terutama saat masa peralihan musim (pancaroba). Kondisi atmosfer yang mendukung pembentukan awan Comulonimbus awan hujan yang sangat tinggi dan padat dapat menyebabkan terbentuknya butiran es di lapisan atas atmosfer yang kemudian jatuh ke permukaan.

    “Jadi, ini bukan hujan biasa, melainkan fenomena hujan es yang memang bisa terjadi secara lokal dan singkat saat cuaca ekstrem, Kondisi awannya seperti dibawah ini,” tambahnya.

    Berikut alasan munculnya hujan es di Cikini tersebut

    – Hujan es bisa terjadi di wilayah tropis seperti Indonesia, terutama saat *masa peralihan musim* atau *pancaroba*.
    – Kondisi atmosfer saat itu mendukung terbentuknya **awan Cumulonimbus (Cb)**—jenis awan hujan yang sangat tinggi dan padat.
    – Di lapisan atas awan ini, suhu bisa mencapai **-55°C**, cukup dingin untuk membentuk **butiran es kecil**.
    – Butiran es tersebut kemudian jatuh ke permukaan bersama hujan deras dan angin kencang.

    BMKG mendeteksi fenomena ini lewat radar cuaca, yang menunjukkan area reflektivitas tinggi (50–55 dBZ), menandakan adanya presipitasi padat seperti es.

    Guswanto mengatakan fenomena ini bisa saja terjadi di wilayah lainnya, terutama saat musim pancaroba.

    Pantulan dari Presipitasi:

    Gelombang ini memantul kembali dari partikel presipitasi (tetesan air, kristal es, dll.) di atmosfer. Reflektivitas radar adalah ukuran kekuatan sinyal yang dipantulkan kembali ke radar oleh presipitasi (hujan, salju, es) dan dinyatakan dalam unit desibel reflektivitas (dBZ). Semakin merah berarti suhu puncak awan sudah bisa mencapai -55 derajat Celcius, dan ini sudah berupa butiran es. 

  • Gibran Minta Proyek MRT Sawah Besar Tuntas Sesuai Target

    Gibran Minta Proyek MRT Sawah Besar Tuntas Sesuai Target

    Bisnis.com, Jakarta — Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka meminta agar pembangunan proyek mass rapid transit (MRT) Sawah Besar dipercepat penyelesaiannya. 

    Gibran menegaskan pemerintah pusat telah berkomitmen untuk mempercepat proses pembangunan transportasi publik yang aman, terjangkau dan mendukung seluruh mobilitas masyarakat perkotaan.

     Direktur Utama PT MRT Jakarta Tuhiyat mengatakan bahwa Wapres Gibran meminta agar seluruh proses konstruksi bisa berjalan sesuai jadwal dan standar yang sudah ditetapkan.

    “Arahannya [Wapres agar penyelesaian proyek MRT] dapat dipastikan berjalan dengan baik,” tutur Direktur Utama PT MRT Jakarta Tuhiyat menirukan Gibran di Jakarta, Selasa (30/9).

    Gibran juga membeberkan capaian penting yang telah dilakukan oleh MRT Jakarta di Fase 2A. Capaian tersebut, menurut Gibran yaitu keberhasilan Tunnel Boring Machine (TBM) yang bisa menembus (breakthrough) hingga Stasiun Sawah Besar. 

    Menurut Gibran, pencapaian ini menandai keterhubungan jalur bawah tanah antara Stasiun Bundaran HI dan Stasiun Sawah Besar.

    Gibran menjelaskan peninjauan ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto mempercepat pembangunan infrastruktur strategis nasional di berbagai wilayah Indonesia. 

    Pemerintah pun menargetkan transportasi publik yang lebih terintegrasi, efisien, dan ramah bagi seluruh lapisan masyarakat.

    Seperti diketahui, MRT Jakarta Fase 2A itu akan membentang sepanjang 5,8 kilometer dari Bundaran HI hingga Kota, dengan tujuh stasiun bawah tanah, yaitu Thamrin, Monas, Harmoni, Sawah Besar, Mangga Besar, Glodok, dan Kota. Pembangunan segmen Bundaran HI hingga Harmoni ditargetkan selesai pada 2027, sementara segmen Harmoni–Kota pada 2029.

  • 20 Siswa SD di Pasar Rebo Jakarta Timur Keracunan Usai Santap MBG

    20 Siswa SD di Pasar Rebo Jakarta Timur Keracunan Usai Santap MBG

    Bisnis.com, JAKARTA — Polisi menyampaikan sekitar 20 siswa mengalami keracunan usai menyantap makanan dari program makan bergizi gratis (MBG) di SDN 01 Gedong, Pasar Rebo, Jakarta Timur.

    Kapolsek Pasar Rebo AKP I Wayan menyampaikan total ada sekitar 200-an kotak MBG yang langsung ditarik atas kejadian itu.

    “Jadi ada kurang lebih terakhir 20 yang keracunan,” ujar I Wayan saat dihubungi, Selasa (30/9/2025).

    Dia menjelaskan kronologi peristiwa itu bermula saat anak-anak menyantap menu MBG setelah olahraga sekitar 07.00 WIB. Adapun, MBG itu tiba di sekolah sejak 06.00 WIB.

    Setelah menyantap MBG itu terdapat pelajar yang muntah. Berdasarkan pengakuan pelajar itu, dia merasakan pusing usai menyantap menu MBG.

    “Ada [siswa] yang pusing, kemudian dipulangkan. Setelah itu dari puskesmas datang. Kalau ada keracunan diminta memberitahukan,”

    Atas kejadian tersebut, total ada lima yang sempat dibawa ke rumah sakit di Pasar Rebo. Adapun, kondisi saat ini kelimanya sudah dipulangkan setelah pemeriksaan.

    Di samping itu, I Wayan mengemukakan bahwa menu MBG yang disantap dari SPPG Yayasan Ameena Mulya Indonesia itu cukup beragam. Secara terperinci, mie goreng, telur dadar, sayur capcai hingga buah stroberi. 

    Namun, dari salah satu menu itu ada yang memiliki bau tidak sedap dan nampak pucat, yakni mie goreng.

    “Betul, ada yang agak pucat warnanya ada yang cokelat. Kita sempat mencium juga mie yang agak kering enggak bau, yang lembek itu bau,” pungkasnya.