Category: Beritasatu.com

  • Menkum Supratman: Buron Kasus E-KTP Paulus Tannos Masih Berstatus WNI

    Menkum Supratman: Buron Kasus E-KTP Paulus Tannos Masih Berstatus WNI

    Jakarta, Beritasatu.com – Menteri Hukum (Menkum) Supratman Andi Agtas menegaskan buron kasus korupsi pengadaan e-KTP Tjin Tian Po alias Paulus Tannos yang ditangkap di Singapura masih berstatus sebagai WNI. Bos PT Shandipala Arthaputra itu segera diekstradisi ke Indonesia.

    “Status kewarganegaraan atas nama Paulus Tannos atau Tjin Tian Po alias Paulus Tannos itu masih berstatus sebagai warga negara Indonesia,” kata Supratman saat jumpa pers di kantornya, Jakarta, Rabu (29/1/2025).

    Paulus Tannos diklaim sudah berganti kewarganegaraan dan memegang paspor Guinea Bissau, negara kecil di Afrika Barat. 

    Pada 2024, KPK sempat gagal menangkap Tannos di Bangkok, Thailand karena dia disebut sudah berganti warga negara.

    KPK bekerja sama dengan Kementerian Hukum Polri, dan Kejaksaan Agung (Kejagung) sedang melengkapi sejumlah persyaratan untuk  mengekstradisi Paulus Tannos dari Singapura ke Indonesia. 

  • Ekonom Setuju, Asalkan Dikalkulasi Matang

    Ekonom Setuju, Asalkan Dikalkulasi Matang

    Jakarta, Beritasatu.com – Presiden Prabowo Subianto memberikan instruksi efisiensi anggaran pemerintah sebesar Rp 306,69 triliun pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2025.

    Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (Core) Mohammad Faisal, mendukung kebijakan yang dilakukan pemerintah. Namun, ia meminta keputusan yang diambil telah melalui perhitungan yang cermat.

    Faisal menjelaskan, baik APBN maupun APBD merupakan salah satu instrumen yang mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Hal itu karena anggaran tersebut tak hanya memengaruhi kesejahteraan masyarakat, tetapi juga rencana-rencana sektor swasta.

    Menurut Faisal, asumsi dan dinamika APBN turut menjadi salah satu bahan pertimbangan para investor dalam menanamkan modalnya di Indonesia.

    Terkait instruksi untuk melakukan penghematan, hal tersebut sangat wajar apabila terdapat pos yang dinilai terlalu besar memakan anggaran. Terlebih, ada program-program utama Pemerintah yang sebaliknya memerlukan tambahan dana.

    Dengan catatan, lanjut Faisal, pertimbangan penghematan anggaran telah melalui perhitungan atau kalkulasi yang tepat.

    “Penghematan anggaran merupakan satu konsekuensi, karena memang terjadi keterbatasan dari sisi penerimaan yang ada,” ungkap Faisal kepada Beritasatu.com, Rabu (29/1/2025).

    “Jadi untuk bisa menjalankan belanja yang sesuai, tentunya beberapa cara dilakukan, termasuk di antaranya penghematan anggaran” sambungnya.

    Faisal melanjutkan, sebenarnya ada cara lain selain melakukan efisiensi anggaran belanja, yakni memaksimalkan penerimaan negara. Namun, untuk saat ini dinilai masih cukup sulit, lantaran kondisi perekonomian nasional masih terdapat sejumlah tantangan.

    Sebelumnya, pemerintah sempat berupaya menggenjot penerimaan negara melalui kebijakan pajak pertambahan nilai (PPN) yang awalnya 11% menjadi 12% pada 2025. Namun, akhirnya Pemerintah hanya menaikkan PPN 12% untuk barang dan jasa berlabel mewah.

    Faisal mengapresiasi langkah pemerintah terkait PPN 12%. Apabila kala itu pemerintah tetap mengenakan tarif tersebut untuk barang umum, maka kondisi perekonomian nasional dalam hal ini daya beli masyarakat akan terdampak.

    “Kalau dilakukan secara serampangan, misalnya seperti PPN naik 12% diberlakukan pada banyak jenis barang, justru akan menghantam perekonomian,” bebernya.

    Faisal kembali menegaskan, langkah penghematan anggaran butuh kehati-hatian dan kalkulasi yang matang. Lantaran hal ini banyak kaitannya dengan multiplier effect untuk menggerakkan perekonomian.

    “Kalau pemotongannya tidak tepat, justru dampaknya bisa lebih besar terhadap pencapaian pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya dalam menanggapi upaya pemerintah untuk efisiensi anggaran.

  • MPR: Peringatan Imlek Cerminan Syukur atas Keberagaman dan Amanat Reformasi

    MPR: Peringatan Imlek Cerminan Syukur atas Keberagaman dan Amanat Reformasi

    Jakarta, Beritasatu.com – Wakil Ketua MPR Eddy Soeparno menegaskan perayaan Tahun Baru Imlek merupakan wujud syukur atas keberagaman serta bentuk nyata dari pelaksanaan amanat reformasi.

    Pernyataan tersebut disampaikan Eddy dalam rangka mengucapkan selamat merayakan Imlek kepada masyarakat yang memperingatinya.

    “Imlek menjadi pengingat bagi kita bahwa Indonesia menghormati seluruh warganya tanpa membeda-bedakan latar belakang, suku, agama, maupun asal-usul. Semua memiliki hak yang sama dan dilindungi oleh konstitusi. Oleh karena itu, Imlek telah menjadi bagian dari perayaan nasional di negeri ini,” ujar Eddy dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (29/1/2025) dilansir dari Antara.

    Lebih lanjut, ia melihat momentum Imlek sebagai kesempatan untuk mempererat persatuan nasional, yang sejalan dengan upaya pemerintah dalam mengejar target pertumbuhan ekonomi sebesar 7 hingga 8%

    “Untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang tinggi, diperlukan komitmen seluruh elemen bangsa agar Indonesia dapat lepas landas menuju negara maju serta keluar dari jebakan negara berpendapatan menengah (middle-income trap). Presiden Prabowo Subianto terus mendorong sinergi semua pihak guna mewujudkan visi Indonesia Emas 2045,” tambahnya.

    Selain memberikan ucapan syukur terkait perayaan Imlek, Eddy juga menyampaikan apresiasinya kepada Presiden Prabowo atas keberhasilannya dalam meredam politik identitas dan komitmennya dalam menghadirkan politik berbasis gagasan.

    “Setiap aspirasi, ide, dan pemikiran yang disampaikan kepada Presiden Prabowo selalu didengar dan diwujudkan dalam kebijakan nyata. Sikap beliau yang menjaga ruang demokrasi ini telah berhasil menekan politik identitas dan mendorong dialog publik yang lebih berorientasi pada gagasan,” pungkas Edy dalam pernyataannya terkait perayaan Tahun Baru Imlek.

  • Ikuti Saran Guru Agama, Denada Tidak Hadir di Penguburan Emilia Contessa

    Ikuti Saran Guru Agama, Denada Tidak Hadir di Penguburan Emilia Contessa

    Jakarta, Beritasatu.com – Penyanyi Denada membuka alasan mengapa tidak hadir di pemakaman ibundanya yang telah meninggal dunia, Emilia Contessa. Diketahui Emilia Contessa dikuburkan di Kompleks Pemakamam Pemda Banyuwangi, Selasa (28/1/2025).

    Denada sebenarnya sudah hadir di Banyuwangi begitu mendengar ibunya meninggal dunia pada Senin (27/1/2025). Ia masih sempat melihat ibunya untuk terakhir kali sebelum dikuburkan.

    Penyanyi kelahiran 19 Desember 1978 itu bahkan ikut memandikan dan mengafani jenazah Emilia Contessa sebelum dikubur pada Selasa (28/1/2025). Hanya saja untuk alasan tertentu, Denanda tidak hadir dalam proses penguburan.

    “Pada saat penguburan saya tidak tidak di sini karena ya saya cuma berusaha mengikuti anjuran dan saran yang disampaikan ke saya dari guru-guru yang mempunyai ilmu agama. Sebaiknya saya sebagai perempuan tidak hadir dalam penguburan,” ucap Denada dikutip dari kanal YouTube, Rabu (29/1/2025).  

    Penyanyi Denada saat pemakaman ibunya, Emilia Contessa, di TPU Karangbaru, Banyuwangi, Jawa Timur, Selasa, 28 Januari 2025. – (Beritasatu.com/Rizky Hidayat)

    Baru , usai penguburan selesai, Denada menyempatkan diri berziarah ke makam Emilia Contessa. Ia langsung berdoa untuk ibunya yang ia puji telah menjadi orang tua yang sangat baik untuk anak-anak dan cucu.

    “Alhamdulillah dapat kesempatan untuk ziarah,” terangnya.

    Denada melanjutkan tidak ada tanda-tanda khusus sebelum ibunya meninggal dunia. Ia hanya mengungkap anaknya Aisyah pernah menghubungi neneknya itu karena rindu dan ingin sekadar mengobrol.

    “Uti, Aisyah kangen sama uti, anytime kalau uti mau ngobrol-ngobrol just call me ya, anytime boleh,” ucap Denada mengulang pesan sang putri untuk Emilia Contessa.

    “Aisyah tuh enggak pernah ngomong kayak begitu. Jadi, waktu mama dapat WA begitu, mama langsung forward ke aku, dengan pertanyaan ‘Ini kenapa?’” lanjutnya.

    Denada mengaku, saat itu dirinya tak memiliki firasat apa pun mengenai kepergian Emilia. “Saat itu kita enggak punya firasat apa pun,” pungkas Denada yang tidak hadir pada penguburan Emilia Contessa. 
     

  • Spotify Rogoh Kocek US$ 10 Miliar untuk Industri Musik pada 2024

    Spotify Rogoh Kocek US$ 10 Miliar untuk Industri Musik pada 2024

    Jakarta, Beritasatu.com – Layanan streaming musik Spotify mengumumkan telah menyumbangkan pemasukan sebesar US$ 10 miliar kepada industri musik sepanjang 2024.

    Wakil Presiden Bisnis Musik Spotify David Kaefer mengatakan, kontribusi ini menambah total pembayaran Spotify kepada industri musik menjadi US$ 60 miliar sejak perusahaan berdiri satu dekade lalu.

    “Bagi sebagian orang, angka-angka ini mungkin terdengar biasa saja, tetapi Spotify terus menyoroti hal ini karena sistem yang telah kita bangun bersama terbukti berhasil. Saat ini baru permulaan,” ujar David dikutip dari Antara, Rabu (29/1/2025).

    Ia juga mengungkapkan bahwa jumlah pengguna berlangganan Spotify saat ini telah mencapai 500 juta, dengan target realistis untuk mencapai 1 miliar pelanggan di masa depan.

    Spotify mencatat bahwa pada 2014, pendapatan global industri musik mencapai US$ 13 miliar. Berkat kehadiran platform digital, seperti Spotify, Apple, dan YouTube, pendapatan industri ini terus meningkat.

    “Kami memperkirakan bahwa pada 2014, sekitar 10.000 artis memperoleh setidaknya 10.000 dolar AS per tahun dari Spotify. Saat ini, lebih dari 10.000 artis menghasilkan lebih dari US$ 100.000 per tahun hanya dari Spotify. Itu adalah pencapaian luar biasa,” tambahnya.

    Meski demikian, platform ini masih menghadapi kritik terkait kebijakan royalti, dengan beberapa artis mengungkapkan ketidakpuasan mereka terhadap sistem kompensasi yang diberikan.

    “Tujuan utama Spotify adalah membantu artis menjangkau penggemar mereka, baik yang sudah ada maupun yang akan datang, terus berinovasi untuk mereka, dan menyajikan musik dengan cara yang menginspirasi orang untuk berkontribusi secara finansial,” pungkas David.

  • Barongsai Hibur Warga Banda Aceh Saat Imlek

    Barongsai Hibur Warga Banda Aceh Saat Imlek

    Aceh, Beritasatu.com – Penampilan barongsai menjadi hal paling ditunggu saat perayaan Imlek di Banda Aceh. Masyarakat berkumpul di halaman kantor Yayasan Hakka Aceh, Rabu (29/1/2025) menyaksikan atraksi tersebut.

    Selain etnis Tionghoa, masyarakat muslim juga datang beramai-ramai untuk melihat dan menikmati penampilan empat barongsai berkostum singa dari Federasi Olahraga Barongsai Indonesia (FOBI) Aceh. Puluhan remaja, orang tua dan anak-anak kecil juga antusias menyaksikan tarian tradisional Tiongkok ini. Tak inngin terlewat, mereka ikut mengabadikan momen ini.

    Meski dikenal sebagai Serambi Makkah, di sini barongsai menjadi simbol keberagaman serta toleransi antarumat beragama. Hal itu dibuktikan oleh warga setempat Kezia Azilla. Meski berhijab, dia menjadi bagian dari tim barongsai Aceh.

    “Tentu hal ini menjadi suatu kebanggaan tersendiri,” ungkap Kezia.

    Dia pun tidak merasa terdiskriminasi meski tampil mengenakan hijab.

    Atraksi barongsai di Banda Aceh kali ini dijadwalkan dari pagi hingga sore hari. Tentu ini membuat masyarakat memadati lokasi-lokasi yang sudah ditentukan, agar bisa menikmati tarian barongsai lebih lama.

    Bagi mereka, menyaksikan liukan empat kostum singa ini menjadi hiburan tersendiri. Tak hanya menikmati, mereka juga ikut mengabadikan momen tersebut dengan kamera handphone.

    Ferdi, warga Aceh memboyong keluarganya untuk melihat atraksi ini. Momen ini terbilang langka baginya. Pasalnya jika bukan saat Imlek, maka pentas barongsai di Aceh jangan dimainkan.

  • 8 Hal yang Harus Diwaspadai Ketika Anak Mimisan

    8 Hal yang Harus Diwaspadai Ketika Anak Mimisan

    Jakarta, Beritasatu.com – Epistaksis atau disebut juga mimisan merupakan kondisi terjadi pendarahan pada hidung. Kondisi ini sering kali dialami oleh anak usia 3-10 tahun dan umumnya tidak berbahaya. 

    Seperti dilansir dari medicalnewstoday. Mimisan pada anak dapat terjadi karena berbagai alasan yang biasanya tidak serius, seperti:

    Anak mengupil.Membuang ingus terlalu keras.Memasukkan benda tajam ke hidungnya.Bagian dalam hidung anak terlalu kering yang disebabkan oleh faktor cuaca.
     

    Apabila anak mengalami mimisan, berikut merupakan hal yang perlu dilakukan:

    Pastikan anak berada dalam posisi duduk agar darah tidak turun ke tenggorokannya.Jangan menyandarkan anak atau membaringkannya karena dapat menyebabkan anak menelan darah dan menyebabkan batuk atau muntah.Jepit pangkal hidungnya menggunakan tisu atau handuk bersih tepat di atas lubang hidungnya.Bujuk agar anak bernapas melalui mulut.Terus berikan tekanan selama sekitar 10 menit meskipun pendarahan sudah berhenti.
     

    Ketika anak mimisan, sebisa mungkin hindari membaringkan atau memiringkan kepala mereka ke belakang. Hal ini dapat menyebabkan darah mengalir ke tenggorokan anak.

    Jika mimisan berlangsung kurang dari 10-15 menit tanpa gejala lain, kemungkinan besar hal tersebut tidak perlu dikhawatirkan.

    Namun, perlu diwaspadai apabila mimisan pada anak disertai dengan gejala berikut:

    Durasi mimisan lebih dari 15 menit.Mimisan terjadi setelah cedera kepala, jatuh, atau terkena pukulan di wajah.Mimisan disertai sakit kepala parah dan pusing.Hidung anak tampak bengkok atau bahkan patah.Anak menunjukkan tanda-tanda kehilangan banyak darah, seperti tampak pucat, kurang energi, hingga pingsan.Anak mengalami kesulitan bernapas.Disertai batuk atau muntah darah.Anak mengalami kelainan pendarahan atau sedang mengonsumsi obat pengencer darah.

    Jika mimisan pada anak disertai dengan gejala tersebut, ada baiknya orang tua membawa anak ke tenaga medis agar bisa mendapatkan penanganan yang tepat. Usahakan untuk tetap tenang sambil melakukan pertolongan pertama pada anak yang tengah mimisan agar dapat membantu gejala reda.

  • Ribuan Warga Padati Kelenteng Kwan Tie Miau, Pusat Perayaan Imlek di Pangkalpinang

    Ribuan Warga Padati Kelenteng Kwan Tie Miau, Pusat Perayaan Imlek di Pangkalpinang

    Pangkalpinang, Beritasatu.com – Perayaan Tahun Baru Imlek 2576 atau 2025 berlangsung meriah di Kelenteng Kwan Tie Miau, kelenteng tertua di Pangkalpinang, Bangka Belitung.

    Kelenteng yang telah berusia lebih dari 200 tahun ini menjadi pusat perayaan Imlek di Kota Pangkalpinang tahun ini.

    Ribuan masyarakat telah memadati kelenteng sejak sore hingga tengah malam, meskipun diguyur hujan deras, demi menyaksikan pertunjukan barongsai.

    Tak hanya masyarakat etnis Tionghoa, warga dari berbagai latar belakang juga turut hadir memeriahkan malam Tahun Baru Imlek kali ini.

    Ketua Matakin Babel Hendri Gunawa mengatakan, selain pertunjukan barongsai, jemaah Kelenteng Kwan Tie Miau juga melaksanakan sembahyang satu hari sebelum Tahun Baru Imlek.

    “Sembahyang pada satu hari sebelum Tahun Baru Imlek 2576 Kongzili merupakan awal dari permohonan di tahun yang baru ini. Umat kelenteng ini sudah mulai berdatangan sejak pukul 04.00 WIB dan terus silih berganti,” ujar Hendri Gunawa pada Selasa (28/1/2025).

    Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa puncak perayaan Imlek di Pangkalpinang ditandai dengan penyalaan lilin dan sembahyang bersama pada tengah malam pukul 23.00 WIB.

    “Berharap dan berdoa memohon kepada Dewa Kwan Kong serta dewa-dewi di kelenteng ini agar diberikan keselamatan dan kesuksesan,” jelasnya.

    Sementara itu, salah satu jemaah Kelenteng Kwan Tie Miau, Lauren, berharap agar di tahun baru ini semua kegiatan berjalan lancar dan lebih meriah.

    “Imlek kali ini terasa lebih menarik dan ramai dibanding tahun sebelumnya, karena sebelumnya masih ada dampak Covid-19. Harapannya, meskipun musim hujan, semoga tidak banjir,” ujarnya.

    Senada dengan Lauren, Novela juga berharap agar di tahun ular kayu ini kariernya semakin berkembang dan rezekinya lancar.

    “Di tahun ular Kayu 2025 ini, semoga kita semua semakin sukses, karier semakin jaya, dan perayaan Imlek tetap ramai meskipun musim hujan,” tuturnya saat merayakan Imlek di Pangkalpinang.

  • Apa Perbedaan Imlek dan Cap Go Meh?

    Apa Perbedaan Imlek dan Cap Go Meh?

    Jakarta, Beritasatu.com – Tradisi Tionghoa kaya akan makna dan simbolisme, terutama saat perayaan Imlek dan Cap Go Meh. Meskipun keduanya merupakan bagian penting dari budaya Tionghoa, Imlek dan Cap Go Meh memiliki fungsi serta makna yang berbeda.

    Namun, banyak orang belum memahami dengan jelas apa perbedaan antara kedua tradisi ini. Berikut ini penjelasannya yang dikutip dari berbagai sumber, Rabu (29/1/2025).

    Imlek: Awal yang Baru dan Simbol Keharmonisan Keluarga
    Imlek atau Tahun Baru China bukan hanya perayaan sehari saja. Sebaliknya, Imlek merupakan rangkaian perayaan panjang yang memiliki makna mendalam bagi komunitas Tionghoa di seluruh dunia. Perayaan ini menjadi simbol awal tahun baru dalam kalender lunisolar, yaitu sistem penanggalan yang mengikuti pergerakan bulan dan matahari. Kalender ini digunakan oleh berbagai negara Asia Timur, termasuk Tiongkok, sebagai pedoman untuk menentukan tanggal-tanggal penting, termasuk Imlek.

    Puncak perayaan Imlek terjadi pada hari pertama tahun baru, ketika keluarga besar berkumpul untuk mengadakan makan malam bersama. Tradisi ini tidak hanya menjadi momen untuk mempererat hubungan keluarga, tetapi juga untuk memanjatkan doa kepada para dewa, dewi, dan leluhur. Selain itu, rumah-rumah dihias dengan ornamen khas seperti lampion merah, kertas berisi tulisan doa keberuntungan, dan bunga-bunga yang melambangkan harapan akan tahun yang lebih baik.

    Imlek juga ditandai dengan berbagai kegiatan, seperti memberikan amplop merah (angpau) kepada anak-anak dan orang yang belum menikah sebagai simbol keberuntungan. Suasana penuh kebahagiaan ini berlangsung selama beberapa hari hingga mencapai hari ke-15, yang dikenal sebagai Cap Go Meh.

    Cap Go Meh: Penutup Perayaan dengan Pesona Ritual dan Festival
    Cap Go Meh, yang secara harfiah berarti “malam ke-15” adalah puncak sekaligus penutup dari rangkaian perayaan Tahun Baru Imlek. Cap Go Meh memiliki makna khusus sebagai momen penghormatan kepada leluhur dan para arwah. Perayaan ini juga menjadi kesempatan untuk mengucapkan terima kasih atas berkah yang telah diterima dan berharap keberuntungan terus menyertai di masa depan.

    Pada malam Cap Go Meh, berbagai festival besar digelar, terutama di komunitas Tionghoa. Salah satu atraksi yang paling menarik perhatian adalah pertunjukan barongsai dan tarian naga, yang dilakukan dengan penuh semangat untuk mengusir roh jahat dan membawa keberuntungan.

    Selain itu, lampion warna-warni dipasang di berbagai tempat, menciptakan pemandangan indah dan penuh makna simbolis. Lampion-lampion ini melambangkan cahaya yang menerangi jalan menuju masa depan yang cerah.

    Cap Go Meh juga memiliki dimensi sosial dan budaya yang kuat. Di beberapa daerah, perayaan ini menjadi ajang untuk berkumpulnya masyarakat, menikmati makanan khas Tionghoa, dan berbagi cerita. Salah satu makanan khas yang sering ditemui adalah ronde atau tangyuan, bola-bola tepung beras yang melambangkan kebersamaan dan persatuan.

    Makna Historis di Balik Imlek dan Cap Go Meh
    Secara historis, Imlek dipandang sebagai awal tahun baru dalam budaya agraris masyarakat Tionghoa. Perayaan ini menjadi simbol harapan akan panen yang melimpah dan keberuntungan di tahun mendatang.

    Sementara itu, Cap Go Meh memiliki akar ritual yang lebih mendalam, di mana leluhur dan arwah-arwah dihormati melalui berbagai doa dan persembahan. Tradisi ini mencerminkan nilai-nilai dasar dalam budaya Tionghoa, yaitu rasa hormat kepada keluarga dan keseimbangan antara dunia manusia dan spiritual.

    Imlek dan Cap Go Meh merupakan dua tradisi yang saling melengkapi dalam budaya Tionghoa. Imlek menjadi awal dari perayaan yang penuh harapan dan kebahagiaan, sementara Cap Go Meh menjadi penutup yang penuh dengan makna spiritual dan sosial. Keduanya mencerminkan nilai-nilai penting dalam kehidupan masyarakat Tionghoa, seperti kebersamaan, penghormatan kepada leluhur, dan harapan akan masa depan yang lebih baik.

    Dengan memahami perbedaan dan makna di balik kedua tradisi Imlek dan Cap Go Meh, kita dapat lebih menghargai kekayaan budaya yang diwariskan oleh masyarakat Tionghoa selama ribuan tahun.

  • Banjir di Samarinda Kian Parah, Relawan Memasak di Tengah Kepungan Air

    Banjir di Samarinda Kian Parah, Relawan Memasak di Tengah Kepungan Air

    Samarinda, Beritasatu.com – Banjir di Kota Samarinda, Kalimantan Timur semakin parah. Kini ketinggian banjir meningkat hampir dua kali lipat jika dibandingkan Selasa (28/1/2025) kemarin. 

    Peningkatan volume banjir yang merendam kawasan pemukiman warga di Kelurahan Sempaja Timur, Samarinda ini, disebabkan akibat tingginya curahnya hujan yang melanda wilayah Kalimantan Timur, pada Rabu (29/1/2025) dini hari tadi.

    Ketinggian banjir yang semula hanya 70 sentimeter kini naik mencapai 1,5 meter membuat dapur umum yang memasok kebutuhan makan siap saji bagi ribuan warga turut terendam banjir.

    Aktivitas dan kegiatan masak-memasak di dapur umum pun terpaksa harus dilakukan di tengah genangan banjir. Kondisi ini terjadi sejak pukul 04.00 Wita sehingga menyebabkan sejumlah peralatan masak ikut terendam banjir.

    Salah seorang relawan, Tina mengaku kondisi ini membuatnya semakin kewalahan akibat kekurangan jumlah tenaga. 

    “Ini saya lagi masak untuk para korban banjir di daerah Bengkuring, Sempaja Timur. Jadi kalau ada yang bisa bantu tolong dibantu karena tenaga kita untuk membungkus nasinya kurang,” ujar Tina saat disapa Beritasatu.com di dapur umum posko Banjir Kelurahan Sempaja Timur, Kota Samarinda, Rabu (29/1/2025) Siang.

    Kendati dapur umum terendam banjir, produksi makanan siap saji untuk warga korban banjir dipastikan tetap beroperasi. Seluruh peralatan masak dan logistik bahan makanan juga telah dipastikan aman dan tetap higienis sehingga proses masak-memasak di dapur umum bisa terus berjalan.

    “Untuk semua peralatan masak, insya Allah aman, untuk logistik aman terkendali ya,” tegas Arifin, selaku Kepala dapur umum posko banjir Samarinda.

    Menurut Arifin, dapur umum ini telah beroperasi sejak Selasa (28/1/2025) kemarin dan telah mendistribusikan sedikitnya 3.000 nasi bungkus untuk seluruh warga korban banjir. Namun, akibat saat ini kondisi dapur umum yang masih tergenang banjir,  maka pada Rabu (29/1/2025) ini, dapur umum hanya memproduksi 2.900 nasi bungkus per sekali masak untuk tiga kali pengiriman untuk korban banjir di Samarinda.