Category: Beritasatu.com Regional

  • Konflik Harga Ayam di Pasar Wates Memanas, Pedagang Geruduk Pengecer

    Konflik Harga Ayam di Pasar Wates Memanas, Pedagang Geruduk Pengecer

    Kulonprogo, Beritasatu.com – Puluhan pedagang ayam yang mayoritas mak-mak pada Selasa (11/3/2025) menggeruduk salah satu lapak pengecer di Padukuhan Gadingan, Kalurahan Wates, Kapanewon Wates, Kulonprogo, Yogyakarta. Para pedagang di Pasar Wates ini memprotes harga jual daging ayam yang lebih murah dibandingkan harga di dalam pasar.

    Para pedagang yang tergabung dalam Paguyuban Pedagang Ayam Pasar Wates ini menilai harga yang dipatok pengecer berada di bawah kesepakatan pedagang pasar, sehingga dianggap merusak harga.

    Diketahui, pengecer tersebut menjual daging ayam seharga Rp 28.000 per kilogram, sementara pedagang di dalam Pasar Wetes menjualnya dengan harga Rp 34.000 per kilogram. Aksi protes ini sempat diwarnai adu mulut antara pedagang pasar dan pengecer.

    “Katanya saya merusak harga pasar. Saya hanya menjual ayam langsung dari RPH (rumah pemotongan hewan), persaingan harga itu lumrah. Saya hanya bekerja menjualkan, ada juragannya,” kata Tri Wahyudi, pengecer daging ayam.

    Dalam aksi tersebut, para pedagang menuntut pengecer untuk menutup lapaknya dan tidak lagi berjualan di wilayah Kabupaten Kulonprogo. Menurut mereka, sebelumnya sudah ada peringatan agar pengecer menyamakan harga, tetapi tidak diindahkan.

    “Sudah kami peringatkan dan diberi toleransi beberapa hari untuk menyamakan harga, tetapi tetap tidak dilakukan. Ini merusak harga pasar di Kulonprogo,” ujar Zidni Rochmah, ketua paguyuban pedagang daging ayam Pasar Wates.

    Aksi protes ini dipicu oleh anjloknya omzet para pedagang di Pasar Wates sejak lapak pengecer tersebut buka dua pekan lalu yang menjual harga ayam lebih murah. Mak-mak yang merupakan pedagang di Pasar Wetes akhirnya membubarkan diri setelah aparat kepolisian Sektor Wates tiba di lokasi dan menengahi permasalahan ini.

  • Disperindagkop Polman Temukan Produk Minyakita Kurang dari 1 Liter

    Disperindagkop Polman Temukan Produk Minyakita Kurang dari 1 Liter

    Polewali Mandar, Beritasatu.com – Dinas Perindustrian dan Perdagangan Koperasi dan Usaha Koperasi Menengah (Disperindagkop) Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat temukan kemasan botol produk Minyakita kurang dari 1 liter, Selasa (11/3/2025).

    Dalam sidak yang dilakukan ke sejumlah agen dan pengecer di pasar tradisional itu, para petugas memeriksa setiap kemasan Minyakita yang diperjualbelikan oleh pedagang.

    Pemeriksaan dilakukan dengan cara menakar ulang produk menggunakan gelas takar. Dari hasil tersebut, petugas menemukan adanya produk minyak kita kemasan botol milik PT Ferdirgha Putra Jayamulia Globalindo, Depok, Jawa Barat, yang tidak sesuai takaran.

    Dalam kemasan botol Minyakita yang seharusnya berisi 1 liter, tetapi setelah ditakar menggunakan gelas ukur, isinya ternyata hanya 800 mililiter.

    Sementara Minyakita dalam kemasan plastik bantal ukuran 1 liter yang diproduksi PT Tanjung Sarana Lestari (TLS) Pasangkayu, isinya justru melebihi takaran, yakni 1,1 liter.

    Disperindagkop Polman akan melaporkan temuan ini kepada Kementerian Perdagangan (Kemendag). Mereka juga mengimbau kepada pihak distributor agar menarik Minyakita dari pasaran dan menggantinya dengan produk baru, dengan isi kemasan yang pas 1 liter.

    Kepala dinas perdagangan Polewali Mandar, Andi Candra Sigit, mengatakan kegiatan sidak ini dilaukan dalam rangka menindaklanjuti surat himbauan Kementerian Perdagangan terkait pengawasan dan pemantauan produk minyak kita di pasaran.  

    “Berdasarkan surat Kementerian Perdagangan, kami diminta turun melakukan pengawasan terhadap BDKT produk minyak goreng Minyakita. Ternyata kita dapati Minyakita satu botol ukuran 1 liter, setelah dimasukkan dalam gelas ukur cuma 800 mililiter. Di kemasannya tertera harga jual sesuai HET Rp 15.700, padahal tidak cukup satu liter,” kata Andi Chandra kepada wartawan.

    Menurutnya, takaran produk dalam kemasan yang tidak sesuai dapat merugikan konsumen lantaran isinya tak sampai 1 liter.

    “Seharusnya harganya di bawah Rp 15.700 karena volumenya tak cukup satu liter,” ungkapnya.

    Meski demikian, Andi mengatakan, pasokan Minyakita masih aman pada bulan Ramadan hingga Lebaran 2025. Selain itu, ia mengimbau agar warga tetap menggunakan produk lokal karena pengujian kemasan sudah sesuai standar.

    “Kalau di Polman, saya rasa aman karena kita ada produk Minyakita dari Pasangkayu yang ukurannya lebih daripada 1 liter. Jadi, saya berharap kalau bisa yang masyarakat gunakan ya produk ini, karena harganya sama dan takarannya pas 1 liter bahkan lebih,” terangnya.

  • 13 dari 50 Napi Kabur dari Lapas Kutacane Aceh Berhasil Ditangkap

    13 dari 50 Napi Kabur dari Lapas Kutacane Aceh Berhasil Ditangkap

    Banda Aceh, Beritasatu.com – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS) Provinsi Aceh mengonfirmasi bahwa 13 dari 50 narapidana (napi) yang kabur dari Lapas Kelas IIB Kutacane, Kabupaten Aceh Tenggara, telah berhasil ditangkap kembali.

    “Saat ini, sebanyak 13 narapidana yang sempat kabur dari Lapas Kutacane sudah ditangkap,” ujar Kepala Kantor Wilayah Ditjen PAS Aceh, Yan Rusmanto, saat dihubungi dari Banda Aceh, Selasa (11/3/2025) dikutip dari Antara.

    Pelarian para narapidana ini terjadi pada Senin (10/3/2025) menjelang waktu berbuka puasa. Sejumlah tahanan diketahui berhasil meloloskan diri dengan merusak tiga pintu pengaman yang sebelumnya dalam kondisi terkunci, sementara beberapa lainnya melarikan diri dengan melompati atap bangunan. Kejadian tersebut membuat warga sekitar panik, bahkan beberapa dari mereka merekam peristiwa tersebut menggunakan ponsel.

    Lapas Kelas IIB Kutacane diketahui memiliki kapasitas 368 orang, dengan total penghuni mencapai 318 napi serta sejumlah tahanan lainnya. Dari 50 napi yang kabur, 13 di antaranya sudah ditangkap. Tujuh orang saat ini ditahan di Mapolres Aceh Tenggara, sementara satu narapidana lainnya berhasil diamankan di rumah seorang petugas.

    Berdasarkan informasi dari pihak lapas, kondisi lembaga pemasyarakatan tersebut mengalami kelebihan kapasitas. Selain itu, sempat ada tuntutan dari sebagian warga binaan terkait penyediaan fasilitas tertentu, termasuk bilik kunjungan keluarga.

    Mayoritas narapidana yang melarikan diri merupakan pelaku kasus narkotika. Saat ini, pihak lapas terus berkoordinasi dengan aparat kepolisian, TNI, serta pemerintah daerah setempat guna mempercepat pencarian napi yang masih buron.

    “Kami mengimbau para napi yang kabur dan masih dalam pelarian untuk segera menyerahkan diri secara sukarela. Kami akan terus melakukan pencarian hingga semuanya ditemukan,” tegas Yan Rusmanto.

  • Program MBG di Pontianak Disambut Antusias, Menu Ramadan Dibawa Pulang

    Program MBG di Pontianak Disambut Antusias, Menu Ramadan Dibawa Pulang

    Pontianak, Beritasatu.com – Ratusan warga Pontianak menyambut antusias sosialisasi program makan bergizi gratis (MBG) dari Komisi IX DPR dan Badan Gizi Nasional (BGN). Sosialisasi MBG merupakan salah satu langkah pemerintah dalam meningkatkan gizi dan mengatasi kasus stunting di Indonesia.

    Anggota Komisi IX DPR Alifudin menyambut baik langkah pemerintah dalam menyediakan makanan bergizi bagi masyarakat, terutama untuk mendukung kelompok anak-anak, lansia, dan ibu hamil. 

    “Program makan bergizi gratis ini merupakan wujud perhatian pemerintah terhadap pentingnya kesejahteraan gizi masyarakat yang terkadang terbatas aksesnya,” ujar Alifudin dalam sosialisasi MBG di aula kantor Camat Pontianak Barat, Senin (10/3/2025) dikutip dari Antara.

    Program MBG yang diinisiasi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah strategis dalam mewujudkan sumber daya manusia (SDM) yang unggul dengan memastikan pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat dengan baik dan berkualitas

    “Kami menekankan pemenuhan gizi yang baik adalah hak setiap warga negara. Selain itu, mengingatkan agar pelaksanaan program ini tetap memperhatikan kualitas dan keberlanjutan,” sambungnya.

    Bukan hanya sekedar meningkatkan gizi saja, program MBG juga dapat meningkatkan kesehatan dan kecerdasan anak-anak, meningkatkan kesejahteraan petani, peternak, nelayan, dan pelaku UMKM lokal, mengurangi angka kemiskinan serta meningkatkan semangat anak-anak untuk pergi kesekolah.

    “Kami mengingatkan pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam menjalankan program ini.Semoga program ini tidak hanya menjadi solusi jangka pendek, tetapi juga mendorong perubahan dalam pola konsumsi masyarakat yang lebih sehat,” ucap Alifudin

    Alifudin menegaskan akan terus memantau pelaksanaan program ini sampai turun ke lapangan agar tujuan akhirnya tercapai. 

    “Badan Gizi Nasional telah mempercayakan kami untuk melaksanakan kegiatan sosialiasi program makan bergizi di Kalbar, sebagai proyek percontohan perdana se-Indonesia,” tutup Alifudin.

    Selama bulan Ramadan 1446 H, menu program MBG di tiga sekolah di Pontianak yaitu SDN 29, SMPN 9 dan SMKN 1 disesuaikan dengan takjil berupa roti atau biskuit, telur ayam dan telur puyuh, kurma serta susu kotak kemasan yang dapat dibawa pulang untuk berbuka puasa. 
     

  • Polisi Gagalkan Penyelundupan Pasir Timah di Belitung

    Polisi Gagalkan Penyelundupan Pasir Timah di Belitung

    Belitung, Beritasatu.com – Polisi berhasil menggagalkan upaya penyelundupan ratusan karung berisi pasir timah di Kabupaten Belitung, Provinsi Bangka Belitung. Dalam operasi ini, petugas mengamankan dua unit truk dan satu kapal kayu yang digunakan untuk mengangkut barang ilegal tersebut.

    Kasus ini terungkap setelah polisi menerima informasi terkait aktivitas penyelundupan pasir timah dari Pelabuhan Tanjung RU menuju Pelabuhan Nyato Petaling pada Minggu (9/3/2025) dini hari.

    Berdasarkan laporan tersebut, tim kepolisian segera melakukan penyelidikan dan menemukan dua truk yang diduga bermuatan pasir timah bersembunyi di kawasan hutan Desa Petaling, Kecamatan Selat Nasik, Kabupaten Belitung.

    “Tim telah melakukan pemantauan hingga dini hari. Saat kedua truk tersebut bergerak menuju Pelabuhan Nyato, petugas langsung melakukan penangkapan dan mengamankan sejumlah orang beserta barang bukti,” ujar Kabid Humas Polda Bangka Belitung, Kombes Pol Fauzan Sukmawansyah, Selasa (11/3/2025) pagi.

    Fauzan menambahkan dalam pengungkapan kasus penyelundupan pasir timah ini, tim gabungan mengamankan beberapa orang saksi serta barang bukti berupa dua unit truk dan satu kapal kayu berisi ratusan karung pasir timah.

    “Modus operandi yang terungkap dari hasil penyelidikan sementara, pasir timah ini rencananya akan dikirim ke luar Pulau Belitung,” jelasnya.

    Saat ini, para saksi dan barang bukti telah diamankan di Polres Belitung untuk pemeriksaan lebih lanjut.

    “Kami masih menunggu hasil penyelidikan dari pihak penyidik. Jika ada perkembangan baru terkait kasus penyelundupan pasir timah, akan kami sampaikan kembali,” tutup Fauzan.

  • Puluhan Napi Kabur dari Lapas Kutacane Aceh

    Puluhan Napi Kabur dari Lapas Kutacane Aceh

    Banda Aceh, Beritasatu.com – Puluhan warga binaan atau narapidana (napi) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Kutacane, Kabupaten Aceh Tenggara, Provinsi Aceh dilaporkan kabur.

    Kepala kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Provinsi Aceh Yan Rusmanto yang dihubungi dari Banda Aceh mengatakan belum mengetahui jumlah pasti napi yang kabur. 

    “Saya belum bisa pastikan berapa orang yang melarikan diri. Saat ini, petugas di lapas sedang apel menghitung warga binaan. Nanti, detailnya saya informasikan, begitu juga apa yang menjadi penyebabnya,” kata Yan Rusmanto.

    Dari informasi yang didapat, puluhan napi tersebut kabur pada Senin (10/3/2025) jelang berbuka puasa. Mereka ada yang kabur melalui pintu utama dan ada juga dari atap lapas.

    Warga yang sedang beraktivitas di luar penjara tersebut sempat panik melihat banyaknya napi melompat dari pintu gerbang utama lapas. Beberapa warga juga terlihat merekam video napi kabur dari Lapas Kutacane

  • Polisi Ungkap Peran Direktur Persiba Balikpapan sebagai Bandar Narkoba

    Polisi Ungkap Peran Direktur Persiba Balikpapan sebagai Bandar Narkoba

    Jakarta, Beritasatu.com – Direktur Persiba Balikpapan, Catur Adi (C), ditangkap oleh pihak kepolisian terkait kasus narkoba. Ia diduga memiliki peran sebagai bandar dalam jaringan peredaran narkotika.

    Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Mukti Juharsa, mengungkapkan bahwa kasus ini terungkap berkat hasil investigasi bersama antara Subdit 5 Dirtipidnarkoba Bareskrim Polri, Polda Kaltim, dan Lapas Kelas 2A Balikpapan.

    Kasus ini bermula dari razia yang dilakukan di Lapas Balikpapan pada 27 Februari 2025. Razia tersebut dilakukan setelah adanya informasi mengenai dugaan peredaran narkoba di dalam lapas. Awalnya, petugas memperkirakan barang bukti hanya sekitar 3 kilogram, namun setelah penggeledahan ditemukan 69 kilogram sabu.

    “Sementara, peran C adalah sebagai bandar. Saya ulangi, C adalah sebagai bandar narkoba,” ujar Mukti dalam konferensi pers di Bareskrim Polri, Senin (10/3/2025).

    Peran Direktur Persiba Catur Adi dalam jaringan ini terungkap berdasarkan keterangan dari sembilan tersangka lainnya, yaitu E, S, J, S, A, A, B, F, dan E. Dari penyelidikan, E diketahui berperan sebagai pengendali yang mengatur peredaran narkoba di dalam Lapas Kelas 2A Balikpapan atas arahan dari Catur Adi.

    Sementara itu, beberapa tersangka lainnya bertindak sebagai penjual narkoba di dalam lapas dengan barang bukti berupa sabu. Setelah penangkapan direktur Persiba ini, polisi masih terus mendalami kasus ini untuk mengungkap jaringan yang lebih luas.

  • 31 PMI Ilegal Dideportasi dari Malaysia, 2 Orang Sedang Hamil

    31 PMI Ilegal Dideportasi dari Malaysia, 2 Orang Sedang Hamil

    Dumai, Beritasatu.com – Malaysia kembali mendeportasi sebanyak 31 pekerja migran Indonesia ilegal atau PMI ilegal melalui Pelabuhan Internasional Dumai, Senin (10/3/2025) siang. Mereka yang dideportasi terdiri dari 23 laki-laki dan delapan perempuan. 

    PMI Ilegal terbanyak berasal dari Aceh 14 orang, Sumatera Utara 10 orang, Jawa Timur empat orang, serta Riau, Jambi dan Jawa Tengah masing-masing satu orang. 

    Kepala Balai Pelayanan dan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Riau, Fanny Wahyu Kurniawan mengungkapkan, dua orang PMI yang dideportasi dalam keadaan hamil dan beberapa orang lainnya menderita penyakit kulit. 

    “Dari hasil pemeriksaan terdapat dua wanita yang sedang hamil tujuh bulan dan hamil tiga bulan. Mereka berasal dari Asahan Sumatera Utara. Rata-rata PMI terkendala ini mengalami penyakit gatal-gatal atau sakit kulit. Saat ini kondisi mereka dalam keadaan sehat dan tidak memerlukan perhatian khusus,” terang Fanny soal PMI ilegal yang dideportasi.

    Dia menjelaskan, seluruh PMI yang dideportasi Malaysia karena bermasalah dengan dokumen dan masuk secara ilegal. 

    “Mereka masuk ke Malaysia tidak sesuai prosedur. Mereka dideportasi setelah menjalani hukuman di Depot Tahanan Imigresen (DTI) KLIA, Selangor, Malaysia,” ujar Fanny Wahyu.

    Selanjutnya, seluruh PMI ilegal yang dideportasi ini dibawa ke selter atau rumah ramah PMI di kantor P4MI Kota Dumai untuk pendataan, pelayanan, dan pelindungan sambil menunggu untuk dipulangkan ke daerah asalnya masing-masing. 

  • Bupati Way Kanan, Ali Rahman Meninggal karena Penyakit Jantung

    Bupati Way Kanan, Ali Rahman Meninggal karena Penyakit Jantung

    Bandar Lampung, Beritasatu.com – Sebelum meninggal di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abdul Moeloek, Bandar Lampung, Bupati Way Kanan Ali Rahman sempat dirawat di Rumah Sakit Bumi Waras, Bandar Lampung.

    Pria berusia 55 tahun tersebut masuk RSUD Abdul Moeloek pada Senin (10/3/2025) dini hari sekitar pukul 04.00 WIB. Saat masuk RSUD Abdul Moeloek setelah dirujuk dari RS Bumi Waras, Ali Rahman sudah dalam kondisi kritis dan tidak sadarkan diri.

    Wakil Direktur (Wadir) Keperawatan Pelayanan dan Penunjang Medik RSUD Abdul Moeloek Bandar Lampung dr Imam Ghozali mengatakan, Ali Rahman meninggal dunia pukul 11.04 WIB.

    “Masuk pukul 04.00 WIB subuh dan meninggal dunia pukul 11.04 WIB. Jadi begini, sebelumnya beliau memang mendapatkan perawatan medis di Rumah Sakit Bumi Waras, baru sekitar jam satu malam permintaan dokter Rumah Sakit Bumi Waras untuk dialihkan ke sini (RSUD Abdul Moeloek) karena di sana tidak punya intensif care,” kata dr Imam Ghozali, Senin (10/3/2025), terkait meninggalnya Bupati Way Kanan Ali Rahman. 

    Imam membenarkan Ali Rahman masuk RSUD Abdul Moeloek Bandar Lampung dalam kondisi tidak sadarkan diri.

    “Jadi setelah semuanya siap baru pindah ke RSUD Abdul Moeloek yang memang kondisinya sudah tidak sadarkan diri,” ujar Imam tentang meninggalnya Bupati Way Kanan Ali Rahman.

    Imam mengungkapkan, pihak keluarga pada pukul 07.00 WIB dikumpulkan tim untuk menjelaskan kondisi Ali Rahman karena kondisinya semakin melemah.

    “Jadi tim dokter yang menangani Ali Rahman langsung Dirut RSUD Abdul Moeloek dr Lukman Pura, dokter jantung dr Roni, dokter anastesi hingga dokter neurologi,” ungkap Imam. 

    Dia menambahkan, mulai dari pukul 07-00 hingga pukul 08.00 WIB kemampuan pompa jantung Ali Rahman mulai melemah.

    “Jadi terbukti dari monitor yang tadinya pemompaannya antara 110-120 turun perlahan-lahan sampai terakhir jam 11.00 WIB mulai tidak ada denyut lagi pada monitor dan pukul 11.05 WIB Bupati Ali Rahman dinyatakan meninggal dunia,” imbuh dr Imam.

    Lebih lanjut Imam mengungkapkan, Bupati Way Kanan Ali Rahman meninggal dunia karena gagal pemompaan pada jantung. hal tersebut kemungkinan akibat Ali Rahman kelelahan dengan aktivitas yang super sibuk.

    “Jadi kalau mendengar riwayat dari keluarga, bahwa bapak ini enggak berhenti aktivitasnya mulai dari acara pelantikan, retreat hingga pernikahan putranya,” papar Imam.

    Jenazah mendiang Bupati Way Kanan Ali Rahman langsung dibawa ke kabupaten di Provinsi Lampung itu untuk dimakamkan di pemakaman keluarga yang berada di Dusun Bintang Mulya, Kampung Negeri Baru, Kecamatan Umpu Semenguk, Kabupaten Way Kanan.

  • Profil Bupati Way Kanan Ali Rahman yang Meninggal karena Komplikasi

    Profil Bupati Way Kanan Ali Rahman yang Meninggal karena Komplikasi

    Jakarta, Beritasatu.com – Kabar duka datang dari Bupati Way Kanan, Ali Rahman. Ia dilaporkan meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek (RSUDAM) Bandar Lampung, Senin (10/3/2025).

    Sebelum berpulang, Ali Rahman diketahui sempat menjalani perawatan di ruang ICU RSUDAM sejak sehari sebelumnya.

    Kabar duka ini telah dikonfirmasi oleh salah satu pegawai rumah sakit. Ia menyebutkan bahwa jenazah Ali Rahman akan segera diberangkatkan ke rumah duka.

    “Ya benar (meninggal dunia), di ruang ICU,” ujarnya.

    Sementara itu, paman Ali Rahman, Aiptu Cucu Ahyani, mengungkapkan bahwa kepergian Ali Rahman disebabkan oleh penyakit komplikasi yang dideritanya. Ia juga mengonfirmasi bahwa Ali Rahman meninggal dunia sekitar pukul 11.00 WIB.

    Profil Bupati Way Kanan Ali Rahman

    Ali Rahman merupakan wakil bupati Way Kanan periode 2021-2024, mendampingi Bupati Raden Adipati Surya (RAS). Pria kelahiran 10 Agustus 1970 ini dikenal sebagai sosok birokrat sebelum terjun ke dunia politik.

    Sebelum menjabat sebagai Wakil Bupati, Ali Rahman pernah menjabat sebagai kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Way Kanan. Ia mulai terjun ke dunia politik menjelang pemilihan bupati (pilbup) Way Kanan yang digelar pada 9 Desember 2020.

    Saat itu, Raden Adipati Surya yang merupakan petahana awalnya dikabarkan akan kembali maju bersama Wakil Bupati sebelumnya, Edward Antony. Namun, Edward Antony meninggal dunia di RSUD Abdul Moeloek pada 16 Agustus 2020.

    Setelah itu, Raden Adipati Surya resmi menggandeng Ali Rahman sebagai calon wakil bupati. Pasangan ini diumumkan pada akhir Agustus 2020 dan berhasil memenangkan pilbup Way Kanan.

    Raden Adipati Surya sendiri tidak bisa kembali mencalonkan diri sebagai bupati dalam Pilkada 2024 karena telah menjabat selama dua periode, yakni 2016-2021 dan 2021-2024.

    Kepergian Bupati Way Kanan Ali Rahman meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, kolega, serta masyarakat Way Kanan. Sejumlah pejabat dan tokoh masyarakat turut menyampaikan belasungkawa atas wafatnya sang bupati.