Category: Beritasatu.com Regional

  • 270 Tahun DIY, Masih Hadapi Tantangan Kemiskinan dan Kesejahteraan

    270 Tahun DIY, Masih Hadapi Tantangan Kemiskinan dan Kesejahteraan

    Yogyakarta, Beritasatu.com – Memasuki usia ke-270 tahun, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) masih menghadapi berbagai tantangan besar yang perlu diselesaikan, terutama terkait upaya menurunkan angka kemiskinan dan mewujudkan kesejahteraan rakyat.

    Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X menekankan peringatan Hari Jadi DIY ini harus menjadi momentum untuk merawat dan mengembangkan Yogyakarta dalam harmoni antara tradisi, demokrasi, dan inovasi. Hal ini penting agar keistimewaan DIY tetap relevan dan mampu menghadapi tantangan zaman.

    Menurut Sultan, ajakan untuk “mangayubagya” bukan sekadar euforia selebrasi, melainkan seruan untuk berpartisipasi aktif dalam membangun tata pemerintahan yang semakin baik. 

    Pemerintahan tersebut harus berpijak pada nilai-nilai kearifan lokal, sejalan dengan prinsip tata kelola yang demokratis, akuntabel, dan berorientasi pada kesejahteraan rakyat.

    “Keistimewaan Yogyakarta bukan hanya soal sejarah, tetapi juga bagaimana memastikan setiap warga DIY merasakan manfaat dari kebijakan yang telah dibuat,” ujar Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, di Yogyakarta, Kamis (13/3/2025).

    Di sisi lain, Ketua DPRD DIY Nuryadi menyampaikan bahwa hingga saat ini, masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan terkait kesejahteraan masyarakat DIY.

    “Hari Jadi ini ditetapkan melalui Perda Nomor 2 Tahun 2024. Berdasarkan perjanjian Giyanti, Yogyakarta telah berusia 270 tahun. Meskipun sudah lama, masih banyak permasalahan terkait kesejahteraan masyarakat yang belum terselesaikan,” katanya kepada Beritasatu.com.

    Meski dana keistimewaan yang diberikan oleh pemerintah pusat setiap tahunnya telah dialokasikan, berbagai persoalan sosial ekonomi dan kesejahteraan masyarakat DIY belum juga tuntas.

    “Kita sudah berjuang agar DIY menjadi istimewa. Konsekuensi logis dari tambahan dana keistimewaan dari pemerintah pusat belum mampu menyelesaikan masalah yang ada di sini,” ungkap Nuryadi.

    Lebih lanjut, kata Nuryadi, pihaknya terus berupaya untuk memberikan pelayanan yang lebih baik, dengan harapan kesejahteraan masyarakat dapat tercapai.

    Di tengah efisiensi anggaran, salah satu upaya yang dilakukan oleh DPRD DIY untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat adalah dengan merefokuskan anggaran perjalanan dinas ke luar negeri, serta mengalihkan dana tersebut untuk kegiatan yang lebih berdampak langsung pada masyarakat.

    “Meskipun ada penurunan anggaran, kami berusaha mengefisiensi anggaran reguler. Salah satunya, kami menghilangkan kunjungan luar negeri yang direncanakan dalam enam bulan ini, dan mengalihkan anggaran tersebut untuk kegiatan yang lebih relevan dengan masyarakat DIY,” terangnya.

    Dengan cara tersebut, ia mengeklaim dapat mendengarkan dan melihat kondisi riil yang sebenarnya di Yogyakarta. Selain itu, ia juga menilai bahwa lebih penting untuk turun ke lapangan dan bertemu langsung dengan masyarakat.

    “Jika memungkinkan, dalam enam bulan ke depan, kami juga akan fokus pada kegiatan yang lebih berdampak langsung kepada mereka,” jelas Nuryadi yang ingin menuntaskan masalah kemiskinan di DIY.

  • Pelaku Pembakar Gerbong KA di Yogyakarta karena Sakit Hati ke KAI

    Pelaku Pembakar Gerbong KA di Yogyakarta karena Sakit Hati ke KAI

    Sleman, Beritasatu.com – Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda DIY mengungkap pelaku pembakar gerbong kereta api (KA) yang tengah terparkir di Stasiun Tugu Yogyakarta. 

    Dari hasil identifikasi laboratorium forensik dan beberapa rekaman kamera pengawas CCTV, polisi berhasil mengamankan satu orang pelaku yang diduga karena sakit hati.

    “Pelakunya atas nama M berasal dari jakarta, kemudian yang bersangkutan menderita disabilitas sensorik atau tunawicara,” Kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda DIY, Kombes Pol FX Endriadi kepada Beritasatu.com, pada Kamis (13/3/2025).

    Penyelidikan lebih lanjut mengungkap, pelaku memiliki disabilitas sensorik, yakni tidak bisa berbicara. Tim penyidik bahkan harus dibantu oleh juru bahasa isyarat untuk mendapatkan keterangannya. Dari hasil pengembangan terungkap bahwa motif pelaku adalah sakit hati terhadap PT Kereta Api Indonesia (KAI).

    “Dari hasil pemeriksaan yang didampingi oleh juru wicara pelaku sakit hati terhadap PT KAI, sering diturunkan oleh PT KAI sejak 2023 sampai 2024 ada beberapa peristiwa yang dilakukan oleh pelaku sehingga menimbulkan sakit hati dan kemudian melakukan pembakaran,” jelas Kombes Pol FX Endriadi kepada wartawan.

    Pelaku pembakar gerbong KA melakukannya dengan cara membakar kertas dan kardus menggunakan korek api di dalam gerbong. Api tersebut kemudian digunakan untuk membakar kursi yang ada di dalam gerbong.

    Akibat aksinya, tiga gerbong di Stasiun Tugu Yogyakarta terbakar, terdiri dari dua gerbong eksekutif dan satu gerbong premium. Saat ini, pelaku pembakar gerbong KA di Stasiun Tugu Yogyakarta telah diamankan oleh pihak kepolisian dan akan diproses sesuai dengan hukum yang berlaku.

  • Polisi Tangkap Pelaku Pembakaran Gerbong KA di Stasiun Tugu Yogyakarta

    Polisi Tangkap Pelaku Pembakaran Gerbong KA di Stasiun Tugu Yogyakarta

    Yogyakarta, Beritasatu.com – Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda DIY berhasil menangkap seorang pria berinisial R yang diduga sebagai pelaku pembakaran tiga gerbong kereta api (KA) di Stasiun Tugu Yogyakarta.

    Menurut Direktur Reserse Kriminal Umum Polda DIY, Kombes Pol FX Endriadi, penangkapan dilakukan setelah tim melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mendapatkan keterangan dari laboratorium Forensik. 

    “Kami berhasil mengamankan satu orang pelaku, seorang pria asal Jakarta,” ujarnya saat dihubungi pada Kamis (13/3/25).

    Pelaku diduga membakar tiga gerbong (KA) dengan cara membakar kertas dan kardus menggunakan korek api di dalam gerbong. 

    Api yang ditimbulkan kemudian digunakan untuk membakar kursi-kursi yang ada di dalam gerbong. Akibat tindakan tersebut, tiga gerbong mengalami kerusakan, yaitu dua gerbong eksekutif dan satu gerbong premium.

    Penyelidikan lebih lanjut mengungkap bahwa pelaku memiliki disabilitas sensori, yakni tidak dapat berbicara. Tim penyidik pun harus menggunakan juru bahasa isyarat untuk berkomunikasi dengannya. 

    Berdasarkan keterangan yang diperoleh, motif pelaku melakukan pembakaran tiga gerbong KA di Stasiun Tugu Yogyakarta adalah karena sakit hati terhadap PT Kereta Api Indonesia (KAI).

    “Pelaku mengaku memiliki masalah dengan KAI sebanyak sembilan kali. Salah satunya, ia pernah naik kereta tanpa tiket dan diturunkan oleh petugas, sehingga ia merasa tersinggung,” tambah Endriadi.

    Saat ini, pelaku pembakaran tiga gerbong KA di Stasiun Tugu Yogyakarta telah diamankan oleh pihak kepolisian dan akan diproses sesuai dengan hukum yang berlaku.

  • Profil Brigjen Pol Anggoro Sukartono, Kapolda DIY yang Baru

    Profil Brigjen Pol Anggoro Sukartono, Kapolda DIY yang Baru

    Jakarta, Beritasatu.com – Kapolri telah menunjuk Brigadir Jenderal Polisi Anggoro Sukartono, SIK, sebagai kepala kepolisian Daerah  Istimewa Yogyakarta (Kapolda DIY) yang baru, menggantikan Irjen Pol Suwondo Nainggolan yang kini menjabat sebagai Asisten Logistik (Aslog) Kapolri.

    Sebelum diangkat sebagai Kapolda DIY, Brigjen Pol Anggoro menjabat sebagai kepala Biro Pengamanan Internal (Karopaminal) Divisi Profesi dan Pengamanan (Divpropam) Polri sejak 4 Agustus 2022.

    Dengan penunjukan ini, Brigjen Pol Anggoro dipastikan akan naik pangkat menjadi inspektur jenderal (Irjen) atau perwira tinggi berbintang dua.

    Pengalaman dan rekam jejaknya di kepolisian menjadikannya sosok yang dipercaya untuk memimpin Polda DIY dalam menjaga keamanan serta ketertiban di wilayah tersebut.

    Profil Brigjen Pol Anggoro

    Brigjen Pol Anggoro Sukartono lahir di Jakarta pada 24 April 1972 dan saat ini berusia 52 tahun. Beliau merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1994 dan memiliki latar belakang di bidang reserse.

    Setelah lulus dari Akpol, ia melanjutkan pendidikan di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) serta Sekolah Staf dan Pimpinan Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Polri.

    Karier kepolisian Brigjen Pol Anggoro diawali dengan menjabat sebagai Kasubbid Catpers Bidang Litpers Puspaminal Divpropam Polri. Setelah itu, ia dipercaya untuk memimpin Kepolisian Resor Nganjuk Polda Jawa Timur pada tahun 2012. Dua tahun kemudian, ia dipromosikan sebagai Kapolres Sidoarjo Polda Jawa Timur.

    Pada tahun 2015, Brigjen Pol Anggoro mengemban tugas baru sebagai Kepala Bidang Propam Polda Riau. Satu tahun berikutnya, ia dipercaya untuk menjabat sebagai Kasubdit Narkotika Alami di Direktorat Narkotika Badan Narkotika Nasional (BNN) RI.

    Kariernya terus berkembang saat ditugaskan sebagai analis kebijakan madya bidang paminal Divpropam Polri pada tahun 2018.

    Pada tahun 2020, Brigjen Pol Anggoro mendapat promosi sebagai Sekretaris Biro Pengamanan Internal Divpropam Polri. Di tahun yang sama, ia kemudian menjabat sebagai Kepala Biro Pengawasan, Penyidikan, dan Pembinaan Profesi Divpropam Polri.

    Sejak 4 Agustus 2022, ia diamanahi jabatan sebagai Kepala Biro Pengamanan Internal Divpropam Polri sebelum akhirnya ditunjuk sebagai Kapolda DIY.

    Riwayat JabatanKasubbid Catpers Bidang Litpers Puspaminal Divpropam Polri.Kapolres Nganjuk (2012).Kapolres Sidoarjo (2014).Kepala Bidang Propam Polda Riau (2015).Kasubdit Narkotika Alami Direktorat Narkotika BNN RI (2016).Analis Kebijakan Madya Bidang Paminal Divpropam Polri (2018).Sekretaris Biro Pengamanan Internal Divpropam Polri (2020).Kepala Biro Pengawasan, Penyidikan, dan Pembinaan Profesi Divpropam Polri (2020).Kepala Biro Pengamanan Internal Divpropam Polri (2022-2025).

    Di bawah kepemimpinan Brigjen Pol Anggoro sebagai kapolda baru, Polda DIY diharapkan dapat terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat serta menjaga keamanan dan ketertiban secara lebih efektif di seluruh wilayah hukum yang menjadi tanggung jawabnya.

  • Profil Brigjen Pol Mardiyono, Kapolda Bengkulu yang Baru Ditunjuk

    Profil Brigjen Pol Mardiyono, Kapolda Bengkulu yang Baru Ditunjuk

    Jakarta, Beritasatu.com – Brigadir Jenderal Polisi (Brigjen Pol) Mardiyono resmi ditunjuk menjadi kapolda Bengkulu yang baru dalam mutasi besar-besaran yang dilakukan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri).

    Mutasi ini melibatkan lebih dari 1.255 personel, termasuk pergantian pimpinan di beberapa Kepolisian Daerah (Polda). Brigjen Pol Mardiyono menggantikan Inspektur Jenderal Polisi (Irjen Pol) Anwar dalam rangka penyegaran organisasi serta pengembangan karier personel di berbagai lini kepemimpinan.

    Sebelum menduduki jabatan Kapolda Bengkulu ini, Mardiyono menjabat sebagai kepala sekolah staf dan pimpinan pertama (Kasespimma) di Sekolah Staf dan Pimpinan (Sespim) Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Lemdiklat) Polri.

    Dia dikenal sebagai perwira yang memiliki pengalaman luas dalam bidang sumber daya manusia, termasuk saat bertugas di Polda Metro Jaya sebagai kepala biro SDM. Dengan rekam jejak yang solid di institusi kepolisian, Brigjen Mardiyono diharapkan mampu membawa perubahan positif dalam kepemimpinannya di Bengkulu.

    Lantas, siapa sebenarnya sosok Brigjen Pol Mardiyono ini? Dihimpun dari berbagai sumber, berikut profil serta perjalanan kariernya!

    Profil Brigjen Pol Mardiyono

    Brigadir Jenderal Polisi (Brigjen Pol) Mardiyono adalah seorang perwira tinggi Polri dengan pangkat jenderal bintang satu yang berasal dari Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Ia lahir pada 21 Maret 1969 dan merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1991. Brigjen Mardiyono merupakan rekan seangkatan Kapolri Jenderal Listyo Sigit yang juga menyelesaikan pendidikan di Akpol pada tahun yang sama.

    Perjalanan Karier

    Sebelum menjabat sebagai Kapolda Bengkulu, Brigjen Mardiyono mengemban tugas sebagai Kepala Sekolah Staf dan Pimpinan Pertama (Kasespimma) di Sekolah Staf dan Pimpinan (Sespim) Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Lemdiklat) Polri.

    Selain itu, ia pernah bertugas di Polda Metro Jaya dan dipercaya sebagai Kepala Biro Sumber Daya Manusia (Karo SDM) di lingkungan kepolisian tersebut. Atas dedikasi dan kinerjanya yang luar biasa, Brigjen Mardiyono menerima penghargaan berupa pin emas dan piagam dari Kapolri.

    Sebelum menduduki jabatan sebagai Kepala Sespimma Sespim Lemdiklat Polri, ia juga pernah ditugaskan sebagai Widyaiswara Madya di lembaga yang sama. Dengan pengalaman luasnya di bidang kepolisian, ia dipercaya untuk memimpin Polda Bengkulu menggantikan Irjen Pol Anwar yang dipindahkan ke Mabes Polri.

    Kedekatan dengan Masyarakat

    Di luar tugas kepolisian, Brigjen Mardiyono dikenal sebagai sosok yang peduli terhadap masyarakat. Pada November 2022, ia mengadakan kegiatan bakti sosial di kampung halamannya, Blora, dengan membagikan 200 paket sembako kepada panti asuhan dan pondok pesantren. Aksi ini mencerminkan kepeduliannya terhadap kesejahteraan masyarakat serta ikatan sosial yang kuat dengan daerah asalnya.

    Brigjen Mardiyono berasal dari keluarga sederhana di Blora. Semasa kecil, ia turut membantu orang tuanya berjualan bubur, sebuah pengalaman yang membentuk semangat kerja kerasnya hingga mencapai posisi saat ini.

    Dengan rekam jejak yang solid di kepolisian serta kepedulian sosial yang tinggi, Brigjen Pol Mardiyono merupakan sosok pemimpin yang tidak hanya berprestasi dalam tugasnya, tetapi juga dekat dengan masyarakat dan dianggap cocok menjadi kapolda Bengkulu yang baru.

  • Polisi Tangkap Pelaku Pembakaran Gerbong di Stasiun Tugu Yogyakarta

    Polisi Tangkap Pelaku Pembakaran Gerbong di Stasiun Tugu Yogyakarta

    Yogyakarta, Beritasatu.com – Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda DIY berhasil menangkap seorang pria berinisial R yang diduga sebagai pelaku pembakaran tiga gerbong kereta di Stasiun Tugu Yogyakarta.

    “Berdasarkan hasil olah TKP dan keterangan dari laboratorium forensik, kami berhasil mengamankan satu orang pelaku, seorang pria asal Jakarta,” ujar Direktur Reserse Kriminal Umum Polda DIY, Kombes Pol FX Endriadi saat dihubungi, Kamis (13/3/25).

    Pelaku diduga melakukan pembakaran dengan cara membakar kertas dan kardus menggunakan korek api di dalam gerbong. Api tersebut kemudian digunakan untuk membakar kursi yang ada di dalam gerbong.

    Akibat aksinya, tiga gerbong  di Stasiun Tugu Yogyakarta terbakar, terdiri dari dua gerbong eksekutif dan satu gerbong premium.

    Penyelidikan lebih lanjut mengungkap bahwa pelaku memiliki disabilitas sensori, yakni tidak bisa berbicara. Tim penyidik bahkan harus dibantu oleh juru bahasa isyarat untuk mendapatkan keterangannya.

    Dari hasil penyidikan terungkap bahwa motif pelaku adalah sakit hati terhadap PT Kereta Api Indonesia (KAI).

    “Yang bersangkutan mengaku memiliki permasalahan dengan KAI sebanyak sembilan kali. Ia pernah naik kereta tanpa tiket dan diturunkan oleh petugas, sehingga yang bersangkutan sakit hati,” tambah Endriadi.

    Saat ini, pelaku pembakaran gerbong di Stasiun Tugu Yogyakarta telah diamankan oleh pihak kepolisian dan akan diproses sesuai dengan hukum yang berlaku. 

  • Ratusan Pelajar di Wamena Papua Sambut Gembira Makan Bergizi Gratis

    Ratusan Pelajar di Wamena Papua Sambut Gembira Makan Bergizi Gratis

    Wamena, Beritasatu.com – Sebanyak 700 pelajar SD Yayasan Pendidikan Kristen (YPK) Betlehem, Wamena, Papua Pegunungan, antusias menyambut program makan bergizi gratis (MBG). 

    Sekitar pukul 10.30 WIT, para siswa berlarian keluar menyambut kedatangn rombongan Badan Gizi Nasional (BGN), Kementerian Pertahanan (Kemenhan), dan Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Papua, yang datang untuk menyosialisasikan program tersebut.

    “Adik-adik, kalau nanti dikasih Makan Bergizi Gratis, harus segera dihabiskan, ya. Kalau saya bilang ‘Makan Bergizi Gratis aman, sehat, bergizi,’ semua ulangi, ya!” ujar Tenaga Ahli Bidang Sistem dan Tata Kelola BGN, Niken Gandini, saat memasuki halaman SD YPK Betlehem, Kamis (13/3/2025) dikutip dari Antara.

    Serempak, para siswa meneriakkan slogan tersebut dengan penuh semangat. Dalam sosialisasi itu, Niken menjelaskan kepada siswa mengenai menu yang akan diberikan dalam program MBG.

    “Nanti kalian akan mendapatkan nasi, sayur, telur atau ikan, dan buah-buahan,” katanya.

    Selain itu, Staf Khusus Menteri Pertahanan (Menhan) Lenis Kogoya, juga ikut menyapa para siswa. Kehadirannya disambut antusias, dengan banyak siswa berebut menyalaminya.

    “Adik-adik, jam 12 siang biasanya lapar, kan? Kalau Kakak suruh kalian masak dan makan bersama-sama makanan bergizi, mau atau tidak?” tanya Lenis.

    Serempak, para siswa menjawab, “Mau!”

    Lenis juga berpesan kepada para ibu atau mama-mama di Papua agar berkolaborasi dalam memasak makanan bergizi. Dengan begitu, keluarga dan anak-anak dapat memahami pola makan sehat dan seimbang.

    Menurut data dari BGN, sekitar 60% siswa di Indonesia sudah terbiasa sarapan, tetapi banyak yang belum memenuhi standar gizi harian.

    Program MBG bertujuan memenuhi kebutuhan gizi anak dengan menu yang disesuaikan dengan kearifan lokal. Misalnya, di Papua karbohidrat dapat berasal dari sagu, bukan hanya nasi. BGN juga menegaskan bahwa menu makanan pada program makan bergizi gratis tidak harus sama di seluruh wilayah, tetapi tetap harus memenuhi standar gizi yang sesuai dengan usia dan kebutuhan anak.

  • Takaran Normal, Minyakita di Palangka Raya Dijual di Atas HET

    Takaran Normal, Minyakita di Palangka Raya Dijual di Atas HET

    Palangka Raya, Beritasatu.com – Tim Satgas Pangan Kalimantan Tengah melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap penjualan minyak goreng merek Minyakita di sejumlah pasar tradisional di Kota Palangka Raya, termasuk Pasar Kahayan di Jalan Tjilik Riwut, Kelurahan Palangka, pada Rabu (12/3/2025).

    Sidak ini dilakukan sebagai respons terhadap keresahan masyarakat terkait dugaan ketidaksesuaian takaran pada kemasan Minyakita. Tim yang terdiri dari personel Ditreskrimsus Polda Kalteng dan Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Provinsi Kalimantan Tengah melakukan uji tera terhadap minyak goreng yang dijual dalam kemasan botol dan bantalan plastik berukuran satu liter.

    Hasil pemeriksaan menunjukkan, minyak dalam kemasan botol hanya berisi 970 mililiter, sementara kemasan bantalan plastik berisi 998 mililiter. Meskipun terjadi sedikit kekurangan, hasil ini masih berada dalam batas toleransi yang diperbolehkan.

    Kabid Humas Polda Kalteng Kombes Pol Erlan Munaji menyampaikan, sidak ini tidak hanya memastikan ketepatan takaran minyak goreng, tetapi juga memantau ketersediaan bahan pokok menjelang Lebaran.

    “Berdasarkan pengecekan, stok sembilan kebutuhan bahan pokok masih cukup untuk lima bulan ke depan. Terkait Minyakita, ditemukan kekurangan sekitar 30 mililiter pada kemasan botol dan 0,2 mililiter pada kemasan bantalan,” ujar Erlan terkait hasil sidak Minyakita di Palangka Raya.

    Kepala Bidang Perlindungan Konsumen Disdagperin Kalimantan Tengah, Maskur menyampaikan, selisih takaran pada kemasan Minyakkita masih dalam batas toleransi maksimal 30 mililiter untuk kemasan botol.

    Meski takaran minyak goreng masih dalam batas wajar, tim menemukan harga jual Minyak Kita di pasar melebihi harga eceran tertinggi (HET) yang telah ditetapkan, yaitu Rp 15.700 per liter. Di lapangan, minyak ini dijual dengan harga Rp 16.000 hingga Rp 17.000 per liter.

    “Pedagang yang menjual Minyakita di atas HET umumnya mendapat pasokan dari sesama pengecer, bukan langsung dari distributor. Kami mengimbau distributor agar tidak menjual minyak goreng melebihi harga HET,” kata Maskur terkait hasil sidak Minyakita di Palangka Raya.

  • Polisi Selidiki Penyebab Kebakaran Kereta di Stasiun Tugu Yogyakarta

    Polisi Selidiki Penyebab Kebakaran Kereta di Stasiun Tugu Yogyakarta

    Yogyakarta, Beritasatu.com – Polrestabes Yogyakarta tengah menyelidiki penyebab kebakaran yang menghanguskan tiga gerbong kereta api di area emplasemen Stasiun Besar Yogyakarta. Dugaan awal mengarah pada korsleting listrik, tetapi penyelidikan lebih lanjut masih berlangsung untuk memastikan faktor penyebab lainnya.

    Petugas Polresta Yogyakarta bersama jajaran PT KAI segera melakukan pengamanan dan olah tempat kejadian perkara (TKP), termasuk memasang garis polisi di lokasi kebakaran.

    “Untuk mencari penyebab kebakaran kereta di Yoyakarta, kami sudah meminta tim laboratorium forensik (labfor) untuk melakukan investigasi lebih lanjut,” ujar Kapolresta Yogyakarta Kombes Pol Aditya Surya Dharma kepada Beritasatu.com, Rabu (12/3/2025).

    Menurut laporan awal, insiden terjadi pada Rabu (12/3/2025) pukul 06.44 WIB terjadi ketika asap tebal pertama kali terlihat dari gerbong yang tengah terparkir. Gerbong tersebut rencananya akan digunakan sebagai rangkaian kereta tambahan untuk angkutan mudik Lebaran 2025.

    Api akhirnya berhasil dipadamkan satu setengah jam kemudian oleh petugas pemadam kebakaran Kota Yogyakarta. Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa ini karena gerbong dalam keadaan kosong.

    Meskipun kebakaran menghanguskan tiga gerbong, PT KAI Daop 6 Yogyakarta memastikan bahwa kebakaran kereta tidak mengganggu operasional perjalanan kereta api di Stasiun Tugu Yogyakarta.

  • Gempa Magnitudo 5,4 Guncang Maluku Barat Dayat

    Gempa Magnitudo 5,4 Guncang Maluku Barat Dayat

    Jakarta, Beritasatu.com – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,4 melanda Kabupaten Maluku Barat Daya, Rabu (12/3/2025) sekitar pukul 19.51 WIB. Gempa ini dinyatakan tidak berpotensi tsunami.

    BMKG melaporkan gempa ini berlokasi di titik koordinat 7,44 derajat lintang selatan dan 129,18 derajat bujur timur.

    Pusat gempa berada di 173 kilometer arah timur laut Maluku Barat Dayat pada kedalaman 145 kilometer.

    “Hati-hati terhadap gempa bumi susulan yang mungkin terjadi,” tulis BMKG di situs web resminya.

    Belum ada laporan apa dampak dari gempa bumi di Maluku Tenggara tersebut