Category: Beritasatu.com Regional

  • Gunung Lewotobi Meletus, Penerbangan di Lombok Tertunda

    Gunung Lewotobi Meletus, Penerbangan di Lombok Tertunda

    Lombok Tengah, Beritasatu.com – Letusan Gunung Lewotobi Laki-Laki di Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), memicu 13 kali gempa letusan dan 4 gempa tektonik. Dampaknya, beberapa penerbangan di Bandara Lombok mengalami gangguan.

    Meski demikian, operasional bandara secara umum masih berjalan normal.

    “Hingga saat ini, operasional di Bandara Lombok masih berlangsung normal. Hasil pemeriksaan di area bandara menunjukkan tidak ada dampak signifikan dari letusan Gunung Lewotobi,” ujar Humas PT Angkasa Pura I Bandara Lombok Arif Haryanto kepada wartawan, Jumat (21/3/2025).

    Meski begitu, dampak dari letusan tersebut tetap memengaruhi jadwal penerbangan. Penerbangan Scoot TR 258/259 yang menghubungkan Singapura dan Lombok yang awalnya dijadwalkan hari ini, Jumat (21/3/2025) terpaksa ditunda hingga Sabtu (22/3/2025) pukul 08.40 Wita.

    “Untuk penerbangan Scoot TR 258/259 rute Singapura-Lombok-Singapura yang terjadwal hari ini, ditunda menjadi besok, Sabtu, 22 Maret 2025, pukul 08.40 Wita,” jelasnya.

    Selain itu, penerbangan AirAsia rute Kuala Lumpur mengalami keterlambatan (delayed). Namun, penerbangan lainnya di Bandara Lombok dilaporkan berjalan lancar tanpa hambatan.

    PT Angkasa Pura I Bandara Lombok terus melakukan pemantauan situasi dan berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait, termasuk BMKG dan AirNav Indonesia, untuk mengantisipasi potensi dampak abu vulkanik terhadap keselamatan penerbangan.

    “Kami terus memantau dan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan keselamatan penerbangan. Semua pihak terlibat dalam menjaga kelancaran dan keamanan operasional,” tegasnya.

    Letusan Gunung Lewotobi Laki-Laki, yang terjadi dalam beberapa hari terakhir, telah menyebabkan dampak signifikan pada masyarakat sekitar. Abu vulkanik yang dikeluarkan oleh gunung tersebut berpotensi mengganggu aktivitas penerbangan, khususnya di wilayah timur Indonesia.

    Selain itu, abu vulkanik Gunung Lewotobi Laki-Laki dapat berisiko bagi kesehatan, terutama bagi mereka yang memiliki masalah pernapasan. Oleh karena itu, warga di sekitar daerah terdampak diimbau untuk selalu waspada dan menjaga kesehatan. 

  • Kelas Darurat untuk 26 Sekolah Terdampak Erupsi Gunung Lewotobi

    Kelas Darurat untuk 26 Sekolah Terdampak Erupsi Gunung Lewotobi

    Jakarta, Beritasatu.com – Sebanyak 26 sekolah terdampak erupsi Gunung Lewotobi di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT). Untuk memastikan pendidikan anak-anak tetap berjalan, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) membangun ruang kelas darurat dan mengirim ribuan buku.

    Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq menegaskan, pemerintah fokus menjaga layanan pendidikan bagi siswa di wilayah terdampak.

    “Jadi kami sudah mendata ada 26 sekolah di kawasan rawan bencana dan ini menjadi perhatian kami untuk dilakukan revitalisasi dan rehabilitasi,” ujar Fajar seusai tapat tingkat menteri di kantor Kemenko PMK, Jakarta Pusat, Jumat (21/3/2025) terkait pendirian kelas darurat.

    Pemerintah pusat juga bekerja sama dengan Dinas Pendidikan NTT untuk mendukung keberlanjutan proses belajar mengajar di wilayah tersebut. “Agar pembelajaran di kelas darurat tetap berlangsung, kami melakukan penyederhanaan indikator capaian pembelajaran,” jelasnya.

    Fajar menegaskan, materi pembelajaran wajib tetap disampaikan meskipun dalam kondisi darurat. Untuk menghindari learning loss, Kemendikdasmen telah mengirim ribuan buku teks dan buku bacaan ke wilayah terdampak.

    “Untuk ketersediaan guru, alhamdulillah, masih dapat dipenuhi dengan keberadaan guru di daerah tersebut. Kami berharap anak-anak tetap bisa mengikuti pembelajaran meskipun dalam keterbatasan,” pungkasnya terkait kelas darurat untuk 26 sekolah terdampak Erupsi Gunung Lewotobi.

  • Kerangka Manusia Perempuan di Bantul Ternyata Dibunuh sang Pacar

    Kerangka Manusia Perempuan di Bantul Ternyata Dibunuh sang Pacar

    Bantul, Beritasatu.com – Polisi mengungkap penemuan kerangka manusia di Bantul, Yogyakarta. Diketahui, korban merupakan seorang perempuan asal Sleman yang ditemukan dalam kondisi tinggal tulang belulang.

    Kasus ini terungkap setelah keluarga korban melaporkan kejanggalan karena sudah lama tidak terlihat. Sementara motor korban masih digunakan oleh sang kekasih.

    Setelah penyelidikan, Polres Bantul menangkap tersangka berinisial MR (24), warga Kretek, Bantul, pada Kamis (20/3/2025).

    Kasi Humas Polres Bantul AKP I Nengah Jeffry mengungkapkan, tersangka mengakui telah membunuh korban, yakni Enggal Dika Puspita (23), warga Mlati, Sleman, pada 25 September 2024. 

    Pembunuhan terjadi di rumah kos korban di Sabdodadi, Bantul, setelah keduanya bertengkar.

    “Pelaku mencekik korban hingga tewas,” ujar Jeffry, Jumat (21/3/2025).

    Beberapa waktu kemudian, tersangka memindahkan jasad korban ke rumahnya di Kretek, Bantul, dan menyimpannya dalam kamar. Saat penggeledahan, polisi menemukan kerangka manusia yang terbungkus trash bag hitam.

    Kerangka manusia di Bantul itu kini telah dibawa ke RS Bhayangkara untuk otopsi dan tes DNA guna memastikan identitasnya. Sementara itu, tersangka diamankan di Polres Bantul untuk pemeriksaan lebih lanjut.

  • Senjata Anggota TNI yang Tewaskan 3 Polisi Way Kanan Lampung Ditemukan

    Senjata Anggota TNI yang Tewaskan 3 Polisi Way Kanan Lampung Ditemukan

    Palembang, Beritasatu.com – Senjata api laras panjang yang diduga digunakan oknum TNI untuk menembak mati tiga polisi di Way Kanan, Lampung ditemukan. Saat ini, senjata tersebut sudah diamankan oleh petugas gabungan.

    Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) II/Sriwijaya Kolonel Inf Eko Syah Putra Siregar membenarkan penemuan itu. Dia mengatakan tim investigasi berhasil menemukan satu pucuk senjata api laras panjang yang diduga digunakan oknum TNI tersebut.

    “Sore kemarin, senjata yang sebelumnya hilang, diduga dibuang oleh oknum TNI saat kejadian dan sesuai keterangan saksi kini telah ditemukan. Saat ini, senjata tersebut sedang dalam proses pengiriman ke Denpom II/3 Bandar Lampung untuk pemeriksaan. Kemungkinan akan dilakukan pengecekan lebih lanjut menggunakan peralatan TNI AD,” ujarnya saat diwawancarai, Kamis (20/3/2025).

    Ia menjelaskan senjata laras panjang oknum TNI itu ditemukan oleh tim investigasi gabungan dari Pomdam dan Polri memiliki kaliber 5,56 mm. Namun, dia belum dapat memastikan apakah senjata tersebut yang digunakan oleh oknum TNI tersebut dalam aksinya atau bukan.

    “Itu adalah senjata laras panjang dengan kaliber 5,56 mm. Itu informasi yang dapat kami sampaikan saat ini. Senjata yang ditemukan hanya satu. Berdasarkan pengakuan oknum TNI, mereka menggunakan senjata laras panjang, tetapi mereka sendiri belum mengetahui secara pasti jenis senjata yang ditemukan. Karena itu, kami masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut,” ujarnya.

    Dia menjelaskan, senjata laras panjang tersebut ditemukan dalam kondisi terbuang di semak-semak dengan posisi sekitar 5 hingga 6 kilometer dari TKP.

    “Senjata tersebut ditemukan sekitar 5 hingga 6 kilometer dari lokasi kejadian, dalam kondisi terbuang di area rawa-rawa yang dipenuhi semak-semak. Penemuan ini dilakukan oleh tim investigasi gabungan dari Pomdam dan kepolisian,” ujarnya.

    Eko juga menjelaskan bahwa beberapa selongsong peluru yang ditemukan di lokasi kejadian dapat digunakan untuk berbagai jenis senjata. Misalnya, peluru berkaliber 5,56 mm umum digunakan oleh TNI maupun Polri, sementara peluru 9 mm biasanya digunakan untuk senjata api laras pendek (pistol), dan peluru 7,72 mm umumnya dipakai untuk senjata seperti AK-47.

    “Senjata yang ditemukan ini berkaliber 5,56 mm, tetapi masih ada dua jenis peluru lainnya yang masih menjadi pertanyaan. Itu informasi terbaru yang bisa kami sampaikan,” jelasnya.

    Sebelumnya, tiga anggota polisi tewas dalam insiden penembakan yang diduga dilakukan oleh oknum TNI saat penggerebekan di Way Kanan, Lampung. Saat ini, dua oknum TNI yang diduga sebagai pelaku telah diamankan di Denpom Lampung.

    Berdasarkan keterangan salah satu tersangka, Zulkarnaen, ia melihat oknum TNI tersebut membawa dua senjata api saat berada di arena judi sabung ayam.
     

  • Mudik Lebaran 2025, Jadwal Pelayaran ke Pulau Jawa Jadi 4 Kali

    Mudik Lebaran 2025, Jadwal Pelayaran ke Pulau Jawa Jadi 4 Kali

    Balikpapan, Beritasatu.com – Memasuki H-9 mudik Lebaran 2025, lonjakan pemudik terus terjadi di Pelabuhan Semayang, Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim). Untuk memastikan semua pemudik dapat terakomodasi, PT Pelni Cabang Balikpapan menambah jadwal pelayaran ke Pulau Jawa, khususnya rute Balikpapan-Surabaya, dari yang semula dua kali menjadi empat kali dalam sebulan.

    Kepala Kantor PT Pelni Cabang Balikpapan Ridwan Mandaliko menjelaskan, tambahan jadwal ini didukung oleh satu unit kapal ekstra. Sebelumnya, hanya tiga kapal reguler, yakni KM Lambelu, KM Siguntang, dan KM Dorolonda, yang melayani rute ini. Kini, kapal tambahan seperti KM Sinabung juga dikerahkan.

    “Kami menyiapkan empat kapal untuk arus mudik Lebaran 2025, termasuk tambahan jadwal pelayaran rute Balikpapan-Surabaya,” ujar Ridwan kepada Beritasatu.com, Jumat (21/3/2025).

    Pada hari biasa, pelayaran Balikpapan-Surabaya hanya dilakukan dua kali sebulan. Namun, untuk arus mudik Lebaran 2025, jadwalnya ditingkatkan menjadi empat kali, dengan KM Lambelu dan KM Sinabung sebagai kapal tambahan.

    Penambahan jadwal ini diprediksi mampu mengakomodasi lonjakan jumlah penumpang yang terus meningkat menjelang Idulfitri 1446 Hijriah atau Lebaran 2025. Ridwan juga mengungkapkan puncak arus mudik di Pelabuhan Semayang diperkirakan terjadi pada H-3 Lebaran, dengan peningkatan jumlah penumpang hingga lebih dari 10 persen.

    “Frekuensi tambahan ini kami lakukan agar lonjakan pemudik dapat terlayani dengan baik. Semua penumpang, terutama tujuan Balikpapan-Surabaya, akan terakomodasi tanpa kendala,” jelas Ridwan.

    Pelni memastikan penambahan jadwal dan kapal ini dilakukan untuk memberikan kenyamanan dan memastikan pemudik bisa merayakan Lebaran 2025 bersama keluarga di kampung halaman dengan aman.

  • Warga Dengar Tembakan Berkali-kali Saat Insiden Sabung Ayam di Lampung

    Warga Dengar Tembakan Berkali-kali Saat Insiden Sabung Ayam di Lampung

    Way Kanan, Beritasatu.com – Warga di sekitar arena judi sabung ayam di Desa Karang Manik, Kecamatan Negeri Batin, Kabupaten Way Kanan, Lampung, dikejutkan oleh suara letusan tembakan berulang kali. Insiden berdarah yang terjadi saat penggerebekan itu menyisakan trauma mendalam bagi mereka.

    Pascakejadian, lokasi sabung ayam masih dipasangi garis polisi, dengan 20 unit mobil berbagai jenis ditinggalkan oleh pemiliknya. Warga kini diliputi ketakutan, khawatir akan konflik susulan antaraparat, dan berusaha menghindari keterlibatan dalam peristiwa tragis ini.

    Arena judi yang terletak di tengah perkebunan karet itu telah beroperasi selama lima bulan dan diduga milik dua anggota TNI aktif, Peltu Lubis dan Kopka Basar, yang kini telah diamankan oleh Pomdam Sriwijaya.

    Perjudian sabung ayam ini mayoritas diikuti oleh orang-orang dari luar daerah, bahkan dari luar Kabupaten Way Kanan. Setiap kali dibuka, arena itu dipenuhi puluhan pemain dengan mobil-mobil mewah terparkir di sekelilingnya. Terlihat juga bekas kandang ayam yang berserakan serta botol air mineral berceceran.

    Warga sekitar tidak pernah terlibat dalam aktivitas ini, tetapi mereka resah dengan keberadaan tempat perjudian tersebut.

    Seorang warga, Zeki (43) mengaku mendengar suara tembakan sebelum akhirnya penggerebekan berdarah terjadi.

    “Kami  kaget dengan suara letupan tersebut, masyarakat di sini merasa tidak aman dan nyaman karena adanya tempat perjudian tersebut,” kata Zeki saat ditemui di sekitar lokasi kejadian, Jumat (21/3/2025).

    Sementara, warga lain Ardi Erwansyah (40) mengatakan, aktivitas sabung ayam tersebut sudah berlangsung sekitar 5 bulan lalu dengan kondisi pada saat awal sepi.

    “Para pemain judi sabung ayam ini dari orang jauh dan dari luar kota, memang sebelum bulan puasa ditutup. Akan tetapi satu minggu sebelum puasa dibuka lagi,” ungkap Ardi.

    Dalam kasus judi sabung ayam berdarah ini, Polda Lampung telah menetapkan seorang warga sipil berinisial Z sebagai tersangka kasus perjudian. Sementara itu, dua oknum TNI yang diduga terlibat dalam penembakan masih berstatus saksi dan diamankan di Denpom Lampung.

  • Bumdes dan Koperasi di Babel Dapat Izin Menambang di IUP PT Timah

    Bumdes dan Koperasi di Babel Dapat Izin Menambang di IUP PT Timah

    Bangka Belitung, Beritasatu.com – Badan usaha milik desa (Bumdes) dan koperasi Bangka Belitung (Babel) mendapat izin menambang pasir timah di wilayah izin usaha pertambangan (IUP) PT Timah Tbk. Izin diberikan setelah mencuat kasus tata niaga timah senilai Rp 300 triliun.

    Jaksa Agung Muda Intelijen (Jamintel) Kejaksaan Agung (Kejagung) Reda Manthovani menyatakan,  program ini akan diawasi langsung Kejagung untuk memastikan aktivitas penambangan berjalan sesuai prosedur.

    “Kerja sama PT Timah ini bertujuan membimbing koperasi dan Bumdes dalam melakukan penambangan sesuai prosedur sehingga tidak menimbulkan kerusakan lingkungan, tetapi justru memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” ujarnya pada Jumat (21/3/2025).

    Reda juga menegaskan kehadiran Kejaksaan Agung bertujuan untuk mencegah potensi pelanggaran hukum dan konflik yang mungkin timbul dari terkait izin menambang IUP PT Timah.

    Kesepakatan legal antara PT Timah, lima Bumdes, dan dua koperasi di tujuh kabupaten/kota telah dituangkan dalam naskah perjanjian bersama, yang melibatkan kepala daerah setempat.

    “Peran serta masyarakat sangat dilibatkan dalam program ini. PT Timah juga berkontribusi meningkatkan perekonomian rakyat di pedesaan,” jelas Reda.

    Dengan keterlibatan masyarakat dan pengawasan intensif, diharapkan program izin menambang IUP PT Timah dapat menjadi solusi dalam meningkatkan perekonomian daerah tanpa mengorbankan kelestarian lingkungan.

  • BPBD DIY Imbau Pemudik Waspada Cuaca Ekstrem Saat Lebaran 2025

    BPBD DIY Imbau Pemudik Waspada Cuaca Ekstrem Saat Lebaran 2025

    Yohyalarta, Beritasatu.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengimbau pemudik dan wisatawan yang melewati Yogyakarta saat Lebaran 2025 agar waspada terhadap cuaca ekstrem. Potensi bencana hidrometeorologi, seperti banjir, longsor, pohon tumbang, petir, dan angin kencang, masih tinggi selama masa libur Lebaran.

    Kepala Pelaksana BPBD DIY, Noviar Rahmat, menyebutkan periode libur Lebaran akhir Maret hingga awal April masih berada dalam puncak musim penghujan.

    “Kami mengingatkan pemudik dan wisatawan untuk berhati-hati, terutama di jalur rawan bencana seperti daerah perbukitan dan sungai,” ujarnya, Kamis (20/3/2025).

    Sejumlah kejadian akibat cuaca ekstrem telah terjadi di Yogyakarta. Salah satunya, longsor di tebing ruas jalan Clongop, Gedangsari, Gunungkidul, pada 17 Maret 2025, yang menutup total akses jalan antara Kabupaten Klaten dan Gunungkidul. Selain itu, pada 11 Maret 2025, hujan es disertai angin kencang melanda tiga kabupaten/kota di DIY, menyebabkan ratusan pohon tumbang dan belasan rumah rusak.

    BPBD DIY mencatat, kejadian longsor paling sering terjadi di Kabupaten Gunungkidul dan Kulonprogo, serta beberapa titik di Bantul dan Sleman. Jalur rawan longsor umumnya berada di daerah perbukitan dengan tanah labil yang minim vegetasi penahan serta belum dilengkapi sistem pengamanan longsor.

    Berdasarkan kajian BPBD DIY dan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta, seluruh kabupaten/kota di DIY masih dalam status Siaga Darurat Hidrometeorologi selama masa libur Lebaran 2025. Status ini kemungkinan diperpanjang hingga 8 April 2025 karena potensi cuaca ekstrem akibat bibit siklon di Samudera Hindia, selatan Yogyakarta.

    “Pemudik dan masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan. Potensi cuaca ekstrem masih tinggi, terutama di jalur-jalur rawan bencana,” tambah Noviar Rahmat.

    Untuk mengantisipasi dampak cuaca ekstrem, sejumlah daerah di DIY telah melakukan mitigasi lebih terstruktur. Kabupaten Bantul dan Kota Yogyakarta, misalnya, telah mendirikan posko siaga bencana hidrometeorologi hingga tingkat kalurahan atau desa.

    Ketua Komisi A DPRD DIY, Eko Suwanto, menegaskan kesiapan sarana dan prasarana tanggap bencana harus terus ditingkatkan.

    “Yogyakarta menghadapi tiga situasi darurat selama libur Lebaran ini, yaitu bencana hidrometeorologi, aktivitas erupsi Gunung Merapi yang masih berstatus Siaga (Level III), serta potensi kecelakaan dan kemacetan lalu lintas,” ujarnya.

    Sementara itu, Subdirektorat Keamanan dan Keselamatan (Subditkamsel) Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda DIY memastikan akan menerapkan Operasi Ketupat Progo 2025 selama 17 hari, mulai 23 Maret hingga 8 April, guna memastikan kelancaran arus mudik dan balik.

    BPBD DIY mengimbau masyarakat untuk selalu memperbarui informasi cuaca ekstrem dan lalu lintas, serta mengikuti arahan petugas di lapangan demi keselamatan bersama.

  • Iptu Tomi Hilang Saat Kejar KKB, Polda Papua Barat Tunggu TPF

    Iptu Tomi Hilang Saat Kejar KKB, Polda Papua Barat Tunggu TPF

    Manokwari, Beritasatu.com – Polda Papua Barat menunggu kedatangan tim pencari fakta (TPF) sebelum melanjutkan operasi pencarian tahap ketiga terhadap mantan Kasat Reskrim Polres Teluk Bintuni, Iptu Tomi Samuel Marbun, yang hilang sejak 18 Desember 2024. Iptu Tomi hilang diduga hanyut terbawa arus saat menyeberangi Sungai Rawara dalam upaya pemantauan terhadap pentolan kelompok kriminal bersenjata (KKB), Marthen Aikingking, yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

    “Kemungkinan besok atau lusa, tim pencari fakta tiba di Manokwari. Nanti saya kabari teman-teman wartawan,” ujar Kepala Bidang Humas Polda Papua Barat, Kombes Pol Ongky Isgunawan, di Manokwari, Jumat (21/3/2025).

    Tim pencari fakta ini dibentuk oleh Mabes Polri sebagai tindak lanjut rekomendasi dari Komisi III DPR RI dalam rapat dengar pendapat sebelumnya. Polda Papua Barat akan menyampaikan seluruh kronologi terkait Iptu Tomi hilang dalam operasi penangkapan KKB di Teluk Bintuni.

    “Semua kronologi akan kami paparkan ke tim pencari fakta Mabes Polri yang dipimpin Inspektorat Pengawasan Umum,” tambah Ongky.

    Saat ini, Polda Papua Barat bersama Polres Teluk Bintuni tengah mempersiapkan personel, logistik, serta sarana dan prasarana guna mendukung kelancaran operasi pencarian. Mengingat kondisi geografis yang sulit dan kawasan tersebut tergolong zona merah atau daerah rawan kontak senjata dengan KKB, kesiapan logistik menjadi faktor krusial.

    “Sarana dan prasarana harus memadai, karena kondisi geografisnya sangat sulit. Setelah semua persiapan lengkap, operasi pencarian tahap ketiga akan dibuka,” jelas Ongky.

    Operasi tahap ketiga ini tidak hanya melibatkan kepolisian, tetapi juga personel dari TNI Angkatan Darat dan Basarnas. Kepolisian memastikan bahwa keselamatan seluruh personel dari berbagai instansi yang terlibat dalam pencarian tetap menjadi prioritas utama.

    “Kami sudah mengevaluasi operasi pencarian tahap pertama dan kedua agar tahap ketiga ini bisa membuahkan hasil yang lebih baik,” tambahnya.

    Sebelumnya, anggota Komisi III DPR RI, Yan Permenas Mandenas, mendesak Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk membentuk tim pencari fakta guna mengungkap kebenaran di balik Iptu Tomi hilang. Hal ini menyusul pernyataan dari Ria Tarigan, istri Iptu Tomi, yang menilai terdapat banyak kejanggalan dan perbedaan versi dalam kronologi peristiwa tersebut.

    “Polda Papua Barat harus membuka kembali pencarian Iptu Tomi hilang dan melakukan pengawasan ketat, serta melaporkan perkembangan pencarian kepada pihak keluarga,” tegas Mandenas.

  • Kapal PT Timah Tenggelam di Perairan Toboali, 2 ABK Berhasil Selamat

    Kapal PT Timah Tenggelam di Perairan Toboali, 2 ABK Berhasil Selamat

    Bangka Selatan, Beritasatu.com – Kapal KCP Baracuda milik PT Timah yang mengangkut dua anak buah kapal (ABK) tenggelam di Perairan Toboali, Kabupaten Bangka Selatan, Bangka Belitung, pada Kamis (20/3/2025) dini hari. Insiden ini diduga terjadi akibat kapal dihantam ombak besar.

    Dua ABK, yakni Bagus (27) dan Rivansyah (19), berhasil diselamatkan setelah beberapa jam terombang-ambing di tengah laut.

    Kepala Kantor SAR Pangkalpinang, I Made Oka Astawa, mengatakan laporan tenggelamnya kapal milik PT Timah diterima oleh Unit Siaga SAR Toboali pada Kamis (20/3/2025) pagi.

    “Kami menerima informasi terkait kapal KCP Baracuda yang tenggelam di Perairan Toboali. Selanjutnya, kami mengirimkan tim rescue untuk mengevakuasi para korban yang diketahui berjumlah dua orang,” ujar I Made Oka Astawa, Kamis (20/3/2025).

    Tim SAR gabungan, yang terdiri dari Rescuer USS Toboali, TNI AL, BPBD Bangka Selatan, serta rekan korban, segera menuju lokasi kejadian menggunakan Kapal Speed Lidah milik TNI AL untuk mengevakuasi para ABK.

    “Tepat pukul 06.35 WIB, Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi kedua korban dalam kondisi selamat. Selanjutnya, mereka dibawa ke RSUD Bangka Selatan untuk pemeriksaan medis,” jelasnya.

    Sebelumnya, pada Rabu (19/3/2025) pukul 23.30 WIB, dua ABK memindahkan kapal ke tengah perairan karena kondisi ombak besar dan angin kencang di sekitar pantai tempat kapal berlabuh.

    Namun, saat pemindahan berlangsung, air mulai masuk ke ruang kapal melalui buritan. Ilham, rekan korban yang berada di darat, menyadari tidak adanya komunikasi dari para ABK pada pukul 03.00 WIB. Ia kemudian mencoba menghubungi mereka dan mengetahui kapal milik PT Timah itu mulai tenggelam serta membutuhkan bantuan evakuasi.