Category: Beritasatu.com Regional

  • Top 5 News: Penetapan Lebaran 2025 hingga Skandal Lisa Mariana dan RK

    Top 5 News: Penetapan Lebaran 2025 hingga Skandal Lisa Mariana dan RK

    Jakarta, Beritasatu.com – Pemerintah resmi menetapkan Idulfitri atau Lebaran 2025 jatuh pada Senin (31/3/2025), informasi kendaraan mudik masuk ke Jawa Tengah (Jateng) dan Jawa Timur (Jatim), hingga aturan menggunakan vape di dalam pesawat terbang menjadi top 5 news Beritasatu.com pada Sabtu (29/3/2025).

    Artikel lainnya yang tidak kalah menarik adalah jumlah korban tewas akibat gempa di Myanmar serta Lisa Mariana menantang Ridwan Kamil (RK) tes DNA.

    Top 5 news Beritasatu.com:

    1. Pemerintah Resmi Tetapkan Lebaran 2025

    Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) menetapkan Hari Raya Idulfitri 1 Syawal 1446 Hijriah atau Lebaran 2025 jatuh pada Senin (31/3/2025). Penetapan tersebut berdasarkan sidang isbat di kantor pusat Kemenag, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Sabtu (29/3/2025).

    “1 Syawal 1446 Hijriah jatuh pada Senin (31/3/2025). Jadi malam ini masih tetap melakukan salat tarawih,” ujar Menteri Agama Nasaruddin Umar dalam konferensi persnya. 

    2. H-2 Lebaran 2025, 1.836 Kendaraan Masuk dari Jateng ke Jatim

    Hingga H-2 Lebaran 2025 atau Hari Raya Idulfitri 1446 Hijriah, arus kendaraan di jalur pantura Surabaya, Jawa Timur-Semarang, Jawa Tengah masih terpantau sepi. Berdasarkan data pada Sabtu (29/3/2025), tercatat 1.836 kendaraan masuk dari Jateng ke Jatim.

    Kanit Penegakan Hukum (Gakkum) Satlantas Polres Tuban Iptu Eko Sulistiono menyampaikan, tren lalu lintas H-2 pada Lebaran 2025 mengalami kenaikan sekitar 15% dibandingkan hari biasa. Namun, apabila dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu, terjadi penurunan signifikan.

    3. Gunakan Vape Saat Pesawat Terbang dapat Terancam Denda Miliaran Rupiah 

    Top 5 news berikutnya, yaitu pemerintah melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menegaskan larangan merokok, termasuk rokok elektrik atau vape di dalam pesawat udara guna menjaga keselamatan dan kenyamanan penerbangan.

    Ketentuan tersebut diatur dalam Surat Edaran Menteri Perhubungan (SE Menhub) Nomor 29 Tahun 2014 tentang larangan merokok di dalam sarana angkutan umum. Surat edaran ini ditujukan kepada operator angkutan penumpang, baik darat, laut, udara, kereta api, dan penyeberangan. 

    4. Jumlah Korban Tewas Akibat Gempa Myanmar Jadi 1.644 Orang

    Junta Militer yang berkuasa di Myanmar melalui televisi pemerintah mengatakan jumlah korban tewas akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 meningkat menjadi 1.644 orang, Sabtu (29/3/2025).

    Pernyataan itu diungkapkan Pemerintah Myanmar setelah banyak jenazah berhasil dikeluarkan dari reruntuhan sejumlah bangunan yang roboh saat gempa terjadi di dekat kota terbesar kedua di negara tersebut.

    5. Lisa Mariana Tantang Ridwan Kamil Tes DNA

    Selebgram sekaligus model majalah dewasa Lisa Mariana menantang Ridwan Kamil agar berani untuk melakukan tes DNA demi memperjuangkan anaknya hasil dari hubungan dengan mantan gubernur Jawa Barat itu. Tantangan dari Lisa tersebut dicurahkan kepada pengacara Sunan Kalijaga.

    “Lisa itu berkali-kali mengatakan sangat siap kalau ditantang untuk melakukan tes DNA. Dia sangat siap. Berarti Lisa, dia tidak main-main dengan hal ini,” jelas Sunan Kalijaga dikutip dari kanal YouTube, Sabtu (29/3/2025).

    Demikian top 5 news Beritasatu.com pada Sabtu (29/3/2025) yang menarik perhatian pembaca. Namun, terdapat update berita lainnya yang tak kalah menarik, informatif, serta menghibur yang bisa pembaca simak lebih lanjut.

  • Rukyat di Bantul: Hilal Minus 2 Derajat atau di Bawah Ufuk

    Rukyat di Bantul: Hilal Minus 2 Derajat atau di Bawah Ufuk

    Bantul, Beritasatu.com – Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memastikan Hari Raya Idulfitri atau Lebaran 2025 atau 1 Syawal 1446 Hijriyah jatuh pada Senin (31/3/2025). Kepastian ini diperoleh setelah pelaksanaan pemantauan hilal (rukyatul hilal) di Pos Observasi Bulan (POB) Syekh Belabelu, Parangtritis, Bantul, Sabtu (29/3/2025).

    Badan Hisab Rukyat (BHR) Kemenag DIY Mutoha Arkanuddin menjelaskan, hilal tidak dapat dirukyat karena posisinya masih berada di bawah ufuk. “Di POB Syekh Belabelu, ketinggian hilal saat ini berada pada minus dua derajat secara toposentrik,” ujarnya kepada Beritasatu.com.

    Merujuk hasil tersebut, sidang isbat diperkirakan akan memutuskan bahwa 1 Syawal 1446 H jatuh pada Senin (31/3/2025). “Walaupun ada yang mengaku melihat hilal, klaim tersebut tidak akan diterima karena secara hisab posisi hilal masih di bawah ufuk,” tambah Mutoha.

    Pemantauan hilal untuk Lebaran 2025 dilakukan mulai pukul 16.00 WIB hingga matahari terbenam oleh BHR Kanwil Kemenag DIY dan para praktisi rukyatul hilal. Kegiatan ini berlangsung di bawah pengawasan ketat untuk memastikan hasil yang akurat sesuai kaidah astronomi.

  • Rukyat di Bantul: Hilal Minus 2 Derajat atau di Bawah Ufuk

    Kemenag DIY Pantau Hilal 1 Syawal 1446 H di POB Syekh Belabelu

    Bantul, Beritasatu.com – Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menggelar rukyatul hilal untuk menentukan 1 Syawal 1446 Hijriah. Kegiatan tersebut berlangsung pada Sabtu (29/3/2025) sore di Pos Observasi Bulan (POB) Syekh Belabelu, Parangtritis, Bantul.

    Pemantauan dimulai pukul 16.00 WIB hingga matahari terbenam. Sebelum kegiatan rukyat, Kanwil Kemenag DIY mengadakan edukasi kepada masyarakat yang hadir mengenai pemantauan hilal.

    Rukyatul hilal dilakukan untuk memastikan posisi hilal pada saat matahari terbenam. Hasil pemantauan ini, bersama dengan hasil pengamatan di daerah lain, akan menjadi dasar sidang isbat oleh Kementerian Agama untuk menetapkan jatuhnya 1 Syawal.

    Dalam pengamatan hilal ini, Kanwil Kemenag DIY melibatkan Badan Hisab Rukyat (BHR) yang terdiri dari 10-15 personel. Mereka adalah pegawai Kanwil Kemenag DIY dan praktisi rukyatul hilal.

    Selain itu, pihaknya juga bekerja sama dengan BMKG, perguruan tinggi, organisasi masyarakat Islam, dan Pengadilan Agama.

    Kegiatan rukyatul hilal tidak hanya berlangsung di DIY, tetapi juga dilakukan di berbagai wilayah Indonesia. Hal ini memastikan pengambilan keputusan yang akurat dan seragam mengenai penetapan awal Syawal.

    Pemantauan hilal di POB Syekh Belabelu, salah satu lokasi strategis di DIY, menjadi bagian penting dalam tradisi penentuan hari besar Islam di Indonesia.

  • Hilal Sulit Terlihat di Mataram, Lebaran 2025 Diprediksi Jatuh Senin

    Hilal Sulit Terlihat di Mataram, Lebaran 2025 Diprediksi Jatuh Senin

    Mataram, Beritasatu.com – Tim rukyatul hilal yang terdiri dari pemerintah, tokoh agama, dan akademisi di Mataram menghadapi tantangan signifikan dalam menentukan awal Syawal 1446 Hijriah pada hari ini, Sabtu (29/3/2025).

    Kepala Stasiun Geofisika Mataram Sumawan menyampaikan, peluang untuk melihat hilal sangat kecil karena posisi bulan masih berada di bawah cakrawala atau infuk.

    “Hari ini kita melakukan pengamatan hilal, tetapi peluang untuk melihatnya sangat kecil karena bulan masih berada di bawah cakrawala atau infuk,” ujar Sumawan saat memberikan keterangan terkait pengamatan hilal di Mataram, Sabtu (29/3/2025).

    Sumawan menjelaskan, bulan diperkirakan akan terbenam lebih dahulu dibandingkan matahari. Matahari dijadwalkan terbenam pada pukul 18.21 Wita, sementara bulan akan terbenam lebih awal pada pukul 18.13 Wita. Perbedaan waktu terbenam ini semakin memperkecil kemungkinan terlihatnya hilal.

    “Kami berpendapat bahwa kemungkinan besar Ramadan akan digenapkan menjadi 30 hari. Dengan demikian, 1 Syawal 1446 H kemungkinan besar jatuh pada hari Senin,” lanjut Sumawan.

    Selain posisi bulan yang kurang mendukung, kondisi cuaca di Mataram pada sore hari ini juga tidak bersahabat. Sumawan mengungkapkan bahwa sebelumnya terjadi hujan dan saat ini langit masih mendung dengan angin bertiup cukup kencang.

    Kondisi ini semakin mempersulit upaya tim rukyat dalam mengamati hilal, meskipun menggunakan alat bantu optik.

    “Cuaca di Mataram sempat hujan, sekarang mendung, dan anginnya cukup kencang,” kata Sumawan.

    Data ketinggian hilal yang dipublikasikan menunjukkan bahwa sebagian besar wilayah, termasuk Indonesia, berada pada area dengan ketinggian hilal negatif atau sangat rendah pada 29 Maret 2025.

    Ketinggian hilal positif menandakan bulan berada di atas horizon saat matahari terbenam, sedangkan ketinggian negatif berarti bulan masih di bawah horizon.

    Peta ketinggian hilal untuk wilayah Indonesia pada Sabtu (29/3/2025) mengonfirmasi kondisi ini. Sebagian besar wilayah Indonesia menunjukkan ketinggian hilal yang sangat rendah atau negatif saat matahari terbenam, memperkuat prediksi bahwa hilal kemungkinan besar tidak akan terlihat pada hari ini.

    Sebaliknya, peta ketinggian hilal untuk Minggu (30/3/2025) menunjukkan kondisi yang jauh lebih baik, dengan ketinggian hilal positif dan lebih tinggi di sebagian besar wilayah dunia, termasuk Indonesia. Hal ini semakin mendukung perkiraan bahwa 1 Syawal 1446 Hijriah kemungkinan besar akan jatuh pada hari Senin.

    Meskipun prediksi dari Stasiun Geofisika Mataram dan analisis data ketinggian hilal mengarah pada kemungkinan 1 Syawal jatuh pada hari Senin, kepastian resmi mengenai penetapan awal Syawal 1446 Hijriah akan diumumkan oleh pemerintah melalui sidang isbat yang akan digelar malam ini. Hasil sidang isbat akan menjadi keputusan final yang diikuti oleh seluruh umat Islam di Indonesia.
     

  • Hilal 1 Syawal Tak Terlihat di Balikpapan, Ramadan Digenapkan 30 Hari

    Hilal 1 Syawal Tak Terlihat di Balikpapan, Ramadan Digenapkan 30 Hari

    Balikpapan, Beritasatu.com – Pemantauan yang dilakukan oleh Badan Meteorologi, Kimatologi, dan Geofisika (BMKG) dan Kementerian Agama Balikpapan, Kalimantan Timur, masih belum berhasil melihat keberadaan hilal 1 Syawal atau Idulfitri 2025. 

    Bahkan berdasarkan perhitungan pihak BMKG, hilal bakal terlihat seusai buka puasa sehingga puasa Ramadan kemungkinan bakal digenapkan jadi 30 hari.

    Kepala Geofisika BMKG Balikpapan, Rasmid, mengatakan, berdasarkan hitungan dari BMKG Balikpapan, konjungsi atau ijtima hilal bakal terpantau pada pukul 18.58 Wita selama 38 detik atau setelah buka puasa.

    Pasalnya, jadwal buka puasa di Kota Balikpapan pada Sabtu (29/3/2025), terjadi pada pukul 18.23 Wita 

    “Berdasarkan hisab dari BMKG, pada 29 Maret 2025 ini, konjungsi atau posisi matahari, bulan, dan bumi sejajar, itu kan awalnya konjungsi atau ijtima. Itu terjadi pukul 18.58 Wita selama 38 detik,” kata Rasmid.

    Dengan kondisi hilal yang terpantau seusai buka puasa, maka kemungkinan besar Ramadan 2025 bakal digenapkan menjadi 30 hari.

    Dengan demikian, maka 1 Syawal diprediksi akan jatuh pada Senin (31/3/2025). Namun, keputusan penetapan 1 Syawal 1446 H akan diserahkan ke pemerintah melalui sidang isbat.

    Sementara, data pantauan hilal 1 Syawal di Kota Balikpapan akan diserahkan ke Pemerintah pusat sebagai bahan pembahasan sidang isbat.

  • Kisah Heroik Pria Disabilitas Selamatkan Wanita Melahirkan di Sungai

    Kisah Heroik Pria Disabilitas Selamatkan Wanita Melahirkan di Sungai

    Lombok Timur, Beritasatu.com – Aksi heroik Sahrul, pria disabilitas dengan kedua tangan buntung menyelamatkan seorang perempuan berinisial YN (18) yang melahirkan bayi seorang diri di pinggir sungai menuai pujian. Kejadian ini terjadi di Desa Selebung Ketangga, Kecamatan Keruak, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, Sabtu (29/3/2025). 

    Cerita Sahrul yang merupakan ketua Self-Help Group (SHG) Sopoq Angen Selebung Ketangga selama ini aktif memberi pendampingan hukum kepada warga disabilitas korban kekerasan seksual. 

    YN termasuk orang dengan disabilitas psikososial (ODDP) yang mengalami kekerasan seksual dalam empat bulan terakhir. Dia hamil akibat diperkosa hingga melahirkan bayi.

    SHG Sopoq Angen telah mempersiapkan berbagai kebutuhan persalinan YN, termasuk popok, tempat tidur bayi, bedak, selimut, dan perlengkapan lainnya, sebagai bentuk solidaritas dan kepedulian terhadap sesama.

    Sejak pagi hari, Sahrul bersama Atik, seorang kader Desa Selebung Ketangga telah berupaya membawa YN ke puskesmas terdekat lantaran kandungannya sudah memasuki masa persalinan. 

    Namun, karena belum menunjukkan tanda-tanda melahirkan yang signifikan, mereka memutuskan untuk kembali ke rumah. Tak disangka, ketika YN hendak pergi ke sungai untuk buang air besar, ia mengalami kontraksi hingga melahirkan tanpa bantuan medis.

    Ketika ditemukan oleh warga, YN telah melahirkan seorang bayi perempuan. Tetapi, kondisi kritis karena ari-ari bayi masih tertahan di dalam tubuh wanita itu. Warga yang panik segera mencari bantuan medis. 

    Beberapa bidan desa yang datang ke lokasi kejadian tidak berani mengambil tindakan medis lebih lanjut karena khawatir akan risiko pendarahan hebat yang dapat mengancam nyawa YN dan bayi.

    Dalam kondisi genting itu, Sahrul langsung membopong tubuh YN yang lemah walau kedua tangannya tidak sempurna. Kemudian YN dibopong ke jalan utama desa. Begitu ambulans tiba, YN langsung dibawa ke puskesmas dengan didampingi Sahrul. 

    Setelah mendapatkan penanganan medis, YN dan bayinya dinyatakan sehat. Sahrul yang mendampingi perawatan YN mengaku lega.

    “Kami hanya ingin memastikan ibu dan bayinya selamat. Saya tidak berpikir soal keterbatasan fisik saya, yang penting dia bisa segera ditolong,” ujar pria disabilitas itu.

    Kisah Sahrul menolong perempuan disabilitas tersebut melahirkan dengan cepat menyebar dan menjadi sumber inspirasi bagi orang-orang di Lombok Timur.

    Kisah ini membuktikan kemanusiaan dan keberanian sejati tidak ditentukan oleh kondisi fisik seseorang, melainkan oleh ketulusan niat dan tindakan nyata yang dilakukan untuk membantu orang lain. 

    Sahrul telah menunjukkan semangat solidaritas dan kepedulian dapat mengatasi segala keterbatasan.

    Cerita pilu dialami YN, perempuan disabilitas yang menjadi korban kekerasan seksual menyoroti pentingnya penguatan perlindungan terhadap kelompok rentan, termasuk penyandang disabilitas di Nusa Tenggara Barat. 

    Kasus ini juga menjadi pengingat akan perlunya peningkatan kesadaran dan penanganan yang lebih baik terhadap korban kekerasan seksual, terutama bagi kaum disabilitas.

  • Hilal di Ambon Belum Terlihat, Lebaran Jatuh 31 Maret?

    Hilal di Ambon Belum Terlihat, Lebaran Jatuh 31 Maret?

    Ambon, Beritasatu.com – Pengamatan hilal yang dilakukan di Kota Ambon, Maluku, hari ini, Sabtu (29/3/2025) tidak berhasil melihat tanda Lebaran yang akan dilangsungkan besok, Minggu (30/3/2025). Pengamatan dilakukan di depan Tugu Christina Martatiahahu, tetapi hilal tidak tampak.

    Kepala BMKG Kota Ambon Djati Cipto Kuncoro menjelaskan, waktu konjungsi hilal tercatat pada pukul 19.57.38 WIB, sedangkan waktu terbenam matahari adalah pada pukul 18.34.20 WIB. Sementara itu, waktu terbenam bulan tercatat pada pukul 18.25.17 WIB.

    “Pengamatan kami menunjukkan konjungsi hilal terjadi pada pukul 19.57.38 WIB, sementara matahari terbenam pada pukul 18.34.20 WIB dan bulan terbenam pada pukul 18.25.17 WIB,” ujar Djati Cipto Kuncoro kepada wartawan.

    Djati Cipto Kuncoro menjelaskan, pengamatan hilal tersebut dilakukan dengan menggunakan metode hisab, dengan ketinggian hilal pada -2 derajat Celsius. Menurutnya, ketinggian hilal tersebut sangat sulit untuk dilihat secara langsung.

    “Penghitungan kami menunjukkan ketinggian hilal berada pada -2 derajat, yang membuatnya sangat sulit untuk diamati,” tambahnya.

    Kepala BMKG Ambon mengonfirmasi, hilal di Kota Ambon belum dapat terlihat secara langsung. Meski, seluruh data yang diperoleh disampaikan kepada Kementerian Agama sebagai bahan referensi dalam pelaksanaan sidang isbat untuk menetapkan Lebaran oleh pemerintah.

  • Pawai Ogoh-ogoh di Gunungkidul Jadi Simbol Toleransi Beragama

    Pawai Ogoh-ogoh di Gunungkidul Jadi Simbol Toleransi Beragama

    Gunungkidul, Beritasatu.com – Umat Hindu di Gunungkidul, Yogyakarta, turut merayakan Hari Raya Nyepi Tahun Saka 1947 dengan menggelar pawai ogoh-ogoh pada Jumat (28/3/2025). 

    Pawai ogoh-ogoh di Gunungkidul ini menarik perhatian banyak warga, baik dari umat Hindu maupun agama lain, yang tumpah ruah di sepanjang jalan kabupaten untuk menyaksikan arak-arakan empat ogoh-ogoh yang diiringi kesenian budaya setempat.

    Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Gunungkidul menyampaikan, setelah upacara tawur agung di Candi Prambanan, umat Hindu di Kapanewon Ngawen langsung menggelar pawai adat ogoh-ogoh. Tradisi ini telah menjadi bagian dari agenda kebudayaan yang rutin diadakan di Gunungkidul setiap menjelang Nyepi.

    “Ini adalah momen luar biasa. Toleransi beragama terjaga dengan baik. Umat Hindu melaksanakan catur brata penyepian, sementara umat muslim menjalani ibadah puasa. Esensi keduanya sama, yakni untuk mendapatkan kesucian jiwa,” ujar Ketua PHDI Gunungkidul, Purwanto.

    Kapolres Gunungkidul AKBP Ary Murtini juga menyoroti pentingnya kebersamaan dan solidaritas antarumat beragama di wilayah ini.

    “Pawai ogoh-ogoh di Gunungkidul ini bukan hanya untuk umat Hindu, tetapi menjadi simbol keberagaman yang dirayakan bersama. Semakin beragam, semakin kuat semangat Bhinneka Tunggal Ika,” kata Ary Murtini.

  • Warga Negeri Kataloka di Seram Timur Salat Idulfitri Hari Ini

    Warga Negeri Kataloka di Seram Timur Salat Idulfitri Hari Ini

    Ambon, Beritasatu.com – Sebagian warga Negeri Kataloka, Kabupaten Seram Bagian Timur, Maluku, pada hari ini, Sabtu (29/3/2025), telah melaksanakan salat Idulfitri 1446 Hijriah. Salat tersebut dilaksanakan setelah mereka menjalani ibadah puasa selama satu bulan penuh yang dimulai pada 27 Februari hingga 28 Maret 2025.

    Masyarakat di Negeri Kataloka dan 12 desa administratif di wilayah ini memiliki cara tersendiri dalam menentukan awal puasa hingga Hari Raya Idulfitri atau 1 Syawal. 

    Secara umum, masyarakat di Negeri Kataloka dan Desa Namalean menggunakan metode hisab atau perhitungan bulan di langit untuk menentukan awal Ramadan.

    Metode tersebut diyakini akurat sesuai dengan posisi bulan. Warga menghitung bulan Syakban selama 15 hari di langit dan kemudian menghitung mundur untuk menentukan 1 Ramadan, yang jatuh tepat pada 27 Februari 2025. 

    Dengan demikian, pada 28 Maret 2025, mereka telah menjalani puasa selama satu bulan penuh, dan pada hari ini, Sabtu (29/3/2025) mereka melaksanakan salat Idulfitri 1446 Hijriah.

    Pada kesempatan tersebut, khatib Miju Rumonin menyampaikan, Idulfitri harus dijadikan sebagai momentum evaluasi diri. 

    “Idulfitri ini seharusnya kita jadikan sebagai momen untuk evaluasi diri,” ujarnya.

    Lebih lanjut, khatib juga mengimbau agar umat muslim saling memaafkan pada Hari Raya Idulfitri, melepaskan segala beban, dan menuju kemenangan. 

    “Kita harus kembali menjadi hamba yang baik bagi sesama manusia,” jelasnya.

    Di Negeri Kataloka dan 12 desa administratif di wilayah ini memiliki cara tersendiri dalam menentukan awal puasa dan Idulfitri, hal tersebut dilakukan sejak lama oleh masyarakat setempat. Meskipun berbeda dengan pemerintah dan Lebaran lebih awal, tetapi warga sekitar tetap tentram serta saling menghormati satu sama lainnya.

  • Jelang Lebaran, Omzet Pembuat Kue Kering di Polman Naik 3 Kali Lipat

    Jelang Lebaran, Omzet Pembuat Kue Kering di Polman Naik 3 Kali Lipat

    Polewali Mandar, Beritasatu.com – Menjelang Lebaran, pembuat dan penjual kue kering Fahmi Bakery and Cake di Jalan Haji Andi Depu, Kecamatan Polewali, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat ini sudah mulai kebanjiran orderan.

    Pekerja mulai sibuk memproduksi kue kering untuk Lebaran. Tingginya permintaan dari konsumen membuat perajin kue kering mengaku kewalahan hingga mereka terpaksa harus menambah jumlah karyawan dan bahkan harus lembur hingga malam hari untuk menyelesaikan pesanan konsumen.

    Setiap hari perajin kue kering ini mampu memproduksi ratusan toples kue kering berbagai jenis varian. Hingga H-3 Lebaran, pembuat kue kering telah menerima order pesanan kue kering hingga ratusan toples.

    Saat mendekati Lebaran omzetnya meningkat hingga 300 persen atau tiga kali lipat dari hari biasanya. Jika hari biasanya mereka hanya mampu memproduksi puluhan toples saja, tetapi mendekati Lebaran produksinya meningkat hingga 100 toples setiap hari.

    Pembuatan kue kering di Fahmi Bakery and Cake di Jalan Haji Andi Depu, Kecamatan Polewali, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat. – (Beritasatu.com/Muhammad Asyharuddin Arbab)

    Kue kering yang diproduksi bermacam-macam jenis varian, seperti kue nastar, cokelat stik, palem sugar, lidah kucing, cokelat beng-beng, dan beberapa jenis varian lainnya tergantung permintaan konsumen. Umumnya kue kering yang paling banyak diminati konsumen adalah kue nastar, cokelat stik, beng-beng, dan kue yang berbahan dasar cokelat.

    Harganya pun sangat terjangkau, mulai dari Rp 40.000 hingga Rp 50.000 per toples. Konsumen umumnya warga Polewali Mandar, tetapi ada juga pemesan yang berasal dari luar daerah seperti dari Kabupaten Mamuju, Majene, Pinrang, Kota Makassar, dan beberapa daerah lainnya.

    Salah satu konsumen bernama Tika mengatakan sengaja membeli kue kering untuk kebutuhan Lebaran. Ia lebih memilih membeli kue Lebaran daripada harus membuat sendiri di rumah karena sibuk bekerja dan tidak mau repot. 

    “Saya lagi cari kue buat Lebaran. Saya lebih pilih beli karena lebih praktis dan banyak pilihan daripada harus bikin sendiri. Harganya juga tidak terlalu mahal, standar lah. Kue yang saya beli ini jenisnya lidah kucing,” kata Tika kepada wartawan.

    Pembuatan kue kering di Fahmi Bakery and Cake di Jalan Haji Andi Depu, Kecamatan Polewali, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat. – (Beritasatu.com/Muhammad Asyharuddin Arbab)

    Menurutnya, ia lebih memilih belanja kue untuk kebutuhan di rumah karena ia tidak memiliki waktu untuk membuat sendiri lantaran sibuk bekerja.

    “Saya beli karena lebih praktis. Saya beli sekitar tujuh toples hanya untuk kebutuhan di rumah saja,” ujarnya soal pesanannya kepada pembuat kue kering.

    Sementara pemilik usaha kue kering Rusman toni mengatakan, saat mendekati bulan Ramadan omzetnya meningkat hingga 300% dibanding hari biasanya. “Sekitar 10 hari sebelum Lebaran biasanya sudah banyak permintaan jadi stok memang sudah siapkan untuk antisipasi. Bahkan saat malam Lebaran masih ada yang mencari,” ujarnya.

    “Kalau menjelang Lebaran kami biasanya siapkan 100 toples lebih per hari, menjelang Lebaran itu bisa sampai 1.500 toples biasanya,” tambahnya..

    Menurutnya, sistem penjualannya dipasarkan secara offline di galeri tokonya di Jalan Andi Depu serta secara online melalui akun media sosial.

    “Kami juga biasanya mengirim keluar daerah karena kita juga jajakan kue di media online, jadi biasanya ada pesanan dari reseller kemudian mereka jual kembali,” uja Rusman Toni yang memiliki usaha pembuatan kue kering di Polman ini.