Category: Beritasatu.com Regional

  • Polres Bantul Siagakan 742 Personel Amankan Malam Takbiran

    Polres Bantul Siagakan 742 Personel Amankan Malam Takbiran

    Bantul, Beritasatu.com – Polres Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengerahkan 742 personel untuk menjaga keamanan dan ketertiban selama malam takbiran dalam rangka menyambut Idulfitri 1446 Hijriah.

    “Sebanyak 742 personel akan disebar ke seluruh wilayah Bantul untuk mengantisipasi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat saat kegiatan takbir pada malam hari ini,” ujar Kapolres Bantul AKBP Novita Eka Sari, Minggu (30/3/2025).
     

    Novita menegaskan, Polres Bantul akan selalu siap menjaga keamanan masyarakat. Ia mengingatkan warga untuk mematuhi surat edaran (SE) Bupati Bantul yang tidak memperkenankan pelaksanaan takbiran keliling.

    Masyarakat dianjurkan untuk melaksanakan takbir di masjid atau musala secara khidmat dengan tetap menjaga ketertiban lingkungan. SE Bupati Bantul mengatur takbir keliling hanya boleh dilakukan dalam radius kapanewon setempat dan tidak diperkenankan melewati jalan protokol Kabupaten Bantul, seperti Jalan Jenderal Sudirman dari perempatan Gose hingga perempatan Klodran.
     

    “Peserta takbir keliling diminta untuk mematuhi larangan melewati Jalan Jenderal Sudirman yang merupakan jalan protokol di Bantul agar pada malam takbiran tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” ujarnya.

    Penggunaan pengeras suara juga diatur agar tidak mengganggu masyarakat lainnya.  “Pengeras suara atau sound system hanya dipergunakan dalam rangka syiar Idulfitri dan diupayakan tidak mengganggu masyarakat lainnya dengan mempertimbangkan ukuran decibel sound system yang tidak melebihi peruntukannya,” tambah Novita.

  • Jalan Poros Berau-Bulungan Amblas, Arus Mudik Lebaran Terganggu

    Jalan Poros Berau-Bulungan Amblas, Arus Mudik Lebaran Terganggu

    Berau, Beritasatu.com – Sehari menjelang Lebaran 2025, jalan poros yang menghubungkan Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara di Kabupaten Berau amblas hingga lebih dari dua meter. Kondisi ini mengakibatkan arus mudik terganggu.

    Peristiwa ini terjadi di Kilometer 14, Jalan Poros Berau-Bulungan, Kecamatan Gunung Tabur, pada Sabtu (29/3/2025) sore.  Dalam rekaman video amatir, belasan pemudik tampak kesulitan melanjutkan perjalanan akibat kondisi jalan yang patah hingga sedalam lebih dari dua meter. Beberapa kendaraan yang nekat melintas pun kesulitan melewati bagian jalan yang rusak.

    Salah satu bus Damri yang melayani rute Berau-Bulungan mengalami kerusakan pada bumper depan dan belakang setelah nekat melintas di jalan yang amblas.

    Salah seorang pemudik, Irwandi, mengaku tidak mengetahui kondisi jalan poros Berau yang amblas hingga mengalami kesulitan saat menuju Berau dari Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan.

    “Iya mudik dari Tanjung Selor ke Bulungan. Cukup mengganggu, semoga segera diperbaiki,” ujarnya kepada Beritasatu.com, Minggu (30/3/2025).

    Kapolres Berau AKBP Khairul mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Wilayah Kaltim untuk segera memperbaiki jalan yang amblas.

    “Kami sudah berkoordinasi dengan instansi terkait agar segera dilakukan perbaikan sementara, minimal dengan penimbunan, agar arus mudik antara Berau dan Bulungan tetap bisa berjalan,” jelas Khairul usai meninjau lokasi.

    Untuk memastikan kelancaran arus lalu lintas akibat jalan poros Berau-Bulungan amblas, Polres Berau menyiagakan delapan personel Satlantas bersama Polsek setempat di lokasi. Saat ini, diberlakukan sistem buka-tutup, mengingat jalur yang masih dapat dilewati hanya cukup untuk satu kendaraan roda empat.

  • Mobil Pelat Merah Tabrak Pemudik Sepeda Motor hingga Tewas

    Mobil Pelat Merah Tabrak Pemudik Sepeda Motor hingga Tewas

    Padang, Beritasatu.com – Sebuah mobil Hilux berpelat merah menabrak seorang pemudik sepeda motor hingga tewas di Jalan Lintas Padang menuju Kota Bukittinggi, tepatnya di Kecamatan Batang Anai, Padang Pariaman, Sumatera Barat, Sabtu (29/3/2025).

    Korban tewas diketahui bernama Hendriyanto yang saat itu tengah melakukan perjalanan mudik ke Sumatera Utara bersama sang istri, Yesi dengan mengendarai sepeda motor.

    Selain korban tewas, kecelakaan ini juga mengakibatkan enam orang mengalami luka-luka.

    Kecelakaan terjadi ketika sepeda motor yang dikendarai oleh korban dihantam oleh mobil Hilux berwarna putih dengan berpelat merah dan bernomor polisi BA 9930 GK yang diketahui sebagai kendaraan dinas.

    Mobil Hilux yang melaju dengan kecepatan tinggi diduga diduga kehilangan kendali hingga akhirnya menabrak bagian belakang truk yang sedang terparkir di tepi jalan.

    Benturan keras tersebut mengakibatkan Hendriyanto tewas di tempat, sementara istrinya mengalami patah tulang.

    Lima orang lainnya yang berada di dalam mobil Hilux mengalami luka-luka ringan dan langsung dilarikan ke RSUD Padang Pariaman untuk mendapatkan perawatan intensif.

    Akibat kecelakaan ini, bagian depan mobil Hilux mengalami kerusakan parah setelah menabrak bak truk yang terparkir sekitar dua meter dari badan jalan.

    Saat ini Unit Laka Lantas Polres Padang Pariaman telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) guna menyelidiki lebih lanjut penyebab kecelakaan tersebut.

    Kanit Laka Lantas Polres Padang Pariaman IPDA Rudi Purnama menyampaikan bahwa pihak kepolisian telah mengamankan lokasi kejadian dan akan melakukan investigasi lebih lanjut mengenai kecelakaan ini.

    “Kami telah melakukan olah TKP dan mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi. Dugaan awal menunjukkan bahwa pengemudi mobil Hilux kehilangan kendali sebelum menabrak sepeda motor dan truk yang terparkir. Kami akan menyelidiki lebih lanjut untuk menentukan penyebab pasti kecelakaan ini,” ujar IPDA Rudi Purnama.

    Setelah kecelakaan yang melibatkan mobil berpelat merah ini, kepolisian mengimbau para pengendara yang hendak melakukan perjalanan mudik untuk selalu berhati-hati dan mematuhi aturan lalu lintas guna menghindari kejadian serupa.

  • Polisi dan 1 Warga Tewas Ditikam Sekuriti di Rokan Hilir

    Polisi dan 1 Warga Tewas Ditikam Sekuriti di Rokan Hilir

    Pekanbaru, Beritasatu.com – Seorang anggota polisi yang berdinas di Polsek Sinaboi, Polres Rokan Hilir (Rohil) tewas ditikam oleh penjaga pos komplek Perumahan Walet Ahe, Kelurahan Bagan Barat, Kecamatan Bangko, Kabupaten Rokan Hilir, Riau. 

    Bripka Candra Lestari tewas bersimbah darah bersama seorang rekannya seusai ditikam penjaga pos bernama Marselinus Kuku (39). Peristiwa berdarah ini terjadi pada Sabtu (29/3/2025) sekira pukul 21.00 WIB. 

    Selain  dua korban tewas, satu korban lainnya bernama Dedi mengalami luka-luka dan sedang dirawat di RSUD Pratomo Bagansiapiapi, Rokan Hilir. 

    “Ketiga korban sudah dibawa ke rumah sakit, dua meninggal dunia dan satu lainnya dirawat. Yang meninggal salah satunya anggota Polri,” kata Kasat Reskrim Polres Rokan Hilir, Iptu Putu Adi Juni Winata, kepada Beritasatu.com, Minggu (30/4/2025). 

    Dijelaskan Putu, saat ini pelaku penikaman sudah diamankan di Polda Riau dan menjalani proses pemeriksaan lebih lanjut terkait peristiwa berdarah yang menyebabkan anggota Polri ini tewas. 

    Beredarnya kabar bahwa yang bersangkutan tewas di tempat hiburan malam Karaoke See You dibantah oleh pihak kepolisian. “TKP nya di jalan depan pos perumahan itu. Jadi korban tewas d tempat hiburan malam itu tidak benar,” tegas Putu terkait kasus polisi tewas ditikam tersebut. 

    Kronologi Kejadian
    Menurut keterangan saksi Sayuti dan Lili, sebelum kejadian ketiga korban sedang duduk di salah satu kedai tuak di Jalan Danau Biru Kepenghuluan Bagan Jawa Pesisir. 

    Sayuti bersama dengan rekannya Bripka Ali Asman Daulay, anggota Polsek Sinaboi, meninggalkan para korban menuju Karaoke See You di Perumahan Walet Ahe, Jalan Utama Kelurahan Bagan Barat, Kecamatan Bangko. 

    Beberapa saat berselang, ketiga korban juga berangkat menuju Walet Ahe. Sesampainya di pintu gerbang komplek tersebut, saksi Lili yang dibonceng oleh Bripka Candra Lestari memarkir kendaraan di Blok B Karaoke See You. 

    Kemudian, korban didatangi oleh pelaku yang tidak terima karena suara motor korban yang bising. Akibatnya terjadi cekcok dan perkelahian di pos jaga rumahan. Bripka Candra Lestari beserta dua korban lainnya ditikam oleh pelaku hingga berlumuran darah. Ketiga korban langsung dilarikan ke RSUD Pratomo Bagansiapiapi untuk mendapat perawatan. 

    Seusai mendapat tindakan medis di RSUD Pratomo, nyawa Bripka Candra Lestari dan rekannya Rinto tidak tertolong. Bripka Candra Lestari meninggal dunia dengan luka tusuk di dada sebelah kanan. Sedangkan rekannya Rinto meninggal dunia dengan luka tusuk di bagian ulu hati.

    “Dua orang meninggal dunia, dan satu masih dirawat. Satu korban atas nama Dedi selamat dan dalam keadaan masih sadar dengan luka tusuk di bagian punggung bawah. Mereka meninggal di tempat hiburan malam (Karaoke See You) itu tidak benar. Korban berkelahi dengan pelaku di pos sekuriti komplek. Saat ini kami masih melakukan pendalaman, setelah terang nanti akan dirilis,” tuturnya terkait kasus polisi tewas ditikam. 

  • Takbir Keliling di Bantul Dilarang Gunakan Pengeras Suara

    Takbir Keliling di Bantul Dilarang Gunakan Pengeras Suara

    Bantul, Beritasatu.com – Menjelang malam takbiran Lebaran 2025, Polres Bantul mengimbau masyarakat untuk mematuhi aturan dalam surat edaran (SE) bupati Bantul terkait pelaksanaan takbir keliling.

    Kapolres Bantul AKBP Novita Eka Sari menyampaikan, takbiran sebaiknya dilakukan secara khidmat di masjid atau musala dengan tetap menjaga ketertiban dan keamanan lingkungan.

    “Dalam SE bupati Bantul, takbir keliling hanya diperbolehkan dalam radius lingkungan Kapanewon setempat,” ujar Novita, Minggu (30/3/2025).

    Salah satu poin utama dalam imbauan tersebut adalah larangan melewati jalan protokol Kabupaten Bantul, khususnya di Jalan Jenderal Sudirman dari perempatan Gose hingga perempatan Klodran.

    “Peserta takbir keliling diminta mematuhi larangan ini agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” tambahnya.

    Selain itu, penggunaan pengeras suara juga diatur agar tidak mengganggu masyarakat. Sound system hanya diperbolehkan untuk syiar Idulfitri dengan tingkat kebisingan yang sesuai ketentuan.

    Peserta takbir keliling juga dilarang membawa senjata tajam, minuman keras, petasan, kembang api, serta barang-barang lain yang berpotensi membahayakan.

    “Dilarang membawa petasan atau kembang api yang bisa memicu provokasi,” tegas Novita.

    Kendaraan yang digunakan juga harus laik jalan, memiliki STNK resmi, dan tidak menggunakan knalpot brong. Pelaksanaan takbir keliling di Bantul akan dibatasi hingga pukul 23.00 WIB, dan peserta diimbau segera pulang tanpa membunyikan pengeras suara.

  • Harga Cabai Rawit di Merauke Tembus Rp 200.000 Per Kg

    Harga Cabai Rawit di Merauke Tembus Rp 200.000 Per Kg

    Merauke, Beritasatu.com – Menjelang Lebaran 2025, harga sejumlah bahan pokok di Merauke mengalami lonjakan signifikan. Cabai rawit dan daun seledri menjadi komoditas dengan lonjakan harga tertinggi.

    Berdasarkan pantauan harga bahan pokok di Pasar Wamanggu, Merauke, pada Minggu (30/3/2025), harga cabai rawit yang sebelumnya Rp 150.000 per kilogram kini naik menjadi Rp 200.000. Sementara itu, cabai merah keriting yang sebelumnya dijual Rp 140.000 per kilogram kini mencapai Rp 180.000.

    Salah satu pengunjung pasar, Yunny mengaku tetap membeli cabai rawit meski harganya tinggi. Menurutnya, membeli dalam jumlah kilogram lebih menguntungkan dibanding membeli secara eceran.

    “Cabai ini saya butuhkan untuk keperluan sehari-hari dan juga warung,” ujar Yunny.

    Selain cabai, harga daun seledri juga mengalami lonjakan drastis. Daun seledri yang sebelumnya dijual Rp 150.000 per kilogram kini melonjak hingga Rp 400.000. Bahkan, harga eceran per ikat yang sebelumnya Rp 10.000 kini naik menjadi Rp 50.000.

    Meski harga cabai rawit dan daun seledri naik, permintaan tetap tinggi menjelang Lebaran. Para pembeli harus berebut stok yang tersedia meskipun harga terus meningkat.

  • Ternyata Ini Alasan Gempa Myanmar Tak Berdampak ke Indonesia

    Ternyata Ini Alasan Gempa Myanmar Tak Berdampak ke Indonesia

    Jakarta, Beritasatu.com – Gempa bumi dengan magnitudo 7,7 yang melanda Myanmar hingga mengguncang Thailand dan China tidak berdampak terhadap aktivitas kegempaan di Indonesia. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan, hal ini dikarenakan beberapa faktor utama yang menjadikan gempa tersebut tidak mudah memicu gempa di wilayah Indonesia.

    Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG Daryono menjelaskan, perbedaan sumber gempa menjadi alasan utama. Jalur sesar sagaing yang memicu gempa di Myanmar tidak berlanjut ke wilayah Indonesia.

    “Jaraknya cukup jauh dari Indonesia. Ujung selatan jalur sesar sagaing hingga Pulau Sabang memiliki jarak sekitar 1.256 kilometer,” ujar Daryono, Minggu (30/3/2025).

    Dikatakan Daryono, setiap segmen sumber gempa mengalami rilis energi secara mandiri tanpa saling memicu. Setiap segmen memiliki besaran laju geser (slip-rate) dan akumulasi tegangan masing-masing. Apabila akumulasi medan tegangan melampaui batas elastisitas batuan, barulah terjadi pergeseran tiba-tiba yang mengakibatkan gempa.

    Ia juga menegaskan, tidak ada konsep atau teori yang menyatakan bahwa gempa dapat saling memicu atau merambat dari satu wilayah ke wilayah lainnya. Beberapa aktivitas gempa yang terjadi dalam waktu dan jarak berdekatan sebenarnya tidak memiliki keterkaitan. Apabila terjadi gempa yang berdekatan dalam jarak dan waktu, hal tersebut lebih bersifat kebetulan daripada saling berhubungan.

    Daryono menambahkan, hubungan antara gempa hanya berlaku untuk gempa utama dan gempa susulan. Pemicuan antar gempa bersifat statis, yang umumnya terjadi dalam jarak sangat dekat, misalnya gempa susulan (aftershocks) setelah gempa utama (mainshock).

    Teori pemicuan gempa secara dinamis memang memungkinkan, tetapi hanya berlaku pada gempa yang sangat dekat atau memiliki persyaratan kompleks tertentu. Transfer tegangan dinamis ini terjadi dalam skala yang lebih kecil dan melemah seiring bertambahnya jarak, sehingga sulit untuk menjelaskan secara empiris bahwa satu gempa dapat memicu gempa lain yang terjadi di lokasi jauh.

    Berdasarkan faktor-faktor tersebut, ia menegaskan aktivitas tektonik di zona sesar sagaing tidak serta-merta memengaruhi wilayah Indonesia. Indonesia memiliki sistem sumber gempa sendiri, baik dari sesar aktif maupun zona subduksi yang menjadi sumber utama aktivitas seismik.

    Meskipun gempa Myanmar tidak berdampak langsung terhadap Indonesia, BMKG tetap mengimbau masyarakat untuk selalu waspada terhadap potensi gempa di wilayahnya masing-masing. Sebagai langkah mitigasi, masyarakat yang tinggal di dekat jalur sesar aktif disarankan untuk membangun rumah dengan standar tahan gempa.

  • Jemaah Dakwah Syariah dan Khilalafah Gelar Salat Idulfitri Pagi Ini

    Jemaah Dakwah Syariah dan Khilalafah Gelar Salat Idulfitri Pagi Ini

    Samarinda, Beritasatu.com – Ratusan umat muslim dari kelompok dakwah Syariah dan Khilalafah Kota Samarinda, Kalimantan Timur, menggelar salat Idulfitri 1446 Hijriah lebih awal pada Minggu (30/3/2025) pagi. Ratusan jemaah itu melaksanakan salat Idulfitri di gedung olahraga di kawasan jalan Diponegoro, Kota Samarinda, karena menganut paham rukyatul hilal secara global.

    Sejak pukul 07.00 Wita, jemaah yang terdiri dari anak-anak hingga orang tua terus berdatangan memadati lapangan olahraga ini.

    Penanggung jawab Khilalafah Hamdani mengatakan memang seharusnya perayaan Idulfitri bagi seluruh umat muslim digelar secara serempak sehingga kebahagiaan bisa dirayakan secara bersama-sama.

    “Ketentuan yang insyaallah paling baik, paling maslahat bagi seluruh kaum muslimin mestinya mereka dalam satu kesatuan hari yang sama, dengan rukyatul hilal global istilahnya,” kata Hamdani kepada Beritasatu.com saat ditemui seusai pelaksanaan salat Idulfitri.

    Menurut Hamdani, alasan rukyatul hilal global jadi pedoman karena di sejumlah negara posisi hilal telah terpantau cukup jelas dengan posisi cukup tinggi. Selain itu, mereka memiliki pandangan umat muslim di dunia ini menempati bumi yang sama dan dengan hilal atau bulan yang sama. 

    “Namun kami tetap menghormati perbedaan waktu perayaan Idulfitri yang terjadi pada 2025 ini. Kami menilai perbedaan pandangan adalah hal yang wajar dalam agama Islam,” lanjutnya.

    Seusai melaksanakan salat Idulfitri, ratusan jemaah ini menutupnya dengan kegiatan bersalam-salaman untuk saling memaafkan.

  • Puncak Mudik Lebaran 2025, 25.820 Penumpang Diberangkatkan dari Daop 6

    Puncak Mudik Lebaran 2025, 25.820 Penumpang Diberangkatkan dari Daop 6

    Yogyakarta, Beritasatu.com – PT KAI Daop 6 Yogyakarta mencatat rekor pemberangkatan 25.820 penumpang kereta api dalam sehari pada puncak arus mudik Lebaran 2025 yang terjadi Jumat (28/3/2025). Jumlah ini menjadi capaian tertinggi selama periode pra-Lebaran.

    Manager Humas KAI Daop 6 Yogyakarta Feni Novida Saragih mengatakan, untuk memastikan kelancaran mudik, pihaknya menyediakan hingga 417.122 tempat duduk kereta api jarak jauh selama 21 Maret hingga 11 April 2025.

    “Hingga 29 Maret 2025 pukul 07.00 WIB, tiket KA Jarak Jauh telah terjual sebanyak 349.410 atau sekitar 84% dari total kapasitas,” ungkapnya kepada Beritasatu.com, Sabtu (29/3/2025).

    Penjualan tiket KA lokal tercatat mencapai 27.333 tiket, dengan tingkat okupansi 39% dari total tiket yang disediakan sebanyak 70.906.

    Pada 29 Maret pukul 07.00 WIB, tiket KA jarak jauh terjual 15.510 dalam sehari. Angka tersebut masih akan terus bertambah karena penjualan masih berlangsung pada mudik Lebaran 2025.

    KAI Daop 6 mengoperasikan 37 perjalanan kereta api jarak jauh per hari selama masa angkutan mudik Lebaran 2025, dengan tambahan satu KA relasi Yogyakarta-Gambir per 30 Maret 2025.

    Selain itu, tersedia 12 perjalanan tambahan untuk rute favorit demi memenuhi tingginya permintaan. KAI Daop 6 mengimbau pelanggan membawa dokumen identitas resmi dan tiket perjalanan untuk memperlancar proses boarding.

    “Pelanggan juga dapat memanfaatkan teknologi face recognition di tiga stasiun, yaitu Yogyakarta, Lempuyangan, dan Solo Balapan,” tambah Feni.

    KAI Daop 6 mengapresiasi kepercayaan masyarakat dalam memilih kereta api sebagai transportasi utama untuk mudik Lebaran 2025. “Kami terus berkomitmen meningkatkan layanan agar perjalanan pelanggan tetap aman, nyaman, dan berkesan,” tutupnya.

  • Resmi Dicabut! Sistem One Way Nasional Berakhir Hari Ini

    Resmi Dicabut! Sistem One Way Nasional Berakhir Hari Ini

    Cikampek, Beritasatu.com – Menjelang Lebaran 2025, Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi mengungkapkan, sistem satu arah (one way) nasional yang telah diberlakukan sejak Kamis (27/3/2025) dicabut pada hari ini, Minggu (30/3/2025). Pencabutan sistem tersebut direncanakan akan dilakukan di ruas tol Cikampek.

    “One way dicabut. Rencananya, pencabutan ini akan dilakukan bersama Pak Kakorlantas pada pukul 09.00 WIB pagi,” ujar Menhub Dudi dalam konferensi pers di Command Centre Jasa Marga pada Minggu (30/3/2025) pagi.

    Sementara itu, Kepala Korps Lalu Lintas Polri (Kakorlantas), Irjen Pol Agus Suryonugroho menjelaskan kepada Beritasatu.com, pihaknya telah menyiapkan skema rekayasa lalu lintas untuk mengantisipasi arus balik setelah pencabutan sistem one way.

    Selanjutnya, rekayasa lalu lintas akan dilakukan secara bertahap, dimulai dengan membuka satu lajur hingga tiga lajur, tergantung pada intensitas kendaraan yang melintas per jam.

    “Rekayasa ini didasarkan pada parameter yang jelas, bukan sekadar prediksi. Apabila hasil traffic counting radar menunjukkan 5.500 kendaraan per jam mengarah ke Jakarta, maka kami akan memberlakukan one way satu lajur. Apabila volume kendaraan meningkat menjadi 6.400 per jam, maka kami akan menerapkan contraflow di dua lajur. Jika contraflow di dua lajur masih belum mencukupi, kemungkinan akan diperpanjang hingga  kilometer 47 menuju Jakarta,” jelas Agus.

    Selain itu, Agus juga menyebutkan pihaknya telah menyiapkan beberapa skenario rekayasa lalu lintas, termasuk penerapan contraflow untuk arus balik. 

    “Kami telah menyusun berbagai skenario, baik untuk contraflow arus balik yang dimulai dari kilometer 70 hingga kilometer 37,” katanya.

    Agus menambahkan, rekayasa lalu lintas berupa one way lokal tetap akan diterapkan di beberapa lokasi strategis. Selain itu, pihaknya juga akan melaksanakan one way lokal. 

    “Tahapannya dimulai dari kilometer 70 ke arah timur, dan bisa juga dari Kalikangkung ke arah barat,” tandasnya yang juga menjelaskan tentang sistem one way yang dicabut hari ini.