Category: Beritasatu.com Regional

  • Arus Balik Lebaran 2025 di Kulonprogo Meningkat, Polisi Rekayasa Lalin

    Arus Balik Lebaran 2025 di Kulonprogo Meningkat, Polisi Rekayasa Lalin

    Kulonprogo, Beritasatu.com – Arus balik Lebaran 2025 di Kabupaten Kulonprogo, Yogyakarta mengalami peningkatan signifikan pada H+1 dan H+2. Lalu lintas di jalur utama menuju Yogyakarta dan Purworejo padat sehingga Polres Kulonprogo menerapkan rekayasa lalu lintas (lalin) guna mengurangi kemacetan.

    Peningkatan jumlah kendaraan terpantau di jalan nasional Yogyakarta-Purworejo. Untuk mengantisipasi kepadatan, kepolisian melakukan berbagai langkah strategis, termasuk penarikan kendaraan secara manual di beberapa lokasi, seperti Pos Ngeplang, Pos Nggelo, Pos Tugu Pensil, Pos Milir, dan Pos Karangnongko.

    “Petugas di lapangan mengatur arus agar kendaraan tetap lancar, terutama di lokasi-lokasi rawan kemacetan,” ujar Kaposko Ops Ketupat Progo 2025 Polres Kulonprogo Ipda Indra Dedy Saputra kepada Beritasatu.com, Rabu (2/4/2025).

    Polres Kulonprogo juga berkoordinasi dengan Polres Bantul dan Pos Pam Klangon untuk mengatur lalu lintas agar kendaraan tidak berhenti di atas Jembatan Bantar. Selain itu, jalur Simpang Lima Tugu Brosot mengalami lonjakan sehingga kendaraan dari arah Bantul dialihkan ke Jalan Daendels untuk mengurangi kepadatan.

    “Kami menutup jalur ke barat dengan water barrier dan traffic cone untuk mengatur arus kendaraan,” tambah Ipda Indra Dedy Saputra terkait arus balik Lebaran 2025 di Kulonprogo.

    Di Simpang Empat Glagah, lalu lintas tetap ramai tetapi lancar. Petugas memastikan kendaraan besar tidak berhenti di atas Jembatan Glagah guna mencegah risiko kecelakaan.

    Objek wisata Pantai Glagah juga mengalami lonjakan pengunjung. Namun kepolisian tetap mengimbau wisatawan agar tidak berenang di laut demi keselamatan.

    Sementara itu, Simpang Empat Dekso yang menjadi jalur utama dari Magelang ke Sleman dan Kulonprogo mengalami peningkatan arus meskipun masih terkendali. Kawasan wisata kuliner di Simpang Empat Kenteng Nanggulan masih dalam kondisi normal. Namun petugas siap melakukan rekayasa jika diperlukan.

    Kasatlantas Polres Kulonprogo AKP Priya Trihandaya mengingatkan, pemudik untuk selalu mengecek kondisi kendaraan dan mematuhi aturan lalu lintas. “Keselamatan adalah prioritas utama. Pastikan kendaraan dalam kondisi baik dan selalu patuhi rambu-rambu lalu lintas,” ujar AKP Priya Trihandaya.

    Dengan berbagai langkah yang telah diambil, Polres Kulonprogo berharap arus balik Lebaran 2025 dapat berjalan aman dan lancar. Petugas akan terus memantau situasi lalu lintas di lokasi rawan guna memastikan kenyamanan dan keselamatan pemudik.

  • Keluarga Apresiasi TNI AL Usut Tuntas Oknum Bunuh Jurnalis Juwita

    Keluarga Apresiasi TNI AL Usut Tuntas Oknum Bunuh Jurnalis Juwita

    Banjarmasin, Beritasatu.com – Penyelidikan terhadap tewasnya jurnalis wanita bernama Juwita (23) yang ditemukan tewas terbunuh masih terus dilakukan. Keluarga korban mengapresiasi upaya penyidik Detasemen Polisi Militer Pangkalan TNI Angkatan Laut (Denpomal) Banjarmasin dalam mengusut kasus ini. 

    Dugaan kuat mengarah pada seorang anggota TNI AL berinisial Kelasi Satu J sebagai pelaku.

    “Penyidik telah dua kali memanggil keluarga korban untuk melengkapi berita acara pemeriksaan (BAP) dalam rangka mendalami kasus ini,” ujar kuasa hukum keluarga korban, Muhamad Pazri, setelah menghadiri pemeriksaan di Denpomal Banjarmasin, Rabu (2/4/2025) dikutip dari Antara.

    Terduga pelaku telah ditahan sejak Jumat (28/3/2025) malam setelah pihak Denpomal Balikpapan menyerahkannya ke Denpomal Banjarmasin. Sebelumnya, pelaku berdinas di Lanal Balikpapan.

    “Sejak awal, penyidik bekerja keras, mulai dari proses di Balikpapan hingga Banjarmasin. Semua pihak berupaya agar kasus ini dapat segera terungkap,” tambah Pazri.

    Pazri juga mengungkapkan penyidik berhasil menemukan fakta baru, yakni pelaku sempat menyewa mobil pada hari kejadian sebelum menghabisi nyawa korban. Mobil tersebut kemudian ditemukan berpindah lokasi di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan.

    Selain itu, penyelidikan menunjukkan pelaku menggunakan identitas asli saat menyewa mobil di kawasan Jalan Golf Landasan Ulin, Kota Banjarbaru.

    Meskipun ada indikasi kekerasan seksual berdasarkan bukti awal, Pazri enggan berspekulasi lebih jauh mengenai motif pembunuhan, termasuk apakah berkaitan dengan hubungan asmara. Ia menegaskan hal ini merupakan kewenangan penyidik untuk diungkap dalam gelar perkara.

    Seluruh bukti yang dimiliki keluarga telah diserahkan kepada penyidik. Dalam berita acara pemeriksaan, pihak keluarga dan penyidik memiliki pemahaman yang sama mengenai kronologi kejadian, meski belum dapat dipublikasikan karena masih dalam tahap pendalaman.

    Selain itu, penyidik Denpomal Banjarmasin juga telah menerima sejumlah barang bukti dari Polda Kalsel dan Denpomal Balikpapan guna mengungkap rangkaian peristiwa dalam kasus jurnalis Juwita yang tewas dibunuh anggota TNI AL.

  • TNI AL Dalami Cairan Putih dan Luka di Kemaluan Jurnalis Juwita

    TNI AL Dalami Cairan Putih dan Luka di Kemaluan Jurnalis Juwita

    Banjarmasin, Beritasatu.com – Keluarga Juwita (23), seorang jurnalis di Banjarbaru, Kalimantan Selatan (Kalsel), yang tewas dibunuh oleh anggota TNI Angkatan Laut, meminta penyidik Detasemen Polisi Militer Pangkalan TNI Angkatan Laut (Denpomal) Banjarmasin untuk menelusuri lebih lanjut temuan cairan putih serta luka lebam di area kemaluan korban.

    “Saat autopsi dilakukan, dokter forensik mengizinkan pihak keluarga untuk menyaksikan. Ini murni pembunuhan. Namun, yang menjadi perhatian utama adalah adanya cairan putih (sperma) dalam rahim korban dengan volume cukup banyak serta luka-luka di area tersebut. Hal ini perlu diselidiki lebih lanjut,” ujar kuasa hukum keluarga, Muhamad Pazri, setelah menghadiri pemeriksaan penyidik di Denpomal Banjarmasin, Rabu (2/4/2025) dikutip dari Antara.

    Pazri mewakili keluarga korban meminta agar uji laboratorium forensik dilakukan di Surabaya atau Jakarta, mengingat fasilitas tersebut belum tersedia di Kalsel.

    “Jumlah cairan putih yang ditemukan cukup banyak, sehingga perlu diperjelas. Apakah ini berasal dari satu orang atau lebih? Ini yang harus diungkap melalui penyelidikan lebih lanjut,” katanya.

    Keluarga berharap cairan putih tersebut segera menjalani uji DNA di laboratorium forensik luar daerah agar fakta-fakta dalam kasus ini bisa segera terungkap, termasuk motif di balik pembunuhan tersebut.

    Pazri menjelaskan dokter forensik sudah mengambil sampel cairan untuk diuji. Namun, mengenai lokasi pengujian, keputusan sepenuhnya ada di tangan penyidik.

    Menurutnya, pemeriksaan laboratorium sangat penting untuk memastikan apakah cairan tersebut berasal dari terduga pelaku Kelasi Satu J atau ada kemungkinan keterlibatan pihak lain.

    “Kami juga telah menyerahkan bukti berupa foto dan rekaman video kepada penyidik, yang menunjukkan indikasi kekerasan seksual sebelum korban dibunuh,” tambahnya.

    Hingga pemeriksaan kedua terhadap keluarga korban, Denpomal Banjarmasin belum memberikan pernyataan resmi kepada media.

  • Berawal Kenal di Medsos, Begini Kronologi Tewasnya Jurnalis Juwita

    Berawal Kenal di Medsos, Begini Kronologi Tewasnya Jurnalis Juwita

    Banjarmasin, Beritasatu.com – Penyelidikan terhadap kematian seorang jurnalis di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, bernama Juwita (23) terus dilakukan Detasemen Polisi Militer Pangkalan TNI Angkatan Laut (Denpomal) Banjarmasin. Dari pemeriksaan yang dilakukan terungkap kronologi tewasnya Juwita oleh seorang anggota TNI AL berinisial Kelasi Satu J.

    Hal ini diungkapkan kuasa hukum keluarga, Muhamad Pazri seusai memenuhi panggilan penyidik di Detasemen Polisi Militer Pangkalan TNI Angkatan Laut (Denpomal) Banjarmasin, Rabu (2/4/2025).

    Menurut Pazri, pelaku berdalih kelelahan setelah suatu kegiatan dan meminta korban memesankan kamar hotel. Tanpa curiga, korban memenuhi permintaan tersebut. Ketika bertemu di hotel, pelaku memaksa korban masuk ke kamar, mendorongnya ke tempat tidur, serta melakukan tindak kekerasan seksual.

    “Korban dan pelaku awalnya berkenalan melalui media sosial pada September 2024, kemudian berkomunikasi dan bertukar nomor telepon. Dalam rentang 25-30 Desember, pelaku meminta korban untuk memesan kamar hotel di Banjarbaru,” ungkap Pazri.

    Ia menjelaskan pemerkosaan pertama terhadap jurnalis Juwita terjadi dalam rentang waktu 25-30 Desember 2024 dan yang kedua pada 22 Maret 2025, hari di mana korban ditemukan tewas.

    “Korban menceritakan semua kejadian ini kepada kakak iparnya pada 26 Januari 2025, bahkan menunjukkan bukti berupa video pendek dan beberapa foto,” tambahnya.

  • Keluarga Apresiasi TNI AL Usut Tuntas Oknum Bunuh Jurnalis Juwita

    Sebelum Dibunuh, Jurnalis Juwita Diperkosa 2 Kali oleh Oknum TNI AL

    Banjarmasin, Beritasatu.com – Fakta baru terungkap dalam kematian seorang jurnalis di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, bernama Juwita (23) yang tewas dibunuh. Kuasa hukum keluarga Juwita menyebut terduga pelaku, yakni seorang anggota TNI AL berinisial Kelasi Satu J, diduga telah melakukan kekerasan seksual terhadap korban sebanyak dua kali sebelum akhirnya menghabisi nyawanya.

    “Berdasarkan bukti yang ada, korban mengalami kekerasan seksual berupa tindakan pemerkosaan,” ujar kuasa hukum keluarga, Muhamad Pazri seusai memenuhi panggilan penyidik di Detasemen Polisi Militer Pangkalan TNI Angkatan Laut (Denpomal) Banjarmasin, Rabu (2/4/2025) dikutip dari Antara.

    Ia menjelaskan pemerkosaan pertama terhadap jurnalis Juwita terjadi dalam rentang waktu 25-30 Desember 2024 dan yang kedua pada 22 Maret 2025, hari di mana korban ditemukan tewas.

    “Korban dan pelaku awalnya berkenalan melalui media sosial pada September 2024, kemudian berkomunikasi dan bertukar nomor telepon. Dalam rentang 25-30 Desember, pelaku meminta korban untuk memesan kamar hotel di Banjarbaru,” ungkap Pazri.

    Menurut Pazri, pelaku berdalih kelelahan setelah suatu kegiatan dan meminta korban memesankan kamar hotel. Tanpa curiga, korban memenuhi permintaan tersebut. Ketika bertemu di hotel, pelaku memaksa korban masuk ke kamar, mendorongnya ke tempat tidur, serta melakukan tindak kekerasan seksual.

    “Korban menceritakan semua kejadian ini kepada kakak iparnya pada 26 Januari 2025, bahkan menunjukkan bukti berupa video pendek dan beberapa foto,” tambahnya.

    Dalam video berdurasi sekitar lima detik tersebut, korban merekam pelaku yang tengah mengenakan pakaian setelah melakukan aksinya. Pazri menyebut korban terlihat ketakutan, terlihat dari rekaman yang bergetar.

    Hingga saat ini, Denpomal Banjarmasin belum memberikan keterangan resmi kepada media. Namun, terduga pelaku J, yang sebelumnya bertugas di Lanal Balikpapan, telah diserahkan oleh Denpomal Balikpapan ke Denpomal Banjarmasin untuk ditahan pada Jumat (28/3/2025) malam.

    Sebelumnya dikabarkan Juwita, seorang jurnalis media daring lokal di Banjarbaru, ditemukan tewas pada 22 Maret 2025 di Gunung Kupang, Kelurahan Cempaka, Kecamatan Cempaka, Kota Banjarbaru. Jasadnya ditemukan tergeletak di tepi jalan bersama sepeda motornya. Awalnya Juwita diduga sebagai korban kecelakaan tunggal.

    Namun, warga yang pertama kali menemukan jasadnya tidak melihat tanda-tanda kecelakaan lalu lintas. Luka lebam ditemukan di bagian leher korban, sementara ponselnya dilaporkan hilang. Kondisi tersebut memunculkan dugaan kalau jurnalis Juwita yang telah mengantongi uji kompetensi wartawan (UKW) dengan kualifikasi wartawan muda ini ini tewas dibunuh. 

  • Semburkan Abu Vulkanik 1.000 Meter, Gunung Marapi Kembali Erupsi

    Semburkan Abu Vulkanik 1.000 Meter, Gunung Marapi Kembali Erupsi

    Padang, Beritasatu.com – Gunung Marapi di Kabupaten Agam dan Tanah Datar, Sumatera Barat (Sumbar) kembali erupsi dengan melontarkan abu vulkanik setinggi 1.000 meter di atas puncak, Rabu (2/4/2025) sore.

    “Terjadi erupsi Gunung Marapi pukul 16.04 WIB dengan tinggi kolom abu teramati sekitar 1.000 meter di atas puncak gunung,” kata petugas Pos Gunung Api (PGA) Gunung Marapi Teguh di Padang.

    Ia mengatakan kolom abu vulkanik teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah timur. Letusan tersebut terekam pada seismogram dengan amplitudo maksimum 30,3 milimeter dan durasi sekitar 39 detik.

    Pada pukul 06.25 WIB, Gunung Marapi juga erupsi dengan tinggi kolom terpantau sekitar 350 meter di atas puncak. Catatan Pos Gunung Api, letusan itu berdurasi sekitar 57 detik dengan amplitudo 1,6 milimeter.

    Petugas PGA Gunung Marapi lainnya Ahmad Rifandi mengingatkan masyarakat untuk selalu mematuhi seluruh rekomendasi yang dikeluarkan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

    “Kami mengimbau agar masyarakat mematuhi semua rekomendasi yang dikeluarkan oleh PVMBG,” kata dia dikutip dari Antara.

    Ia menegaskan agar tidak ada masyarakat mencoba mendaki Gunung Marapi mengingat saat ini masih dalam kondisi libur Idulfitri 1446 Hijriah.

    BKSDA Sumbar bersama Pemerintah Kabupaten Agam dan Tanah Datar telah bersepakat menutup jalur pendakian ke Gunung Marapi.

    Merujuk data PVMBG, aktivitas vulkanik Gunung Marapi berada pada level II atau waspada. Dengan status tersebut, PVMBG mengeluarkan sejumlah rekomendasi, di antaranya masyarakat, pendaki, atau pengunjung diminta tidak memasuki atau berkegiatan di wilayah dengan radius 3 kilometer dari pusat erupsi (Kawah Verbeek) Gunung Marapi.

    PVMBG juga mengimbau masyarakat yang bermukim di sekitar lembah, aliran atau bantaran sungai-sungai yang airnya berhulu di puncak Gunung Marapi untuk selalu mewaspadai potensi ancaman bahaya banjir lahar hujan yang dapat terjadi, terutama saat musim hujan.

  • Pengungsi Gunung Lewotobi Laki-laki Temukan 16 Granat dan 393 Amunisi

    Pengungsi Gunung Lewotobi Laki-laki Temukan 16 Granat dan 393 Amunisi

    Kupang, Beritasatu.com – Pengungsi erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki menemukan 16 granat dan 393 amunisi saat menggali lubang tangki septik (septic tank) di sekitar hunian sementara (huntara) Desa Konga, Kecamatan Titehena, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT). 

    Kasubsi PIDM SiHumas Polres Flores Timur Iptu Anwar Sanusi mengatakan kondisi granat dan amunisi itu masih aktif. “Masih aktif sehingga diamankan di bungker sementara waktu,” katanya dikutip dari Antara, Rabu (2/4/2025).

    Granat dan amunisi diduga peninggalan Perang Dunia II itu ditemukan pada Selasa (1/4/2025), di huntara yang ditempati para pengungsi meletusnya Gunung Lewotobi Laki-laki.

    Belasan granat aktif itu masih diamankan di sebuah bungker yang dibuat di lahan kosong yang jauh dari permukiman warga, karena masih menunggu kedatangan Tim Penjinak Bom (Jibom) Detasemen Gegana Brimob Polda NTT dari Kupang.

    “Lokasi bungker yang dibuat jauh dari pemukiman. Sementara amunisi berupa peluru diamankan di posko pengamanan TNI-Polri di Huntara Konga,” kata Kapolres Flores Timur AKBP Adhitya Octorio Putra.

    Tipe granat aktif yang ditemukan oleh pengungsi erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki adalah tipe 97 dengan panjang mencapai 3,78 inci atau 9,6 sentimeter dengan berat 65 gram atau 2,3 ons.

    Dilihat dari bentuknya, kata Adhitya, kemungkinan granat itu adalah peninggalan Perang Dunia II.

  • Arus Balik Lebaran 2025, Delay System Diterapkan di Bakauheni

    Arus Balik Lebaran 2025, Delay System Diterapkan di Bakauheni

    Lampung, Beritasatu.com – Menjelang arus balik Lebaran 2025, Polda Lampung telah menyiapkan berbagai strategi untuk mengatasi kepadatan kendaraan di Pelabuhan Bakauheni. Salah satunya adalah skema delay system.

    Kapolda Lampung Inspektur Jenderal Polisi Helmy Santika menyampaikan,  pihaknya siap mengawal para pemudik dalam perjalanan kembali ke daerah asal mereka.

    “Untuk mengatasi arus balik Lebaran 2025, kami telah menyiapkan strategi delay system. Namun, pelaksanaannya bergantung pada volume kendaraan yang ada. Apabila kepadatan masih dalam batas wajar, kami akan mengoptimalkan penggunaan kantong parkir di sekitar pelabuhan,” ujar Helmy, Rabu (2/4/2025).

    Kapolda menjelaskan, penerapan delay system tahun ini mengacu pada sistem yang telah diterapkan sebelumnya, dengan indikator kepadatan lalu lintas yang dibagi menjadi tiga kategori, yaitu hijau, kuning, dan merah.

    Apabila tingkat kepadatan mencapai kategori kuning, yang berarti antrean kendaraan telah mencapai kilometer 4, maka delay system akan diaktifkan. Kendaraan akan ditahan sementara di rest area atau kantong parkir di jalur lintas tengah, timur, dan barat menuju Pelabuhan Bakauheni.

    Selain itu, Polda Lampung juga bekerja sama dengan pihak terkait untuk menerapkan mekanisme skrining tiket di beberapa titik, termasuk di rest area Tol Lampung dan jalan lintas serta arteri. Skrining ini bertujuan untuk membantu pemudik yang belum memiliki tiket penyeberangan.

    “Skrining tiket telah dilakukan di beberapa rest area, seperti di kilometer 49 dan 20, serta di sejumlah jalan arteri. Proses ini telah dimulai sejak periode arus mudik dan diharapkan dapat mempermudah masyarakat yang belum memiliki tiket,” tambahnya.

    Berdasarkan data dari PT ASDP Cabang Bakauheni Lampung Selatan, jumlah pemudik yang telah memasuki Pulau Sumatera melalui Pelabuhan Bakauheni dan Pelabuhan Wika tercatat sebanyak 933.804 orang. Data ini dihimpun sejak H-10 hingga hari kedua Lebaran 2025.

    Dengan strategi yang telah disiapkan, Helmy berharap arus balik Lebaran 2025 dapat berjalan lancar dan dapat mengurangi potensi kepadatan di Pelabuhan Bakauheni.

  • Kasus Warga dan TNI Keroyok Polisi di Muba, 6 Orang Jadi Tersangka

    Kasus Warga dan TNI Keroyok Polisi di Muba, 6 Orang Jadi Tersangka

    Kendari, Beritasatu.com – Sebanyak enam orang sipil menjadi tersangka buntut kasus sekelompok warga dan dua anggota TNI mengeroyok tiga polisi di depan Mapolsek Tiworo Tengah, Kabupaten Muna Barat (Muba), Sulawesi Tenggara (Sultra) yang sempat viral di media sosial.

    “Dari sembilan saksi yang kita periksa, sementara terindikasi masih enam (tersangka), yang lain masih kita dalami. Keenam tersangka saat ini masih ditahan,” kata Kapolda Sultra Irjen Dwi Irianto di Kendari, dikutip dari Antara, Rabu (2/4/2025).

    Ketiga polisi yang menjadi korban pengeroyokan, adalah Bripda Hendi dan Bripdu Supriadi yang merupakan personel Polres Muna, serta Bripda Abdi Mah Putra dari Satuan Brimob Polda Sultra.

    Pengeroyokan terjadi saat ketiga polisi melakukan pengamanan malam takbiran Idulfitri 1446 Hijriah pada Senin (31/3/2025) dini hari di depan Mapolsek Tiworo Tengah.

    Peristiwa yang melibatkan sekelompok warga dan dua prajurit TNI tersebut mengakibatkan tiga polisi mengalami luka-luka. Dua anggota TNI diduga terlibat pengeroyokan, yakni Serda AN, anggota Datasemen Intel Korem Palu dan Pratu R, anggota Kodim Kendari.

    Dugaan keterlibatan dua anggota TNI dalam insiden ini telah ditangani oleh polisi militer (POM). 

    Komandan Korem (Dandrem) 143 Haluoleo Brigjen TNI R Wahyu Sugiarto mengungkapkan pihaknya akan menindak lanjuti kasus tersebut dengan tegas.

    “Yang jelas ini masih dalam proses. Namun, jika melihat dari unsur yang ada, ini sudah masuk pelanggaran. Proses hukum akan kami tindaklanjuti,” ujarnya.

    Menurut Wahyu, TNI tidak akan memberikan perlindungan bagi personel yang melanggar hukum. “Semua yang terlibat akan diproses sesuai hukum yang berlaku,” ujarnya terkait kasus pengeroyokan tiga polisi oleh warga dan anggota TNI.

  • Arus Balik Lebaran 2025, Delay System Diterapkan di Bakauheni

    H+2 Lebaran, 40.642 Pemudik Tinggalkan Pelabuhan Bakauheni

    Lampung, Beritasatu.com – Sebanyak 40.642 pemudik meninggalkan Pelabuhan Bakauheni, Lampung, menuju Pelabuhan Merak hingga H+2 Lebaran 2025, Rabu (2/4/2025). Angka ini tercatat selama periode 1 April 2025 pukul 08.00 WIB hingga 2 April 2025 pukul 08.00 WIB.

    Pantauan Beritasatu.com pada pukul 10.00 WIB, pergerakan penumpang dan kendaraan dari Pelabuhan Bakauheni menuju Pelabuhan Merak masih terlihat normal. Tidak terlihat adanya antrean panjang di kantong parkir, baik di dermaga eksekutif maupun reguler.

    Menurut PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Bakauheni, total kendaraan yang menyeberang mencapai 9.903 unit, dengan dominasi kendaraan pribadi dan angkutan umum sebanyak 5.880 unit. Sementara itu, sepeda motor tercatat sebanyak 3.425 unit.

    Pihak ASDP memprediksi lonjakan arus balik akan terjadi pada 5 hingga 7 April 2025. Sebagai langkah antisipasi, mereka telah menyiapkan berbagai strategi untuk mengatasi kepadatan pergerakan penumpang dan kendaraan.

    ASDP bekerja sama dengan Kementerian Perhubungan telah menerapkan sistem delaying dan buffer zone di beberapa titik ruas tol Bakauheni-Terbanggi Besar dan jalur non-tol. Langkah ini diambil guna memastikan kelancaran arus balik pada masa puncak.

    Selain itu, untuk meringankan beban biaya pemudik, ASDP juga memberikan diskon tarif penyeberangan sebesar 21% hingga 36% yang berlaku mulai 3 hingga 7 April 2025, termasuk di Pelabuhan Bakauheni. Diskon ini bertujuan untuk mengurangi kepadatan di dermaga serta memperlancar arus balik.