Category: Beritasatu.com Regional

  • Jembatan Meureudu yang Putus Akibat Banjir Aceh Kembali Bisa Dilintasi

    Jembatan Meureudu yang Putus Akibat Banjir Aceh Kembali Bisa Dilintasi

    Banda Aceh, Beritasatu.com – Jembatan Krueng Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya, Aceh yang putus diterjang banjir bandang pada akhir November 2025 mulai difungsikan lagi setelah selesai penanganan sementara bagian opritnya. Jembatan di lintasan Jalan Nasional Banda Aceh-Medan itu resmi dibuka kembali, Jumat (12/12/2025). 

    “Kami dari Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya dengan resmi menyatakan jembatan ini dibuka untuk umum,” kata Bupati Pidie Jaya Sibral Malasyi.

    Sibral mengingatkan masyarakat maupun pengendara untuk berhati-hati dan waspada saat melintasi jembatan tersebut karena saat ini penanganannya masih bersifat sementara atau darurat. Kondisi jalan juga masih licin dan belum diaspal. 

    PPK 1.2 Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh Rita Marleni mengatakan penanganan sementara oprit Jembatan Krueng Meureudu telah berhasil diselesaikan sehingga sudah dapat dilintasi kembali kendaraan.

    “Penanganan sementara terhadap kerusakan oprit Jembatan Krueng Meureudu sudah dilakukan. Alhamdulillah, jembatan mulai fungsional dan kembali dibuka sejak hari ini,” ujar Rita Marleni.

    Jembatan Krueng Meureudu merupakan jalur penting penghubung Banda Aceh menuju Kabupaten Bireuen hingga ke Sumatera Utara.

    Sebelumnya, BPJN Aceh telah melakukan sejumlah penanganan, seperti penimbunan oprit jembatan serta pemasangan batu boulder untuk mempercepat pemulihan akses jalur nasional lintas timur Aceh itu.

    Selain itu, BPJN Aceh juga telah menyelesaikan pembersihan jalan pendekat Jembatan Krueng Meureudu dari lumpur tebal sisa banjir bandang.

    Diketahui, Jembatan Krueng Meureudu putus diterjang banjir bandang pada Rabu (26/11/2025). Akibatnya, akses Jalan Banda Aceh-Medan yang merupakan jalur utama penghubung Aceh dengan Sumatera Utara putus total.

  • Mendes Izinkan Dana Desa Dipakai untuk Pemulihan Bencana Aceh-Sumatera

    Mendes Izinkan Dana Desa Dipakai untuk Pemulihan Bencana Aceh-Sumatera

    Tangerang, Beritasatu.com – Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT), Yandri Susanto menyampaikan, untuk mempercepat pemulihan di daerah terdampak bencana di Aceh dan Sumatera, Kemendes PDT memberi kelonggaran bagi kepala desa di tiga provinsi, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, untuk mengalihkan penggunaan dana desa bagi penanganan dan pemulihan pascabencana.

    “Boleh (pakai dana desa). Dahulu waktu Covid-19 kan digunakan, malah ke sana semua,” kata Yandri di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Jumat (12/12/2025).

    Ia menjelaskan, dana desa merupakan sumber pendanaan paling cepat yang bisa dimanfaatkan pemerintah desa ketika kondisi darurat membutuhkan tindakan segera.

    Selain kebijakan anggaran, Kemendes PDT juga memprioritaskan pengiriman bantuan langsung ke lokasi bencana untuk memulihkan layanan dasar yang terhenti akibat kerusakan fasilitas dan infrastruktur.

    Saat ini fase tanggap darurat kini telah memasuki tahap pemulihan dan rehabilitasi jangka menengah. Prioritas utama adalah memulihkan fungsi pemerintahan desa, layanan kesehatan, pendidikan, serta distribusi logistik yang sebelumnya terhambat.

  • Bocah 5 Tahun di Jambi Diduga Hilang Terbawa Arus Drainase

    Bocah 5 Tahun di Jambi Diduga Hilang Terbawa Arus Drainase

    Jambi, Beritasatu.com – Seorang bocah bernama Aisyah (5) diduga hanyut terbawa arus drainase di Perumahan Sigasland RT 45, Kelurahan Simpang III Sipin, Kecamatan Kota Baru, Kota Jambi, pada Jumat (12/12/2025) sore.

    Peristiwa bermula ketika korban diduga terpeleset saat bermain hujan. Derasnya aliran air di drainase membuat Aisyah terseret arus dan menghilang.

    Tim gabungan yang terdiri dari Polresta Jambi, Basarnas, Damkar, dan warga sekitar langsung melakukan pencarian hingga malam hari.

    Kapolresta Jambi, Kombes Pol Boy Sutan Binanga Siregar, menjelaskan hujan deras yang mengguyur Kota Jambi sejak sore menyebabkan air drainase meluap.

    “Saat itu korban bernama Aisyah sedang bermain dan diduga hanyut terbawa saluran air di drainase,” ujarnya.

    Boy menambahkan, pencarian dilakukan dengan menyusuri aliran drainase sejauh sekitar 1 kilometer dari titik diduga korban jatuh. Namun, hingga malam hari korban belum ditemukan.

    Selain itu, tim gabungan juga memasang jaring di ujung drainase untuk mencegah korban terbawa sampai ke sungai.

    Boy menyebut adanya informasi tambahan dari warga setempat yang melihat sebuah mobil mencurigakan diduga membawa korban, tetapi hal tersebut masih perlu diselidiki lebih lanjut.

    Sementara itu, pencarian korban dihentikan sementara pada malam hari karena kondisi tidak memungkinkan. Operasi pencarian akan dilanjutkan esok hari.

  • Warga Batu Busuak Ngamuk Akibat Jalan Hancur dan Tidak Ada Alat Berat

    Warga Batu Busuak Ngamuk Akibat Jalan Hancur dan Tidak Ada Alat Berat

    Padang, Beritasatu.com – Warga Batu Busuak, Kecamatan Pauh, Kota Padang, meluapkan kemarahan mereka kepada pemerintah akibat tidak adanya alat berat yang diturunkan untuk penanganan pascabanjir bandang. Padahal, kondisi akses jalan menuju permukiman mereka semakin parah dan nyaris putus total karena terus terkikis arus sungai.

    Kekecewaan warga memuncak hingga puluhan orang turun langsung ke sungai, memindahkan batu-batu besar hanya dengan tangan mereka sendiri. Aksi spontan itu dilakukan lantaran warga khawatir jalan utama penghubung ke permukiman akan hilang sepenuhnya jika tidak segera ditangani.

    Saat ini, sebanyak 650 keluarga di Batu Busuak kembali terisolasi setelah jalan utama amblas dan sebagian besar badan jalan tergerus air sungai. Hingga Jumat (12/12/2025), akses tersebut tidak dapat dilalui kendaraan roda empat. Sepeda motor pun harus memaksa melewati bagian jalan yang hampir putus demi memastikan bantuan logistik tetap dapat masuk.

    Ketua Pemuda Batu Busuak, Zal Hendri, mengatakan kondisi tersebut membuat kehidupan warga semakin berat. Ia menegaskan alat berat sangat dibutuhkan untuk memindahkan material besar yang menghalangi aliran sungai dan terus menghantam badan jalan.

    “Kami butuh alat berat untuk memindahkan batu tengah sungai ke tepi jalan karena air sungai terus mengikis jalan menuju Batu Busuak. Pemerintah ke sini cuma selfie saja, sedangkan kami butuh aksi nyata,” tegas Zal.

    Ia menambahkan warga telah berkali-kali melaporkan kondisi itu dan meminta bantuan, tetapi hingga kini belum ada langkah konkret dari pihak berwenang.

    Warga Batu Busuak berharap pemerintah bergerak cepat, mengingat akses tersebut adalah satu-satunya jalur menuju permukiman mereka. Tanpa perbaikan darurat, isolasi diperkirakan semakin parah dan dapat menghambat pengiriman bantuan bagi ratusan keluarga terdampak banjir bandang.

  • Kampoeng Dolanan Hadirkan Permainan Tradisional Inovatif di Sangihe

    Kampoeng Dolanan Hadirkan Permainan Tradisional Inovatif di Sangihe

    Sangihe, Beritasatu.com – Kampoeng Dolanan Sulawesi menarik perhatian masyarakat Sangihe dengan menghadirkan berbagai permainan tradisional yang dikemas secara inovatif. Perwakilan komunitas, Destu Ayu Hapsari, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan mengenalkan kembali permainan klasik kepada generasi muda sekaligus menjadi ajang nostalgia bagi orang dewasa.

    Salah satu permainan yang paling mencuri perhatian adalah ular tangga raksasa. Tidak seperti permainan tradisional pada umumnya, papan ular tangga ini dibuat dari bahan baliho berukuran sekitar tiga kali tiga meter.

    Dalam versi raksasa ini, pemain menjadi pion yang bergerak mengikuti kotak permainan, sedangkan dadu yang digunakan juga berukuran besar.

    “Ular tangga raksasa, jadi balihonya ukuran mungkin tiga kali tiga meter yang jadi pionnya adalah diri kita sendiri,” ujar Destu.

    Selain ular tangga, komunitas ini juga menghadirkan permainan klasik lainnya seperti cengkeng atau engkley (lompat-lompatan), lompat goroh (lompat tali), tarik tambang, serta permainan berbasis baliho seperti jejak langkah, yang mengharuskan pemain mengikuti jejak telapak tangan dan kaki yang tersedia di permukaan papan.

    Destu menambahkan, permainan-permainan tersebut dikemas secara menarik untuk memikat generasi Z dan generasi Alfa yang tumbuh di tengah pesatnya perkembangan teknologi. Sementara bagi orang dewasa, kegiatan ini menjadi kesempatan untuk menikmati kembali keseruan permainan tempo dahulu.

    “Permainan tradisional bukan cuma nostalgia, tetapi menjadi hal baru bagi anak-anak untuk diperkenalkan di tengah teknologi,” pungkasnya.

    Kehadiran Kampoeng Dolanan Sulawesi di Sangihe diharapkan dapat menghidupkan kembali kecintaan pada permainan tradisional sekaligus mempererat interaksi sosial lintas generasi.

     

  • Banjir 1,5 Meter Terjang Kutai Timur, Ratusan Warga Terisolasi

    Banjir 1,5 Meter Terjang Kutai Timur, Ratusan Warga Terisolasi

    Sangatta, Beritasatu.com — Ratusan rumah di Kecamatan Telen dan Kecamatan Batu Ampar, Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur dilanda banjir akibat meluapnya Sungai Telen. Ketinggian air mencapai 1,5 meter. Warga dalam lima desa sudah 2 hari terisolasi akibat akses jalan putus.

    Banjir terus meluas hingga Jumat (12/12/2025). Dua desa paling terdampak banjir di Kecamatan Telen, adalah Desa Marah Haloq dan Desa Long Melah. Kemudian di Kecamatan Batu Ampar, tiga desa yang masih terendam, yakni Desa Batu Ampar, Desa Timbau, dan Desa Timbau Ulu.

    Ratusan warga di lima desa itu masih terputus aksesnya selama 2 hari terakhir. BPBD Kutai Timur turun ke lokasi banjir dan langsung mendistribusikan logistik.

    Kepala BPBD Kutai Timur Sulastin menjelaskan kondisi banjir sempat membaik di Kecamatan Muara Wahau, tetapi kini justru naik di Kecamatan Telen dan Kecamatan Batu Ampar.

    “Sekarang di Kecamatan Telen dan Batu Ampar yang lagi, lagi naik airnya,” kata Sulastin kepada Beritasatu.com di kantor BPBD Kutai Timur.

    Tim BPBD bersama TNI-Polri dan relawan sudah berada di titik banjir untuk membantu evakuasi warga yang masih terisolasi. Bantuan logistik juga disalurkan ke warga terdampak.

    Makanan siap saji dan bahan kebutuhan dasar terus dibagikan kepada warga yang memilih bertahan di rumah. Logistik tambahan juga dikirim ke tenda darurat yang didirikan warga.

    Desa Marah Haloq menjadi wilayah dengan dampak terparah karena mayoritas permukiman berada tepat di bantaran Sungai Telen. Ketinggian air mencapai 1,5 meter.

    Imbauan disampaikan BPBD agar warga tetap siaga mengingat potensi kenaikan debit air masih tinggi akibat curah hujan intens.

  • Pemprov Sulut Apresiasi Penindakan 1 Ton Miras Ilegal di Calaca

    Pemprov Sulut Apresiasi Penindakan 1 Ton Miras Ilegal di Calaca

    Manado, Beritasatu.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Utara (Sulut) menegaskan komitmennya dalam memerangi peredaran minuman beralkohol ilegal di wilayah tersebut. Hal itu disampaikan Wakil Gubernur Sulut Victor Mailangkay ketika merespons keberhasilan aparat gabungan yang menggagalkan upaya penyelundupan miras di Pelabuhan Calaca.

    Aparat gabungan dari Bea Cukai Sulawesi Bagian Utara (Sulbagtara), Kodareral VIII, dan KSOP Manado berhasil menyita satu ton minuman beralkohol ilegal pada 30 November 2025. Dalam operasi itu, petugas menemukan 1.003,5 liter cap tikus tanpa izin edar yang hendak disalurkan melalui Pelabuhan Calaca.

    Minuman tersebut termasuk kategori MMEA golongan C karena mengandung lebih dari 20% alkohol, tidak dilengkapi pita cukai, dan tidak memiliki izin peredaran resmi. Pelanggaran ini menimbulkan potensi kerugian bagi negara sebesar Rp 104,38 juta dari sektor cukai.

    Wagub Mailangkay mengapresiasi langkah tegas aparat dalam memberantas peredaran miras ilegal. Ia menegaskan bahwa peredaran minuman tanpa pita cukai berdampak buruk terhadap industri resmi dan menggerus pendapatan negara.

    “Ketegasan aparat sangat kami dukung. Peredaran miras ilegal bukan hanya merugikan industri resmi, tetapi juga negara. Tindakan ini menjadi peringatan keras bagi para pelaku penyelundupan,” ujar Mailangkay melalui keterangan tertulis, Jumat (12/12/2025).

    Ia menjelaskan, penindakan serupa di Sulut dilakukan melalui operasi gabungan yang melibatkan TNI, Polri, Satpol PP, dan Bea Cukai. Langkah ini sejalan dengan kebijakan Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Gubernur Sulut Yulianus Selvanus untuk menekan peredaran MMEA ilegal di berbagai daerah.

    Menurut Mailangkay, peredaran miras ilegal berdampak negatif terhadap ketertiban umum dan kesehatan masyarakat. Pemerintah juga menindak pelanggar melalui tindak pidana ringan maupun ketentuan dalam Plperda dan KUHP agar keamanan dan moral masyarakat tetap terjaga, terutama di kalangan generasi muda.

    Ia menambahkan, produksi minuman beralkohol ilegal sering kali dilakukan tanpa standar pengawasan sehingga berpotensi menyebabkan keracunan hingga kecelakaan. Selain itu, negara kehilangan pemasukan cukai yang seharusnya digunakan untuk pembangunan.

    “Persepsi masyarakat terhadap produk legal ikut dirugikan. Jika pasar legal terus kalah oleh produk ilegal, produsen resmi tentu berpikir ulang untuk ekspansi karena risikonya terlalu besar,” lanjutnya.

    Data Bea Cukai Republik Indonesia mencatat, sepanjang Januari–November 2025, nilai penyitaan MMEA ilegal di Indonesia mencapai Rp 71,41 miliar, dengan potensi kerugian negara yang berhasil dicegah sebesar Rp 37,64 miliar.

    Penyelundupan minuman berkadar alkohol tinggi berdampak serius bagi perekonomian, mulai dari hilangnya pendapatan negara hingga terganggunya persaingan usaha yang sehat dan turunnya produktivitas tenaga kerja.

    “Kami berterima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat karena telah menyelamatkan potensi kehilangan bea cukai, pajak, bea masuk, PPN, dan PPh,” tutup Wagub Mailangkay.

  • Siapkan Rekonstruksi Hunian, Dirjen PKP Turun ke Beutong Ateuh

    Siapkan Rekonstruksi Hunian, Dirjen PKP Turun ke Beutong Ateuh

    Nagan Raya, Beritasatu.com – Pemerintah pusat mulai mengambil langkah serius dalam penanganan pascabencana di Beutong Ateuh Banggalang, Kabupaten Nagan Raya. Direktur Jenderal Perumahan Perdesaan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (Kemen PKP), Dr. Imran, turun langsung ke lokasi untuk meninjau kerusakan akibat banjir bandang yang melanda wilayah tersebut.

    Kehadiran Dirjen Imran menjadi sinyal kuat dimulainya proses rekonstruksi hunian serta pemulihan permukiman warga yang terdampak. Ia didampingi Bupati Nagan Raya Teuku Raja Keumangan (TRK) meninjau sejumlah lokasi terdampak, termasuk Kuta Teungeuh dan Babah Suak, dua desa yang hampir rata dengan tanah.

    Laporan awal menyebutkan sekitar 85% rumah warga, fasilitas umum, dan infrastruktur mengalami kerusakan parah hingga hancur total. Kondisi ini mendorong pemerintah pusat mempercepat penyusunan rencana pemulihan yang komprehensif.

    Dalam peninjauannya, Dirjen Imran meminta Pemkab Nagan Raya segera menyiapkan data lengkap terkait jumlah dan tingkat kerusakan rumah warga sebagai dasar percepatan rekonstruksi.

    “Tolong disiapkan data tentang jumlah rumah yang mengalami kerusakan. Kita akan bangun kembali rumah-rumah yang terdampak banjir bandang tersebut,” tegas Imran, Jumat (12/12/2025).

    Ia menegaskan pemerintah pusat berkomitmen membangun kompleks hunian baru bagi masyarakat Beutong Ateuh Banggalang sebagai bagian dari pemulihan yang dilakukan secara terstruktur, terukur, dan menyeluruh.

    Bupati Nagan Raya Teuku Raja Keumangan menyampaikan apresiasi atas kunjungan langsung Dirjen Imran. Ia menyebut langkah tersebut sebagai tanda proses rekonstruksi mulai masuk tahap tindak lanjut yang konkret.

    “Rekonstruksi harus dimulai dari sekarang. Kami tidak boleh kehilangan waktu. Dengan hadirnya Dirjen Perumahan hari ini, langkah pemulihan bisa kita percepat,” ujarnya.

    TRK menambahkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nagan Raya terus memperbarui data kerusakan dan menjaga koordinasi erat dengan pemerintah pusat dan Pemerintah Aceh, terutama dalam hal percepatan pembangunan hunian dan normalisasi akses transportasi.

    Kunjungan Dirjen Imran dan Bupati TRK turut didampingi Wakil Bupati Raja Sayang, Pelaksana Tugas (Plt) Sekda Zulkifli, serta sejumlah kepala perangkat daerah lainnya. Rombongan meninjau lokasi-lokasi permukiman yang mengalami kerusakan paling parah dan kini sedang dalam pendataan ulang.

    Kehadiran Dirjen Imran di lapangan menandai proses rekonstruksi pascabencana di Beutong Ateuh Banggalang telah memasuki babak baru, dengan dukungan penuh dari pemerintah pusat untuk memulihkan kehidupan warga secepat mungkin.

  • Warga Batu Busuak Geram, Akses Utama Putus tetapi Tak Juga Diperbaiki

    Warga Batu Busuak Geram, Akses Utama Putus tetapi Tak Juga Diperbaiki

    Padang, Beritasatu.com — Warga Batu Busuak, Kecamatan Pauh, Kota Padang, meluapkan kekecewaan karena alat berat yang dijanjikan pemerintah tak kunjung tiba, sementara akses utama ke permukiman mereka makin parah setelah banjir bandang. Kondisi jalan yang terus terkikis arus sungai membuat daerah itu kembali terisolasi.

    Sebanyak 650 keluarga terjebak dalam situasi sulit setelah badan jalan menuju Batu Busuak amblas dan hampir putus total. Padahal sebelumnya jalur itu sudah bisa dilewati pejalan kaki dan sepeda motor, tetapi erosi susulan kembali menghilangkan sebagian besar badan jalan.

    Hingga Jumat (12/12/2025), jalur utama tersebut masih tidak dapat dilintasi kendaraan roda empat. Untuk sepeda motor, warga terpaksa menyusuri bagian jalan yang hampir terputus agar bantuan logistik tetap bisa masuk ke lokasi bencana.

    Ketua Pemuda Batu Busuak, Zal Hendri, menegaskan, warga sangat membutuhkan alat berat untuk memindahkan bongkahan batu besar di tengah sungai yang menjadi penyebab kikisan pada badan jalan.

    “Kami butuh alat berat untuk memindahkan batu di tengah sungai ke sisi jalan karena arus terus menggerus jalan menuju Batu Busuak. Pemerintah datang hanya untuk selfie, padahal kami butuh tindakan nyata,” ujarnya dengan nada kecewa.

    Zal menyebut warga sudah berulang kali melaporkan kondisi kritis ini kepada berbagai pihak, namun hingga kini belum ada langkah nyata di lapangan.

    Sampai berita ini diturunkan, perbaikan jalan masih menunggu keputusan dan tindak lanjut dari pemerintah. Warga Batu Busuak berharap penanganan segera dilakukan mengingat akses tersebut menjadi satu-satunya jalur bagi ratusan keluarga yang terdampak banjir bandang.

  • RSUD Aceh Tamiang Pulih, Dokter Unair Gelar Operasi Perdana

    RSUD Aceh Tamiang Pulih, Dokter Unair Gelar Operasi Perdana

    Surabaya, Beritasatu.com –  Kabar baik datang dari lokasi bencana banjir Aceh. Setelah sempat lumpuh total akibat terjangan banjir bandang, layanan bedah di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Aceh Tamiang akhirnya kembali berdenyut pada Kamis (11/12/2025).

    Momen krusial ini terjadi berkat kesigapan tim tenaga kesehatan (nakes) gabungan dari Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Posko kesehatan yang awalnya tenang mendadak sibuk saat tim menerima laporan adanya pengungsi yang memerlukan tindakan pembedahan segera.

    Tantangan terbesar bukanlah pada prosedur bedah, melainkan kondisi fasilitas yang baru saja terdampak bencana. Sebelum pisau bedah bekerja, para relawan harus memastikan ruang operasi steril dan aman.

    Dr Airi Mutiar, SpAn(K), dokter spesialis anestesi dari tim nakes gabungan Unair menjelaskan, pihaknya tidak hanya menunggu di posko.

    “Tidak hanya pelayanan di posko kesehatan, tapi kami juga bergerak bersama melakukan inisiasi tindakan di kamar operasi di RSUD Aceh Tamiang,” papar Airi.

    Proses sterilisasi alat dan ruangan dilakukan secara ketat dengan dukungan dari RSUD Cut Meutia Langsa, termasuk penggunaan sinar ultraviolet (UV) untuk memastikan ruangan bebas kuman.

    Setelah lampu operasi menyala, tindakan medis pertama pascabanjir pun dilakukan. Tim yang terdiri dari dr Hardian Basuki, SpOT(K) dan dr Arya (PPDS Orthopedi FK Unair) berhasil menangani dua kasus operasi perawatan luka kotor dan terinfeksi.

    Pasien tersebut menderita infeksi berat pada tungkai akibat komplikasi diabetes melitus, kondisi yang sangat berisiko jika tidak segera ditangani di tengah lingkungan pascabencana yang kotor.

    Selain itu, tim juga melakukan intervensi penyuntikan antinyeri (pain management) di kamar operasi. Prosedur pembiusan dipimpin langsung oleh dr. Airi Mutiar bersama dr Zulfikar dan dr Yehezkial Edward menggunakan teknik anestesi spinal.

    “Ada satu kasus nyeri kronis yang diberikan intervensi suntikan antinyeri di kamar operasi,” ungkap Hardian Basuki dalam siaran pers yang diterima Jumat (12/12/2025).

    Keberhasilan operasi perdana ini menjadi simbol kebangkitan layanan kesehatan di Aceh Tamiang. Tim Gabungan Unair yang terdiri dari Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, Keperawatan, RS Unair, RSUD dr Soetomo, Perdatin, PABOI, dan IDI terus memperluas jangkauan bantuan.

    Langkah progresif ini diharapkan dapat mempercepat pemulihan layanan medis esensial, mengingat kebutuhan tindakan medis lanjutan terus meningkat seiring banyaknya warga terdampak yang mulai kembali mengakses fasilitas kesehatan.