Category: Beritasatu.com Regional

  • Wisatawan dari Jakarta Nyaris Tenggelam di Pantai Parangtritis

    Wisatawan dari Jakarta Nyaris Tenggelam di Pantai Parangtritis

    Bantul, Beritasatu.com – Seorang wisatawan dari Jakarta nyaris tenggelam saat bermain air di Pantai Parangtritis, Kretek, Bantul, Kamis (3/4/2025) sore. Beruntung, petugas dari Satlinmas Rescue Istimewa di lokasi berhasil menyelamatkan korban.

    Kasi Humas Polres Bantul AKP I Nengah Jeffry mengatakan, kejadian bermula sekitar pukul 17.00 WIB ketika korban Petter, warga Tambora, Jakarta Barat, tengah bermain air bersama keluarganya yang berjumlah delapan orang. Mereka tiba di pantai sekitar pukul 16.00 WIB dan mulai bermain air setengah jam kemudian.

    “Tanpa disadari, korban berenang terlalu ke tengah dan masuk ke area arus balik berbahaya yang kerap terjadi di kawasan pantai selatan, Akibatnya, ia terseret arus dan nyaris tenggelam,” ujar Jeffry, Jumat (4/4/2025).

    Dua anggota Satlinmas Rescue Istimewa, yang sedang bertugas di kawasan itu segera bergerak cepat setelah melihat situasi darurat tersebut. Keduanya berenang ke arah korban dan berhasil menarik Petter ke tepi Pantai Parangtritis dalam keadaan selamat.

    Setelah berhasil diselamatkan, Petter segera diberikan edukasi dan imbauan oleh petugas mengenai bahaya bermain air terlalu ke tengah, khususnya di area rawan arus balik.

    Tim rescue juga melakukan pendataan dan memastikan kondisi korban dalam keadaan baik sebelum akhirnya ia kembali bergabung bersama keluarganya.

    Petugas mengimbau bagi wisatawan agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di kawasan pantai, terutama memperhatikan rambu-rambu keselamatan serta imbauan dari petugas di lapangan. Pantai Parangtritis dikenal memiliki ombak dan arus laut yang kuat, sehingga kewaspadaan sangat diperlukan untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.
     

  • 207.222 Pemudik Tinggalkan Bakauheni Jelang Puncak Arus Balik

    207.222 Pemudik Tinggalkan Bakauheni Jelang Puncak Arus Balik

    Lampung, Beritasatu.com – Menjelang puncak arus balik masa angkutan Lebaran 2025 yang diprediksi terjadi pada 5 April 2025, sebanyak 207.222 pemudik tercatat telah meninggalkan Pelabuhan Bakauheni, Lampung, menuju Pulau Jawa.

    Berdasarkan pantauan Beritasatu.com pada Jumat (4/4/2025) pukul 09.00 WIB, jumlah penumpang dan kendaraan yang menyeberang dari Pelabuhan Bakauheni ke Pelabuhan Merak terus mengalami peningkatan. Meski demikian, antrean kendaraan di sekitar pelabuhan masih terpantau normal dan belum menunjukkan kepadatan yang signifikan.

    PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Utama Bakauheni melaporkan, pada H+3 Lebaran atau Kamis (3/4/2025), jumlah penumpang yang telah meninggalkan Pelabuhan Bakauheni mencapai 85.286 orang. Angka ini menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan H+1 yang tercatat sebanyak 39.657 orang, dan H+2 sebanyak 57.801 orang.

    Sejalan dengan lonjakan jumlah penumpang selama arus balik, kepadatan kendaraan yang menyeberang juga meningkat drastis. Pada H+3, tercatat 12.573 unit kendaraan menyeberang, jauh lebih tinggi dibandingkan H+1 sebanyak 6.405 unit dan H+2 sebesar 8.890 unit.

    Sementara itu, ASDP juga mencatat masih ada sekitar 762.943 pemudik yang belum kembali ke Pulau Jawa setelah arus mudik Lebaran 2025. Hal ini mengingat total penumpang yang menyeberang ke Sumatra selama periode H-10 hingga Hari Raya Idulfitri 1446 H mencapai 899.149 orang.

    Dari sisi kendaraan, tercatat sebanyak 173.200 unit—terdiri dari sepeda motor, mobil pribadi, bus, hingga truk—masih berada di Sumatera dan belum kembali ke Pulau Jawa. Padahal, total kendaraan yang menyeberang ke Sumatera selama periode mudik mencapai 225.758 unit.

    ASDP memprediksi puncak arus balik akan berlangsung pada 5 hingga 7 April 2025. Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang dan kendaraan, berbagai strategi telah disiapkan guna memastikan kelancaran proses penyeberangan dan pelayanan optimal bagi para pemudik.

  • Geger! Jasad Pria Berkaus Hitam Ditemukan Tewas di Sungai Mahakam

    Geger! Jasad Pria Berkaus Hitam Ditemukan Tewas di Sungai Mahakam

    Kutai Kartanegara, Beritasatu.com – Jasad pria misterius ditemukan tewas mengambang di perairan Sungai Mahakam, tepatnya di Kelurahan Sungai Meriam, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Korban yang mengenakan kaus hitam dan celana jeans biru itu belum diketahui identitasnya dan langsung dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Samarinda untuk proses visum dan identifikasi lebih lanjut.

    Penemuan jasad pria tersebut sempat menggegerkan warga sekitar. Saat ditemukan, tubuh korban sudah dalam kondisi membusuk, sehingga diduga telah meninggal dunia lebih dari 24 jam sebelum akhirnya ditemukan.

    Menanggapi laporan tersebut, tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas Balikpapan, Satpolair Polres Kutai Kartanegara dan Polres Samarinda, serta sejumlah relawan, langsung bergerak cepat mengevakuasi jasad korban pria yang ditemukan mengambang di Sungai Mahakam diperkirakan berusia sekitar 30-an tahun.

    Koordinator Unit Siaga SAR Samarinda, Riqi, menjelaskan jasad korban pertama kali ditemukan oleh seorang penjaga malam (wakar) di sekitar lokasi. Saat itu, posisi jasad dalam keadaan mengambang di tengah Sungai Mahakam.

    “Kami menerima laporan dari Satpolair Polres Kukar yang mendapat informasi dari warga ditemukan satu mayat pria terapung di Sungai Mahakam, kawasan Sungai Meriam. Tim SAR gabungan segera mengevakuasi jasad tersebut,” ujar Riqi kepada Beritasatu.com dari Posko SAR Samarinda, Jumat (4/4/2025) pagi.

    Dari hasil pemeriksaan awal, tidak ditemukan kartu identitas apa pun di tubuh korban. Oleh karena itu, korban sementara diberi identitas sebagai “Mr X” sambil menunggu proses identifikasi oleh pihak kepolisian.

    “Untuk saat ini kami belum bisa memastikan identitasnya. Proses evakuasi sudah dilakukan dari lokasi penemuan ke Posko SAR di Jalan Tongkol, Samarinda. Selanjutnya, jasad korban dibawa ke rumah sakit untuk visum,” tambah Riqi terkait penemuan jasad pria misterius di Sungai Mahakam.

  • 2 Anak di Tulang Bawang Tewas Tenggelam Saat Bermain Perahu di Sungai

    2 Anak di Tulang Bawang Tewas Tenggelam Saat Bermain Perahu di Sungai

    Tulang Bawang, Beritasatu.com – Dua anak perempuan kakak beradik di Tulang Bawang, Lampung ditemukan tewas akibat tenggelam di sungai. Kedua korban tewas tenggelam akibat perahu yang mereka tumpangi bersama orang tua mereka dan empat orang kerabatnya karam. 

    Dua bocah asal Kabupaten Lampung Timur ditemukan tewas tenggelam di Sungai Way Bawang Latak, Kelurahan Ujung Gunung, Kecamatan Menggala, Tulang Bawang, Lampung, Kamis (3/4/2025) sekitar pukul 09.00 WIB.

    Dua bocah kakak beradik tersebut tewas tenggelam akibat perahu yang mereka tumpangi bersama empat orang temannya karam. Kedua korban diduga tidak bisa berenang hingga terbawa arus sungai, sementara empat orang anak lainnya berhasil selamat.

    Berdasarkan informasi yang dihimpun, kronologi kejadian bermula ketika keluarga korban membawa kedua keponakannya beserta beberapa anak lainnya bermain menggunakan perahu klotok.

    Saat perahu melaju, air mulai masuk ke bagian depan akibat kelebihan muatan. Perahu klotok yang mereka tumpangi pun karam, menyebabkan kepanikan di antara penumpang.

    Paman korban berhasil menyelamatkan kedua anaknya sendiri, sementara dua anak lainnya berhasil berenang ke tepian.

    Namun, kedua korban yakni Aulia (9) dan Anita (6) tidak sempat diselamatkan dan tenggelam bersama perahu lalu terbawa arus sungai.

    Warga yang mendengar teriakan meminta tolong segera berupaya membantu pencarian di lokasi tenggelamnya korban. Basarnas Lampung yang menerima laporan tenggelamnya kedua korban kemudian melakukan pencarian bersama tim SAR gabungan di sekitar lokasi tenggelamnya kedua korban.

    Setelah upaya pencarian selama tiga jam, kedua korban berhasil ditemukan, tetapi dalam kondisi meninggal dunia. Setelah ditemukan, SAR kemudian mengevakuasi jasad kedua korban tewas akibat tenggelam ke rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tulang Bawang untuk dilakukan visum.

    Camat Menggal Sopiyan mengatakan, dari hasil pemeriksaan medis memastikan bahwa kedua korban meninggal akibat tenggelam, tanpa adanya tanda-tanda kekerasan.

    “Keluarga korban telah sepakat tidak melakukan autopsi terhadap jenazah kedua korban dan menerima kejadian tersebut sebagai musibah,” kata Sopiyan di lokasi kejadian.

    Sopiyan menjelaskan, setelah dilakukan visum di rumah sakit, jenazah korban langsung dibawa ke rumah duka di Sukadana, Kabupaten Lampung Timur untuk segera dimakamkan.

    “Dari rumah sakit kedua korban langsung dibawa ke rumah duka di Lampung Timur. Pihak keluarga telah sepakat tidak mau melakukan autopsi,” ujar Sofiyan.

    Sebelum kejadian adanya anak yang tewas tenggelam ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tulang Bawang telah mengeluarkan imbauan kepada masyarakat agar berhati-hati di daerah perairan lantaran cuaca masih kerap hujan.

  • Jadwal One Way Arus Balik Lebaran 2025, Simak Pengaturannya

    Jadwal One Way Arus Balik Lebaran 2025, Simak Pengaturannya

    Cikampek, Beritasatu.com – Sistem satu arah atau one way kembali diterapkan untuk mengurai kepadatan arus balik Lebaran 2025. Skema ini terbagi dalam dua tahap, yaitu one way lokal dan one way nasional.

    One way lokal telah diberlakukan sejak Kamis (3/4/2025) pukul 16.25 WIB, dimulai dari km 188 Palimanan hingga km 70 Cikampek Utama. Sementara itu, one way nasional akan diterapkan pada 6 April 2025 dengan rute yang lebih panjang, yakni dari km 414 gerbang Tol Kalikangkung hingga km 70 gerbang Tol Cikampek Utama.

    Sesuai data terbaru, volume kendaraan yang keluar dari gerbang Tol Cikampek Utama menuju Jakarta terus meningkat secara signifikan. Hingga  Kamis (3/4/2025) pukul 19.24 WIB, tercatat 37.766 kendaraan telah melintas keluar gerbang tol, jauh lebih tinggi dibandingkan arus masuk ke arah Palimanan yang hanya mencapai 23.243 kendaraan.

    Lonjakan ini terutama terjadi pada shif kedua, di mana 22.839 kendaraan keluar menuju Jakarta. Kendaraan yang berasal dari ruas Semarang-Batang, Pejagan-Pemalang, dan Palikanci turut berkontribusi pada kepadatan ini. Dibandingkan hari sebelumnya, peningkatan lalu lintas ini mengindikasikan puncak arus balik, yang kemungkinan dipicu oleh banyaknya pemudik yang kembali lebih awal ke Jakarta.

    Untuk mendukung kelancaran perjalanan, PT Jasa Marga memberikan diskon tarif tol sebesar 20% selama periode arus balik Lebaran 2025. Potongan ini diharapkan dapat mengurangi kepadatan di puncak arus balik dengan mendorong pemudik kembali lebih awal. 

    Diskon berlaku pada Kamis (3/4/2025) pukul 05.00 WIB hingga 5 April pukul 05.00 WIB, serta 8 April pukul 05.00 WIB hingga 10 April pukul 05.00 WIB. Potongan tarif ini khusus bagi pengguna jalan yang melakukan transaksi dengan uang elektronik dan berlaku bagi kendaraan yang melintas dari GT Kalikangkung (Tol Batang-Semarang) menuju GT Cikampek Utama (Tol Jakarta-Cikampek).

    Selain itu, JTT meningkatkan layanan operasional di dua gerbang tol utama, yakni GT Kalikangkung dan GT Cikampek Utama, untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan. GT Kalikangkung akan mengoperasikan 27 titik transaksi, sedangkan GT Cikampek Utama menyiapkan tambahan lima gardu di GT Cikampek Utama 8, yang akan dibuka secara situasional. Saat sistem one way diterapkan, total 36 titik transaksi di GT Cikampek Utama akan dioperasikan guna menghindari antrean panjang arus balik kendaraan yang kembali ke Jakarta.

  • Diduga Tergulung Ombak, Wisatawan Asal Bogor Hilang di Pantai Goa

    Diduga Tergulung Ombak, Wisatawan Asal Bogor Hilang di Pantai Goa

    Lebak, Beritasatu.com– Rama Pradipta (20), seorang wisatawan asal Perum Cikeas Permai, Desa Cikeas Udik, Kecamatan Gunung Putri Kabupaten Bogor, Jawa Barat dilaporkan hilang tergulung ombak saat berenang di Goa Langir, Pantai Sawarna, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, Banten, Kamis (3/4/2025).

    Berdasarkan data yang dihimpun oleh Beritasatu.com, korban sebelumnya pada pukul 00:15 WIB tiba di area wisata Pantai Goa Langir, Sawarna bersama empat orang temannya dengan mengendarai kendaraan roda dua. Namun, pada pukul 07.00 WIB korban bersama temannya kemudian berenang di pantai tersebut. 

    Nahas saat berenang, korban lalu tergulung ombak hingga terseret ke tengah laut dan mengakibatkan korban tenggelam. Setelah menyaksikan korban terseret ombak hingga ke tengah laut ketiga teman korban lalu berusaha menolong, tetapi korban tidak dapat diselamatkan dan hingga kini masih belum ditemukan.

    Setelah mendapati laporan tersebut, petugas Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten langsung bergegas dan memberangkatkan Tim dari Unit Siaga SAR Lebak yang dibantu dengan rekan Balawisata dan Potensi SAR lainnya untuk melakukan pencarian terhadap wisatawan yang hilang tergulung ombak ini.

    “Pencarian korban dibagi menjadi 2 SRU yaitu, SRU 1 melakukan penyisiran darat sejauh 2 kilometer ke arah timur Pantai Goa Langir, Pantai Sawarna, dan Pantai Tanjung Layar Keudai. Sementara SRU 2 melakukan pencarian ke arah barat Karang Bokor,” kata Rizky Dwianto, Kepala Subseksi Siaga dan Operasi dalam keterangannya, Kamis ( 3/4/2025 ), tentang wisatawan hilang tergulung ombak.

    Selama proses pencarian hingga tadi sore korban belum juga ditemukan dan akan dilanjutkan pada esok hari. “Pencarian korban pada hari pertama berakhir hasil nihil dan akan dilanjutkan kembali pada 4 April 2025 pukul 07.00 WIB,” pungkasnya tentang wisatawan hilang tergulung ombak di Kabupaten Lebak.  

  • Arus Balik Lebaran, Kendaraan di Kariangau Melonjak 400 Persen

    Arus Balik Lebaran, Kendaraan di Kariangau Melonjak 400 Persen

    Balikpapan, Beritasatu.com – Lonjakan arus balik Lebaran 2025 terjadi di Pelabuhan Penyeberangan Kariangau, Balikpapan, Kalimantan Timur. Pada H+3 Lebaran (3 April 2025), jumlah kendaraan meningkat 400%, dengan lebih dari 10.000 kendaraan memadati pelabuhan untuk menyeberang ke Penajam Paser Utara (PPU) dan Sulawesi.

    Pantauan di lapangan menunjukkan antrean panjang kendaraan di gerbang masuk Pelabuhan Kariangau, terutama kendaraan roda empat. Penyebab utama antrean adalah pembelian tiket feri yang wajib dilakukan sebelum masuk ke area penyebrangan.

    Untuk mengatasi kepadatan, petugas posko Lebaran dikerahkan untuk mengatur antrean kendaraan guna mencegah aksi saling serobot.

    Menurut Kepala Pengawas Satpel Pelabuhan Kariangau Carlos Makin, lonjakan terbesar terjadi pada lintasan Balikpapan-Penajam Paser Utara yang naik hingga 400%. Sementara itu, penyeberangan Balikpapan-Sulawesi hanya mengalami kenaikan sekitar 10%.

    “Kalau kita lihat perbandingan tahun lalu dan tahun ini pada 1 April itu total kendaraan sampai 6.000, sedangkan 2 April naik hingga 10.000 kendaraan,” kata Carlos kepada Beritasatu.com, Kamis (3/4/2025).

    20 Kapal Beroperasi 24 Jam untuk Mengurai Kepadatan

    Untuk mengatasi lonjakan arus balik Lebaran, 20 unit kapal feri dioperasikan penuh selama 24 jam:
    1. 18 kapal melayani rute Balikpapan-Penajam PPU.
    2. Dua kapal melayani rute Balikpapan-Sulawesi.
    3. Enam kapal cadangan disiapkan untuk menggantikan kapal yang mengalami gangguan.

    “Dari 18 kapal yang melayani Balikpapan-Penajam, 12 kapal aktif beroperasi 24 jam, sedangkan enam kapal stand by sebagai cadangan jika ada gangguan mesin,” tambah Carlos.

    Antisipasi Lonjakan Arus Balik Lebaran

    Lonjakan arus balik Lebaran 2025 diperkirakan masih akan berlangsung dalam beberapa hari ke depan. Pihak pelabuhan dan operator kapal feri telah bersiap dengan tambahan armada dan pengaturan antrean guna memastikan kelancaran penyebrangan.

    Bagi pengguna jasa feri, disarankan datang lebih awal untuk menghindari antrean panjang, menyiapkan tiket lebih dulu agar lebih cepat masuk ke kapal, dan memantau informasi terbaru dari pihak pelabuhan terkait arus balik Lebaran 2025.

  • Jalan Rusak di Kaltim-Kaltara Ganggu Arus Balik Lebaran 2025

    Jalan Rusak di Kaltim-Kaltara Ganggu Arus Balik Lebaran 2025

    Berau, Beritasatu.com – Arus balik Lebaran 2025 di wilayah Kalimantan Timur (Kaltim) dan Kalimantan Utara (Kaltara) terganggu akibat jalan poros penghubung dua kecamatan di Kabupaten Berau mengalami kerusakan parah. Jalan ini dipenuhi puluhan lubang besar dengan kedalaman mencapai 30 hingga 50 sentimeter (cm) yang membahayakan pengguna jalan.

    Jalan ini menjadi akses utama bagi puluhan desa pedalaman, termasuk Desa Long Ayan, Long La’ai, Punan Malinau, dan Punan Segah. Jalan yang rusak tersebut berdampak:
    1. Distribusi logistik terhambat, termasuk bahan pangan dan hasil pertanian.
    2. Masyarakat terancam terisolasi karena ini adalah satu-satunya jalur penghubung.
    3. Arus balik Lebaran 2025 terganggu, terutama bagi warga yang melintas dari Kabupaten Bulungan (Kaltara) ke Kabupaten Berau (Kaltim) dan sebaliknya.

    Kondisi Jalan Semakin Parah Seusai Banjir

    Menurut Basirun, seorang pengendara yang melintas, jalan ini sebenarnya sempat diperbaiki oleh Pemerintah Daerah. Namun, banjir parah selama sepekan terakhir menyebabkan jalan terkikis kembali, membuat akses semakin sulit.

    “Sebenarnya sudah ditimbun, tetapi karena ada banjir jadi terkikis lagi. Kalau tidak segera diperbaiki, kami tidak bisa lewat,” ujar Basirun kepada Beritasatu.com, Kamis (3/4/2025) terkait Jalan poros di Berau, Kaltim rusak parah akibat banjir yang menghambat arus balik Lebaran 2025.

    Senada dengan itu, Dominikus, pengendara lain, mengkhawatirkan kondisi jalan yang semakin buruk jika hujan deras kembali terjadi.

    “Kalau hujan turun lagi, kondisinya pasti makin parah. Saya dari Segah (Berau) mau ke Tanjung (Bulungan), ini sulit sekali,” katanya.

    Warga berharap pemerintah segera mengambil tindakan untuk memperbaiki jalan poros ini agar aktivitas kembali normal.

    Kerusakan infrastruktur seperti ini tidak hanya menghambat mobilitas warga, terutama pada arus balik Lebaran 2025, tetapi juga berpengaruh pada perekonomian daerah dan distribusi hasil pertanian dan kebutuhan pokok.

  • Arus Balik Lebaran, 66.000 Tiket Kereta Api Tersedia dari Yogyakarta

    Arus Balik Lebaran, 66.000 Tiket Kereta Api Tersedia dari Yogyakarta

    Yogyakarta, Beritasatu.com – Memasuki masa arus balik Lebaran, ketersediaan tiket kereta api di Daop 6 Yogyakarta masih cukup tinggi. Hingga hari ke-13 angkutan Lebaran 2025, KAI Daop 6 Yogyakarta mencatat sekitar 66.000 tiket masih tersedia untuk berbagai tujuan.

    Masyarakat yang ingin melakukan perjalanan setelah libur Lebaran 2025 masih memiliki kesempatan besar untuk mendapatkan tiket kereta api dari Yogyakarta, Solo, dan stasiun lainnya di wilayah Daop 6.

    Saat ini ketersediaan tiket berdasarkan tujuan mencapai 68.000 tiket saat arus balik Lebaran 2025. Perinciannya, Jakarta sebanyak 13.000 tiket, Bandung 8.000 tiket, Surabaya 29.000 tiket, Malang 9.000 tiket, Semarang 7.000 tiket.

    Sementara itu, kereta api dengan ketersediaan tiket mencapai sembilan:
    1. KA Argo Dwipangga (Solo Balapan-Gambir)
    2. KA Tambahan SLO-PSE (Solo Balapan-Pasarsenen)
    3. KA Manahan (Solo Balapan-Gambir)
    4. KA Sancaka (Yogyakarta-Surabaya Gubeng)
    5. KA Sancaka Tambahan (Yogyakarta-Surabaya Gubeng)
    6. KA Lodaya Tambahan (Solo Balapan-Bandung)

    Manajer Humas KAI Daop 6 Yogyakarta Feni Novida Saragih, mengimbau masyarakat untuk terus memantau ketersediaan tiket melalui aplikasi Access by KAI, situs web kai.id, atau platform resmi lainnya yang bermitra dengan KAI.

    Selain itu, KAI juga mengingatkan penumpang untuk mengecek kembali jadwal perjalanan dan mengatur waktu keberangkatan ke stasiun agar perjalanan lebih arus balik Lebaran 2025 nyaman dan aman.

  • Pendakian Gunung Rinjani Kembali Dibuka, Wisatawan Mohon Patuhi SOP!

    Pendakian Gunung Rinjani Kembali Dibuka, Wisatawan Mohon Patuhi SOP!

    Jakarta, Beritasatu.com – Jalur pendakian Gunung Rinjani di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat resmi dibuka kembali mulai Kamis (3/4/2025), setelah ditutup sejak 1 Januari 2025. Pendaki diingatkan untuk mematuhi aturan dan menjaga keindan alam.

    “Saya ingin memberikan kabar gembira bahwa pada tanggal 3 April, para pecinta alam, para pendaki gunung dapat kembali menikmati keindahan Gunung Rinjani,” kata Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni dikutip dari Antara.

    Penutupan jalur pendakian Gunung Rinjani sebelumnya dilakukan berdasarkan peringatan dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), serta adanya pemulihan ekosistem di kawasan gunung api tertinggi kedua di Indonesia itu.

    Raja Juli mengatakan jalur pendakian Gunung Rinjani diputuskan untuk dibuka kembali agar para pecinta alam dan pendaki bisa menikmati lagi keindahan Rinjani. Ia meminta para pendaki untuk terus mematuhi SOP pendakian dan mengikuti aturan dari Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR).

    “Mohon tetap tidak berkompromi terhadap keamanan dan keselamatan, ikuti terus perintah, aturan dari kawan-kawan kami di Taman Nasional Gunung Rinjani,” ujar Menhut.

    Tidak hanya itu, dia juga mengimbau para pendaki agar tidak membuang sampah sembarangan. Hal itu bertujuan agar seluruh pihak ikut menjaga keindahan alam Gunung Rinjani.

    “Jangan sampai Gunung Rinjani kita yang indah justru nanti terkenal karena gunungan sampah, akibat para pendaki nakal yang membuang sampah tidak pada tempatnya. Sekali lagi selamat mendaki Gunung Rinjani,” ujarnya.

    Sebagai informasi, pengumuman akan kembali dibukanya jalur pendakian Gunung Rinjani sendiri telah dilakukan sejak Maret 2025. Semua jalur pendakian resmi di Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) dibuka, yakni jalur Senaru, Torean, Sembalun, Timbanuh, Tetebatu, dan Aik Berik.