Category: Beritasatu.com Regional

  • Cemburu Buta, Suami di Lampung Selatan Habisi Nyawa Istrinya

    Cemburu Buta, Suami di Lampung Selatan Habisi Nyawa Istrinya

    Lampung Selatan, Beritasatu.com – Seorang suami di Kabupaten Lampung Selatan tega menghabisi nyawa istrinya. Korban dianiaya pelaku hingga tewas di sebuah rumah kontrakan, karena dituduh telah berselingkuh dengan pria lain.

    Cemburu membuat Herman naik pitam dan gelap mata, ia tega menganiaya Winda Yani (24) istrinya hingga tewas dengan luka benturan di kepala dan jeratan di leher.

    Jasad Winda Yani ditemukan oleh warga terbujur kaku di kamar kontrakan yang berada di Dusun Kenyayan, Desa Bakauheni, Kecamatan Bakauheni, Lampung Selatan, Lampung, Minggu (23/3/2025).

    Saat ditemukan, terdapat luka di bagian kepala dan lehernya masih terjerat kabel listrik. Dari hasil olah tempat kejadian (Olah TKP) di lokasi kejadian, polisi mengamankan barang bukti, kabel colokan listrik, bantal, celana korban, kain selimut dan beberapa potong pakaian milik korban.

    Dari serangkaian penyelidikan, polisi berhasil menangkap Herman (26) yang tega menghabisi nyawa istrinya sendiri. Herman diringkus polisi di rumah orang tuanya di Tanjung Priuk, Jakarta Utara, Sabtu (1/4/2025).

    Di hadapan polisi, Herman mengakui perbuatan kejinya telah menghabisi nyawa istrinya, Winda Yani. Ia menyebut, saat bertengkar, korban memaksa meminta cerai dan mengeluarkan kata-kata kasar.

    “Kami bertengkar dahulu, dia (korban) memaksa minta cerai. Keluarlah kata-kata kasar dari mulut dia,” ucap Herman kepada wartawan di Polres Lampung Selatan, Jumat (4/4/2025).

    Menurut Herman, saat itu ia tidak berniat membunuh korban. Karena korban memaksa meminta cerai, ia naik pitam lalu menganiaya korban hingga tewas.

    “Saat itu saya enggak berniat membunuh, saya masih sabar. Istri memaksa minta cerai, timbul emosi saya. Spontan saja karena emosi,” ujarnya.

    Herman menambahkan, ia mengetahui istrinya telah selingkuh dengan pria lain sejak lama.

    “Sudah satu tahun lebih saya tahu dia selingkuh dengan pria lain,” imbuhnya.

    Pengakuan pelaku menghabisi nyawa korban sesuai dengan hasil pemeriksaan polisi. Diketahui tersangka melakukan kekerasan dengan tangan kosong dan kabel listrik yang digunakan untuk mengikat leher korban.

    Kapolres Lampung Selatan AKBP Yusriandi Yusrin mengatakan, peristiwa tewasnya korban Winda Yani tersebut merupakan tindak pidana kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) berujung pada kematian.

    “Alhamdulillah, berkat kerja keras tim khusus dibantu Polsek Penengahan, kami berhasil mengungkap kejadian di rumah kontrakan korban,” kata AKBP Yusriandi Yusrin.

    Terkait kronologi pembunuhan, Yusriandi menjelaskan, peristiwa penghilangan nyawa tersebut bermula saat korban, sedang mengalami ketegangan dalam rumah tangga, berencana untuk bercerai dari suaminya. Namun, suaminya, tidak terima dan melakukan tindak kekerasan.

    Untuk pemeriksaan lebih lanjut, pelaku saat ini ditahan di Polres Lampung Selatan dan telah ditetapkan sebagai tersangka.

    Pelaku di Lampung Selatan dijerat dengan Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan dan Pasal 44 ayat (3) Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang penghapusan kekerasan dalam rumah tangga yang mengakibatkan kematian. Dengan pasal yang menjeratnya, pelaku terancam hukuman 15 tahun penjara.

  • Dugaan Kekerasan di Balik Kematian Tahanan Narkoba di Parepare

    Dugaan Kekerasan di Balik Kematian Tahanan Narkoba di Parepare

    Parepare, Beritasatu.com – Seorang tahanan narkoba Polres Parepare, Sulawesi Selatan, M Rusli (49) ditemukan meninggal di RSUD Andi Makkasau Parepare, Rabu (2/4/2025). Keluarga korban menduga kematiannya disebabkan oleh kekerasan yang diterimanya setelah ditangkap.

    M Rusli ditangkap, Kamis (27/2/2025) di kamar kosnya, kemudian dibawa ke Posko Satresnarkoba Polres Parepare yang terletak di Kelurahan Galung Maloang, Kecamatan Bacukiki, Parepare.

    Kakak korban, Agusalim, mengungkapkan sebelum meninggal, adiknya sempat mendapat perawatan medis dan ditemukan lebam di sekujur tubuhnya.

    “Bukti fisiknya ada, foto dan video sudah kami siapkan sebagai pembuktian. Jadi, selain menduga adanya penganiayaan, kami juga mencurigai adanya pemerasan,” ujar Agusalim kepada wartawan, Sabtu (5/4/2025).

    Agusalim menambahkan sebelum meninggal, M Rusli sempat dimintai uang sebesar Rp 2,5 juta oleh oknum polisi bernama Pak Muslimin, yang kemudian uang tersebut diserahkan oleh menantu korban.

    “Menantu saya sudah mengantarkan uang itu kepada Pak Muslimin, jadi kami sudah memiliki bukti pemerasan tersebut,” katanya.

    Menanggapi dugaan tersebut, Kapolres Parepare AKBP Arman Muis menyatakan, pihak kepolisian akan melakukan penyelidikan secara profesional terkait kematian tahanan narkoba ini.

    “Setelah menerima informasi tersebut, saya bersama tim dan Propam akan melakukan langkah-langkah penyelidikan. Jika memang ada indikasi pelanggaran, maka saya pastikan tidak akan main-main dalam proses penyelidikan ini,” tegas AKBP Arman Muis dalam konferensi pers.

    Arman menyampaikan kepada pihak keluarga korban, jika mereka merasa ada kejanggalan atau kurang puas dengan informasi terkait penanganan kesehatan dan kematian korban, maka mereka dipersilakan untuk melakukan ekshumasi.

    “Apabila pihak keluarga merasa kurang puas dengan penanganan atau informasi yang diterima, silakan lakukan ekshumasi,” tutup Kapolres Parepare AKBP Arman Muis soal tahanan narkoba yang meninggal diduga mengalami tindak kekerasan saat ditangkap.

  • Program Mudik Gratis di Terminal Giwangan Yogyakarta, Pemudik Terbantu

    Program Mudik Gratis di Terminal Giwangan Yogyakarta, Pemudik Terbantu

    Yogyakarta, Beritasatu.com – Memasuki arus balik Lebaran 2025, ratusan penumpang memanfaatkan program mudik gratis yang diselenggarakan oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub) di Terminal Giwangan, Yogyakarta, Sabtu (5/4/2025).

    Program mudik gratis ini menjadi solusi transportasi yang aman, nyaman, dan hemat biaya bagi para pemudik yang hendak kembali ke kota perantauan.

    Pantauan di lapangan sejak pagi hari, ratusan peserta program telah memadati area Terminal Giwangan dengan membawa barang dan perlengkapan pribadi. Mereka tampak antusias menanti keberangkatan bus yang akan membawa mereka menuju berbagai kota tujuan seperti Jakarta, Bogor, Tangerang, dan Bekasi.

    Kepala Terminal Giwangan Sigit Saryanto mengatakan, program mudik gratis arus balik ini merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam memberikan pelayanan transportasi yang terjangkau. Di samping itu, mengurangi kepadatan lalu lintas dan angka kecelakaan selama masa Lebaran.

    “Kita menyiapkan 20 bus untuk hari ini dan cadangan dua bus jika sewaktu-waktu dibutuhkan, dengan jumlah penumpang ada sekitar 823 dengan tujuan Jabotabek kota Jakarta dan sekitarnya,” kata Sigit.

    Selain memberikan kemudahan bagi masyarakat, program ini juga membantu mengurangi beban ekonomi pemudik. Salah seorang peserta, Johari mengaku sangat terbantu dengan program ini.

    “Senang ya pak, alhamdulillah sangat terbantu sekali terutama untuk masyarakat seperti saya yang menengah ke bawah bisa terbantu, jadi biaya tiket bisa dialihkan untuk yang lain,” ujar Johari yang akan kembali ke Jakarta Timur dengan tujuan Terminal Pulogebang.

    Program mudik gratis arus balik ini merupakan bagian dari upaya pemerintah menciptakan mudik yang selamat, aman, dan berkesan.

    Diharapkan, ke depannya program ini dapat terus ditingkatkan cakupannya agar menjangkau lebih banyak masyarakat di seluruh Indonesia.

    Terminal Giwangan, Yogyakarta dipadati pemudik program mudik gratis dalam momen arus balik Lebaran 2025. 

  • Cerita Wisatawan Lampung Tak Bosan Berulang Kali Liburan di Malioboro

    Cerita Wisatawan Lampung Tak Bosan Berulang Kali Liburan di Malioboro

    Yogyakarta, Beritasatu.com – Pada libur Lebaran 2025 kawasan Malioboro Kota Yogyakarta dipadati ribuan wisatawan yang datang dari berbagai daerah. Menariknya, cerita dari wisatawan asal Lampung yang tidak ada bosan-bosannya berulang kali liburan di Malioboro.

    Selain untuk menikmati suasana Malioboro, para wisatawan juga berbelanja pernak-pernik khas Yogyakarta untuk oleh-oleh.

    Ribuan wisatawan tidak hanya memadati jalan Malioboro dan jalur pedestrian. Namun juga di teras Malioboro yang merupakan salah satu pusat belanja cinderamata atau oleh-oleh juga diburu para wisatawan.

    Selain berjalan-jalan, wisatawan juga ingin menikmati suasana Kota Yogyakarta khususnya Malioboro yang dinilai penuh dengan kenangan selama libur Lebaran 2025.

    Salah satu wisatawan yang mengaku sering datang ke Yogyakarta dalam rangka libur Lebaran 2025 adalah Vera asal Lampung. Dia mengaku, mudik ke Solo sembari jalan-jalan ke Malioboro, yang sebelumnya singgah di Gunung Merapi.

    “Memang dari dahulu Malioboro seperti ini ramai. Saya sudah berulang kali ke sini enggak bosan-bosan,” kata Vera kepada Beritasatu.com, Jumat (4/4/2025).

    Ramainya kawasan Malioboro diperkirakan akan terus terjadi hingga libur Lebaran usai. Sementara itu jumlah wisatawan yang memasuki Kota Yogyakarta pada masa libur Lebaran akan mencapai 6 juta wisatawan.

  • Tragis! 3 Wisatawan Terseret Arus di Pantai Parangtritis

    Tragis! 3 Wisatawan Terseret Arus di Pantai Parangtritis

    Bantul, Beritasatu.com – Tiga wisatawan terseret arus rip current saat sedang bermain air di Pantai Parangtritis, Bantul, Jumat (4/4/2025). Dua korban berhasil diselamatkan, sementara satu orang lainnya masih hilang dan dalam proses pencarian oleh tim penyelamat.

    Kepala Unit Komunikasi Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah 3, Rodhiva Wahyu menjelaskan, rombongan wisatawan yang berjumlah 11 orang tiba di Pantai Parangtritis sekitar pukul 07.00 WIB. Tanpa menyadari adanya bahaya rip current, mereka mulai bermain air di pinggir pantai.

    “Secara tidak disadari ketiga korban mengarah ke bagian rip current, yang mana rip current tersebut memiliki arus balik ke tengah sangat kuat, kedua korban yang kita gapai dalam posisi yang sangat lemas,” ujarnya.

    Tim penyelamat dari SAR Gabungan yang bertugas di kawasan Pantai Parangtritis segera melakukan upaya penyelamatan.

    Korban atas nama Abdul dan Alloisius berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat, sementara korban Andreas Julian masih belum ditemukan dan dalam proses pencarian.

    Kasupsi OPS Basarnas Yogyakarta Arief Sugiyarto mengatakan, petugas gabungan yang terdiri dari anggota Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah III Parangtritis, SAR Ditpolair Polda DIY, serta relawan SAR lainnya terus melakukan pencarian terhadap korban yang masih hilang.

    “Sampai saat ini kami belum menemukan korban. Untuk pencarian malam ini, akan kami koordinasikan kembali ,” katanya.

    Kasub Satgas Polairud OPS Ketupat Progo 2025 AKBP Boni pun mengimbau agar wisatawan tidak bermain air di zona berbahaya di Pantai Parangtritis.

    “Diimbau kepada para wisatawan yang main di Pantai Parangtritis Parangkusumo agar berhati-hati. Disarankan tidak mandi di laut, perhatikan di sana sudah ada tanda merah,” tegasnya.

    Dua wisatawan yang selamat dari insiden di Pantai Parangtritis telah mendapat perawatan medis dan kini dalam kondisi stabil. Sementara itu, upaya pencarian terhadap satu korban yang hilang masih terus berlangsung dengan melibatkan tim SAR gabungan.

  • Arus Balik Lebaran, 29.700 Pemudik Berangkat dari Daop 6 Yogyakarta

    Arus Balik Lebaran, 29.700 Pemudik Berangkat dari Daop 6 Yogyakarta

    Yogyakarta, Beritasatu.com – Arus balik Lebaran 2025 terus meningkat di Stasiun Tugu Yogyakarta dan sejumlah stasiun di wilayah KAI Daop 6 Yogyakarta. Pada Jumat (4/4/2025), tercatat sebanyak 29.700 penumpang diberangkatkan menuju berbagai kota tujuan, seperti Jakarta, Bandung, dan Surabaya.

    Sebanyak tiga stasiun dengan jumlah pemberangkatan terbanyak, yakni Stasiun Tugu Yogyakarta (11.500 penumpang), Stasiun Solo Balapan (7.000), dan Stasiun Lempuyangan (4.000).

    Manager Humas KAI Daop 6 Yogyakarta Feni Novida mengonfirmasi lonjakan arus balik Lebaran 2025 sudah terasa signifikan.

    “Di Stasiun Tugu, kami telah memberangkatkan 11.500 pelanggan hari ini, sedangkan total keberangkatan dari seluruh Daop 6 Yogyakarta mencapai 29.700 pelanggan,” ujarnya kepada Beritasatu.com, Jumat (4/4/2025).

    Selain keberangkatan, jumlah kedatangan penumpang pada arus balik Lebaran 2025 di Daop 6 Yogyakarta juga masih tinggi, mencapai 28.000 penumpang. Tiga stasiun dengan jumlah kedatangan tertinggi adalah Stasiun Tugu Yogyakarta, Stasiun Solo Balapan, dan Stasiun Lempuyangan.

  • Arus Balik Bikin Bakauheni Sesak, Ribuan Kendaraan Tak Henti Mengalir

    Arus Balik Bikin Bakauheni Sesak, Ribuan Kendaraan Tak Henti Mengalir

    Lampung, Beritasatu.com – Ribuan kendaraan arus balik Lebaran 2025 memadati kantong parkir Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan, Sabtu (5/4/2025) dini hari. Arus kendaraan yang akan kembali ke Pulau Jawa tidak henti mengalir.

    Berdasarkan pantauan Beritasatu.com, pukul 03.00 WIB, volume kendaraan yang sedang mengantre untuk menunggu penyeberangan di jalur dermaga, baik reguler maupun eksekutif cukup padat.

    Antrean arus balik Lebaran di kantong parkir terisi penuh dengan kendaraan roda dua dan kendaraan roda empat, tetapi tidak mengular hingga pintu masuk pelabuhan.

    Sebelumnya, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Utama Bakauheni mencatat jumlah penumpang yang telah meninggalkan Pelabuhan Bakauheni mencapai 66.951 orang sejak pukul 08.00 WIB hingga 20.00 WIB, Jumat (4/4/2025). Jumlah penumpang terus meningkat, sejak H+1 hingga H+4 Lebaran telah mencapai 259.033 orang.

    Kemudian total kendaraan yang telah menyeberang dari Sumatera ke Pulau Jawa sudah mencapai 18.420 unit pada Jumat (4/4/2025) malam. Volume kendaraan didominasi oleh sepeda motor sebanyak 9.644 unit, disusul mobil pribadi 8.607 unit, serta bus 169 unit. Dalam arus balik Lebaran ini, truk sudah dialihkan ke Pelabuhan BBJ Muara Pilu menuju BBJ Bojonegara.

  • Pemudik Asal Deli Serdang Meninggal di Bus AKAP

    Pemudik Asal Deli Serdang Meninggal di Bus AKAP

    Padang, Beritasatu.com – Seorang pemudik asal Deli Serdang meninggal dunia dalam bus antarkota antarprovinsi (AKAP) pada Jumat (4/4/2025), tepatnya di Nagari Sungai Kabut, Pulau Punjung, Dharmasraya, Sumatera Barat (Sumbar).

    Pemudik asal Deli Serdang yang meninggal dunia diketahui bernama Subari (55), warga Deli Serdang, Sumatera Utara. Ia sedang dalam perjalanan pulang ke kampung halamannya di Medan dari Jakarta menggunakan Bus ALS.
    Kronologi Kejadian

    Menurut saksi mata Abdul Kadir, korban awalnya terlihat dalam kondisi normal. Namun, beberapa saat kemudian ia tiba-tiba tidak sadarkan diri.

    “Korban awalnya baik-baik saja, tetapi tiba-tiba tidak sadar. Saat diperiksa, ternyata sudah meninggal,” ujar Abdul Kadir.

    Bus ALS yang membawa sekitar 47 penumpang ini berangkat dari Jakarta menuju Medan beberapa hari lalu. Peristiwa ini terjadi saat bus berada di Pos Pengamanan (Pos PAM) Idulfitri Singgalang.

    Kapolsek Pulau Punjung IPTU Azamu Suhari menyampaikan, kasus ini masih dalam penyelidikan oleh tim inafis Polres Dharmasraya dan Polsek Pulau Punjung. Dari hasil pemeriksaan awal, ditemukan berbagai jenis obat dalam tas korban, yang mengindikasikan kemungkinan adanya riwayat penyakit tertentu.

    Saat ini, jenazah pemudik asal Deli Serdang yang meninggal dunia telah ditempatkan di ruang isolasi mayat IGD RSUD Sungai Dareh, menunggu kedatangan pihak keluarga dari Medan, Sumatera Utara.

  • Puncak Arus Balik Lebaran 2025, Kendaraan Padati Bakauheni

    Puncak Arus Balik Lebaran 2025, Kendaraan Padati Bakauheni

    Lampung, Beritasatu.com – Empat hari setelah Lebaran 2025, arus balik Lebaran 2025 mulai dipenuhi pemudik yang ingin menyeberang ke Pulau Jawa melalui Pelabuhan Bakauheni, Lampung, menunjukkan peningkatan signifikan.

    Menurut pantauan Beritasatu.com pada pukul 15.00 WIB, volume kendaraan yang antre untuk menunggu keberangkatan di jalur dermaga, baik jalur reguler maupun eksekutif, mengalami kepadatan.

    Meski demikian, antrean kendaraan belum mengular hingga pintu masuk, yang berarti kepadatan kendaraan masih dalam kategori normal (hijau).

    PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Utama Bakauheni mencatatkan jumlah penumpang yang meninggalkan Pelabuhan Bakauheni mencapai 29.934 orang sejak pukul 00.00 WIB hingga 12.00 WIB, Jumat (4/4/2025).

    Jumlah penumpang terus meningkat, dengan total 212.678 orang yang sudah menyeberang dari H+1 hingga H+4 Lebaran.

    Sementara itu, kendaraan yang telah menyeberang pada H+4 sudah mencapai 7.161 unit hingga siang hari. Sebagian besar kendaraan yang menyeberang adalah mobil pribadi, yakni sebanyak 4.428 unit, diikuti oleh sepeda motor dengan 2.597 unit, serta bus sebanyak 136 unit.

    Untuk truk, layanan penyebrangannya dialihkan ke Pelabuhan BBJ Muara Pilu menuju BBJ Bojonegara, bukan lagi di Pelabuhan Bakauheni.

    Sejauh ini, tercatat masih ada 756.683 pemudik yang belum kembali ke Pulau Jawa pasca Lebaran. Angka tersebut dibandingkan dengan total pemudik yang menyeberang ke Sumatra pada periode H-10 hingga Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriah yang berjumlah 970.165 orang.

    Selain itu, terdapat 165.637 unit kendaraan yang masih belum kembali ke Pulau Jawa, termasuk kendaraan roda dua, roda empat, bus, dan truk. Sementara itu, total kendaraan yang telah menyeberang ke Sumatera pada periode H-10 hingga H Lebaran mencapai 225.758 unit.

  • Banjir di Aceh Selatan Akibat Rossby Ekuatorial, Apa Itu?

    Banjir di Aceh Selatan Akibat Rossby Ekuatorial, Apa Itu?

    Meulaboh, Beritasatu.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengatakan banjir yang melanda tujuh desa di Kecamatan Kluet Tengah, Kabupaten Aceh Selatan akibat gelombang rossby ekuatorial. Apa itu?

    “Gelombang rossby ekuatorial merupakan gelombang atmosfer yang bergerak ke arah barat di sekitar ekuator. Gelombang ini juga dikenal sebagai gelombang planet,” kata Prakirawati Stasiun BMKG Meulaboh-Nagan Raya Almira Aprilianti dilansir dari Antara, Jumat (4/4/2025).

    Ada pun tujuh desa yang terendam banjir di Aceh Selatan sejak Kamis (3/4/2025) sore hingga hari ini, yakni Desa Jambo Papan, Desa Malaka, Desa Simpang Dua, Desa Padang, Desa Koto, Desa Pulo Air, serta Desa Mersak.

    Banjir di Aceh Selatan tersebut menyebabkan 644 jiwa dari 167 kepala keluarga (KK) terdampak.

    BPBD Aceh Selatan menyebutkan ketinggian bajir yang merendam permukiman warga di Kluet Tengah berkisar antara 50 sentimeter hingga 80 sentimeter.

    Banjir di Aceh Selatan terjadi setelah aliran Sungai Manggamat meluap akibat tingginya curah hujan.

    Almira menyebutkan gelombang rossby ekuatorial dapat menyebabkan aktifnya massa udara sehingga menyebabkan penambahan awan yang lebih banyak dan memicu terjadinya hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.

    Selain itu, penyebab tingginya curah hujan di wilayah pantai barat selatan Aceh juga adanya belokan angin (shearline) di sekitar wilayah barat selatan Aceh, sehingga terjadinya penumpukan massa udara dan dapat menyebabkan bencana hidrometeorologi selama dua hari ke depan.

    Dia menyebutkan, kondisi anomali suhu muka laut yang hangat di perairan barat Aceh juga dapat meningkatkan potensi penguapan atau penambahan massa uap air.

    BMKG mengimbau kepada masyarakat agar dapat mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, angin kencang dan lainnya akibat hujan lebat yang terus-menerus maupun dengan durasi lama.