Category: Beritasatu.com Regional

  • Libur Lebaran Ramai, Penjualan di Pasar Beringharjo Turun 30 Persen

    Libur Lebaran Ramai, Penjualan di Pasar Beringharjo Turun 30 Persen

    Yogyakarta, Beritasatu.com – Meski ramai dikunjungi wisatawan, penjualan pakaian di Pasar Beringharjo, Yogyakarta, justru mengalami penurunan hingga 30% selama libur Lebaran 2025 dibandingkan tahun lalu.

    Lorong-lorong pasar terlihat padat oleh para wisatawan yang mencari oleh-oleh khas Jogja, seperti baju batik, daster, hingga baju anak-anak. Namun, penjual mengeluhkan banyaknya pengunjung tidak sebanding dengan jumlah pembeli.

    “Lebih ramai tahun kemarin. Sekarang pembeli hanya sekitar 30 orang per hari,” ujar Isti, salah satu pedagang pakaian kepada Beritasatu.com, Minggu (6/4/2025).

    Kunjungan Ramai, Transaksi Lesu

    Salah satu wisatawan asal Bekasi, Syifa, mengaku sengaja mampir ke Pasar Beringharjo seusai mudik ke Yogyakarta. Hal itu dilakukan untuk berbelanja sekaligus nostalgia selama libur Lebaran 2025.

    “Belanja sekalian nostalgia, cari daster buat oleh-oleh,” ucapnya.

    Meski pengunjung ramai, transaksi pembelian tidak setinggi tahun lalu. Isti mengatakan penurunan bisa mencapai 30%, meski secara umum ada peningkatan tiga kali lipat dibanding hari-hari biasa.

    Harga Tetap Terjangkau

    Pasar Beringharjo masih menjadi primadona wisata belanja di Yogyakarta. Harga pakaian di sini cukup bervariasi dan terjangkau, mulai dari Rp 35.000 hingga ratusan ribu rupiah.

    Fenomena Pasar Beringharjo yang ramai saat libur Lebaran 2025 menjadi catatan ramainya kunjungan belum tentu berdampak langsung pada peningkatan penjualan, terutama pada pemulihan ekonomi pasca-pandemi dan tekanan daya beli masyarakat.

  • Arus Balik di Bakauheni Mulai Landai, ASDP Siaga Tangani Pemudik

    Arus Balik di Bakauheni Mulai Landai, ASDP Siaga Tangani Pemudik

    Lampung, Beritasatu.com – Arus balik Lebaran 2025 di Pelabuhan Bakauheni, Lampung diprediksi mulai melandai pada Senin (7/4/2025) atau H+7 Lebaran. Hal ini disampaikan General Manager PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Bakauheni Syamsudin.

    “Prediksi kami satu hari ini dan besok sudah mulai landai. Malam ini kami harus kerja keras agar para pemudik tetap bisa tertangani dengan baik,” ujar Syamsudin, Minggu (6/4/2025).

    Jumlah Kendaraan Diperkirakan Turun

    Berdasarkan data sementara, jumlah kendaraan yang menyeberang dari Pelabuhan Bakauheni menuju Pelabuhan Merak hari ini diprediksi tidak sebanyak hari sebelumnya.

    Pada Sabtu (5/4/2025), tercatat 34.725 kendaraan yang telah menyeberang, baik roda dua maupun roda empat. Sementara itu, pada Minggu (6/4/2025), jumlahnya diprediksi kurang dari 35.000 kendaraan.

    Meski terjadi penurunan, Syamsudin menyebut perbedaannya tidak signifikan. Arus balik Lebaran 2025 masih tetap tinggi dan memerlukan pengawasan intensif.

    ASDP Siaga Bersama Pihak Terkait

    Untuk mengantisipasi kepadatan dan menjaga kelancaran penyeberangan, ASDP terus berkoordinasi dengan kepolisian, KSOP, dan operator kapal. “Kami ingin memastikan perjalanan balik para pemudik tetap aman dan menyenangkan,” tambah Syamsudin.

    Hingga Minggu (6/4/2025) siang, ASDP mencatat lebih dari 17.056 kendaraan telah menyeberang ke Pulau Jawa. Sementara itu, jumlah penumpang mencapai lebih dari 74.866 orang, termasuk penumpang pejalan kaki maupun yang menggunakan kendaraan.

    Situasi di Pelabuhan Bakauheni masih ramai, tetapi terpantau terkendali. Puncak arus balik Lebaran 2025 diperkirakan telah terjadi pada akhir pekan dan mulai mengalami penurunan pada awal pekan.

  • Pemudik Lebaran Kecewa Pelayanan di Bakauheni, ASDP Dinilai Buruk

    Pemudik Lebaran Kecewa Pelayanan di Bakauheni, ASDP Dinilai Buruk

    Lampung Selatan, Beritasatu.com – Pelabuhan Bakauheni mendapat keluhan pemudik pada arus balik Lebaran. Pemudik menilai pelayanannya sangat buruk. Hal itu terjadi saat antrean panjang terjadi di Bakauheni.

    Arus balik Lebaran di Pelabuhan Bakauheni, Lampung dipenuhi pemudik yang berasal dari Pulau Sumatera menuju Pulau Jawa. Kepadatan terjadi di hampir seluruh area pelabuhan, mulai dari ruang tunggu pejalan kaki hingga kantong parkir kendaraan roda dua dan empat.

    Antrean panjang yang terjadi menyebabkan sejumlah pemudik mengeluhkan pelayanan petugas di Pelabuhan Bakauheni. Antrean panjang masih terlihat di berbagai titik di Pelabuhan Bakauheni. Pemudik yang telah menyelesaikan proses boarding tiket masih harus menunggu hingga satu jam untuk masuk ke kapal.

    Kepadatan terjadi di ruang tunggu pejalan kaki yang penuh sesak, memaksa pemudik untuk berdesakan menunggu giliran mereka. Banyak pemudik yang mengeluhkan pelayanan yang terkesan lamban dan kurang perhatian dari petugas. Beberapa pemudik bahkan mengaku tidak diarahkan dengan jelas untuk melakukan screening tiket, yang semakin menambah frustrasi mereka.

    Kondisi ini menyebabkan ketidaknyamanan, terutama bagi pemudik yang telah menunggu berjam-jam. Salah seorang pemudik, Efendi (49), asal Depok, Jawa Barat, mengungkapkan rasa kecewanya.

    “Saya sudah menunggu satu jam, tetapi enggak naik-naik juga. Tempat menunggunya panas, kita berdesak-desakan. Ada ibu-ibu dan anak kecil, kasihan mereka kepanasan. Takutnya mereka pingsan,” keluh Efendi kepada wartawan, Minggu (6/4/2025).

    Tidak hanya itu, Ridwan (38), pemudik asal Bogor, Jawa Barat, juga menyatakan hal serupa.

    “Pelayanannya kurang bagus tahun ini. Semoga tidak terulang lagi di musim mudik tahun depan,” ujarnya.

    Tidak hanya pemudik pejalan kaki yang mengeluhkan antrean panjang, tetapi ribuan kendaraan pribadi juga terjebak dalam antrean panjang di pintu masuk Pelabuhan Bakauheni. Banyak kendaraan harus menunggu berjam-jam untuk bisa masuk dan menyebrang ke Pulau Jawa.

    Berdasarkan data dari pihak ASDP Bakauheni, pada Minggu (6/4/2025), sebanyak 441.625 penumpang telah diseberangkan ke Pulau Jawa. Sementara itu, 54.787 unit sepeda motor dan 66.752 unit kendaraan roda empat juga telah berhasil diseberangkan. Meski demikian, sekitar 50 persen pemudik dari Pulau Sumatera masih belum kembali ke Pulau Jawa.

    Pihak ASDP Bakauheni menyatakan, antrian panjang ini terjadi karena tingginya volume pemudik yang ingin kembali ke Pulau Jawa setelah merayakan Lebaran di kampung halaman mereka.

    Meski demikian, pihak ASDP berjanji akan terus meningkatkan pelayanan demi kenyamanan pemudik di Pelabuhan Bakauheni yang akan melanjutkan perjalanan mereka.

  • Penyerangan Tragis di Lampung, Polisi Tetapkan Abu Bakar Tersangka

    Penyerangan Tragis di Lampung, Polisi Tetapkan Abu Bakar Tersangka

    Bandar Lampung, Beritasatu.com – Polresta Bandar Lampung menetapkan Abu Bakar (25) sebagai tersangka dalam kasus penyerangan yang terjadi di rumah pengusaha Thomas Rizka pada Sabtu (29/3/2025) dini hari. Penyerangan tersebut mengakibatkan tewasnya seorang penjaga rumah, Sofyani (53).

    Setelah menetapkan Abu Bakar sebagai tersangka, pihak kepolisian berencana melakukan pemeriksaan psikologis dan psikiatri terhadap pelaku untuk mendalami kondisi kejiwaannya. Pemeriksaan ini akan dilakukan setelah Lebaran karena keterbatasan tenaga ahli.

    Kapolresta Bandar Lampung Kombes Pol Alfret Jacob Tilukay mengungkapkan, penyelidikan masih terus berjalan untuk menggali lebih dalam tentang motif di balik penyerangan tersebut. Hingga saat ini, penyidik telah memeriksa 10 orang saksi yang terlibat dalam kejadian tersebut.

    “Tersangka sudah ditetapkan, tetapi penyelidikan masih terus berjalan. Kami masih mengembangkan kasus ini untuk memastikan semua aspek, termasuk motif di balik aksi tersebut,” ujar Kombes Pol Alfret Jacob Tilukay, Minggu (6/4/2025).

    Setelah dilakukan penangkapan, pelaku sempat terluka di bagian kaki akibat tembakan petugas yang terpaksa mengambil tindakan tegas. Pelaku mengalami luka tembak setelah berusaha melarikan diri dan mengejar orang lain yang dapat membahayakan keselamatan.

    “Langkah ini diambil untuk mencegah pelaku melukai orang lain. Saat ini, tersangka masih dirawat di rumah sakit,” jelasnya.

    Pihak kepolisian berencana melakukan pemeriksaan psikologis dan psikiatri terhadap Abu Bakar untuk memahami kondisi kejiwaannya. Setelah proses pemeriksaan ini selesai, polisi berharap dapat mengungkap motif pelaku lebih jelas.

    Peristiwa tragis ini terjadi di rumah Thomas Rizka  terletak di Jalan Nusa Indah, Kelurahan Rawa Laut, Kecamatan Enggal, Bandar Lampung. Pelaku yang mengendarai sepeda motor seorang diri, terlihat dalam rekaman CCTV membuntuti mobil anak pemilik rumah hingga tiba di teras rumah.

    Dalam rekaman tersebut, pelaku terlihat menyerang penghuni rumah dengan senjata tajam jenis golok secara membabi buta.

    Sofyani, penjaga rumah, yang mendengar teriakan anak Thomas Rizka, berusaha menghalau pelaku. Namun, dia terkena sabetan senjata tajam di bagian kepala dan tubuh yang menyebabkan korban meninggal dunia.

    Polisi terus mengumpulkan alat bukti tambahan untuk memperjelas kejadian tersebut dan mengungkap motif dari pelaku penyerangan di Lampung.

  • IKN Diserang Tikus, Otorita Pasang Ratusan Perangkap dan Sebar Obat

    IKN Diserang Tikus, Otorita Pasang Ratusan Perangkap dan Sebar Obat

    Nusantara, Beritasatu.com – Deputi Bidang Pengendalian Pembangunan Otorita IKN Thomas Umbu Pati Tena mengatakan, pihaknya telah menyebar ratusan perangkap tikus di berbagai sudut Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN sehingga bisa mengurangi jumlah hama tikus. IKN diserang tikus yang sangat meresahkan.

    “Kami tidak tinggal diam, melalui Kedeputian Sosial Pemberdayaan Masyarakat terutama di bidang kesehatan, sudah melakukan antisipasi untuk menghadapi,” ujar Thomas, Minggu (6/4/2025).

    Thomas mengakui banyak tikus berkeliaran di IKN saat ini. “Hari ini saya katakan serangan tikus memang cukup banyak, tetapi sudah dibagi obatnya, perangkap tikus, dan nanti ada langkah-langkah preventif dari teman-teman yang menangani bidang kesehatan,” sambungnya terkait IKN diserang tikus.

    Pengunjung pun mengeluhkan banyaknya tikus berkeliaran di IKN. Thomas Umbu Pati Tena mengatakan, penyebab banyaknya tikus berkeliaran di KIPP IKN karena lahan itu dahulu hutan perbukitan, sehingga banyak sarang tikus.

    “Ini kan dahulu hutan, area perbukitan dan sebagainya, ini ada banyak juga sarang tikus ya,” kata Thomas.

    Minimnya kesadaran pengunjung dalam menjaga kebersihan dengan membuang sampah sembarangan disinyalir menjadi pemicu banyaknya tikus di kawasan IKN.

    Wisatawan bernama Via dan Sarah mengaku takjub saat pertama kali tiba di IKN karena disuguhi pemandangan gedung-gedung megah dan estetik di tengah hutan. Namun, ia menyayangkan banyak sampah, seperti botol plastik berserakan di sekitar IKN.

    Kunjungan wisatawan dari berbagai daerah dan negara ke IKN meningkat selama libur Lebaran 2025. Di tengah melonjaknya pengunjung, banyak tikus berkeliaran di IKN. Kasus IKN diserang tikus itu viral di media sosial.
     

  • Terbukti Melakukan Kekerasan Seksual, Dosen Farmasi UGM Dipecat

    Terbukti Melakukan Kekerasan Seksual, Dosen Farmasi UGM Dipecat

    Yogyakarta, Beritasatu.com – Universitas Gadjah Mada (UGM) menjatuhkan sanksi tegas berupa pemberhentian tetap terhadap seorang dosen Fakultas Farmasi yang terbukti melakukan kekerasan seksual. 

    Kasus ini mencuat setelah adanya laporan dari korban yang disampaikan ke pihak fakultas pada Juli 2024. Laporan tersebut langsung ditindaklanjuti oleh pimpinan Fakultas Farmasi dengan melibatkan Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (Satgas PPKS) UGM.

    “Begitu laporan masuk, pihak fakultas segera berkoordinasi dan melaporkan ke Satgas PPKS. Satgas langsung melakukan pendampingan kepada korban serta memulai proses pemeriksaan terhadap saksi-saksi dan terlapor sesuai prosedur,” ujar Sekretaris UGM, Andi Sandi terkait kasus dosen Fakultas Farmasi UGM melakukan kekerasan seksual.

    Sebagai langkah awal pencegahan dan perlindungan terhadap korban, universitas, dan fakultas membebastugaskan dosen tersebut dari seluruh aktivitas perguruan tinggi dan mencopotnya dari jabatan sebagai ketua Cancer Chemoprevention Research Center (CCRC) Fakultas Farmasi UGM. Pencopotan ini tertuang dalam keputusan dekan Fakultas Farmasi UGM tertanggal 12 Juli 2024, bahkan sebelum proses pemeriksaan rampung.

    Satgas PPKS UGM kemudian membentuk komite pemeriksa melalui keputusan Rektor UGM Nomor 750/UN1.P/KPT/HUKOR/2024 dengan masa kerja dari 1 Agustus hingga 31 Oktober 2024. Komite ini bertugas mendalami laporan, memeriksa korban secara terpisah, meminta keterangan dari terlapor dan saksi-saksi, serta mengkaji bukti-bukti pendukung.

    Dari hasil pemeriksaan, komite menyimpulkan bahwa terlapor terbukti melakukan tindakan kekerasan seksual yang melanggar Pasal 3 ayat (2) huruf l dan m Peraturan Rektor UGM Nomor 1 Tahun 2023. Ia juga dinyatakan melanggar kode etik dosen. Berdasarkan hasil tersebut, Rektor UGM menetapkan Keputusan Nomor 95/UN1.P/KPT/HUKOR/2025 tertanggal 20 Januari 2025, yang menjatuhkan sanksi pemberhentian tetap dari jabatan dosen kepada pelaku.

    “Seluruh proses penanganan dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku, demi memberikan ruang aman dan keadilan bagi korban serta seluruh sivitas akademika,” lanjut Andi soal dosen UGM melakukan kekerasan seksual ini.

    UGM menegaskan komitmennya untuk menciptakan kampus yang bebas dari kekerasan seksual. Sejak 2016, UGM telah menerapkan berbagai kebijakan pencegahan dan penanganan pelecehan seksual, termasuk pembentukan Satgas PPKS pada 3 September 2022. Komitmen ini juga diwujudkan melalui program Health Promoting University (HPU) dan Kelompok Kerja Zero Tolerance terhadap kekerasan, perundungan, dan pelecehan.

    “UGM terus berupaya memberikan pelayanan, perlindungan, pemulihan, dan pemberdayaan kepada para korban sesuai kebutuhan mereka,” tutup Andi terkait kekerasan seksual yang dilakukan dosen Fakultas Farmasi UGM.

  • H+6 Lebaran 2025, Ribuan Kendaraan Masih Padati Pelabuhan Bakauheni

    H+6 Lebaran 2025, Ribuan Kendaraan Masih Padati Pelabuhan Bakauheni

    Lampung, Beritasatu.com – Puncak arus balik atau pada hari keenam setelah Lebaran 2025, Pelabuhan Bakauheni, Lampung, masih dipadati ribuan kendaraan yang akan menyeberang ke Pulau Jawa, Minggu (6/4/2025).

    Berdasarkan pantauan Beritasatu.com, pukul 15.00 WIB, seluruh kantong parkir di jalur dermaga telah dipenuhi oleh kendaraan pemudik, baik roda dua maupun roda empat. Antrean kendaraan juga mengular hingga pintu masuk pelabuhan, sehingga pemudik yang naik kendaraan harus menunggu 1-3 jam untuk proses bongkar muat kapal.

    PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Utama Bakauheni mencatat jumlah kendaraan yang telah menyeberang menuju Pelabuhan Merak mencapai 17.056 unit sejak pukul 00.00 WIB hingga 11.59 WIB, Minggu (6/4/2025). Jumlah tersebut diprediksi akan terus bertambah hingga malam nanti.

    Hingga kini, kendaraan roda empat masih mendominasi puncak arus balik dengan jumlah 10.224 unit. Disusul dengan kendaraan roda dua sebanyak 6.206 unit, serta bus 626 unit yang akan menyeberang dari Pelabuhan Bakauheni menuju Pelabuhan Merak, Banten.

    Sementara itu, jumlah penumpang yang telah meninggalkan Sumatera menuju Pulau Jawa melalui Pelabuhan Bakauheni telah mencapai 74.866 orang sejak pukul 00.00 WIB hingga 11.59 WIB, Minggu (6/4/2025). Sementara jumlah penumpang yang merupakan pejalan kaki ada 5.478 orang, dan penumpang dengan kendaraan mencapai 69.388 orang.

    ASDP mengerahkan sebanyak 40 armada kapal untuk melayani pemudik yang akan menyeberang dari Pelabuhan Bakauheni ke Pelabuhan Merak. Hingga siang tadi tercatat sudah ada 66 trip atau perjalanan laut dalam periode masa angkutan puncak arus balik.

    Adapun jumlah penumpang yang telah kembali ke Pulau Jawa sejak H+1 hingga H+6 setelah Lebaran mencapai 490.926 orang. Sedangkan untuk jumlah kendaraan yang telah menyeberang mencapai 123,859 unit semua jenis kendaraan.

    ASDP memprediksi momen puncak arus balik dari Pelabuhan Bakauheni masih akan terjadi hingga besok, Senin (7/4/2025). Berbagai upaya antisipasi terus dilakukan guna mencegah terjadinya kepadatan kendaraan dan memberikan layanan yang lebih baik bagi pemudik yang kembali.

  • Puncak Libur Lebaran, Wisata Edukasi Anak di Yogya Jadi Lautan Manusia

    Puncak Libur Lebaran, Wisata Edukasi Anak di Yogya Jadi Lautan Manusia

    Sleman, Beritasatu.com – Puncak libur Lebaran 2025, pengunjung destinasi wisata di Daerah Istimewa Yogyakarta membeludak. Ribuan wisatawan yang berasal dari berbagai daerah membanjiri wisata anak Ibarbo Park yang berada di Jalan Magelang, Sleman, Yogyakarta.

    Wisatawan yang rata-rata membawa keluarga rela antre saat membeli tiket masuk. Wisatawan mengaku jika berkunjung ke tempat ini untuk menghabiskan sisa waktu libur Lebaran.

    Berbagai wahana di Ibarbo Park, Sleman, Yogyakarta. – (Beritasatu.com/Olena Wibisana)

    “Menghabiskan libur Lebaran, menghabiskan stres setelah bekerja, setelah liburan kerja lagi,” kata Farid dan Ferti, pengunjung asal Bandung kepada Beritasatu.com, Minggu (6/4/2025), yang merupakan puncak libur Lebaran 2025.

    Deretan rumah kartun yang ada di lokasi ini membuat anak-anak ingin berkeliling sambil naik kereta mini yang disediakan pengelola. Selain menyuguhkan berbagai wahana kartun, destinasi wisata yang berdiri sejak 2022 ini juga menghadirkan berbagai hewan yang lucu seperti burung unta, burung makau, kura-kura, kelinci, hingga berbagai koleksi burung cantik lainnya. Meskipun harus berpanas-panasan, para wisatawan ingin berlama-lama di lokasi ini.

    Berbagai wahana di Ibarbo Park, Sleman, Yogyakarta. – (Beritasatu.com/Olena Wibisana)

    “Baru pertama kali ke sini, tetapi sangat memuaskan. Komplet buat anak-anak. Cocok untuk untuk berlibur,” ujar Aprilia, pengunjung asal Jawa Tengah.

    Jumlah pengunjung pada libur Lebaran saat ini mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya. Pada libur Lebaran kali ini jumlah pengunjung mencapai 10.000 orang setiap harinya.

    “Pada libur Lebaran sekarang 10.000  lebih pengunjung dari berbagai daerah setiap harinya. Jika dibandingkan tahun jumlah pengunjung saat ini meningkat signifikan,” ungkap Sales Executive Wisata Ibarbo Park Marselina Putri.

    Berbagai wahana di Ibarbo Park, Sleman, Yogyakarta. – (Beritasatu.com/Olena Wibisana)

    Pada puncak libur Lebaran 2025, banyak wisatawan yang berkunjung dan didominasi dari luar daerah seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, hingga Pulau Sumatera. Untuk harga tiket sendiri, dibanderol dengan harga Rp 70.000 per orang untuk semua usia pada saat libur Lebaran, sedangkan untuk hari biasa hanya Rp 60.000 per orang.

  • IKN Diserang Tikus, Otorita: Dahulu Hutan sehingga Banyak Sarang Tikus

    IKN Diserang Tikus, Otorita: Dahulu Hutan sehingga Banyak Sarang Tikus

    Nusantara, Beritasatu.com – Ibu Kota Nusantara atau IKN diserang kawanan tikus. Pengunjung pun mengeluhkan banyaknya tikus berkeliaran di IKN. Deputi Bidang Pengendalian Pembangunan Otorita IKN Thomas Umbu Pati Tena mengatakan, penyebab banyaknya tikus berkeliaran di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN karena lahan itu dahulu hutan perbukitan, sehingga banyak sarang tikus.

    “Ini kan dahulu hutan, area perbukitan dan sebagainya, ini ada banyak juga sarang tikus ya,” kata Thomas kepada Beritasatu.com di KIPP IKN, Minggu (6/4/2025).

    Thomas berharap dengan disebarkan ratusan perangkap tikus di berbagai sudut KIPP IKN, bisa mengurangi jumlah hama tikus yang berkeliaran di IKN.

    Thomas mengakui banyak tikus berkeliaran di IKN saat ini. “Hari ini saya katakan serangan tikus memang cukup banyak, tetapi sudah dibagi obatnya, perangkap tikus, dan nanti ada langkah-langkah preventif dari teman-teman yang menangani bidang kesehatan,” sambungnya terkait IKN diserang tikus.

    Minimnya kesadaran pengunjung dalam menjaga kebersihan dengan membuang sampah sembarangan disinyalir menjadi pemicu banyaknya tikus di kawasan IKN.

    Wisatawan bernama Via dan Sarah mengaku takjub saat pertama kali tiba di IKN karena disuguhi pemandangan gedung-gedung megah dan estetik di tengah hutan. Namun, ia menyayangkan banyak sampah, seperti botol plastik berserakan di sekitar IKN.

    Kunjungan wisatawan dari berbagai daerah dan negara ke IKN meningkat selama libur Lebaran 2025. Di tengah melonjaknya pengunjung, banyak tikus berkeliaran di IKN. Kasus IKN diserang tikus itu viral di media sosial.
     

  • 2 Juta Wisatawan Serbu Malioboro Selama Libur Lebaran

    2 Juta Wisatawan Serbu Malioboro Selama Libur Lebaran

    Yogyakarta, Beritasatu.com – Kawasan Malioboro kembali menjadi magnet utama bagi para wisatawan selama libur Lebaran 2025. Berdasarkan data People Counting dari sistem Smart Province Yogyakarta, tercatat ratusan ribu orang memadati jantung wisata Kota Gudeg ini setiap harinya, mulai Senin (31/3/2025) hingga Sabtu (5/4/2025).

    Lonjakan jumlah pengunjung mulai terasa sejak hari pertama Lebaran, Senin (31/3/2025), dengan total 145.472 orang tercatat melintasi kawasan Malioboro. Angka ini melonjak signifikan pada hari kedua Lebaran (1/4/2025) mencapai 265.392 pengunjung.

    Puncak kunjungan terjadi pada Kamis (3/4/2025), dengan rekor 476.231 wisatawan memenuhi kawasan pedestrian ikonik tersebut. Meskipun jumlahnya sedikit menurun pada Jumat (4/4/2025), Malioboro tetap ramai dikunjungi dengan 462.332 orang dan hingga Sabtu (5/4/2025), kawasan ini masih dipadati oleh 377.429 wisatawan.

    Secara keseluruhan, selama enam hari masa libur Lebaran, lebih dari 2,1 juta orang tercatat mengunjungi Malioboro. Antusiasme wisatawan ini membuktikan bahwa Malioboro tetap menjadi destinasi favorit untuk mengisi waktu libur, khususnya pada momen spesial seperti Lebaran.

    Tingginya angka kunjungan turut berdampak positif bagi para pelaku usaha di sekitar Malioboro, mulai dari pedagang kaki lima, pelaku UMKM, hingga penyedia jasa transportasi.

    Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta, melalui sistem Smart Province, terus memantau aktivitas pengunjung demi menjaga kenyamanan dan keamanan selama masa liburan.

    Sistem People Counting yang terpasang di sejumlah titik strategis berfungsi untuk mencatat jumlah orang yang melintas secara real-time.

    Dengan tingginya arus wisatawan, Pemda DIY mengimbau masyarakat serta para pelaku usaha untuk tetap menjaga ketertiban, kebersihan, dan kenyamanan, agar Malioboro senantiasa menjadi destinasi unggulan bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.