Category: Beritasatu.com Regional

  • Dandim Yahukimo: Korban Pembunuhan KKB di Kali Silet Bukan Anggota TNI

    Dandim Yahukimo: Korban Pembunuhan KKB di Kali Silet Bukan Anggota TNI

    Jayapura, Beritasatu.com – Komandan Kodim 1715/Yahukimo, Letkol Inf Tommy Yudistyo, menegaskan korban dalam insiden pembunuhan oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Kali Silet, wilayah perbatasan Kabupaten Yahukimo dan Kabupaten Asmat bukanlah anggota TNI.

    “Korban dipastikan merupakan warga sipil, bukan personel TNI. Informasi yang disebarkan oleh KKB adalah hoaks dan menyesatkan,” ujar Letkol Tommy saat dihubungi dari Jayapura, Rabu (9/4/2025) dikutip dari Antara.

    Dandim menyebut KKB sengaja menyebarluaskan informasi palsu dengan menyatakan korban adalah anggota militer. Faktanya, korban diketahui sebagai warga yang bekerja sebagai pendulang emas di wilayah tersebut.

    Letkol Tommy juga menambahkan jumlah pasti korban sipil dalam kejadian tersebut masih belum bisa dikonfirmasi. Hal ini disebabkan lokasi kejadian yang sangat terpencil dan sulit dijangkau.

    “Dari Dekai, Ibu Kota Kabupaten Yahukimo, lokasi kejadian hanya bisa diakses menggunakan helikopter. Sementara dari Kabupaten Asmat, hanya bisa dijangkau dengan perahu motor melalui jalur sungai,” jelasnya.

    Serangan brutal terhadap para pendulang emas itu diduga dilakukan oleh KKB Yahukimo yang dipimpin oleh Elkius Kobak pada Minggu (6/4/2025).

  • Belum Sehari, 2 Gempa Guncang Solok, Warga Diminta Waspada

    Belum Sehari, 2 Gempa Guncang Solok, Warga Diminta Waspada

    Jakarta, Beritasatu.com –  Gempa guncang Solok dua kali dalam selang waktu tak sampai satu jam pada Selasa (8/4/2025). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat dua lindu berurutan menggoyang wilayah Kabupaten Solok, Sumatera Barat. Gempa pertama berkekuatan 4,2 magnitudo terjadi pukul 17.23 WIB, disusul gempa kedua berkekuatan 2,4 magnitudo pada pukul 17.39 WIB.

    Kepala Stasiun Geofisika Padang Panjang, Suaidi Ahadi, menjelaskan bahwa gempa pertama berlokasi di koordinat 0,98 Lintang Selatan dan 100,71 Bujur Timur, sekitar 20 kilometer tenggara Kabupaten Solok, dengan kedalaman sangat dangkal yakni satu kilometer.

    “Gempa kedua atau gempa susulan terjadi di titik koordinat 1,01 Lintang Selatan dan 100,69 Bujur Timur, sekitar 23 kilometer arah tenggara Solok, dengan kedalaman tujuh kilometer,” jelas Suaidi dikutip Antara, Selasa (8/4/2025). 

    BMKG menyebut kedua gempa ini merupakan jenis gempa dangkal yang dipicu aktivitas Sesar Sumani. Meski tak tergolong besar, getaran gempa guncang Solok dirasakan oleh warga di Kabupaten Solok dan Kota Solok.

    Sampai berita ini diturunkan, belum ada laporan terkait kerusakan bangunan atau korban jiwa. Namun, BMKG tetap meminta warga waspada dan tidak mudah percaya pada informasi yang belum jelas sumbernya.

    “Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, menjauhi bangunan yang tampak retak atau rusak, dan memastikan tempat tinggal cukup kuat menahan guncangan gempa,” kata Suaidi.

    Dengan dua kali gempa guncang Solok hanya dalam waktu singkat, BMKG menekankan pentingnya kesiapsiagaan warga terhadap potensi gempa susulan. Tetap waspada, dan perhatikan selalu informasi resmi dari BMKG.

  • Mantan Kapolsek Mulia yang Tewas Ditembak KKB Dimakamkan di Timika

    Mantan Kapolsek Mulia yang Tewas Ditembak KKB Dimakamkan di Timika

    Jayapura, Beritasatu.com – Jenazah Iptu (purn) Djamal Renhoat, mantan kapolsek Mulia, Kabupaten Puncak Jaya, Papua Tengah yang ditembak kelompok kriminal bersenjata (KKB) pada Senin (7/4/2025), hari ini diterbangkan dan dimakamkan di Timika. 

    Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Ignatius Benny Ady Prabowo mengaku jenazah Iptu Jamal telah dievakuasi dari Distrik Mulia menuju Timika menggunakan pesawat jenis Cessna 208B/PK-SNA milik Smart Cakrawala Aviation.

    “Tadi pagi sudah dievakuasi dari Mulia menuju Timika sekitar pukul 08.56 WIT dan rencananya jenazah almarhum Iptu (purn) Djamal Renhoat akan dimakamkan di Timika setelah disemayamkan terlebih dahulu di rumah duka di kawasan Kebun Sirih,” ungkap Kombes Benny, Selasa (8/04/2025), terkait pemakaman mantan kapolsek yang ditembak KKB ini.

    Sebelumnya diberitakan Iptu (purn) Djamal Renhoat ditembak KKB di kios miliknya yang berada di Kampung Wuyukwi, Distrik Mulia, Kabupaten Puncak Jaya, Papua Tengah, Senin (7/4/2025) sekitar pukul 18.45 WIT. 

    “Korban merupakan mantan kapolsek Mulia dan meninggal dunia akibat luka tembak di bagian pipi kanan yang menembus hingga ke leher bagian belakang sebelah kiri,” jelas Benny. 

    Kombes Benny mengaku, hingga saat ini pihaknya masih memeriksa beberapa saksi dan melakukan pengejaran terhadap pelaku yang diduga berjumlah dua orang dan menggunakan sepeda motor. 

    ” Informasi yang kami terima pelakunya dua orang, berboncengan dengan sepeda motor. Setelah melakukan aksinya, kedua pelaku ini langsung melarikan diri,” ungkap Kombes Benny. 

    Polisi sendiri hingga saat ini dibantu TNI sedang melakukan pengejaran terhadap pelaku yang diduga kuat adalah bagian dari KKB yang kerap menebar teror di Kabupaten Puncak Jaya. 

    “Tim gabungan sedang melakukan penyekatan dan pengejaran terhadap pelaku. Kami mohon doanya agar tim dapat segera menemukan pelaku agar dapat mempertanggungjawabkan perbuatannya. Kami juga mohon bantuan dari masyarakat apabila mengetahui informasi terkait kejadian ini agar segera melapor ke pihak aparat keamanan,” beber Kombes Benny terkait kasus mantan kapolsek yang ditembak KKB ini. 

  • Soal Biaya Tambahan di Kapal Penyeberangan, ASDP Harus Tindak Tegas

    Soal Biaya Tambahan di Kapal Penyeberangan, ASDP Harus Tindak Tegas

    Cilegon, Beritasatu.com – Pengamat kebijakan publik Agus Pambagio, menyoroti banyaknya keluhan dari para pemudik pengguna jasa penyeberangan rute Pelabuhan Bakauheni-Pelabuhan Merak selama masa arus balik Lebaran 2025. Ia menilai pungutan biaya tambahan untuk fasilitas tertentu di kapal penyeberangan tidak relevan dan membebani masyarakat.

    Agus meminta agar pihak-pihak terkait seperti PT ASDP Indonesia Ferry sebagai pengelola, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), serta Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) selaku regulator pelabuhan untuk segera mengambil tindakan tegas terhadap praktik pungutan liar yang terjadi di lapangan.

    “Saya sudah berkomunikasi dengan ketua Gabungan Pengusaha Nasional Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (Gapasdap). Mereka beralasan penumpang sepi, makanya ujung-ujungnya malah memalak. Seharusnya KSOP, ASDP, dan BPTD bertindak tegas. Harus ada sanksi, jangan dibiarkan,” ujar Agus saat dihubungi Beritasatu.com, Selasa (8/4/2025).

    Meski demikian, Agus mengakui bahwa secara umum penyelenggaraan arus mudik Lebaran 2025 jauh lebih baik dibanding tahun-tahun sebelumnya. Ia menyebut tidak ada antrean yang signifikan di Pelabuhan Merak, dan sistem pembelian tiket secara daring juga berjalan dengan baik.

    “Harus diakui, kemarin pelaksanaannya sudah bagus. Preman-preman pelabuhan berhasil ditertibkan, tiket bisa dibeli secara online. Dibandingkan tahun-tahun lalu, tahun ini jauh lebih baik,” katanya.

    Namun, adanya praktik pungutan biaya tambahan di dalam kapal tetap menjadi sorotan serius. Ia menilai hal ini sebagai bentuk pelanggaran yang harus segera ditindaklanjuti agar tidak menjadi kebiasaan yang merugikan masyarakat.

    “Pungutan biaya fasilitas ini jelas merugikan. Polisi saja bisa kecolongan oleh maling, apalagi kalau tidak segera ditindaklanjuti. Begitu ada laporan, mestinya langsung ditindak agar tak terulang,” tegasnya.

    Agus pun menekankan pentingnya KSOP Kelas I Banten untuk memberikan sanksi terhadap operator kapal yang tergabung dalam Gabungan Pengusaha Nasional Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan apabila terbukti melakukan pungutan tambahan yang tidak sesuai ketentuan.

    “Hal lain sudah bagus, tinggal soal tarif tambahan ini yang harus disikapi serius. Kalau pungutan biaya tambahan (di kapal) ini dibiarkan, akan terus berulang dan yang dirugikan adalah rakyat,” pungkasnya.

  • 13 Mahasiswi Jadi Korban Kekerasan Seksual, Guru Besar UGM Dipecat

    13 Mahasiswi Jadi Korban Kekerasan Seksual, Guru Besar UGM Dipecat

    Sleman, Beritasatu.com – Jagat akademik kembali diguncang skandal memalukan. Seorang guru besar Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada (UGM), berinisial EM, resmi dipecat seusai diduga melakukan kekerasan seksual terhadap belasan mahasiswi.

    Berdasarkan hasil penyelidikan tim internal UGM, sebanyak 13 mahasiswi berstatus sebagai korban dan saksi atas tindakan tercela yang dilakukan EM. Dugaan kekerasan terjadi di luar area kampus, dan berlangsung dalam kurun waktu 2023 hingga 2024.

    “Korban dan saksi ada 13 orang yang diperiksa dan memberikan keterangan,” ujar Sekretaris UGM Andi Sandi Antonius kepada Beritasatu.com, Selasa (8/4/2025).

    EM diketahui menggunakan modus yang berkedok bimbingan tugas akhir, diskusi mata kuliah, hingga persiapan lomba akademik. Ironisnya, kegiatan tersebut dilakukan di rumah pribadinya, bukan di lingkungan kampus.

    “Modusnya kegiatannya dilakukan di rumah, mulai dari diskusi skripsi, tesis, hingga kegiatan lomba,” tambah Andi terkait kasus kekerasan seksual yang dilakukan EM.

    Kasus ini mulai terkuak ketika petinggi fakultas farmasi melaporkan perilaku EM ke rektorat. Setelah dilakukan evaluasi internal, Rektorat UGM memutuskan mencabut status EM sebagai dosen dan mengeluarkannya dari institusi.

    “Kalau status dosen dari rektor sudah memutuskan untuk memberhentikan,” tegas Andi.

    Terkait status EM sebagai aparatur sipil negara (ASN), pemberhentiannya akan mengikuti aturan dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Sementara itu, keputusan mengenai gelar guru besar akan ditentukan oleh Kementerian Dikti Saintek (Kemendiktisaintek).

    Saat ini, UGM fokus pada pendampingan psikis dan hukum kepada para korban. Alasannya sebagian besar dari mereka masih merupakan mahasiswi aktif yang belum menyelesaikan studi.

    Skandal ini kembali mengingatkan pentingnya perlindungan terhadap mahasiswa di lingkungan akademik dan perlunya mekanisme pencegahan kekerasan seksual yang lebih ketat di perguruan tinggi.

  • Sidak di Hari Pertama Kerja, Bupati TTU Temukan ASN Bolos

    Sidak di Hari Pertama Kerja, Bupati TTU Temukan ASN Bolos

    Kefamenanu, Beritasatu.com – Bupati Timor Tengah Utara (TTU) Yoseph Falentinus Delasalle Kebo mengawali hari pertama kerja pascalibur Lebaran 2025 dengan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkup Pemerintah Kabupaten TTU pada Selasa  (8/4/2025).

    Ia mendapati masih ada sejumlah aparatur sipil negara (ASN) yang bolos pada hari pertama kerja.

    Sidak bupati TTU ini bertujuan untuk memastikan kualitas pelayanan publik dan kedisiplinan ASN di lingkungan pemerintahan.​ Salah satu OPD yang menjadi fokus sidak adalah Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP).

    Bupati Yoseph mengaku menerima berbagai keluhan dari masyarakat mengenai pelayanan di dinas tersebut dan ingin meninjau langsung situasi di lapangan.​

    Selain mengevaluasi pelayanan, Bupati Yoseph juga menemukan sejumlah ASN yang tidak hadir tanpa alasan jelas pada hari pertama kerja. Ia menegaskan bahwa ketidakhadiran tersebut mencerminkan kurangnya disiplin dan tanggung jawab sebagai pelayan publik.​

    “Ini hari pertama kerja setelah libur panjang, tetapi masih ada ASN yang tidak hadir. Saya tidak akan tolerir. Pimpinan OPD harus beri teguran tegas, bahkan sanksi administratif, sesuai aturan kepegawaian. Ini penting untuk membangun budaya kerja yang serius,” jelasnya.

    Dalam sidak pada hari pertama kerja ini, Bupati Yoseph juga meninjau kesiapan lahan untuk pembangunan garasi kendaraan dinas di masing-masing OPD. Langkah ini merupakan bagian dari upaya penataan infrastruktur pemerintahan yang lebih terintegrasi dan representatif.​

  • Wali Kota Gorontalo Ingatkan ASN Efisiensi Anggaran

    Wali Kota Gorontalo Ingatkan ASN Efisiensi Anggaran

    Gorontalo, Beritasatu.com – Ribuan aparatur sipil negara (ASN) Pemerintah Kota Gorontalo mengikuti apel perdana seusai libur Idulfitri 1446 Hijriah yang digelar di Lapangan Taruna Remaja, Kota Gorontalo, Selasa (8/4/2025) pagi. Apel tersebut dipimpin langsung oleh Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea. Dalam arahannya, Adhan menegaskan pentingnya disiplin ASN serta efisiensi penggunaan anggaran.

    Ia melarang pejabat maupun ASN di lingkungan Pemkot Gorontalo untuk menggunakan anggaran pemerintah dalam perjalanan ke luar daerah yang tidak jelas tujuannya.

    “Terkait efisiensi anggaran, banyak perjalanan dinas dan makan-minum yang tidak wajar. Seolah-olah pegawai tidak makan di rumah. Kenapa makan-minum dibebankan ke pemerintah? Ini uang rakyat. Saya sudah sampaikan kepada Pak Sekda agar tidak mengizinkan perjalanan dinas yang tidak jelas,” tegas Adhan.

    Ia juga mengingatkan agar pejabat tidak menggunakan Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD) untuk kepentingan pribadi.

    “Saya beri contoh, waktu saya ke Jakarta kemarin untuk urusan pribadi, saya tidak menggunakan SPPD. Saya minta para pejabat juga begitu, jangan buat-buat kegiatan agar bisa menggunakan SPPD ke luar daerah,” kata Adhan.

    Selain itu, Adhan juga melarang organisasi perangkat daerah (OPD) mengadakan kegiatan di luar daerah. Menurutnya, hal itu hanya akan menghamburkan anggaran. Ia menyarankan agar seluruh kegiatan dilaksanakan di kantor masing-masing.

    “Kalau kegiatan penting, cukup menghadirkan pemateri ke Gorontalo, bukan ASN yang pergi berbondong-bondong ke Jakarta sampai puluhan bahkan ratusan orang,” tutupnya.

    Setelah apel, seluruh ASN Pemkot Gorontalo bersilaturahmi dengan wali kota dan wakil wali Kota Gorontalo. ASN Pemkot Gorontalo diingatkan untuk kembali mengikuti kebijakan pemerintah pusat terkait efisiensi anggaran.

  • DPR Apresiasi Penurunan Kecelakaan Saat Arus Mudik Lebaran 2025

    DPR Apresiasi Penurunan Kecelakaan Saat Arus Mudik Lebaran 2025

    Jakarta, Beritasatu.com – Pelaksanaan arus mudik Lebaran 2025 dinilai yang paling baik dalam lima tahun terakhir. Wakil Ketua DPR Adies Kadir memberikan apresiasi khusus terhadap rendahnya angka kecelakaan lalu lintas selama periode arus mudik Lebaran 2025. 

    “Arus mudik tahun ini bisa dikatakan yang terbaik dalam lima tahun terakhir. Tingkat kecelakaannya sangat rendah,” ujar Adies dalam keterangannya pada Selasa (8/5/2025).

    Data dari Operasi Ketupat 2025 menunjukkan penurunan jumlah kecelakaan hingga 30% dibandingkan tahun lalu. Berdasarkan informasi dari Korlantas Polri, terdapat 2.637 kasus kecelakaan lalu lintas selama masa mudik Lebaran 2025. Angka ini menurun drastis dari 3.728 kasus pada periode yang sama pada 2024.

    Penurunan ini dipandang sebagai hasil nyata dari penerapan strategi lalu lintas yang lebih efisien dan penanganan keamanan yang sigap.

    Adies pun memuji kinerja cepat dan responsif dari Polri, Kementerian Perhubungan, dan seluruh pihak yang terlibat dalam kelancaran arus mudik tahun ini.

    “Saya apresiasi langkah cepat, cerdas, dan sigap dari Polri, Kemenhub, dan seluruh stakeholder terkait,” tambahnya.

    Menurut Adies, keberhasilan ini tidak lepas dari koordinasi dan sinergi yang kuat antarlembaga terkait. Ia juga menekankan bahwa keberhasilan penyelenggaraan mudik 2025 menunjukkan negara hadir untuk memastikan keamanan dan kenyamanan masyarakat.

    “Ini bukti negara hadir memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat selama mudik Lebaran,” tegasnya.

    Dari sisi lalu lintas, Jasa Marga melaporkan bahwa selama periode mudik 21 Maret–1 April 2025, sebanyak 2,16 juta kendaraan meninggalkan Jabotabek. Angka ini meningkat 28,1% dari kondisi normal dan sedikit lebih tinggi (0,6%) dibandingkan musim mudik tahun lalu.

    Sementara itu, per 7 April 2025, lebih dari satu juta kendaraan roda empat telah kembali ke Jakarta pasca-Idulfitri 1446 H yang jatuh pada 31 Maret. PT Jasa Marga (Persero) Tbk mencatat sebanyak 1.194.225 kendaraan masuk ke wilayah Jabodetabek selama 31 Maret–5 April 2025. Data ini dihimpun dari empat gerbang tol utama, yakni GT Cikampek Utama (Trans Jawa), GT Kalihurip Utama dan GT Fungsional Japek II Selatan (dari arah Bandung), GT Cikupa (dari arah Merak), dan GT Ciawi (dari arah Puncak).

    Sementara itu, dalam angkutan laut Lebaran 2025 yang berlangsung dari 16 Maret hingga 6 April, PT Pelni mengoperasikan 25 kapal penumpang dan 30 kapal perintis dengan total kapasitas angkut mencapai 60.212 kursi. Selama periode tersebut, jumlah penumpang kapal laut tercatat mencapai 416.370 orang.

    Hanya pada Minggu (6/4/2025) saja, tercatat sebanyak 22.247 orang menggunakan layanan transportasi laut, mencerminkan tingginya minat masyarakat terhadap moda transportasi ini.

    Pelabuhan Makassar menjadi yang paling padat dengan 42.257 penumpang, disusul oleh Balikpapan, Pulau Batam, dan Ambon. Rute dengan volume penumpang tertinggi antara lain Batam–Belawan, Balikpapan–Surabaya, dan Kumai–Semarang, menandakan pentingnya transportasi laut dalam mendukung mobilitas antarpulau di berbagai wilayah Indonesia terutama pada periode arus mudik Lebaran.

  • Pemudik Protes Fasilitas Tak Layak dan Biaya Tambahan di Kapal

    Pemudik Protes Fasilitas Tak Layak dan Biaya Tambahan di Kapal

    Cilegon, Beritasatu.com – Sejumlah pemudik yang menyeberang dari Pelabuhan Bakauheni ke Pelabuhan Merak seusai merayakan Idulfitri 2025 di kampung halaman mengeluhkan kondisi fasilitas kapal yang dinilai tidak nyaman dan tidak sesuai harapan.

    Salah satu pengguna jasa penyeberangan, Ely Susanti mengaku melakukan perjalanan pada 7 April 2025 dengan menggunakan KMP Virgo. Ia bersama tujuh anggota keluarganya harus membayar tambahan biaya untuk bisa masuk ke ruang ekonomi yang lebih layak.

    “Kami diminta membayar Rp 15.000 per orang agar bisa masuk ke ruang ekonomi. Karena ruangan di luar penuh sesak, kami terpaksa bayar. Saya bawa tujuh orang saudara, tinggal dikalikan saja. Penumpang membeludak dan AC di dalam kapal juga tidak berfungsi dengan baik, jadi panas sekali,” ujar Ely kepada Beritasatu.com, Senin (7/4/2025).

    Ia juga menyoroti harga makanan dan minuman yang dijual di atas kapal yang dianggap terlalu mahal. Misalnya, minuman kemasan yang biasanya dijual Rp 5.000, di dalam kapal bisa mencapai Rp 20.000.

    “Tadi saya membeli teh kotak, harganya Rp 20.000. Kalau Rp 10.000 masih bisa dimaklumi karena ada biaya tambahan di kapal. Namun, ini jelas memanfaatkan momentum Lebaran. Harganya tidak wajar,” ungkapnya yang melakukan perjalanan dari Pelabuhan Bakauheni ke Pelabuhan Merak.

    Ely dan para penumpang atau pemudik lainnya berharap pemerintah lebih tegas dalam menerapkan standar pelayanan minimal (SPM) terhadap kapal-kapal swasta yang beroperasi. Mereka menilai kondisi di lapangan tidak sejalan dengan komitmen PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) sebagai BUMN penyedia layanan penyeberangan untuk memberikan kenyamanan selama arus mudik.

    “Boleh saja kapal swasta cari untung, tetapi jangan sampai semena-mena mematok harga. Kami ini juga rakyat biasa, bukan orang berlebih. ASDP saja bisa kasih gratis beberapa fasilitas, ini kapal swasta seenaknya,” tambah Ely.

    Menanggapi keluhan tersebut, pihak Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Banten selaku regulator di Pelabuhan Merak menyatakan tengah melakukan pendalaman terkait dugaan pungutan tambahan oleh pihak pengelola kapal. 

    Sejumlah operator kapal juga telah dipanggil untuk memberikan klarifikasi, termasuk terkait tarif tambahan di dalam kapal untuk sewa bantal dan matras yang sebelumnya sempat dikeluhkan para penumpang atau pemudik yang merasa tidak nyaman dengan kondisi, serta fasilitas di dalam kapal dari Pelabuhan Bakauheni ke Pelabuhan Merak.

  • Kebakaran Kantor Pos Induk, Rumah Dinas Hingga Gudang Ludes

    Kebakaran Kantor Pos Induk, Rumah Dinas Hingga Gudang Ludes

    Tulungagung, Beritasatu.com – Kantor pos induk yang terletak di Jalan RA Kartini, Kelurahan Kauman, Kecamatan Tulungagung, Jawa Timur, mengalami kebakaran. Kebakaran tersebut melanda gudang serta rumah dinas karyawan yang berada di belakang kantor pos induk.

    Api dengan cepat menghanguskan gudang dan rumah dinas yang terletak tidak jauh dari lokasi kejadian. Menanggapi situasi tersebut, petugas pemadam kebakaran Tulungagung segera bergerak menuju lokasi dan mengerahkan tiga unit mobil pemadam untuk memadamkan api. Setelah satu jam, kobaran api akhirnya berhasil dijinakkan.

    Kasi Operasi Damkar Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Tulungagung Bambang Pidekso menyatakan, kebakaran pertama kali diketahui oleh empat remaja yang kebetulan berada di sekitar lokasi kejadian. Para remaja tersebut segera melaporkan kejadian tersebut ke kantor damkar setempat.

    Di dalam rumah dinas, terdapat seorang karyawan yang sedang tidur. Karyawan tersebut baru mengetahui kebakaran setelah petugas damkar tiba di lokasi dan memberi informasi bahwa gudang dan atap rumah dinas sudah terbakar.

    “Bagi proses pemadaman, kami mengerahkan satu unit mobil pemadam dan dua truk penyuplai air. Proses pemadaman berlangsung sekitar satu jam. Dari hasil penyelidikan polisi, penyebab kebakaran diduga akibat korsleting listrik di gudang,” ungkap Bambang Pidekso kepada wartawan, Senin (7/4/2025).

    Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka dalam insiden kebakaran ini. Namun, gudang dan seluruh barang yang ada di dalamnya ludes terbakar. Sementara itu, rumah dinas mengalami kerusakan sekitar 30 persen. Kerugian materiel yang ditimbulkan diperkirakan mencapai sekitar Rp 75 juta.