Category: Beritasatu.com Regional

  • 200 Truk Tertahan di Pelabuhan NTB, Belasan Sapi Kurban Mati Kelelahan

    200 Truk Tertahan di Pelabuhan NTB, Belasan Sapi Kurban Mati Kelelahan

    Lombok Barat, Beritasatu.com – Sebanyak 12 ekor sapi untuk kebutuhan kurban Hari Raya Iduladha 1446 Hijriah mati diduga kelelahan terjebak dalam sejumlah truk yang tertahan berhari-hari Pelabuhan Gili Mas, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB). 

    Lebih dari 200 truk pengangkut sapi dari Bima, Dompu, dan daerah lain di NTB tertahan di Pelabuhan Gili Mas karena minimnya kapal. Sapi-sapi tersebut rencananya akan dibawa ke berbagai daerah termasuk Jabodetabek untuk memenuhi kebutuhan hewan kurban Iduladha.

    Ratusan sapi lainnya kini dalam kondisi kritis karena kelamaan di dalam truk. Hal itu membuat pemilik sapi khawatir. Jika tidak ada tambahan kapal, bisa saja truk akan tertahan lebih lama dan sapi-sapi itu bisa mati seketika.

    Saat ini hanya tersedia satu kapal besar di Pelabuhan Gili Mas dengan kapasitas sekitar 50 truk dan jadwal keberangkatan tidak menentu. Kapal kecil dengan kapasitas 17 truk pun tak mampu mengurai kemacetan logistik ternak yang kian parah dari waktu ke waktu.

    Truk berisi sapi harus berjibaku dengan penumpang, bus, dan truk logistik lain yang lebih diprioritaskan naik ke kapal yang tersedia di Gili Mas. 

    Di bawah terik matahari yang menyengat dan dinginnya angin malam, para petani dari berbagai pelosok NTB terpaksa tidur di Pelabuhan Gili Mas dengan alas seadanya. Mereka setia menjaga hewan ternak yang telah mereka besarkan selama berbulan-bulan.

    “Sapi-sapi ini bukan sekadar hewan bagi kami, ini harapan hidup. Kami rawat dengan susah payah, kadang lebih pentingkan beli pakan daripada makan sendiri. Sekarang semuanya seperti sia-sia,” kata Ketua Gabungan Kelompok Petani dan Nelayan Hibrida Indonesia (Gapehani) Kabupaten Bima Muziburrahman, Minggu (20/4/2025).

    Ketua Asosiasi Peternak dan Pedagang Sapi Bima Indonesia Furkan Sangiang mendesak Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal segera turun tangan mengatasi krisis kapal pengangkut sapi kurban ke berbagai daerah. 

    “Kami tidak minta uang, kami hanya minta kapal. Kami mohon kepada pemerintah, khususnya Pak Gubernur, tolong bantu. Ini Iduladha tinggal hitungan minggu, ini waktu paling krusial,” katanya.

    Kondisi memilukan ini tidak hanya meninggalkan luka mendalam bagi para petani, tetapi juga mengancam keberlangsungan ekonomi peternakan rakyat di NTB.

    Sapi-sapi yang seharusnya menjadi komoditas kurban untuk memenuhi kebutuhan di Jabodetabek dan kota-kota besar lainnya di Indonesia kini terancam gagal berangkat. 

    Jika hal ini terus terjadi, maka kerugian yang dialami petani bisa mencapai ratusan juta rupiah.

    “Bayangkan, banyak dari kami punya cicilan bank. Sapi-sapi inilah harapan untuk bayar utang, belikan beras, seragam sekolah anak-anak. Sekarang kami hanya bisa menatap sapi-sapi yang lemas, dan sebagian sudah mati,” ujar Muziburrahman dengan nada sedih.

    Sopir memberi minum sapi dalam truknya yang tertahan di Pelabuhan Gili Mas, Lembar, Lombok Barat, NTB akibat minimnya kapal, Sabtu (19/4/2025). – (Beritasatu.com/Muhammad Awaludin)

    Furkan Sangiang mengatakan NTB selama ini dikenal sebagai salah satu datang penyokong utama kebutuhan sapi kurban nasional. Namun, ironinya permasalahan klasik berupa keterbatasan kapal untuk angkut sapi terus berulang setiap tahun menjelang Iduladha.

    “Kalau ini terus dibiarkan, tahun depan mungkin tidak ada lagi petani sapi di Bima dan Dompu. Ini bukan soal bisnis, ini soal hidup atau mati petani kecil,” tegas Furkan.

    Para pemilik sapi-sapi kurban yang tertahan di Pelabuhan Gili Mas kini hanya bisa kapal pengangkut hewan ternak mereka segera tiba sebelum kondisi semakin memburuk. Mereka meminta ada kapal khusus jelang Iduladha untuk membawa sapi kebutuhan kurban dari NTT ke berbagai daerah.

    Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) NTB Muhammad Riadi memutuskan menghentikan sementara penerbitan rekomendasi pengiriman ternak. Langkah ini diambil sebagai upaya untuk mengurangi kepadatan truk dan mencegah penumpukan sapi yang lebih parah di Pelabuhan Gili Mas.

    “Sudah ada kesepakatan, maksimal pengangkutan 55 truk tronton, tetapi kenyataannya semua bergerak tanpa kendali. Makanya saya stop dahulu sampai 8.000 ekor sapi ini terkirim,” jelas Riadi.

    Riadi juga menyoroti ketidakdisiplinan dalam pengiriman ternak dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Menurut dia, seharusnya jumlah truk dari Bima dibatasi maksimal 40 unit, ditambah 15 unit dari Dompu, dan Sumbawa, dengan jadwal pengiriman yang diatur setiap dua hari sesuai dengan jadwal kedatangan kapal.

  • Serunya Permainan Masangin Saat Liburan di Alun-Alun Kidul Yogyakarta

    Serunya Permainan Masangin Saat Liburan di Alun-Alun Kidul Yogyakarta

    Yogyakarta, Beritasatu.com – Jika Anda liburan di Alun-alun Kidul Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogykarta (DIY), tidak lengkap jika tidak mengikuti permainan masangin.

    Alun-Alun Kidul Yogyakarta menjadi destinasi favorit warga lokal maupun wisatawan yang ingin menikmati suasana santai dan seru di tengah kota. Satu hal yang wajib didatangi dan dicoba, adalah permainan masangin.

    Terletak di bagian selatan Keraton Yogyakarta, tempat ini menawarkan berbagai aktivitas menarik yang cocok untuk liburan keluarga, pasangan, hingga solo traveler.

    Saat sore menjelang malam, kawasan ini mulai ramai dipadati pengunjung. Salah satu daya tarik utamanya adalah permainan masangin, atau masuk di antara dua beringin. Permainan masangin harus menutup mata dan mencoba berjalan lurus melewati tengah-tengah dua pohon beringin kembar di tengah alun-alun.

    “Tidak menyangka saja, tadi senang saja pas sudah sampai sana ternyata berhasil. Tahu sudah lama, tetapi belum pernah coba. Jadi ini baru pertama kali jual coba. Ternyata baru pertama kali berhasil,” ujar Maman, salah seorang wisatawan asal Sidoarjo yang mencoba permainan masangin.

    Meskipun terlihat sederhana, tantangan ini sering kali membuat banyak orang berjalan melenceng, sehingga mengundang tawa dan keceriaan.

    “Ternyata di Alun-alun Kidul itu ada permainan kayak gini, jadi mau dicoba saja. Mikirnya lurus saja jalannya, ternyata melenceng, Jadi susah ternyata dilewati. Walaupun jalannya besar, susah ternyata melewatinya,” ujar Irma, wisatawan asal Jakarta.

    Selain permainan masangin, aktivitas lain yang bisa dilakukan di Alun-alun Kidul adalah bersepeda tandem dengan lampu warna-warni, yang menjadi ikon. Sepeda tandem ini dimodifikasi menyerupai mobil mini dan dihiasi lampu LED mencolok. Pengunjung bisa menyewa dan mengelilingi alun-alun sambil menikmati angin malam dan gemerlap cahaya.

    Bagi pencinta kuliner, deretan pedagang kaki lima di sekitar alun-alun menyajikan berbagai jajanan khas, mulai dari wedang ronde, jagung bakar, cilok, hingga angkringan. Harganya pun ramah di kantong, cocok untuk wisata kuliner malam hari.

    Dengan segala aktivitas yang ditawarkan seperti permainan masangin, Alun-alun Kidul atau Alun-alun Selatan, bukan hanya tempat untuk melepas penat, tetapi juga menghadirkan pengalaman yang menyenangkan dan penuh kenangan. Tak heran jika tempat ini selalu menjadi pilihan utama untuk menghabiskan waktu liburan, terutama saat libur panjang akhir pekan seperti sekarang ini.

  • Ribuan Wisatawan Serbu Malioboro Saat Libur Panjang Paskah

    Ribuan Wisatawan Serbu Malioboro Saat Libur Panjang Paskah

    Yogyakarta, Beritasatu.com – Libur panjang Paskah menjadi momen yang dimanfaatkan ribuan wisatawan untuk menyerbu kawasan Malioboro, Yogyakarta. Suasana ikonik Malioboro dipadati pengunjung dari berbagai daerah yang tidak hanya ingin menikmati pesona romantis Kota Gudeg, tetapi juga berburu oleh-oleh khas Yogya.

    Oleh-oleh favorit, seperti bakpia dan aneka pakaian batik menjadi incaran utama wisatawan. Selain berbelanja, pengunjung juga ramai mengabadikan momen liburan dengan berfoto mengenakan baju adat Jawa bersama keluarga di sepanjang trotoar Malioboro.

    “Sengaja datang untuk menikmati keindahan kota Yogya, kita sudah tiga hari di sini,” ujar Muhammad Sidiq, wisatawan asal Lampung kepada Beritasatu.com saat menikmati libur panjang Paskah di Malioboro, Sabtu (19/4/2025).

    Tingginya antusiasme wisatawan tidak hanya memadati trotoar dan pusat oleh-oleh, tetapi juga menyebabkan kepadatan lalu lintas di sepanjang Jalan Malioboro. Deretan kendaraan pribadi berpelat luar kota, bus Trans Jogja, hingga angkutan tradisional, seperti becak dan delman terlihat memenuhi jalur utama kawasan wisata legendaris ini.

    Libur panjang Paskah memang menjadi salah satu momen favorit untuk berlibur ke Yogyakarta, terutama bagi para pecinta suasana budaya dan belanja oleh-oleh khas di Malioboro.

  • Gempa M 5,3 Guncang Sangihe Sulut!

    Gempa M 5,3 Guncang Sangihe Sulut!

    Jakarta, Beritasatu.com – Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, diguncang gempa bumi dengan magnitudo 5,3 pada Sabtu (19/4/2025) pukul 23.50 WIB. Guncangan gempa Sangihe ini cukup kuat dirasakan oleh warga setempat.

    Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan bahwa episenter gempa ini terletak pada koordinat 5,90 derajat Lintang Utara dan 124,08 derajat Bujur Timur. Pusat gempa berada sekitar 298 kilometer arah barat laut Tahuna, ibu kota Kepulauan Sangihe, dengan kedalaman 10 kilometer di bawah permukaan laut.

    Meskipun kekuatan gempa cukup signifikan, BMKG memastikan bahwa gempa yang mengguncang Sangihe ini tidak berpotensi menimbulkan gelombang tsunami.

    Namun demikian, BMKG tetap mengeluarkan imbauan penting kepada masyarakat Kepulauan Sangihe dan sekitarnya untuk tetap waspada terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan.

    “Hati-hati terhadap gempa susulan yang mungkin terjadi,” tulis BMKG melalui laman resminya. Kewaspadaan ini penting untuk meminimalisir risiko dan memastikan keselamatan warga pasca gempa Sangihe.

  • Profil Syaharuddin Alrif, Bupati Sidrap yang Tuntut Nathalie Holscher

    Profil Syaharuddin Alrif, Bupati Sidrap yang Tuntut Nathalie Holscher

    Jakarta, Beritasatu.com – Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif menyatakan keprihatinannya terhadap aksi DJ Nathalie Holscher yang tampil di sebuah tempat hiburan malam di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan, dan menuntutnya untuk meminta maaf.

    “Saya sudah menyampaikan tadi malam kepada artis Nathalie Holscher, agar meminta maaf kepada masyarakat Sidrap. Saya pun difasilitasi untuk menyampaikan permintaan maaf atas aktivitas yang terjadi di wilayah kami,” ujar Syaharuddin.

    Menurut Syaharuddin aksi tersebut telah mencoreng citra Sidrap yang tengah berusaha menanamkan nilai-nilai religius di tengah masyarakat. Ia menilai kejadian itu tidak mencerminkan semangat daerah dalam menjunjung norma dan etika sosial yang berlaku.

    Menanggapi permintaan maaf dari pihak pemerintah daerah, Nathalie Holscher menyampaikan bahwa kehadirannya di Sidrap adalah murni untuk memenuhi undangan pekerjaan.

    Dalam sebuah siaran langsung di akun TikTok-nya, Nathalie mengaku tidak mengetahui adanya tuntutan untuk meminta maaf, dan menegaskan bahwa dirinya tidak berniat mengajukan permohonan maaf. Ia merasa telah menjalankan tugas secara profesional sesuai kontrak yang diterimanya.

    Lantas, siapa sebenarnya sosok Syaharuddin Alrif ini? Dihimpun dari berbagai sumber, berikut informasi lengkapnya!

    Sosok Syaharuddin Alrif

    Syaharuddin Alrif, pria kelahiran Sidrap pada 20 November 1980, saat ini mengemban amanah sebagai bupati Sidenreng Rappang berpasangan dengan Nurkanaah.

    Di usianya yang ke-44 tahun, ia dikenal sebagai politisi muda yang aktif dan berdedikasi, baik di bidang politik maupun organisasi sosial.

    Pendidikan tingginya ditempuh di Universitas Muhammadiyah Makassar, tempat ia meraih gelar magister antara tahun 2017 hingga 2019.

    Sebelumnya, ia menuntaskan studi S1 di STISIP Muhammadiyah Sidrap pada periode 2003-2009. Latar belakang pendidikannya dimulai dari Pesantren DDI Kaballangan Pinrang hingga SMA 3 Muhammadiyah Makassar.

    Dalam perjalanan karier organisasinya, Syaharuddin memiliki rekam jejak yang cukup panjang. Ia pernah menjabat sebagai wakil ketua DPD KNPI Sulsel (2010–2013), wakil ketua HIPMI Sulsel (2013-2016), serta sekretaris Pimpinan Pusat Muhammadiyah (2014-2018). Sejak 2015, ia juga aktif sebagai sekretaris DPW Partai NasDem Sulawesi Selatan.

    Pada 2019, Syaharuddin menjabat sebagai wakil ketua DPRD Sulsel, peran yang memperkuat posisinya dalam pengambilan keputusan strategis di tingkat provinsi.

    Pengalamannya ini kemudian mengantarkannya mencalonkan diri sebagai bupati Sidrap dalam pilkada 2024. Kemenangan dalam kontestasi tersebut menjadi langkah awal baginya untuk membangun Sidrap ke arah yang lebih baik.

    Sebagai bupati Sidrap, Syaharuddin fokus pada pembangunan infrastruktur, peningkatan kualitas layanan publik, serta kesejahteraan masyarakat. Ia juga dikenal sebagai pribadi yang menjunjung tinggi nilai-nilai keadilan dan kemajuan daerah.

  • Minim Kapal, Banyak Truk Sapi Kurban Tujuan Jakarta Tertahan di Lombok

    Minim Kapal, Banyak Truk Sapi Kurban Tujuan Jakarta Tertahan di Lombok

    Lombok Barat, Beritasatu.com – Puluhan truk berisi sapi kurban tujuan Jakarta dan sekitarnya tertahan berhari-hari di Pelabuhan Gili Mas, Kecamatan Lembar, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB) akibat minimnya kapal.

    Akibat kelamaan menunggu keberangkatan, dua ekor sapi mati diduga karena kelelahan dan cuaca panas menyengat melanda Lombok Barat.

    “Yang sudah mati ada dua ekor karena mungkin cuaca panas akibat lelah terlalu lama mengantre di luar. Ada juga yang mengeluh sapinya mulai sakit,” ujar Ketua Gabungan Pengusaha Hewan Indonesia (Gapehani) Kabupaten Bima Muziburrahman, Sabtu (19/4/2025).

    Sapi-sapi yang tertahan di Pelabuhan Gili Mas hendak diseberangkan ke Pulau Jawa untuk memenuhi kebutuhan hewan kurban pada Hari Raya Iduladha 1446 Hijriah di Jabodetabek dan sekitarnya.

    Petugas kesehatan hewan telah diterjunkan untuk memeriksa kondisi sapi-sapi yang tertahan dalam truk guna mengantisipasi penyebaran penyakit

    Muziburrahman prihatin karena kondisi truk sapi tertahan di Pelabuhan Gili Mas setiap tahun terjadi menjelang Hari Raya Iduladha. 

    “Kita ini selalu mengalami hal yang sama setiap tahunnya, kondisi antrean yang menumpuk seperti ini,” ujar dia.

    Menurutnya, pengiriman sapi dari NTB ke berbagai daerah khususnya Jabodetabek melonjak pada April 2025 karena menjelang Iduladha. Tetapi ironinya kapal untuk pengangkutan terbatas. 

    Seharusnya pemerintah dan penyedia jasa pelayaran bisa mengantisipasi hal tersebut jauh hari, sehingga tidak terus terulang penumpukan truk sapi di Gili Mas setiap Iduladha.  

    Muziburrahman mengatakan pemerintah belum mampu menyediakan kapal khusus pengangkut sapi dalam jumlah ideal. “Harapan kita kepada pemerintah agar berkoordinasi antarinstansi terkait tersedianya armada laut. Hanya ini yang menjadi kendala kita setiap tahun,” tegasnya.

    Akibat tidak adanya kapal khusus, truk-truk pengangkut sapi harus  mengantre bersama kendaraan penumpang dan bus di Pelabuhan Gili Mas. Pihak kapal tentu saja memprioritas penumpang dan bus, sehingga truk sapi baru bisa dimuat jika ada ruang tersisa. Hal itulah membuat banyak truk sapi tertahan.

    “Kadang bisa masuk 10 truk, cuma tadi malam bisa berangkat sekitar 45 truk tronton, selebihnya bisa memuat 10 sampai 15 truk Fuso,” paparnya.

    Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan NTB Muhammad Riadi mengatakan banyak truk sapi tertahan di Pelabuhan Gili Mas karena melonjaknya aktivitas pengiriman sapi dari NTB ke Jabodetabek untuk kebutuhan kurban Iduladha.

    “Ini memang ada sekitar 90 truk tronton, dan tadi malam juga sudah berangkat sekitar 91 truk, dan yang masih mengantre ini masih menunggu pemberangkatan,” ujar Riadi.

    Dinas Peternakan mengerahkan tim dokter hewan untuk memeriksa kesehatan sapi-sapi yang masih tertahan di pelabuhan guna memastikan kondisinya tetap prima selama proses penantian.

    “Nanti kita kasih obat-obatan dan vitamin agar tetap sehat,” ujarnya.

    Riadi mengatakan sebagian besar sapi dari NTB yang dikirim ke berbagai daerah, adalah jenis sapi Bali. Sapi-sapi itu telah memiliki surat keterangan kesehatan hewan (SKKH).

    Polres Lombok Barat turut menyalurkan bantuan air bersih untuk mencegah sapi-sapi yang tertahan di Gili Mas mengalami dehidrasi. 

    Tetapi pengusaha ternak dan sopir truk pengangkut sapi yang tertahan di Pelabuhan Gili Mas tetap khawatir hewannya akan mengalami stres jika terlalu lama menunggu, sehingga bisa memengaruhi kualitas daging.

  • Akses Jalan Terbatas, Warga Pesisir Barat Ditandu 15 Km ke Puskesmas

    Akses Jalan Terbatas, Warga Pesisir Barat Ditandu 15 Km ke Puskesmas

    Pesisir Barat, Beritasatu.com – Akses jalan yang terbatas di Kabupaten Pesisir Barat, Lampung, membuat warga yang sakit harus ditandu menuju puskesmas terdekat yang jaraknya 15 kilometer.  

    Rekaman video belasan warga Kabupaten Pesisir Barat, Lampung berjibaku membawa seorang warga yang sakit dengan tandu melintasi sungai dan melewati garis pantai viral di media sosial. Warga yang sakit tersebut harus dibawa dengan tandu menuju puskesmas akibat minimnya infrastruktur jalan di daerah terpencil di Kabupaten Pesisir Barat.

    Di tengah pesatnya modernisasi dan digitalisasi di Tanah Air, sebuah rekaman video amatir menyentuh hati yang melihatnya. Rekaman video amatir tersebut memperlihatkan sejumlah warga  membawa seorang warga yang sakit dengan tandu untuk menuju ke puskesmas induk yang berjarak 15 kilometer.

    Peristiwa yang menyentuh hati tersebut terjadi di Desa Bandar Dalam, Kecamatan Bengkunat, Kabupaten Pesisir Barat, Lampung pada Kamis (17/4/2025).

    Dalam rekaman video yang viral di media sosial tersebut belasan warga terlihat  bahu-membahu menandu seorang pria yang sedang sakit menuju ke puskesmas Induk. Perjalanan mereka tidak mudah untuk menjangkaunya ke Puskesmas Induk yang berada di pusat Kecamatan Bengkunat.

    Perjalanan menuju puskesmas terdekat berlangsung selama enam jam penuh penderitaan, menempuh jarak sekitar 15 kilometer dengan berjalan kaki karena akses jalan yang terbatas di Pesisir Barat. Tidak hanya tenaga, tetapi nyawa pun dipertaruhkan karena melewati bibir pantai yang memungkinkan disapu ombak besar.

    Berdasarkan informasi, pria yang ditandu merupakan kepada desa Banda Dalam bernama Rudi Maylano. Ia sedang sakit dan membutuhkan perawatan intensif di puskesmas terdekat. Namun, tidak adanya akses jalan yang layak memaksa warga harus menandu Rudi menggunakan tandu sederhana dari sebatang bambu dan kayu seadanya.

    Diketahui, Desa Bandar Dalam, bukanlah satu-satunya desa terpencil dalam keterisolasian, bersama tiga desa lainnya Way Tias, Way Haru dan Siring Gading. Kawasan tersebut dihuni oleh puluhan ribu jiwa.

    Puluhan tahun mereka terisolasi dan tidak ada infrastruktur memadai seperti jalan, listrik, dan akses internet. Hingga hari ini, lebih dari tujuh dekade sejak Indonesia merdeka, mereka belum benar-benar merdeka dari segala keterbatasan.

    Pembangunan jalan yang bisa membawa harapan merdeka dari keterbatasan dan terisolasi terhalang oleh status kawasan hutan milik Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS). Berkali-kali pemerintah daerah mengajukan izin, tetapi hasilnya masih jauh harapan.

    Kepala Puskesmas Induk Bangkunat  Maria Susanti mengatakan, terbatasnya akses jalan menjadi kendala bagi ribuan masyarakat di wilayah enklave untuk mendapatkan pelayanan kesehatan.

    Menurut Maria, karena keterbatasan jalan, pasien atas nama Rudi tersebut tiba di Puskesmas Induk Bengkunat pada Jumat siang sekitar pukul 13.00 WIB.

    “Pasien atas nama Bapak Rudi Maylano sebelumnya telah ditangani oleh bidan desa di Puskesmas Bandar Dalam, tetapi karena butuh perawatan lebih, pasien pun dibawa ke Puskesmas Induk Bengkunat,” kata Maria saat ditemui di Puskesmas Induk Bengkunat.

    Maria berharap, Pemerintah Pusat dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kementerian Kehutanan segera memberikan izin pembangunan akses jalan agar ribuan warga yang tinggal di kawasan enklave tidak lagi terisolasi.

    Sementara itu, Ketua DPRD Pesisir Barat Muhammad Emir Lil Ardi mengungkapkan, keprihatinannya atas peristiwa yang dialami warga Desa Bandar Dalam tersebut.

    Muhamamd Emir mengatakan, pihaknya akan berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pesisir Barat untuk memperjuangkan nasib ribuan warga yang bermukim di wilayah enklave Desa Bandar Dalam agar tidak lagi terisolasi.

    “Kejadian itu menjadi cambuk kita semua karena mau bagaimana pun hak-hak dari masyarakat harusnya kita penuhi,” kata Muhammad Emir.

    Muhammad Emir mengungkapkan, pihaknya akan mengajak Pemkab Pesisir Barat untuk segera berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung, TNBBS, dan Kementerian Lingkungan Hidup untuk melakukan langkah-langkah kongkret demi percepatan infrastruktur.

    “Kami di DPRD Pesisir Barat mendorong dan berkordinasi secepatnya dengan pihak-pihak yang bersangkutan karena Pemkab Pesisir Barat tidak bisa melakukan upaya-upaya dalam penanggulangan terkait infrastruktur karena wilayah tersebut berada di kawasan TNBBS,” ungkap Muhammad Emir.

    Muhammad Emir berharap kepada pemerintah pusat agar serius menanggapi permasalahan yang dialami masyarakat yang bermukim di enklave Desa Bandar Dalam karena bagaimanapun mereka merupakan bagian dari Republik Indonesia yang memiliki hak yang sama dalam kemerdekaan kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur.

    Diketahui, peristiwa warga yang sakit harus ditandu akibat akses jalan terbatas di Pesisir Barat tersebut bukan kali pertama terjadi. Sudah berkali-kali warga desa terpencil di Pesisir Barat harus mempertaruhkan nyawa untuk mengantar saudara, kerabat, atau tetangga yang sakit. 

  • Geotermal dan Mikrohidro NTB Dapat Perhatian Pemerintah Inggris

    Geotermal dan Mikrohidro NTB Dapat Perhatian Pemerintah Inggris

    Lombok Timur, Beritasatu.com – Potensi mikrohidro dan geotermal di Nusa Tenggara Barat (NTB) ternyata mendapat perhatian dari Pemerintah Inggris.

    Wakil Menteri Urusan Parlemen pada Kementerian Keamanan Energi dan Nol Emisi Karbon Inggris, Kerry McCarthy, memberikan apresiasi tinggi atas kemitraan strategis antara Indonesia dan Inggris dalam mewujudkan keamanan energi berkelanjutan. Pujian tersebut disampaikan saat peresmian proyek pembangkit listrik tenaga mikrohidro (PLTMH) yang berlokasi di Bendungan Pandanduri, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB). Sabtu  (19/4/2025).

    McCarthy yang hadir dalam acara peresmian tersebut menekankan bahwa komitmen kuat dari Pemerintah Provinsi NTB dalam merealisasikan proyek PLTMH ini merupakan langkah krusial dalam menjaga ketahanan energi di masa depan. Lebih dari itu, inisiatif ini dinilai sebagai kontribusi signifikan dalam mencapai target global pengendalian perubahan iklim yang semakin mendesak.

    “Ini adalah bagian penting yang tidak boleh kita lupakan. Proyek ini adalah bagian penting dari masyarakat sekitar yang akan membawa manfaat yang besar di masa depan,” ujar McCarthy terkait potensi mikrohidro dan geotermal NTB.

    Ia menyoroti bagaimana proyek energi terbarukan di tingkat lokal memiliki dampak langsung dan positif bagi kehidupan sehari-hari masyarakat.

    Pada kesempatan yang sama, Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menegaskan bahwa Bumi Gora–julukan NTB–memiliki potensi yang sangat besar dalam pengembangan energi terbarukan. Kekayaan alam NTB, mulai dari potensi panas bumi (geotermal) hingga sumber daya air yang melimpah, menjadi modal penting dalam mewujudkan transisi energi yang berkelanjutan.

    “Kami punya ratusan lokasi potensi geotermal karena daerah kami dekat dengan area gunung berapi. Kami juga punya banyak potensi di pengembangan mikrohidro karena kita punya danau yang besar yang dekat dengan puncak Gunung Rinjani. Jika Anda punya kemampuan teknis untuk mengaksesnya, kami yakin Anda bisa membangun ratusan PLTMH,” ungkap Gubernur Iqbal.

    Gubernur Iqbal juga menyatakan komitmen Pemerintah Provinsi NTB untuk secara aktif meninjau ulang kebijakan energi daerah. Langkah ini bertujuan untuk memberikan dukungan penuh terhadap proses transisi energi dari sumber energi fosil menuju energi yang lebih bersih dan ramah lingkungan. 

    Kebijakan yang adaptif dan progresif diharapkan dapat menarik lebih banyak investasi dan mempercepat pengembangan proyek-proyek energi terbarukan–termasuk mikrohiro dan geotermal–di NTB.

    Dukungan konkret dari Pemerintah Inggris terhadap proyek PLTMH Pandanduri ini mencerminkan visi bersama dengan Pemerintah Indonesia dalam memerangi perubahan iklim. Kerja sama ini fokus pada penyediaan energi bersih yang tidak hanya andal tetapi juga terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat. 

    PLTMH Pandanduri, yang dibangun melalui sinergi antara PT. Sarana Multi Infrastruktur (SMI) dan PT Brantas Energi, memiliki kapasitas energi sebesar 2 x 290 KW. Energi terbarukan yang dihasilkan diharapkan dapat memperkuat ketersediaan listrik bagi masyarakat di sekitar Bendungan Pandanduri dan wilayah Lombok Timur secara keseluruhan.

    Pernyataan Iqbal mengenai potensi mikrohidro dan geotermal di NTB bukan sekadar retorika. Secara geografis, NTB memang memiliki keunggulan komparatif dalam pengembangan energi terbarukan. Letaknya yang berada dalam jalur cincin api (ring of fire) Pasifik menjadikan NTB kaya akan sumber panas bumi.

    Data dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menunjukkan bahwa Indonesia memiliki potensi panas bumi terbesar kedua di dunia, dengan NTB menjadi salah satu provinsinya yang memiliki cadangan signifikan.

    Selain panas bumi, topografi NTB yang memiliki banyak sungai dan danau, termasuk Danau Segara Anak di Gunung Rinjani, menawarkan potensi besar untuk pengembangan PLTMH skala kecil hingga menengah. Pemanfaatan sumber daya air untuk menghasilkan listrik memiliki keunggulan karena relatif ramah lingkungan dan dapat memberikan pasokan listrik yang stabil untuk komunitas lokal.

    Kemitraan antara Indonesia dan Inggris dalam proyek PLTMH Pandanduri menjadi contoh konkret bagaimana kerja sama internasional dapat mempercepat transisi energi di tingkat daerah. Dukungan teknis dan finansial dari negara-negara maju seperti Inggris dapat membantu Indonesia dalam mengembangkan infrastruktur energi terbarukan yang dibutuhkan.

    Selain itu, pertukaran pengetahuan dan teknologi antara kedua negara juga menjadi nilai tambah dari kerja sama ini. Indonesia dapat belajar dari pengalaman Inggris dalam mengembangkan kebijakan energi terbarukan–seperti mikrohidro dan Geotermal di NTB–dan mengintegrasikannya ke dalam sistem kelistrikan nasional. Sebaliknya, Inggris juga dapat memperoleh wawasan berharga dari implementasi proyek-proyek energi terbarukan di negara berkembang seperti Indonesia.

  • Gunung Merapi Kembali Bergejolak, Bahaya Mengintai Warga

    Gunung Merapi Kembali Bergejolak, Bahaya Mengintai Warga

    Sleman, Beritasatu.com — Gunung Merapi kembali aktif hingga meluncurkan lava dua kilometer. Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) meminta agar warga tetap waspada.

    Aktivitas vulkanik Gunung Merapi yang berada di perbatasan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta masih menunjukkan dinamika signifikan. Berdasarkan laporan BPPTKG, mencatat adanya peningkatan intensitas guguran lava dan aktivitas kegempaan.

    “Teramati tujuh kali guguran lava ke arah hulu Kali Krasak sejauh maksimum 2.000 meter dan dua kali ke hulu Kali Sat atau Kali Putih dengan jarak maksimum yang sama,” ujar Kepala BPPTKG Agus Budi Santoso kepada wartawan, Sabtu (19/4/2025).

    Secara visual, Gunung Merapi terlihat jelas dengan cuaca cerah hingga berawan. Asap kawah berwarna putih, bertekanan lemah, dan berintensitas tipis dengan ketinggian nihil dari puncak.

    Selama periode pengamatan, tercatat 21 kejadian gempa guguran dengan amplitudo 2–9 mm dan durasi 65–137 detik. Selain itu, terdapat 31 gempa hybrid/fase banyak dan satu gempa tektonik jauh.

    BPPTKG menyatakan, aktivitas ini menandakan adanya suplai magma yang masih berlangsung dan berpotensi memicu awanpanas guguran (APG), terutama di sektor rawan.

    BPPTKG juga mengingatkan warga untuk mewaspadai potensi lahar saat hujan dan kemungkinan gangguan akibat abu vulkanik jika terjadi erupsi eksplosif.

    Jika aktivitas vulkanik meningkat secara signifikan, maka status Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali dan informasi terkini akan disampaikan kepada masyarakat.

    Saat ini, Gunung Merapi berada pada Status Level III (Siaga). Masyarakat diminta untuk tidak melakukan aktivitas di wilayah potensi bahaya, antara lain:

    Sektor selatan–barat daya: Sungai Boyong (hingga 5 km), serta Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng (hingga 7 km).

    Sektor tenggara: Sungai Woro (hingga 3 km) dan Sungai Gendol (hingga 5 km) akibat Gunung Merapi aktif lagi.

  • Korban Banjir Kutai Barat Diserang Penyakit Hipertensi dan Gatal-gatal

    Korban Banjir Kutai Barat Diserang Penyakit Hipertensi dan Gatal-gatal

    Kutai Barat, Beritasatu.com – Banjir setinggi satu hingga dua meter yang melanda lima kecamatan di Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur, sudah berlangsung selama sepekan terakhir. Dampaknya kini puluhan warga korban banjir kini mulai terserang penyakit hipertensi dan gatal-gatal.

    Kondisi ini membuat Polres Kutai Barat menggandeng puskesmas setempat mendirikan posko kesehatan gratis.

    Salah satu dokter jaga Puskesmas Muara Lawa, Dr Diah mengatakan dalam sehari posko kesehatan ini bisa melayani hingga 23 orang pasien yang seluruhnya merupakan warga korban banjir. Layanan pemeriksaan kesehatan gratis di posko kesehatan ini buka setiap hari hingga pukul 14.00 Wita.

    “Mayoritas warga korban banjir yang datang ke Posko Kesehatan ini, mengeluhkan penyakit gatal-gatal dan hipertensi. Selain itu, tak sedikit pula warga korban banjir yang mengeluhkan pusing dan mual-mual, lantaran sudah hampir sepekan beraktivitas di tengah genangan banjir sehingga berpengaruh terhadap jam istirahatnya,” tutur Dr Diah kepada Beritasatu.com di posko kesehatan Kecamatan Muara Lawa, Kabupaten Kutai Barat, Sabtu (19/4/2025) pagi.

    Sementara itu, Kapolres Kutai Barat, AKBP Boney Wahyu Wicaksono menegaskan pihaknya terus melakukan patroli rutin ke lokasi-lokasi yang terendam banjir cukup dalam.

    Ini untuk memastikan agar bisa segera memberikan pertolongan dengan cepat jika ada masyarakat korban banjir yang membutuhkan bantuan. Ketinggian banjir yang melanda Kecamatan Muara Lawa, Kutai Barat kini berangsur surut.