Category: Beritasatu.com Regional

  • Gudang Kayu Bekas Kafe di Padang Terbakar

    Gudang Kayu Bekas Kafe di Padang Terbakar

    Padang, Beritasatu.com – Sebuah gudang kayu bekas kafe yang berlokasi di Jalan Parak Kerambir Nomor 3, Kelurahan Belakang Tangsi, Kecamatan Padang Barat, Kota Padang, dilaporkan mengalami kebakaran pada Jumat (30/5/2025) siang.

    Kepala Bidang Operasional Dinas Pemadam Kebakaran Kota Padang, Rinaldi, menyampaikan pihaknya menerima laporan insiden tersebut pada pukul 10.15 WIB.

    “Unit langsung diberangkatkan satu menit setelah laporan masuk, tepatnya pukul 10.16 WIB, dan tiba di lokasi pukul 10.20 WIB,” ungkap Rinaldi.

    Petugas gabungan dari Damkar Kota Padang, Polri, TNI, dan Satpol PP segera melakukan upaya pemadaman. Kepadatan permukiman, akses jalan yang sempit, serta banyaknya warga yang menonton menjadi tantangan tersendiri dalam proses evakuasi.

    Berkat kesigapan personel dan bantuan enam unit armada pemadam, api berhasil dipadamkan total pada pukul 11.05 WIB.

    Hasil pendataan di lapangan menyebutkan luas area yang terbakar sekitar 50 meter persegi. Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa tersebut.

    Gudang yang terbakar diketahui milik Rubby (23 tahun), seorang wiraswasta asal Minangkabau.

    Seorang saksi mata bernama Sabarya (55 tahun) mengaku melihat asap tebal keluar dari dalam bangunan dan langsung melaporkannya ke petugas pemadam kebakaran.

    Rinaldi menambahkan, meskipun api sempat mengancam enam bangunan di sekitar lokasi dengan total area terancam mencapai 500 meter persegi, petugas berhasil menyelamatkan aset senilai Rp 1 miliar. Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan oleh pihak berwenang.

  • Prostitusi Marak di Sekitar IKN, Polisi Dalami Keterlibatan Muncikari

    Prostitusi Marak di Sekitar IKN, Polisi Dalami Keterlibatan Muncikari

    Balikpapan, Beritasatu.com — Kepolisian Daerah Kalimantan Timur (Polda Kaltim) menyatakan bahwa penanganan terhadap praktik prostitusi di wilayah sekitar Ibu Kota Nusantara (IKN) menjadi prioritas utama, seiring meningkatnya arus perpindahan penduduk ke kawasan tersebut.

    Kapolda Kaltim Irjen Pol Endar Priantoro menegaskan bahwa mobilitas yang tinggi akibat pembangunan IKN membawa dampak sosial yang perlu diantisipasi, termasuk munculnya aktivitas prostitusi.

    “Kami menganggap ini sebagai masalah serius,” ujar Endar di Balikpapan, dilansir dari Antara, Jumat (20/5/2025).

    Melalui laporan masyarakat dan operasi di lapangan, polisi telah menindak sejumlah titik rawan dan berhasil menurunkan aktivitas prostitusi yang sebelumnya terpantau meningkat. Polisi juga mengidentifikasi pola operasional praktik tersebut, termasuk kemungkinan adanya unsur eksploitasi oleh perantara atau mucikari, yang berpotensi mengarah pada tindak pidana perdagangan orang (TPPO).

    “Saat ini kami masih mendalami lebih lanjut dugaan keterlibatan muncikari dalam jaringan prostitusi tersebut,” jelasnya.

    Polda Kaltim melalui patroli siber dan pemantauan di lokasi, menemukan bahwa praktik prostitusi dilakukan baik secara langsung maupun melalui media sosial dan aplikasi digital. Saat ini, enam orang masih dalam proses penyelidikan terkait dugaan keterlibatan dalam aktivitas tersebut, salah satunya diduga sebagai mucikari.

    Polda Kaltim berkomitmen untuk menjaga kawasan IKN tetap kondusif dengan memperkuat kerja sama bersama jajaran Polsek serta instansi terkait guna menutup titik-titik rawan dan mencegah praktik serupa bermunculan kembali.

    “Ini bagian dari upaya kami mencegah dampak sosial di tengah pembangunan besar-besaran IKN,” tegas Kombes Pol Jamaludin Farti dari Ditreskrimum Polda Kaltim.
     

  • Dekat Jalan Malioboro, éL Hotel Nyaman untuk Liburan di Yogyakarta

    Dekat Jalan Malioboro, éL Hotel Nyaman untuk Liburan di Yogyakarta

    Yogyakarta, Beritasatu.com – Ingin menikmati liburan di Yogyakarta dengan akses super dekat ke kawasan ikonik Malioboro? éL Hotel Yogyakarta Malioboro bisa menjadi pilihan yang cocok untuk keluarga maupun solo traveler.

    Berjarak hanya sekitar 20 meter dari Jalan Malioboro, hotel ini menawarkan lokasi premium di jantung kota Yogyakarta. Para tamu bisa dengan mudah menjangkau tempat wisata budaya, pusat kuliner khas Jogja, hingga surga belanja oleh-oleh hanya dengan berjalan kaki.

    Tak hanya itu, hotel ini juga sangat mudah diakses dari Stasiun Tugu yang hanya berjarak 1 kilometer, serta memiliki rute praktis dari Bandara Internasional Yogyakarta (YIA).

    “Hotel ini sangat strategis, apalagi dekat sekali dengan Malioboro. Di sekitar sini pusat oleh-oleh dan dekat mall, jadi memudahkan banget, terutama bagi yang membawa bayi. Ada juga playground, aktivitas anak, dan kolam renang semi indoor yang nyaman,” ujar Novi, wisatawan asal Bali yang menginap di éL Hotel Yogyakarta Malioboro, Jumat (30/5/2025).

    Menjelang musim liburan panjang di Yogyakarta, éL Hotel Yogyakarta Malioboro menghadirkan berbagai fasilitas ramah keluarga, seperti sarapan prasmanan dengan menu khas nusantara dan internasional, kolam renang semi-indoor yang teduh dan nyaman, kids club dan aktivitas anak setiap pagi saat long weekend, penyewaan sepeda untuk keliling kawasan Malioboro, Barong Lounge dan éL Bakery & Patisserie dengan aneka kreasi manis, hingga  éL Shop atau pusat oleh-oleh yang mendukung produk UMKM lokal.

    Fasilitas yang lengkap tersebut membuat eL Hotel Yogyakarta Malioboro menjadi pilihan banyak wisatawan.

    “Dari Garut saya ke Jogja langsung booking di sini karena dekat Malioboro. Pelayanannya bagus, tempatnya nyaman dan bersih. Pokoknya semuanya top,” kata Pungky.

    Dengan konsep pelayanan hangat dan sentuhan budaya Jawa, éL Hotel Yogyakarta Malioboro memberikan suasana menginap yang terasa seperti di rumah sendiri, tetapi dengan nuansa khas Jogja yang autentik.

  • Rontgen Ungkap Memar pada Tubuh Valeri, Korban Penganiayaan Sepupu

    Rontgen Ungkap Memar pada Tubuh Valeri, Korban Penganiayaan Sepupu

    Pekanbaru, Beritasatu.com – Kasus penganiayaan terhadap Valeri Wahid (18), gadis yatim piatu asal Kampar yang dianiaya sepupunya sendiri, Citra Handayani (47), terus menyita perhatian publik. Terbaru, Valeri menjalani pemeriksaan rontgen di RS Bhayangkara Polda Riau.

    Hasilnya menunjukkan adanya memar serius dan pembengkakan pada bagian tubuhnya, terutama di tulang rusuk dan pinggul. Valeri yang mengeluh sakit pada sekujur tubuhnya sejak insiden penganiayaan, akhirnya menjalani rontgen pada tiga bagian, yaitu rusuk kanan, rusuk kiri, dan pinggul.

    “Secara garis besar ada pembengkakan di dalam organnya. Namun, belum ada yang patah. Kita tunggu perkembangan beberapa hari ke depan,” ujar bibi Valeri, Nurleli, kepada Beritasatu.com.

    Dua lembar hasil rontgen memperlihatkan adanya gumpalan atau pembengkakan pada sekitar tulang rusuk kiri dan kanan. Meski tidak ditemukan tulang patah, dokter mencatat adanya luka dalam dan memar-memar yang signifikan.

    Valeri juga masih mengeluh sakit terutama pada bagian perut, rusuk, dan selangkangan. Dokter meminta agar seluruh obat yang diberikan dikonsumsi habis. Apabila muncul gejala, seperti muntah, sakit perut, atau demam tinggi, maka akan dilakukan USG atau CT scan untuk pemeriksaan lanjutan.

    “Kalau muncul gejala tambahan, kami akan langsung lakukan pemeriksaan lanjutan sesuai saran dokter,” tambah Nurleli.

    Valeri mulai tinggal bersama Citra sejak September 2024. Namun, sejak itu pula ia mengalami serangkaian penyiksaan. Kasus ini baru terbongkar ke publik pada Sabtu (24/5/2025) dan langsung viral di media sosial.

    Kini Valeri masih dalam kondisi trauma dan harus menjalani pemulihan fisik serta mental. Polisi tengah mendalami kasus ini untuk menjerat pelaku dengan pasal-pasal kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dan perlindungan anak.

  • Sangihe Hidupkan Kembali Tradisi Seke-Maneke

    Sangihe Hidupkan Kembali Tradisi Seke-Maneke

    Sangihe, Beritasatu.com – Di tengah kekhawatiran akan punahnya warisan budaya lokal, masyarakat Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, kembali menghidupkan tradisi bahari Seke-Maneke, sebuah cara penangkapan ikan tradisional yang sarat nilai gotong royong dan pelestarian lingkungan.

    Tradisi Seke-Maneke merupakan metode menangkap ikan tanpa jala yang menggunakan alat sederhana dari bahan alami, seperti bulutui, kayu nibong, rotan, dan daun kelapa. Ramah lingkungan dan penuh filosofi, tradisi ini akan digelar kembali pada 10–12 Juni 2025 di Pantai Para Lelle, Kecamatan Tatoareng, salah satu pantai eksotis di ujung utara Nusantara.

    Mengangkat tema “At the northern edge of the archipelago, Sangihe calls to the soul with living traditions and seas full of wonder” atau “Di ujung utara kepulauan, Sangihe memanggil jiwa dengan tradisi yang hidup dan lautan yang penuh keajaiban”, pelaksanaan Seke-Maneke tahun ini menjadi momentum penting dalam mempromosikan kekayaan budaya lokal ke panggung nasional dan internasional.

    Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sonny Kapal mengatakan pelestarian tradisi ini sangat penting untuk menjaga jati diri daerah sekaligus mendukung sektor pariwisata.

    “Marilah kita semua, warga masyarakat Kabupaten Kepulauan Sangihe, bersama-sama menyukseskan tradisi Seke-Maneke. Kegiatan ini bukan sekadar perayaan tahunan, tetapi juga wujud penghargaan kita terhadap alam indah Sangihe,” ujar Sonny Kapal, Jumat (30/5/2025).

    Tradisi ini sebelumnya sempat tidak dilaksanakan selama beberapa waktu. Kini, masyarakat berharap Seke-Maneke bisa menjadi daya tarik wisata budaya baru yang mampu meningkatkan kesadaran akan pentingnya pelestarian alam serta berdampak langsung pada perekonomian desa.

    Kampung Para Lelle menjadi pusat kegiatan ini dan menjadi simbol semangat kebersamaan masyarakat Sangihe dalam merawat warisan leluhur. Tradisi Seke-Maneke, yang hanya dijumpai di Sangihe dan Talaud, kini memiliki peluang besar untuk dikenalkan kepada generasi muda dan wisatawan mancanegara.

  • 2 Hektare Hutan Lindung Bukit Betabuh Dibakar, 3 Pelaku Ditangkap

    2 Hektare Hutan Lindung Bukit Betabuh Dibakar, 3 Pelaku Ditangkap

    Kuantan Singingi, Beritasatu.com – Tiga pelaku pembakaran hutan lindung Bukit Betabuh di Desa Kasang, Kecamatan Kuantan Mudik, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau, berhasil ditangkap pihak kepolisian.

    Aksi pembakaran lahan seluas sekitar dua hektare tersebut terjadi pada Senin (26/5/2025) lalu. Ketiga pelaku pembakaran hutan lindung tersebut berinisial AW, NK, dan R. Mereka kini telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Polres Kuansing.

    Kapolres Kuansing AKBP Angga Herlambang mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, mengingat dampak luas yang bisa ditimbulkan.

    “Tindakan ini sangat berbahaya karena dapat memicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang berdampak luas, mulai dari kerusakan lingkungan, gangguan kesehatan akibat asap, hingga kerugian ekonomi bagi masyarakat luas,” kata Angga Herlambang, Jumat (30/5/2025).

    Ia menegaskan, pembakaran lahan merupakan tindakan melanggar hukum dan para pelakunya dapat dikenakan sanksi pidana sesuai ketentuan undang-undang.

    “Polres Kuantan Singingi akan terus melakukan patroli dan langkah-langkah pencegahan secara tegas. Mari bersama-sama kita jaga hutan, lahan, dan masa depan daerah kita dari bahaya kebakaran,” tegasnya.

    Selain mengamankan para pelaku, polisi juga menyita barang bukti berupa kayu sisa terbakar dan satu botol minyak yang sudah dicampur oli kotor. Pelaku terancam hukuman hingga 10 tahun dan denda maksimal Rp 5 miliar.

  • 113,68 Hektare Hutan di Riau Terbakar, 13 Hotspot Masih Terdeteksi

    113,68 Hektare Hutan di Riau Terbakar, 13 Hotspot Masih Terdeteksi

    Pekanbaru, Beritasatu.com – Luas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau mencapai 113,68 hektare sejak Januari sampai akhir Mei 2025. Hingga hari ini masih terpantau 13 titik panas (hotspot) di provinsi itu.

    Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau Edy Afrizal mengatakan lahan paling luas terbakar berada di Kabupaten Bengkalis mencapai 31,20 hektare. 

    “Bengkalis masih yang terluas disusul Kota Dumai 16,53 hektare dan yang terendah ada di Rokan Hulu, Rokan Hilir, Meranti, dan Kuantan Singingi masing-masing 1 hektare,” kata Edy Afrizal, Jumat (30/5/2025). 

    BMKG mencatat Riau dikepung 347 hotspot sejak Januari 2025 hingga kini, dengan titik api (firespot) sebanyak 66 titik. 

    Edy mengatakan tim BPBD Riau bersama TNI, Polri, Manggala Agni, dan Masyarakat Peduli Api (MPA) telah berupaya maksimal untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan. 

    “Semua titik-titik api sudah dipadamkan. Kami mengimbau kepada warga agar tidak membukan lahan untuk pertanian dengan cara membakar,” pungkasnya. 

    Hingga hari ini, tercatat ada 13 hotspot karhutla terdeteksi di Riau. Seluruh hotspot itu tersebar di lima kabupaten, yakni Rokan Hilir satu titik, Bengkalis tiga titik, Siak satu titik, Rokan Hulu tujuh titik, dan Pelalawan satu titik. 

  • Diduga Dianiaya Senior, Mahasiswa Unila Tewas Saat Diksar

    Diduga Dianiaya Senior, Mahasiswa Unila Tewas Saat Diksar

    Bandar Lampung, Beritasatu.com – Tragedi mengejutkan terjadi di lingkungan Universitas Lampung (Unila). Seorang mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) jurusan Bisnis Digital 2024, Pratama Wijaya Kusuma, meninggal dunia setelah mengikuti pendidikan dasar (diksar) organisasi mahasiswa pencinta alam, Mahepel FEB Unila. Korban diduga meninggal akibat penganiayaan berat oleh seniornya.

    Peristiwa kekerasan ini terjadi saat diksar yang berlangsung pada 10-14 November 2024 di Desa Talang Mulya, Kabupaten Pesawaran, Lampung. Diksar tersebut diikuti oleh enam mahasiswa baru, termasuk Pratama.

    Menurut kesaksian korban lainnya, Pratama mengalami kekerasan fisik berulang, termasuk ditendang di bagian perut dan dada, serta dipaksa meminum spritus. Ia juga kerap mendapat hukuman fisik berlebihan setiap kali dianggap melakukan kesalahan.

    Pratama kemudian mengalami penggumpalan pembuluh darah di kepala, serta luka fisik di leher, siku, dan bagian atas perut. Sejak kembali dari kegiatan tersebut, kondisi kesehatannya menurun dan ia tidak lagi mengikuti kegiatan perkuliahan. Setelah dirawat di RSUD Abdul Moeloek Bandar Lampung, Pratama akhirnya meninggal dunia pada Senin (28/4/2025).

    Tak hanya Pratama, mahasiswa lain bernama Muhammad Arnando Al Faris juga menjadi korban kekerasan saat diksar. Ia mengalami pecah gendang telinga dan gangguan pendengaran. Ironisnya, Al Faris juga mengaku mendapat intimidasi dari senior dan pihak fakultas, termasuk ancaman nilai akademik jika ia berbicara tentang insiden tersebut.

    “Saya sempat lapor ke pihak dekan, tetapi diminta diam. Kalau tidak, nilai saya diintervensi,” kata Al Faris, Kamis (29/5/2025).

    Ia akhirnya memutuskan berhenti kuliah demi menuntut keadilan atas kematian Pratama.

    Al Faris kini telah pulih 95 persen setelah menjalani perawatan, meski masih merasakan nyeri saat telinganya terkena air. Ia berharap kekerasan seperti ini tidak kembali terjadi, dan meminta agar Mahepel FEB Unila dibekukan.

    Pascakematian Pratama, puluhan mahasiswa FEB Unila melakukan aksi demonstrasi di depan Gedung Rektorat Unila, Rabu (28/5/2025). Mereka menuntut rektor dan dekan FEB bertanggung jawab atas kejadian tersebut.

    Koordinator aksi, Zidan, menyampaikan, kematian Pratama merupakan akibat dari kekerasan terstruktur di organisasi kampus. Ia menyayangkan sikap fakultas yang terkesan menutup-nutupi kasus ini.

    “Sudah ada bukti medis, pernyataan keluarga, dan bukti digital. Namun, tidak ada tindakan tegas. Bahkan dekan menolak menandatangani pakta integritas,” ujar Zidan.

    Ia juga mengecam upaya membungkam keluarga korban agar tidak menuntut kasus ini. “Ini bentuk pembiaran. Diagnosa medis menunjukkan ada pembuluh darah menggumpal menjadi tumor di otak kecil sebelah kiri akibat kekerasan fisik,” tegasnya.

    Menanggapi hal ini, pihak Universitas Lampung telah membentuk tim investigasi internal untuk menyelidiki dugaan kekerasan dalam kegiatan diksar Mahepel FEB.

  • Manfaatkan Kericuhan Tawuran, Maling Gondol Motor di Palembang

    Manfaatkan Kericuhan Tawuran, Maling Gondol Motor di Palembang

    Palembang, Beritasatu.com — Aksi pencurian sepeda motor (curanmor) terjadi di area parkir sebuah restoran di Jalan Noerdin Panji, Kelurahan Sukamaju, Kecamatan Sako, Palembang, Minggu (25/5/2025). Saat itu, di daerah tersebut tengah terjadi tawuran.

    Berkat respons cepat aparat kepolisian, dua pelaku berhasil ditangkap dalam waktu kurang dari 24 jam.

    Kedua pelaku curanmor tersebut adalah M Zakari (43), warga Perum Griya Lestari Abadi, Kelurahan Sei Selincah, dan Eflanhadi (37), warga Kelurahan Sukamaju, Kecamatan Sako.

    Kanit Reskrim Polsek Sako AKP Apriansyah menjelaskan, kejadian bermula ketika korban, Andi Putra (50), warga Ilir Timur II, memarkirkan sepeda motornya di area restoran. Saat itu, terjadi tawuran di sekitar lokasi, sehingga korban menjauh untuk menghindari bahaya.

    “Sekitar 1 jam kemudian, korban kembali ke lokasi dan mendapati sepeda motornya telah hilang,” ujar AKP Apriansyah saat ditemui di Mapolsek Sako, Kamis (29/6/2025).

    Motor yang dicuri adalah Honda Vario 125 warna putih biru dengan nomor polisi BG 3544 ZC, terdaftar atas nama Muslim. Korban mengalami kerugian sekitar Rp 10 juta dan langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Sako pada malam hari.

    Menindaklanjuti laporan tersebut, Unit Reskrim Polsek Sako langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengumpulkan bukti, termasuk rekaman CCTV milik restoran tersebut. Dalam rekaman tersebut, tampak jelas seorang pria tengah mendorong sepeda motor keluar dari area parkir.

    “Berdasarkan rekaman CCTV, tim opsnal lalu melakukan penyelidikan intensif. Hasilnya, dua pelaku berhasil ditangkap pada Senin (26/5/2025) sekitar pukul 01.00 WIB,” jelasnya.

    Penangkapan dilakukan di rumah masing-masing pelaku tanpa perlawanan. Dari tangan mereka, polisi mengamankan sejumlah barang bukti yang kini disita untuk kepentingan penyidikan.

    “Kedua tersangka beserta barang bukti saat ini telah diamankan di Mapolsek Sako untuk proses hukum lebih lanjut,” tambah AKP Apriansyah.

    Para pencuri motor tersebut dijerat dengan Pasal 363 KUHP tentang Pencurian dengan Pemberatan, yang mengancam dengan hukuman penjara maksimal 9 tahun.

  • Tabrak Bus Pariwisata di Parangtritis Bantul, Pemotor Tewas

    Tabrak Bus Pariwisata di Parangtritis Bantul, Pemotor Tewas

    Bantul, Beritasatu.com – Kecelakaan maut terjadi di Jalan Parangtritis Km 26, tepatnya di tikungan Makam Gedhe, Kretek, Bantul, Kamis (29/5/2025) sekitar pukul 10.35 WIB.

    Seorang pengendara sepeda motor tewas di lokasi kejadian setelah bertabrakan dengan sebuah bus pariwisata dari Semarang.

    Kasi Humas Polres Bantul AKP I Nengah Jeffry mengatakan, tabrakan maut melibatkan bus dengan nomor polisi AD 7135 OD dengan sepeda motor Suzuki AB 4925 NG.

    “Dari hasil pemeriksaan awal di lokasi kejadian, kecelakaan disebabkan oleh pengendara motor yang melaju dari arah timur ke utara dan mencoba mendahului kendaraan lain, tetapi justru menabrak bagian depan bus yang datang dari arah utara ke selatan,” ujar Jeffry dalam keterangan resminya.

    Pengendara motor, Suparno (51), warga Bambanglipuro, Bantul, dinyatakan meninggal dunia di tempat kejadian. Ia bekerja sebagai buruh harian lepas dan sering melintasi jalur tersebut. Pengemudi bus, Wahyu Dwi Susanto (37), warga Semarang, tidak mengalami luka.

    Menurut dua warga sekitar yang menjadi saksi, Rizki Saputra (29) dan Hendro (40), kecelakaan terjadi sangat cepat di tikungan yang dikenal cukup rawan.

    Akibat insiden ini, bus mengalami kerusakan pada bumper depan dan kaca depan pecah. Sementara itu, sepeda motor mengalami kerusakan parah pada bagian depan.

    Kepolisian mengimbau para pengguna jalan, terutama di jalur rawan seperti kawasan Parangtritis, untuk lebih berhati-hati dan mematuhi aturan lalu lintas demi keselamatan bersama.