Category: Beritasatu.com Regional

  • Santri Ponpes Gus Miftah Dianiaya, Pengacara: Itu Aksi Spontanitas

    Santri Ponpes Gus Miftah Dianiaya, Pengacara: Itu Aksi Spontanitas

    Sleman, Beritasatu.com – Tim kuasa hukum Pondok Pesantren (Ponpes) Ora Aji asuhan Miftah Maulana Habiburrahman atau Gus Miftah di Kalasan, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta mengklarifikasi soal kasus penganiayaan terhadap seorang santri berinisial KDR (23) asal Kalimantan hingga luka-luka oleh para rekannya. 

    Ketua Tim Kuasa Hukum Ponpes Ora Aji Adi Susanto mengatakan tindakan itu hanya aksi spontanitas dari para santri yang kesal dengan perilaku KDR yang meresahkan di lingkungan pondok pesantren.

    “Kita pastikan pihak yayasan menyanggah soal adanya penganiayaan, apa yang terjadi di pondok adalah aksi spontanitas saja dari santri yang tidak ada koordinasi apa pun,” kata Adi kepada Beritasatu.com, Sabtu (31/5/2025).

    Menurutnya, sejumlah santri di Ponpes Gus Mifat sering kehilangan uang atau barang kecil lainnya yang nilainya kisaran Rp 20.000 hingga Rp 700.000 yang diduga pelakunya KDR. 

    Bahkan KDR juga diketahui telah menjual air minum dalam kemasan milik pondok pesantren tanpa sepengetahuan pengurus.

    “KDR mengakui melakukan pencurian di pondok selama ini,” ungkap Adi Susanto.

    Adi mengatakan para santri yang kesal akhirnya melakukan aksi spontanitas terhadap KDR.

    Pihak ponpes sempat berupaya berdamai dengan keluarga KDR, tetapi gagal. Kemudian KDR melaporkan kasus kekerasan yang dialaminya ke Polsek Kalasan, Sleman. 

    Hal itu dibalas dengan melaporkan KDR ke polisi atas tuduhan penggelapan dan pencurian.

    Polisi sudah menetapkan 13 santri Ponpes Gus Miftah sebagai tersangka kasus penganiayaan KDR. Namun mereka tidak ditahan karena dinilai kooperatif.

  • Internet Gratis Kaltim Dukung Koperasi Merah Putih di Ribuan Desa

    Internet Gratis Kaltim Dukung Koperasi Merah Putih di Ribuan Desa

    Samarinda, Beritasatu.com – Program internet gratis yang dicanangkan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) kini memberikan manfaat lebih luas. Tak hanya mendukung layanan pendidikan, kesehatan, dan publik di desa, program ini juga menyokong operasional Koperasi Merah Putih yang tersebar di seluruh wilayah Kalimantan Timur.

    Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji menjelaskan, Pemprov Kaltim telah menyiapkan aplikasi sistem keuangan digital khusus untuk digunakan seluruh Koperasi Merah Putih.

    “Aplikasi akan kita sebarkan ke Koperasi Merah Putih yang sudah terbentuk di 1.038 desa dan kelurahan di seluruh kabupaten/kota, sehingga koperasi-koperasi ini memiliki sistem keuangan yang sama,” kata Seno Aji di Samarinda, Sabtu (31/5/2025).

    Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sendiri merupakan bagian dari program nasional untuk mengentaskan kemiskinan, memperkuat ketahanan pangan, dan mendorong perekonomian desa.

    Internet gratis akan mendukung kelancaran aplikasi tersebut, memungkinkan pencatatan dan pengelolaan keuangan koperasi secara real-time dan transparan.

    Seno Aji menekankan kesamaan sistem keuangan antar koperasi akan meningkatkan efisiensi serta akuntabilitas, sekaligus menjadi pondasi bagi pengembangan ekonomi berbasis digital di wilayah pedesaan. “Tujuan utama program ini adalah untuk meningkatkan kemandirian ekonomi dan kesejahteraan masyarakat desa,” ujar Seno.

    Wagub Kaltim juga berharap dukungan dari pemerintah pusat tidak berhenti pada tahap pembentukan koperasi saja, tetapi dilanjutkan dengan pendampingan berkelanjutan.

    Ia menyoroti pentingnya regulasi yang mendukung, akses permodalan, pelatihan sumber daya manusia, serta penguatan kelembagaan koperasi agar program ini dapat berjalan maksimal dan berkelanjutan.

  • Tanggul Jebol, Ratusan Rumah Warga di Tanggamus Diterjang Banjir Rob

    Tanggul Jebol, Ratusan Rumah Warga di Tanggamus Diterjang Banjir Rob

    Tanggamus, Beritasatu.com – Ratusan rumah warga di Kecamatan Kota Agung, Kabupaten Tanggamus, Lampung, diterjang banjir rob setelah tanggul penahan ombak (sea wall) di kawasan pesisir jebol akibat gelombang tinggi yang terjadi sejak Kamis (29/5/2025) pagi.

    Banjir rob merendam permukiman warga di Lingkungan Kapuran, Kelurahan Pasar Madang, dengan ketinggian air laut mencapai 10-20 sentimeter.

    Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tanggamus, sedikitnya 300 rumah warga terdampak.

    Daerah Terdampak

    Tiga Rukun Tetangga (RT) terdampak paling parah, yakni RT 10, RT 14, dan RT 16.

    Sejumlah rumah tidak hanya terendam air laut, tetapi juga mengalami kerusakan struktural. Salah satunya rumah milik Susilawati (45), warga RT 16, yang bagian dapur dan kamar mandinya hanyut terseret arus.

    “Kerusakan tanggul laut akibat hantaman gelombang tinggi menjadi penyebab utama banjir rob ini,” ujar Kepala Bidang Rehabilitasi BPBD Tanggamus, Edi Nugroho, Sabtu (31/5/2025).

    Selain merendam permukiman warga, banjir rob juga menyebabkan tempat pemakaman umum (TPU) di lingkungan Kapuran tergenang dan nyaris terkikis oleh ombak.

    Pelabuhan dan TPI Kota Agung Ikut Terdampak

    Banjir rob turut melanda area Dermaga 2, pelabuhan, dan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Kota Agung, Tanggamus. Pasir dan batu terbawa ke dalam area pelelangan, menyebabkan aktivitas nelayan dan pedagang terganggu.

    “Kondisi ini berdampak pada ekonomi warga pesisir yang menggantungkan hidup dari aktivitas pelabuhan dan perikanan,” ujar Edi.

    BPBD mencatat panjang tanggul laut yang rusak mencapai 100 meter, dengan estimasi biaya perbaikan sekitar Rp 500 juta. Pemerintah daerah diminta segera melakukan penanganan cepat untuk mencegah kerusakan lebih lanjut.

    Lurah Pasar Madang, Mega Sari mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan BPBD, Polsek Kota Agung, dan Danramil untuk menangani situasi darurat.

    “Kami juga siaga menghadapi kemungkinan banjir rob susulan, mengingat kondisi cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi,” ujarnya.

    Akibat bencana banjir rob ini, BPBD Tanggamus mengimbau masyarakat tetap waspada dan bersiap mengantisipasi dampak gelombang tinggi dalam beberapa hari ke depan.

  • Tangan Petambak Udang di OKI Putus Diterkam Buaya

    Tangan Petambak Udang di OKI Putus Diterkam Buaya

    Tulang Bawang, Beritasatu.com — Serangan buaya muara kembali terjadi di wilayah pesisir Sumatera Selatan. Seorang petambak udang bernama Herman (47), warga Desa Bumi Pratama Mandira, Kecamatan Sungai Menang, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), harus kehilangan tangan kanannya setelah diterkam buaya saat mengambil air di kanal tambak miliknya.

    Peristiwa tragis ini terjadi pada Selasa (27/5/2025) sekitar pukul 21.00 WIB. Saat itu, Herman sedang mengambil air menggunakan ember di kanal tambak. Tiba-tiba, seekor buaya muara muncul dan langsung menyambar tangan kanannya. Meskipun sempat berusaha melawan, predator air tersebut berhasil menarik dan merobek lengan korban hingga putus di bagian atas bahu.

    Korban segera dievakuasi warga ke RS Penawar Medika, Tulang Bawang, Lampung. Selain kehilangan lengan kanan, Herman juga mengalami luka robek serius di dada bagian kanan serta luka pada ibu jari kiri akibat gigitan buaya.

    “Korban datang dalam kondisi sadar sekitar pukul 01.00 dini hari. Kami langsung melakukan tindakan penghentian pendarahan dan operasi amputasi,” jelas Hoiru Saputra, dokter RS Penawar Medika.

    Insiden ini menjadi peringatan serius bagi warga dan petambak yang tinggal di sekitar kanal, terutama pada malam hari. Pasalnya, serangan buaya bukan kali pertama terjadi di wilayah tersebut.

    Bahar (51), kerabat korban, mengungkapkan, buaya sering kali muncul ke permukiman warga, terutama saat air pasang.

    “Bahkan pernah ada buaya yang naik hingga ke teras rumah. Kami mohon perhatian dari pihak terkait agar konflik manusia dan buaya ini segera ditangani,” ujarnya.

    Menurut Bahar, solusi praktis untuk mengurangi risiko serangan adalah pemasangan pagar buka-tutup di kanal dari arah muara. Hal ini dinilai dapat mencegah masuknya buaya ke area tambak saat malam hari.

    Warga Desa Bumi Pratama Mandira dan sekitarnya berharap Pemerintah Kabupaten OKI segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi konflik manusia dan satwa liar yang kian mengancam keselamatan.

  • Pasar Beringharjo Yogyakarta Diserbu Wisatawan Saat Libur Panjang

    Pasar Beringharjo Yogyakarta Diserbu Wisatawan Saat Libur Panjang

    Yogyakarta, Beritasatu.com – Suasana Pasar Beringharjo, Yogyakarta, tampak jauh lebih ramai dari biasanya pada Sabtu (31/5/2025). Memanfaatkan momen libur panjang akhir pekan, para wisatawan dari berbagai daerah memadati pasar tradisional yang legendaris ini untuk berburu oleh-oleh khas Jogja.

    Sejak pagi, arus pengunjung sudah mulai membeludak. Banyak di antara mereka berasal dari luar kota, seperti Jakarta, Surabaya, dan Banjarmasin.

    Mereka tampak antusias menjelajahi lorong-lorong pasar yang dipenuhi beragam produk mulai dari kaos, daster, batik, hingga kerajinan tangan khas Yogyakarta.

    “Harganya murah dan pilihannya banyak, barang-barangnya juga bagus. Sekalian jalan-jalan ke Malioboro, rasanya menyenangkan bisa menawar dan borong oleh-oleh,” kata Alma, wisatawan asal Banjarmasin, saat ditemui Beritasatu.com, Sabtu (31/5/2025).

    Lonjakan pengunjung di Pasar Beringharjo sebenarnya sudah terjadi sejak Kamis (29/5/2025) lalu. Sejumlah pedagang mengaku penjualan mereka meningkat signifikan dibanding hari biasa.

    “Setiap tanggal merah pasti omsetnya naik sekitar 80 sampai 90%. Biasanya yang paling laris adalah daster dan baju anak-anak,” ujar Martha, salah satu pedagang batik di pasar tersebut.

    Pasar Beringharjo memang menjadi salah satu destinasi favorit wisatawan saat berkunjung ke Yogyakarta. Selain karena nilai historisnya yang kental, pasar ini juga terkenal sebagai surga belanja oleh-oleh dengan harga yang terjangkau dan ragam produk yang lengkap, menjadikannya tempat yang wajib dikunjungi.

    Dengan suasana yang ramai dan berbagai pilihan produk menarik, Pasar Beringharjo terus memikat hati pengunjung baik lokal maupun mancanegara, terutama pada saat-saat libur panjang seperti saat ini.

  • Libur Panjang, Okupansi KA Daop 6 Yogyakarta Tembus 96 Persen

    Libur Panjang, Okupansi KA Daop 6 Yogyakarta Tembus 96 Persen

    Yogyakarta, Beritasatu.com – Lonjakan penumpang terjadi di wilayah operasional PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 6 Yogyakarta selama libur panjang peringatan Kenaikan Yesus Kristus, yang berlangsung dari 28 Mei hingga 1 Juni 2025. 

    Data terbaru mencatat tingkat okupansi mencapai 96% dengan volume penumpang yang terus meningkat sejak Rabu (28/5/2025). Per Sabtu (31/5/2025) pukul 09.00 WIB, sebanyak 22.694 penumpang KA jarak jauh tercatat berangkat dari berbagai stasiun Daop 6, naik signifikan dibandingkan Jumat (30/5) yang hanya 16.011 penumpang. 

    Puncak arus balik diperkirakan terjadi pada Minggu (1/6) dengan estimasi 25.560 penumpang. “Tiket masih bisa dipesan, tapi pemesanan sangat tinggi dua hari terakhir ini. Silakan gunakan fitur Connecting Train,” ujar Manager Humas KAI Daop 6 Yogyakarta Feni Novida Saragih kepada Beritasatu.com, Sabtu (31/5/2025).

    Tiga stasiun dengan volume penumpang tertinggi pada Sabtu (31/5/2025), yaitu Stasiun Yogyakarta dengan 12.622 penumpang, Stasiun Lempuyangan 7.697 penumpang, dan Stasiun Solo Balapan 4.283 penumpang.

    Sementara itu, kedatangan penumpang mulai menurun sejak puncak arus masuk Kamis (29/5/2025), dengan volume kedatangan Sabtu ini tercatat 12.335 penumpang. Total penjualan tiket hingga Jumat (30/5) telah mencapai 79.952 kursi dari 83.108 tempat duduk tersedia, atau setara dengan okupansi 96%.

    10 KA Daop 6 dengan okupansi tertinggi:
    1. Joglosemarkerto (187) – 216%
    2. Joglosemarkerto (193) – 214%
    3. Sri Tanjung (278) – 198%
    4. Bengawan (281) – 119%
    5. Progo (257) – 110%
    6. Senja Utama YK (107) – 107%
    7. Sancaka (86) – 86%
    8. Lodaya (77) – 97%
    9. Argo Lawu (13) – 96%
    10. Taksaka (47) – 91%

    Untuk mengakomodasi lonjakan permintaan, KAI Daop 6 mengoperasikan 31 perjalanan KA jarak jauh per hari, terdiri dari 25 KA reguler, dua KA fakultatif, dan empat KA tambahan.

    KAI Daop 6 mengimbau masyarakat agar melakukan pemesanan tiket melalui channel resmi seperti Access by KAI, website kai.id, atau mitra resmi lainnya guna menghindari penipuan dan memastikan kelancaran perjalanan. “Kami berkomitmen memberi layanan terbaik agar penumpang bisa berlibur dengan selamat, aman, dan nyaman,” tegas Feni.

  • Libur Panjang, Malioboro dan Tugu Yogya Diserbu Wisatawan Olahraga

    Libur Panjang, Malioboro dan Tugu Yogya Diserbu Wisatawan Olahraga

    Yogyakarta, Beritasatu.com – Yogyakarta kembali menjadi magnet wisata saat momen libur panjang perayaan Kenaikan Isa Almasih, terutama di area Malioboro dan Tugu Yogyakarta. Tak hanya untuk berwisata, banyak pengunjung memanfaatkan pagi hari untuk berolahraga santai sambil menikmati suasana khas Kota Gudeg.

    Sejak pagi, kawasan ikonik ini dipadati masyarakat lokal dan wisatawan dari berbagai daerah. Aktivitas yang terlihat meliputi jalan santai, jogging, hingga bersepeda. Mereka juga tak lupa mengabadikan momen dengan berswafoto di depan Tugu Yogyakarta, simbol kebanggaan kota ini.

    “Liburan jalan-jalan ke Yogyakarta, pengin berolahraga di sini, suasananya enak dan adem,” ujar Debe, wisatawan asal Makassar kepada Beritasatu.com, Sabtu (31/5/2025).

    Tak hanya sekadar berolahraga, atmosfer pagi di Yogyakarta memang menjadi daya tarik tersendiri. Udara yang sejuk, jalanan yang belum terlalu padat, serta nuansa heritage di sekitar Malioboro memberikan pengalaman menyenangkan bagi para wisatawan.

    Menariknya, komunitas fotografer lokal juga turut meramaikan suasana. Mereka memotret warga dan pelancong yang tengah berolahraga di sekitar Tugu Yogyakarta, menjadikan spot ini semacam panggung aktivitas sosial dan budaya.

    Kepadatan wisatawan di Kota Yogyakarta sudah mulai terlihat sejak Kamis (29/5/2025) dan diprediksi terus meningkat hingga akhir pekan. Malioboro tetap menjadi pusat keramaian, dengan arus lalu lintas dan pengunjung yang kian memadati kawasan tersebut menjelang siang hari.

    Momen libur panjang ini benar-benar dimanfaatkan banyak orang untuk liburan aktif. Kombinasi antara wisata dan olahraga menjadi tren baru. Pelesir tak melulu soal kuliner dan belanja, tetapi juga soal menjaga kebugaran tubuh.

    Jika Anda sedang berada di Yogyakarta, tak ada salahnya mengikuti jejak para wisatawan lainnya, berolahraga ringan di tengah suasana kota yang adem dan penuh sejarah. Jangan lupa abadikan momen di Tugu Yogyakarta.

  • Buaya 1,5 Meter Masuk Permukiman, Warga Pangkalpinang Heboh!

    Buaya 1,5 Meter Masuk Permukiman, Warga Pangkalpinang Heboh!

    Pangkalpinang, Beritasatu.com – Seekor buaya sepanjang 1,5 meter berhasil ditangkap warga setelah terlihat masuk ke kawasan permukiman padat penduduk di Kota Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Jumat (30/5/2025).

    Buaya tersebut ditemukan di sebuah drainase yang berada tepat di samping rumah warga dan rencananya akan segera dilepasliarkan ke habitat yang lebih aman.

    Menurut keterangan warga bernama Neman, awal mula kemunculan buaya diketahui oleh sejumlah anak-anak yang sedang bermain di aliran drainase.

    “Buaya ini awalnya dikira biawak, karena lokasinya jauh dari sungai. Tapi setelah diperhatikan, ternyata itu benar-benar buaya,” ujar Neman, Jumat (30/5/2025).

    Warga pun langsung bergerak cepat untuk menangkap hewan predator tersebut guna menghindari potensi serangan terhadap manusia, apalagi kemunculannya terjadi di kawasan padat penduduk.

    “Karena khawatir menyerang penduduk sekitar, warga berinisiatif menangkapnya. Drainase tempat buaya muncul memang berdampingan langsung dengan rumah warga,” jelas Neman.

    Setelah ditangkap, buaya yang masuk ke area permukiman di Pangkalpinang itu diikat dan sementara ditempatkan di teras rumah warga.

    Keberadaannya sontak menjadi tontonan warga sekitar yang penasaran melihat buaya muara (Crocodylus porosus) dari jarak dekat.

    Neman menambahkan, buaya tersebut akan segera dilepasliarkan ke lokasi yang jauh dari permukiman demi menjaga keselamatan masyarakat maupun kelestarian satwa liar tersebut.

    “Rencananya, buaya ini akan dilepasliar ke habitat aslinya, yang jauh dari permukiman penduduk,” ujarnya.

    Dengan adanya insiden buaya masuk permukiman di Pangkalpinang, warga diimbau untuk selalu berhati-hati saat beraktivitas di sekitar perairan, baik pada siang maupun malam hari, terutama di kawasan yang berpotensi menjadi habitat buaya.

  • Guru di Sangihe Luka Parah Dianiaya Tetangga yang Mabuk Miras

    Guru di Sangihe Luka Parah Dianiaya Tetangga yang Mabuk Miras

    Sangihe, Beritasatu.com – Seorang guru berinisial ESL (36), warga Kampung Petta Barat, Kecamatan Tabukan Utara, Kabupaten Kepulauan Sangihe, menjadi korban penganiayaan dengan senjata tajam, Kamis (29/5/2025) malam. Kejadian tragis tersebut berlangsung sekitar pukul 19.45 Wita di dalam rumah korban.

    Berdasarkan keterangan kepolisian, pelaku berinisial SG (61), seorang buruh harian lepas asal Kampung Petta Timur, diduga melakukan aksi brutal dalam pengaruh minuman keras.

    Kapolres Kepulauan Sangihe AKBP Abdul Kholik melalui KBO Reskrim Ipda Sparta Sendeng menjelaskan, pelaku tiba-tiba datang ke rumah korban sambil membawa sebilah parang. Saat itu, korban tengah berada di kamar sambil bermain ponsel.

    “Tanpa berkata apa-apa, pelaku langsung mengayunkan parang ke arah korban. Korban sempat menangkis serangan menggunakan tangan kiri, namun mengalami luka serius di telapak tangan,” ujar Sparta Sendeng, Jumat (30/5/2025).

    Korban kemudian berusaha melawan dan merebut senjata sambil berteriak memanggil ibunya. Seorang warga bernama Sarif Lumaja yang mendengar teriakan segera datang membantu dan berhasil melucuti parang dari tangan pelaku.

    Korban dilarikan ke Puskesmas Enenawira untuk perawatan awal sebelum dirujuk ke RSUD Liun Kendage Tahuna guna mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.

    Ibu korban, Siti Aminah Gabriel (59), segera melaporkan kejadian ini ke Polsek Tabukan Utara. Menindaklanjuti laporan, tim gabungan yang dipimpin Kanit Reskrim Aiptu Janus Sumangando bersama Kepala SPK Aiptu Indro Hermanto, langsung menuju lokasi.

    “Pelaku berhasil diamankan tanpa perlawanan tak jauh dari lokasi kejadian. Barang bukti berupa sebilah parang juga ikut disita,” ujar Kasatreskrim Polres Kepulauan Sangihe.

    Saat ini, pelaku telah diamankan di Mapolsek Tabukan Utara untuk pemeriksaan lebih lanjut. Pihak kepolisian juga telah melakukan olah TKP, meminta visum et repertum, dan berkoordinasi dengan tim medis terkait kondisi korban.

    Kasus ini masih dalam penyelidikan oleh Unit Reskrim Polsek Tabukan Utara dan telah dilaporkan kepada pimpinan untuk proses hukum lanjutan.

  • Hasil Rontgen Korban Penganiayaan di Riau Mengerikan

    Hasil Rontgen Korban Penganiayaan di Riau Mengerikan

    Pekanbaru, Beritasatu.com – Remaja perempuan Valeri Wahid (18) yang menjadi korban penganiayaan oleh sepupunya sendiri, menjalani pemeriksaan medis di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Riau. Hasil dari rontgennya sangat mengerikan.

    Setelah mengeluh nyeri hebat di tubuh, terutama pada tulang rusuk dan pinggul, tim dokter akhirnya melakukan rontgen pada tiga bagian tubuh Valeri, yaitu pada rusuk kanan, rusuk kiri, dan pinggul. Hasil foto rontgen memperlihatkan adanya gumpalan di sekitar area tulang rusuk.

    “Hasilnya sudah ada. Ada pembengkakan di dalam organ. Rumah sakit sarankan untuk menunggu reaksi beberapa hari. Kalau muncul gejala seperti muntah, baru USG atau CT scan,” ujar Bibi Valeri, Nurleli kepada wartawan, Jumat (30/5/2025).

    Meski tidak ditemukan tulang patah, dokter menyatakan bahwa Valeri mengalami banyak memar di bagian dalam tubuhnya. Dua lembar hasil foto rontgen menunjukkan kondisi tersebut cukup serius meski belum memerlukan tindakan lanjutan selama tidak muncul gejala tambahan.

    “Tidak ada yang patah, cuma memar-memar di dalamnya,” tambahnya.

    Dokter memberikan sejumlah obat yang harus dihabiskan Valeri. Apabila dalam beberapa hari ke depan muncul gejala seperti muntah, sakit perut, atau demam tinggi, pemeriksaan lanjutan seperti USG atau CT scan akan dilakukan.

    “Dia sering mengeluh sakit di seluruh tubuhnya, terutama perut dan tulang rusuk. Juga ada bekas memar di bagian selangkangan,” ungkapnya.

    Valeri diketahui tinggal bersama sepupunya, Citra Handayani (47) sejak September 2024. Dalam kurun waktu tersebut, ia diduga mengalami serangkaian penyiksaan yang baru terungkap ke publik setelah video dan informasi kasus ini viral pada Sabtu (24/5/2025).

    Saat ini, kondisi Valeri masih sangat trauma dan terus mengeluh sakit di sekujur tubuhnya.