Category: Beritasatu.com Regional

  • Brimob Ditembak di Kulonprogo, Polisi Masih Selidiki Motif Pelaku

    Brimob Ditembak di Kulonprogo, Polisi Masih Selidiki Motif Pelaku

    Kulonprogo, Beritasatu.com – Seorang anggota Brimob menjadi korban penembakan dengan senjata jenis air gun di wilayah Jatirejo, Kapanewon Lendah, Kulonprogo, pada Sabtu (31/5/2025). 

    Pelaku berinisial KI (35), warga Lendah, telah diamankan oleh pihak kepolisian. Sementara motif di balik penembakan masih dalam penyelidikan.

    Kasi Humas Polres Kulonprogo, Iptu Sarjoko, mengonfirmasi bahwa insiden terjadi sekitar pukul 00.30 WIB. Saat itu, korban berinisial AP (33), warga Sewon, Bantul, tengah melintas bersama rekannya yang juga anggota Brimob dengan sepeda motor di Jalan Botokan.

    “Tiba-tiba pelaku menembakkan air gun ke arah korban. Setelah itu, keduanya berhenti. Pelaku pun ikut berhenti. Senjata berhasil direbut oleh anggota dan pelaku langsung diamankan,” jelas Iptu Sarjoko dalam keterangan resminya, Minggu (1/6/2025).

    Pelaku sempat diamankan di Polsek Lendah sebelum akhirnya dibawa ke Polres Kulonprogo untuk proses hukum lebih lanjut. Saat ini, penyidik masih mendalami motif pelaku melakukan penembakan tersebut.

    “Korban tidak apa-apa, (motif) masih penyelidikan,” tambah Sarjoko.

    Meski korban mengalami insiden penembakan, belum ada keterangan resmi mengenai luka yang diderita dan penyelidikan terhadap kasus ini masih berlangsung. 

  • 2 Anggota Brimob Ditembak Air Gun di Kulonprogo

    2 Anggota Brimob Ditembak Air Gun di Kulonprogo

    Yogyakarta, Beritasatu.com – Dua anggota Brimob dari Satbrimobda Baciro, Yogyakarta, menjadi korban penembakan air gun oleh seorang warga Kulonprogo. Insiden terjadi di Jalan Botokan, Jatirejo, Lendah, pada Sabtu (31/5/2025) dini hari.

    Pelaku berinisial KI (35), warga Kecamatan Lendah, berhasil diamankan oleh Polres Kulonprogo setelah sempat melakukan aksi penyerangan terhadap dua aparat yang tengah melintas.

    “Benar ada penembakan menggunakan air gun. Pelaku sudah diamankan,” kata Kasi Humas Polres Kulonprogo Iptu Sarjoko, Minggu (1/6/2025).

    Kronologi Penyerangan

    Saat penembakan terjadi, korban berinisial AP (33) berboncengan dengan rekannya sesama anggota Brimob. Keduanya sedang melintasi lokasi menggunakan sepeda motor ketika pelaku memepet dan meminta mereka menepi.

    Pelaku yang diduga dalam kondisi mabuk, kemudian melepaskan tembakan menggunakan air gun kepada kedua anggota Brimob tersebut. Tembakan mengenai jaket korban, sementara peluru lainnya meleset.

    Beruntung, tidak ada luka serius dalam peristiwa tersebut. Kedua korban segera merebut senjata pelaku dan menangkapnya di lokasi, yang ternyata tak jauh dari rumah pelaku.

    Suara tembakan yang cukup keras sempat membuat warga sekitar keluar rumah dan melaporkan kejadian ke Polsek Lendah. Setelah diamankan di Polsek, pelaku langsung dilimpahkan ke Polres Kulonprogo untuk pemeriksaan lebih lanjut.

    Polisi belum mengungkap motif pelaku maupun asal-usul air gun yang digunakan dalam insiden penembakan terhadap kedua anggota Brimob itu. Hingga kini, pemeriksaan intensif masih berlangsung.

  • Miris! Pasien Meninggal Dunia Seusai Ditolak IGD RSUD Rasidin Padang

    Miris! Pasien Meninggal Dunia Seusai Ditolak IGD RSUD Rasidin Padang

    Padang, Beritasatu.com – Peristiwa memilukan menimpa seorang warga Kota Padang, Desi Erianti (37). Ia meninggal dunia setelah diduga ditolak pelayanan oleh petugas Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Rasidin, Sabtu (31/5/2025), dini hari.

    Korban yang merupakan warga Kelurahan Gunung Sarik, Kecamatan Kuranji, datang ke IGD sekitar pukul 00.15 WIB dalam kondisi sesak napas. Ia diantar oleh keluarganya menggunakan becak motor dan membawa Kartu Indonesia Sehat (KIS) sebagai jaminan pelayanan.

    Namun, menurut kesaksian Suyudi, adik korban, petugas IGD menolak memberikan penanganan dengan alasan kondisi Desi tidak termasuk dalam kategori darurat.

    “Petugas bilang bukan kasus gawat darurat, jadi kami disuruh ke layanan umum, tetapi itu sudah tengah malam dan kami tidak punya uang untuk ke tempat lain,” ujar Suyudi.

    Karena keterbatasan biaya dan waktu yang sudah larut malam, keluarga membawa Desi kembali ke rumah. Namun, kondisi korban semakin memburuk.

    Keesokan paginya, Desi dibawa ke RS Siti Rahmah, rumah sakit swasta di Padang. Sayangnya, nyawa Desi tak tertolong. Ia menghembuskan napas terakhir pada Sabtu siang.

    DPRD Padang Panggil Pihak RS

    Kejadian ini mendapat perhatian serius dari Ketua DPRD Kota Padang, Muharlion, yang langsung mengunjungi rumah duka. Ia menyatakan keprihatinan dan menyebut peristiwa serupa telah terjadi berulang kali.

    “Kami sangat menyesalkan kejadian ini. Hari Senin sebelum rapat paripurna, kami akan panggil direksi RSUD Rasidin, Dinas Kesehatan, dan BPJS untuk meminta penjelasan,” tegasnya.

    Peristiwa ini kembali memicu sorotan tajam terhadap sistem layanan darurat di rumah sakit pemerintah, khususnya menyangkut akses pasien miskin atau darurat tanpa biaya tunai.

    Publik mendesak evaluasi serius terhadap SOP IGD serta penguatan pemahaman petugas terhadap klasifikasi gawat darurat, terutama ketika pasien membawa jaminan seperti KIS.

    Jenazah pasien yang sempat ditolak oleh IGD RSUD Rasidin itu dimakamkan di TPU Air Dingin, Minggu (1/6/2025) siang.

  • Puluhan Ribu Wisatawan Padati Candi Prambanan Saat Libur Panjang

    Puluhan Ribu Wisatawan Padati Candi Prambanan Saat Libur Panjang

    Sleman, Beritasatu.com –  Momen libur panjang Kenaikan Yesus Kristus dimanfaatkan ribuan wisatawan dari berbagai daerah untuk berkunjung ke Taman Wisata Candi Prambanan, Sleman, Yogyakarta. Jumlah pengunjung kali ini mengalami peningkatan signifikan, didominasi wisatawan asal Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan DIY.

    Pada hari biasa, jumlah pengunjung Candi Prambanan rata-rata mencapai 7.000 orang per hari. Namun selama libur panjang ini, angka tersebut melonjak hampir dua kali lipat, yakni mencapai sekitar 13.000 wisatawan per hari.

    Lonjakan kunjungan ini turut dipengaruhi oleh penutupan sementara kawasan Candi Borobudur saat kunjungan Presiden Prabowo Subianto bersama Presiden Prancis Emmanuel Macron, pada Kamis lalu.

    “Hampir seluruh pengunjung yang datang ke Candi Prambanan merupakan rombongan keluarga maupun dari perusahaan-perusahaan yang memanfaatkan liburan panjang untuk berwisata ke berbagai daerah,” ujar Manajer Candi Prambanan Ratno Timoer kepada Beritasatu.com, Minggu (1/6/2025).

    Sementara itu, Herawati, seorang wisatawan asal Jakarta, mengaku sengaja memanfaatkan libur panjang kali ini untuk mengunjungi berbagai situs peninggalan Kerajaan Mataram Kuno.

    “Tak hanya Candi Prambanan, saya juga mengunjungi Candi Borobudur dan beberapa situs sejarah Dinasti Sanjaya lainnya yang ada di Yogyakarta,” ujarnya.

    Untuk diketahui, harga tiket masuk ke Candi Prambanan pada libur panjang ini tetap menggunakan tarif reguler. Wisatawan domestik dikenakan tarif Rp 50.000 untuk dewasa (usia 10 tahun ke atas) dan Rp 20.000 untuk anak-anak (usia 3-10 tahun).

    Sementara itu, wisatawan mancanegara dikenakan tarif US$ 25 atau Rp 400.000 untuk dewasa dan US$ 15 atau Rp 250.000 untuk anak-anak.

  • Memanas! Korban Penganiayaan di Ponpes Ora Aji Tuntut Rp 2 Miliar

    Memanas! Korban Penganiayaan di Ponpes Ora Aji Tuntut Rp 2 Miliar

    Yogyakarta, Beritasatu.com – Kasus dugaan penganiayaan di Pondok Pesantren (Ponpes) Ora Aji Sleman, Yogyakarta, yang diasuh oleh Gus Miftah semakin memanas. Seorang santri berinisial KDR (23) melaporkan 13 rekan sesama santri ke Polresta Sleman atas tuduhan penganiayaan.

    Namun, alih-alih menemukan titik damai melalui jalur mediasi, konflik ini justru berujung pada aksi saling lapor polisi. Mediasi antara pihak KDR dan 13 santri lain yang dituduh melakukan penganiayaan dilakukan oleh yayasan pun gagal setelah keluarga KDR menuntut kompensasi sebesar Rp 2 miliar sebagai syarat perdamaian.

    Nilai tersebut dinilai terlalu besar dan tidak realistis mengingat sebagian besar terlapor berasal dari keluarga kurang mampu.

    “Mediasi gagal dikarenakan permintaan kompensasi dari keluarga KDR yang tidak mungkin bisa dipenuhi. Angkanya Rp 2 miliar kalau mau berdamai,” kata Adi Susanto, ketua tim kuasa hukum Ponpes Ora Aji kepada Beritasatu.com, Sabtu (31/5/2025).

    Pihak pondok sebenarnya telah mencoba memediasi dengan menawarkan bantuan biaya pengobatan sebesar Rp 20 juta, tetapi tawaran tersebut tetap ditolak.

    “Yayasan memfasilitasi dengan tergerak secara moral untuk menanggung biaya pengobatan dengan jumlah Rp 20 juta, tetapi tidak pernah bisa diterima sampai upaya mediasi berulang kali menjadi gagal,” ungkapnya.

    Akibat gagalnya mediasi, 13 santri yang semula hanya berstatus terlapor, kini telah ditetapkan sebagai tersangka kasus penganiayaan santri.

    Mereka pun tidak tinggal diam. Melalui kuasa hukumnya, mereka melaporkan balik KDR atas dugaan penggelapan uang di lingkungan Ponpes Ora Aji.

    “Selain sebagai kuasa hukum yayasan, kami juga menjadi kuasa hukum dari seluruh santri yang dilaporkan, dan kami secara resmi telah melaporkan sodara KDR ke Polresta Sleman,” pungkas Adi Susanto.

    Kasus ini bermula dari insiden yang terjadi pada 15 Februari 2025 lalu, ketika KDR diduga mengalami penganiayaan secara beramai-ramai oleh 13 santri lainnya.

    Korban disebut dipukul bergantian menggunakan selang dan bahkan disetrum dengan aki motor. Penganiayaan itu diduga dipicu oleh tuduhan pencurian uang di pondok pesantren.

    Korban penganiayaan santri di Ponpes Ora Aji kini menjalani proses hukum sambil menuntut keadilan dan ganti rugi atas luka fisik serta trauma yang dialami.

    Di sisi lain, 13 santri yang terlibat kasus penganiayaan di Ponpes Ora Aji juga bersikeras menuntut balasan hukum atas tuduhan penggelapan yang mereka alamatkan kepada KDR.

  • Terungkap! Ini Penyebab Gempa Magnitudo 5,1 Guncang Timor Tengah Utara

    Terungkap! Ini Penyebab Gempa Magnitudo 5,1 Guncang Timor Tengah Utara

    Jakarta, Beritasatu.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan penyebab gempa dengan magnitudo 5,1 yang mengguncang Kabupaten Kabupaten Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (31/5/2025) pukul 22.21 WIB.

    “Gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa skala menengah akibat adanya deformasi dalam lempeng Laut Banda,” kata Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono ​​​​​dalam keterangan dikutip dari Antara.

    Daryono mengatakan pusat gempa berada di laut pada kedalaman 97 kilometer atau berjarak sekitar 65 kilometer tenggara arah barat laut Timor Tengah Utara.

    Gempa dideteksi mengguncang sejumlah daerah di Kupang, seperti Amfoang Timur dan Mutis dengan skala intensitas III-IV MMI selama beberapa saat pada pukul 23.21 WIT.

    Namun, berdasarkan analisa sementara seismologis BMKG, gempa tersebut dipastikan tidak berpotensi tsunami.

    Kendati demikian, BMKG mengimbau masyarakat agar selalu waspada, seraya tetap mengikuti pedoman dari pemerintah setempat dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya sampai hasil analisa peristiwa menyeluruh dilaporkan oleh BMKG.

    Hasil analisa tersebut bisa didapatkan masyarakat dengan cara mengakses aplikasi daring infoBMKG, media sosial infoBMKG, atau dapat langsung menghubungi kantor BMKG terdekat, katanya.

    Gempa bumi kerap terjadi di Indonesia karena negara kepulauan terbesar di dunia ini terletak di jalur Cincin Api Pasifik.

  • Gempa Magnitudo 5,1 Guncang Timor Tengah Utara NTT

    Gempa Magnitudo 5,1 Guncang Timor Tengah Utara NTT

    Jakarta, Beritasatu.com – Gempa dengan magnitudo 5,1 melanda Kabupaten Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (31/5/2025) sekitar pukul 22.21 WIB.

    Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan gempa tersebut berlokasi di titik koodinat 9,13 derajat lintang selatan dan 124,04 derajat bujur timur.

    Pusat gempa berada di sekitar 71 kilometer arah barat laut Timor Tengah Utara pada kedalaman 60 kilometer.

    BMKG menyatakan gempa bumi tersebut tidak berpotensi menimbulkan gelombang tsunami. 

    Namun, masyarakat diimbau untuk berhati-hati terhadap gempa susulan yang mungkin terjadi.

    Hingga saat ini belum diketahui dampak kerusakan maupun ada tidaknya korban akibat gempa di Timor Tengah Utara tersebut.

  • Spiderman Turun Gunung Tambal Jalan Berlubang di Lombok, Siapa Dia?

    Spiderman Turun Gunung Tambal Jalan Berlubang di Lombok, Siapa Dia?

    Lombok Timur, Beritasatu.com – Seorang pria berkostum spiderman menarik perhatian warga karena aksinya menambal jalan-jalan berlubang di Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB). Siapa sosok di balik karakter pahlawan super itu? 

    Dia adalah Jarot Saka, pemuda asal Presak, Desa Montong Gading, Kecamatan Terara, Lombok Timur. Keprihatinan melihat banyak lubang di jalan yang membahayakan banyak orang mendorongnya untuk beraksi.

    Jarot tidak berakting bergelantungan dengan jaring laba-laba seperti di film Hollywood, tetapi dia menunjukkan aksi heroik nyata. Mengenakan kostum spiderman yang identik dengan Peter Parker, dia berjibaku menambal jalan berlubang demi keselamatan bersama.

    Jarot mengumpulkan batu-batu kecil dan kerikil. Material tersebut kemudian ia tata rapi di lubang-lubang jalan menganga yang kerap menjadi momok bagi para pengendara. 

    Sambil sesekali mengatur lalu lintas agar tidak terganggu, Jarot dengan lincah mencampur material dasar aspal, lalu menuangkannya untuk menutupi lubang.

    Tak berhenti di situ, ia meratakannya dengan alat stamper sederhana agar kerikil dan campuran aspal tersebut padat dan jalan kembali aman dilintasi.

    Fenomena spiderman dari Terara itu telah berlangsung selama kurang lebih 8 bulan terakhir, menjadi pemandangan yang sekaligus mengharukan dan membanggakan bagi warga sekitar. 

    Jarot Saka mengaku berinisiatif menambal lubang-lubang di jalan karena prihatin menyaksikan banyaknya warga kecelakaan.

    “Saya turun ke lapangan untuk membantu masyarakat, semata-mata agar tidak terjadi kecelakaan akibat jalan yang rusak dan berlubang” kata Jarot, Sabtu (31/5/2025).

    Aksi Jarot Saka mengenakan kostum spiderman menambal jalan di Lombok Timur, NTB, Sabtu (31/5/2025). – (Beritasatu.com/Muhammad Awaludin)Kenapa Jarot Mengenakan Kostum Spiderman?

    Bagi Jarot, mengenakan kostum spiderman saat beraksi memiliki makna tersendiri. Ini bukan sekadar untuk menarik perhatian, melainkan sebuah simbol.

    “Saya gunakan kostum ini karena untuk mengenang sosok pahlawan asli. Jadi saya tunjukkan (aksi saya) untuk meratakan jalan-jalan yang rusak, berlubang, dan juga membersihkan pasir-pasir yang berserakan di tengah jalan,” jelasnya.

    Kecintaannya pada karakter pahlawan fiktif tersebut ia manifestasikan dalam aksi nyata yang berdampak langsung bagi komunitasnya. 

    “Setiap saya melakukan perbaikan jalan yang rusak berlubang, saya selalu menggunakan kostum spiderman. Karena saya suka sekali dengan film Spiderman. Jadi saya membeli kostum ini dan untuk mengenang pahlawan yang ada di film Spiderman,” tambahnya.

    Selama kurang lebih 7 bulan ia secara konsisten melakukan aksi perbaikan jalan ini. Respons masyarakat pun beragam. 

    “Selama di jalan, banyak pengendara yang menyapa, senang, dan ada juga yang tidak senang,” tutur Jarot.

    Ia mengakui adanya pro dan kontra, sebuah hal yang lumrah dalam setiap aksi sosial. Namun, dukungan dari orang-orang terdekat menjadi bahan bakar semangatnya. 

    “Kalau tanggapan teman-teman saya, mereka bangga, senang melihat saya. Dan keluarga saya pun, mereka senang melihat aksi saya karena yang saya lakukan ini bukan untuk merugikan orang lain dan merepotkan orang lain. Sedang aksi saya ini adalah kegiatan menambal jalan untuk membantu masyarakat dengan cara saya sendiri,” paparnya.

    Aksi tunggal Jarot Saka dengan kostum spiderman-nya perlahan, tetapi pasti mampu menarik simpati, khususnya dari kalangan anak-anak muda. Keikhlasan dan kegigihannya menginspirasi orang lain untuk turut berkontribusi. 

    Sejak beberapa waktu lalu, Jarot tidak lagi sendirian. Ia kini dibantu oleh beberapa relawan lainnya yang tergabung dalam Komunitas Ganesa Peduli. Bersama-sama, mereka secara aktif mencari titik-titik jalan yang berlubang untuk kemudian ditambal.

    “Kegiatan penambalan jalan berlubang ini, tepatnya di jalan pariwisata Otak Kokok, dari Pok Banyar menuju ke Kecamatan Montong Gading,” kata Khairul Iswandi dari Komunitas Ganesa Peduli yang ikut aksi sosial bersama Joko “Spiderman” Saka.

    Aksi Jarot Saka mengenakan kostum spiderman meratakan jalan berlubang di Lombok Timur, NTB, Sabtu (31/5/2025). – (Beritasatu.com/Muhammad Awaludin)

    Ia menyoroti betapa berbahayanya kondisi jalan tersebut. “Jadi posisi jalan berlubang ini persis di tengah-tengah, sehingga ini sangat membahayakan pengendara. Mengingat juga jalan ini minim lampu penerangan jalan,” ungkapnya.

    Kolaborasi antara Jarot “Spiderman” Saka dan Komunitas Ganesa Peduli ini menjadi contoh nyata bagaimana sebuah inisiatif individu dapat berkembang menjadi gerakan sosial yang lebih besar. Mereka bahu-membahu, mengumpulkan sumber daya seadanya, demi satu tujuan mulia: menciptakan jalanan yang lebih aman bagi semua.

    Bagi Jarot Saka, aksinya ini memiliki dimensi spiritual yang lebih dalam. Ia melihatnya sebagai salah satu cara berdakwah, menyebarkan kebaikan melalui tindakan nyata. 

    “Ini juga salah satu cara dakwah saya. Semoga bisa menjadi contoh untuk teman-teman di luar sana dan semoga bermanfaat untuk semuanya,” harapnya.

    Aksi Jarot dan kawan-kawan relawan Ganesa Peduli juga secara tidak langsung menyentil pihak-pihak yang seharusnya bertanggung jawab atas pemeliharaan infrastruktur jalan. Namun, alih-alih hanya mengeluh atau menunggu, mereka memilih untuk bertindak. Semangat proaktif inilah yang patut diapresiasi dan ditiru.

  • Laut Balikpapan Diterjang Puting Beliung, Warga Rekam Momen Mencekam

    Laut Balikpapan Diterjang Puting Beliung, Warga Rekam Momen Mencekam

    Balikpapan, Beritasatu.com — Fenomena alam angin puting beliung muncul di perairan laut Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, membuat warga geger. Detik-detik kemunculannya viral di media sosial (medsos), menampilkan pemandangan mencekam saat angin berputar kencang di tengah laut.

    Kemunculan angin puting beliung awalnya diduga terjadi di area padat penduduk, namun setelah dikonfirmasi, angin besar tersebut muncul di tengah laut, jauh dari permukiman warga. Meski demikian, warga tetap dibuat panik karena angin terlihat bergerak ke arah tepi pantai.

    “Masyarakat sempat heboh, takut angin puting beliung ini bisa membahayakan nelayan dan aktivitas di tepi pantai,” ujar salah satu warga yang merekam kejadian tersebut.

    Merespons video yang ramai diperbincangkan publik, pihak Basarnas Balikpapan memastikan bahwa fenomena tersebut tidak menimbulkan kerusakan maupun korban jiwa.

    “Kami konfirmasi, benar terjadi angin puting beliung di wilayah perairan Balikpapan sekitar pukul 14.00 WITA,” kata Kasi Operasi Basarnas Balikpapan Endrow Sasmita kepada wartawan, Sabtu (31/5/2025).

    Ia juga menegaskan, tidak ada keadaan darurat atau laporan permintaan bantuan dari warga maupun nelayan yang berada di sekitar lokasi kejadian.

    “Kami pantau tidak ada kejadian yang membahayakan jiwa manusia. Hingga saat ini, tidak ada laporan korban atau kerusakan,” tambahnya.

    Meski kejadian tersebut tidak berdampak signifikan, Basarnas Balikpapan tetap siaga 24 jam penuh untuk mengantisipasi potensi bencana akibat cuaca ekstrem yang diperkirakan masih berlangsung dua hari ke depan di wilayah Kalimantan Timur.

    Masyarakat diimbau untuk tenang tetapi tetap waspada, terutama yang beraktivitas di perairan atau wilayah pesisir. Cuaca buruk dan fenomena angin kencang kerap terjadi di masa peralihan musim seperti saat ini.

  • Car Free Night Malioboro Bikin Wisata Malam Makin Berkesan

    Car Free Night Malioboro Bikin Wisata Malam Makin Berkesan

    Yogyakarta, Beritasatu.com – Malam mulai merangkak naik di Yogyakarta, tetapi denyut kehidupan di kawasan Malioboro justru semakin terasa. Di tengah libur panjang akhir pekan dan peringatan Kenaikan Isa Almasih, destinasi legendaris ini kembali jadi magnet bagi ribuan pelancong dari berbagai penjuru Indonesia.

    Langkah-langkah kaki berpadu dengan tawa riang memenuhi trotoar. Para wisatawan, tua-muda, sibuk mengabadikan momen dengan latar belakang ikonik seperti papan nama Malioboro, gedung-gedung kolonial, hingga lampu-lampu jalanan yang memancarkan cahaya hangat.

    Tak hanya foto-foto, mereka juga menyerbu toko-toko suvenir yang berjajar di sepanjang jalan. Kaos khas Jogja, batik, hingga gantungan kunci bergaya klasik diborong sebagai buah tangan. Semuanya ditawarkan dengan harga bersahabat, khas keramahan Yogyakarta.

    Menambah kenyamanan, sejak pukul 18.00 hingga 21.00 WIB, di Malioboro diberlakukan sebagai kawasan car free night. Tanpa bising knalpot dan lalu-lalang kendaraan, suasana menjadi lebih tenang, memberi ruang bagi wisatawan untuk menikmati suasana malam dengan santai. Suasana ini pun membuat wisatawan terkesan.

    “Seru banget, ramai, dan tentunya tidak ngebosenin,” ujar Ayu Clara, wisatawan asal Bojonegoro, Sabtu (31/5/2025) malam.

    Di sela keramaian, terdengar derap pelan kaki-kaki kuda. Andong, kendaraan tradisional khas Jogja, siap mengantar pengunjung menyusuri pesona kota dengan tempo yang lebih lambat.