Category: Beritasatu.com Regional

  • Gerebek Klinik Kecantikan Ilegal di Pringsewu, Polisi Sita Ratusan Obat

    Gerebek Klinik Kecantikan Ilegal di Pringsewu, Polisi Sita Ratusan Obat

    Pringsewu, Beritasatu.com – Tim Unit Tindak Pidana Tertentu (Tipiter) Polres Pringsewu menggerebek sebuah rumah yang dijadikan tempat praktik klinik kecantikan ilegal di Jalan Satria, Kelurahan Pringsewu Barat, Kamis (5/6/2025).

    Dari lokasi penggerebekan, polisi menyita ratusan obat-obatan, alat medis, dan menangkap CP (28), perempuan pemilik praktik ilegal tersebut. CP kedapatan tengah menyiapkan peralatan untuk melakukan infus whitening kepada pelanggan.

    Kapolres Pringsewu AKBP M Yunus Saputra menyebut praktik ini sangat membahayakan karena dilakukan tanpa izin resmi dan kompetensi medis yang sah.

    “Pelaku memanfaatkan media sosial seperti Instagram dan Facebook untuk mempromosikan layanan estetika seperti infus whitening, botox, skin booster, hingga injeksi pembesar payudara dan vagina,” ungkap Yunus, Sabtu (7/6/2025).

    Tarif jasa bervariasi antara Rp 150.000 hingga Rp 2,5 juta, tergantung jenis layanan. CP juga diketahui kerap berpindah lokasi praktik untuk menghindari pengawasan.

    Polisi menyita 450 item barang farmasi, 250 botol vitamin, dan berbagai alat medis seperti infus set dan jarum suntik.

    “Pelaku telah menjalankan praktik ilegal ini sejak 2023. Meskipun memiliki latar belakang keperawatan, CP tidak memiliki izin praktik,” kata Yunus.

    Pihak kepolisian menegaskan praktik ini melanggar UU Kesehatan dan membahayakan keselamatan publik. Pelaku kini ditahan dan dijerat Pasal 138 UU Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, dengan ancaman hukuman hingga 12 tahun penjara.

  • Pohon Tumbang Diterpa Angin Kencang, Jalan Banda Aceh-Medan Macet

    Pohon Tumbang Diterpa Angin Kencang, Jalan Banda Aceh-Medan Macet

    Banda Aceh, Beritasatu.com – Hujan disertai angin kencang melanda Kabupaten Aceh Besar, Sabtu (7/6/2025). Sejumlah pohon tumbang di beberapa lokasi, salah satunya di Jalan Nasional Banda Aceh-Medan sehingga memacetkan arus lalu lintas libur Iduladha 2025.

    “Petugas langsung bergerak ke lokasi saat mendapat informasi ada pohon tumbang di beberapa lokasi termasuk di Jalan Banda Aceh-Medan di Kecamatan Leumbah Seulawah dan Lamteuba Krueng Raya,” kata Kepala Pelaksana BPBD Aceh Besar Ridwan Jamil dikutip dari Antara.

    Ia menjelaskan pohon tumbang yang melintang di Jalan Banda Aceh-Medan, Leumbah Seulawah sempat mengakibatkan kemacetan arus kendaraan.

    Petugas pemadam kebakaran (damkar), BPBD Aceh Besar Pos Saree, dan Pos Lamteuba langsung bergerak menuju ke lokasi pohon tumbang dengan membawa peralatan mesin chainsaw sebagai sarana pemotong kayu.

    Setiba di lokasi, petugas langsung memotong-motong pohon tumbang yang ikut dibantu oleh personel TNI, polisi, dan masyarakat setempat. Kemudian potongan pohon itu dipindahkan. Proses pembersihan selesai pukul 15.15 WIB.

    “Alhamdulillah, setelah dilakukan pembersihan oleh petugas lalu lintas telah normal kembali,” katanya.

    Di tempat terpisah, BPBD Aceh Besar juga mengerahkan 10 personel di Pos Induk untuk melakukan pembersihan pohon tumbang di badan jalan desa dan menimpa tiang listrik serta dua kios jual ayam, bengkel dengan kondisi rusak ringan.

    “Alhamdulillah, petugas yang ikut dibantu personel TNI, Polri, dan masyarakat telah melakukan pembersihan dan lalu lintas kembali normal,” katanya.

  • Tragis, Warga Tanah Datar Sumbar Meninggal Ditendang Sapi Kurban

    Tragis, Warga Tanah Datar Sumbar Meninggal Ditendang Sapi Kurban

    Padang, Beritasatu.com – Peristiwa tragis mewarnai momen Iduladha di Kabupaten Tanah Datar, Sumatra Barat (Sumbar). Seorang pria bernama Jafar Dt Pado Nan Kuniang, berusia 80 tahun, meninggal dunia setelah ditendang sapi kurban di Musala Firdaus, Barulak, Kecamatan Tanjung Baru, Sabtu (7/6/2025) sekitar pukul 10.00 WIB.

    Kabar duka ini dibenarkan oleh Wali Nagari Barulak, Azizman, saat dikonfirmasi dari Padang, Sabtu (7/6/2025). “Memang benar, korban adalah salah seorang pekerja kurban yang terkena tendangan sapi hingga meninggal dunia,” ungkapnya.

    Saat kejadian, Jafar sedang terlibat dalam penyembelihan dua ekor sapi kurban. Nahas, salah satu sapi tiba-tiba meronta dan berhasil melepaskan ikatan tali pada bagian kakinya. Dalam kondisi panik dan mengamuk, sapi tersebut menendang Jafar yang berada dalam jarak dekat.

    Akibat tendangan keras itu, Jafar langsung tak sadarkan diri di lokasi dan segera dilarikan ke rumah sakit terdekat. Namun, nyawanya tidak berhasil diselamatkan. “Korban sempat dibawa ke rumah sakit, tetapi sudah tidak tertolong,” jelas Azizman.

    Jafar dikenal sebagai warga yang aktif di lingkungannya dan sehari-hari berprofesi sebagai petani. Ia tinggal di Jorong Dalam Nagari, Barulak, Tanah Datar. Masyarakat sekitar merasa kehilangan atas kejadian ini, terutama karena korban adalah sosok yang berkontribusi dalam kegiatan ibadah kurban di kampung halamannya.

    Meskipun insiden memilukan terjadi, penyembelihan hewan kurban di Musala Firdaus tetap dilanjutkan dengan pengamanan ekstra. Wali Nagari Barulak mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati dan memastikan pengikatan hewan kurban dilakukan dengan benar, agar peristiwa serupa tidak terulang kembali.

  • Garebek Besar Keraton Yogyakarta, 6 Gunungan Kini Dibagi Lebih Tertib

    Garebek Besar Keraton Yogyakarta, 6 Gunungan Kini Dibagi Lebih Tertib

    Yogyakarta, Beritasatu.com – Keraton Yogyakarta kembali menggelar tradisi tahunan Garebek Besar bertepatan dengan Hari Raya Iduladha 1446 Hijriah. Tradisi yang hanya digelar satu kali dalam setahun ini disambut antusias oleh ribuan warga dan wisatawan yang memadati area Masjid Gedhe Kauman dan Keraton Yogyakarta sejak pagi hari.

    Garebek Besar menjadi salah satu atraksi budaya yang paling dinanti masyarakat. Prosesi diawali dengan iring-iringan prajurit Keraton Yogyakarta yang berjalan kaki dari dalam keraton menuju kompleks Masjid Gedhe Kauman. Terdapat 10 bregada prajurit dengan total sekitar 800 prajurit yang ikut serta dalam prosesi kali ini.

    Puncak acara adalah arak-arakan enam gunungan yang terdiri dari hasil bumi seperti sayuran, padi, dan makanan tradisional. Gunungan-gunungan ini melambangkan rasa syukur Keraton atas kelimpahan rezeki dan hasil bumi, serta menjadi simbol keharmonisan manusia dengan alam.

    Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya yang memperbolehkan pengunjung memperebutkan isi gunungan secara langsung, tahun ini Abdi Dalem Keraton membagikan isi gunungan secara tertib kepada masyarakat. Warga dan wisatawan yang telah menunggu sejak pagi langsung merangsek maju saat pembagian dimulai.

    “Saya sudah ikut dari tahun lalu, ini sedekah raja Jogja, katanya kalau disimpan mendatangkan rejeki,” kata Rahmad Ramdani, wisatawan asal Banten kepada Beritasatu.com, Sabtu (7/6/2025).

    Selain sebagai tradisi budaya, Garebek Besar juga menyimpan nilai filosofi tentang pentingnya menjaga alam dan mensyukuri berkah kehidupan.

    “Semua punya maknanya, tradisi yang mengajak kembali kita untuk berterima kasih karena kita harus jaga dan sayang sama alam,” ujar Nova Dewi, wisatawan asal Jakarta.

  • Garebek Besar Keraton Yogyakarta 2025 Digelar Hari Ini

    Garebek Besar Keraton Yogyakarta 2025 Digelar Hari Ini

    Yogyakarta, Beritasatu.com – Tradisi budaya tahunan Garebek Besar Keraton Yogyakarta 2025 kembali digelar pada Sabtu (7/6/2025). Acara ini diadakan dalam rangka merayakan Iduladha 2025 / Je 1958 dan selalu menjadi daya tarik bagi ribuan pengunjung, baik dari dalam negeri maupun mancanegara.

    Untuk menyaksikan langsung prosesi Garebek Besar, masyarakat bisa membeli tiket dengan harga yang sangat terjangkau. Tiket dijual di loket kedatangan Kagungan Dalem Museum Wahanarata sebelum acara dimulai.

    Harga tiket masuk Garebek Besar 2025:

       Pengunjung domestik dewasa: Rp 20.000   Pengunjung domestik anak-anak: Rp 15.000   Wisatawan mancanegara dewasa: Rp 30.000   Wisatawan mancanegara anak-anak: Rp 25.000

    Tiket ini sudah termasuk akses ke area Kagungan Dalem Pagelaran, lokasi utama prosesi, serta kunjungan ke Museum Wahanarata setelah acara. Tak hanya itu, setiap tiket dilengkapi dengan voucher gratis untuk bazar kuliner tradisional wahanarasa 2025.

    Garebek Besar merupakan acara puncak Iduladha di Keraton Yogyakarta. Dalam prosesi ini, Sultan HB X akan mengeluarkan gunungan berisi hasil bumi dan makanan tradisional sebagai simbol sedekah untuk rakyat. Gunungan tersebut dikawal oleh prajurit bregada Keraton dan nantinya dibagikan kepada masyarakat.

    Sebelum puncak acara, tradisi Numplak Wajik telah dilaksanakan pada Rabu (4/6/2025) pukul 15.00 WIB di Panti Pareden, Kompleks Magangan. Tradisi ini menandai awal pembuatan gunungan dan terbuka untuk umum.

    Selama prosesi Garebek Besar berlangsung, wisata Keraton akan ditutup sementara pada Sabtu mulai pukul 08.30–14.30 WIB.

    Untuk menjaga ketertiban dan kekhidmatan acara, pihak Keraton mengimbau masyarakat agar tidak menerbangkan drone selama prosesi berlangsung.

  • Pemprov Kalteng Salurkan 600 Sapi Kurban di Hari Raya Iduladha

    Pemprov Kalteng Salurkan 600 Sapi Kurban di Hari Raya Iduladha

    Palangka Raya, Beritasatu.com – Dalam rangka hari raya Iduladha 1446 Hijriah (2025), Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Tengah (Kalteng) menyalurkan sebanyak 600 ekor sapi kurban ke 14 kabupaten dan kota di wilayahnya.

    Bantuan sapi ini dibiayai melalui APBD murni tahun anggaran 2025. “Distribusi hewan kurban ini merupakan wujud kepedulian pemerintah terhadap masyarakat, terutama yang kurang mampu, agar mereka turut merasakan kebahagiaan di hari raya Iduladha,” ungkap Gubernur Agustiar Sabran dalam penyerahan simbolis hewan kurban, Jumat (6/6/2025).

    Dalam momentum perayaan Iduladha tahun ini, turut dilaksanakan juga penyerahan bantuan hewan kurban dari Presiden Prabowo secara nasional melalui pertemuan virtual yang dipimpin oleh Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi.

    Untuk Provinsi Kalteng, bantuan hewan kurban dari Presiden Prabowo sebanyak 15 ekor sapi. Satu ekor dialokasikan untuk tingkat provinsi, sementara sisanya didistribusikan ke kabupaten dan kota.

    “Kami mengucapkan terima kasih yang setulusnya kepada Bapak Presiden. Semoga beliau senantiasa diberi kesehatan dalam memimpin Indonesia menuju masa depan yang gemilang,” kata Gubernur Agustiar.

    Di akhir sambutannya, Gubernur Agustiar Sabran mengajak seluruh masyarakat untuk meneladani nilai-nilai pengorbanan Nabi Ibrahim As dan putranya, Nabi Ismail As. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga persatuan.

    “Mari kita terus mempererat kerukunan di Bumi Pancasila ini. Dengan kebersamaan, kita dapat menghadapi berbagai tantangan demi mewujudkan Kalimantan Tengah yang maju, berkah, dan bermartabat,” tutupnya.

  • Masjid di Sleman Bagikan Daging Kurban ke Warga Nonmuslim

    Masjid di Sleman Bagikan Daging Kurban ke Warga Nonmuslim

    Sleman, Beritasatu.com – Dalam semangat hari raya Iduladha 1446 Hijriah/2025 Masehi, dua masjid di Dusun Mejing Wetan, Kelurahan Ambarketawang, Gamping, Sleman, Yogyakarta menunjukkan wujud nyata toleransi antarumat beragama.

    Panitia kurban dari Masjid Jami Al Hidayah dan Masjid Amanah membagikan daging kurban tidak hanya kepada umat muslim, tetapi juga kepada warga nonmuslim di sekitar wilayah tersebut.

    Tak hanya itu, panitia juga menggelar acara makan bersama yang diikuti sekitar 500 warga lintas agama, seusai pemotongan dan pengolahan daging kurban di masing-masing masjid.

    “Pertama kali kami mengadakan kurban sekaligus makan bersama. Kami undang warga sekitar, termasuk warga nonmuslim,” kata Ketua Dewan Pembina Masjid Jami Al Hidayah, Ahmad Sumiyanto kepada Beritasatu.com, Jumat (6/6/2025).

    Menurut Ahmad, kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk menyalurkan daging kurban, tetapi juga menjadi wujud toleransi antarumat beragama. Dengan berkumpul dan makan bersama, warga lintas agama bisa berinteraksi lebih akrab dan memperkuat komunikasi sosial.

    “Harapannya dengan makan bersama ini terjadi interaksi dan membangun komunikasi dengan warga,” ujarnya.

    Warga nonmuslim pun mengapresiasi langkah ini. Salah satunya Tiyas, yang merasa terharu atas undangan dari panitia Iduladha. “Kami sangat senang diundang. Ini bukan sekadar makan bersama, tetapi bentuk nyata kerukunan antarumat beragama. Semoga bisa menginspirasi daerah lain,” ujar Tiyas.

    Kegiatan berbagi ini melibatkan dua masjid, yaitu Masjid Jami Al Hidayah sebanyak 11 ekor sapi dan 16 ekor kambing, sedangkan Masjid Amanah tiga ekor sapi dan dua ekor kambing. Setiap warga yang hadir dalam acara makan bersama juga mendapatkan satu bungkus daging kurban yang dibagikan secara merata.

    Kegiatan ini menjadi contoh nyata Iduladha tidak hanya menjadi ibadah ritual, tetapi juga momentum untuk memperkuat persaudaraan lintas iman. Panitia berharap kegiatan ini bisa mendorong masjid-masjid lain di Indonesia untuk membuka ruang inklusi dan keterlibatan sosial yang lebih luas.

  • Pantai Sarupatung, Surga Tersembunyi Sangihe yang Butuh Perhatian

    Pantai Sarupatung, Surga Tersembunyi Sangihe yang Butuh Perhatian

    Sangihe, Beritasatu.com – Pantai Sarupatung yang terletak di Kampung Kalasuge, Kecamatan Tabukan Utara, Kabupaten Kepulauan Sangihe, terus menjadi kebanggaan masyarakat lokal dalam setahun terakhir. Keindahan laut biru yang memukau serta panorama senja di ufuk timur menjadikan pantai ini favorit bagi wisatawan lokal maupun pengunjung dari luar daerah.

    Untuk mencapai Pantai Sarupatung, pengunjung dapat menempuh perjalanan darat menggunakan kendaraan roda dua atau roda empat dari pusat Kota Tahuna. Sepanjang perjalanan, pengunjung akan disuguhi pemandangan alam yang masih asri, menambah daya tarik tersendiri bagi para pelancong.

    Dari bibir pantai, Pulau Nusa Tabukan tampak jelas di kejauhan, seolah menyempurnakan pesona alam yang disajikan. Sayangnya, keindahan ini mulai terabaikan karena kurangnya perhatian dari pemerintah daerah dalam pengelolaan fasilitas wisata.

    Yuni, salah satu wisatawan lokal, menyampaikan kekhawatirannya terhadap kondisi Pantai Sarupatung yang dinilai kurang aman.

    “Pantai Sarupatung sebenarnya sangat indah bagi kami, baik wisatawan lokal maupun dari luar daerah. Namun, kurangnya aspek keamanan menjadi perhatian, terutama dengan adanya pengendara yang melaju kencang di sekitar area wisata yang berdekatan dengan pelaku UMKM,” ungkap Yuni, Jumat (6/6/2025).

    Ia juga menyoroti tidak adanya fasilitas parkir yang memadai untuk kendaraan pengunjung.

    “Tidak tersedia lahan parkir khusus untuk motor maupun mobil. Kami berharap pemerintah segera mengambil tindakan terkait hal ini,” tambahnya.

    Kritik serupa datang dari Bapa Beijing, salah satu pelaku UMKM yang berjualan di sekitar pantai. Ia menyoroti minimnya penerangan, terutama saat malam hari.

    “Sampai saat ini belum ada lampu penerangan seperti lampu mercury di area depan pantai. Padahal pada malam hari, cukup banyak pengunjung yang datang,” ujarnya.

    Warga dan pelaku usaha berharap pemerintah daerah dapat segera mengambil langkah konkret untuk memperbaiki fasilitas, meningkatkan keamanan, dan menciptakan kenyamanan bagi pengunjung. Jika dikelola dengan baik, Pantai Sarupatung diyakini mampu menjadi ikon wisata unggulan di Kepulauan Sangihe.

  • Pria Tewas Ditikam Teman Seusai Pesta Lem di Kota Solok

    Pria Tewas Ditikam Teman Seusai Pesta Lem di Kota Solok

    Padang, Beritasatu.com – Seorang pemuda bernama Depal Saputra (21), warga Tanjung Harapan, Kota Solok, Sumatera Barat, meninggal dunia setelah ditikam oleh temannya sendiri saat pesta lem bersama di komplek Pertokoan Pasar Usang, Kota Solok, Kamis (5/6/2025) malam.

    Korban ditemukan dalam kondisi bersimbah darah seusai terlibat pertikaian dengan pelaku, Yulhardi (31), yang merupakan warga setempat. Perkelahian ini terjadi setelah keduanya bersama dua teman lainnya menggelar pesta mabuk lem di lokasi kejadian.

    Berdasarkan keterangan pihak kepolisian, pertengkaran bermula dari adu mulut akibat korban tersinggung oleh ucapan pelaku. Emosi memuncak, korban memukul wajah pelaku. Merasa terancam, pelaku kemudian mencabut sebilah pisau dan menusuk perut korban hingga mengalami pendarahan hebat.

    Warga yang mengetahui kejadian itu langsung membawa korban ke rumah sakit terdekat. Sayangnya, nyawa korban tidak berhasil diselamatkan sesampainya di rumah sakit.

    Menindaklanjuti laporan dari teman korban, Tim Black Spider Satreskrim Polres Solok Kota bergerak cepat dan berhasil menangkap pelaku di lokasi tak lama setelah kejadian. Polisi juga mengamankan sebilah pisau yang digunakan dalam insiden tersebut.

    Kasatreskrim Polres Solok Kota Iptu Oon Kurania mengatakan, pelaku sudah diamankan dan sedang menjalani proses penyidikan. “Pelaku mengaku menusuk korban karena sebelumnya dipukul terlebih dahulu. Saat ini pelaku kami tahan dan pisau yang digunakan sudah kami sita sebagai barang bukti,” ujarnya.

    Pelaku dijerat dengan Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan atau Pasal 351 ayat (3) KUHP tentang penganiayaan yang menyebabkan kematian.

    Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat, khususnya kalangan remaja, untuk menjauhi penyalahgunaan zat adiktif seperti lem, karena dapat memicu tindakan berbahaya dan merusak masa depan.

  • Tahanan Kasus Pencabulan Anak Tewas Dikeroyok di Sel Polisi Denpasar

    Tahanan Kasus Pencabulan Anak Tewas Dikeroyok di Sel Polisi Denpasar

    Denpasar, Beritasatu.com – Seorang pria pedofil tewas diduga dikeroyok tahanan lain di dalam sel Kepolisian Resor Kota (Polresta) Denpasar. Padahal, korban baru saja masuk ke Mako Tahanan Polresta Denpasar pada Rabu (4/6/2025).

    Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Bali Komisaris Besar Polisi Ariasandy mengatakan, korban berinisial AI (34) merupakan tahanan kasus pencabulan anak di bawah umur. AI diduga meninggal dunia diduga dikeroyok tujuh orang tahanan.

    “Setelah dilakukan pemeriksaan oleh penyidik Polresta Denpasar dari 11 orang diidentifikasi, ada sekitar tujuh orang yang kita duga melakukan tindakan pengeroyokan terhadap korban,” kata Ariasandy di Denpasar, Jumat (6/6/2025) dilansir Antara.

    Para pelaku berinisial ADS, KAJ, JR, DMWK, PPM, KS, dan IGARP. Rata-rata pelaku merupakan tahanan kasus narkotika. Ariasandy menejelaskan insiden tersebut terungkap ketika pada Rabu sekitar pukul 20.30 Wita, petugas piket mendapatkan laporan dari salah satu penghuni sel ada penghuni sel yang jatuh di kamar mandi.

    Anggota jaga pada saat itu kemudian memeriksa si korban yang dikatakan jatuh oleh rekannya. Ia menyebutkan, saat itu masih bernapas dan dilarikan ke RS Bhayangkara.

    “Setelah itu, kita lakukan pemeriksaan terhadap semua tahanan yang ada di dalam sebagai saksi. Ada 11 orang tahanan yang diperiksa,” katanya.

    Aryasandi menambahkan, setelah dilakukan penyelidikan, kasus tersebut ditingkatkan menjadi penyidikan. Belum diketahui apa motif pengeroyokan tersebut. “Motif masih didalami. Yang jelas dari hasil sidik tujuh orang terindikasi diduga melakukan pengeroyokan,” kata Sandy.

    Selain memeriksa tahanan, penyidik Propam dan Polresta Denpasar juga melakukan pemeriksaan terhadap para petugas jaga di tahanan yang bertugas saat kejadian. Menurut Sandy, apabila ada pelanggaran yang dilakukan petugas akan ditindak tegas sesuai aturan yang berlaku.

    “Anggota yang jaga saat itu kita minta keterangan dari Propam Polda maupun Polresta. Apabila kita temukan kelalaian pasti kita akan tindak tegas sesuai aturan,” pungkasnya.