Category: Beritasatu.com Regional

  • BMKG: Waspada Gelombang Tinggi di Perairan Selatan DIY!

    BMKG: Waspada Gelombang Tinggi di Perairan Selatan DIY!

    Yogyakarta, Beritasatu.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan kepada masyarakat untuk mewaspadai potensi gelombang tinggi di wilayah perairan selatan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang diprediksi berlangsung hingga 12 Juni 2025. 

    Kondisi ini disebabkan oleh pengaruh sistem bibit siklonik 92W yang terpantau di kawasan timur Filipina.

    Kepala Stasiun Meteorologi Yogyakarta, Warjono menyampaikan keberadaan bibit siklon tersebut mengakibatkan dominasi angin timuran yang berdampak pada kondisi laut di selatan Pulau Jawa, termasuk kawasan DIY.

    “Saat ini terdeteksi bibit siklon 92W di timur perairan Filipina. Pola angin dari arah timur cukup kuat dan mempengaruhi cuaca di wilayah Jawa, khususnya DIY, yang berdampak pada potensi gelombang tinggi dalam beberapa hari mendatang,” jelas Warjono dikutip dari Antara, Senin (9/6/2025).

    Menurut prakiraan BMKG, gelombang laut di perairan selatan DIY yang mencakup wilayah Gunungkidul, Bantul, dan Kulon Progo diperkirakan akan mencapai ketinggian antara 2,5 hingga 4,0 meter.

    Untuk itu, masyarakat yang beraktivitas di kawasan pesisir, terutama nelayan, operator kapal, dan wisatawan, diminta untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi laut yang kurang bersahabat.

    Warjono menjelaskan perahu nelayan berisiko terganggu jika angin berkecepatan 15 knot dan gelombang mencapai lebih dari 1,25 meter. Sementara itu, kapal tongkang mulai terdampak pada gelombang 1,5 meter disertai angin 16 knot, dan kapal feri terancam jika gelombang mencapai 2,5 meter dengan angin 21 knot.

    Selain pengaruh bibit siklon 92W, dinamika atmosfer juga dipengaruhi oleh sirkulasi siklonik di barat daya Sumatera, yang menciptakan daerah konvergensi serta belokan angin (shearline). Kombinasi faktor-faktor ini memperkuat pola angin dari timur hingga tenggara yang turut mendorong peningkatan tinggi gelombang di selatan Jawa.

    BMKG juga mencatat suhu permukaan laut di kawasan Laut Jawa dan Samudra Hindia selatan Jawa saat ini berada di kisaran 28 hingga 30 derajat celsius, dengan anomali suhu mencapai 2,5 derajat Celsius. Kondisi tersebut meningkatkan penguapan dan memperkuat potensi pembentukan awan hujan di kawasan tersebut.

  • Polres Pesisir Barat Siagakan Police TouristAmankan WSL Krui Pro 2025

    Polres Pesisir Barat Siagakan Police TouristAmankan WSL Krui Pro 2025

    Pesisir Barat, Beritasatu.com – Menyambut ajang bergengsi World Surfing League (WSL) Krui Pro Qualified series 6.000 tahun 2025, Polres Pesisir Barat, Lampung menyiagakan unit khusus yakni police tourist. Puluhan police tourist disiagakan untuk memberikan pelayanan maksimal kepada peserta WSL Krui Pro 2025 dan wisatawan mancanegara yang berkunjung Krui, Kabupaten Pesisir Barat.

    Unit khusus ini berjumlah 21 orang yang memiliki kemampuan berbahasa Inggris disiagakan di lokasi berlangsungnya WSL Krui Pro 2025.

    “Polisi turis dilengkapi dengan personel-personel yang terpilih dan terlatih dalam komunikasi berbagai bahasa asing,” kata Kapolres Pesisir Barat AKBP Bestiana, Senin (9/6/2025).

    Bestiana menjelaskan, police tourist terdiri atas 21 personel dan dua perwira, yang nantinya akan disebar di lokasi-lokasi strategis di sekitar arena perlombaan. Unit khusus ini saat bertugas mengenakan kaos police tourist dan celana pendek yang terlihat lebih santai dan bersahabat. 

    “Dengan seragam yang mudah dikenali, turis akan merasa lebih nyaman dan aman untuk mendekati dan meminta bantuan kapan pun diperlukan,” ujar Bestiana. 

    Selain  police tourist, Polda Lampung juga menyiagakan ratusan personel di sekitar lokasi kejuaraan. Sebanyak 325 personel gabungan akan dikerahkan untuk memastikan keamanan event kejuaraan Iinternasional yang berlangsung di Pantai Tanjung Setia, Pesisir Barat tersebut.

    Kejuaraan ini diperkirakan melibatkan sedikitnya 302 peselancar dari 17 negara. Polisi telah mempersiapkan standar keselamatan yang mencakup SOP penanganan bencana alam, situasi darurat hingga antisipasi terorisme, dengan rambu-rambu dan sistem komunikasi cepat. 

  • Merapi Kembali Muntahkan Guguran Lava dengan Jarak Luncur Capai 2 Km

    Merapi Kembali Muntahkan Guguran Lava dengan Jarak Luncur Capai 2 Km

    Sleman, Beritasatu.com — Aktivitas vulkanik Gunung Merapi masih menunjukkan peningkatan yang signifikan. Berdasarkan laporan resmi dari Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), pada Minggu (8/6/2025) periode pengamatan pukul 00.00 sampai 24.00 WIB, terpantau terjadi sejumlah guguran lava pijar dengan jarak luncur hingga 2.000 meter dari puncak.

    “Teramati guguran lava sebanyak tujuh kali ke arah Kali Putih dengan jarak luncur maksimum 2.000 meter dan ke arah baratdaya Kali Bebeng dengan jarak luncur maksimum 1.800 meter,” kata Kepala BPPTKG Agus Budi Santoso dalam keterangan resminya pada Senin (9/6/25).

    Secara visual, gunung tampak jelas hingga tertutup kabut tipis. Asap kawah teramati berwarna putih dengan intensitas sedang dan tinggi mencapai 50 meter di atas puncak. Kondisi cuaca dilaporkan bervariasi dari cerah hingga hujan ringan, dengan suhu udara berkisar 20,3–23,5 °C dan kelembapan mencapai 99%.

    Dari sisi kegempaan, aktivitas gempa guguran tercatat sebanyak 73 kali, disertai dengan gempa hybrid atau fase banyak sebanyak 138 kali. Selain itu, juga terdeteksi 12 kali gempa vulkanik dangkal dan dua kali gempa tektonik jauh.

    Hingga saat ini, status aktivitas Gunung Merapi masih berada di level III atau siaga. BPPTKG mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas apapun di wilayah potensi bahaya, terutama di sektor selatan-barat daya yang meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal lima kilometer, serta Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng hingga tujuh kilometer. Di sektor tenggara, potensi bahaya meliputi Sungai Woro sejauh 3 km dan Sungai Gendol sejauh lima kilometer.

    Masyarakat juga diminta untuk waspada terhadap bahaya lahar dan awan panas guguran, terutama saat turun hujan di sekitar puncak Merapi. Selain itu, potensi abu vulkanik dari erupsi juga dapat mengganggu aktivitas warga.

    BPPTKG menyatakan bahwa suplai magma masih berlangsung dan berpotensi memicu awan panas guguran di wilayah-wilayah yang telah dipetakan sebagai zona bahaya. Jika terjadi perubahan signifikan dalam aktivitas vulkanik, status Gunung Merapi akan segera ditinjau ulang.
     

  • Sampah Menumpuk di Sangihe, DLH Dorong Perda Pengelolaan Plastik

    Sampah Menumpuk di Sangihe, DLH Dorong Perda Pengelolaan Plastik

    Sangihe, Beritasatu.com – Persoalan sampah di Kabupaten Kepulauan Sangihe masih menjadi pekerjaan rumah yang belum terselesaikan. Salah satu potret nyata terlihat di depan Pasar Towo, Tahuna, di mana tumpukan sampah berserakan dan mulai membusuk, meski masyarakat terus berlalu-lalang beraktivitas di pagi hari.

    Kondisi tersebut tidak hanya mencederai estetika kota, tetapi juga menjadi ancaman serius bagi kesehatan lingkungan. Rendahnya kesadaran warga dalam membuang sampah pada tempatnya serta lemahnya sistem pengelolaan, menjadi faktor utama berulangnya masalah ini tanpa solusi yang berkelanjutan.

    Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kepulauan Sangihe, Ronny Pasiale, dalam peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia pada 5 Juni lalu, menyebut persoalan sampah sebagai fokus utama instansinya. Ia menekankan pentingnya edukasi masyarakat untuk memilah sampah sejak dari rumah tangga.

    “Kami berharap masyarakat mulai memilah sampah dari rumah. Sampah plastik sebaiknya tidak langsung dibuang ke TPS, tetapi dipisahkan terlebih dahulu. Sampah plastik membutuhkan waktu sangat lama untuk terurai dan dapat mencemari lingkungan secara serius,” ujar Pasiale.

    Namun di sisi lain, ia mengakui sistem pengelolaan sampah di Sangihe masih menghadapi berbagai tantangan, terutama dalam proses pemilahan. Saat ini, sampah yang masuk ke TPS umumnya belum dipilah. Proses pemilahan baru dilakukan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) oleh pemulung atau pihak ketiga yang membeli sampah plastik untuk didaur ulang.

    Untuk mengatasi persoalan tersebut, DLH Sangihe telah mengusulkan rancangan peraturan daerah (perda) tentang pengelolaan sampah plastik kepada pemerintah daerah. Pasiale berharap rancangan ini segera dibahas bersama DPRD dan ditetapkan sebagai regulasi yang mengikat.

    “Kami berdoa semoga tahun ini perda bisa ditetapkan. Ini sudah kami sampaikan dan akan dibahas lebih lanjut bersama DPRD,” tambahnya.

    DLH mencatat dua kecamatan, yakni Tahuna dan Tahuna Timur, merupakan wilayah dengan volume sampah tertinggi di Kabupaten Kepulauan Sangihe. Kedua wilayah ini kini menjadi prioritas dalam upaya penanganan sampah secara menyeluruh dan berkelanjutan.

  • Polda DIY Periksa 6 Saksi Terkait Kasus Mafia Tanah di Bantul

    Polda DIY Periksa 6 Saksi Terkait Kasus Mafia Tanah di Bantul

    Bantul, Beritasatu.com – Kasus mafia tanah yang menimpa relawan kemanusiaan Bryan Manov dan keluarganya di Padukuhan Jadan, Tamantirto, Kasihan, Bantul, terus didalami oleh Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta (Polda DIY).

    Pada Senin (9/6/2025) pagi, penyidik Polda DIY kembali memeriksa enam orang saksi dari pihak korban di kediaman Bryan Manov.

    Kuasa hukum Bryan Manov, Sigit Fajar Rahman, membenarkan proses hukum telah naik ke tahap penyelidikan. Enam saksi yang diperiksa terdiri dari Bryan sendiri, adiknya, serta sejumlah tetangga yang mengetahui kronologi kejadian.

    “Prosesnya sudah naik ke tahap penyelidikan. Agenda hari ini adalah pemeriksaan enam saksi serta penambahan barang bukti berupa surat kematian ibu kandung Bryan,” jelas Sigit.

    Ibunda Bryan, almarhumah Endang Kusumawati, meninggal dunia pada Minggu (18/5/2025), dan surat kematiannya kini menjadi bagian dari bukti yang diserahkan kepada penyidik.

    Muhammad Arifin Joko Winahyu, kuasa hukum lainnya, menjelaskan, langkah hukum untuk mengembalikan sertifikat tanah milik kliennya akan dilakukan setelah ada penetapan tersangka dari pihak kepolisian.

    “Ini menyangkut pidana, yaitu pemalsuan. Nanti kami akan masuk ke ranah perdata setelah tersangka ditetapkan. Jika sudah, kita akan mengupayakan agar sertifikat bisa kembali,” tegasnya.

    Pihak keluarga korban menyatakan akan terus mengikuti proses hukum hingga hak atas tanah mereka dipulihkan.

    “Kami akan tetap melanjutkan kasus ini, sesuai pesan almarhum ibu, dan berharap sertifikat kami segera kembali,” ungkap Bryan.

    Kasus ini bermula ketika almarhumah Endang Kusumawati meminta bantuan seseorang bernama Triono (diduga pelaku) untuk memecah sertifikat tanah seluas 2.275 meter persegi. Namun tanpa sepengetahuan keluarga, sertifikat tersebut berpindah kepemilikan atas nama Muhammad Achmadi, dan digunakan sebagai jaminan kredit di salah satu bank di Sleman.

    Kini, Kejaksaan Negeri Bantul juga turut menyelidiki adanya dugaan korupsi dalam pemberian fasilitas kredit yang melibatkan sertifikat tersebut. Aparat penegak hukum masih menelusuri siapa dalang utama di balik peralihan hak kepemilikan tanah tersebut.

    Kasus ini menjadi sorotan publik karena memperlihatkan modus operasi mafia tanah yang kerap merugikan masyarakat.
     

  • Libur Iduladha dan WSL Krui Pro 2025 Dongkrak Wisata Pesisir Barat Lampung

    Libur Iduladha dan WSL Krui Pro 2025 Dongkrak Wisata Pesisir Barat Lampung

    Pesisir Barat, Beritasatu.com — Momen libur panjang Hari Raya Iduladha yang bertepatan dengan ajang internasional World Surf League (WSL) Krui Pro 2025 memberikan dampak positif pada sektor pariwisata di Kabupaten Pesisir Barat, Lampung. Lonjakan kunjungan wisatawan turut mendorong peningkatan signifikan tingkat hunian hotel dan penginapan di wilayah tersebut.

    Kejuaraan WSL Krui Pro 2025 digelar pada 10–17 Juni 2025. Bersamaan dengan libur Iduladha, event ini menjadi magnet bagi wisatawan domestik maupun mancanegara. Kondisi ini memberikan keuntungan besar bagi pelaku pariwisata dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) setempat.

    Seluruh hotel dan penginapan di kawasan Krui dilaporkan penuh. Tidak hanya dipadati wisatawan lokal yang berlibur, para peserta WSL, tim ofisial, dan pendukung dari berbagai negara juga memenuhi fasilitas penginapan di Pesisir Barat.

    Salah seorang pengelola penginapan di Krui, Legowo Hamijaya, mengatakan, peningkatan okupansi sangat terasa menjelang akhir pekan ini.

    “Terasa sekali meningkatnya kunjungan wisatawan. Tingkat okupansinya sangat bagus. H-1 sudah penuh, bahkan sampai H+1 juga masih penuh. Libur Iduladha sangat berpengaruh bagi sektor pariwisata,” ujarnya, Minggu (8/6/2025).

    Legowo juga menambahkan, menjelang pelaksanaan WSL Krui Pro 2025, reservasi dari tamu mancanegara terus meningkat. Banyak di antaranya yang telah datang dan menginap selama minimal tujuh hari.

    “Pemesanan dari tamu mancanegara terus bertambah. Mereka biasanya menginap seminggu atau lebih. Event WSL Krui ini memang sangat menunjang promosi wisata daerah,” tambahnya.

    WSL Krui Pro 2025 merupakan ajang bergengsi dalam kalender World Surf League dengan status Qualifying Series 6000. Kompetisi ini diikuti 302 peselancar dari 17 negara yang memperebutkan poin penting menuju kejuaraan dunia.

    Event ini diharapkan menjadi sarana promosi keindahan alam dan potensi pariwisata Indonesia, khususnya Kabupaten Pesisir Barat, kepada dunia internasional.

  • Sepeda Motor Dibegal, Bocah SD di Bandar Lampung Terseret 15 Meter

    Sepeda Motor Dibegal, Bocah SD di Bandar Lampung Terseret 15 Meter

    Bandar Lampung, Beritasatu.com– Seorang bocah sekolah dasar (SD) di Bandar Lampung, Lampung menjadi korban aksi pembegalan sepeda motor. Saat kejadian, korban terseret sejauh 15 meter karena mencoba mempertahankan sepeda motor milik orang tuanya. 

    Tidak hanya harus kehilangan sepeda motor milik orang tuana, korban korban mengalami luka pada bagian tangan dan kakinya.

    Seorang bocah kelas 3 Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Labuhan Dalam, Bandar Lampung, Lampung bernama Putra Ari Dwi Saputra menjadi korban aksi begal sepeda motor.

    Aksi begal sepeda motor yang menimpa bocah laki-laki berusia 10 tahun ini terjadi pada Sabtu (7/6/2025) pukul 13.00 WIB. Saat kejadian, korban dalam perjalanan menuju ke rumah kerabatnya yang berjarak 100 meter dari rumah orang tuanya. 

    Korban yang mengendarai sepeda motor matik seorang diri dihadang oleh dua orang pelaku begal. Saat itu kedua pelaku berpura-pura menanyakan keberadaan ayah korban. Namun setelah korban menghentikan laju sepeda motornya, salah satu pelaku langsung merampas sepeda motor korban dan meminta korban untuk naik di belakang.

    Kedua pelaku kemudian membawa korban ke tempat yang sepi. Korban kemudian dipaksa untuk turun dari sepeda motor. Namun, korban yang sadar jika kedua pria di hadapannya merupakan begal, Putra berusaha mempertahankan sepeda motor milik orang tuanya.

    Akibat berusaha mempertahankan sepeda motor yang akan dibawa kabur oleh kedua pelaku, korban terseret sejauh 15 meter. Korban sempat berteriak meminta pertolongan, tetapi tidak satu pun warga yang mendengar teriakan korban. 

    Salah seorang pelaku kemudian menendang korban hingga terjatuh dan terlepas dari sepeda motor milik orang tuanya yang berusaha ia pertahankan.

    Aksi heroik korban saat berusaha mempertahankan sepeda motornya terekam CCTV di sekitar lokasi kejadian. Rekaman CCTV Tersebut viral di media sosial.

    Eka Arfandi (42), ayah korban mengatakan, dirinya memang belum melaporkan kejadian tersebut kepada polisi.

    “Rencananya keluarga mau laporan ke polisi. Saya berharap semoga polisi menindaklanjuti peristiwa tersebut. Polisi diharapkan segera tangkap pelaku,” kata Eka saat ditemui pada Minggu (8/6/2025).

    Eka bersyukur anaknya hanya mengalami luka. “Alhamdulilah anak saya selamat meski harus mengalami luka memar di lutut dan kakinya,” ujar Eka.

    Peristiwa begal sepeda motor yang dialami korban menjadi perhatian serius para orang tua untuk tidak membiarkan putra-putrinya yang masih di bawah umur untuk mengendarai sepeda motor.

  • Waspada! Gelombang Tinggi Akan Hantam 6 Wilayah Perairan Ini

    Waspada! Gelombang Tinggi Akan Hantam 6 Wilayah Perairan Ini

    Jakarta, Beritasatu.com – Gelombang tinggi diperkirakan akan kembali melanda sejumlah wilayah perairan Indonesia pada Senin (9/6/2025) mulai pukul 07.00 WIB hingga Kamis (12/6/2025).

    Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan, tinggi gelombang dapat mencapai 4 meter.

    Kondisi ini dipengaruhi oleh pola angin di bagian utara yang bergerak dari arah tenggara hingga barat daya dengan kecepatan 6 hingga 25 knot. Sementara di bagian selatan, angin bertiup dari timur ke tenggara dengan kecepatan 4 hingga 25 knot.

    Kecepatan angin tertinggi tercatat terjadi di Selat Malaka bagian utara, Samudra Hindia barat Kepulauan Nias, dan Laut Banda.

    Wilayah perairan yang berpotensi mengalami gelombang tinggi 2,5 hingga 4 meter antara lain:

       Samudra Hindia barat Aceh   Samudra Hindia selatan Banten   Samudra Hindia selatan Jawa Barat   Samudra Hindia selatan Jawa Tengah   Samudra Hindia selatan Jawa Timur   Samudra Hindia selatan Yogyakarta

    BMKG mengimbau masyarakat, terutama para nelayan dan yang beraktivitas di laut, agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya gelombang tinggi yang dapat mengancam keselamatan pelayaran.

  • Malioboro Diserbu Wisatawan Saat Libur Panjang Iduladha 2025

    Malioboro Diserbu Wisatawan Saat Libur Panjang Iduladha 2025

    Yogyakarta, Beritasatu.com – Momen libur panjang Iduladha 2025 dimanfaatkan ribuan wisatawan untuk mengunjungi kawasan Malioboro, pusat wisata legendaris di Kota Yogyakarta. Sejak Minggu (8/6/2025) sore, suasana jalan pedestrian Malioboro padat oleh pengunjung yang berjalan kaki, berfoto, hingga berburu oleh-oleh.

    Kawasan ini tak hanya dipadati oleh wisatawan lokal, tetapi juga wisatawan dari luar kota yang datang menggunakan kendaraan pribadi, baik roda dua maupun roda empat.

    Menariknya, pengunjung tidak hanya menikmati suasana khas Malioboro, tetapi juga memanfaatkan jasa foto dan sewa pakaian adat Jawa. Wisatawan dapat berfoto dengan latar ikonik Malioboro sambil mengenakan kebaya, beskap, atau surjan, yang semakin memperkuat nuansa budaya.

    “Kita tahu Yogyakarta kota istimewa. Pasti ada sesuatu yang berbeda, makanya kami datang ke sini,” ujar Abdurrohim, wisatawan asal Demak kepada Beritasatu.com.

    Di sisi lain, Pasar Beringharjo juga tak kalah ramai. Para pengunjung sibuk berbelanja batik, makanan khas, dan cenderamata. Para pedagang pun mengaku omzet mereka meningkat seiring ramainya wisatawan.

    Motif batik yang beragam dengan harga terjangkau menjadi daya tarik tersendiri, terutama bagi pelancong yang ingin membawa pulang oleh-oleh khas Yogyakarta.

    Tak hanya pejalan kaki yang padat, arus lalu lintas di sekitar Malioboro juga ramai. Jalanan dipenuhi oleh kendaraan dari luar kota, menandakan tingginya minat wisatawan untuk menghabiskan libur Iduladha di Yogyakarta.

    Pemandangan ini menunjukkan bahwa Malioboro tetap menjadi magnet utama wisata Yogyakarta, terutama saat momen libur nasional seperti Iduladha.

  • Hutan Pinus Mangunan Jadi Primadona Selama Libur Panjang Iduladha

    Hutan Pinus Mangunan Jadi Primadona Selama Libur Panjang Iduladha

    Bantul, Beritsatu.com – Ribuan wisatawan memadati kawasan Hutan Pinus Mangunan, Dlingo, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, sepanjang akhir pekan libur panjang hari raya Iduladha, Minggu (8/6/2025). Lonjakan pengunjung bahkan mencapai lebih dari 300% dibandingkan hari biasa.

    Hutan Pinus Mangunan yang berada di wilayah Resort Pengelolaan Hutan (RPH) Mangunan menyuguhkan pengalaman wisata yang memadukan keindahan alam dan hiburan tradisional. Pengunjung dapat bersantai bersama keluarga atau kerabat, sambil menikmati semilir angin dan alunan musik tradisional di bawah rimbunnya pohon pinus.

    Bagi pencinta petualangan, tersedia pula fasilitas jip wisata yang mengajak pengunjung menjelajahi kawasan hutan pinus dengan sensasi berbeda.

    Salah seorang wisatawan asal Jakarta, Retno Wulandari (58), mengaku memilih Hutan Pinus Mangunan untuk mengisi libur panjang karena ingin mencari suasana segar dan tenang.

    “Ingin mencari yang seger-seger. Kita lama beraktivitas di Jakarta, dengan penat dan macetnya. Sekarang kita berlibur ke sini, menghirup udara segar,” ujarnya.

    Hal senada disampaikan pasangan suami istri asal Bambanglipuro, Bantul, Andi dan Rini. Mereka sengaja mengunjungi Hutan Pinus Mangunan untuk bernostalgia sekaligus menikmati nuansa alam yang nyaman.

    “Di sini sejuk, nyaman, asri, enggak terlalu berisik, udaranya segar. Kadang ada pertunjukan juga, jadi hiburan gratis,” ungkap mereka.

    Ketua Pengelola Hutan Pinus Mangunan, Anang Suhendri menyampaikan kunjungan wisatawan selama libur Iduladha kali ini melonjak drastis.

    “Sebelum libur Iduladha kemarin, pengunjung sempat sepi karena cuaca dan adanya larangan study tour. Namun, saat libur panjang ini, rata-rata kunjungan mencapai 1.000 orang per hari,” jelasnya.

    Selama tiga hari masa liburan, mulai Jumat (5/6/2025) hingga Minggu (8/6/2025), tercatat lebih dari 3.000 pengunjung memadati kawasan Hutan Pinus Mangunan.

    Sementara itu, Dinas Pariwisata Kabupaten Bantul mencatat total 23.720 wisatawan mengunjungi berbagai destinasi wisata selama libur panjang akhir pekan ini, termasuk pantai-pantai selatan dan objek wisata alam. Lonjakan jumlah wisatawan ini berdampak positif terhadap peningkatan pendapatan asli daerah (PAD), dengan perolehan sebesar Rp 340 juta dari retribusi tiket masuk ke berbagai destinasi wisata yang dikelola pemerintah.