Category: Beritasatu.com Regional

  • Kebakaran Besar Gudang BBM Bandar Lampung, 11 Mobil Damkar Dikerahkan

    Kebakaran Besar Gudang BBM Bandar Lampung, 11 Mobil Damkar Dikerahkan

    Lampung, Beritasatu.com – Kebakaran gudang bahan bakar minyak (BBM) jenis solar di Kecamatan Telukbetung Selatang, Bandar Lampung, mengejutkan warga pada Kamis (12/6/2025), sekitar pukul 01.00 WIB.

    Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Bandar Lampung, Anthoni Irawan mengatakan, pihaknya segera mengerahkan 11 unit mobil pemadam kebakaran ke lokasi kejadian.

    Untuk mendukung upaya pemadaman, dua unit mobil suplai air milik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) juga diturunkan ke lapangan.

    “Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 03.00 WIB setelah dua jam berjibaku,” kata Anthoni, dikutip dari Antara, Kamis (12/6/2025).

    Sayangnya, dalam insiden kebakaran gudang BBM di Bandar Lampung ini, dua unit mobil tangki yang berada di dalam area gudang ikut hangus terbakar. Tidak hanya itu, dua rumah semipermanent di sekitar lokasi juga turut dilalap api.

    Meski kebakaran cukup besar, Anthoni menegaskan bahwa tidak ada korban jiwa maupun luka-luka yang dilaporkan.

    “Alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Saat ini kami masih melakukan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada sisa api yang bisa kembali menyala,” jelasnya.

    Penyebab pasti insiden kebakaran gudang BBM di Bandar Lampung belum diumumkan hingga saat ini. Namun, kejadian ini kembali mengingatkan pentingnya standar keamanan dan pengawasan ketat di fasilitas penyimpanan BBM.

  • Banua Wuhu, Gunung Api Laut Eksotis di Sangihe

    Banua Wuhu, Gunung Api Laut Eksotis di Sangihe

    Sangihe, Beritasatu.com — Di kedalaman laut biru yang tenang di barat daya Pulau Mahengetang, tersembunyi sebuah raksasa yang tertidur, yaitu Banua Wuhu.

    Banua Wuhu adalah gunung api bawah laut yang menyimpan sejarah panjang letusan dahsyat, sekaligus pesona bawah laut yang memikat. Lokasinya memang belum banyak dikenal oleh wisatawan umum, tetapi bagi para penyelam dan pencinta geowisata, nama Banua Wuhu sudah melegenda.

    Gunung api ini telah mengalami serangkaian letusan dramatis sejak abad ke-19, termasuk erupsi pada 23–26 April 1835 dengan aliran lava dari kawah pusat, pembentukan kubah lava baru pada 6–9 September 1889, dan letusan eksplosif sepanjang Juli hingga akhir 1895.

    Kemudian, dua kali letusan pada April dan Agustus 1904 yang melontarkan batu hingga ke Pantai Ngihade, serta letusan pada 18 Juli 1918 yang menghasilkan batu apung yang menyebar di permukaan laut.

    Sebulan setelahnya, tepat pada 20 Agustus 1918, terjadi ledakan hebat disertai bau belerang menyengat yang menyebabkan kematian massal ikan-ikan di sekitar lokasi.

    Puncak aktivitas vulkanik terjadi pada awal 1919 ketika rangkaian erupsi besar memicu gelombang pasang, ledakan, dan kebakaran yang melahap setidaknya 25 rumah dan kebun kelapa di pesisir timur. Pada 3 April 1919, gumpalan uap setinggi 5.000 meter terlihat menjulang dari dasar laut, menandakan betapa dahsyat energi yang tersembunyi di bawah permukaan air tersebut.

    Namun, Banua Wuhu bukan hanya tentang letusan. Di balik kekuatan geologinya, tersembunyi keindahan bawah laut luar biasa yang menjadikannya magnet bagi para penyelam dari dalam maupun luar negeri.

    “Kondisi perairannya yang jernih membuat penyelam bisa melihat langsung aktivitas vulkanik dan formasi geologi bawah laut dengan jelas,” ujar Sonny Kapal, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sangihe.

    “Ini spot luar biasa. Terumbu karang dan kehidupan laut di sekitar gunung ini benar-benar menakjubkan,” tambahnya.

    Aktivitas diving dan snorkeling di Banua Wuhu menyuguhkan pemandangan spektakuler seperti terumbu karang berwarna-warni, ikan-ikan tropis yang berenang bebas, serta buih-buih vulkanik yang muncul dari celah-celah batuan dasar laut.

    Keindahan ini menjadikan Banua Wuhu sebagai surga tersembunyi bagi para pencinta laut dan petualangan.

    Banua Wuhu menjadi pengingat bahwa Indonesia tidak hanya berdiri di atas tanah vulkanik aktif, tetapi juga di atas dasar laut yang menyimpan energi luar biasa.

    Gunung api bawah laut ini bukan hanya saksi perjalanan geologi nusantara, tetapi juga memiliki potensi besar dalam pengembangan pariwisata edukatif dan konservatif.

    Dengan letusan bawah laut yang pernah membentuk pulau baru, meski kemudian tenggelam, dan panorama bawah laut yang tak kalah dengan Raja Ampat atau Bunaken, Banua Wuhu kini mulai dilirik oleh wisatawan petualang yang menginginkan pengalaman lebih dari sekadar pasir putih dan matahari.

     

  • Yuliana, Perempuan Tangguh Pemanjat Aren di Kaki Gunung Mata Ie

    Yuliana, Perempuan Tangguh Pemanjat Aren di Kaki Gunung Mata Ie

    Aceh Besar, Beritasatu.com – Di tengah heningnya pagi dan senja Desa Lambaro Kueh, Kecamatan Lhoknga, Aceh Besar, berdiri sosok inspiratif yang tak biasa. Di kaki Gunung Mata Ie yang menjulang, Yuliana (35), ibu enam anak, menantang ketinggian demi menghidupi keluarganya.

    Yuliana bukan ibu rumah tangga biasa. Sejak 4 tahun lalu, ia setiap hari memanjat pohon aren setinggi belasan meter dua kali sehari. Dengan hanya bersenjatakan pisau dan tali pengaman, ia memetik air nira, sumber harapan dan kehidupan bagi keluarganya.

    “Awalnya memang takut, tetapi karena ingin mencoba hal baru dan demi anak-anak, saya memberanikan diri,” ujar Yuliana.

    Air nira dari pohon aren di depan rumahnya bukan sekadar minuman manis alami. Ia menyebutnya sebagai rezeki yang turun dari langit. Proses memanen pun tidak sederhana. Setiap tandan dipetik dengan hati-hati, wadah penampung dicuci bersih, lalu air nira disaring secara cermat agar tetap murni sebelum dikemas ke dalam botol berukuran 600 mililiter.

    Dalam sehari, Yuliana mampu menghasilkan hingga 12 liter nira murni. Satu botol dijual seharga Rp 10.000. Meski terlihat kecil, dari situlah ia menyekolahkan anak-anaknya dan memenuhi kebutuhan sehari-hari.

    “Selama ini, kami menggantungkan hidup dari air nira, untuk sekolah anak dan kebutuhan rumah,” tambahnya.

    Tak ada yang terbuang dari hasil panennya. Jika nira tak habis terjual, ia mengolahnya menjadi manisan atau cuka aren melalui proses fermentasi alami selama berbulan-bulan. Ini menunjukkan kesabaran dan ketekunan luar biasa dalam memanfaatkan sumber daya alam secara maksimal.

    Ciri khas produk Yuliana adalah kemurnian. Ia tidak pernah mencampur air nira dengan bahan lain, menjadikan produknya tetap alami dan segar. Tak heran, pelanggannya datang dari berbagai daerah.

    “Saya rutin ke sini seminggu dua kali. Air nira buatan Yuliana manis alami dan segar,” ujar Jufriadi (55), warga Montasik, Aceh Besar.

  • Ekonomi Lesu, Masyarakat Yogyakarta Desak Pemerintah Bertindak Nyata

    Ekonomi Lesu, Masyarakat Yogyakarta Desak Pemerintah Bertindak Nyata

    Yogyakarta, Beritasatu.com – Lesunya ekonomi Indonesia semakin terasa di kalangan masyarakat kecil. Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) nasional, menurunnya daya beli masyarakat, hingga minimnya dampak stimulus ekonomi pemerintah menjadi sorotan utama warga yang menggantungkan hidup di sektor informal dan pariwisata, termasuk di DI Yogyakarta.

    Di kawasan wisata Malioboro yang biasanya padat wisatawan, para pedagang dan pekerja jasa mengaku mengalami penurunan omzet meskipun pengunjung tampak ramai.

    Dahlia, karyawan sebuah toko suvenir menjelaskan, meski keramaian terjadi di jalanan, tidak banyak wisatawan yang benar-benar masuk dan berbelanja di toko-toko.

    “Libur panjang kemarin tetap ramai di luar, tapi yang masuk ke toko sepi. Omzet pun menurun,” ujar Dahlia kepada Beritasatu, Rabu (11/6/2025).

    Menurutnya, meskipun pemerintah telah memberikan berbagai stimulus, seperti diskon tarif tol, diskon tiket pesawat dan kereta api, serta penambahan bantuan sosial (bansos), dampaknya belum terlalu terasa secara nyata dalam meningkatkan penjualan.

    “Stimulus memang ada dampaknya, tetapi belum signifikan. Harapannya pemerintah bisa lebih konkret,” ujarnya.

    Sektor Jasa Tradisional Ikut Terdampak

    Keluhan serupa datang dari Nurmasdi, seorang penarik becak di kawasan yang sama. Dia mengatakan, stimulus ekonomi pemerintah belum berdampak terhadap peningkatan wisatawan yang menggunakan jasanya, bahkan saat libur panjang, seperti Iduladha.

    “Yang ramai itu pas libur Isa Almasih, tetapi Iduladha malah sepi. Stimulus belum ngaruh,” ujarnya.

    Meski enggan mengkritisi kebijakan secara langsung, Nurmasdi berharap sektor pariwisata diperhatikan lebih serius dan masyarakat kecil mendapat perhatian lebih nyata.

    “Saya cuma berharap pariwisata bisa lebih maju, biar kami juga kebagian rezeki,” ucapnya penuh harap.

    PHK dan Ketidakpastian Masa Depan

    Kekhawatiran juga datang dari banyak pekerja sektor informal lainnya, terutama setelah gelombang PHK terus terjadi dalam beberapa bulan terakhir.

    Banyak dari mereka tidak memiliki jaminan sosial maupun perlindungan kerja, sehingga resesi ekonomi nasional ini terasa langsung di meja makan mereka.

    Kondisi ekonomi lesu di Indonesia kini tidak hanya terlihat dalam angka statistik, tetapi benar-benar terasa di lapisan paling bawah masyarakat. Meski pemerintah telah menggelontorkan berbagai stimulus ekonomi, masyarakat kecil berharap adanya kebijakan nyata, tepat sasaran, dan berdampak langsung pada peningkatan daya beli dan peluang kerja.

  • 575 CPNS Otorita IKN Jalani Retret di Puslatpur Mulawarman

    575 CPNS Otorita IKN Jalani Retret di Puslatpur Mulawarman

    Balikpapan, Beritasatu.com — Sebanyak 575 calon pegawai negeri sipil (CPNS) Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) menjalani retret pelatihan bela negara di Pusat Latihan Tempur (Puslatpur) Kodam VI Mulawarman, Balikpapan.

    Pelatihan intensif selama 21 hari ini bertujuan untuk membentuk karakter, meningkatkan disiplin, serta mendorong kekompakan antarpeserta agar siap bekerja dalam tim membangun peradaban baru di IKN.
    Para CPNS dari berbagai daerah di Indonesia ini lebih dahulu berkumpul di aula Puslatpur untuk menerima pengarahan dari Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono dan Pangdam VI Mulawarman Mayjen TNI Rudy Rachmat. Mereka merupakan peserta yang telah lulus seleksi nasional dan diwajibkan mengikuti program pembentukan karakter sebelum resmi bertugas.

    Basuki Hadimuljono menjelaskan, retret ini bukan sekadar pelatihan fisik, melainkan bagian dari proses penanaman nilai-nilai kebangsaan, kedisiplinan, etika kerja, dan semangat juang. Hal ini dinilai penting karena tantangan membangun IKN sebagai kota masa depan membutuhkan kerja tim yang solid, bukan kerja individu.

    “Otorita IKN resmi menerima CPNS Otorita, ada 575 orang pria dan wanita dari seluruh Indonesia dan sekaligus kami serahkan kepada pak pangdam untuk dilatih pendidikan dan latihan bela negara di Rindam Mulawarman ini selama 21 hari, mulai dari 10 Juni sampai dengan 1 Juli 2025 nanti,” kata Basuki kepada Beritasatu.com di Rindam VI Mulawarman di Kota Balikpapan, Selasa (10/6/2025).

    Ia menekankan, tujuan utama dari retret ini adalah menyatukan perilaku dan membentuk karakter CPNS agar mampu bekerja sebagai tim, karena pekerjaan di lingkungan Otorita IKN adalah kolaboratif dan lintas bidang.

    “Kita ingin membentuk karakter yang tidak individualistis. Di Otorita, semua pekerjaan diselesaikan secara tim. Jadi perlu kekompakan dan etika kerja yang sama,” tambahnya.

    Sebagian besar peserta retret adalah fresh graduate dari berbagai fakultas dan universitas di seluruh Indonesia. Mereka diharapkan menjadi aparatur sipil negara (ASN) yang tidak hanya cakap secara kompetensi, tetapi juga memiliki integritas dan komitmen kuat dalam melayani masyarakat serta mewujudkan visi besar IKN.
     

  • Gubernur Agustiar Sabran Larang Sekolah Tahan Ijazah, Bakal Disanksi Tegas

    Gubernur Agustiar Sabran Larang Sekolah Tahan Ijazah, Bakal Disanksi Tegas

    Palangka Raya, Beritasatu.com – Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Agustiar Sabran, memberikan ultimatum kepada sekolah SD, SMP, dan SMA se-Kalteng untuk tidak menahan ijazah. Gubernur Agustiar Sabran mengatakan, tidak ada alasan apa pun pihak sekolah menahan ijazah. Apalagi alasan ketidakmampuan membayar kewajiban sekolah.

    “Kalau sampai ada sekolah yang menahan ijazah karena tidak bisa bayar kewajiban sekolah, kepala sekolahnya akan kami pindah,” tegas Gubernur Agustiar Sabran, Selasa (10/6/2025).

    “Akan kami tindak sesuai ketentuan undang-undang yang berlaku, jika memang ada yang melanggar,” tambahnya.

    Pelaksana Tugas (Plt)  Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kalteng, M Reza Prabowo, siap menjalankan perintah Gubernur Agustiar Sabran. Menindak tegas ada pihak sekolah yang masih menahan ijazah.

    Lebih lanjut, Reza Prabowo mengatakan, Gubernur Agustiar Sabran sangat menyadari pentingnya ijazah sebagai salah satu kunci utama untuk membuka pintu kesuksesan generasi muda di Kalteng.

    “Pesan pak gubernur jelas. Jangan sampai ada siswa kita yang terhambat melanjutkan pendidikan atau mencari pekerjaan hanya karena ijazahnya ditahan,” tegasnya.

    Reza Prabowo membenarkan, masih ditemukan kasus ijazah siswa yang ditahan selama bertahun-tahun oleh pihak sekolah.

    “Ijazah itu ternyata sudah ditahan bertahun lamanya di sekolah. Ada yang memang ditahan karena BPP, uang baju, dan ada juga yang belum diambil siswanya yang sudah menjadi alumni. Sekolah punya kewajiban untuk proaktif menghubungi siswanya agar mengambil ijazahnya,” jelas Reza.

  • Sulteng Jadi Pilot Project Penanganan Migran Aman dan Anti-TPPO

    Sulteng Jadi Pilot Project Penanganan Migran Aman dan Anti-TPPO

    Palu, Beritasatu.com – Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (PPPMI) mengambil langkah serius dalam menekan angka pemberangkatan pekerja migran ilegal dan memberantas tindak pidana perdagangan orang (TPPO). Menteri PPPMI Abdul Karding menegaskan upaya ini akan dilakukan secara kolaboratif hingga tingkat desa.

    Dikatakan, kolaborasi erat antara Kementerian PPPMI, gubernur, Forkopimda, kapolda, dan masyarakat, bertujuan untuk memastikan semua pekerja migran yang berangkat ke luar negeri melalui jalur resmi, sehingga meminimalisasi risiko TPPO.

    “Ini adalah kegiatan kolaboratif yang akan kita dorong sampai ke desa-desa,” tegas Menteri Karding, Rabu (11/6/2025). 

    Kerja sama ini tidak hanya fokus pada keamanan migran dan pencegahan TPPO, tetapi juga akan mencakup persiapan pekerja migran sebelum berangkat, termasuk melalui program vokasi dan perbaikan tata kelola perlindungan pekerja migran di daerah masing-masing.

    “Kementerian PPPMI berencana mendirikan migran center di setiap kabupaten. Untuk pengamanan wilayah, terutama di laut dan darat, akan dibentuk tim hingga tingkat desa, yang melibatkan perangkat desa, kepala desa, kepolisian setempat, dan unsur-unsur terkait,” ujar Karding.

    Selain itu, polda juga akan dilibatkan untuk membentuk tim siber guna membantu menindak dan memblokir iklan-iklan berbahaya yang menargetkan pekerja migran, mengingat modus kejahatan yang terus berkembang. 

    Ia berharap, dengan bantuan semua pihak ditambah sosialisasi dan edukasi yang masif, angka pemberangkatan ilegal akan berkurang signifikan.

    Menteri Karding juga memberikan peringatan tegas kepada pihak-pihak yang terlibat dalam pemberangkatan pekerja migran secara ilegal atau TPPO. “Jangan coba main-main dengan pemberangkatan secara ilegal atau TPPO. Kami akan tidak tegas,” katanya. 

  • Pencuri Kambing Bacok Satu Keluarga, Motor Pelaku Dibakar Massa

    Pencuri Kambing Bacok Satu Keluarga, Motor Pelaku Dibakar Massa

    Bengkulu, Beritasatu.com – Niat mencuri kambing berujung petaka bagi seorang pria di Kabupaten Bengkulu Tengah. Aksi pencurian yang dilakukan di Desa Pulau Beringin, Kecamatan Pondok Kelapa, berakhir tragis ketika pelaku tertangkap dan menjadi bulan-bulanan warga setelah nekat membacok satu keluarga yang mencoba menggagalkan aksinya.

    Pelaku yang babak belur dan penuh luka tergeletak tak berdaya. Ia dihajar massa setelah gagal melarikan diri, berbeda nasib dengan rekannya yang berhasil kabur dari lokasi kejadian.

    “Sebelum tertangkap, pelaku sempat bertindak brutal. Ia membacok Hasita Muniawati, pemilik ternak, beserta keluarganya yang memergokinya sedang berusaha mencuri kambing di belakang rumah mereka,” kata Agus, salah seorang saksi.

    Aksi pencurian tersebut dilakukan oleh dua orang pelaku yang sudah membagi peran. Satu pelaku menunggu di atas sepeda motor, sedangkan satu lainnya masuk ke dalam kandang kambing. Namun, rencana mereka digagalkan setelah Hasita mendengar suara mencurigakan dari arah kandang dan membangunkan suaminya.

    Saat diperiksa, mereka mendapati seorang pria asing sudah berada di dalam kandang kambing. Hasita dan keluarganya mencoba mengadang, tetapi pelaku justru menyerang dan melukai tangan Hasita dengan senjata tajam.

    “Keributan itu menarik perhatian warga sekitar yang segera berdatangan ke lokasi. Emosi warga yang memuncak membuat pelaku dihajar secara beramai-ramai. Sepeda motor pelaku, yang diketahui baru keluar dari dealer, juga dibakar hingga hangus,” papar Agus lagi.

    Rekan pelaku yang menunggu di atas motor sempat menjadi sasaran kemarahan warga dan ditendang oleh suami Hasita hingga terjatuh, tetapi berhasil melarikan diri sebelum tertangkap.

    Saat ini, pelaku yang tertangkap telah diamankan oleh pihak berwajib untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Polisi juga masih memburu satu pelaku lainnya yang melarikan diri.

  • Ditinggal Orang Tua ke Kebun, Balita di Bantul Tewas Tenggelam

    Ditinggal Orang Tua ke Kebun, Balita di Bantul Tewas Tenggelam

    Bantul, Beritasatu.com – Seorang balita berusia 1,5 tahun di Sedayu, Kabupaten Bantul, Yogyakarta, ditemukan tewas tenggelam di sungai dekat rumahnya pada Selasa (10/6/2025) sore.

    Korban bernama, Kima Klahira Sally pada awalnya dicari oleh orang tuanya, Dwi Setyawan (41), pada Selasa siang setelah tidak ditemukan di dalam rumah. Setelah beberapa jam pencarian bersama warga, balita yang sedang dalam masa belajar berjalan itu ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

    Menurut keterangan Dwi Setyawan, pada saat kejadian, ia sedang berada di kebun. Ia mengaku tidak biasanya meninggalkan korban sendirian di rumah.

    “Biasanya saya ajak kalau pas keluar rumah. Kejadian tadi itu saya biarkan dia di rumah karena sedang tidur,” ujar Dwi Setyawan.

    Jasad Kima Klahira Sally ditemukan tenggelam di Sungai Bendo dengan kedalaman sekitar 40 sentimeter, lokasi yang tidak jauh dari rumah korban. Jasad korban kemudian dibawa ke RS Sedayu General Hospital.

  • PMI Asal Lombok Tewas Misterius di Malaysia, Keluarga Curiga Dibunuh

    PMI Asal Lombok Tewas Misterius di Malaysia, Keluarga Curiga Dibunuh

    Lombok, Beritasatu.com – Sahri Ramdan, seorang pekerja migran Indonesia (PMI) asal Desa Buwun Sejati, Lombok Barat, yang dikenal pendiam dan berencana pulang untuk menikah, kini hanya bisa kembali dalam keadaan tewas.

    Kematiannya di Malaysia menyisakan kejanggalan yang membuat keluarga, terutama sang ayah, Jumantri yakin ada sesuatu yang tidak beres. Dia menduga tewasnya sang anak bukan sekadar kecelakaan.

    Kronologi Tewasnya PMI di Malaysia

    Semua bermula saat Sahri Ramdan bersama lima rekannya, tiga dari Buwun Sejati, satu dari Batu Mekar, dan satu dari Lombok Timur, pergi berburu ayam hutan setelah jam kerja.

    Menurut penuturan Jumantri yang dia dapatkan dari informasi teman-teman Sahri di Malaysia, mereka keluar malam itu untuk mencari ayam di hutan.

    “Kalau informasi dari anaknya yang mendapatkan informasi dari teman-teman dari Malaysia, mereka berenam keluar malam untuk mencari ayam di hutan setelah kerja,” jelas Jumantri pada Selasa (10/6/2025).

    Perburuan itu sempat membuahkan hasil. Mereka berhasil mendapatkan seekor ayam.

    Anehnya, setelah mendapatkan ayam, Sahri memutuskan untuk pulang terlebih dahulu. Sementara itu, kelima temannya kembali lagi ke hutan untuk melanjutkan perburuan.

    Nahas, sejak saat itu, Sahri tak kunjung kembali dan menghilang dari pantauan teman-temannya.

    Pencarian pun dilakukan oleh teman-teman Sahri yang tersisa, hingga akhirnya Sahri ditemukan sudah tak bernyawa di tengah kebun.

    Jasadnya segera dibawa ke rumah karyawan tempat mereka tinggal, kemudian dilarikan ke rumah sakit. Namun, setibanya di sana, Sahri dinyatakan telah meninggal dunia.

    Luka Aneh dan Kecurigaan Keluarga

    Kematian PMI di Malaysia itu semakin diselimuti misteri dengan adanya luka aneh pada tubuh korban.

    Jumantri mengungkapkan, anaknya mengalami luka di bagian dada dan paha. Informasi awal menyebutkan luka tersebut akibat diseruduk kerbau.

    Namun, Jumantri meragukan informasi ini dan merasa ada yang janggal.

    “Anak saya mengalami luka di bagian dada dan bagian paha. Informasinya, luka tersebut akibat diseruduk kerbau dan macam-macam info penyebab kematiannya,” kata Jumantri.

    Kecurigaan Jumantri bukan tanpa alasan. Ia merasa luka yang diderita anaknya tidak konsisten dengan cedera akibat serudukan kerbau.

    “Saya bingung, kalau diseruduk kerbau tidak mungkin cuma luka di bagian dada dan paha, pasti badannya remuk. Tapi badan korban ini biasa saja,” ujarnya.

    Jumantri menggambarkan luka tersebut sebagai “kecil seperti luka tusuk.” Hal ini semakin menambah tanda tanya besar.

    Hal yang paling membuat hati Jumantri gundah adalah pengakuan teman-teman Sahri yang seharusnya bersama korban saat kejadian. Mereka mengaku tidak mengetahui penyebab luka tersebut.

    “Dari keterangan teman-temannya, mereka tidak tahu luka itu,” tambah Jumantri.

    Kejanggalan ini diperkuat dengan sikap pengawas tempat Sahri bekerja di Malaysia yang tiba-tiba berhenti menghubungi keluarga. Hal ini memperkuat dugaan adanya konspirasi di balik kematian misterius PMI Lombok ini.

    Penyelidikan Polisi dan Harapan Keadilan

    Pihak berwajib di Malaysia telah mengambil tindakan serius terkait kasus ini.

    Informasi yang diterima keluarga di Lombok menyebutkan, polisi telah memeriksa lima teman Sahri yang juga rekan kerjanya. Mereka dibawa ke kantor polisi untuk dimintai keterangan.

    “Dari info yang kami terima, polisi sudah memeriksa lima orang teman korban serta teman kerja korban dibawa ke kantor polisi,” ujar Jumantri.

    Hal yang menjadi titik fokus penyelidikan adalah keterangan dari kelima teman korban yang terus berubah-ubah.

    “Dan polisi di Malaysia belum melepas lima orang teman korban karena keterangan mereka selalu berbeda-beda,” ungkap Jumantri.

    Situasi ini menunjukkan betapa rumitnya mengungkap kebenaran di balik kematian misterius PMI asal Lombok ini.

    Keluarga Sahri Ramdan, khususnya sang ayah, memiliki harapan besar terhadap proses hukum ini.

    “Harapan kami sekeluarga agar para pelaku jika anak saya sebagai korban pembunuhan, agar dihukum sesuai dengan perbuatannya,” tegas Jumantri.

    Impian Pernikahan yang Tak Kesampaian

    Duka mendalam juga dirasakan oleh Hasini, ibunda Sahri Ramdan. Ia mengenang komunikasi terakhirnya dengan sang anak pada hari Jumat (6/6/2025), sesusai Sahri melaksanakan salat Iduladha.

    Dalam percakapan terakhir itu, Sahri bercerita tentang rencana kepulangannya untuk menikah dan bahkan sudah ada calon istri.

    “Sahri Ramdan terakhir berkomunikasi pada hari Jumat seusai melaksanakan salat Iduladha. Dia cerita mau pulang untuk menikah dan sudah ada calon istrinya,” tutur Hasini.

    Sahri juga sempat menanyakan kabar semua anggota keluarganya, apakah sudah pulang ke rumah atau belum. Hasini, yang merasa heran dengan pertanyaan anaknya, sempat bertanya balik.

    “Saya menanyakan kenapa kamu menanyakan semua keluargamu? Dia jawab kepingin ketemu sama keluarganya, ngumpul di rumah soalnya hari Lebaran,” kenang Hasini.

    Percakapan terakhir itu diwarnai canda tawa. Sahri Ramdan, yang dikenal pendiam dan jarang menceritakan masalah yang dihadapinya terlihat begitu ceria.

    “Dia juga mengajak saya bercanda-canda dan dia ini jarang berbicara apa masalah yang dihadapinya, dia ini pendiam,” imbuh Hasini.

    Rencana pernikahan Sahri Ramdan sudah sangat matang. Ia berencana pulang untuk melangsungkan pernikahan pada Selasa (10/6/2025) ini.

    Namun, takdir berkata lain. Tanggal yang seharusnya menjadi hari bahagia bagi Sahri dan keluarganya, kini justru menjadi pengingat akan kepergiannya yang menyakitkan dan penuh misteri.

    Kasus kematian misterius PMI asal Lombok ini menjadi cerminan pahit perjuangan para pekerja migran di negeri orang.