Category: Beritasatu.com Regional

  • Mobil Dinas Wakil Bupati Mamuju Tabrak Pemotor, Pengendara Motor Tewas

    Mobil Dinas Wakil Bupati Mamuju Tabrak Pemotor, Pengendara Motor Tewas

    Polewali Mandar, Beritasatu.com – Mobil dinas jenis Toyota Alphard yang ditumpangi Wakil Bupati Mamuju Yuki Permana terlibat kecelakaan maut di Jalan Trans Sulawesi, tepatnya di Desa Sabang Subik, Kecamatan Tinambung, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, Jumat (13/6/2025).

    Mobil dengan nomor polisi DD 342 QR yang dikemudikan Andi Ilham (40) itu melaju dari arah Kabupaten Mamuju menuju Kabupaten Pangkep dalam rangka kunjungan dinas. Namun, di tengah perjalanan, mobil tersebut menabrak pengendara sepeda motor yang melaju dari arah yang sama.

    Korban diketahui bernama Muh Ali (68). Ia mengalami luka serius di sekujur tubuh. Meski sempat dilarikan ke puskesmas setempat, nyawa korban tidak tertolong dan meninggal dunia.

    “Korban muncul dari gang kecil, satu arah dengan mobil. Saat mobil menyalip, motor itu langsung berada di depan dan akhirnya tertabrak,” kata Kanit Gakkum Polres Polman Ipda Sofian.

    Dampak benturan cukup parah, kedua kendaraan mengalami kerusakan dan saat ini telah diamankan di Mapolres Polewali Mandar untuk keperluan penyelidikan.

    Polisi juga telah memeriksa sejumlah saksi, termasuk pengemudi dan satu penumpang mobil dinas. Jenazah korban telah dipulangkan ke rumah duka di Kabupaten Pangkep untuk dimakamkan.

    “Pengemudi mobil dinas sudah kami periksa. Ia mengaku dalam kondisi sadar dan tidak mengantuk saat mengemudi,” tambah Ipda Sofian.

    Sementara itu, wakil bupati Mamuju belum diperiksa karena masih menunggu proses lanjutan. Penyidik masih melakukan pendalaman untuk menentukan penyebab pasti kecelakaan tersebut.
     

  • Pelecehan Penumpang Taksi Online Picu Tabrakan Beruntun di Pekanbaru

    Pelecehan Penumpang Taksi Online Picu Tabrakan Beruntun di Pekanbaru

    Pekanbaru, Beritasatu.com – Kecelakaan beruntun melibatkan dua mobil dan satu sepeda motor terjadi di Jalan Tuanku Tambusai, Kota Pekanbaru, Riau, Kamis (12/6/2025) malam. Tabrakan ini diduga kuat akibat pelecehan seksual terhadap penumpang taksi online mobil Toyota Calya.

    “Kejadian berawal dari adanya perlakuan yang tidak senonoh yang dilakukan penumpang taksi online tersebut kepada teman wanita sopir. Dugaan pelecehan tersebut masih kami dalami,” kata Kanit Gakkum Satlantas Polresta Pekanbaru Ipda Ikhwanul Fajri, Jumat (14/6/1025). 

    Saat itu mobil Toyota Calya membawa delapan penumpang, dua di antaranya duduk di bangku bagian depan, dan lima di belakang. Dalam mobil juga ada seorang wanita muda yang merupakan teman sopir taksi online itu. Dia duduk di kursi sebelah kiri pengemudi berinisial IC (21). 

    Dalam perjalanan, seorang penumpang pria diduga melakukan pelecehan kepada gadis berinisial RED (17) yang duduk di samping sopir sehingga terjadi keributan di dalam mobil. 

    Pengemudi taksi online seketika panik sehingga tak sengaja menginjakkan pedal gas dengan keras sehingga mobil melaju kencang hingga menabrak pengendara motor matik dan menyeruduk mobil lain yang berjalan pelan di depannya. 

    Dalam rekaman CCTV di lokasi terlihat pengendara motor berinisial HH (27) yang ditabrak itu terpental ke bagian mesin mobil. Dia mengalami luka ringan, tetapi motornya rusak berat. 

    Fajri mengatakan setelah terjadi tabrakan beruntun, penumpang pria pelaku pelecehan itu langsung melarikan diri tanpa mengenakan baju. Dia kabur lewat pintu depan yang terbuka seketika setelah tabrakan.

    Wanita yang menjadi korban pelecehan juga buru-buru keluar dan mencoba mengejar serta meminta bantuan warga sekitar. 

    Fajri mengatakan hasil pengecekan dilakukan timnya, mobil taksi online itu diketahui menggunakan pelat nomor polisi palsu. “Saat ini, Satlantas Polresta Pekanbaru sedang berkoordinasi dengan satreskrim untuk mendalami dan mengungkap kasus ini,” pungkasnya. 

  • Iduladha Bikin UMKM Kerupuk Kulit Gunungkidul Panen 5 Ton

    Iduladha Bikin UMKM Kerupuk Kulit Gunungkidul Panen 5 Ton

    Gunungkidul, Beritasatu.com – Iduladha 1446 H/2025 M membawa berkah besar bagi para pelaku UMKM kerupuk kulit sapi di Kelurahan Sodo, Kapanewon Paliyan, Gunungkidul, Yogyakarta. Pasokan kulit sapi dari hewan kurban melimpah, membuat produksi kerupuk rambak melonjak hingga 5 ton dalam sepekan terakhir atau naik dua kali lipat dari hari biasa.

    “Ini benar-benar berkah tahunan. Kulit sapi banyak masuk, dan harganya lebih murah,” kata Susilo (35), perajin kerupuk kulit dari Padukuhan Sidorejo kepada Beritasatu.com, Jumat (13/6/2025).

    Harga kulit sapi basah yang biasanya Rp 30.000 per kilogram turun drastis menjadi Rp 8.000 – Rp 10.000. Penurunan ini bukan karena kualitas buruk, melainkan karena pasokan yang sangat tinggi setelah Iduladha.

    Namun, perajin harus bekerja ekstra cepat karena kulit sapi tidak bisa disimpan lama. Jika tak segera diolah, kulit akan membusuk.

    Pembuatan kerupuk kulit cukup panjang, mulai dari pembersihan, perebusan, penjemuran, pengirisan, penggorengan, hingga pengemasan. Dalam kondisi ideal, semua tahapan bisa selesai dalam beberapa hari, tetapi tergantung juga pada cuaca.

    Kerupuk kulit asal Kalurahan Sodo tak hanya laris di Yogyakarta, tetapi juga telah merambah kota-kota besar, seperti Jakarta, Bandung, Surabaya. Bahkan juga luar Pulau Jawa, seperti Lampung, Palembang, Pontianak, dan Makassar. Tekstur renyah dan rasa gurih jadi daya tarik utamanya.

    “Permintaan dari luar Jawa justru meningkat dalam beberapa tahun terakhir,” ujar Susilo.

    Beberapa perajin telah bermitra dengan reseller dan toko oleh-oleh, serta mulai memanfaatkan media sosial dan e-commerce. Namun, masih banyak pelaku UMKM yang belum optimal dalam promosi digital.

    Meskipun potensi pasarnya besar, para pelaku usaha masih menghadapi kendala seperti keterbatasan tenaga kerja, peralatan produksi, serta cuaca yang tak menentu. Alat pengering modern, seperti oven atau dehydrator skala besar sangat dibutuhkan untuk mempercepat proses produksi.

    “Kalau ada pelatihan online marketing atau bantuan kemasan modern, kami yakin rambak dari Sodo bisa bersaing,” tambah Susilo.

    Para perajin berharap adanya dukungan dari pemerintah berupa pelatihan, bantuan alat produksi, hingga strategi pemasaran, agar UMKM kerupuk kulit di Gunungkidul bisa tumbuh lebih kuat dan menjadi penopang ekonomi lokal jangka panjang.

  • Gempa Magnitudo 5,2 Guncang Sumba Timur NTT, Tak Berpotensi Tsunami

    Gempa Magnitudo 5,2 Guncang Sumba Timur NTT, Tak Berpotensi Tsunami

    Jakarta, Beritasatu.com – Gempa dengan magnitudo 5,2 melanda Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur, Jumat (13/6/2025) pukul 09.28 WIB.

    Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan episenter gempa ini berada di titik koordinat 0,94 derajat lintang selatan dan 119,33 derajat bujur timur.

    Pusat gempa tepatnya berada di sekitar 118 kilometer arah barat daya Kecamatan Karera, Sumba Timur pada kedalaman 59 kilometer.

    BMKG menyatakan gempa ini tidak berpotensi menimbulkan gelombang tsunami, tetapi masyarakat tetap waspada dengan potensi gempa susulan. 

    “Hati-hati terhadap gempa bumi susulan yang mungkin terjadi,” kata BMKG dikutip dari laman resminya.

    Belum ada laporan ada tidaknya korban jiwa maupun kerusakan akibat gempa ini.

  • Tradisi Seke Maneke 2025 di Sangihe: Harmoni Manusia dan Laut

    Tradisi Seke Maneke 2025 di Sangihe: Harmoni Manusia dan Laut

    Sangihe, Beritasatu.com – Saat embun masih menyelimuti bumi dan langit fajar belum sepenuhnya membuka tirainya, denting tradisi membangunkan Pulau Para Lelle, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara. Kamis (12/6/2025), menjadi hari yang ditunggu-tunggu warga, yaitu pelaksanaan tradisi adat Seke Maneke, sebuah ritual penangkapan ikan tradisional yang diwariskan turun-temurun.

    Sehari sebelumnya, Rabu (11/6/2025), menjelang malam, digelar ritual Mamata, prosesi doa dan penghormatan kepada leluhur, alam, serta laut sebagai sumber kehidupan masyarakat pesisir. Upacara sakral ini menjadi penanda awal dari rangkaian Seke Maneke.

    Pada Kamis dini hari sekitar pukul 03.00 Wita, sosok-sosok yang disebut Mengenggo mulai berkeliling kampung, membangunkan warga dari rumah ke rumah. Mereka adalah pengawal tradisi, menjaga irama budaya agar tetap hidup.

    Tepat pukul 04.00 Wita, perahu-perahu nelayan mulai berlayar menembus gelapnya laut. Di titik-titik yang telah ditentukan secara adat, alat tangkap tradisional seke maneke dipasang oleh tua-tua adat dan panitia. Tradisi ini tak hanya soal menangkap ikan, tetapi juga menyatukan manusia, alam, dan spiritualitas dalam satu tarikan napas budaya.

    Menariknya, kehadiran bupati dan wakil bupati Sangihe di atas perahu nelayan menunjukkan bahwa Seke Maneke bukan sekadar ritual lokal, melainkan bagian penting dari identitas budaya daerah yang diakui hingga tingkat pemerintahan.

    Pantai Para Lelle pagi itu penuh sesak. Ratusan orang berkumpul, dari warga lokal, tamu provinsi, wisatawan kabupaten, hingga turis mancanegara. Semua menanti momen sakral ketika alat tangkap ditarik ke darat, dengan semangat, harap, dan kamera yang tak henti merekam.

    Namun tahun ini, kejutan muncul bukan dari melimpahnya hasil tangkapan, melainkan sebaliknya. Jumlah ikan yang didapat sangat sedikit, jauh berbeda dari ribuan ekor tahun sebelumnya.

    Benhur Takasihaeng, pemerhati adat dan budaya sekaligus putra asli Para Lelle, menjelaskan bahwa kemungkinan besar kesalahan terjadi dalam perhitungan waktu tradisional, yang biasanya didasarkan pada pengamatan bulan.

    “Seharusnya pelaksanaan dilakukan sekitar tanggal 17 atau 18 dalam perhitungan bulan ketujuh (Letu), saat air laut naik sempurna. Namun, kali ini dilakukan saat bulan purnama (Limangu), yang membuat kondisi laut tidak mendukung,” jelas Benhur.

    Meski hasil tangkapan sedikit, makna tradisi tidak luntur. Seke Maneke bukan tentang banyaknya ikan, melainkan tentang kesetiaan pada warisan leluhur, keterhubungan dengan alam, dan semangat kolektif sebuah kampung dalam menjaga denyut budayanya di tengah laut yang sunyi.

  • Lakukan Sidak di Samsat Palangka Raya, Gubernur Agustiar Sabran Tegas Berantas Pungli dan Calo

    Lakukan Sidak di Samsat Palangka Raya, Gubernur Agustiar Sabran Tegas Berantas Pungli dan Calo

    Palangka Raya, Beritasatu.com – Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng), Agustiar Sabran, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Kantor Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) Palangka Raya, Selasa (10/6/2025). Agustiar didampingi oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Prov. Kalteng Herson B. Aden, Kepala Bapenda Prov. Kalteng Anang Dirjo serta sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

    Sidak ini dilakukan Agustiar untuk memberantas praktik pungutan liar (pungli) dan percaloan dalam pelayanan publik, khususnya di lingkungan Samsat. Menurutnya, pungli dan pencaloan tidak dibenarkan dan harus diberantas secara menyeluruh.

    “Penting bagi kita untuk memastikan pelayanan publik berjalan secara bersih, transparan, dan profesional. Tidak boleh ada pungli maupun calo dalam proses pelayanan,” tegas Agustiar.

    “Jika ditemukan pelanggaran di Samsat seluruh Kalimantan Tengah, saya akan mengambil langkah tegas, termasuk pencopotan jabatan hingga proses hukum sesuai ketentuan yang berlaku,” lanjutnya.

    Sidak ini merupakan komitmen Pemerintah Provinsi (Pemprov) dalam mendorong peningkatan kualitas pelayanan publik, sekaligus mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pajak kendaraan bermotor.

    “Ketaatan masyarakat dalam membayar pajak berdampak positif terhadap pembangunan. Pajak yang dibayarkan akan kembali kepada masyarakat dalam bentuk infrastruktur dan pelayanan publik yang lebih baik,” ujar Agustiar.

    Agustiar menyoroti perlunya peningkatan sosialisasi terhadap program pemutihan pajak kendaraan yang akan dilaksanakan mulai 23 Juni hingga 23 September 2025. Menurutnya, sosialisasi informasi kepada masyarakat masih belum optimal, baik melalui media layanan langsung maupun platform digital.

    “Program pemutihan ini bukan hanya soal pembebasan denda. Tujuan utamanya adalah untuk memperbaiki dan menertibkan data kendaraan. Dengan data yang akurat, penertiban ke depan akan lebih mudah dan tepat sasaran,” jelas Agustiar.

    Agustiar memberikan perintah kepada jajaran terkait untuk proaktif dalam pelayanan publik di Kalteng. Lalu, menertibkan kendaraan luar daerah yang beroperasi di wilayah Kalteng namun belum memberikan kontribusi terhadap PAD.

    “Langkah ini penting untuk mewujudkan keadilan fiskal, di mana semua pihak yang menikmati fasilitas daerah juga turut memberikan kontribusi sesuai ketentuan,” tutup Agustiar.

  • Balita 2 Tahun Tewas Dianiaya Pacar Ibu, Pelaku Masih Buron

    Balita 2 Tahun Tewas Dianiaya Pacar Ibu, Pelaku Masih Buron

    Karimun, Beritasatu.com — Seorang balita laki-laki berusia dua tahun, Syarif Alfatih, tewas akibat penganiayaan yang diduga dilakukan oleh pacar ibunya di Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau.

    Hasil visum menunjukkan adanya luka di berbagai bagian tubuh korban, termasuk kepala, wajah, dan perut, yang diduga akibat benturan keras dan benda tumpul.

    Korban dibawa ke ruang jenazah RSUD Muhammad Sani Karimun, sedangkan ibunya, Jumiaten, menangis histeris melihat putra keduanya terbujur kaku.

    Peristiwa tragis ini terjadi di kawasan Telaga Tujuh Kolong, Kelurahan Sungai Lakam Barat, Kabupaten Karimun. Terduga pelaku berinisial D, pacar ibu korban yang berstatus janda, tinggal bersama korban dan ibunya di rumah kontrakan.

    Diketahui, ibu korban bekerja setiap hari untuk mencukupi kebutuhan keluarga, sedangkan pelaku kerap tinggal di rumah dan menjaga anaknya. Namun nahas, penganiayaan justru dilakukan saat sang ibu sedang bekerja.

    Kapolres Karimun AKBP Robby Topan Manusiwa mengatakan, hasil visum menunjukkan adanya luka serius akibat kekerasan fisik.

    “Kami menerima laporan kekerasan terhadap anak usia 2 tahun, inisial S. Korban diduga dianiaya pacar ibunya, pelaku berinisial D. Luka-luka ditemukan di bagian kepala akibat benturan keras, bekas gigitan di perut dan tubuh, serta memar di wajah,” jelas AKBP Robby.

    Menurut Robby, pelaku saat ini melarikan diri dan tengah dalam pengejaran pihak kepolisian.

    “Jenazah sangat memprihatinkan, terlihat luka akibat benda tumpul di kepala. Pelaku D masih buron dan sedang kami kejar,” tambahnya.

    Pihak kepolisian mengimbau masyarakat yang mengetahui keberadaan pelaku untuk segera melapor, demi proses hukum dan keadilan bagi korban.
     

  • Gempa Magnitudo 5,0 Guncang Maluku

    Gempa Magnitudo 5,0 Guncang Maluku

    Jakarta, Beritasatu.com – Gempa bumi dengan magnitudo 5,0 mengguncang Maluku, Kamis (12/6/2025). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan gempa terjadi pada pukul 16.41 WIB.

    Episentrum gempa berada pada lokasi 3,25 lintang selatan (LS) dan 130, 35 bujur timur (BT), 22 kilometer barat daya serambi bagian timur Maluku dengan kedalaman 10 kilometer.

    Belum ada laporan mengenai wilayah terdampak dan kerusakan yang diakibatkan gempa di Maluku ini.

  • Warga Poso Temukan Senpi Rakitan Saat Cari Pakan Kambing

    Warga Poso Temukan Senpi Rakitan Saat Cari Pakan Kambing

    Poso, Beritasatu.com — Seorang warga Kelurahan Lawanga Tawongan, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, dikejutkan dengan penemuan sepucuk senjata api (senpi) rakitan jenis laras pendek saat sedang mencari rumput untuk pakan kambing, Rabu (11/6/2025) pagi.

    Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 09.30 Wita di wilayah Kelurahan Lawanga Induk, Kecamatan Poso Kota Utara. Warga yang tak ingin disebutkan namanya itu awalnya mengira benda logam yang terlihat di atas tanah hanyalah potongan besi tua.

    “Awalnya dikira hanya potongan besi tua, tetapi setelah dilihat lebih dekat ternyata bentuknya mirip senjata api,” ujar warga tersebut.

    Setelah memastikan bahwa benda itu adalah senjata api rakitan, ia segera melaporkan temuannya ke aparat kepolisian terdekat.

    Laporan cepat tersebut langsung ditindaklanjuti oleh Tim Satgas 1 Operasi Madago Raya Unit 3 Poso bersama Kapolsek Poso Kota, AKP Supriadi Bakri. Sekitar pukul 10.15 Wita, tim gabungan tiba di lokasi dan berhasil mengamankan senjata tersebut, yang ditemukan dalam kondisi berkarat.

    Senjata itu kemudian dibawa ke Posko Satgas 1 Madago Raya untuk diamankan dan dianalisis lebih lanjut.

    Kasubsatgas Humas Madago Raya, AKP Basirun Laele, dalam keterangan tertulis pada Kamis (12/6/2025), membenarkan penemuan tersebut. Ia menegaskan bahwa senjata tersebut tidak terkait dengan aktivitas kelompok teror.

    “Dugaan sementara, senjata ini merupakan sisa konflik Poso beberapa tahun lalu. Tidak ada indikasi keterkaitan dengan jaringan teroris aktif atau simpatisannya,” jelas AKP Basirun.

    Pihaknya juga mengimbau masyarakat untuk segera melapor kepada aparat jika menemukan benda mencurigakan atau berbahaya.

    “Kami apresiasi warga yang melapor. Ini bukti kerja sama masyarakat sangat penting dalam menjaga keamanan wilayah,” tambahnya.

  • Program MBG Perdana di Parepare Disambut Senang Siswa

    Program MBG Perdana di Parepare Disambut Senang Siswa

    Parepare, Beritasatu.com – Program makan bergizi gratis (MBG) yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto mulai menyentuh di Kota Parepare, Sulawesi Selatan (Sulsel). Sebanyak 2.245 siswa dari 11 sekolah mulai tingkat taman kanak-kanak (TK) hingga sekolah menengah atas (SMA) akan menerima MBG.

    Salah satu sekolah yang menerima MBG adalah MAN 2 Parepare. Para siswa tampak senang dan lahap menyantap lauk berupa nasi, ayam, sayuran serta buah-buahan.

    “Program MBG ini sangat bermanfaat bagi para siswa karena terkadang mereka kehabisan nasi di kantin. Jadi dengan program ini kita bisa mendapatkan makanan secara  merata,” kata Fitrah, siswi MAN 2 Parepare memuji program Presiden Prabowo itu, Kamis (12/6/2025).

    Namun Fitrah menyarankan, agar SPPG menambah porsi lauk ayam agar seimbang dengan protein dan karbohidrat. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Presiden Prabowo, program unggulannya bisa dirasakan para siswa di Kota Parepare.

    “Kami menyampaikan terima kasih kepada bapak presiden karena menciptakan program tersebut. Semoga program ini menghasilkan generasi-generasi  emas di masa depan,” ujarnya.

    Apresiasi serupa juga diutarakan Wakil Wali Kota Parepare, Hermanto. Dia mengatakan dari 11 sekolah yang menjadi sasaran, tiga sekolah yang mereka datangi di antaranya MAN 2, SDN 35 dan SMPN 3 Parepare.

    “Alhamdulillah, anak-anak kami sudah merasa sangat berterima kasih dengan bantuan program pemerintah pusat. Kita akan terus mengawal supaya betul-betul terjaga nilai gizi yang akan diberikan pada menu makan bergizi gratis,” tandasnya.