Category: Beritasatu.com Regional

  • Jenazah Dibawa Pakai Motor, Bupati Donggala Janji Benahi Infrastruktur

    Jenazah Dibawa Pakai Motor, Bupati Donggala Janji Benahi Infrastruktur

    Donggala, Beritasatu.com – Bupati Donggala, Vera Elena Laruni, angkat bicara terkait viralnya video jenazah seorang aparatur sipil negara (ASN) penyuluh keluarga berencana (KB) yang dievakuasi menggunakan sepeda motor di pedalaman Kecamatan Pinembani. Ia berjanji akan segera membenahi infrastruktur dasar di wilayah tersebut.

    Korban bernama Ariel Sharon, seorang ASN  Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) yang bertugas sebagai penyuluh keluarga berencana, meninggal dunia saat menjalankan tugas di Desa Palentuma, Kamis (10/7/2025). Akibat keterbatasan akses jalan dan tidak tersedianya ambulans, warga terpaksa membawa jenazah almarhum menggunakan sepeda motor sejauh belasan kilometer.

    Video yang merekam peristiwa tersebut menyebar luas di media sosial dan memicu keprihatinan serta kritik terhadap lambannya pembangunan infrastruktur di daerah tertinggal.

    “Saya menyampaikan duka mendalam atas wafatnya saudara Ariel Sharon. Ini menjadi momen evaluasi besar bagi pemerintah daerah,” kata Bupati Vera, Jumat (11/7/2025).

    Vera menyampaikan akan segera mengambil langkah konkret, seperti melakukan audit menyeluruh terhadap fasilitas kesehatan dan transportasi darurat di wilayah pedalaman, mempercepat pembangunan akses jalan ke desa-desa terisolasi seperti Palentuma, serta mengevaluasi kinerja instansi terkait, termasuk Dinas Kesehatan.

    “Kami mohon maaf kepada keluarga almarhum dan berkomitmen untuk memastikan kejadian seperti ini tidak terulang,” tambahnya.

    Desa Palentuma hingga kini masih tergolong wilayah dengan akses terbatas di kawasan pegunungan Donggala. Kondisi jalan yang rusak, tidak beraspal, dan rawan longsor menjadi kendala utama dalam pelayanan publik, terutama saat situasi darurat medis.

    Aktivis layanan publik menyoroti bahwa kasus ini hanyalah satu dari banyak insiden serupa di wilayah-wilayah yang belum tersentuh pembangunan memadai.

    “Ketika jenazah harus dibawa pakai motor karena tak ada jalan dan ambulans, itu bukan sekadar tragedi, tetapi cermin kegagalan sistem,” ujar Ketua Lembaga Perlindungan Konsumen Swadaya Masyarakat (LPKSM) Celebes Ahmad HT.

  • Jejak Kopi Ulee Kareng, Aroma Tradisi dari Generasi ke Generasi

    Jejak Kopi Ulee Kareng, Aroma Tradisi dari Generasi ke Generasi

    Banda Aceh, Beritasatu.com — Sejak pukul 07.00 pagi WIB, aroma kopi yang pekat dan menggoda sudah menyeruak dari dapur roasting kopi tradisional di Jalan MT Nyak Arief, Lamreung, Kecamatan Barona Jaya, Aceh Besar.

    Dari kejauhan, aroma tersebut menyelimuti area hingga radius 100 meter. Di dalam ruangan gelap yang dipenuhi kepulan asap harum, empat pekerja tampak sibuk menjaga bara api, membungkus bubuk kopi, hingga mendinginkan biji kopi yang baru selesai disangrai.

    Fathul (21), manajer muda dari usaha keluarga Aduen Kopi Bubuk Ulee Kareng, dengan bangga menceritakan perjalanan bisnis kopi yang kini telah memasuki generasi ketiga.

    “Kami memulai usaha roasting ini sejak tahun 2000, melanjutkan warisan dari kakek. Sekarang saya kelola bersama ayah,” ujar Fathul, Sabtu (5/7/2025).

    Fathul menyebut, bahan baku kopi mereka didatangkan langsung dari Takengon, Aceh Tengah, dengan fokus pada dua varietas unggulan, yaitu robusta dan arabika. Proses pengolahan kopi tetap menjunjung tinggi nilai-nilai tradisi.

    “Kami memilih biji dengan cermat, lalu disangrai dalam kaleng roasting selama dua jam. Setelah itu masuk ke tahap penyuntingan,” jelasnya.

    Menariknya, meskipun teknologi modern sudah tersedia, Fathul memilih mempertahankan metode roasting manual demi menjaga rasa dan identitas kopi Aceh.

    “Kami lebih suka cara tradisional. Rasanya lebih khas, seperti kopi Ulee Kareng pada umumnya,” katanya.

    Produk unggulan mereka adalah Kopi Ulee Kareng dengan resep bumbu rahasia keluarga yang diwariskan secara turun-temurun.

    “Kami tidak pakai campuran jagung, hanya bumbu khas kami. Itu yang membuat rasanya berbeda,” ujarnya, enggan mengungkap rahasia campuran tersebut.

    Distribusi produk mereka cukup luas. Selain melayani pelanggan langsung, kopi Ulee Kareng juga dikirim ke berbagai daerah seperti Tangerang, Jakarta, Bandar Lampung, bahkan sempat ekspor ke Malaysia, meski kini tertunda karena kendala perizinan cukai.

    Dalam sehari, mereka mampu memproduksi hingga 700 kilogram kopi. Pada momen khusus seperti Lebaran, jumlah itu bisa melonjak menjadi lebih dari satu ton.

    “Alhamdulillah, permintaan stabil. Kami jual dalam kemasan 5 kilogram seharga Rp 100.000 per kilo. Kami juga siapkan kemasan khusus untuk coffee shop,” jelas Fathul.

    Tak hanya bubuk, mereka juga melayani pemesanan dalam bentuk biji kopi utuh, sesuai permintaan pelanggan.

  • 29 Perusahaan Dituding Rusak Hutan, Walhi: Negara Rugi Rp 200 T

    29 Perusahaan Dituding Rusak Hutan, Walhi: Negara Rugi Rp 200 T

    Donggala, Beritasatu.com – Organisasi lingkungan hidup wahana lingkungan hidup Indonesia (Walhi) melaporkan 29 perusahaan ke Kejaksaan Agung (Kejagung) atas dugaan korupsi dan kejahatan lingkungan. Nilai kerugian negara akibat praktik ilegal ini ditaksir mencapai Rp 200 triliun.

    Laporan tersebut disampaikan Manajer Kampanye Hutan dan Kebun Walhi Nasional Uli Arta Siagian dan diterima oleh perwakilan dari Jaksa Agung Muda Pidana Umum, Pidana Khusus, dan Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH).

    “Kami melaporkan 29 korporasi yang kami duga terlibat dalam perusakan lingkungan dan tindak pidana korupsi, mulai dari tambang nikel hingga real estat,” kata Uli Arta Siagian kepada wartawan, Sabtu (5/7/2025).

    Puluhan perusahaan tersebut tersebar di enam provinsi, yaitu, Sulawesi Tengah (Sulteng), Sulawesi Selatan (Sulsel), Sulawesi Tenggara (Sultra), Jawa Barat (Jabar), Jawa Timur (Jatim), dan Jawa Tengah (Jateng).

    Sektor usaha yang dilaporkan beragam, mencakup tambang nikel, tambang emas, perkebunan sawit, pembangkit listrik, hingga galian C.

    Menurut data Walhi, 147 hektare hutan dirambah secara ilegal oleh korporasi-korporasi tersebut. Aktivitas seperti pembalakan liar, eksploitasi tambang tanpa izin, dan kerusakan ekologis lainnya turut menjadi sorotan.

    “Kayunya dijual, tanahnya dieksploitasi. Ini kejahatan struktural dan ekologis,” tegasnya.

    Walhi menekankan, kerugian negara mencapai Rp 200 triliun dihitung dari dampak langsung maupun tidak langsung terhadap lingkungan dan sumber daya negara.

    Laporan ini merupakan kelanjutan dari pengaduan serupa yang dilakukan Walhi pada Maret 2025, ketika mereka menyerahkan daftar 47 korporasi dengan indikasi pelanggaran lingkungan dan korupsi.

    Pihak Kejaksaan Agung menyatakan akan menindaklanjuti laporan tersebut dan memilah berdasarkan kategori hukum, yaitu pidana umum, pidana khusus, atau melalui Satgas PKH.

    Walhi mendesak agar penegakan hukum dilakukan secara terbuka dan tegas, tanpa memberikan celah perlindungan legal kepada pelaku.

    “Korporasi tak boleh lagi berlindung di balik legalitas usaha jika di lapangan mereka merusak hutan dan merugikan rakyat,” pungkasnya.

  • Lingkungan IKN Kini Diawasi dari Balikpapan

    Lingkungan IKN Kini Diawasi dari Balikpapan

    Balikpapan, Beritasatu.com – Balikpapan menjadi kota di Kalimantan yang memiliki peranan penting untuk mengawasi Ibu Kota Nusantara (IKN).

    Pemerintah melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Badan Pengendalian Lingkungan secara resmi memulai pembangunan Kantor Pusat Pengendalian Lingkungan (Pusdal) Regional Kalimantan di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur.

    Pembangunan ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat pengawasan terhadap dampak lingkungan, khususnya di wilayah penyangga Ibukota Nusantara (IKN).

    Kota Balikpapan dipilih karena posisinya yang strategis dan dekat dengan IKN. Selain menjadi penghubung utama logistik, Balikpapan juga memiliki tantangan lingkungan tersendiri karena banyaknya aktivitas industri, terutama pengeboran minyak dan gas.

    Pusdal Balikpapan akan menjadi kantor pengawasan lingkungan keenam di Indonesia, dan memiliki peran vital dalam memastikan pembangunan di IKN berjalan sesuai prinsip kelestarian lingkungan.

    Menteri Lingkungan Hidup dan Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq menyebut, pembangunan Kantor Pusdal ini sebagai bentuk komitmen pemerintah memperkuat pengawasan lingkungan hidup yang selama 14 tahun terakhir minim dilakukan.

    “Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 Pasal 73 dan 77 memberi mandat kepada menteri untuk melakukan second line inspection, yaitu pengawasan lanjutan ketika pemerintah daerah tidak menjalankan fungsinya,” Menteri Hanif Faisol Nurofiq kepada wartawan, Jumat (4/7/2025).

    Pusdal akan menjalankan fungsi pengawasan dan penegakan hukum atas potensi pelanggaran lingkungan yang terjadi akibat pembangunan maupun aktivitas industri, termasuk eksplorasi migas.

    Menteri Hanif Faisol Nurofiq menegaskan, kantor ini dibangun demi menjamin bahwa pembangunan di IKN tetap mematuhi aturan tata kelola lingkungan. Semua proyek wajib memperhatikan aspek keberlanjutan dan tidak merusak ekosistem sekitar.

    “Pembangunan di IKN harus menjunjung tinggi kelestarian lingkungan. Kantor ini akan memastikan bahwa proses pembangunan berjalan dengan prinsip kehati-hatian,” ujarnya.

    Pembangunan Kantor Pusdal Regional Kalimantan ini ditargetkan rampung pada Oktober 2026, dan diharapkan langsung aktif mendukung pengawasan serta tindakan penegakan hukum yang diperlukan demi menjaga kualitas lingkungan hidup di wilayah Kalimantan Timur dan sekitarnya.

  • Pecel Ndeso dan Alam Terasering Karst Jadi Daya Tarik Srikeminut

    Pecel Ndeso dan Alam Terasering Karst Jadi Daya Tarik Srikeminut

    Bantul, Beritasatu.com — Pernah membayangkan bagaimana rasanya makan di tengah hamparan sawah perbukitan terasering? Sensasi itu bisa Anda nikmati di kawasan wisata Srikeminut, Desa Sriharjo, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

    Salah satu daya tarik utama kawasan ini adalah menyantap kuliner tradisional pecel ndeso sambil bersantai menikmati panorama alam yang dikelilingi megahnya perbukitan karst, bukan deretan gedung beton.

    Nuansa hijau yang menyelimuti bebatuan karst tak hanya menjadi lanskap cantik, tetapi juga menjadi habitat subur bagi kehidupan di sekitarnya. Area pertanian terasering menjadi ikon desa ini, sekaligus spot favorit untuk berswafoto dan bersantai melepas penat setelah beraktivitas seharian.

    Namun, ada kenikmatan khas lain yang tersembunyi di balik indahnya lanskap Sriharjo, yaitu menyantap pecel ndeso di gubuk-gubuk petani yang tersedia di areal perbukitan. Sajian ini menjadi primadona bagi pengunjung yang ingin merasakan makan ala pedesaan, ditemani semilir angin dan hamparan sawah yang menawan.

    Tiara Dian Pratama, seorang mahasiswa dari Yogyakarta, sengaja datang bersama teman-temannya untuk mencicipi pecel ndeso sambil bercengkrama.

    “Ini makanan tradisional, enak, murah, sambil menikmati pemandangan alam. Selain lezat, harganya juga terjangkau,” ungkap Tiara.

    Hal senada disampaikan Zaidan Hakim, pengunjung asal Blitar, Jawa Timur. Ia merasa kembali segar setelah menikmati udara segar di Srikeminut.

    “Menyegarkan sekali di sini. Rasanya setelah banyak kepenatan, stres, dan pikiran karena skripsi, melihat suasana di sini bikin fresh lagi,” ujarnya.

    Secara cita rasa, pecel ndeso ini memang berbeda. Rahasianya ada pada bumbu khas dan tambahan bunga turi rebus. Kelezatan racikan menu sehat ini berpadu sempurna dengan keasrian alam sekitarnya, menciptakan pengalaman kuliner yang tak terlupakan.

    “Makanan khas desa ini ya pecel ndeso. Kami coba sajikan sebagai menu utama dan ternyata disukai banyak pengunjung. Apalagi mereka bebas bersantai di sini,” jelas Arif Budiman, pemilik warung pecel.

    Sejak pertama kali dibuka, kawasan wisata Srikeminut ramai diperbincangkan, terutama oleh kalangan anak muda. Mereka datang bukan hanya untuk mencicipi pecel ndeso, tetapi juga untuk bersantai dan menikmati alam terbuka yang jauh dari hiruk-pikuk kota.

    Tak hanya itu, di kawasan ini pengunjung juga bisa belajar di area Techno Eco Park, yaitu sistem pertanian modern yang ramah lingkungan.

  • Kronologi Driver Online Dianiaya di Sleman Gara-gara Pesanan Telat

    Kronologi Driver Online Dianiaya di Sleman Gara-gara Pesanan Telat

    Sleman, Beritasatu.com — Insiden kericuhan terjadi di kawasan Godean, Sleman, DIY, menyusul dugaan penganiayaan terhadap seorang driver ojek online ShopeeFood oleh pelanggan. Kronologi keributan ketika terjadi keterlambatan pengantaran pesanan kopi beberapa menit.

    Menurut Kasatreskrim Polresta Sleman, AKP Wahyu Agha Ari Septyan, kejadian bermula pada Kamis (3/7/2025). Saat itu, driver mengalami keterlambatan pengantaran karena menerima pesanan ganda (double order), yang memicu kemarahan pelanggan.

    “Awalnya hanya miskomunikasi karena driver mendapat double order, sehingga pesanan datang terlambat. Pelanggan merasa tidak terima, lalu terjadi cekcok di rumah pelanggan hingga berujung kekerasan,” jelas AKP Wahyu, Sabtu (5/7/2025).

    Korban, yang datang bersama pasangannya saat mengantar pesanan, mengaku mengalami luka cakaran dan penjambakan. Ia melaporkan dugaan penganiayaan tersebut ke Polresta Sleman pada Jumat (4/7/2025) dini hari.

    Insiden ini memicu solidaritas sesama driver ojek online. Malam harinya, sejumlah driver mendatangi rumah pelanggan sebagai bentuk protes. Namun, pelanggan diketahui tidak berada di rumah dan telah mengamankan diri ke Polsek Godean. Dari sana, ia kemudian dibawa ke Polresta Sleman untuk menghindari kerumunan massa.

    “Para driver ShopeeFood langsung datang ke Polresta Sleman sekitar pukul 02.00 WIB. Pelanggan telah beberapa kali menyampaikan permintaan maaf kepada korban. Para driver kami imbau untuk kembali ke rumah masing-masing,” ujar Wahyu.

    Namun, ketegangan belum sepenuhnya mereda. Beberapa driver yang tidak puas dengan permintaan maaf tersebut kembali mendatangi kediaman pelanggan. Pihak kepolisian telah mengantisipasi situasi dengan mengadang massa untuk mencegah tindakan anarkis.

    Sayangnya, beberapa fasilitas umum, termasuk satu unit mobil patroli polisi, mengalami kerusakan akibat aksi massa.

    “Kami tegaskan, saat ini situasi sudah kondusif dan aman,” pungkas AKP Wahyu.

  • Bawa Ibu Hamil, Ambulans Terguling di Parimo

    Bawa Ibu Hamil, Ambulans Terguling di Parimo

    Parigi Moutong, Beritasatu.com – Sebuah ambulans milik Puskesmas Lambunu 2 terguling saat merujuk seorang ibu hamil ke RSUD Kota Parigi, Sulawesi Tengah. Insiden ini terjadi pada Sabtu (5/7/2025) pukul 03.00 Wita di tikungan tajam kawasan Desa Tada Timur, Kecamatan Tinombo Selatan, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo).

    Ambulans tersebut mengangkut empat orang, yakni pasien ibu hamil, dua bidan pendamping bernama Cindy dan Fadilah, serta sopir ambulans. Ketiganya dilaporkan mengalami syok dan luka akibat benturan dalam kecelakaan tersebut.

    Kabar mengenai kecelakaan ini pertama kali menyebar melalui unggahan tenaga kesehatan di media sosial.

    “Alhamdulillah, semoga tetap dalam lindungan Allah,” tulis akun Mom’s Dira dalam unggahannya pada Sabtu pagi (5/7/2025).

    Ambulans berangkat dari Puskesmas Lambunu 2 pada Jumat (4/7/2025) sekitar pukul 23.30 Wita. Namun, saat melintasi jalur Trans Sulawesi yang bergelombang dan minim penerangan, kendaraan diduga kehilangan kendali hingga tergelincir dan terguling.

    Pihak kepolisian dari Polsek Tinombo Selatan langsung turun ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Dugaan awal menyebut kecelakaan disebabkan oleh kombinasi laju kendaraan yang cukup kencang dan kondisi jalan yang rusak berat, terutama di area tikungan tajam.

    “Kami sedang selidiki penyebab pastinya. Faktor jalan dan laju kendaraan menjadi fokus awal penyelidikan,” ujar salah satu petugas kepolisian di lokasi.

    Pasien ibu hamil langsung dilarikan ke rumah sakit, begitu pula dengan dua bidan dan sopir ambulans. Kondisi terkini para korban belum dirilis secara resmi.

  • Aksi Heroik Damkar Padang Selamatkan Kambing Jatuh ke Sumur

    Aksi Heroik Damkar Padang Selamatkan Kambing Jatuh ke Sumur

    Padang, Beritasatu.com – Kota Padang dikejutkan oleh aksi heroik tim Pemadam Kebakaran (Damkar) yang menyelamatkan seekor kambing dari dalam sumur. Kejadian ini berlangsung di kawasan Tanah Sirah, Kelurahan Tanah Sirah Piai Nan XX, Kecamatan Lubuk Begalung, pada Jumat (4/7/2025) sore, dan menjadi perbincangan warga sekitar.

    Peristiwa bermula ketika sekitar pukul 18.23 WIB, suara kambing yang mengembik keras terdengar dari belakang salah satu rumah warga.

    Rasa penasaran membuat warga memeriksa asal suara tersebut dan mendapati seekor kambing malang telah terperosok ke dalam sumur yang cukup dalam dan gelap.

    Menyadari situasinya gawat, warga segera menghubungi Dinas Pemadam Kebakaran Kota Padang. Regu B Damkar yang dipimpin oleh Danton Harianto langsung meluncur ke lokasi kejadian.

    Hanya dalam waktu 4 menit, tepatnya pukul 18.27 WIB, mereka sudah berada di tempat.

    “Setelah menerima laporan, kami langsung bergerak cepat ke lokasi. Kondisinya cukup darurat karena kambing sudah terjebak di dasar sumur,” ujar Harianto dalam keterangannya.

    Dengan perlengkapan keselamatan lengkap, satu personel diturunkan ke dalam sumur sempit tersebut. Proses penyelamatan berlangsung cukup dramatis dan mengundang perhatian warga.

    Banyak yang mengabadikan momen tersebut karena jarang sekali melihat aksi evakuasi hewan oleh petugas pemadam kebakaran.

    Meski ruang gerak terbatas dan pencahayaan minim, akhirnya kambing berhasil diangkat ke permukaan dengan selamat.

    “Alhamdulillah kambing berhasil kami evakuasi tanpa luka dan sudah dikembalikan ke pemiliknya,” tambah Harianto.

    Warga yang menyaksikan kejadian itu pun memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Damkar Padang atas respons cepat dan keberanian mereka dalam menyelamatkan makhluk hidup.

  • Kantor Bawaslu Labuhanbatu Utara Terbakar Akibat Arus Pendek Listrik

    Kantor Bawaslu Labuhanbatu Utara Terbakar Akibat Arus Pendek Listrik

    Labuhanbatu Utara, Beritasatu.com – Kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Labuhanbatu Utara terbakar, di Jalan Persaudaraan, Kelurahan Aek Kanopan, Kecamatan Kualuh Hulu, Kabupaten Labuhanbatu Utara,Jumat (4/7/2025) malam.

    Kebakaran yang diduga karena korsleting listrik pada perangkat AC ini mengakibatkan satu ruangan di kantor Bawaslu Labura terbakar. Namun, satu pun berkas tidak ada yang terbakar. Api hanya menghanguskan perangkat AC, kain jendela dan lemari.

    Pemadam kebakaran yang berlokasi tidak jauh dari lokasi kebakaran berhasil memadamkan api hanya dalam waktu 30 menit. Beruntung api tidak menjalar ke ruangan lain dan hanya satu ruangan yang terbakar.

    Kapolsek Kualuh Hulu AKP Nelson Silalahi menyampaikan peristiwa kebakaran kantor Bawaslu Labura ini diduga karena arus pendek.

    “Benar, telah terjadi kebakaran di kantor Bawaslu tetapi kebakaran tersebut tidak parah, hanya sedikit. Cuma satu ruangan, itu pun yang terbakar cuma AC dan lemari berkas, tetapi berkasnya tidak ikut terbakar,” ucap kapolsek kepada Beritasatu.com.

    “Bersyukur pemadam kebakaran segera turun dan berhasil memadamkan api dengan cepat. Dugaan sementara kebakaran disebabkan korsleting listrik pada perangkat AC,” ungkap AKP Nelson Silalahi.

    Kebakaran kantor Bawaslu ini mengingatkan kembali peristis yang zama pada satu tahun yang menghanguskan seluruh ruangan.

  • Penambang Timah di Bangka Tewas Diterkam Buaya di Sungai

    Penambang Timah di Bangka Tewas Diterkam Buaya di Sungai

    Bangka Belitung, Beritasatu.com — Tim SAR gabungan berhasil menemukan jenazah penambang timah yang sebelumnya dilaporkan hilang di Sungai Pelaben, Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Korban diduga tewas akibat diserang buaya saat sedang bekerja.

    “Tim SAR gabungan berhasil menemukan tubuh Febri pada Jumat sore dalam keadaan meninggal dunia,” kata Komandan Tim (Dantim) Basarnas Pangkalpinang, Yurizal, Jumat (4/7/2025).

    Yurizal menjelaskan, korban diketahui bernama Febri (17), warga Desa Batu Rusa, Kabupaten Bangka. Sebelumnya, pada Selasa (2/7/2025) pukul 18.07 WIB, korban sedang mendorong alat penambang bijih timah di dalam sungai.

    Saat bekerja, seorang rekan korban melihat Febri tiba-tiba diterkam buaya di dekat ponton dan diseret ke dalam sungai. Rekan korban yang menyaksikan kejadian tersebut langsung melaporkannya kepada keluarga, yang kemudian meneruskan laporan ke Kantor SAR (Kansar) Pangkalpinang untuk meminta bantuan pencarian.

    Setelah tiga hari pencarian, tim SAR gabungan bersama keluarga korban melakukan penyisiran menggunakan perahu karet dan perahu milik para pekerja timah.

    “Korban ditemukan berjarak sekitar satu kilometer dari lokasi kejadian awal, tepatnya di pinggiran kolong bekas tambang timah yang terhubung dengan sungai,” jelas Yurizal.

    Ia menambahkan, saat ditemukan, kondisi tubuh korban sudah tidak utuh. Jenazah kemudian langsung dibawa ke rumah duka di Desa Batu Rusa untuk diserahkan kepada keluarga.