Category: Beritasatu.com Regional

  • Pertengahan Pekan, Cuaca Kota Besar Indonesia Akan Hujan dan Berawan

    Pertengahan Pekan, Cuaca Kota Besar Indonesia Akan Hujan dan Berawan

    Jakarta, Beritasatu.com– Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca sebagian besar kota di Indonesia berpotensi hujan dengan intensitas ringan dan berawan pada Rabu (30/10/2024).

    “Untuk Sumatera, hujan ringan akan melanda di Medan, Padang, Pekanbaru, dan Tanjung Pinang,” kata prakirawan BMKG Eriska Febriati di Jakarta, dilansir Antara.

    BMKG memprakirakan cuaca di Pangkal Pinang, Palembang, Banda Aceh, dan Lampung berawan tebal. Sedangkan hujan ringan diprediksi di wilayah Bengkulu dan Jambi.

    Beralih ke Pulau Jawa, cuaca diprakirakan berawan di Semarang, Surabaya, Yogyakarta, dan Serang. Adapun cuaca di Jakarta dan Bandung diprakirakan berawan tebal.

    Untuk Pulau Bali dan Nusa Tenggara, secara umum diprediksi akan terjadi hujan ringan di wilayah Denpasar, Mataram, dan Kupang. 

    Di Pulau Kalimantan, cuaca berawan melanda Samarinda, Palangka Raya, serta Pontianak. “Cuaca di Tanjung Selor dan Banjarmasin diprakirakan akan terjadi hujan disertai dengan kilat atau petir,” kata dia.

    Di Pulau Sulawesi, cuaca Gorontalo, Manado, dan Kendari akan berawan tebal. “Cuaca di Makassar diprakirakan hujan ringan,” kata dia.

    Beralih ke timur Indonesia, Ternate dan Manokwari diprakirakan berawan tebal. Sementara hujan ringan diprakirakan terjadi di Sorong, Nabire, Ambon, Jayapura, dan Jayawijaya. 

    “Waspadai terjadinya hujan disertai dengan kilat atau petir di wilayah Merauke,” katanya.

  • Warga Lampung Selatan Geruduk Rumah Dukun Palsu yang Tipu Puluhan Juta Rupiah

    Warga Lampung Selatan Geruduk Rumah Dukun Palsu yang Tipu Puluhan Juta Rupiah

    Lampung, Beritasatu.com – Puluhan warga di Jati Agung, Lampung Selatan, menggeruduk rumah seorang dukun palsu yang telah menipu mereka dengan jumlah kerugian mencapai puluhan juta rupiah. Pria bernama Supartono ini dituduh melakukan penipuan dengan iming-iming penggandaan uang senilai Rp 27 miliar setelah korban menyetorkan sejumlah uang.

    Aksi penggerudukan berlangsung pada Selasa (29/10/2024) di rumah Supartono di Desa Karang Anyar, Kecamatan Jati Agung. Saat warga datang, rumah sang dukun sudah kosong, ditinggalkan oleh pemiliknya.

    Sebagai simbol protes, para korban membawa bungkusan kain berwarna putih berisi bunga, yang merupakan syarat ritual yang diminta oleh dukun tersebut. Supartono berkolaborasi dengan rekannya, Sugeng, yang juga mengaku memiliki kemampuan spiritual dalam melakukan penipuan ini.

    Modus operandi yang digunakan Supartono adalah menawarkan penggandaan uang. Ia berhasil meyakinkan para korban untuk menyetorkan uang dengan janji akan memberikan mereka uang senilai Rp 27 miliar. Namun, setelah para korban menyetorkan uang hingga puluhan juta, janji tersebut tidak pernah terealisasi.

    Para korban telah melaporkan tindakan penipuan ini ke Polsek Jati Agung. Sayangnya, hingga saat ini, pihak kepolisian baru menerima laporan tersebut dan belum melakukan tindakan lanjut untuk penyelidikan.

    Sri Cahyani (46 tahun), salah satu korban, menjelaskan bahwa perkenalannya dengan Supartono terjadi secara tidak sengaja saat berkunjung ke rumah teman. Setelah itu, Supartono mendatangi rumahnya dan mengaku bisa mengangkat uang dari alam gaib. Meski awalnya skeptis, Sri dan para korban lainnya akhirnya tertarik setelah Supartono meyakinkan mereka.

    “Awalnya kami ragu, tetapi pelaku terus berusaha meyakinkan kami. Dia datang bersama istrinya yang mengaku sebagai anggota polisi,” ungkap Sri.

    Sri menambahkan bahwa pelaku bahkan mengajak para korban ke Pulau Jawa untuk menemui seseorang, yang semakin menambah kepercayaan mereka. Namun, ketika uang terkumpul mencapai ratusan juta, pelaku tidak menepati janjinya.

    “Alih-alih mendapatkan uang, kami justru dibawa ke urusan pribadi. Pelaku meminta kami mengirim uang untuk kebutuhan adiknya yang terjerat pinjaman online. Sekarang pelaku menghilang,” terang Sri.

    Korban lainnya, Rahmawati (52 tahun), menyebutkan mereka berkomunikasi dengan pelaku selama lima bulan. Pelaku dan para korban bahkan menyewa indekos untuk melakukan ritual gaib. Namun, ritual tersebut tidak menghasilkan apa-apa.

    “Saat kami meminta pengembalian uang, pelaku menolak dan kemudian menghilang,” ungkap Rahmawati.

    Mereka juga telah melaporkan kasus ini kepada pihak kepolisian, tetapi sampai saat ini belum ada tindak lanjut yang jelas.

    “Harapan kami, pihak kepolisian segera melakukan penyelidikan dan menangkap kedua dukun palsu agar tidak ada warga lain yang menjadi korban penipuan,” kata Rahmawati.

  • 2 Selebgram Sukabumi Ditangkap gegara Promosikan Judol

    2 Selebgram Sukabumi Ditangkap gegara Promosikan Judol

    Sukabumi, Beritasatu.com – Dua selebgram wanita asal Sukabumi, Jawa Barat diringkus polisi lantaran mempromosikan situs judi online (judol) di akun media sosialnya. Mirisnya, keduanya baru lulus Sekolah Menengah Atas (SMA).

    FN (18) dan SAP (18) keduanya mengaku baru lima bulan mempromosikan situs judi online di akun Instagramnya masing-masing. Keduanya ditangkap di rumahnya yang berada di wilayah Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi.

    Kapolres Sukabumi AKBP Samian mengatakan, kedua tersangka mengaku mendapatkan imbalan per bulan hanya sekitar Rp 1 juta dari admin situs judi online.

    “Akun Instagram pertama bernama pengguna @bbyliaa_, mempromosikan situs judi dragslotsign.com. Sementara akun kedua, @salmaaanzelliaputriiii, mempromosikan situs judi indosultan88s1.xyz,” ujarnya, Selasa (29/10/2024).

    Modus operandinya, kedua tersangka ini dalam menjalankan aksinya memanfaatkan fitur snapgram di Instagram untuk membuat status yang mengarahkan pengikutnya ke situs judi online.

    “Pelaku mendapatkan Rp 1 Juta per bulan. Selama tiga bulan, kedua pemudi ini dikontrak dengan bayaran Rp 1 juta per bulan yang ditransfer melalui e-money dan digunakan untuk kebutuhan sehari-hari,” kata Samian.

    Adapun barang bukti yang diamankan dua buah hand phone jenis Apple, tangkapan layar situs yang dipromosikan yakni Dragstoreside.com dan Indosultan881xyz.

    Akibat perbuatannya, kedua tersangka dijerat dengan Pasal 45 Ayat (3) juncto Pasal 27 Ayat (2) Undang-Undang Nomor 1 tahun 2024 tentang Perubahan Undang-Undang ITE Nomor 11 tahun 2008, dengan ancaman hukuman hingga 10 tahun penjara atau denda maksimal Rp 10 miliar.

  • Bupati Konawe Selatan Copot Camat Baito, Buntut Kasus Guru Honorer Supriyani

    Bupati Konawe Selatan Copot Camat Baito, Buntut Kasus Guru Honorer Supriyani

    Konawe Selatan, Beritasatu.com – Buntut kasus kriminalisasi guru honorer supriyani oleh wali murid, Bupati Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) Surunuddin Dangga mencopot Sudarsono Mangidi sebagai camat Baito. Pencopotan ini berlaku sejak Selasa (29/10/2024).

    Untuk mengisi kekosongan jabatan itu, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasat Pol PP) Konsel Ivan Ardiansyah ditunjuk sebagai camat Baito menggantikan Sudarsono.

    Surunuddin menjelaskan, langkah itu ia ambil agar penyelesaian masalah antara Supriyani yang saat ini sebagai terdakwa dugaan penganiayaan murid di SD Negeri 4 Baito dan pihak keluarga yang diduga korban, Aipda Wibowo Hasyim dapat terselesaikan.

    “Ini kan dua-duanya warga desa di sana (Baito). Siapa pun itu harus damai, sehingga untuk Camat Baito saya tarik (nonaktifkan) dahulu. Saya tugaskan dari Eselon II untuk membantu menyelesaikan,” ujar Surunuddin, Selasa (29/10/2024).

    Selain itu, lanjut Surunuddin, pencopotan
    camat Baito juga karena penanganan kasus yang terjadi Kecamatan Baito tidak pernah dilaporkan kepadanya selaku pimpinan.

    “Camat tidak pernah menyampaikan atau menginformasikan. Sudah viral di mana-mana saya hanya mendengar dari informasi. Jadi kita tarik, kita tugaskan Eselon II untuk menyelesaikan,” ujarnya.

    Kendati proses hukum berjalan, lanjut Surunuddin, tetapi antara kedua belah pihak yang sesama warga desa harus tetap aman.

    “Langkah-langkah ini saya ambil, bukan berarti camat tidak mampu, tetapi agar lebih mumpuni persoalan ini diselesaikan. Apalagi Pak Kasat Pol PP kan mantan camat juga. Di samping itu, agar koordinasi bisa berjalan baik,” imbuhnya.

    “Kedua yang bersangkutan (camat) merasa diteror, sudah tidak nyaman. Melapor kepada saya mobilnya ditembak, padahal mungkin hanya diketapel, jadi semua ini pemda ambil alih agar kondisi daerah stabil,” tegas Surunuddin.

    Menurutnya, untuk menyelesaikan persoalan antara guru Supriyani dan keluarga Wibowo Hasyim sulit akan tercapai jika ada salah satu pihak yang tidak netral dan terkesan pro kepada salah satu pihak.

    “Ini kan masyarakat Baito mereka. Jadi kita perlakukan sama. Sebenarnya mudah saja menyelesaikan ini karena isteri Aipda Wibowo Hasyim kan ASN, bu guru Supriyani kan pegawai kita juga,” kata Surunuddin.

    Surunuddin mengatakan, posisi Pemda Konsel menyikapi persoalan ini adalah berada di tengah-tengah. Sebab, keduanya merupakan masyarakat Kecamatan Baito dan berdomisili di desa yang sama, Desa Wonua Raya.

    Surunuddin mengimbau agar proses hukum berjalan dan tidak disikapi berlebihan oleh masyarakat.

    “Mari menjaga kamtibmas kita, tidak usah saling salah menyalahkan, apalagi menjelang pilkada. Jaga persatuan dan kesatuan. Saya berharap ini dipahami. Langkah ini saya ambil demi situasi kondusif dan stabil di tengah masyarakat,” tegas Surunuddin.

    Sementara itu, Sudarsono Mangidi yang dihubungi media ini belum memberikan tanggapan atas pencopotan dirinya dari jabatan camat Baito. 
     

  • Usut Dugaan Penembakan Mobil Operasional Guru Supriyani, Polda Sultra Libatkan Labfor Makassar

    Usut Dugaan Penembakan Mobil Operasional Guru Supriyani, Polda Sultra Libatkan Labfor Makassar

    Konawe Selatan, Beritasatu.com – Mengusut dugaan aksi teror pada kendaraan dinas Camat Baito, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Polda Sulawesi Tenggara (Sultra) libatkan tim Laboratorium Forensik Makassar guna membantu penyelidikan. Kendaraan dinas camat Baito ini digunakan guru Supriyani dalam masalah hukum yang sedang dihadapinya. 

    Direskrimum Polda Sultra Kombes Pol Dody Ruyatman mengatakan, pihaknya melibatkan Tim Labfor dari Makassar yang diperkirakan akan tiba, pada Selasa, (29/10/2024).

    “Kami sudah koordinasi dengan Labfor Makassar untuk mengetahui penyebab keretakan pada kaca mobil,” ungkap Dody Ruyatman.

    Sementara itu, Kabid Humas Polda Sultra Kombes Pol Iis Kristian menegaskan, pihaknya akan menangani kasus dugaan penembakan mobil dinas Camat Baito secara profesional

    “Polda Sultra dan Polres Konawe Selatan akan secara serius dan profesional. Kami akan mengungkap kasus ini secara scientific crime investigation,” ucapnya.

    Diberitakan sebelumnya, mobil dinas camat Baito, Konawe Selatan, Sudarsono diduga ditembak orang tak dikenal (OTK) pada Senin (28/10/2024) sore.

    Saat kejadian, kendaraan tersebut dikemudikan Kepala Seksi (Kasi) Camat Baito Hermawan Malengga.

    Mobil jenis Daihatsu Terios berwarna putih bernomor polisi DT 1069, itu menjadi kendaraan yang kerap ditumpangi Sudarsono termasuk guru Supriyani, bersama rombongan pengacara ketika menjalani sidang di PN Andoolo

    Sebagai informasi, Camat Baito (Sudarsono) merupakan orang yang kerap menemani guru Supriyani atas perkara yang tengah menimpanya. Camat Baito itu juga aktif mendampingi Supriyani selama menjalani proses hukum sejak keluar dari Lapas Perempuan pada, 22 Oktober 2024.

    Kronologi awal insiden itu, bermula ketika Hermawan selesai melakukan ibadah dan menuju kantor camat. Seratus meter sebelum kantor camat, dirinya lalu mendengar suara benturan dari arah belakang mobil dan menemukan kondisi kaca samping mobil telah berlubang

    Kata Hermawan, pada saat kejadian ada beberapa orang yang mengaku berada di lokasi kejadian dan melihat pria misterius berlari, seusai bunyi benturan tersebut.

    Meski begitu, hermawan, belum memastikan bahwa peristiwa tersebut merupakan insiden penembakan.

    “Saya tidak memastikan bahwa itu sebuah penembakan, karena yang saya tahu pada saat itu, saya hanya mendengar bunyi seperti batu yang dihempaskan ke seng,” ungkap Hermawan.

    Sementara itu, Camat Baito Sudarsono Mangidi belum mau mengaitkan peristiwa ini dengan kasus hukum yang tengah membelit warganya yakni guru Supriyani.

    “Saya belum bisa memastikan apakah ada kaitannya dengan itu (kasus hukum Supriyani) dan apakah ini peluru senapan angin atau batu,” ujar Sudarsono.

    Pantauan Beritasatu.com di lapangan, terdapat lubang berdiameter sekitar 0,3 sentimeter di kaca tengah sebelah kiri dari mobil dinas camat Baito. Kaca mobil itu tampak retak menyeluruh.

    Untuk diketahui, seusai mendapat penangguhan penahanan dari hakim Pengadilan Negeri Andoolo dan keluar dari Lapas Perempuan Kendari, guru Supriyani tinggal sementara waktu di rumah jabatan Camat Baito. Hal ini dilakukan agar Supriyani terawasi dan terlindungi keselamatannya.

  • Tolak Permohonan Eksepsi, Kasus Guru Supriyani Berlanjut ke Sidang Pembuktian

    Tolak Permohonan Eksepsi, Kasus Guru Supriyani Berlanjut ke Sidang Pembuktian

    Konawe Selatan, Beritasatu.com – Sidang beragendakan pembacaan putusan sela guru honorer Supriyani yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Andoolo, pada Selasa (29/10/2024), berlanjut menuju sidang pembuktian

    Hal itu diputuskan seusai ketua majelis hakim Stevie Rosano menolak keberatan yang diajukan oleh penasehat hukum terdakwa (Supriyani).

    Sementara itu, beberapa poin dalam putusan majelis hakim di antaranya, menyatakan keberatan penasehat hukum terdakwa tidak dapat diterima sehingga proses sidang akan dilanjutkan tahap pembuktian.

    “Memerintahkan penuntut umum untuk melanjutkan pemeriksaan perkara atas nama terdakwa Supriyani dan menangguhkan biaya perkara sampai putusan akhir,” ungkap majelis hakim Stevie dalam putusan selanya.

    Selanjutnya, sidang akan dilanjutkan dengan agenda pemeriksaan saksi-saksi.

    “Kami menyiapkan delapan orang saksi Yang Mulia, tiga di antaranya anak. Sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku, sidang dilakukan secara tertutup mengingat yang diperiksa adalah anak di bawah umur,” tandas Stevie

    Menanggapi hal itu, Andri Darmawan, kuasa hukum Supriyani mengatakan dirinya bersama penasehat hukum terdakwa lainnya, akan melihat apakah keterangannya bersesuaian dengan saksi-saksi lainnya mengingat keterangan saksi di bawah umur yang dihadirkan kerap berubah-ubah

    “Seperti contohnya di BAP saksi pernah sempat mengaku dipukul pakai tangan, tadi ketika ditanya tidak pernah. Yah namanya anak-anak pernyataannya tidak konsisten,” ujar Andri.

  • Gempa Magnitudo 4,7 Terjadi di Pidie Aceh

    Gempa Magnitudo 4,7 Terjadi di Pidie Aceh

    Jakarta, Beritasatu.com – Gempa bumi dengan magnitudo 4,7 mengguncang Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, Selasa (29/10/2024) pagi. Badan Meterologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan gempa terjadi pada pukul 09.35 WIB.

    Episentrum gempa terletak pada koordinat 4,80 derajat lintang selatan (LS) dan 96,12 derajat bujur timur. Pusat gempa berada di darat 27 kilometer barat daya Kabupaten Pidie Jaya, dengan kedalaman 5 kilometer.

    “Getaran gempa dengan skala I-IV dirasakan di Pidie, Nagan Raya, Aceh Tengah, Aceh Jaya, dan Bireun,” tulis BMKG. 

    Belum ada laporan soal kerusakan yang diakibatkan gempa ini.  BMKG mengimbau kepada warga untuk berhati-hati terhadap potensi terjadinya gempa susulan.

  • 36 Titik Panas Kebakaran Hutan dan Lahan Terdeteksi di Riau

    36 Titik Panas Kebakaran Hutan dan Lahan Terdeteksi di Riau

    Pekanbaru, Beritasatu.com – Sebanyak 36 hotspot atau titik panas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terdeteksi di Provinsi Riau pada Selasa (29/10/2024).

    Menurut data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru, hotspot tersebut tersebar di delapan kabupaten/kota, dengan konsentrasi terbanyak berada di Rokan Hilir dan Rokan Hulu, masing-masing terdeteksi delapan titik.

    Selain itu, hotspot juga terdeteksi di Bengkalis sebanyak titik, Kampar empat titik, Dumai tiga titik, Kuantan Singingi lima titik, Pelalawan empat titik, dan Indragiri Hulu terpantau dua titik.

    “Jarak pandang untuk Kota Pekanbaru dan sekitarnya berkisar antara 3-9 kilometer dan udara kabur berada di Indragiri Hulu,” kata Bella R Adelia, forecaster on duty BMKG Pekanbaru, Selasa (29/10/2024).

    Pada siang hingga sore hari, kondisi cuaca di Pekanbaru diperkirakan cerah berawan. Hujan ringan hingga sedang kemungkinan akan mengguyur beberapa daerah, seperti Pelalawan, Kepulauan Meranti, Indragiri Hilir, Indragiri Hulu, Rokan Hilir, Rokan Hulu, Dumai, dan Bengkalis.

    Sementara itu, data partikulat kelayakan udara di Kota Pekanbaru dan sekitarnya tergolong kurang sehat di angka 60,80 µgram/m3 menyentuh garis kuning.

  • Korban Kebakaran di Lubeg Padang Terpaksa Tidur di Angkot

    Korban Kebakaran di Lubeg Padang Terpaksa Tidur di Angkot

    Padang, Beritasatu.com – Para korban kebakaran di Kecamatan Lubuk Begalung (Lubeg) pada Senin (28/10/2024) malam terpaksa tidur di mobil angkutan kota (angkot) karena belum adanya bantuan untuktempat beristirahat. Sebagian lainnya tidur di dalam masjid.

    Kebakaran yang terjadi pada Senin tersebut mengakibatkan 30 warga kehilangan tempat tinggal. Bantuan yang diterima sejauh ini hanya berasal dari warga sekitar yang merasa prihatin terhadap kondisi para korban.

    “Sampai Selasa (29/10/2024) pagi ini saya belum mendapatkan bantuan dari pemerintah, hanya dari orang perumahan sebelah saja,” kata Yusmanila (54), salah seorang korban.

    Yusmanila mengaku sangat terpukul ketika mengetahui rumahnya ludes dilalap api.

    “Rumah saya habis terbakar semuanya. Tidak ada yang bisa diselamatkan,” katanya.

    Saat kebakaran terjadi, ia berada di kawasan pasar yang berjarak sekitar 10 kilometer dari rumahnya. Saat sampai di rumah, api sudah membesar, sehingga tidak bisa menyelamatkan barang apa pun.

    “Saya hanya punya baju yang saya pakai saat ini saja. Tidak ada lagi yang tersisa,” kata Yusmanila.

  • Penampakan Ronald Tannur dengan Kepala Botak Setelah Masuk Rutan Surabaya

    Penampakan Ronald Tannur dengan Kepala Botak Setelah Masuk Rutan Surabaya

    Surabaya, Beritasatu.com – Tersangka Gregorius Ronald Tannur atau dikenal Ronald Tannur yang merupakan anak Edward Tannur seorang anggota DPR asal NTT tampil dengan bentuk yang berbeda. Pasalnya, setelah dijebloskan ke penjara, Ronald tampak terlihat dengan kepala botaknya.

    Penampilan Ronald Tannur dengan kepala botak itu terlihat saat ia sedang menjalani pemeriksaan kesehatan. Kepala Rutan Negara Kelas I Surabaya di Medaeng, Sidoarjo, Jawa Timur menyebut Ronald Tannur tidak langsung ditempatkan di lembaga pemasyarakatan (Lapas). Alasannya, Ronald Tannur masih dibutuhkan untuk penyidikan perkara lain.

    “Betul yang bersangkutan (Ronald Tannur) masih akan ditahan di Rumah Tahanan Negara Kelas I Surabaya di Medaeng,” ujar Kepala Rumah Tahanan Negara Kelas I Surabaya di Medaeng Tomi Elyus, Senin (28/10/2024).

    Tomi menjelaskan, Ronald Tannur masih dibutuhkan jaksa untuk menjadi saksi dalam perkara lain. Untuk memudahkan proses penyidikan, maka Ronald Tannur dititipkan sementara di Rutan Surabaya yang dekat dengan Kejaksaan Tinggi Jawa Timur (Jatim).

    Untuk pemindahannya, lanjut Tomi, akan dilakukan apabila Ronald Tannur memang sudah tidak dibutuhkan dalam perkara lain.

    “Berapa lama waktunya ditahan di rutan akan bergantung pada seberapa lama proses hukum terkait,” jelas Tomi.

    Tomi Elyus membeberkan, pihaknya menerima Ronald Tannur berdasarkan putusan MA RI Nomor: 1466/Pid/2024 tanggal 22 Oktober 2024.

    Kepala Kejaksaan Negeri Surabaya melakukan koordinasi untuk melakukan eksekusi ke Rutan Surabaya.

    “Saudara RT tiba pukul 19.30 WIB dan langsung dilakukan pengecekan dokumentasi, pengambilan data untuk kelengkapan selama berada di Rumah Tahanan Negara Kelas I Surabaya serta dilakukan pengecekan kesehatan dan dinyatakan sehat. Dan sesuai prosedur, Ronald Tannur juga dibotakin,” tuturnya.