Category: Beritasatu.com Regional

  • Polresta Pekanbaru Ringkus 27 Pengedar Narkoba Selama Oktober, Ada 3 Perempuan

    Polresta Pekanbaru Ringkus 27 Pengedar Narkoba Selama Oktober, Ada 3 Perempuan

    Pekanbaru, Beritasatu.com – Sepanjang Oktober 2024, Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polresta Pekanbaru dan jajaran telah berhasil meringkus 27 orang pengedar dan kurir narkoba. Dari 27 tersangka, tiga di antaranya adalah perempuan. 

    Kasatresnarkoba Polresta Pekanbaru, AKP Bagus Fahria menegaskan, dari para pelaku pihaknya menyita dua kilogram lebih sabu-sabu, puluhan gram daun ganja kering siap edar, ratusan butir pil ekstasi, dan sejumlah uang tunai. 

    “Sejak 20 Oktober 2024, kami bersama polsek jajaran telah mengungkap sebanyak 14 kasus tindak pidana narkotika. Jumlah tersangka sebanyak 27 orang terdiri dari 24 laki-laki dan tiga perempuan. Barang bukti sebanyak 2,18 kilogram sabu-sabu, 51,3 gram ganja kering, 181 butir pil ekstasi dan yang tunai Rp 8,4 juta,” kata AKP Bagus Fahria, Selasa (5/11/2024). 

    Dijelaskan Bagus, dari 14 kasus yang ditangani Polresta Pekanbaru dan jajaran, ada satu kasus yang menonjol. Pada Kamis (31/10/2024) lalu, pihaknya menciduk seorang pria yang akan menyelundupkan narkoba jenis sabu-sabu tujuan Jakarta.

    Pelaku inisial HA (31), warga Bukit Kapur, Kota Dumai, Riau diringkus di salah satu hotel di Jalan Jenderal Sudirman, Kota Pekanbaru. Dari penggeledahan yang dilakukan polisi di kamar 920 tempat pelaku menginap, petugas menemukan kantong plastik besar berisi dua kemasan teh China yang isinya adalah narkoba jenis sabu-sabu. Barang haram itu disembunyikan di plafon kamar hotel tempat pelaku menginap. 

    “Pelaku kami tangkap pada Kamis dini hari kemarin di Hotel Prime Park Jalan Jenderal Sudirman, Kecamatan Bukit Raya, Pekanbaru. Pelaku HA merupakan warga Bukit Kapur Kota Dumai,” jelas Bagus. 

    Pada saat hendak diamankan, pelaku mencoba kabur. Namun, aksinya berhasil digagalkan petugas di pelataran parkir hotel. Setelah ditangkap, pelaku mengaku menyimpan sabu-sabu di plafon kamar 920 tempat dia menginap. 

    “Kita menemukan dua bungkus plastik teh China yang isinya setelah dicek di laboratorium ternyata adalah sabu-sabu seberat dua kilogram lebih,” pungkas bagus. 

    Saat ini, para pelaku telah diamankan di Polresta Pekanbaru untuk proses lebih lanjut. Para pelaku dijerat Pasal 114 ayat (2) juncto Pasal 112 ayat (2) juncto Pasal 111 UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman minimal lima tahun penjara dan maksimal seumur hidup.

  • PVMBG Naikkan Status Gunung Iya di Ende ke Level III

    PVMBG Naikkan Status Gunung Iya di Ende ke Level III

    Kupang, Beritasatu.com – Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menaikkan status aktivitas vulkanik Gunung Iya di Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT) dari Level II (waspada) ke III (siaga) mulai 5 November 2024, pukul 18.00 Wita.

    Kepala Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Muhammad Wafid mengatakan kenaikan status gunung yang terletak di Pulau Flores bagian tengah tersebut, menyusul meningkatnya aktivitas vulkanik dalam beberapa hari terakhir.

    Dia menjelaskan, dalam pemantauan sejak awal Oktober hingga 4 November 2024, terekam tanda-tanda kegempaan signifikan.

    “Pada periode ini, tercatat 28 kali gempa tremor harmonik, 77 gempa tremor non-harmonik, serta 173 gempa vulkanik dalam,” kata Wafid seperti dikutip dari Antara, Rabu (6/11/2024).

    Sejak Agustus 2024, frekuensi gempa vulkanik dalam terus meningkat, menandakan adanya tekanan kuat akibat pergerakan magma ke arah permukaan.

    Sejak 16 Oktober, aktivitas gempa dangkal semakin sering. “Ini menunjukkan tekanan magma yang semakin kuat dan bisa memicu erupsi kapan saja,” kata Wafid.

    Asap kawah dengan intensitas sedang hingga tebal terlihat mencapai ketinggian 300 meter dari puncak gunung tersebut.

    PVMBG mengimbau masyarakat sekitar untuk waspada dan menghindari aktivitas di sekitar kawasan puncak gunung ini.

  • Tim Gabungan Evakuasi Satelit Tanda Bahaya di Kapal Karam yang Ganggu Pelayaran Rute Bakauheni-Merak

    Tim Gabungan Evakuasi Satelit Tanda Bahaya di Kapal Karam yang Ganggu Pelayaran Rute Bakauheni-Merak

    Lampung Selatan, Beritasatu.com – Petugas gabungan dari Basarnas, TNI dan Polri melakukan evakuasi satellite emergency position-indicating radiobeacon (EPIRB) milik Kapal LCT Cahaya Maulida yang karam di Perairan Selat Sunda, Bakauheni, Lampung Selatan. Evakuasi dilakukan lantaran sinyal dari kapal tersebut terus memancarkan sinyal bahaya.

    Personel Basarnas Pos Bakauheni bersama petugas TNI dan Polri mengevakuasi satelit EPIRB atau alat pemancar sinyal tanda bahaya pada bangkai Kapal LCT Cahaya Maulida, Senin (4/11/2024).

    Evakuasi dilakukan karena satelit tersebut masih aktif dan terus memancarkan sinyal bahaya. Hal tersebut mengganggu aktivitas pelayaran kapal rute Bakauheni-Merak.

    Proses evakuasi satelit berlangsung tanpa kendala karena bangkai Kapal LCT Cahaya Maulida berada di atas karang.

    Satelit EPIRB berfungsi untuk memancarkan sinyal bahaya. Jika dalam pelayaran kapal dalam keadaan darurat, maka satelit tersebut akan mengeluarkan sinyal tanda bahaya yang akan ditangkap oleh satelit dari kapal-kapal lain yang berada di sekitarnya.

    Diketahui Kapal LCT Cahaya Maulida mengalami kecelakaan laut setelah menabrak karang koliot di Selat Sunda Perairan Sangiang pada Sabtu (31/8/2024) lalu.

    Kapal LCT mengangkut delapan anak buah kapal atau ABK dalam pelayaran dari Tegal menuju Pelabuhan Panjang, Bandar Lampung. Dalam perjalanan, kapal mengalami masalah mesin hingga mengakibatkan kehilangan kendali dan akhirnya menabrak karang.

    Personel Basarnas Pos Bakauheni Ghifari Fajrin mengatakan evakuasi tersebut dilakukan karena satellite atau alat pemancar sinyal marabahaya itu mengganggu aktivitas pelayaran kapal rute Bakauheni-Merak (Banten).

    “Untuk Kapal LCT Cahaya Maulida ini tidak mengganggu karena dia karam di area pemancar, tetapi alat satelit EPIRB-nya ini sangat mengganggu aktivitas pelayaran karena alat itu memancarkan sinyal marabahaya,” kata Ghifari.

    Ghifari menjelaskan, satellit EPIRB yang dipancarkan dari Kapal LCT telah berhasil ditemukan dalam kondisi hidup.

    “Selanjutnya akan kami matikan dan kami bawa ke darat dan kami akan serahkan ke pihak yang berwenang,” ujar Ghifari.

    Selain mengevakuasi satelit EPIRB, rencananya bangkai Kapal LCT Cahaya Maulida akan dievakuasi ke darat.

  • Mensos Siapkan Rp 135 Juta untuk Ahli Waris Korban Meninggal Erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki

    Mensos Siapkan Rp 135 Juta untuk Ahli Waris Korban Meninggal Erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki

    Jakarta, Beritasatu.com – Kementerian Sosial (Kemensos) menyiapkan bantuan senilai Rp 135 juta untuk ahli waris korban erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki di Nusa Tenggara Timur (NTT).

    “Penyaluran santunan kepada ahli waris korban bencana alam yang meninggal dunia sebanyak sembilan orang senilai Rp 135 juta,” ungkap Menteri Sosial Saifullah Yusuf di Kantor Kemensos di Jakarta, Selasa (5/11/2024), dilansir dari Antara.

    Selain itu, pihaknya juga menyiapkan layanan psikososial untuk korban erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki. Layanan ini, kata Gus Ipul, penting untuk pemulihan psikis dan penguatan terhadap korban terdampak di lokasi pengungsian.

    Kemensos juga menyiapkan tiga titik pengungsian untuk korban erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki. Warga diungsikan ke desa-desa yang tidak terdampak yang berjarak 15 hingga 20 kilometer dari pusat erupsi gunung berapi.

    “Terdapat tiga titik pengungsian di Desa Konga, Desa Lewolaga, dan di Desa Titehena, terletak di Kabupaten Flores Timur,” tambah Gus Ipul.

    Kemensos masih melakukan pendataan dan evakuasi terhadap korban meninggal serta luka-luka dan rumah terbakar akibat lava pijar. Dia juga mengatakan jika banyak pohon yang tumbang membuat akses jalan ke Maumere ditutup.

    Lumbung sosial, kata dia, sudah dimiliki Kemensos. Lumbung ini dipusatkan di Sentra Efata yang berada di Kupang.

    Di sisi lain, Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono telah turun langsung ke NTT dan menyalurkan bantuan untuk masyarakat setempat yang diangkut dengan truk bantuan logistik senilai Rp 1,2 miliar dari Gudang Sentra Effata di Kupang.

    Bantuan yang disalurkan tersebut berupa 1.500 paket makanan siap saji, 1.000 paket makanan anak, 300 paket family kit, 300 paket kids ware, 400 lembar tenda gulung, 400 kasur, dan 500 selimut.

    Selain itu, ada juga 10 tenda serba guna serta dua toilet portabel juga dikirimkan untuk mendukung fasilitas pengungsian.

  • Polda Bali Benarkan Tangkap Tangan Seorang Kepala Desa dengan Barang Bukti Uang Rp 50 Juta

    Polda Bali Benarkan Tangkap Tangan Seorang Kepala Desa dengan Barang Bukti Uang Rp 50 Juta

    Bali, Beritasatu.com – Kepolisian Polda Bali membenarkan perihal adanya kabar penangkapan operasi tangkap tangan terhadap Kepala Desa I Ketut Luki di Kabupaten Badung, Bali.

    “Benar, ada penangkapan yang dilakukan oleh tim Krimsus Polda Bali,” kata Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol Jansen Avitus Panjaitan saat dihubungi awak media, Selasa (5/11/2024).

    Jansen Avitus Panjaitan menyebutkan penangkapan terhadap kepala desa dilakukan pada sebuah acara yang berada di Puspem Kabupaten Badung, Bali.

    Berdasarkan informasi yang didapatkan, pada operasi tangkap tangan tersebut, Polda Bali mengamankan kepala desa bersama barang bukti berupa uang tunai sebesar Rp 50 juta.

    Sayangnya, hingga berita ini diturunkan, pihak Polda Bali belum bisa memberikan keterangan perihal kasus yang dihadapi I Ketut Luki.

    “Kasusnya seperti apa tentu masih kita dalami,” tandasnya.

  • https://www.beritasatu.com/nusantara/2852986/mesin-pesawat-trigana-air-keluarkan-api-di-bandara-sentani

    https://www.beritasatu.com/nusantara/2852986/mesin-pesawat-trigana-air-keluarkan-api-di-bandara-sentani

  • Tak Ada Korban Jiwa dalam Peristiwa Terbakarnya Mesin Pesawat Trigana Air di Sentani

    Tak Ada Korban Jiwa dalam Peristiwa Terbakarnya Mesin Pesawat Trigana Air di Sentani

    Sentani, Beritasatu.com – Otoritas Bandara Internasional Sentani menegaskan, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa terbakarnya mesin pesawat Trigana Air, Selasa (5/11/2024). Sesaat melihat ada kebakaran di bagian mesin, ada penumpang membuka pintu darurat dan melompat.

    Stakeholder Relation Department Head Bandara Sentani Surya Eka di Sentani mengatakan, insiden tersebut karena seorang penumpang tiba-tiba membuka pintu darurat saat melihat ada api yang keluar dari mesin pesawat.

    “Dalam kejadian tersebut tidak ada korban jiwa, tetapi hanya mengalami luka-luka,” kata Surya Eka.

    Surya Eka lebih jauh mengatakan, kejadian sekitar pukul 11.21 WIT itu membuat pesawat yang seharusnya terbang dari Bandara Sentani Jayapura menuju Wamena akhirnya batal terbang.

    Saat mesinnya terbakar, pesawat Trigana Air tersebut seharusnya membawa 121 penumpang ke Wamena. Namun, Trigana Air akhirnya batal melakukan penerbangan.

    Saat ini pihak Bandara Internasional Sentani maupun PT Trigana sedang menunggu hasil pengecekan oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). “Saat ini masih menunggu dari KNKT untuk melakukan pengecekan terkait insiden tersebut,” katanya.

    Menurutnya, empat penumpang mengalami luka ringan dan sudah ditangani oleh Balai Karantina Kesehatan.

    “Saat ini, aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Sentani sudah kembali normal setelah insiden kecelakaan pesawat Trigana Air,” ujar Surya Eka.

  • Warga Tulang Bawang Lampung Tewas Dimangsa Buaya Saat Mancing Ikan

    Warga Tulang Bawang Lampung Tewas Dimangsa Buaya Saat Mancing Ikan

    Tulang Bawang, Beritasatu.com – Seorang Warga Rawajitu Timur, Kabupaten Tulang Bawang, Lampung tewas diserang buaya saat mencari ikan. Jasad korban berhasil ditemukan dengan kondisi tidak utuh setelah dilakukan pencarian selama 8 jam.  

    Seorang warga Kampung Bumi Dipasena Sentosa, Kecamatan Rawajitu Timur, Kabupaten Tulang Bawang, Lampung dilaporkan hilang setelah diserang buaya pada Minggu malam (3/11/2024) sekitar pukul 23.30 WIB.

    Korban bernama Wayan Budi diserang buaya ketika berada di kanal besar sekitar pos pemeriksaan Jalur 40 Bumi Dipasena Sentosa.

    Peristiwa tragis yang dialami pria berusia 49 tahun tersebut bermula ketika korban bersama enam orang rekannya beristirahat di atas perahu sampan masing-masing seusai mencari ikan di kanal.

    Saat korban bersama enam rekannya bersantai di perahu sampan masing-masing, tiba-tiba seekor buaya berukuran besar muncul dan menyerang korban.

    Serangan terjadi begitu cepat, hingga korban tidak sempat berteriak meminta pertolongan kepada rekan-rekannya. Melihat korban diserang buaya secara tiba-tiba membuat rekan-rekan korban terkejut dan tidak sempat memberi pertolongan kepada korban.

    Rekan-rekan korban kemudian memberitahu peristiwa tragis yang dialami korban kepada warga setempat. Warga kemudian langsung melakukan upaya pencarian menggunakan sejumlah speedboat.

    Namun, pencarian terkendala akibat kanal yang sedang dalam kondisi surut sejak malam hingga subuh, sehingga menyulitkan pergerakan kendaraan air di sekitar lokasi kejadian.

    Dari upaya pencarian yang dilakukan warga selama 8 jam membuahkan hasil. Korban berhasil ditemukan pada Senin pagi (4/11/2024) sekitar pukul 09.00 WIB, dalam kondisi meninggal dunia.

    Jasad korban ditemukan oleh warga di semak belukar berjarak dua kilometer dari lokasi kejadian. Di dalam semak belukar di tepi sungai, jasad korban ditemukan dengan kondisi mengenaskan dengan bagian tubuh sudah tidak utuh lagi.

    Setelah ditemukan, jasad korban kemudian dievakuasi di puskesmas setempat.

    Widodo (32 tahun) warga setempat mengatakan, korban diterkam buaya dari belakang yang mengenai punggung korban hingga korban diseret buaya ke dalam air.

    “Setelah diterkam buaya, korban diseret buaya ke dalam air. Rekan-rekan korban langsung berusaha melakukan pencarian dengan perahu sampan dan alat seadanya,” kata Widodo di lokasi kejadian, Senin (4/11/2024).

    Widodo menuturkan, setelah rekan-rekan korban yang melakukan pencarian tidak berhasil menemukan korban, rekan-rekan kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada warga kampung.

    “Setelah dilakukan pencarian selama pencarian oleh sejumlah warga menggunakan puluhan speedboat korban berhasil ditemukan dalam kondisi meninggal dunia,” ucap Widodo.

    Setelah dilakukan pemeriksaan terhadap jenazah korban di puskesmas setempat. Senin petang, jenazah korban telah dibawa oleh pihak keluarga ke Bandar Jaya, Kabupaten Lampung Tengah untuk dimakamkan.

    Peristiwa serangan buaya yang menewaskan korban telah ditangani oleh Polsek Rawajitu Timur, Tulang Bawang. Polisi menghimbau kepada warga Kampung Bumi Dipasena Sentosa untuk selalu hati-hati dan waspada terhadap serangan buaya.

  • Ibu di Balikpapan Tega Habisi Bayi dan Simpan Jenazahnya di Panci

    Ibu di Balikpapan Tega Habisi Bayi dan Simpan Jenazahnya di Panci

    Balikpapan, Beritasatu.com – Seorang ibu rumah tangga di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, diduga mengakhiri hidup bayinya yang baru dilahirkannya akibat panik. Tragisnya, untuk menutupi perbuatannya, jenazah bayi perempuan tersebut disembunyikan di dalam panci.

    Ibu berinisial KH yang berusia 21 tahun ini akhirnya ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan pembunuhan terhadap bayinya yang baru lahir.

    Peristiwa ini bermula ketika KH ditemukan mengalami pendarahan di dalam kamarnya. Pihak keluarga kemudian membawanya ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pertolongan medis.

    Di rumah sakit, KH awalnya mengeklaim pendarahan tersebut disebabkan oleh menstruasi. Namun, setelah dilakukan pemeriksaan, tim medis menyimpulkan bahwa pendarahan hebat yang dialami KH sebenarnya adalah pendarahan pascamelahirkan.

    Setelah kejadian tersebut, pihak keluarga melaporkan peristiwa ini kepada polisi, yang kemudian menemukan jenazah bayi yang disembunyikan di dalam panci yang disimpan dalam lemari pakaian di kamar tersangka.

    Kanit PPA Satreskrim Polresta Balikpapan, Ipda Futuhatul Ladiniyah menyampaikan, dalam kasus ini tersangka bertindak seorang diri, mulai dari proses kelahiran hingga menghabisi nyawa bayinya.

    “Tersangka melakukannya sendirian, inisialnya KH, usia 21 tahun, dan berprofesi sebagai ibu rumah tangga,” ujar Futuhatul dalam wawancara dengan wartawan di Mapolresta Balikpapan pada Senin (4/11/2024) sore.

    Berdasarkan hasil autopsi, ditemukan sejumlah bekas luka akibat benda tumpul pada tubuh bayi tak berdosa itu, di antaranya luka pada bibir bawah, leher kanan, serta patah tulang rahang bawah.

    “Berdasarkan temuan, awalnya bayi perempuan itu masih hidup. Namun diduga meninggal akibat dipukul, karena didapatkan luka akibat kekerasan tumpul berupa luka memar pada bibir bawah, leher kanan, dan dada sisi kanan. Dan didapatkan patah tulang rahang bawah,” jelasnya.

    Dari temuan itu, akhirnya dapat disimpulkan bayi perempuan yang belum genap berusia 24 jam itu, dihabisi oleh tersangka KH dengan cara dibekap hingga korban tak bisa bernapas.

    Sementara itu, kini tersangka KH pun dijerat dengan undang-undang tentang perlindungan anak dan Pasal 341 KUHP tentang ibu yang merampas nyawa anaknya sendiri dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

  • 4 Maskapai Batalkan Penerbangan ke Labuan Bajo Dampak Erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki

    4 Maskapai Batalkan Penerbangan ke Labuan Bajo Dampak Erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki

    Labuan Bajo, Beritasatu.com – Erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, NTT mengakibatkan empat maskapai penerbangan membatalkan penerbangan dari berbagai daerah ke Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat. Pembatalan itu dilakukan dengan alasan keselamatan dalam penerbangan.

    “Dari siang sampai sore dibatalkan,” kata Kepala Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Komodo Labuan Bajo Ceppy Triono, Senin (4/11/2024).

    Ia menjelaskan, pengecekan kondisi penerbangan telah ditegaskan dalam koordinasi bersama Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah IV dengan para kepala bandara di Provinsi NTT dan Nusa Tenggara Barat (NTB).

    Paper test dilakukan untuk memastikan seluruh penerbangan dari dan ke bandara itu aman dari ancaman sebaran abu vulkanik Gunung Lewotobi Laki-laki.

    “Tadi sampai jam dua siang kami masih melakukan paper test hasilnya negatif, tidak ada dan memang di dalam satelit cuaca seluruh Pulau Flores kena sampai ke Timor sebagian. Namun ketika itu kami sampaikan ke sejumlah maskapai, mereka memilih untuk membatalkan penerbangannya ke Labuan Bajo demi keselamatan,” kata Ceppy.

    Ia belum dapat memastikan aktivitas penerbangan kembali normal di bandara berstatus bandara internasional itu. Otoritas bandara akan melakukan pengecekan secara berkala sebab seluruh bandara di Pulau Flores terdampak erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki.

    “Karena dampak erupsi cukup luas dan angin belakangan ini kencang sekali sehingga abu vulkanik ini sudah ke mana-mana, jadi bandara-bandara di wilayah Flores pasti akan terdampak semuanya,” katanya.

    Ia juga menjelaskan terus melakukan pemantauan melalui satelit cuaca Himawari dan satelit cuaca di Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

    Kepala Stasiun Meteorologi Komodo Maria Seran mengatakan berdasarkan pantauan Citra Satelit Himawari BMKG pada pukul 15:00 Wita, sebaran abu vulkanik masih masuk dalam ruang udara Manggarai Barat. “Dari peta sebaran abu vulkanik yang ada terkonfirmasi terdapat beberapa bandara di antaranya adalah Bandara Komodo dari erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki sore ini,” katanya.

    BMKG wajib melaporkan sebaran abu vulkanik karena informasi meteorologi merupakan elemen kunci dalam penanganan abu vulkanik untuk mencegah kecelakaan dan insiden penerbangan yang disebabkan oleh awan dan partikel abu vulkanik. Debu vulkanik atau awan debu gunung api itu dapat berpengaruh pada operasi penerbangan seperti terganggunya proses take off dan landing di permukaan maupun pada saat terbang.