Category: Beritasatu.com Regional

  • Histeris di Markas Pom TNI, Keluarga Desak Kematian Prada Josua Diusut Tuntas

    Histeris di Markas Pom TNI, Keluarga Desak Kematian Prada Josua Diusut Tuntas

    Pekanbaru, Beritasatu.com – Kedua orang tua Prada Josua Lumban Tobing berteriak histeris di markas Detasemen Polisi Militer (Denpom) Pekanbaru, Riau. Mereka mendesak Pom TNI mengautopsi jenazah Josua dan mengusut tuntas penyebab kematian putra sulungnya yang dinilai tak wajar. 

    Prada Josua Lumban Tobing yang bertugas di Batalyon Infanteri 132 Bima Sakti, Kabupaten Kampar, Riau dilaporkan tewas bunuh diri. Alasan Prada Josua mengakhiri hidupnya disebut-sebut karena putus cinta dengan kekasihnya. 

    Namun, pihak keluarga tidak percaya dan menilai kematian Prada Joshua sangat tidaklah wajar. 

    Untuk mengungkap tabir tersebut, kedua orang tua Prada Josua bersama kuasa hukumnya mendatangi Denpom Pekanbaru, Rabu (6/11/2024) siang. Kedatangan mereka untuk mencari keadilan, informasi sekaligus melaporkan kematian Joshua. 

    Kuasa Hukum orang tua Prada Joshua, Freddy Simanjuntak mengungkapkan, Josua tewas pada 30 Juni 2024 lalu. Dia tewas di Batalyon tempat dia bertugas di Bangkinang, Kabupaten Kampar, dalam keadaan tergantung dengan posisi terduduk. 

    “Keluarga korban sudah mengajukan permohonan autopsi kepada pihak rumah sakit Bhayangkara dan Denpom Pekanbaru. Tapi ternyata pada waktu itu tidak disetujui oleh rumah sakit Bhayangkara karena belum ada permohonan tertulis dari pihak penyidik dan Denpom kepada RS Bhayangkara untuk melaksanakan autopsi,” kata Freddy. 

    Untuk itu, pihaknya telah melaporkan kasus ini ke Puspom TNI AD di Jakarta dan laporan itu telah ditingkatkan statusnya dari penyelidikan ke penyidikan. 

    “Kita dari dalam (Denpom Pekanbaru) tadi sudah diambil keterangan, sudah di BAP dan laporan kita sudah diterima. Pihak Denpom Pekanbaru berjanji akan segera melakukan autopsi,” beberapa Freddy. 

    Keluarga berharap kasus kematian Prada Josua Lumban Tobing dapat segera terungkap. “Karena banyak kejanggalan-kejanggalan dibalik kematian almarhum Joshua,” pungkas Freddy. 

    Wilson Tobing, ayah Prada Joshua memohon kepada Presiden Prabowo Subianto, Kasad dan Panglima TNI agar dapat memberikan atensinya sehingga kasus ini bisa terungkap. 

    “Kami mohon agas kasus anak kami ini dapat diselesaikan secepat mungkin diproses agar anak saya diautopsi dan hasilnya (diumumkan) transparan dan profesional,” tuturnya. 

  • Status Gunung Marapi Siaga Level 3, Warga Diminta Menjauh dari Kawasan Rawan

    Status Gunung Marapi Siaga Level 3, Warga Diminta Menjauh dari Kawasan Rawan

    Padang, Beritasatu.com – Gunung Marapi di Sumatera Barat (Sumbar) mengalami erupsi terbesar pada 1 hingga 7 November 2024, dengan ketinggian kolom abu mencapai sekitar 600 meter. Status gunung ini dinaikkan dari level 2 (waspada) menjadi level 3 (siaga) sebagai langkah antisipasi.

    Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyatakan, kolom abu yang dikeluarkan Gunung Marapi berwarna kelabu pekat dengan intensitas tebal dan mengarah ke timur.

    Kepala Pos Pengamatan Gunung Marapi, Ahmad Rifandi menjelaskan, aktivitas erupsi Gunung Marapi sudah terpantau sejak 1 November 2024.

    “Sejak 1 hingga 7 November 2024, terpantau erupsi dengan ketinggian kolom abu berkisar antara 300 hingga 600 meter dari atas kawah,” ujar Ahmad kepada warrtawan, Kamis (7/11/2024).

    Selama periode erupsi, Ahmad juga melaporkan Gunung Marapi mengalami beberapa kali gempa. Kondisi ini menjadi salah satu alasan peningkatan status gunung dari level 2 ke level 3.

    “Kami merekomendasikan masyarakat di sekitar Gunung Marapi untuk tidak memasuki wilayah dalam radius 4,5 kilometer dari pusat erupsi,” jelasnya.

    Selain itu, Ahmad juga mengimbau masyarakat yang tinggal di sekitar lembah dan aliran sungai di kaki Gunung Marapi untuk mewaspadai potensi bahaya lahar, terutama saat musim hujan.

    Di lokasi terpisah, Wali Nagari Bukik Batabuah, Firdaus, turut mengingatkan masyarakat di Kabupaten Agam dan sekitarnya agar lebih waspada terhadap ancaman erupsi dan abu vulkanik.

    “Dengan adanya erupsi dan hujan abu, masyarakat merasa khawatir karena erupsi sering terjadi. Saya mengimbau agar masyarakat selalu menggunakan masker dan berhati-hati saat berkendara,” tutupnya.

  • BNPB Hadapi Sejumlah Tantangan di Pengungsian Korban Erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki

    BNPB Hadapi Sejumlah Tantangan di Pengungsian Korban Erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki

    Jakarta, Beritasatu.com – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto menyampaikan sejumlah tantangan untuk kebutuhan dan kekurangan yang masih ada di tempat pengungsian korban erupsi.

    Hal tersebut diungkapkan dalam update penanganan darurat pascaerupsi Gunung Lewotobi Laki-laki yang digelar secara daring pada Kamis (7/11/2024).

    Meskipun penanganan pengungsi di hari keempat pascaerupsi sudah berjalan lebih baik, tetapi masih terdapat beberapa kebutuhan yang perlu dipenuhi, antara lain alat memasak, air minum dan air bersih, tempat mandi, cuci, kakus (MCK), serta tempat tidur.

    “Masih ada kekurangan di masing-masing tempat pengungsian, seperti alat memasak yang akan dilengkapi secara bertahap. Kebutuhan air minum juga sangat penting, namun kami sudah memiliki solusi dengan menyediakan tangki air dan beberapa sumber bor yang sebelumnya terkendala masalah jaringan listrik, kini sudah dapat difungsikan kembali,” ungkap Suharyanto.

    Untuk kebutuhan tempat tidur dan toilet portable, Suharyanto juga mengungkapkan pemenuhannya masih terus dilengkapi secara bertahap. BNPB, lanjutnya, bekerja sama dengan berbagai instansi terkait, seperti Kementerian Sosial, Kementerian ESDM, serta TNI dan Polri, dalam upaya pemenuhan kebutuhan tersebut.

    Terkait dengan tempat pengungsian, Suharyanto menyebutkan korban erupsi tersebar di tiga lokasi, yaitu 663 orang di Desa Lewolaga, 662 orang di Desa Bokang, dan 1.367 orang di Desa Konga.

    Sementara itu, sebanyak 1.709 orang pengungsi berada di Sikka. Untuk korban luka berat, Suharyanto melaporkan bahwa empat orang telah dirawat di rumah sakit umum dan kondisinya kini sudah membaik.

    Demi kelancaran upaya penyelamatan, PVMBG dan BNPB menegaskan larangan segala aktivitas dalam radius 7 kilometer dari puncak Gunung Lewotobi. Aktivitas yang diperbolehkan hanya yang berkaitan langsung dengan upaya penyelamatan dan mitigasi.

  • Selebgram Asal Kaltara Terlibat Jaringan Narkotika Internasional, Polisi Sita 82,9 Kilogram Sabu

    Selebgram Asal Kaltara Terlibat Jaringan Narkotika Internasional, Polisi Sita 82,9 Kilogram Sabu

    Bulungan, Beritasatu.com – Seorang selebgram berinisial DK ditangkap oleh Direktorat Reserse Narkoba Polda Kalimantan Utara (Kaltara) karena diduga terlibat dalam jaringan internasional peredaran narkotika.

    Dalam kasus ini, polisi menyita barang bukti sebanyak 82,9 kilogram narkotika jenis sabu-sabu yang diperkirakan bernilai lebih dari Rp 180 miliar.

    Direktorat Reserse Narkoba Polda Kalimantan Utara menangkap enam orang tersangka yang diduga terlibat dalam peredaran narkotika dari jaringan internasional. Keenam tersangka ini terdiri dari seorang wanita berinisial MA dan lima pria yang berinisial IS, J, WD, Selebgram DK, dan AR.

    Semua tersangka ini diduga kuat terafiliasi dengan jaringan narkoba internasional, karena barang bukti sabu-sabu yang diamankan memiliki kemasan yang serupa, yakni kemasan teh herbal yang berasal dari China.

    Kapolda Kalimantan Utara, Irjen Pol Hary Sudwijanto mengungkapkan keenam tersangka ini berasal dari tiga kasus berbeda, tetapi total barang bukti yang berhasil disita dari mereka mencapai 82,9 kilogram sabu-sabu.

    “Sebanyak tiga kasus dengan total barang bukti 82,9 kilogram berhasil diamankan oleh Direktorat Resnarkoba Polda Kaltara, Satresnarkoba Polres Polda Kaltara, dan jajaran lainnya,” ujar Hary saat memimpin konferensi pers di Mapolda Kalimantan Utara, Kamis (7/11/2024).

    Dua Jaringan Terlibat

    Direktur Resnarkoba Polda Kaltara, Kombes Pol Ronny Tri Prasetio menjelaskan, 82,9 kilogram sabu-sabu yang disita berasal dari dua jaringan berbeda. Jaringan pertama yang ditangkap di wilayah Kabupaten Nunukan, melibatkan tersangka MA, IS, dan J, dengan barang bukti sebanyak 5 kilogram sabu-sabu. 

    Sementara itu, jaringan kedua yang beroperasi di Kabupaten Bulungan melibatkan tersangka selebgram DK, WD, dan AR, dengan 74 bungkus sabu-sabu yang totalnya diperkirakan mencapai lebih dari 77 kilogram.

    “Jadi, dari total 74 bungkus sabu-sabu, itu merupakan satu jaringan terpisah dari jaringan yang menangani 5 kilogram sabu-sabu di Nunukan. Kedua kasus ini berbeda,” jelas Ronny.

    Pengungkapan kasus ini merupakan hasil dari operasi gabungan yang melibatkan Direktorat Resnarkoba Polda Kalimantan Utara, BNN, TNI, Bea Cukai, serta sejumlah lembaga penegak hukum lainnya.

    Tersangka Dijerat Hukuman Mati

    Saat ini, selebgram Kaltara yang terlibat narkoba dan lima tersangka lainnya telah ditahan di Rutan Polda Kalimantan Utara dan dijerat dengan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Pemberantasan Narkotika. Mereka menghadapi ancaman pidana hukuman mati atas keterlibatannya dalam peredaran narkotika internasional.

  • Polda Riau Gerebek Rumah Mewah yang Dijadikan Gudang Pakaian Bekas di Batam

    Polda Riau Gerebek Rumah Mewah yang Dijadikan Gudang Pakaian Bekas di Batam

    Batam, Beritasatu.com – Direktorat Kriminal Khusus (Ditkrimsus) Polda Riau menggerebek sebuah rumah mewah di kawasan kompleks Culindo Tiban, Kota Batam, pada Rabu (6/11/2024) sore. Penggerebekan ini merupakan pengembangan dari penangkapan barang selundupan berupa pakaian bekas di Pekanbaru, Riau.

    Dalam penggerebekan ini, ditemukan ratusan karung berisi barang bekas yang telah tersusun dalam dua unit truk dan siap diselundupkan. Pemilik barang tersebut, yang diidentifikasi sebagai Jumaniah alias Ibu Kiki, berhasil melarikan diri dan kini masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

    Operasi ini merupakan bagian dari upaya Polda Riau dalam mencegah penyelundupan barang-barang terlarang sesuai arahan presiden. Sebelumnya, Ditkrimsus Polda Riau telah menangkap tersangka DS di Pekanbaru pada Senin (4/11/2024). Dari gudang DS, polisi menemukan 269 karung barang bekas, seperti pakaian, sepatu, dan peralatan rumah tangga lainnya, yang juga disimpan dalam dua unit truk untuk diselundupkan.

    Dirkrimsus Polda Riau Kombes Pol Nasriadi menjelaskan operasi di Batam ini dilakukan setelah kepolisian menangkap DS. Dari keterangan DS, didapatkan informasi barang-barang bekas yang disita berasal dari Jumaniah.

    “Kami mengamankan sebanyak 269 karung barang bekas yang terdiri dari sepatu, pakaian, dan lainnya. Berdasarkan keterangan DS, barang-barang ini berasal dari Batam. Kami segera menerjunkan tim untuk mengusut lebih lanjut,” jelas Nasriadi.

    Saat menggerebek rumah Jumaniah, polisi menemukan sekitar 200 bal pakaian dan sepatu bekas yang siap diselundupkan ke wilayah Sumatera. Diduga, barang-barang ini berasal dari Malaysia dan Singapura dengan nilai taksiran mencapai Rp 600 juta. Jumaniah diduga telah menjadi pemasok barang bekas ke Sumatera sejak 2020.

    “Kami menemukan barang bukti tambahan di rumah mewah milik Ibu Kiki dan dua truk yang siap mengangkut barang-barang tersebut ke Sumatera,” tambah Nasriadi.

    Saat ini, Ditkrimsus Polda Riau bekerja sama dengan Polda Kepri untuk mengejar Jumaniah. Dua unit truk yang berisi barang bukti akan dibawa ke Polda Riau untuk penyelidikan lebih lanjut.

  • Jadi Korban Bullying Teman Sekelas, Bocah 8 Tahun di Tarakan Tewas

    Jadi Korban Bullying Teman Sekelas, Bocah 8 Tahun di Tarakan Tewas

    Tarakan, Beritasatu.com – Seorang bocah laki-laki berusia 8 tahun yang duduk di bangku sekolah dasar di Kota Tarakan, Kalimantan Utara, tewas diduga menjadi korban bullying atau perundungan oleh salah seorang teman sekelasnya.

    Hasil diagnosa, korban tewas akibat penyumbatan cairan di otak. Mata kirinya sebelumnya juga mengalami pembengkakan.

    Bocah 8 tahun yang diduga menjadi korban bullying hingga meninggal dunia tersebut berinisial MI yang masih duduk di bangku kelas dua sekolah dasar.

    Kepergian MI pun masih menyisakan duka yang mendalam bagi pihak keluarga yang tinggal di rumah sederhana di kawasan Jalan Anggrek, Kelurahan Karang Anyar, Kecamatan Tarakan Barat.

    Ibu kandung korban, Susilawati mengatakan, awalnya ia curiga dengan kondisi mata kiri anaknya yang mengalami pembengkakan dan kerap mengeluarkan air mata. Setelah didesak, MI pun akhirnya bercerita bahwa ia telah ditarik dari kursi hingga terjatuh, dan kemudian dipukul oleh teman sekelasnya berinisial FA.

    “Dipukul pakai tangan oleh teman yang namanya F. Anak saya cerita itu,” ungkap Susi kepada Beritasatu.com dengan mata berkaca-kaca saat ditemui di rumahnya di Kota Tarakan, Rabu (6/11/2024) Siang.

    Susi melanjutkan, berdasarkan cerita dari korban, alasan FA memukulnya lantaran dipicu persoalan rebutan kursi, antara korban, pelaku, dan seorang teman sekelas lainnya berinisial AL.

    “Gara-gara apa? Kursi, tetapi bukan anak saya ganti, temannya lho pak, yang namanya AL itu gantikan kursi anak saya itu, habis itu kok malah jadi begini,” sambungnya.

    Setelah mengetahui peristiwa yang dialami oleh anaknya, Susi pun lantas menceritakan persoalan ini ke suaminya, yang kemudian langsung mendatangi pihak sekolah guna meminta pertanggungjawaban.

    Namun, upaya mediasi yang telah dilakukan di sekolah, ternyata tak membuahkan hasil yang diharapkan. Bahkan, akibat peristiwa itu, kondisi kesehatan korban pun perlahan makin memburuk.

    Pihak keluarga sempat membawa korban ke rumah sakit untuk menjalani perawatan medis. Dan berdasarkan hasil CT Scan, tim medis pun mendiagnosa bahwa telah terjadi penyumbatan cairan pada otak korban lantaran disebabkan oleh cairan nanah yang sudah naik ke otak akibat pada pembengkakan pada mata kiri korban.

    Selama tiga bulan terakhir menjalani perawatan medis, korban juga sempat mengalami koma selama 10 hari sebelum akhirnya meninggal dunia.

    Sementara itu, meski masih diselimuti duka yang mendalam, pihak keluaga korban pun memutuskan untuk enggan melaporkan kejadian ini ke pihak kepolisian, dan berharap agar kejadian serupa tak terulang dan dialami oleh pelajar lain di sekolah itu.

     

  • https://www.beritasatu.com/nusantara/2853128/ibu-siswa-korban-perundungan-di-ponpes-darul-quran-kampar-diperiksa-polisi-soal-ite

    https://www.beritasatu.com/nusantara/2853128/ibu-siswa-korban-perundungan-di-ponpes-darul-quran-kampar-diperiksa-polisi-soal-ite

  • Status Gunung Marapi Siaga Level 3, Warga Diminta Menjauh dari Kawasan Rawan

    Gunung Marapi Erupsi, Abu Vulkanik hingga Bukittinggi dan Agam

    Padang, Beritasatu.com – Gunung Marapi kembali menunjukkan aktivitas vulkaniknya dengan mengeluarkan abu erupsi yang menyebar hingga Bukittinggi dan Kabupaten Agam. Erupsi ini mulai terjadi sejak Selasa (5/11/2024), dan terus berlanjut hingga hari ini, Rabu (6/11/2024).

    Pihak yang berwenang telah mengimbau warga agar berhati-hati, terutama di area yang terpapar abu vulkanik. Penduduk disarankan untuk menggunakan masker dan menghindari kegiatan di luar ruangan.

    Dari pantauan, abu vulkanik melekat di kendaraan dan pakaian masyarakat yang berada di luar rumahnya. Sehingga memaksa masyarakat untuk menggunakan masker saat berada di luar rumah.

    Kasubid Kedaruratan BPBD Padang Panjang, Irelisofa mengatakan bahwa abu memang sudah turun Rabu (6/11/2024) sejak pukul 06.00 WIB hingga pukul 09.00 WIB.

    “Abunya tidak hanya menempal di kendaraan dan juga menempel di pakaian saat berada di luar rumah,” katanya.

    Ia mengatakan, abu vulkanik tersebut juga mengganggu pandangan saat dirinya mengendarai sepeda motornya.

    “Saat berkendara mata jadi pedih. Jadi harus menggunakan kacamata atau helmnya harus ditutup dan tentunya menggunakan masker,” katanya.

    Tidak hanya di Kota Padang Panjang, Bukittinggi, menurut Irelisofa, abu vulkanik itu juga sudah sampai di Kabupaten Agam yang daerahnya bersebelahan.

    “Abu vulkanik juga sampai ke daerah Baso yang merupakan daerah Kabupaten Agam,” katanya.

    Menurutnya, saat ini Marapi tidak bisa dilihat dengan mata telanjang karena kabut yang cukup tebal menyelimuti gunung tersebut.

    Sementara, PVMBG dalam keterangan resminya menuliskan bahwa abu vulkanik Marapi sudah mencapai ketinggian 15.000 kaki dan bergerak ke arah timur.

    “Kolom abu vulkanik Gunung Marapi bergerak hingga ketinggian 15.000 kaki dan bergerak dengan kecepatan 05 knot dan diperkirakan intensitasnya tidak berubah,” tulis PVMBG melalui Whatsapp.

  • 12 Siswa SD di Lampung Keracunan, Hasil Uji Laboratorium Jajanan Sekolah Tercemar Bakteri Basilus

    12 Siswa SD di Lampung Keracunan, Hasil Uji Laboratorium Jajanan Sekolah Tercemar Bakteri Basilus

    Bandar Lampung, Beritasatu.com – Penyidik Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Bandar Lampung telah melakukan uji laboratorium terhadap jajanan yang diduga menyebabkan 12 siswa SD Negeri 1 Durian Payung, Bandar Lampung keracunan. Berdasarkan uji laboratorium yang dilakukan, terdapat bakteri basilus yang mencemari produk makanan tersebut.

    Penyelidikan yang dilakukan penyidik Satreskrim Polresta Bandar Lampung terhadap peristiwa 12 siswa SD Negeri 1 Durian Payung, Bandar Lampung keracunan jajanan berakhir. Hal itu setelah penyidik mendapatkan hasil uji laboratorium terhadap produk jajanan yang diduga penyebab 12 siswa mengalami keracunan.

    Berdasarkan uji laboratoriun, terdapat bakteri basilus yang mencemari produk makanan yang membuat 12 siswa SD Negeri 1 Durian Payung mengalami keracunan.

    Bakteri tersebut menyebabkan penurunan leukosit dan kenaikan trombosit. Hal tersebut menyebabkan para korban mengalami mual dan pusing seusai mengonsumsi produk jajanan kemasan tersebut.

    Berdasarkan uji laboratorium, polisi menyatakan tidak ada unsur pidana dalam peristiwa yang menimpa 12 siswa SD Negeri 1 Durian Payung, Bandar Lampung. Dengan demikian, Polresta Bandar Lampung memutuskan untuk menghentikan proses penyelidikan.

    Kasatreskrim Polresta Bandar Lampung Kompol M Hendrik Apriliyanto mengungkapkan, keberadaan bakteri tersebut bukan berasal dari produksi makanan, tetapi dari lingkungan penyimpanan makanan. Dari hasil uji laboratorium tidak ada zat kimia berbahaya yang terkandung dalam jajanan tersebut.

    “Dari hasil penyelidikan, kantin sekolah tidak higienis. Sehingga makanan yang dijual tercemar bakteri basilus dan menyebabkan siswa yang mengonsumsinya mengalami sakit,” kata Hendrik.

    Hendrik menjelaskan, sampel yang mereka periksa berasal dari makanan yang telah terbuka dan dikonsumsi oleh para korban keracunan. Kemudian pihaknya juga mengambil sampel darah dari korban yang mengalami sakit.

    “Dari hasil pemeriksaan itu, laboratorium tidak menemukan bahan berbahaya baik di darah korban atau pun makanan. Terlebih jajanan tersebut juga telah memiliki izin edar dari BPOM,” jelas Hendrik.

    Hendrik mengungkapkan, dari hasil pemeriksaan laboratorium pihaknya menyimpulkan, keracunan yang dialami para korban bukan pada produksi karena produk jajanan tersebut telah memenuhi standar dan memiliki izin edar.

    Hendrik menambahkan, pihaknya juga meneliti dugaan pelanggaran terkait produksi dan perdagangan pangan yang tidak memenuhi standar, yaitu sesuai Pasal 140 UU No 6 Tahun 2023.

    Peristiwa keracunan yang dialami belasan siswa SD Negeri 1 Durian Payung, Bandar Lampung ini terjadi saat para siswa istirahat pada Selasa (22/10/2024) sekitar pukul 09.00 WIB.

    Belasan siswa yang mengalami keracunan terdiri dari siswa kelas lima dan kelas enam yang sedang jam istirahat. Mereka merasakan mual, sakit perut, dan muntah setelah mengkonsumsi jajanan kemasan mirip sosis yang mereka beli di kantin sekolah.

  • Ayah Ronald Tannur Diperiksa Kejaksaan Selama 7 Jam

    Ayah Ronald Tannur Diperiksa Kejaksaan Selama 7 Jam

    Surabaya, Beritasatu.com – Edward Tannur, ayah Gregorius Ronald Tannur, terpidana kasus penganiayaan hingga tewas Dini Sera Afranti, diperiksa selama 7 jam oleh tim penyidik Kejaksaan Agung di Kejati Jatim, Selasa (6/11/2024).

    Kuasa hukum Edward Tannur, Filmon MW Lay mengatakan, kliennya menjalani pemeriksaan selama 7 jam oleh penyidik Kejaksaan Agung. Ia menyebut, dalam pemeriksaan itu, kliennya dianggap cukup kooperatif menjawab setiap pertanyaan dari penyidik. Iaa kemudian dapat bebas pulang karena masih berstatus sebagai saksi.

    “Sebagai saksi, dan kita tetap kooperatif. Pertama kita mengedepankan asas hukum, asumsi-asumsi hukum daripada asumsi yang lain. Saya cuma bisa menyampaikan bahwa Pak Tannur saat ini bisa pulang,” ujarnya.

    Dikonfirmasi soal materi pertanyaannya, Filmon enggan menjelaskannya dengan alasan hal tersebut merupakan bagian dari kewenangan penyidik.

    “Beliau tadi diperiksa sebagai saksi ya, kalau untuk materi pemeriksaan bukan ranahnya kami, itu ranah penyidikan, kami cuma membela hak-hak hukum dari klien kami saja. Totalnya 7 jam mas, total 7 jam pemeriksaan. Kalau masalah pertanyaan dan materi pertanyaan lebih bijaksana teman-teman media tanyakan langsung kepada penyidik,” tegasnya.

    Sebelumnya, Kejaksaan Agung menetapkan ibu Gregorius Ronald Tannur, Meirizka Widjaja sebagai tersangka dalam kasus suap pengurusan perkara pembunuhan yang menjerat anaknya tersebut.

    Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus Kejagung Abdul Qohar mengatakan, penetapan tersangka dilakukan penyidik seusai memeriksa yang bersangkutan pada Senin (4/11/2024). Selanjutnya, Meirizka juga langsung ditahan.