Category: Beritasatu.com Regional

  • Padang, Pekanbaru, Kendari, dan Jayapura Akan Diguyur Hujan pada Jumat 8 November 2024

    Padang, Pekanbaru, Kendari, dan Jayapura Akan Diguyur Hujan pada Jumat 8 November 2024

    Jakarta, Beritasatu.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan hujan dengan berbagai intensitas akan melanda beberapa kota besar, seperti Padang, Pekanbaru, Jayapura, dan Kendari pada Jumat (8/11/2024).

    Prakirawan cuaca dari BMKG Pramudhian menyampaikan secara umum wilayah Pulau Sumatera, termasuk Kota Banda Aceh dan Padang, diperkirakan mengalami hujan dengan intensitas ringan, sementara Kota Medan dan Pekanbaru diperkirakan akan mengalami hujan dengan intensitas sedang. 

    Hujan ringan juga diprediksi akan turun di Kota Bengkulu, Pangkal Pinang, dan Bandar Lampung .

    “Khusus untuk Kota Tanjung Pinang, perlu diwaspadai kemungkinan hujan disertai petir,” ungkap Pramudhian dilansir Antara.

    Ia menambahkan kemungkinan hujan petir juga perlu diwaspadai di Kota Jambi dan Palembang.

    Di Pulau Jawa, cuaca di Jakarta, Semarang, dan Surabaya diperkirakan berawan hingga berawan tebal. Sementara itu Kota Serang, Bandung, dan Yogyakarta diperkirakan akan mengalami hujan dengan intensitas ringan.

    Sementara itu, di Bali dan Nusa Tenggara, Kota Denpasar, Mataram, dan Kupang umumnya diperkirakan akan mengalami hujan ringan. Untuk wilayah Kalimantan, Pramudhian memperkirakan hujan ringan akan terjadi di Kota Samarinda dan Banjarmasin.

    Hujan lebat diperkirakan akan melanda Tanjung Selor, dan perlu diwaspadai juga potensi hujan disertai petir di Kota Pontianak dan Palangka Raya.

    Di Pulau Sulawesi, secara umum hujan ringan diperkirakan akan terjadi di Kota Gorontalo, Manado, dan Palu. Sedangkan Kota Mamuju, Makassar, dan Kendari diprediksi akan mengalami hujan dengan intensitas sedang.

    Untuk wilayah Maluku dan Papua, pada umumnya hujan ringan akan terjadi di Kota Ternate, Sorong, Ambon, Nabire, Manokwari, Jayawijaya, dan Merauke.

    “Untuk Kota Jayapura diperkirakan akan mengalami hujan dengan intensitas sedang,” pungkasnya.

  • 5 Top News: Guru Honorer Supriyani Batalkan Surat Perdamaian dengan Orang Tua Murid hingga IHSG Perdagangan Kamis 7 November 2024 Anjlok

    5 Top News: Guru Honorer Supriyani Batalkan Surat Perdamaian dengan Orang Tua Murid hingga IHSG Perdagangan Kamis 7 November 2024 Anjlok

    Jakarta Beritasatu.com – Sepanjang Kamis (7/11/2024), berita-berita yang menarik perhatian pembaca Beritasatu.com adalah guru honorer Supriyani membatalkan surat perdamaian dengan orang tua murid di Konawe Selatan, siswa SDN 024 Tarakan meninggal, dan Polda Metro menyita senjata api dan uang Rp 73 Miliar pada kasus judi online yang melibatkan oknum Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemenkomdigi). 

    Selain itu, Komisi Pemilihan Umum (KPU) gandeng Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) dan Polri untuk memastikan server Sistem Informasi Rekapitulasi Pemilu(Sirekap) tidak down saat Pilkada 2024, serta indeks harga saham gabungan (IHSG) Kamis 7 November 2024 anjlok.

    Berikut ini top 5 news Beritasatu.com:

    1. Guru Honorer Supriyani Batalkan Surat Perdamaian dengan Orang Tua Murid di Konawe Selatan

    Guru honorer Supriyani mencabut surat pernyataan damai pada perkara dugaan penganiayaan murid berinisial MCD (6) di SDN 4 Baito Kabupaten Konawe Selatan.

    Pencabutan itu tidak lama setelah surat perjanjian damai Supriyani dengan ibunda korban di rumah jabatan bupati Konawe Selatan pada Selasa, (5/11/2024).

    2. Siswa SDN 024 Tarakan Meninggal, Pihak Sekolah Bantah Ada Aksi Bullying.

    Pihak SDN 024 Tarakan, Kalimantan Utara (Kaltara) akhirnya buka suara terkait siswanya yang meninggal dunia diduga menjadi korban bullying atau perundungan. Pihak sekolah membantah, insiden ini disebabkan oleh tindakan bullying di lingkungan sekolah.

    Kepala Sekolah SD Negeri 024 Tarakan, Siti menyampaikan, kejadian yang menimpa siswa kelas 2 berinisial MI itu berlangsung di dalam ruang kelas saat jam pelajaran berlangsung. Pada saat kejadian, wali kelas sedang menulis di papan tulis, sehingga tidak menyadari adanya insiden tersebut terjadi.

    3. Kasus Judi Online Libatkan Oknum Kemenkomdigi, Polda Metro Sita Senjata Api dan Uang Rp 73 Miliar

    Polda Metro Jaya menyita dua unit senjata api (senpi) hingga uang tunai senilai Rp 73,723 miliar terkait kasus judi online (judol) yang melibatkan pegawai Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemenkomdigi).

    “Penyidik telah menyita berbagai jenis barang bukti, antara lain 34 unit hand phone, 23 laptop, 20 lukisan, 16 unit mobil, 16 unit monitor,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Ade Ary Syam Indradi kepada wartawan Kamis (7/11/2024).

    4. KPU Gandeng BSSN dan Polri Pastikan Server Sirekap Tidak Down Saat Pilkada 2024

    KPU mengupayakan agar Sistem Informasi Rekapitulasi Pemilu (Sirekap) tidak mengalami kendala atau down pada proses rekapitulasi suara Pilkada 2024. Langkah ini dilakukan dengan menggandeng Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) dan Polri.

    Anggota KPU Betty Epsilon Idroos mengatakan, sejumlah perbaikan dan penyempurnaan sistem Sirekap mobile telah dilakukan, termasuk memastikan agar server tidak down saat diakses banyak orang dalam waktu bersamaan.

    5. IHSG Perdagangan Kamis 7 November 2024 Anjlok Lebih Dari 1 Persen

    IHSG pada perdagangan bursa, Kamis (7/11/2024) anjlok lebih dari 1%. IHSG dibuka pada level 7.383 dan bergerak di rentang 7.283-7.386. Pada perdagangan sebelumnya, IHSG juga ditutup melemah setelah Donald Trump menang di Pilpres AS 2024.

    Data bursa yang diolah Beritasatu.com hingga pukul 09.42 WIB, IHSG berkurang 94,9 poin atau 1,29% menjadi 7.288. Sebanyak 137 saham naik, 324 saham turun, dan 174 saham stagnan.

  • Masuk Musim Penghujan, Waspadai Cuaca Ekstrem dan Bencana Hidrometeorologi

    Masuk Musim Penghujan, Waspadai Cuaca Ekstrem dan Bencana Hidrometeorologi

    Jakarta, Beritasatu.com – Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati menghimbau masyarakat dan kepala daerah untuk waspada dan bersiap menghadapi cuaca ekstrem serta potensi bencana hidrometeorologi. Pasalnya saat ini sebagian besar wilayah Indonesia sudah memasuki musim penghujan.

    Dwikorita menyampaikan, fenomena La Nina diperkirakan akan meningkatkan curah hujan hingga 20% sampai awal 2025, yang dapat menambah potensi bencana hidrometeorologi.

    Dwikorita menekankan pentingnya peningkatan fungsi infrastruktur sumber daya air di wilayah perkotaan atau area rawan banjir, seperti kapasitas sistem drainase,  penampungan air, dan resapan, guna mencegah banjir.

    “Waduk, kolam retensi, embung, dan penyimpanan air lainnya harus dipastikan berfungsi optimal untuk menangani curah hujan tinggi di musim hujan dan penggunanya saat musim kemarau,” kata Dwikorita Karnawati dalam keterangan resminya, dikutip Jumat (8/11/2024).

    Deputi Meteorologi BMKG, Guswanto menambahkan, sebagian wilayah Indonesia, terutama Sumatera, Jawa bagian tengah hingga barat, dan sebagian Kalimantan telah memasuki musim hujan. Meskipun baru memasuki musim hujan, beberapa bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor sudah terjadi, misalnya di Bogor dan Sukabumi, Jawa Barat.

    “Karena itu, kami mengingatkan masyarakat dan pihak terkait agar tetap waspada dan tidak lengah,” katanya.

    Berdasarkan analisis mingguan BMKG, ada potensi cuaca ekstrem berupa hujan sedang hingga lebat disertai petir atau angin kencang pada 7-12 November 2024. Peningkatan intensitas hujan ini dipengaruhi oleh berbagai faktor dinamika atmosfer yang berdampak pada banyak wilayah.

  • Warga Mamuju Tengah Buru Buaya yang Tewaskan Lansia

    Warga Mamuju Tengah Buru Buaya yang Tewaskan Lansia

    Mamuju Tengah, Beritasatu.com – Warga Desa Budong Budong, Kecamatan Topoyo, Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng), Sulawesi Barat (Sulbar) menangkap tiga ekor buaya setelah seorang pria lansia tewas diterkam buaya saat mandi di sungai.

    Ketiga buaya yang ditangkap warga berukuran sekitar 3 meter dan ditemukan di muara pantai Desa Budong-budong, Kecamatan Topoyo. Buaya-buaya tersebut saat ini ditempatkan warga di lokasi aman.

    Setelah buaya-buaya ini dievakuasi ke daratan, warga setempat berbondong-bondong melihat predator tersebut. Meski telah menangkap tiga ekor buaya, warga menduga buaya yang menyerang pria lansia bernama Hamid (60) belum tertangkap karena diduga berukuran lebih besar.

    Penangkapan buaya ini dilakukan untuk mencegah kejadian serupa terulang, terutama bagi para nelayan yang sering beraktivitas di muara Sungai Budong Budong. Warga khawatir karena buaya besar lainnya sering terlihat di muara sungai. Buaya yang sudah tertangkap ini akan diserahkan kepada BPBD Mateng untuk dibawa ke penangkaran.

    Rusmin, salah satu warga, mengatakan penangkapan dilakukan menyusul beberapa serangan dari buaya terhadap manusia.

    “Kami menangkap buaya ini setelah ada warga yang meninggal akibat serangan buaya,” ujar Rusmin, Kamis (7/11/2024).

    Meskipun sudah menangkap tiga ekor buaya, Rusmin mengatakan warga masih akan berburu buaya yang diduga telah menyerang Hamid beberapa hari lalu.

    “Masih ada buaya berukuran besar di bawah sungai. Kita akan terus kejar, karena buaya berukuran besar itulah yang diduga sudah menerkam warga,” kata Rusmin.

  • Musim Hujan, Masyarakat Diminta Waspadai Abu Vulkanik dan Bahaya Lahar Gunung Merapi

    Musim Hujan, Masyarakat Diminta Waspadai Abu Vulkanik dan Bahaya Lahar Gunung Merapi

    Yogyakarta, Beritasatu.com — Aktivitas vulkanik Gunung Merapi yang terletak di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah masih cukup tinggi. Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Agus Budi Santoso mengatakan erupsi Gunung Merapi sudah berlangsung selama empat tahun.

    “Jumlah kejadian guguran hari ini mencapai 70 kali per hari kalau rata-rata per hari mencapai 150-an per hari, jadi intensitas erupsinya cukup tinggi,” ujar Agus Budi Santoso di lokasi, Kamis (7/11/2024).

    Terkait aktivitas sejumlah gunung berapi di Indonesia yang mengalami peningkatan, Agus mengatakan hal tersebut tidak berpengaruh terhadap aktivitas Gunung Merapi.

    “Kalau aktivitas gunung api itu sepertinya independen karena masing-masing gunung memiliki sistem tersendiri, sehingga sampai dengan saat ini yang kita amati seperti Gunung Lewotobi dan yang lain tidak berpengaruh terhadap aktivitas Gunung Merapi,” lanjutnya.

    BPPTKG mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aktivitas di daerah potensi bahaya, terutama di sektor selatan-barat daya, mencakup Sungai Boyong hingga 5 km dan Sungai Bedog, Krasak, serta Bebeng sejauh 7 km.

    Pada sektor tenggara, ancaman meliputi Sungai Woro hingga 3 km dan Sungai Gendol hingga 5 km dari puncak.

    Masyarakat juga diingatkan untuk waspada terhadap potensi abu vulkanik dan bahaya lahar, terutama saat turun hujan di sekitar Gunung Merapi. BPPTKG akan terus memantau kondisi, dan status aktivitas dapat ditinjau kembali jika terjadi perubahan signifikan.

  • Guru Honorer Supriyani Batalkan Surat Perdamaian dengan Orang Tua Murid di Konawe Selatan

    Guru Honorer Supriyani Batalkan Surat Perdamaian dengan Orang Tua Murid di Konawe Selatan

    Kendari, Beritasatu.com – Guru honorer Supriyani mencabut surat pernyataan damai pada perkara dugaan penganiayaan murid berinisial MCD (6) di SDN 4 Baito Kabupaten Konawe Selatan.

    Pencabutan itu tidak lama setelah surat perjanjian damai Supriyani dengan ibunda korban di Rumah Jabatan Bupati Konawe Selatan pada Selasa, (5/11/2024).

    Pernyataan damai yang berlangsung mendadak itu, melalui mediasi Bupati Konsel Surunuddin Dangga ditengah perkara yang sedang berjalan di Pengadilan Negeri Andolo. Kuasa Hukum Supriyani, Andri Darmawan mengaku tidak tahu terkait kesepakatan tersebut.

    “Tidak ada koordinasi sama sekali, bahkan klien saya tidak tahu sama sekali, tiba-tiba dia dipertemukan pihak korban dan diarahkan menandatangani surat kesepakatan damai,” ujar Andri saat ditemui awak media, Kamis (7/11/2024).

    Diketahui, Supriyani bertemu Bupati Konsel didampingi ketua LBH Himpunan Advokat Muda Indonesia (HAMI) Konsel, Samsuddin. Andri menjelaskan, dari koordinasi Samsuddin saat itu, Bupati mengundang Supriyani hanya untuk bercerita perihal perkara yang tengah dijalaninya.

    Sementara, Samsuddin yang mendampingi Supriyani, dalam pertemuan itu dicopot dari posisi ketua LBH-HAMI Konsel di hari yang sama saat pernyataan damai tersebut beredar. Pencopotan itu kata, Andri buntut tindakan di luar koordinasinya kepada LBH dan turut serta mempertemukan Supriyani dengan orang tua korban.

    Andri Darmawan menegaskan, kasus guru honorer Supriyani akan tetap berlanjut dan tidak akan berdamai selain melalui proses peradilan.

    Bahwa, dalam surat perdamaian itu terdapat poin yang menyatakan untuk tidak mengungkit atau tidak mempersoalkan lagi proses hukum.

    “Sementara, kita lagi dalam proses hukum sehingga tadi Ibu Supriyani mencabut surat perdamaian dan saat penandatangan itu dia tidak paham terkait surat kesepakatan itu,” katanya.

    Kepala Dinas Kominfo Konawe Selatan Anas Mas’ud mengatakan, pernyataan damai itu merupakan inisiatif pemerintah daerah untuk meredam permasalahan yang tengah terjadi di masyarakat Konawe Selatan.

    Terkait salah satu poin dalam surat kesepakatan damai yang mengatakan untuk tidak mengungkit kembali proses hukum yang tengah berjalan di Pengadilan Negeri Andolo.

    “Saya tidak bisa berkomentar terkait isi materi, saya hanya menyampaikan niat baik pak bupati untuk mendamaikan para pihak,” tandasnya.

  • Siswa SDN 024 Tarakan Meninggal, Pihak Sekolah Bantah Ada Aksi Bullying

    Siswa SDN 024 Tarakan Meninggal, Pihak Sekolah Bantah Ada Aksi Bullying

    Tarakan, Beritasatu.com – Pihak SDN 024 Tarakan akhirnya buka suara terkait siswanya yang meninggal diduga menjadi korban bullying atau perundungan. Pihak sekolah membantah bahwa insiden ini disebabkan oleh tindakan bullying di lingkungan sekolah.

    Kepala Sekolah SD Negeri 024 Tarakan, Siti menyampaikan, kejadian yang menimpa siswa kelas 2 berinisial MI itu berlangsung di dalam ruang kelas saat jam pelajaran berlangsung. Pada saat kejadian, wali kelas sedang menulis di papan tulis, sehingga tidak menyadari insiden tersebut terjadi.

    “Kejadiannya itu memang di kelas. Pada saat itu Ibu Masitah (wali kelas) posisinya di kelas sedang mengajar, menulis di papan tulis, kejadiannya itu di belakangnya,” ungkap Siti, Kamis (7/11/2024).

    Menurut Siti, peristiwa tersebut bukanlah aksi bullying oleh teman sekelas korban.

    “Jadi itu bukan bullying, karena tidak ada indikasi seperti itu,” tambahnya.

    Ia menjelaskan, insiden tersebut terjadi secara spontan. Seorang teman sekelas MI diduga memukul mata kirinya, tetapi korban tidak menangis, sehingga pelajaran tetap dilanjutkan sampai jam sekolah usai.

    Saat itu, wali kelas juga tidak melihat ada tanda-tanda bekas luka pada tubuh korban, sehingga para siswa pulang seperti biasanya setelah pelajaran selesai. Sekolah baru mengetahui kejadian ini setelah orang tua korban datang dan menyampaikan keluhan.

    Diketahui, siswa kelas 2 tersebut akhirnya meninggal dunia setelah menjalani perawatan medis selama tiga bulan terakhir.

    Pihak keluarga menduga, MI meninggal dunia akibat kekerasan yang dilakukan oleh salah seorang temannya. Kejadian yang berlangsung pada Agustus 2024 ini diduga menyebabkan korban mengalami penyumbatan cairan di otaknya, yang diperkirakan terkait dengan pembengkakan pada mata kirinya.

  • 2 Pencuri Spesialis Toko Pakaian di Riau Dibekuk, Nilai Jarahan Capai Rp 2 Miliar

    2 Pencuri Spesialis Toko Pakaian di Riau Dibekuk, Nilai Jarahan Capai Rp 2 Miliar

    Pekanbaru, Beritasatu.com – Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Riau berhasil menangkap dua pria anggota komplotan pencuri spesialis toko pakaian di Riau. 

    Kedua pelaku spesialis toko pakaian di Riau yang ditangkap adalah RF (40) dan FI (38), sementara seorang pelaku lainnya berinisial N masih dalam pengejaran polisi dan  masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

    Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Riau Kombes Asep Darmawan mengungkapkan, komplotan ini sudah melakukan aksinya sejak 2022. Total ada 27 toko pakaian yang menjadi korban dengan total kerugian diperkirakan mencapai Rp 2 miliar.

    “Di wilayah Pekanbaru ada sekitar 10 toko yang dijarah, di wilayah Kampar dan Bangkinang tiga toko, dan di Kabupaten Pelalawan ada beberapa toko dengan total kerugian mencapai Rp 2 miliar,” kata Kombes Asep, Kamis (7/11/2024).

    Tidak hanya di Riau, aksi pencurian pelaku juga merambah wilayah Payakumbuh di Provinsi Sumatera Barat. Setelah berhasil merampok isi toko, para pelaku menjual barang-barang curian tersebut di toko miliknya sendiri dengan harga di bawah pasar.

    “Toko yang dikelola pelaku berada di pasar Ginting Jalan Kubang Raya Kabupaten Kampar. Seluruh isinya merupakan barang hasil curian. Bahkan, seluruh pakaian yang mereka jual masih memiliki label toko tempat pakaian tersebut dicuri,” ungkap Asep.

    Kedua pelaku kini ditahan dan dijerat Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan, dengan ancaman hukuman penjara hingga 7 tahun.

  • Likuifaksi di Mamuju Tengah, 4 Desa Masih Terisolasi

    Likuifaksi di Mamuju Tengah, 4 Desa Masih Terisolasi

    Mamuju Tengah, Beritasatu.com – Fenomena tanah bergerak atau likuifaksi di Mamuju Tengah, Sulawesi Barat, menyebabkan empat desa masih terisolasi.

    Akses jalan utama sepanjang 50 meter tertutup lumpur, sehingga kendaraan tidak bisa melintas dan aktivitas warga untuk keluar masuk desa terganggu.

    Desa-desa yang terisolasi tersebut meliputi Desa Sejati di Kabupaten Mamuju Tengah, serta Desa Liling Utara, Liling Induk, dan Desa Liling Barat di Kabupaten Mamuju.

    BPBD Sulawesi Barat (Sulbar) akan melakukan investigasi lebih lanjut untuk memastikan penyebab pergerakan tanah yang diduga likuifaksi di Mamuju Tengah.

    Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Sulbar Inaldy Luther menyampaikan, setelah menerima laporan dari BPBD Kabupaten Mamuju Tengah, timnya segera meninjau lokasi untuk memahami lebih jelas fenomena tanah bergerak ini.

    “Lokasi di sekitar kita emang daerah gambut. Di bawahnya ada resapan-resapan air. Namun, untuk kepastian apakah kejadian ini memang seperti yang diinformasikan terkait likuifaksi atau bukan, kami belum bisa memastikan, tetapi dari ciri kejadian ini merupakan pergerakan tanah yang berpola aliran air,” kata Inaldy, Kamis (7/11/2024).

    Untuk memastikan fenomena likuifaksi di Mamuju Tengah ini, BPBD akan melibatkan tim geologi. Tim tersebut akan melakukan kajian khusus untuk menentukan apakah fenomena ini benar likuifaksi atau hanya pergerakan tanah yang mengikuti pola aliran air.

    Sambil menunggu hasil kajian, area kejadian akan disterilisasi dan warga diimbau untuk menjauhi lokasi. Fenomena ini tidak hanya memutus jalan antar desa, tetapi juga membuat satu unit eskavator tenggelam ke dalam tanah berlumpur.

  • Pelaku Pencabulan Anak Panti Asuhan di Tangerang yang Buron Ditangkap

    Pelaku Pencabulan Anak Panti Asuhan di Tangerang yang Buron Ditangkap

    Tangerang, Beritasatu.com – Polisi berhasil menangkap Yandi Supriyadi (28) tersangka yang sempat menjadi buronan pada kasus pencabulan anak di Panti Asuhan Darussalam An’nur, Kunciran, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang, Banten.

    Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Pol Zain Dwi Nugroho mengatakan, tersangka Yandi Supriyadi yang merupakan pengasuh di panti Darussalam itu ditangkap di daerah Empat Lawang, Sumatera Selatan.

    “Saat ini yang bersangkutan sedang kita bawa ke Jakarta untuk mempertanggungjawabkan terhadap perbuatan yang dilakukannya,” ujar Kombes Zain, Kamis (7/11/2024).

    Yandi Supriyadi sempat berpindah-pindah tempat sehingga polisi sedikit mengalami kendala. Zain mengatakan keberadaan Yandi terdeteksi sembunyi di sebuah perkebunan.

    “Selama pelariannya bersembunyi di perkebunan dan kita deteksi. Akhirnya pada saat dia turun ke kota untuk beli kebutuhan sehari-hari (di pasar) kita amankan yang bersangkutan,” ucapnya.

    “Yang jelas dari deteksi kita yang bersangkutan sempat mampir ke Padang, dan terakhir adalah di Empat Lawang, Sumatera Selatan,” imbuhnya.

    Zain menyebut sebelum ditangkap Yandi Supriyadi sempat menghubungi salah satu keluarga korban. Namun dalam percakapan pihak keluarga korban, meminta Yandi menyerahkan diri.

    “Dari pemantulan atau pemantauan kita juga beberapa kali yang bersangkutan sempat WhatsApp ke orang tua salah satu korban, dan disarankan untuk menyerahkan diri, tetapi yang bersangkutan tidak mau, jadi seperti itu,” tandasnya.