Category: Beritasatu.com Regional

  • Cuaca Hari Ini, Sebagian Kota Besar Indonesia Hujan

    Cuaca Hari Ini, Sebagian Kota Besar Indonesia Hujan

    Jakarta, Beritasatu.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca hari ini Minggu (17/10/2024) di sebagian besar kota di Indonesia berpotensi hujan dengan intensitas ringan.

    “Potensi hujan dengan intensitas ringan terjadi di Medan dan Padang,” kata prakirawan BMKG Bagas Briliano di Jakarta dilansir Antara.

    Cuaca hari ini berpotensi hujan disertai petir di wilayah Pekanbaru dan juga Tanjung Pinang.

    Sementara hujan petir berpotensi terjadi di wilayah Jambi, Bengkulu, Palembang, dan juga Lampung.

    “Untuk Pulau Jawa, potensi hujan dengan intensitas ringan terjadi di wilayah Serang, Jakarta, Semarang, Yogyakarta, dan juga Surabaya,” kata dia.

    Masyarakat diminta mewaspadai potensi hujan petir di wilayah Bandung.

    Sementara itu, cuaca hari ini di Kupang hujan ringan. Sedangkan hujan dengan intensitas sedang diprediksi terjadi di wilayah Denpasar.

    Hujan petir diprakirakan terjadi di wilayah Mataram.

    “Beralih ke Pulau Kalimantan, potensi hujan dengan intensitas ringan terjadi di wilayah Palangka Raya,” kata dia.

    Cuaca hari ini berupa hujan dengan intensitas sedang diprakirakan terjadi di wilayah Pontianak. Hujan petir diprediksi di wilayah Banjarmasin, Samarinda, dan juga Tanjung Selor. “Selanjutnya untuk Pulau Sulawesi, potensi hujan ringan terjadi di wilayah Kendari, Palu, dan juga Gorontalo,” katanya.

    Hujan dengan intensitas sedang diprakirakan terjadi di wilayah Makassar. “Masyarakat diminta waspada potensi cuaca hari ini berupa ahujan petir di wilayah Manado dan Mamuju,” kata dia.

    “Untuk wilayah Indonesia bagian timur, Manokwari dan Jayapura secara umum cuaca hari ini berawan hingga berawan tebal,” katanya.

    Sedangkan cuaca hujan ringan berpotensi terjadi di wilayah Ambon, Ternate, Sorong, Jayawijaya, dan juga Merauke. Kemudian hujan dengan intensitas sedang diprediksi terjadi di wilayah Nabire.

  • Seorang Pemuda Ditangkap Polisi Saat Siaran Langsung Promosi Situs Judi Online

    Seorang Pemuda Ditangkap Polisi Saat Siaran Langsung Promosi Situs Judi Online

    Lampung Selatan, Beritasatu.com – Seorang pemuda di Lampung Selatan, Lampung, diringkus polisi saat siaran langsung mempromosikan situs judi online. Pelaku mengaku mendapat upah Rp 1 juta setiap minggunya untuk mempromosikan situs judi online melalui akun media sosial.

    Pemuda bernama Wisnu Safrizal tersebut digerebek saat melakukan siaran langsung mempromosikan situs judi online jenis slot di rumahnya di Desa Muara Piluk, Kecamatan Bakauheni, Lampung Selatan, pada Kamis (14/11/2024) malam.

    Pemuda berusia 22 tahun tersebut mempromosikan judi online jenis slot melalui akun media sosial (medsos) Facebook miliknya.

    Saat penggerebekan, polisi menemukan adanya postingan di akun Facebook milik pelaku yang melakukan postingan bermuatan promosi situs perjudian online.

    Untuk kepentingan penyidikan lebih lanjut, pelaku berikut barang bukti dibawa ke Polres Lampung Selatan.

    Pelaku mengaku telah mempromosikan judi online sejak 5 pekan terakhir. Ia diharuskan melakukan siaran langsung bermain judi online selama 2 jam setiap hari dan mendapatkan imbalan sebesar Rp 1 juta per minggunya dari pemilik situs judi online.

    Selain Wisnu, Polres Lampung Selatan juga menangkap tiga orang pelaku judi online dan satu pelaku judi konvensional. Dari penangkapan penangkapan pelaku, polisi menyita barang bukti berupa seperangkat komputer dan lima buah hand phone.

    Kapolres Lampung Selatan AKBP Yusriandi Yusrin mengatakan pelaku promosi judi online yang ditangkap setelah pihaknya melakukan patroli siber.

    “Saat patroli siber, petugas menemukan adanya postingan Facebook dengan akun PawangSlot yang melakukan postingan bermuatan promosi tentang perjudian online dengan website Pisang69,” kata Yusriandi saat konferensi pers di Mapolres Lampung Selatan, Sabtu (16/11/2024).

    Yusriandi menjelaskan, selama mempromosikan situs judi online pelaku telah mendapatkan keuntungan sebanyak Rp 5 juta.

    “Pelaku meraup keuntungan mencapai Rp 5 juta selama mempromosikan situs judi online,” ujar Yusriandi.

    Yusriandi Yusrin menegaskan pihaknya akan menindak pelaku judi online. Ia pun mengimbau kepada masyarakat untuk menjauhi judi online.

    “Kami juga mengimbau kepada seluruh masyarakat Lampung Selatan agar tidak coba-coba melakukan tindak pidana perjudian. Kami tegas akan melakukan penindakan hukum kepada para pelaku,” ungkap Yusriandi.

    Akibat perbuatannya, para pelaku terancam dijerat dengan Pasal 45 ayat (3) juncto Pasal 27 ayat (2) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2024 tentang tentang Informasi dan Transaksi Elektronik atau Pasal 303 ayat (1) ke 1a dan 1b KUHP tentang Perjudian.

    Pelaku saat ini ditahan di Polres Lampung Selatan dan terancam hukuman pidana penjara selama 10 tahun.

  • Lezatnya Mangut Pari Pasir, Kuliner Tradisional Khas Bangka

    Lezatnya Mangut Pari Pasir, Kuliner Tradisional Khas Bangka

    Pangkalpinang, Beritasatu.com – Di tengah pesona alam yang memukau, Bangka Belitung juga menyimpan kekayaan kuliner yang layak untuk dijelajahi. Salah satu hidangan khas yang wajib dicicipi adalah mangut pari, makanan legendaris dengan cita rasa kaya rempah yang diolah secara tradisional menggunakan kayu bakar. 

    Proses memasak ini tidak hanya membuat hidangan menjadi lezat, tetapi juga memberikan aroma harum yang menggugah selera.

    Seorang penikmat kuliner, April mengungkapkan pengalamannya saat mencicipi hidangan ini.

    “Aku mampir hari ini ke Lempah Habang Bumbu Tumbuk untuk cobain mangut parinya. Rempah-rempahnya berasa banget, pedasnya dapet, asamnya juga pas. Pokoknya, ini rekomendasi banget kalau kalian ke sini. Oh ya, di sini juga ada tambahan ubi dalam hidangannya,” ujarnya, Sabtu (16/11/2024).

    Mangut pari terbuat dari ikan pari segar yang dimasak dengan rempah-rempah pilihan, menciptakan cita rasa khas yang kaya dan memikat. Tak heran, hidangan ini menjadi favorit di kalangan pecinta kuliner, baik penduduk lokal maupun wisatawan yang berkunjung ke Bangka.

    Proses Pembuatan yang Unik

    Pembuatan mangut pari melibatkan bahan-bahan segar yang mudah ditemukan di sekitar pulau. Untuk membuatnya, diperlukan rempah-rempah seperti lengkuas, kunyit, bawang merah, bawang putih, cabai rawit, daun salam, garam, penyedap rasa, dan terasi. Semua bahan dihaluskan secara manual dengan ditumbuk, bukan menggunakan blender, untuk menjaga rasa rempah yang autentik.

    Setelah bumbu ditumbuk, bahan ditumis hingga harum. Selanjutnya, ikan pari dimasukkan bersama sedikit air. Untuk menambah cita rasa, ubi turut dimasukkan ke dalam masakan. Proses ini dilanjutkan dengan memasak hingga mendidih, dan mangut pari siap disajikan.

    Kelezatan dan Manfaat Kesehatan

    Mangut pari dikenal dengan rasa asam pedasnya yang khas. Selain memanjakan lidah, hidangan ini juga bermanfaat untuk kesehatan, karena ikan pari kaya akan protein dan omega 3 yang baik untuk tubuh.

    Adi Rizki, seorang peracik kuliner, menjelaskan keunikan mangut pari di warung Lempah Habang Bumbu Tumbuk.

    “Yang membuat beda adalah penggunaan bumbu tumbuk, bukan blender. Jadi, rasa bawang dan kunyitnya lebih terasa. Ditambah lagi, kami memasaknya menggunakan kayu bakar, sehingga aroma lempah mangutnya sangat khas,” ungkapnya.

    Simbol Kearifan Lokal

    Mangut pari tidak hanya sekadar makanan lezat, tetapi juga merepresentasikan nilai budaya dan kearifan lokal masyarakat Bangka. Hidangan ini mencerminkan keberagaman dan kekayaan kuliner khas yang dimiliki pulau ini.

    Bagi Anda yang berkunjung ke Bangka, terutama di Kota Pangkalpinang, jangan lewatkan kesempatan untuk mencicipi mangut pari di Warung Lempah Habang Bumbu Tumbuk.

    Dengan harga Rp 40.000 per porsi, Anda sudah mendapatkan hidangan ini lengkap dengan nasi, sambal, dan lalapan yang dapat dinikmati sepuasnya.

  • Progres Pembangunan Capai 85 Persen, Tol Padang-Sicincin Ditargetkan Rampung Desember 2024

    Progres Pembangunan Capai 85 Persen, Tol Padang-Sicincin Ditargetkan Rampung Desember 2024

    Padang, Beritasatu.com – Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Audy Joinaldy mengungkapkan, pembangunan Jalan Tol Padang-Sicincin ditargetkan selesai pada akhir tahun ini dan diharapkan dapat diresmikan pada pertengahan Desember 2024.

    “Saat ini progres pembangunan fisik telah mencapai sekitar 85%. Kami menargetkan selesai pada akhir tahun dan berharap tol ini bisa diresmikan oleh Presiden Prabowo Subianto,” ujar Audy dikutip dari Antara, Sabtu (16/11/2024).

    Ia menjelaskan, percepatan pembangunan fisik dimungkinkan karena proses pembebasan lahan hampir rampung, dengan capaian 99,8%.

    “Di area akses tol, hanya tersisa tiga bidang tanah yang belum dibebaskan. Namun secara keseluruhan, progresnya sudah hampir 100%,” tambahnya.

    Audy juga menyebutkan, jika memungkinkan, pembangunan tol yang merupakan bagian dari jaringan Tol Padang-Pekanbaru ini akan dilanjutkan ke ruas berikutnya, yaitu Sicincin-Bukittinggi.

    “Mengingat pentingnya kehadiran tol ini bagi masyarakat Sumbar dan provinsi lain, kami berharap pembangunan ini mendapat perhatian khusus,” katanya.

    Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Sumbar Rifda Suryani menjelaskan, proses pembebasan lahan untuk proyek tol Padang-Sicincin saat ini sedang dalam tahap konsinyasi.

    Di sisi lain, Kepala Dinas Bina Marga, Cipta Karya, dan Tata Ruang (BMCKTR) Sumbar Era Sukma Munaf menyarankan, agar pembangunan lanjutan Tol Padang-Pekanbaru di ruas Sicincin-Bukittinggi dialihkan ke rute Sicincin-Singkarak-Tanah Datar.

    Hal ini dipertimbangkan karena pembebasan lahan di jalur Sicincin-Bukittinggi melalui Kubang Putih membutuhkan anggaran yang jauh lebih besar dibandingkan jalur Sicincin-Singkarak-Tanah Datar.

    Perkembangan proyek ini telah dilaporkan kepada Dirjen Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum (PU). Menanggapi hal tersebut, Plt Gubernur Audy menyebut bahwa Dirjen Bina Marga, Rachman Arief Dienaputra, memberikan respons positif.

    Bahkan, rencana peresmian tol tersebut telah dikoordinasikan dengan Menteri PUPR. Direncanakan, peresmian ruas tol ini akan bertepatan dengan ground breaking Fly Over Sitinjau Lauik pada pekan kedua atau ketiga Desember 2024.

  • Mahasiswa di Yogyakarta Tabrak Lari Pria hingga Tewas, Ternyata Mengemudi Sambil Lakukan Aktivitas Seksual

    Mahasiswa di Yogyakarta Tabrak Lari Pria hingga Tewas, Ternyata Mengemudi Sambil Lakukan Aktivitas Seksual

    Sleman, Beritasatu.com – Seorang mahasiswa perguruan tinggi di Yogyakarta berinisial MAT (20), asal Morowali, Sulawesi Tengah, harus berurusan dengan hukum setelah diduga menjadi pelaku tabrak lari yang menewaskan pengguna jalan, Santoso (45), warga Ngaglik, Sleman. Insiden tragis ini terjadi di kawasan Ringroad Utara, Sleman pada Kamis (14/11/2024), saat MAT melakukan aktivitas seksual ketika berkendara.

    MAT ditangkap oleh petugas di asrama mahasiswa di wilayah Bantul, setelah polisi mengantongi identitas kendaraan yang digunakan saat kejadian.

    Kapolresta Sleman Kombes Pol Yuswanto Ardi mengatakan, berdasarkan hasil penyelidikan, kecelakaan maut tersebut terjadi akibat hilangnya konsentrasi pelaku saat mengemudi.

    “Kita memastikan bahwa ini merupakan peristiwa kecelakaan lalu lintas yang lebih spesifik lagi adalah tabrak lari,” ujar Yuswanto Ardi.

    Ironisnya, pelaku mengaku kehilangan fokus karena sedang menerima oral seks dari teman kencannya, seorang perempuan berinisial ND. Aktivitas seks pelaku dilakukan sejak melintasi simpang Flyover Jombor hingga perempatan Kampus UPN Veteran Yogyakarta.

    Seusai kejadian, pelaku diketahui tetap melanjutkan perjalanan tanpa menyadari telah menabrak korban hingga tewas.

    Atas perbuatannya, MAT dijerat Pasal 310 Ayat 4 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ), karena kelalaiannya dalam berkendara yang menyebabkan kematian seseorang. Akibat aktivitas seksual saat berkendara, pelaku terancam hukuman maksimal 6 tahun penjara dan denda maksimal Rp 75 juta.
     

  • Pohon Besar Timpa Ruko di Lombok Barat Akibat Cuaca Ekstrem

    Pohon Besar Timpa Ruko di Lombok Barat Akibat Cuaca Ekstrem

    Lombok Barat, Beritasatu.com – Cuaca ekstrem yang melanda wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB), ditandai angin kencang disertai hujan lebat mengakibatkan sebuah pohon berukuran besar tumbang dan menimpa sebuah ruko di Jalan Saleh Hambli, Kecamatan Kediri, Kabupaten Lombok Barat. Kejadian ini terjadi pada Sabtu (16/11/2024) sore.

    Komandan Regu (Dandru) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lombok Barat Sandi mengatakan pohon tumbang tersebut langsung dievakuasi untuk memastikan keamanan dan kelancaran lalu lintas di sekitar lokasi.

    “Pohonnya memang sudah miring ke satu sisi. Ketika terkena angin kencang, pohon langsung jatuh dan menimpa ruko. Kami segera melakukan evakuasi,” ungkap Sandi.

    Proses evakuasi memakan waktu sekitar 30 menit, termasuk membersihkan material pohon yang menghalangi jalan. Setelah evakuasi selesai, arus lalu lintas di Jalan Saleh Hambli kembali normal.

    “Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Pohon besar yang tumbang berhasil kami evakuasi dalam waktu sekitar 30 menit dan arus lalu lintas sudah kembali lancar,” tambah Sandi.

    Cuaca buruk yang melanda Lombok Barat tidak hanya menyebabkan satu pohon tumbang. Berdasarkan laporan BPBD, insiden serupa telah terjadi dalam beberapa hari terakhir, dengan puluhan pohon tumbang yang menimpa rumah warga dan menghalangi jalan raya.

    “Untuk hari ini, di Lombok Barat baru satu laporan pohon tumbang. Namun, kemarin kami mencatat ada sekitar 30 pohon hingga 50 pohon tumbang akibat angin kencang, beberapa di antaranya menimpa rumah warga dan menghalangi jalan raya,” jelas Sandi.

    BPBD Lombok Barat mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, terutama angin kencang, dan hujan lebat yang masih berpotensi terjadi. Masyarakat disarankan untuk menghindari area dengan banyak pohon besar, terutama saat cuaca tidak bersahabat, demi menghindari risiko kecelakaan.

    “Kami meminta masyarakat untuk selalu berhati-hati, khususnya saat berada di sekitar pohon besar atau bangunan yang rapuh. Cuaca ekstrem seperti ini berpotensi terus berlangsung beberapa hari ke depan,” tambahnya.

    BPBD Lombok Barat terus memantau kondisi cuaca dan bersiap untuk merespons kejadian serupa. Tim siaga telah disebar ke berbagai titik rawan bencana guna memastikan penanganan cepat dan efisien terhadap insiden yang mungkin terjadi.

    Pemerintah daerah juga mengimbau warga untuk melaporkan kejadian pohon tumbang atau potensi bahaya lainnya agar dapat segera ditangani oleh pihak terkait.

  • Misteri Awan Jatuh di Kalteng: Efek Aktivitas Tambang yang Menyerupai Fenomena Alam

    Misteri Awan Jatuh di Kalteng: Efek Aktivitas Tambang yang Menyerupai Fenomena Alam

    Jakarta, Beritasatu.com – Baru-baru ini, sebuah video yang memperlihatkan gumpalan putih mirip awan “jatuh” ke permukaan tanah di Kabupaten Murung Raya, Kalimantan Tengah, menghebohkan jagat media sosial. Banyak yang bertanya-tanya, apakah benar awan bisa turun ke tanah? Namun, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memberikan penjelasan ilmiah yang menarik di balik fenomena ini.

    Menurut BMKG, benda putih dalam video tersebut bukanlah awan alami. Fenomena tersebut kemungkinan besar adalah gumpalan uap air atau gas yang terbentuk akibat aktivitas manusia, khususnya di area pertambangan.

    Direktur Meteorologi Publik BMKG, Andri Ramdhani menjelaskan bahwa apa yang terlihat seperti “awan jatuh” sebenarnya adalah hasil dari proses kondensasi.

    Fenomena ini diyakini terjadi karena pelepasan gas bertekanan tinggi dari aktivitas tambang. Dalam kondisi tertentu, seperti suhu yang rendah dan kelembapan tinggi, gas ini mengalami kondensasi dan membentuk gumpalan uap yang menyerupai awan. Gumpalan tersebut lebih padat dibandingkan awan biasa, sehingga bergerak ke area yang lebih rendah, memberikan kesan “jatuh.”

    “Kondensasi ini adalah efek visual. Gas yang dilepaskan dari tambang dapat mendingin dan berubah menjadi uap padat yang terlihat seperti awan. Namun, ini sama sekali bukan awan alami,” ungkap Andri dikutip dari Antara, Sabtu (16/11/2024).

    Secara ilmiah, awan terbentuk dari partikel kecil berupa tetesan air atau kristal es yang sangat ringan. Partikel ini melayang di atmosfer karena terbawa arus udara. Jika awan mencapai tanah, biasanya dalam bentuk hujan, bukan sebagai gumpalan padat.

    “Awan alami tidak mungkin jatuh ke tanah karena densitasnya sangat rendah,” tambah Andri.

    BMKG menegaskan bahwa fenomena ini tidak berbahaya. Gumpalan uap atau gas tersebut bersifat sementara dan tidak menunjukkan adanya gangguan alam yang serius. Meski demikian, masyarakat tetap diminta waspada terhadap potensi bahaya dari aktivitas tambang itu sendiri.
     

  • Siswi Tuna Rungu Dilecehkan Guru, Keluarga Lapor Polisi dan LBH

    Siswi Tuna Rungu Dilecehkan Guru, Keluarga Lapor Polisi dan LBH

    Makassar, Beritasatu.com – Seorang siswi tuna rungu sekolah luar biasa (SLB) di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, diduga diremas payudaranya hingga disetubuhi paksa di area toilet sekolah oleh oknum gurunya. Keluarga korban berinisial T (15 tahun) kemudian melaporkan kejadian tersebut ke kepolisian dan lembaga bantuan hukum (LBH).

    Tante korban, Hajra, menceritakan awal mula terbongkarnya aksi bejat oknum guru terhadap siswi disabilitas sensorik pendengaran itu.

    Menurut Harja, korban tiba-tiba menangis sepulang sekolah lalu mengadu menggunakan bahasa isyarat bahwa bajunya disingkap kemudian payudaranya diremas. Korban sempat berontak untuk melepaskan diri, tetapi lengan kirinya dicengkeram sehingga meninggalkan bekas luka cakaran.

    “Hari Senin saya pulang kerja lihat ponakan menangis, karena dia tuna rungu jadi komunikasi dengan bahasa isyarat seadanya. Katanya ada laki-laki tangannya masuk (ke dalam baju) menyentuh payudaranya,” ujar Harja yang ditemui setelah meminta pendampingan hukum di kantor LBH Makassar, Sabtu (16/11/2024).

    Keluarga bersama korban kemudian mendatangi sekolah di hari yang sama untuk menunjukkan lokasi pelecehan. Sesampainya di sekolah, keluarga lalu meminta kepada kepala sekolah untuk menghadirkan oknum guru.

    Korban lantas menangis histeris seketika saat oknum guru berinisial A datang di hadapan mereka. Namun, oknum guru tersebut tidak mengakui perbuatannya.

    “Kita bicara, didudukkan ditanya sama kepala sekolah siapa (pelaku). Ponakan saya tunjuk satu tas. Kepala sekolah telepon, guru masuk, ponakan saya langsung berdiri tunjuk-tunjuk,” tuturnya.

    Pihak keluarga pun melapor ke Polrestabes Makassar, pada Selasa (13/11/2024). Belakangan diketahui, kekerasan seksual yang dialami korban oleh oknum gurunya bukan terjadi sekali.

    Keesokan harinya, Rabu (14/11/2024), korban kepada tantenya mengakui bahwa dirinya juga pernah disetubuhi paksa di area toilet sekolah oleh oknum guru tersebut.  

    “Saya komunikasi intens sama ponakan pakai bahasa isyarat seadanya, saya tanya diapakan saja. Di WC dilepas pakaiannya, kerudung tetap terpakai. Saya perlihatkan gambar, apakah seperti itu, dia bilang iya begitu,” tandasnya.
     

  • Polda NTB Bongkar Kasus TPPO Berkedok Magang ke Jepang, 2 Ditangkap

    Polda NTB Bongkar Kasus TPPO Berkedok Magang ke Jepang, 2 Ditangkap

    Mataram, Beritasatu.com – Tim Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda NTB berhasil mengungkap praktik tindak pidana perdagangan orang (TPPO) dengan modus magang ke Jepang yang melibatkan sebuah lembaga pelatihan kerja (LPK) di Kota Mataram. Pengungkapan kasus ini dilakukan setelah adanya laporan masyarakat terkait praktik perekrutan mencurigakan yang dilakukan LPK tersebut.

    Kasus ini berawal dari laporan masyarakat mengenai adanya praktik perekrutan pekerja migran Indonesia (PMI) untuk magang ke Jepang yang dicurigai melibatkan unsur penipuan. Dirreskrimum Polda NTB Kombes Pol Syarif Hidayat menjelaskan, penyelidikan dimulai dengan pengumpulan informasi mengenai LPK yang berlokasi di Ampenan, Kota Mataram.

    “Kami mendalami laporan tersebut dan mengumpulkan informasi terkait dugaan perekrutan yang tidak sesuai aturan,” ujar Syarif Hidayat. Sabtu (16/11/2024).

    Setelah melakukan serangkaian penyelidikan mendalam, ditemukan indikasi kuat adanya unsur pidana dalam kegiatan perekrutan tersebut. Polisi kemudian memeriksa 17 korban yang melapor, terdiri dari enam orang asal Mataram, 5 dari Lombok Barat, 4 asal Lombok Tengah, dan 2 dari Lombok Utara.

    “Selain itu, terdapat 11 korban lainnya yang belum melapor, sehingga total korban diperkirakan mencapai 28 orang,” ungkapnya.

    Pelaku utama dalam kasus ini adalah WI alias I, seorang wanita pemilik LKP Wahyu Yuha yang beroperasi di Ampenan. Bersama dengan SE alias E, Direktur PT Radar Suhaemy Efendi Indonesia (PT RSEI), WI merekrut calon pekerja migran dengan iming-iming kerja magang di Jepang. Para korban diminta membayar biaya sebesar Rp 30 juta hingga Rp 40 juta per orang untuk proses pendaftaran dan keberangkatan.

    “Para korban dijanjikan akan diberangkatkan, tetapi sejak Desember 2023 hingga sekarang tidak ada kejelasan. Ini yang membuat para korban merasa dirugikan dan melapor kepada pihak kepolisian,” ungkap Kombes Syarif.

    Menurut hasil penyelidikan, SE bertindak sebagai direktur PT RSEI, yang meski berlokasi di Lombok Timur, tidak memiliki izin dari Kementerian Ketenagakerjaan untuk menyelenggarakan program magang atau menempatkan PMI ke Jepang. SE diketahui mengumpulkan dana sebesar Rp 630 juta dari para korban dan meraup keuntungan pribadi sebesar Rp 168 juta.

    Sementara itu, WI berperan sebagai perekrut yang mengarahkan para korban ke PT RSEI. Total dana yang berhasil dihimpun WI dari para korban mencapai Rp 926 juta, dengan keuntungan pribadi sebesar Rp 296 juta. Keduanya kini ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini.

    Polisi berhasil mengamankan sejumlah barang bukti penting, termasuk dua lembar daftar kegiatan belajar,  satu lembar kontrak kerja, 60 dokumen persyaratan seperti ijazah, surat akreditasi LPK, dan surat perjanjian kerja sama.

    “Dari hasil penyelidikan, ternyata ada keterkaitan dengan LPK yang lebih besar yang berlokasi di Subang, Jawa Barat. Hal ini akan kami dalami lebih lanjut, bekerja sama dengan Bareskrim Polri dan pihak terkait,” jelas Kombes Syarif.

    Salah satu korban asal Mataram, Fitri, mengungkapkan ia dijanjikan akan berangkat ke Jepang dengan gaji besar.

    “Katanya Juni, lalu diundur pada September, dan sekarang malah diundur ke Januari tahun depan. Uang saya Rp 30 juta sudah disetor, tetapi alasannya selalu berubah-ubah, seperti belum lulus dan belum dapat sertifikat,” kata Fitri.

    Para korban tergiur oleh janji gaji tinggi di Jepang, mulai dari Rp 17 juta hingga Rp 25 juta per bulan.

    Atas perbuatannya, kedua tersangka dikenakan Pasal 11 juncto Pasal 4 Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2007 tentang Tindak Pidana Perdagangan Orang dan/atau Pasal 81 juncto Pasal 69 Undang-Undang No. 18 Tahun 2017 tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia. Mereka terancam hukuman pidana penjara paling sedikit 3 tahun dan maksimal 15 tahun.

    Polda NTB mencatat bahwa sejak Januari hingga Oktober 2024 sudah ada 9 kasus TPPO yang diungkap. Dari jumlah tersebut, tujuh kasus ditangani oleh Polda NTB, sementara Polres Lombok Barat dan Polres Mataram masing-masing menangani satu kasus. Korban yang berhasil diselamatkan mencapai 46 orang, dengan 16 tersangka yang telah dilimpahkan perkaranya.

  • Misteri Awan Jatuh di Kalteng: Efek Aktivitas Tambang yang Menyerupai Fenomena Alam

    Viral Video Awan Jatuh ke Tanah di Kalteng, Ini Penjelasan BMKG

    Jakarta, Beritasatu.com – Di media sosial tengah viral sebuah vidio yang memperlihatkan benda mirip awan jatuh di ke permukaan tanah di Kabupaten Murung Raya, Kalimantan Tengah (Kalteng).

    Menurut penjelasan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), benda putih yang terlihat melayang dari langit hingga turun ke permukaan tanah di Kabupaten Murung Raya, Kalimantan Tengah, bukanlah awan yang jatuh. Fenomena tersebut diduga merupakan gumpalan uap yang terbentuk di area pertambangan.

    “Fenomena tersebut kemungkinan besar bukan awan alami, melainkan kondensasi uap air atau gas karena adanya aktivitas manusia di wilayah pertambangan,” kata Direktur Meteorologi Publik BMKG Andri Ramdhani, dikutip dari Antara, Sabtu (16/11/2024).

    Andri menjelaskan, secara ilmiah, awan tidak mungkin jatuh ke permukaan sebagai gumpalan padat. Awan terdiri dari partikel kecil berupa tetesan air atau kristal es yang sangat ringan dan tersebar dengan kerapatan rendah. Partikel ini tetap melayang di atmosfer karena terbawa oleh arus udara.

    Menurutnya, partikel awan biasanya menguap sebelum mencapai permukaan tanah, terutama apabila terjadi perubahan kondisi lingkungan. Karena itu, benda dalam video tersebut hampir pasti bukan awan alami, melainkan hasil kondensasi uap air atau gas akibat aktivitas teknis,” tambahnya.

    Fenomena ini diduga terjadi karena adanya pelepasan gas bertekanan tinggi dari aktivitas tambang, yang dalam kondisi tertentu, seperti suhu rendah dan kelembapan tinggi, dapat memicu terbentuknya gumpalan uap.

    Gumpalan tersebut tampak seperti awan yang turun karena densitasnya lebih berat daripada udara di sekitarnya, sehingga bergerak ke area yang lebih rendah. Uap atau gas ini sering kali lebih padat daripada awan biasa, sehingga tampak seolah-olah bisa disentuh. Namun, itu hanyalah efek visual dan bersifat sementara.

    BMKG menegaskan, fenomena ini tidak berbahaya dan bersifat sementara. Oleh karena itu, masyarakat yang berada di sekitar lokasi kejadian tidak perlu khawatir, karena ini bukan merupakan indikasi gangguan alam atau fenomena luar biasa.