Category: Beritasatu.com Regional

  • Kue Lapis Tidore Diakui sebagai Kekayaan Intelektual Indonesia

    Kue Lapis Tidore Diakui sebagai Kekayaan Intelektual Indonesia

    Ternate, Beritasatu.com – Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Maluku Utara menyampaikan bahwa kue lapis Tidore yang bercita rasa gurih dan lembut telah resmi ditetapkan sebagai kekayaan intelektual komunal yang memperoleh pelindungan negara.

    Kepala Kanwil Kemenkumham Maluku Utara Budi Argap Situngkir mengatakan, kue berbentuk bulat dengan tekstur lembut tersebut lazim disajikan pada perayaan Idulfitri, Iduladha, pernikahan, sunatan, serta berbagai acara penting di masyarakat.

    “Kue ini bahkan menjadi salah satu hidangan utama bagi tamu di Kedaton Kesultanan Tidore,” ujar Budi di Ternate, Rabu (19/11/2025).

    Berdasarkan data Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kemenkumham, kue lapis Tidore telah tercatat sebagai kekayaan intelektual komunal (KIK) kategori indikasi asal yang mendapatkan pelindungan resmi.

    Budi menjelaskan bahwa indikasi asal merupakan penanda pada barang atau jasa untuk menunjukkan daerah asalnya, meskipun tidak selalu terkait dengan faktor alam.

    Ia menambahkan bahwa Maluku Utara memiliki beragam indikasi asal dan jenis kekayaan intelektual komunal lain yang perlu dilindungi. Tanpa pelindungan hukum yang memadai, produk-produk tersebut berisiko disalahgunakan pihak yang tidak bertanggung jawab.

    “Karena itu diperlukan sinergi antara pemerintah daerah dan masyarakat untuk mengidentifikasi serta mencatatkan indikasi asal dan kekayaan intelektual komunal lainnya ke DJKI,” ujarnya.

    Saat ini, kue lapis Tidore menjadi salah satu produk kuliner yang diminati lintas daerah sehingga turut mendukung perekonomian masyarakat, khususnya pelaku usaha mikro.

    Keistimewaan kue lapis Tidore terletak pada proses gelatinization melalui pemanasan dengan api sedang saat pembakaran, yang memicu perubahan pati selama proses memasak sehingga menghasilkan rasa gurih dan nikmat.

  • Fase Bulan Baru, BMKG Ungkap Potensi Banjir Rob di Sejumlah Wilayah

    Fase Bulan Baru, BMKG Ungkap Potensi Banjir Rob di Sejumlah Wilayah

    Mataram, Beritasatu.com – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengingatkan adanya potensi banjir rob di sejumlah wilayah pesisir Nusa Tenggara Barat (NTB) pada 19–26 November 2025 yang dipicu fase bulan baru.

    Kepala Stasiun Meteorologi BMKG NTB, Satria Topan Primadi, mengatakan fase bulan baru dapat meningkatkan pasang air laut maksimum. “Kami mengimbau masyarakat tetap waspada dan siaga menghadapi dampaknya,” ujarnya seperti dilansir dari Antara, Rabu (19/11/2025).

    Ia menjelaskan, fase bulan baru terjadi ketika Bulan berada di antara Bumi dan Matahari, sehingga bagian terang Bulan tidak terlihat dari Bumi. Pada fase ini, gaya gravitasi Bulan dan Matahari yang sejajar menyebabkan pasang air laut meningkat.

    BMKG memprediksi ketinggian pasang maksimum di Lembar, Kabupaten Lombok Barat, dapat melampaui 1,9 meter dengan periode pasang antara pukul 21.00 hingga 02.00 WITA. Sementara itu, pasang maksimum di Sape, Kabupaten Bima, diperkirakan melebihi 1,8 meter pada pukul 21.00 sampai 05.00 WITA.

    Ketinggian gelombang di Lembar dan Sape berada pada kisaran 1,25–2,5 meter.

    Satria menambahkan, potensi banjir rob dapat terjadi di sepanjang pesisir NTB, mulai dari Lembar, Ampenan, Sekarbela, Jerowaru, Labuhan Lombok, Labuhan Badas, Palibelo, Soromandi, Asakota, hingga Sape.

    Kondisi geografis NTB sebagai provinsi kepulauan dengan 403 pulau membuat dampak banjir rob semakin besar. Dari 1.166 desa/kelurahan di NTB, sebanyak 292 desa atau sekitar 25% berada langsung di kawasan pesisir.

    Akibat kondisi gelombang, nelayan di sejumlah daerah memilih melaut hanya pada pagi hingga siang hari ketika situasi lebih tenang. Pada malam hari, kapal mereka ditarik menjauh dari garis pantai untuk menghindari kerusakan akibat gelombang pasang.

    Banjir rob yang melanda pesisir Desa Kuranji, Kabupaten Lombok Barat, membuat para nelayan terpaksa memindahkan perahu hingga ke area jalan aspal agar tidak tersapu gelombang.

  • Gunung Ibu di Halmahera Meletus pada Sabtu Dini Hari

    Gunung Ibu di Halmahera Meletus pada Sabtu Dini Hari

    Ambon, Beritasatu.com – Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melaporkan terjadinya erupsi Gunung Ibu di Pulau Halmahera, Maluku Utara. Peristiwa erupsi tercatat berlangsung pada Sabtu (15/11/2025) sekitar pukul 00.12 WIT.

    Dalam laporan resmi yang diunggah pada platform magma Indonesia, petugas Badan Geologi M Saum Amin menyampaikan letusan menghasilkan kolom abu setinggi sekitar 200 meter di atas puncak gunung, atau sekitar 1.525 meter di atas permukaan laut. Kolom abu tampak berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang hingga tebal, bergerak ke arah timur dan tenggara.

    Aktivitas erupsi tersebut juga terekam jelas melalui seismograf dengan amplitudo maksimum 20 mm dan durasi sekitar 40 detik.

    Badan Geologi meminta masyarakat di sekitar kawasan Gunung Ibu untuk meningkatkan kewaspadaan mengingat potensi erupsi susulan masih mungkin terjadi. Pengunjung maupun warga diminta tidak beraktivitas dalam radius dua kilometer dari kawah, serta menjauhi area sektoral sejauh 3,5 kilometer ke arah bukaan kawah pada sisi utara.

    “Seluruh pihak agar menjaga kondusivitas suasana di masyarakat, tidak menyebarkan narasi bohong (hoaks), dan tidak terpancing isu-isu yang tidak jelas sumbernya,” katanya.

    Apabila terjadi hujan abu, masyarakat diimbau menggunakan masker dan kacamata pelindung saat beraktivitas di luar ruangan. Selain itu, publik diminta tidak menyebarkan informasi tidak benar atau menanggapi isu tanpa sumber yang jelas.

    Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat juga disarankan terus berkoordinasi dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) di Bandung maupun pos pengamatan Gunung Ibu di Gam Ici untuk memperoleh pembaruan aktivitas vulkanik secara langsung.

    Indonesia dikenal sebagai salah satu negara dengan aktivitas seismik dan vulkanik tertinggi di dunia karena berada di kawasan cincin api Pasifik. Letak geografis Indonesia yang berada pada pertemuan lempeng Indo-Australia, Eurasia, dan Pasifik menyebabkan terbentuknya rangkaian gunung berapi serta seringnya aktivitas gempa akibat proses subduksi antarlempeng.

  • Kabar Terbaru Jumlah Korban Longsor Cilacap

    Kabar Terbaru Jumlah Korban Longsor Cilacap

    Cilacap, Beritasatu.com – Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) terhadap korban bencana longsor di Dusun Tarukahan (worksite B) dan Dusun Cibuyut (worksite A), Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, memasuki hari kedua.

    Tim SAR Gabungan melakukan penyisiran di dua lokasi terdampak hingga akhirnya menghentikan sementara operasi pada Jumat (14/11/2025) pukul 17.00 WIB untuk evaluasi dan perencanaan lanjutan.

    Berdasarkan data sementara Jumat (14/11/2025) hingga pukul 17.00 WIB, berikut rekapitulasi korban di dua titik pencarian:

    A. Dusun Tarukahan 
        •    Selamat: 15 orang
        •    Meninggal dunia: 3 orang
        •    Dalam pencarian: 6 orang
        •    Total: 24 orang

    B. Dusun Cibuyut 
        •    Selamat: 8 orang
        •    Meninggal dunia: 0
        •    Dalam pencarian: 14 orang
        •    Total: 22 orang

    Total keseluruhan korban: 46 orang
        •    Selamat: 23 orang
        •    Meninggal dunia: 3 orang
        •    Dalam pencarian: 20 orang

    Sebanyak 20 orang masih belum ditemukan dan terus menjadi fokus utama pencarian.

    Pada pukul 10.53 WIB, Tim SAR Gabungan menemukan satu korban bernama Yuni dalam kondisi meninggal dunia yang berada di area worksite B. Jenazah kemudian dievakuasi ke RSUD Majenang untuk penanganan lebih lanjut. Temuan ini menambah daftar korban sesuai rekapitulasi sementara.

    Seluruh personel mengikuti briefing untuk mengevaluasi jalannya operasi hari ini. Penutupan sementara dilakukan guna memastikan kesiapan tim dan peralatan sebelum operasi kembali dilanjutkan.

    Operasi SAR dijadwalkan kembali berjalan Sabtu (15/11/2025) besok mulai pukul 07.00 WIB dengan strategi pencarian yang telah disesuaikan berdasarkan kondisi lapangan dan hasil evaluasi.

  • 3 Polisi Dibacok Saat Amankan Eksekusi Lahan, 5 Pelaku Ditangkap

    3 Polisi Dibacok Saat Amankan Eksekusi Lahan, 5 Pelaku Ditangkap

    Mataram, Beritasatu.com – Aparat Polda Nusa Tenggara Barat (NTB) menangkap lima orang pelaku pembacokan terhadap tiga polisi saat pengamanan eksekusi lahan sengketa di Dusun Ai Jati, Desa Mapin Kebak, Kecamatan Alas Barat, Kabupaten Sumbawa, NTB. 

    Direktur Ditreskrimum Polda NTB, Kombes Pol Syarif Hidayat menjelaskan pembacokan terjadi ketika sejumlah personel Polres Sumbawa Besar mengamankan eksekusi lahan sesuai permintaan pihak terkait pada Rabu (5/11/2025).

    “Pengamanan sudah dilakukan secara humanis. Kapolres sudah bernegosiasi, tetapi beberapa oknum masyarakat tidak menerima dan melakukan tindakan yang memicu kegaduhan, bahkan tindak pidana,” kata Syarif, Jumat (14/11/2025).

    Situasi berubah ricuh saat sekelompok warga yang mengklaim sebagai pemilik lahan, menolak eksekusi dan melakukan perlawanan. Tiga polisi mengalami luka serius setelah diserang dengan senjata tajam oleh kelompok warga.

    Menurutnya, serangan terhadap aparat tersebut bukan tindakan spontan, melainkan dilakukan secara sadar untuk melukai petugas. Bukti tersebut terlihat dari jenis luka yang dialami korban serta analisa video kejadian. 

    “Luka yang dialami anggota sangat serius dan jelas bukan kecelakaan. Itu dilakukan dengan sengaja menggunakan senjata tajam,” tegasnya.

    Berdasarkan identifikasi awal, polisi menemukan tujuh orang sebagai terduga pelaku utama penganiayaan dan perusakan sarana kepolisian. Lima di antaranya berhasil ditangkap, termasuk seorang terduga provokator yang diduga memberikan uang Rp 1 juta kepada salah satu pelaku untuk melakukan penganiayaan berat terhadap seorang anggota hingga mengalami robekan parah di bagian paha.

    “Dari tujuh pelaku yang teridentifikasi, lima sudah diamankan. Dua lainnya masih dalam proses penyelidikan. Kami imbau kedua pelaku ini segera menyerahkan diri sebelum dilakukan upaya paksa,” ujar Syarif.

    Dalam pengungkapan kasus ini, polisi juga menyita sejumlah barang bukti, antara lain satu bilah parang, pakaian pelaku, topi, serta beberapa tameng polisi yang rusak akibat sabetan senjata tajam. Hasil visum luka korban juga disertakan sebagai barang bukti tambahan.

    Kelima tersangka terbagi dalam dua kluster dan dijerat pasal berbeda sesuai perannya. Pada kluster pertama, tersangka berinisial HS, D, dan BIM dikenakan Pasal 160 KUHP, Pasal 356 ayat (2) KUHP, Pasal 170 ayat (2) KUHP, dan Pasal 213 ayat (2) KUHP. 

    Sementara dua tersangka lain berinisial AA alias B dan S dijerat Pasal 356 ayat (2) KUHP, Pasal 170 ayat (2) KUHP, Pasal 213 ayat (2) KUHP, dan Pasal 406 KUHP.

    Para tersangka kini ditahan di Rutan Polda NTB untuk alasan keamanan, setelah sebelumnya dititipkan oleh Polres Sumbawa Besar. Polisi juga memastikan akan terus mengidentifikasi warga lain yang terlihat membawa senjata tajam atau melakukan perlawanan dalam video peristiwa tersebut.

    “Kami tegaskan, polisi hadir untuk mengamankan kegiatan dan melindungi masyarakat. Jika ada pihak yang keberatan terhadap eksekusi, ada mekanisme hukum seperti PK dan upaya lainnya. Perlawanan yang membahayakan nyawa tidak dapat ditoleransi,” tegas Syarif.

    Polisi memastikan proses hukum akan terus berjalan, sementara pencarian dua pelaku lainnya masih berlangsung.

  • Gunung Rinjani Diserbu 72.528 Turis, Wisata Nonpendakian Jadi Favorit

    Gunung Rinjani Diserbu 72.528 Turis, Wisata Nonpendakian Jadi Favorit

    Mataram, Beritasatu.com – Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) dikunjungi 72.528 wisatawan nusantara maupun mancanegara sejak awal tahun hingga Oktober 2025. Wisata nonpendakian menjadi salah satu favorit.

    “Kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani telah menyedot perhatian lokal maupun mancanegara dengan total kunjungan yang terus naik mencapai 72.528 orang pada destinasi wisata pendakian,” kata Kepala Balai TNGR Yarman di Mataram dikutip dari Antara, Jumat (14/11/2025).

    Ia mengatakan destinasi wisata nonpendakian di kawasan kaki Gunung Rinjani telah dibuka kembali setelah sebelumnya ditutup dampak cuaca ekstrem pada awal Februari 2025.

    Adapun destinasi wisata alam non pendakian tersebut, di antaranya wisata Tangkok Adeng, Desa Lenek Duren, Kecamatan Lenek, wisata Bornong Bike Park Desa Aik Prapa, Kecamatan Aikmel, dan wisata Bukit Malang via Tombong Rebo Desa Bebidas, Kecamatan Wanasaba, Kabupaten Lombok Timur.

    Kemudian wisata Sebau Desa Sapit, Kecamatan Suela, wisata Savana Propok Desa Bebidas, Kecamatan Wanasaba, dan Bukit Gedong Desa Bebidas, Kecamatan Wanasaba, serta wisata jalur sepeda Sembalun, Desa Sembalun, Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur.

    “Jumlah pengunjung pada destinasi wisata nonpendakian baik wisatawan lokal maupun mancanegara, yakni 43.502 orang,” katanya.

    Balai Taman Nasional Gunung Rinjani mengingatkan para pendaki untuk tetap waspada saat melakukan pendakian menuju Gunung Rinjani atau wisata nonpendakian pada musim penghujan 2025.

    “Hujan tiba, pendaki bijak bersiap dan tetap waspada saat melakukan pendakian di kawasan Gunung Rinjani,” kata Yarman.

    Ia mengatakan Rinjani tetap mempesona di bawah rinai hujan, tetapi ingat, mendaki saat musim hujan butuh persiapan lebih dari sekadar tekad. Hujan bukan penghalang untuk mencintai alam, tapi pengingat untuk lebih bijak ketika beraktivitas di dalamnya.

    “Hujan boleh turun, tetapi jangan biarkan kewaspadaan ikut reda,” katanya.

    Tips pendakian Gunung Rinjani di musim hujan

    Jika ingin mendaki Gunung Rinjani saat musim hujan, maka pendaki harus mempersiapkan berbagai hal, di antaranya cek prakiraan cuaca dan status jalur sebelum berangkat.

    Kemudian siapkan perlengkapan antiair, seperti jas hujan, cover bag, dry bag, hingga sepatu tahan air.

    Selain itu, jaga suhu dan energi dengan menggunakan jaket tebal, makanan tinggi kalori, dan termos air hangat.

    “Fokus dan waspada pada jalur yang licin,” katanya.

    Ia mengatakan utamakan keselamatan, puncak bukan segalanya, pulang dengan selamat adalah segalanya.

    “Tetap waspada untuk keselamatan,” katanya.

  • Kisah 2 Guru yang Dipulihkan Prabowo setelah Dipenjara Tuduhan Pungli

    Kisah 2 Guru yang Dipulihkan Prabowo setelah Dipenjara Tuduhan Pungli

    Jakarta, Beritasatu.com —  Presiden Prabowo Subianto memulihkan status dua guru di Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, yaitu Abdul Muis dan Rasnal, yang sebelumnya dipecat karena dituduh melakukan pungutan liar (pungli) saat berupaya membantu guru honorer.

    Keputusan pemulihan ini diambil langsung oleh Prabowo sesaat setelah tiba di Tanah Air usai kunjungan kenegaraan ke Australia, Kamis (13/11/2025) dini hari. Prabowo menandatangani surat rehabilitasi bagi kedua guru tersebut di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta.

    Langkah cepat itu disebut sebagai respons atas desakan publik yang menilai pemecatan keduanya tidak adil. “Barusan saja Bapak Presiden menandatangani surat rehabilitasi kepada Pak Rasnal dan Pak Abdul Muis, guru SMA dari Luwu Utara,” kata Ketua Harian Partai Gerindra, Dasco Ahmad, dalam keterangan pers.

    Kasus ini bermula pada 2018, ketika Abdul Muis dan Rasnal berupaya mencari solusi atas keterlambatan gaji sepuluh guru honorer di sekolah mereka. Para guru non-ASN itu belum menerima upah selama sepuluh bulan. Dengan niat kemanusiaan, keduanya mengusulkan agar komite sekolah dan orang tua siswa secara sukarela memberikan iuran untuk membantu pembayaran gaji para guru honorer.

    “Kesepakatan itu dibuat dalam rapat resmi antara komite sekolah dan orang tua siswa. Semua keputusan murni hasil musyawarah tanpa paksaan,” jelas Abdul Muis dalam rapat dengar pendapat beberapa waktu lalu.

    Namun, niat baik itu justru berubah menjadi masalah. Sebuah LSM melaporkan keduanya ke polisi dengan tudingan melakukan pungli dan memaksa siswa membayar agar bisa mengikuti ujian semester. Laporan itu kemudian berlanjut ke ranah hukum.

    Abdul Muis membantah tudingan tersebut. “Tidak ada satu pun siswa yang dilarang ikut ujian karena belum membayar. Siswa kurang mampu digratiskan, bahkan yang memiliki saudara di sekolah sama hanya satu yang membayar,” tegasnya.

    Kasus yang awalnya dianggap persoalan internal sekolah itu bergulir hingga Polres Luwu Utara menetapkan Abdul Muis dan Rasnal sebagai tersangka. Pada 2022, keduanya diadili di Pengadilan Negeri Makassar atas dugaan tindak pidana korupsi.

    Majelis hakim PN Makassar memutuskan keduanya tidak bersalah dan menyatakan tidak ada unsur korupsi maupun pemaksaan dalam pengumpulan dana komite. Namun, Mahkamah Agung (MA) membatalkan putusan tersebut di tingkat kasasi dan menjatuhkan hukuman 1 tahun penjara serta denda Rp50 juta kepada masing-masing terdakwa.

    Abdul Muis menyebut dirinya dituduh menerima gratifikasi dari dana tambahan tugas sekolah seperti insentif wali kelas, pengelola laboratorium, dan wakil kepala sekolah. “Padahal tuduhan itu tidak pernah dibahas di persidangan tingkat pertama. Tidak ada putusan yang menyebut saya harus dipecat,” ujarnya.

    Sementara itu, Rasnal merasa dikriminalisasi sejak awal kasus bergulir. “Dana komite dikelola terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan. Tapi kami tetap diberhentikan. Saya merasa hancur, seperti tidak dihargai lagi sebagai guru,” katanya dengan nada sedih.

    Kasus ini sempat menjadi sorotan publik dan aktivis pendidikan. Banyak pihak menilai tindakan Abdul Muis dan Rasnal bukan korupsi, melainkan bentuk solidaritas terhadap rekan-rekan honorer. Petisi daring dan surat terbuka pun bermunculan menuntut keadilan.

    Setelah mempertimbangkan aspirasi masyarakat, Presiden Prabowo menggunakan hak rehabilitasinya untuk memulihkan nama baik kedua guru tersebut. Langkah itu dianggap sebagai tindakan korektif atas perlakuan hukum yang tidak proporsional.

    Kebijakan ini juga menunjukkan kepedulian pemerintah terhadap nasib tenaga pendidik, terutama mereka yang berjuang dalam keterbatasan. Dengan rehabilitasi tersebut, Abdul Muis dan Rasnal akan kembali memperoleh hak administratif dan profesinya sebagai guru.

    Pemulihan ini menjadi momentum penting bagi dunia pendidikan Indonesia, sekaligus pengingat bahwa dedikasi guru seharusnya dihargai, bukan dikriminalisasi.

    Kini, setelah melalui perjalanan panjang dari ruang kelas hingga ruang sidang, nama kedua guru itu akhirnya dipulihkan oleh negara melalui tangan Presiden Prabowo Subianto  menandai akhir dari perjuangan panjang demi martabat seorang pendidik.

  • Fase Bulan Baru, BMKG Ungkap Potensi Banjir Rob di Sejumlah Wilayah

    Banjir Rob Rendam Parigi Moutong, 40 Keluarga Terdampak

    Parigi Moutong, Beritasatu.com — Banjir rob kembali melanda wilayah pesisir Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah. Genangan air laut menerjang Kelurahan Maesa, Kecamatan Parigi, Kamis (13/11/2025) sore. 

    Berdasarkan laporan Pusat Pengendalian dan Operasi (Pusdalops) BPBD Parigi Moutong, banjir rob disebabkan oleh pasang air laut dengan intensitas tinggi yang menyebabkan air meluap hingga ke pemukiman warga.

    Sebanyak 40 keluarga dilaporkan terdampak. Dari jumlah tersebut, terdapat kelompok rentan yang terdiri atas satu ibu hamil, dua bayi, 11 balita, dan tiga lansia. Meski demikian, tidak ada korban jiwa serta tidak ditemukan kerusakan rumah maupun fasilitas umum akibat banjir tersebut.

    Sekretaris BPBD Kabupaten Parigi Moutong, Rivai, menyampaikan tim reaksi cepat (TRC) bersama masyarakat setempat segera melakukan koordinasi dengan aparat kelurahan dan melakukan pendataan di lokasi kejadian.

    “Petugas langsung turun ke lapangan untuk memastikan kondisi warga dan melakukan asesmen cepat. Saat ini air sudah surut dan situasi di lokasi dinyatakan aman terkendali,” ujar Rivai, dalam keterangannya, Kamis (13/11/2025).

    Dari hasil kaji cepat, kebutuhan mendesak masyarakat meliputi perbaikan saluran pembuangan air serta pembuatan tanggul penahan air laut guna mencegah kejadian serupa di masa mendatang.

    BPBD Parigi Moutong juga mengimbau masyarakat pesisir agar tetap waspada terhadap potensi banjir rob susulan, terutama saat pasang tinggi dan cuaca ekstrem.

     “Kami terus memantau perkembangan pasang air laut dan mengingatkan masyarakat agar selalu siap siaga menghadapi potensi bencana pesisir,” tambah Rivai.

    Dengan langkah cepat dan koordinasi lintas instansi, pemerintah daerah berharap penanganan dampak banjir rob di Parigi Moutong dapat berjalan optimal serta meminimalkan risiko bagi masyarakat, khususnya bagi ibu hamil dan bayi yang termasuk kelompok rentan.

  • Feri dari Batam ke Singapura Tabrakan dengan Kapal Tanker

    Feri dari Batam ke Singapura Tabrakan dengan Kapal Tanker

    Singapore, Beritasatu.com – Sebuah feri penumpang yang berlayar dari Batam menuju Singapura bertabrakan dengan kapal tanker di perairan Southern Islands.

    Seluruh 165 penumpang dan tujuh kru berhasil turun dengan selamat di terminal feri HarbourFront Centre, menurut keterangan Otoritas Maritim dan Pelabuhan Singapura atau Maritime and Port Authority of Singapore (MPA), seperti dilansir dari CNA, Selasa (11/11/2025).

    Tabrakan antara feri berbendera Singapura dan kapal tanker berbendera Marshall Islands bernama La Digue terjadi sekitar pukul 17.00 waktu setempat, ketika feri dalam perjalanan menuju HarbourFront Centre.

    MPA segera mengerahkan kapal patroli untuk memandu feri tersebut menuju Singapura. Feri bernama Horizon 9 mengalami kerusakan pada bagian haluan di atas garis air, tetapi tetap beroperasi penuh selama perjalanan kembali, menurut MPA. Sementara itu, tanker La Digue tidak melaporkan kerusakan.

    “Tidak ada laporan cedera pada penumpang maupun kru, serta tidak ditemukan pencemaran lingkungan akibat insiden tersebut. Lalu lintas navigasi dan operasi pelabuhan tidak terdampak,” tambah MPA.

    Sebuah video yang diunggah penumpang di media sosial menunjukkan kapal tanker melintas sangat dekat dengan bagian depan feri yang dioperasikan oleh Horizon Fast Ferry. Perusahaan tersebut melayani sejumlah perjalanan antara Singapura dan Batam dengan durasi sekitar 45 menit.

  • Eksotisme Tari Salo Sangihe, Keanggunan Bertemu Kekuatan Magis

    Eksotisme Tari Salo Sangihe, Keanggunan Bertemu Kekuatan Magis

    Sangihe, Beritasatu.com – Tarian Salo menjadi salah satu atraksi yang mencuri perhatian dalam acara Festival Seni dan Budaya Kabupaten Kepulauan Sangihe yang digelar di Sangihe, Sulawesi Utara, Senin (10/11/2025). Tari Salo, tarian tradisional khas masyarakat Sangihe yang memiliki dua karakter berbeda.

    Selama ini, masyarakat mengenal tari Salo sebagai tarian yang lembut dan elegan. Umumnya dibawakan oleh kelompok perempuan. Namun, pada festival seni tahun ini, para pengunjung disuguhkan versi lain dari tarian Salo yakni dengan versi yang lebih agresif, menonjolkan kekuatan fisik dan unsur magis dan dibawakan oleh para penari pria.

    Dalam pementasan yang dibawakan oleh masyarakat Kampung Salurang, Kecamatan Tabukan Selatan, para penari Salo tampil memukau dengan menggunakan pedang asli. Keunikan ini membuat penonton terpukau, terutama ketika pedang yang digunakan tampak perlahan membengkok selama pertunjukan berlangsung.

    Fenomena tersebut memicu rasa penasaran wisatawan yang baru melihat bentuk seni budaya Sangihe. Banyak di antaranya yang bertanya-tanya apakah pedang itu benar-benar terbuat dari besi atau hanya sekadar properti pertunjukan. Pada awak media, para penari menunjukkan pedang yang digunakan dan menegaskan keasliannya.

    Salah satu penari pedang asal Salurang, Yosua Lombongtariang, mengaku ia sendiri bingung dan tak bisa menjelaskan mengapa pedang dengan ketebalan sekitar empat milimeter dan panjang sekitar 50 sentimeter itu bisa lentur menekuk dengan mudah.

    “Kurang tahu juga, mungkin karena dipegang dengan kuat makanya sampai bengkok,” kata Yosua, Senin (10/11/2025).

    Ia menambahkan, saat musik tagonggong (tambur/tifa) ditabuh, kekuatan genggaman tangan para penari seolah meningkat, sehingga pedang terasa lebih mudah tertekuk.

    Tarian Salo merupakan warisan budaya masyarakat Sangihe yang biasanya ditampilkan dalam upacara adat maupun acara penting lainnya. Tarian ini menggambarkan kehidupan sehari-hari, keindahan alam, serta cerita rakyat yang tumbuh dalam tradisi masyarakat Kabupaten Kepulauan Sangihe.