Category: Beritasatu.com Regional

  • Dahan Pohon Beringin Setinggi 50 Meter Timpa Pura Taman Sari Badung

    Dahan Pohon Beringin Setinggi 50 Meter Timpa Pura Taman Sari Badung

    Denpasar, Beritasatu.com – Dahan pohon beringin setinggi hampir 50 meter tumbang dan menghantam Pura Taman Sari di Banjar Piakan, Badung, Bali, pada Minggu (24/11/2024).

    Tumbangnya dahan pohon beringin ini disebabkan oleh hujan lebat yang disertai angin kencang. Beberapa pelinggih roboh, sementara candi yang telah berusia puluhan tahun mengalami kerusakan akibat tertimpa dahan berdiameter hampir 50 sentimeter.

    Pengurus Pura Taman Sari, Wayan Sepur Ariyanto mengungkapkan, kerugian akibat dahan pohon beringin tumbang ini mencapai ratusan juta rupiah.

    Selain harus mengganti beberapa bagian yang rusak, juga dibutuhkan biaya untuk menggelar upacara adat keagamaan.

    Tidak hanya merusak bangunan Pura Taman Sari, dahan pohon beringin yang tumbang tersebut juga sempat melintang di jalan raya dan merusak kabel listrik serta jaringan internet. Dampaknya, ruas jalan raya Sibang ditutup oleh petugas Polres Badung, dan arus lalu lintas dialihkan ke jalur lain untuk sementara waktu.

  • Razia di Kampung Narkoba di Lampung Timur, Polisi Temukan Gubuk untuk Pesta

    Razia di Kampung Narkoba di Lampung Timur, Polisi Temukan Gubuk untuk Pesta

    Lampung Timur, Beritasatu.com – Petugas Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Lampung Timur melakukan razia narkoba di sejumlah kampung narkoba, Sabtu (23/11/2024). Polisi menemukan sejumlah gubuk yang dijadikan tempat pesta narkoba. Selain itu, polisi juga menangkap satu orang pria pelaku penyalahguna narkoba.

    Kampung narkoba yang dirazia ada di wilayah Kecamatan Melinting dan Kecamatan Gunung Pelindung. Di lokasi razia, polisi bersama petugas Badan Nasional Narkotika (BNN) Lampung Timur bergerak cepat ke lokasi-lokasi yang disinyalir sebagai tempat pesta narkoba.

    Dari sejumlah lokasi yang dirazia, tim gabungan mengamankan seorang pria yang diduga sebagai penyalah guna narkoba.

    Selain itu, tim gabungan juga menyita barang bukti berupa 17 bungkus plastik klip bening bekas pakai, tiga alat isap sabu-sabu dan tiga buah pipa kaca atau pirek.

    Barang bukti tersebut ditemukan tim gabungan di sejumlah gubuk di area perkebunan yang digunakan sebagai tempat narkoba.

    Selain untuk memberantas peredaran narkoba, operasi penegakan hukum di sejumlah kampung narkoba ini merupakan langkah serius yang dilakukan Polres Lampung Timur untuk memutus rantai peredaran narkoba. Selain itu, Polres Lampung Timur menindak tegas pelaku peredaran dan penyalahgunaan narkoba.

    Kepala Satresnarkoba Polres Lampung Timur Iptu Hendra Abdurahman mengayakan, selain untuk memberantas peredaran narkoba, kegiatan tersebut juga dalam rangka mendukung program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.

    “Razia narkoba di Lampung Timur dilakukan di lima lokasi yang telah teridentifikasi sebagai lokasi rawan penyalahgunaan narkoba, khususnya di Kecamatan Melinting dan Kecamatan Gunung Pelindung,” kata Hendra.

    Hendra menjelaskan, dari hasil razia, selain menyita sejumlah plastik klip bekas sabu-sabu dan alat isap sabu, pihaknya menangkap satu orang pria yang hasil tes urine menunjukkan positif mengonsumsi narkotika.

    “Pelaku tersebut langsung ke Polres Lampung Timur untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut,” ujar Hendra

    Hendra menambahkan, razia tersebut mendapatkan dukungan penuh dari masyarakat di sekitar lokasi razia. “Warga menyampaikan apresiasi atas langkah cepat Polres Lampung Timur dalam menangani masalah narkoba yang meresahkan,” imbuh Hendra.

    Polres Lampung Timur berkomitmen akan terus menggencarkan razia narkoba di sejumlah kampung narkoba. 
     

  • Kompolnas Sambangi Mapolda Sumbar untuk Kawal Kasus Polisi Tembak Polisi

    Kompolnas Sambangi Mapolda Sumbar untuk Kawal Kasus Polisi Tembak Polisi

    Padang, Beritasatu.com – Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas)  menyambangi markas Polda Sumatera Barat pada Minggu (24/11/2024) pagi untuk mengawal kasus polisi tembak polisi di Solok Selatan. Kasus polisi tembak polisi ini menewaskan Kasatreskrim Polres Solok Selatan Komisaris Polisi Anumerta Ryanto Ulil Anshar

    Kedatangan Kompolnas yang dipimpin Ketua Harian Irjen (Purn) Arif Wicaksono disambut langsung oleh Kapolda Sumbar Irjen Pol Suharyono dan jajarannya. 

    Dalam pernyataannya, Irjen (Purn) Arif Wicaksono menyampaikan kunjungan tersebut bertujuan mendalami fakta dan kronologi kasus kematian Kompol Ryanto Ulil Anshar yang ditembak oleh koleganya AKP Dadang Iskandar. 

    “Kedatangan kami ke Sumbar bersama tim untuk mendalami dan mencari fakta sebenarnya dari kasus ini. Kami ingin memastikan apa yang sebenarnya terjadi. Kami sudah menerima data awal dari berbagai sumber, termasuk media dan laporan internal,” ujar Arif Wicaksono. 

    Pada kesempatan tersebut Kompolnas mengakui sudah bertemu langsung dengan AKP Dadang Iskandar. Menurutnya, AKP Dadang berada dalam kondisi sehat walaupun sempat tidak mau makan.

    Selain mengunjungi Mapolda Sumbar, tim Kompolnas juga dijadwalkan mendatangi lokasi kejadian kasus polisi tembak polisi di Mapolres Solok Selatan untuk melakukan investigasi lebih mendalam. Hasil dari penyelidikan ini nantinya akan dilaporkan kepada Ketua Kompolnas Irjen (Purn) Budi Gunawan sebagai dasar pengambilan langkah selanjutnya. 

    “Kami ingin melihat secara langsung langkah-langkah yang telah diambil kapolda Sumbar dan jajarannya. Sebagai pengawas eksternal Polri, kami berkoordinasi dengan Irwasum dan Bidang Propam sebagai pengawas internal. Kami akan memastikan semua informasi terverifikasi, termasuk kondisi kejadian. Kami ingin membuktikan dan melihat fakta yang ada,” ucap Irjen Arif.

    Kasus polisi tembak polisi ini menjadi perhatian publik karena melibatkan sesama aparat penegak hukum dan Kompolnas berkomitmen untuk memastikan proses hukum berjalan transparan dan akuntabel. 

  • Kakek di Lampung Selatan Belasan Kali Perkosa Cucu Tiri hingga Hamil 5 Bulan

    Kakek di Lampung Selatan Belasan Kali Perkosa Cucu Tiri hingga Hamil 5 Bulan

    Lampung Selatan, Beritasatu.com – Seorang kakek di Kecamatan Sidomulyo, Lampung Selatan tega memerkosa cucu tirinya yang berusia 14 tahun. Akibat diperkosa belasan kali oleh pelaku, korban saat ini hamil dengan usia kandungan lima bulan.

    Kakek berusia 51 tahun warga Kecamatan Sidomulyo, Kabupaten Lampung Selatan ditangkap petugas Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Lampung tanpa perlawanan di rumahnya pada Jumat (22/11/2024).

    Kekerasan seksual yang dialami remaja putri berinisial MR ini terungkap setelah korban menceritakan perbuatan bejat pelaku kepada ayah kandungnya. Mendapat laporan korban, ayah korban kemudian melaporkan perbuatan bejat pelaku ke Polsek Sidomulyo pada Rabu (20/11/2024).

    Kasatreskrim Polres Lampung Selatan AKP Dedi Ardi Putra mengatakan kakek yang memerkosa cucu tirinya dilakukan sebanyak 12 kali sejak Agustus 2023 hingga Juli 2024 di Kecamatan Sidomulyo

    “Pelaku melakukan perbuatan bejatnya disaat istrinya sedang tidak berada di rumah. Saat melakukan perbuatan bejatnya, pelaku memaksa korban untuk melayani nafsu syahwatnya dan mengancam korban untuk tidak menceritakan kepada orang tuanya,” ungkap AKP Dedi, Sabtu (23/11/2024).

    Kasus kakek perkosa cucu tiri ini dipicu lantaran sering melihat korban berpakaian seksi saat berada di rumah.

    “Pelaku juga melakukan ancaman fisik dan verbal kepada korban,” lanjut Dedi.

    Cucu tiri yang diperkosa kakeknya adalah pelajar kelas VIII sekolah menengah. Akibat kasus kakek perkosa cucu tiri, korban kini dalam pendampingan petugas Unit PPA Polres Lampung Selatan untuk pemulihan psikologis dan pemulihan trauma yang dialaminya.

  • 3 Warga Lampung Barat Terseret Ombak Saat Berwisata di Pesisir Barat, 1 Tewas

    3 Warga Lampung Barat Terseret Ombak Saat Berwisata di Pesisir Barat, 1 Tewas

    Pesisir Barat,Beritasatu.com – Tiga orang warga asal Kabupaten Lampung Barat terseret ombak saat berwisata ke pantai di Kabupaten Pesisir Barat. Dari tiga orang yang terseret ombak, satu orang di antaranya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Korban meninggal dunia akibat terseret ombak hingga ke tengah laut.

    Tiga warga Liwa, Kabupaten Lampung Barat terseret ombak hingga tenggelam di Pantai Ilahan, Desa Walur, Kecamatan Pesisir Tengah, Kabupaten Pesisir Barat, Sabtu (23/11/2024) siang sekitar pukul 10.30 WIB.

    Dua dari tiga orang yang terseret ombak berhasil selamat, sementara satu orang meninggal dunia. Identitas korban selamat yakni,  M Ziyat (10) dan Vicky Andriyas (38). Korban meninggal dunia yakni Hafidz Azka (10).

    Para korban terseret ombak merupakan rombongan PAUD Ar Roudoh Liwa, Lampung Barat yang berwisata di Pantai Ilahan Walur, Pesisir Barat.

    Peristiwa nahas yang dialami ketiga korban bermula ketika korban M Ziyat dan Hafid Azka menjauh dari rombongan untuk mandi laut.

    Saat mandi di laut, dua anak tersebut terseret ombak. Melihat keduanya terseret ombak, Vicky Andriyas orang tua salah satu anak berusaha menolong. Namun, Vicky justru ikut terseret ombak hingga ke tengah laut. 

    Warga di lokasi kejadian yang melihat ketiganya terseret ombak langsung melaporkan kejadian tersebut ke tim SAR  dan pihak kepolisian setempat. Tim SAR gabungan yang tiba di lokasi kejadian langsung melakukan upaya penyelamatan.

    Dua korban berhasil selamat, tetapi satu orang anak atas nama Hafidz Azka tidak terselamatkan. Korban ditemukan dalam kondisi sudah meninggal dunia.

    Setelah berhasil dievakuasi, korban selamat dan korban meninggal dunia langsung dibawa ke Puskesmas Krui, Pesisir Barat.

    Orang tua korban Hafidz Azka yang berada di lokasi kejadian tidak kuasa menahan tangisnya. Ibu korban  pingsan tidak sadarkan diri mengetahui putranya meninggal dunia akibat terseret ombak.

    “Sekitar pukul 10.30 WIB kami menerima laporan adanya warga yang terserat ombak.  Setelah menerima laporan tersebut, kami langsung berkordinasi dengan BPBD dan Basarnas Lampung,” kata Kapolsek Pesisir Tengah AKP Mahdum Yazin di Puskesmas Krui.

    Mahdum Yazin menjelaskan, korban terseret berjumlah tiga orang, dua anak-anak dan satu dewasa. “Satu orang meninggal dunia berusia 10 tahun,” ujar Mahdum Yazin.

    Kepala BPBD Pesisir Barat Imam Habibudin mengatakan, korban meninggal dunia ditemukan oleh tim SAR di tengah laut dengan kondisi sudah meninggal dunia.

    “Korban Hafidz Azka berhasil ditemukan, tetapi dalam kondisi sudah tidak bernyawa,” ujar Imam.

    Imam menuturkan, korban ditemukan sekitar dua hingga tiga kilometer dari lokasi kejadian. 

    Setelah berkomunikasi dengan pihak keluarga Hafidz Azka, mereka menolak jenazah korban diautopsi. Pihak keluarga kemudian membawa jenazah Hafidz Azka ke rumah duka di Lampung Barat untuk segera dimakamkan. Sementara dua korban selamat lainnya dirujuk dan dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Alimuddin Umar, Lampung Barat.

    Mengingat kerap terjadinya cuaca ekstrem yang menyebabkan ombak besar, Polres Pesisir Barat mengimbau kepada masyarakat yang berwisata di pantai tidak mandi di laut untuk mengantisipasi kejadian korban tewas terseret ombak. 

  • 2 Warga Tewas Ditembak di Puncak Jaya, Keluarga di Gowa-Takalar Menangis Histeris Menanti Jenazah

    2 Warga Tewas Ditembak di Puncak Jaya, Keluarga di Gowa-Takalar Menangis Histeris Menanti Jenazah

    Gowa, Beritasatu.com – Sebanyak dua orang tewas ditembak orang tak dikenal di Puncak Jaya Mulia, Papua. Keluarga korban di Kabupaten Gowa dan Takalar, Sulawesi Selatan (Sulsel) yang mendengar kabar tewasnya korban menangis histeris menanti jenazah tiba di rumah duka.

    Sebanyak dua jenazah yang diduga ditembak orang tak dikenal itu telah dievakuasi petugas dari Puncak Jaya Mulia, Papua. Korban masing-masing Imran (23), warga Dusun Bonto Kappong, Desa Tinggimae, Kecamatan Barombong, Kabupaten Gowa dan Asrun Eko Putra (24), warga Desa Bontosunggu, Kecamatan Galesong Utara, Kabupaten Takalar.

    Menurut sepupu Imran, Irma, Sabtu (23/11/2024) peristiwa penembakan itu berawal saat korban bersama Asrun yang berprofesi sebagai tukang ojek diduga sedang mencari motornya yang hilang di lokasi penembakan pada Kamis (21/11/2024). Saat itulah kedua korban ditemukan tewas dalam kondisi terdapat luka tembak pada kepala.

    “Kehilangan motor, dia pergi cari, tidak tahu bagaimana ceritanya ajal menjemput. Kita dapat kabar begitu, ditembak,” ujar Irma, salah satu sepupu warga tewas ditembak di Puncak Jaya Mulia, Papua.

    Ibu korban yang mendengar kabar keluarganya tewas tertembak pun tak kuasa menahan sedih. Keluarga tak menyangka korban yang sudah empat tahun berprofesi sebagai tukang ojek akan tewas tertembak di Puncak Jaya Mulia, Papua.

    Sebelumnya korban Imran sempat mengirimkan uang hasil ojek kepada ibunya sebesar Rp 300.000. Korban terakhir berkomunikasi melalui telepon pada Rabu (20/11/2024) malam.

    Saat berkomunikasi itu, korban menyampaikan dalam kondisi baik tanpa memiliki masalah sebagai tukang ojek di Puncak Jaya, Papua. “(Terakhir komunikasi) malam Kamis cuma pertanyakan kabar orang tua. (Pesan, firasat) tidak ada,” ungkapnya.

    Hingga Sabtu (23/11/2024), keluarga masih terus menunggu di rumah duka kedatangan jenazah Imran, salah satu warga tewas, di Puncak Jaya Mulia, Papua.

  • BMKG Minta Warga Waspada Potensi Cuaca Ekstrem Periode Natal dan Tahun Baru Nanti

    BMKG Minta Warga Waspada Potensi Cuaca Ekstrem Periode Natal dan Tahun Baru Nanti

    Jakarta, Beritasatu.com – Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati mengimbau warga mewaspadai potensi cuaca ekstrem pada periode Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 (Nataru).

    Dwikorita dalam keterangannya, Minggu (24/11/2024) mengatakan, potensi cuaca ekstrem tersebut dipicu oleh sejumlah faktor dari peningkatan curah hujan.

    “Fenomena La Nina mengakibatkan potensi penambahan curah hujan hingga 20-40%. Fenomena ini akan berlangsung mulai akhir tahun 2024 hingga setidaknya April 2025,” katanya.

    Selain itu potensi cuaca ekstrem dipicu karena dinamika atmosfer yang diprediksi pada periode Nataru tahun ini aktif bersamaan, seperti Madden-Julian Oscillation (MJO) dan cold surge yang bergerak dari daratan Asia (Siberia) menuju wilayah barat Indonesia.

    “Situasi itu berpotensi menambah intensitas dan volume curah hujan di berbagai wilayah Indonesia,” katanya.

    BMKG juga mengimbau masyarakat untuk mewaspadai potensi cuaca ekstrem yang dapat berdampak pada bencana hidrometeorologi di wilayah Indonesia seperti banjir, banjir bandang, dan tanah longsor, khususnya pada periode Nataru.

    BMKG mengimbau pengelola perusahaan pelayaran, angkutan penyeberangan, hingga nelayan untuk waspada potensi cuaca ekstrem, mengingat fenomena cold surge juga dapat memicu gelombang tinggi laut sehingga membahayakan keselamatan aktivitas pelayaran serta penangkapan ikan.

  • BMKG: Puncak Musim Hujan Antara November 2024 hingga Februari 2025

    BMKG: Puncak Musim Hujan Antara November 2024 hingga Februari 2025

    Jakarta, Beritasatu.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi puncak musim hujan akan terjadi antara bulan November 2024 hingga Februari 2025.

    Kepala BMKG Dwikorita Karnawati, pada Minggu (24/11/2024) menjelaskan, bahwa puncak musim hujan ini akan bervariasi pada beberapa wilayah Indonesia. “Pada bulan November hingga Desember 2024, sejumlah wilayah diperkirakan akan mengalami puncak musim hujan,” ujarnya.

    Wilayah yang dimaksud di antaranya sebagian Sumatera, pesisir selatan Pulau Jawa, serta Kalimantan.

    Sementara pada periode Januari hingga Februari 2025, wilayah yang diprediksi akan mengalami puncak musim hujan antara lain Lampung, Jawa bagian utara, sebagian Sulawesi, Bali, NTB, NTT, serta sebagian besar Papua.

    Deputi Klimatologi BMKG Ardhasena menambahkan bahwa hingga pertengahan November 2024, indeks El Niño-Southern Oscillation (ENSO) menunjukkan kecenderungan La Niña yang lemah.

    “Di sisi lain, indeks Indian Ocean Dipole menunjukkan nilai negatif menuju kondisi netral,” katanya.

    Kondisi ini berpotensi memengaruhi pola cuaca di Indonesia, dengan secara umum suhu permukaan laut di Tanah Air lebih hangat dari biasanya, yang berpotensi mendatangkan gangguan iklim basah hingga awal 2025.

    Deputi Bidang Meteorologi BMKG Guswanto juga mengungkapkan terdapat dua bibit siklon tropis yang sedang berkembang di Samudra Hindia, yaitu bibit Siklon Tropis 96S di sebelah barat daya Bengkulu dan bibit Siklon Tropis 99B di sebelah barat Aceh.

    ‘Kedua bibit siklon ini berpotensi memberikan dampak langsung maupun tidak langsung terhadap cuaca dan perairan di wilayah Indonesia bagian barat,” ujarnya.

    Selain itu, beberapa fenomena atmosfer seperti Madden-Julian Oscillation (MJO), Gelombang Rossby, dan Gelombang Kelvin juga sedang aktif.

    Fenomena ini dapat meningkatkan potensi cuaca ekstrem dalam beberapa pekan ke depan, seperti hujan lebat disertai kilat atau petir serta angin kencang. BMKG mengimbau masyarakat untuk selalu waspada dan melakukan antisipasi dini terhadap puncak musim hujan dan potensi cuaca ekstrem yang dapat terjadi.

  • Dadang Iskandar Juga Ingin Bunuh Kapolres Solok Selatan setelah Tembak Rekan Sesama Polisi

    Dadang Iskandar Juga Ingin Bunuh Kapolres Solok Selatan setelah Tembak Rekan Sesama Polisi

    Jakarta, Beritasatu.com – Kabag Ops AKP Dadang Iskandar diduga ingin membunuh Kapolres Solok Selatan AKBP Arief Mukti dengan memberondong tembakan ke rumah dinas kapolres. Aksi ini dilakukan AKP Dadang, setelah menembak mati rekannya sesama polisi, Kasatreskrim Kompol Anumerta Ryanto Ulil Anshar.   

    Dugaan AKP Dadang Iskandar ingin membunuh kapolres Solok Selatan terungkap dari hasil olah tempat kejadian perkara tim Inafis Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sumatera Barat. Mereka menemukan sejumlah selongsong peluru di lokasi.

    Dadang Iskandar menembak kepala Kompol Ryanto di parkiran Mapolres Solok Selatan pada Jumat (22/11/2024) dini hari. 

    Setelah menghabisi Ryanto, Dadang kemudian memberondong tembakan ke arah rumah dinas kapolres yang berjarak sekitar 25 meter dari Mapolres Solok Selatan. Saat itu AKBP Arief Mukti sedang berada dalam rumah dinasnya, tetapi ia selamat.  

    Direskrimum Polda Sumbar Kombes Pol Andri Kurniawan mengatakan, saat olah TKP, tim Inafis Polda Sumbar menemukan enam selongsong peluru di dalam rumah dinas kapolres Solok Selatan. 

    Selongsong itu jenisnya sama dengan yang ditemukan di parkiran Mapolres Solok Selatan, lokasi penembakan Ryanto.

    Selongsong peluru yang ditemukan itu berasal dari senjata yang digunakan Dadang Iskandar saat tembak Kompol Ryanto, rekannya sesama polisi.

    “Totalnya ada enam selongsong peluru yang sudah ditemukan dan tim akan terus mendalaminya dalam pelaksanaan olah TKP lanjutan hari ini,” ujar Andri.

    Tim Inafis juga menemukan tujuh lubang bekas tembakan di rumah dinas kapolres Solok Selatan.

    “Tujuh bekas tembakan itu berasal dari satu arah dan tidak ada dari arah yang berlawanan. Itu membuktikan tidak ada aksi tembak-menembak,” kata Andri.

    Menurutnya, jika dibandingkan dengan selongsong peluru yang ditemukan, maka masih berkurang satu selongsong dari total isi peluru di dalam magasin serta bekas tembakan yang ditemukan.

    “Tim sedang mendalami soal itu dan masih melakukan olah TKP lanjutan, semoga ini bisa terungkap,” katanya.

    Penyidik Polda Sumbar juga mengungkapkan, penembakan dilakukan Dadang Iskandar terkait dengan penangkapan pelaku tambang ilegal galian C yang dilakukan tim Satreskrim Polres Solok Selatan.

  • Permintaan AKP Ryanto kepada Keluarga Sebelum Meninggal atas Kasus Polisi Tembak Polisi di Solok Selatan

    Permintaan AKP Ryanto kepada Keluarga Sebelum Meninggal atas Kasus Polisi Tembak Polisi di Solok Selatan

    Makassar, Beritasatu.com – Kasatreskrim Polres Solok Selatan AKP Ryanto Ulil Anshar pernah mengutarakan niatnya untuk mundur dari kepolisian kepada ibunya, Cristina Yun Abubakar, sebelum meninggal atas kasus polisi tembak polisi di Solok Selatan. Almarhum sempat pulang bulan lalu untuk menyampaikan niatnya mengakhiri masa lajang.

    Keinginan untuk mundur dari AKP Ryanto Ulil Ashar itu diutarakan sebelum menjadi korban polisi tembak polisi di Solok Selatan yang disampaikan oleh paman almarhum, Danial Fery Mangin pada rumah duka yang berada di kompleks BTN Antang Jaya, Kelurahan Bitowa, Kecamatan Manggala, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (23/11/2024).

    Danial mengatakan, almarhum sempat mengutarakan keinginannya kepada ibunya untuk mundur dari kepolisian karena beratnya mengemban tugas.

    “Almarhum ini orangnya paling baik, penyayang, taat beribadah, tugas loyal sekali. Orang Makassar bilang dia berani, biar besar resikonya. Cuma pesannya, menurut mamanya dia mohon doa karena tugasnya katanya berat ‘doakan saya’, itu dia bilang,” ujar paman almarhum, Danial Fery Mangin.

    Namun, niatan almarhum itu di respons ibunya dengan memberikan semangat untuk tetap tegar dan sabar.

    “Sempat bilang juga ke mamanya ‘boleh saya keluar polisi?’. Namun, mamanya bilang ‘jangan, sabar saja ya nak’,” tuturnya.

    Selain itu, almarhum yang dikenal cukup dekat dengan keluarga besar lainnya yang telah memiliki niat dalam waktu dekat untuk mengakhiri masa lajang. Niatan itu disampaikan AKP Ryanto sebelum meninggal akibat kasus polisi tembak polisi di Solok Selatan saat terakhir pulang ke Kota Makassar.

    “Alamarhum masih lajang dan memang berencana mau menikah. Calonnya dari Jakarta,” tandasnya.

    Saat ini jenazah almarhum disenayamkan di rumah duka. Rencananya AKP Ryanto Ulil Ashar akan dikebumikan pada hari Minggu di pemakaman yang tidak jauh dari kediaman almarhum akibat mengembuskan nafas terakhir atas kasus polisi tembak polisi di Solok Selatan.