Category: Beritasatu.com Regional

  • Jalan Lintas Riau-Sumbar Ditutup Sementara karena Putus Akibat Longsor di Kampar

    Jalan Lintas Riau-Sumbar Ditutup Sementara karena Putus Akibat Longsor di Kampar

    Pekanbaru, Beritasatu.com – Kapolda Riau Irjen M Iqbal meninjau langsung lokasi jalan longsor dan amblas di km 106-107 di Desa Tanjung Alai, Kecamatan XIII Koto Kampar, Kabupaten Kampar, Senin (2/12/2024).  

    Akibat longsor tersebut, jalan lintas yang menghubungkan Provinsi Riau menuju Sumatera Barat (Sumbar) ditutup sementara sejak beberapa hari lalu hingga proses pengerjaan selesai. 

    Kapolda Riau Irjen M Iqbal mengatakan, pihaknya bekerja sama dengan stakeholder terkait sedang melakukan upaya perbaikan dan rekayasa lalu lintas. 

    “Saya turun langsung ke lokasi untuk melihat  kondisi jalan yang terputus akibat longsor. Ini  merupakan prioritas kita untuk segera ditangani  agar masyarakat tidak terhambat dalam  beraktivitas,” ujar Iqbal seusai melakukan peninjauan langsung ke lokasi jalan longsor di Kampar.

    Demi mengurai kemacetan dan tidak bertambah panjangnya kendaraan yang terjebak, Ditlantas Polda Riau telah mengalihkan arus lalu lintas ke jalur lintas tengah melalui Kiliran Jao dan Teluk Kuantan. 

    “Saya berharap agar proses perbaikan jalan Riau-Sumatra Barat ini dapat dilakukan secepatnya  dan akses jalan dapat kembali normal segera,”  tegasnya.

    Hingga saat ini, dinas terkait sedang melakukan perbaikan jalan dengan membangun jembatan darurat akibat longsor di Kampar ini. Ditlantas Polda Riau mengimbau para pengendara dari dan menuju Riau agar menggunakan jalur alternatif. 

  • Kasus Pelecehan Seksual di NTB, Terduga Pelaku Penyandang Disabilitas Dapat Pendampingan Khusus

    Kasus Pelecehan Seksual di NTB, Terduga Pelaku Penyandang Disabilitas Dapat Pendampingan Khusus

    Mataram, Beritasatu.com – Kasus pelecehan seksual di Nusa Tenggara Barat (NTB) yang melibatkan seorang penyandang disabilitas, IWAS alias Agus, menjadi perhatian publik. Dalam beberapa waktu terakhir, kasus ini viral dan memicu berbagai spekulasi.

    Direktur Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda NTB, Kombes Pol Syarif Hidayat, meluruskan kesalahpahaman yang beredar. Ia menegaskan kasus ini bukan pemerkosaan, melainkan pelecehan seksual secara fisik sebagaimana diatur dalam Pasal 6c Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS).

    “Kasus ini tergolong pelecehan seksual secara fisik, bukan kekerasan fisik lengkap seperti yang dibayangkan banyak pihak,” jelas Kombes Syarif pada Senin (2/12).

    Kasus ini berawal dari laporan seorang perempuan ke Polda NTB. Proses hukum melalui tahapan penyelidikan, pengumpulan bukti, dan pemeriksaan mendalam sebelum menetapkan tersangka. Visum menunjukkan adanya tanda kekerasan benda tumpul pada korban, yang menjadi alat bukti kuat.

    “Polda NTB tidak mencari kesalahan, melainkan menjalankan proses hukum berdasarkan laporan korban dengan mempertimbangkan aspek hukum dan kemanusiaan,” tambahnya.

    Ketua Komisi Disabilitas Daerah (KDD) Mataram, Joko Jumadi, mengungkapkan pendampingan terhadap Agus dilakukan sejak awal laporan diterima. Hal ini sesuai dengan PP Nomor 39 Tahun 2020 tentang Akomodasi Layak bagi Penyandang Disabilitas Berhadapan dengan Hukum.

    “Begitu terlapor diketahui sebagai penyandang disabilitas, Polda NTB segera berkoordinasi dengan kami,” ujar Joko.

    Agus didampingi tim advokat dari LBH Fakultas Hukum untuk memastikan proses hukum berjalan adil. Hingga kini, Agus ditempatkan dalam tahanan rumah mengingat kondisinya.

    Dalam perkembangan kasus, ditemukan dua korban lain dengan modus serupa. Bahkan, laporan masyarakat menyebut adanya tiga korban lain, termasuk anak-anak. Saat ini, penyelidikan lebih lanjut sedang berlangsung.

    “Penyandang disabilitas memiliki hak yang sama di mata hukum. Kami mengimbau masyarakat untuk mempercayakan proses hukum kepada pihak berwenang dan menghindari spekulasi,” tutup Joko.

  • Kunjungi BOSF, Menhut Raja Antoni Dukung Pelestarian Orang Utan dan Beruang Madu di Kaltim

    Kunjungi BOSF, Menhut Raja Antoni Dukung Pelestarian Orang Utan dan Beruang Madu di Kaltim

    Jakarta, Beritasatu.com – Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni mendukung upaya dari berbagai pihak termasuk civil society dalam pelestarian orang utan dan beruang madu di Kalimantan Timur (Kaltim). Hal ini disampaikan Menhut Raja Antoni saat mengunjungi Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF).

    Dalam kunjungannya, Menhut Raja Antoni meninjau suaka orang utan dan beruang madu di Kaltim. Menhut Raja Antoni mengatakan, adanya BOSF menjadi langkah baik sebagai upaya menciptakan ekosistem yang baik bagi orang utan.

    “Ini juga sebuah inisiatif yang luar biasa dari civil society, untuk menciptakan ekosistem yang baik bagi orang utan,” ujar Menhut Raja Antoni, di Kalimantan Timur, Minggu (1/12/2024).

    Dalam kunjungan tersebut, Menhut Raja Antoni diterima langsung oleh pendiri BOSF Willie Smits dan CEO BOSF Jamartin Sihite.

    Menhut Raja Antoni didampingi oleh Dirjen Pengelolaan Hutan Lestari Dida Migfar, Dirjen KSDAE Satyawan Pudyatmoko, Dirjen Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan Hidup Mahfudz, dan Dirjen PDASRH Dyah Murtiningsih.

    Nantinya, orang utan yang telah dididik di BOSF akan dilepasliarkan. Menhut Raja Antoni mendukung civil society dalam upaya konservasi kawasan hutan dan perlindungan satwa.

    “Termasuk pelepasliaran orang utan yang sudah dididik di BOSF,” tandas Menhut Raja Antoni.

    Diketahui, pada April 2025 BOSF akan melepasliarkan kurang lebih enam orang utan ke habitat aslinya. Orang utan merupakan spesies yang dilindungi hukum baik internasional maupun nasional. Kehilangan, kerusakan, dan fragmentasi habitat menjadi penyebab utama dari penurunan populasi orang utan.

    Di Kalimantan Tengah, BOS Foundation melindungi 309.000 hektare habitat alami orang utan liar di wilayah kerja Program Konservasi Mawas. BOSF telah melepasliarkan lebih dari 500 orang utan ke habitat aslinya di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur. Menhut akan terus mendukung pelestarian orang utan.

     

  • Minibus Alami Kecelakaan di Puncak, 1 Warga Tambora Jakbar Tewas

    Minibus Alami Kecelakaan di Puncak, 1 Warga Tambora Jakbar Tewas

    Bogor, Beritasatu.com – Mini bus Isuzu Elf yang ditumpangi rombongan wisatawan asal Tambora, Jakarta Barat terguling di jalur alternatif Puncak, Jawa Barat, Minggu (1/12/2024). Diduga, kecelakaan itu akibat sopir tidak menguasai medan. Satu wisatawan tewas di lokasi kejadian.

    Detik-detik kecelakaan minibus itu terekam video amatir warga hingga viral. Pada video tersebut, terlihat sejumlah orang melakukan evakuasi terhadap belasan korban kecelakaan maut di jalur alternatif Puncak, Kampung Citamiang RT 03/05, Desa Megamendung, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor. 

    Warga di lokasi kejadian langsung bahu membahu menyelamatkan korban kecelakaan menuju rumah sakit.

    Kepala Unit Gakkum Polres Bogor Ipda Ferdhyan Mulya mengungkapkan, kecelakaan maut diduga akibat sopir tidak mampu mengendalikan kendaraan di turunan tajam Kampung Citamiang.

    Menurutnya kendaraan elf dengan Nopol B 0727 JDA yang dikemudikan Muhammad Djunaedi (33) membawa rombongan wisatawan pemuda dari Kelurahan Jembatan 5, Tambora, Jakarta Barat. Namun, setibanya di turunan Citamiang, kendaraan oleng hingga akhirnya terbalik.

    “Di turunan Citamiang kondisi jalan turun berbelok ke kanan, kendaraan oleng mengarah kiri sehingga terjadi kecelakaan,” ungkapnya.

    Akibat kejadian ini dari total 19 penumpang, satu orang dengan identitas MU (39) dinyatakan meninggal di lokasi, sedangkan dua penumpang mengalami luka berat dan 16 penumpang lainnya mengalami luka ringan.

    Dari 16 penumpang yang mengalami luka ringan, delapan orang masih dirawat di RSUD Ciawi. Sementara, delapan orang lainnya diperbolehkan pulang.

    “Untuk luka berat dan ringan dirawat di RSUD Ciawi,” papar Ipda Ferdhyan terkait korban kecelakaan di kawasan Puncak.

  • 116 Imigran Rohingya Terdampar di Kuala Ujung Perling Aceh Timur

    116 Imigran Rohingya Terdampar di Kuala Ujung Perling Aceh Timur

    Banda Aceh, Beritasatu.com – Sebanyak 116 imigran etnis Rohingya ditemukan terdampar di Kuala Ujung Perling, Desa Paya Peulawi, Bireuen Bayeun, Aceh Timur, pada Sabtu (30/11/2024) setelah kapal motor yang mereka tumpangi karam.

    Kepala Bidang Politik, Pemerintahan, dan Keamanan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Aceh Timur, Syamsul Bahri, mengungkapkan, kelompok imigran tersebut terdiri dari 32 pria, 46 wanita, 15 anak laki-laki, dan 23 anak perempuan.

    Lokasi Kuala Ujung Perling tempat imigran Rohingya terdampar berjarak sekitar tiga jam perjalanan menggunakan kapal nelayan dari Desa Paya Peulawi, Aceh Timur. Para imigran Rohingya saat ini sedang menjalani proses pendataan oleh petugas.

    “Informasinya, mereka diselamatkan oleh nelayan setempat karena kapal yang mereka tumpangi mengalami kerusakan dan hampir tenggelam,” jelas Syamsul.

    Selain di Kuala Ujung Perling, Syamsul menyatakan sebanyak 47 imigran Rohingya lainnya masih berada di Lapangan Bola Kaki Desa Seunebok Rawang, Kecamatan Peureulak Timur, Kabupaten Aceh Timur.

    Mereka merupakan bagian dari kelompok 230 imigran Rohingya yang tiba di Kabupaten Aceh Timur pada awal Februari dan akhir Oktober 2024.

    “Sampai saat ini, tersisa 47 orang dari 230 imigran Rohingya yang tiba di Aceh Timur. Sebanyak 173 orang telah melarikan diri dari penampungan, sementara 10 orang lainnya dipindahkan ke Makassar, Sulawesi Selatan, dan ke tempat penampungan di Kabupaten Pidie,” imbuhnya.

    Syamsul menambahkan, para imigran Rohingya tersebut diawasi oleh petugas dari komisi tinggi PBB untuk pengungsi (UNHCR), dan kebutuhan mereka dipenuhi oleh lembaga migran internasional IOM.

    “Kami berharap imigran Rohingya yang terdampar di Aceh Timur itu dapat dipindahkan ke tempat yang lebih representatif,” ujar Syamsul.

  • Tiket Kereta Api Libur Natal dan Tahun Baru di Daop 6 Yogyakarta Masih Tersedia

    Tiket Kereta Api Libur Natal dan Tahun Baru di Daop 6 Yogyakarta Masih Tersedia

    Yogyakarta, Beritasatu.com – Tiket kereta api (KA) pada masa libur Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 di Daop 6 Yogyakarta masih tersedia.

    Pada libur Natal dan Tahun Baru 2025 yang berlangsung 19 Desember 2024 hingga 5 Januari 2025, KAI Daop 6 Yogyakarta menyediakan total kapasitas 377.226 tempat duduk kereta api jarak jauh dan lokal.

    “KAI menetapkan masa angkutan Natal dan Tahun Baru yang akan berlangsung dari 19 Desember 2024 hingga 5 Januari 2025, dengan total kapasitas tempat duduk yang disediakan mencapai 377.226 tempat duduk. Adapun perinciannya adalah 332.460 tempat duduk KA jarak jauh dan 44.766 tempat duduk KA lokal,” kata Manager Humas Daop 6 Yogyakarta Krisbiyantoro kepada Beritasatu.com, Sabtu (30/11/2024).

    Hingga 30 November 2024 pukul 12.00 WIB, untuk periode 19 Desember 2024 hingga 5 Januari 2025 atau masa libur Natal dan Tahun Baru 2025, sebanyak 75.029 tiket kereta api jarak jauh Daop 6 telah terjual atau baru 23% dari keseluruhan tempat duduk yang disediakan. Kemudian untuk KA lokal terjual 307 tempat duduk atau baru 1% dari keseluruhan tempat duduk KA yang disediakan

    Adapun KA keberangkatan awal Daop 6 Yogyakarta dengan tingkat penjualan tertinggi pada periode 19 Desember 2024 hingga 5 Januari 2025 sejauh ini adalah:
    1. KA Bengawan (245) relasi Purwosari-Pasar Senen dengan okupansi 105%.
    2. KA Progo (247) relasi Lempuyangan-Pasar Senen dengan okupansi 90%.
    3. KA Bogowonto (135) relasi Lempuyangan-Pasar Senen dengan okupansi 44%.

    “Untuk KA lainnya, tingkat okupansi sejauh ini masih di bawah 40%. Jumlah tersebut masih akan terus berubah dinamis dan bertambah karena penjualan masih berlangsung. Daop 6 Yogyakarta berharap masyarakat dapat segera memesan tiket dan merencanakan liburan dengan matang karena tiket masa Natal dan Tahun Baru masih cukup banyak tersedia,” ungkap Krisbiyantoro.

    “Perjalanan dengan kereta api adalah solusi transportasi yang aman, nyaman, dan menyenangkan untuk liburan akhir tahun. Segera pesan tiket kereta api dan manfaatkan momen liburan Natal dan Tahun Baru bersama KAI,” pungkas Krisbiyantoro.
     

  • Kronologi Penyandang Disabilitas di NTB Jadi Tersangka Kasus Kekerasan Seksual Versi Wayan

    Kronologi Penyandang Disabilitas di NTB Jadi Tersangka Kasus Kekerasan Seksual Versi Wayan

    Mataram, Beritasatu.com – Seorang penyandang disabilitas fisik di Nusa Tenggara Barat (NTB) bernama I Wayan Agus Swartama ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus kekerasan seksual oleh Polda NTB. Penetapan Wayan Agus ini memunculkan perdebatan mengenai aspek hukum dan kemanusiaan.

    Dikisahkan Wayan Agus, penetapan dirinya sebagai tersangka bermula saat ia berjalan kaki untuk mencari makan. Setelah makan, ia merasa kelelahan dan mencoba meminta bantuan orang lain untuk mengantarnya pulang. Namun, permintaan pertama ditolak.

    “Awalnya saya minta tolong sama seseorang, tetapi dia tidak mau. Akhirnya, saya minta tolong kepada perempuan (korban) ini untuk mengantar saya ke kampus, dan korban mau,” ungkap Wayan, Sabtu (30/11/2024).

    Perempuan tersebut kemudian mengantarnya dengan sepeda motor. Namun, Wayan mengungkapkan bahwa ia mengarahkan perjalanan ke kawasan dekat Islamic Center di Mataram dan sempat berkeliling sebelum akhirnya tiba di sebuah homestay, tempat dugaan kekerasan seksual terjadi.

    “Perempuan ini ajak saya masuk ke dalam kamar, dia juga yang menutup pintu, kemudian dia buka pakaian saya. Saya tidak bisa melawan karena kondisi saya tidak punya tangan. Kalau saya melawan, pasti saya malu karena pakaian saya sudah dibuka,” tambahnya.

    Setelah kejadian tersebut, korban menghubungi seseorang melalui telepon dan bertemu dengan dua pria di sekitar Islamic Center. Wayan mengaku terkejut ketika dituduh telah melakukan kekerasan seksual dengan menggunakan hipnotis.

    “Saya tidak memiliki ilmu hipnotis dan siap diperiksa,” kata Wayan.

    Kasubdit Reskrimum Bidang Renakta Polda NTB AKBP Ni Made Pujawati menjelaskan, penetapan Wayan yang seorang penyandang disabilitas sebagai tersangka kasus kekerasan seksual, didasarkan pada dua alat bukti yang cukup, termasuk keterangan saksi dan barang bukti.

    “Proses ini mengacu pada Keputusan Kapolda NTB Nomor 738 Tahun 2024 tentang pedoman penanganan penyandang disabilitas yang berhadapan dengan hukum. Dalam hal ini, kami memberikan layanan akomodasi khusus melalui program Laditas,” jelas Pujawati.

    Ia menambahkan, pasal yang diterapkan adalah Pasal 6C Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual, yang tidak mensyaratkan adanya kekerasan fisik.

    “Pasal ini cukup mengatur adanya tindakan atau pengaruh yang membuat korban tergerak untuk melakukan hubungan seksual di luar kehendaknya. Keterangan saksi dan temuan fakta juga mengungkap adanya modus serupa pada lebih dari satu korban, yang memperkuat dasar hukum penetapan tersangka,” tambahnya.

    Saat ini, Wayan Agus Swartama, penyandang disabilitas yang menjadi tersangka kasus kekerasan seksual menjalani tahanan rumah selama 20 hari ke depan sambil menunggu proses hukum selanjutnya. Ia berharap kasus ini segera diselesaikan agar ia bisa melanjutkan pendidikan dan aktivitasnya sehari-hari.

  • Pelaku Pembunuhan Ibu dan Bayi di Pangkalpinang Ditangkap, Ternyata Suami Korban

    Pelaku Pembunuhan Ibu dan Bayi di Pangkalpinang Ditangkap, Ternyata Suami Korban

    Pangkalpinang, Beritasatu.com –  Polisi telah berhasil menangkap pria terduga pelaku pembunuhan seorang wanita muda dan bayinya di Kota Pangkalpinang, Bangka Belitung.

    Pelaku berinisial RK (26) yang merupakan suami korban ditangkap di Kecamatan Merawang, Kabupaten Bangka, pada Jumat (29/11/2024) malam.

    “Benar, sudah ditangkap,” kata Kabid Humas Polda Bangka Belitung, Kombes Pol Fauzan Sukmawansyah, Sabtu (30/11/2024).

    RK ditangkap oleh tim gabungan Jatanras Polda Bangka Belitung dan Tim Naga Polresta Pangkalpinang. Setelah ditangkap, RK diduga mencoba bunuh diri dengan menenggak racun. Beruntung, nyawanya berhasil diselamatkan setelah dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah di Kota Pangkalpinang.

    Kasus dugaan pembunuhan sadis ini kini ditangani oleh Polda Bangka Belitung untuk penyelidikan lebih lanjut. Namun, motif pelaku melakukan aksi keji tersebut masih belum diketahui. Pihak kepolisian juga belum memberikan pernyataan resmi mengenai perkembangan kasus.

    Sebelumnya, warga Perumahan Arya di Kelurahan Temberan, Pangkalpinang, dikejutkan dengan penemuan jasad seorang ibu bernama Indah Wati (31) dan bayinya yang baru berusia satu tahun di dalam rumah mereka pada Kamis (28/11/2024) malam.

    Saat ditemukan, di tubuh korban terdapat luka akibat senjata tajam. Pelaku pembunuhan di Pangkalpinang tersebut ternyata suami dari korban.

  • 182 Rumah di 2 Desa Sekitar IKN Sudah 2 Hari Terendam Banjir

    182 Rumah di 2 Desa Sekitar IKN Sudah 2 Hari Terendam Banjir

    Penajam Paser Utara, Beritasatu.com – Hujan lebat yang disertai pasang air laut mengakibatkan 182 rumah di dua desa sekitar kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN), Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, terendam banjir dengan ketinggian mencapai 60 sentimeter selama dua hari terakhir.

    Meskipun kondisi banjir mulai surut, warga tetap diminta waspada terhadap kemungkinan banjir susulan.

    Ratusan rumah yang terdampak tersebut berada di Desa Suka Raja dan Desa Sepaku, Kecamatan Sepaku. Di Desa Suka Raja, tercatat sebanyak 142 rumah terendam banjir, sementara di Desa Sepaku, genangan air melanda setidaknya 40 rumah.

    Banjir di kedua desa ini terjadi sejak Kamis (28/11/2024) akibat curah hujan tinggi yang menyebabkan meluapnya sungai dan drainase, sehingga air menggenangi pemukiman warga.

    Banjir yang sempat surut kembali meningkat pada Jumat (29/11/2024), dipicu curah hujan tinggi yang berlangsung terus-menerus dan diperparah oleh pasang air laut, sehingga mengakibatkan kenaikan tinggi banjir.

    Menurut data dari Pusdalops BPBD Kabupaten Penajam Paser Utara, banjir di Desa Suka Raja merendam 11 RT, sedangkan di Desa Sepaku hanya meliputi tiga RT.

    Kepala BPBD Penajam Paser Utara Agustianur, menyampaikan, banjir di wilayah Sepaku telah surut, dan sebagian besar warga telah kembali ke rumah masing-masing. BPBD saat ini berada di lokasi untuk membantu membersihkan lumpur dan sampah pascabanjir.

    “Sudah surut,” ungkap Agustianur saat dikonfirmasi Beritasatu.com melalui pesan singkat, Sabtu (30/11/2024) Siang.

    Meskipun banjir di sekitar IKN mulai reda, BPBD tetap mengingatkan masyarakat untuk waspada terhadap potensi banjir susulan. BMKG memperkirakan curah hujan tinggi masih akan terjadi di wilayah IKN dalam beberapa hari mendatang.

  • Jalan Penghubung Riau-Sumbar Longsor, Polisi Lakukan Rekayasa Arus Lalu Lintas

    Jalan Penghubung Riau-Sumbar Longsor, Polisi Lakukan Rekayasa Arus Lalu Lintas

    Pekanbaru, Beritasatu.com – Jalan lintas yang menghubungkan Provinsi Riau menuju Sumatera Barat (Sumbar) di Desa Tanjung Alai, Kecamatan XIII Koto Kampar, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau mengalami longsor. Peristiwa longsor ini terjadi sejak empat hari lalu.

    Akibatnya, kendaraan dari arah Riau menuju Sumbar maupun sebaliknya mengalami macet parah. Kemacetan panjang terjadi di kilometer 106 hingga kilometer 107.

    Direktur Lalu Lintas Polda Riau Kombes Taufik Lukman Nurhidayat mengatakan, jalan tersebut amblas akibat curah hujan yang cukup tinggi sejak beberapa hari belakangan.

    “Kita langsung melakukan pengecekkan kondisi jalan yang disebabkan curah hujan yang cukup tinggi yang menyebabkan jalan longsor,” ujar Kombes Pol Taufiq Lukman Nurhidayat, Sabtu (30/11/2024).

    Sementara itu di lokasi jalan lintas Riau-Sumbar yang longsor, petugas dinas terkait sedang melaksanakan pengerjaan jalur alternatif, agar kendaraan yang terjebak macet yang disebabkan jalan yang longsor tersebut bisa segera melintasi.

    “Kita lihat bersama kondisi jalan yang longsor serta jalan alternatif yang sedang berlangsung pengerjaannya, seperti keterangan dari pihak BPJN, pekerjaan jalan alternatif akan terus dimaksimalkan dengan waktu 24 jam,” kata dia.

    Sementara itu, para pengendara di jalur lintas Riau-Sumbar maupun yang sebaliknya ada yang terjebak di lokasi jalan yang longsor hingga lima hari.

    Saat ini, dinas terkait sedang melakukan perbaikan jalan lintas Riau-Sumbar yang longsor. Untuk itu Ditlantas Polda Riau mengimbau para pengendara dari dan menuju Riau agar menggunakan jalur alternatif lintas tengah melalui Kiliran Jao dan Kuantan Singingi.