Category: Beritasatu.com Regional

  • Bangunan Dibongkar, 2025 Revitalisasi Pasar Ngadiluwih Dimulai

    Bangunan Dibongkar, 2025 Revitalisasi Pasar Ngadiluwih Dimulai

    Kediri, Beritasatu.com – Tahapan revitalisasi Pasar Ngadiluwih yang menjadi bagian program Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana kembali berjalan. Pembongkaran aset bangunan pasar yang telah dikosongkan pedagang mulai dilakukan. 

    Sejumlah pekerja terlihat memulai pekerjaan penurunan atap genteng sebelum nantinya dilakukan pembongkaran bangunan los dan kios pasar. Pembongkaran bangunan pasar ini ditargetkan selesai pada pertengahan Desember 2024 ini. 

    Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Kediri Tutik Purwaningsih menyebut sebagaimana arahan Mas Dhito (sapaan Bupati Hanindhito) dan telah direalisasikan di Pasar Wates, revitalisasi pasar tradisional ini tetap memasukkan tematik wisata, budaya dan modern. 

    “Untuk Pasar Ngadiluwih ini, kita harapkan pekerjaan bisa selesai dalam satu tahap (satu tahun anggaran) dengan anggaran sekitar Rp 30 miliar,” kata Tutik pada Senin (2/12/2024). 

    Lebih lanjut diungkapkan, paket pekerjaan revitalisasi Pasar Ngadiluwih ini dilakukan dengan tender dini. Seperti yang telah berjalan saat ini yakni tender untuk pekerjaan pengawasan yang nantinya dilanjutkan tender pekerjaan fisik.

    “Harapannya Maret pekerjaan fisik revitalisasi sudah dimulai dan target selesai Desember,” ungkapnya.

    Seperti halnya revitalisasi Pasar Wates, melalui revitalisasi Pasar Ngadiluwih ini diharapkan dapat meningkatkan daya tarik pasar tradisional itu yang berdampak pada peningkatan transaksi jual beli masyarakat. 

    Sebagaimana tema yang diusung, Pasar Ngadiluwih nantinya juga menampilkan desain yang estetik dengan memasukkan unsur budaya. Berbelanja ke pasar ini, sekaligus pengunjung juga dapat merasakan berwisata. 

    “Pedagang yang ada di Pasar Ngadiluwih ini berdasarkan data kita ada 600 orang, selama proses revitalisasi ini para pedagang kini menempati TPPS, ” pungkasnya. 

    Sementara itu, Pasar Wates yang telah direvitalisasi lebih awal dan menjadi pasar percontohan kini semakin terlihat menarik dengan pedestrian yang rapi dengan tambahan urnamen lampu taman dan bangku.

  • Kasus Agus ‘NTB’, Korban yang Mengaku Dilecehkan Terus Bermunculan

    Kasus Agus ‘NTB’, Korban yang Mengaku Dilecehkan Terus Bermunculan

    Mataram, Beritasatu.com – Kasus seorang disabilitas berinisial Agus alias Iwas, asal Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB) terus menyita perhatian publik. Hingga kini, korban yagn mengaku dilecehkan terus bermunculan.

    Komite Disabilitas Daerah (KDD) NTB dan Perhimpunan Bantuan Hukum dan Advokasi Masyarakat (PBHAM) NTB, terus mendapat laporan dari warga yang diduga keluargnya menjadi korban Agus, Selasa (3/12/2024).

    Menurut Ketua KDD NTB Joko Jumadi, jumlah korban yang melapor makin bertambah dalam beberapa hari terakhir. Hingga pagi ini, KDD telah menerima dua laporan baru, sehingga total korban yang teridentifikasi mencapai sekitar 10 orang, di luar tiga korban yang saat ini menjalani pemeriksaan di kepolisian.

    “Sistemnya adalah korban melaporkan kepada kami, kemudian tim kami melakukan komunikasi langsung dengan mereka. Ada yang memilih memberikan keterangan ke penyidik kepolisian melalui kami, dan ada juga yang langsung datang ke Polda NTB untuk proses berita acara pemeriksaan (BAP),” jelas Joko.

    Salah satu aspek yang memperumit kasus ini adalah adanya korban di bawah umur. Menurut Joko Jumadi, jika korban adalah anak-anak, maka laporan polisi (LP) baru perlu dibuat karena pasal hukum yang diterapkan berbeda dengan kasus orang dewasa.

    “Ini menjadi kekhawatiran kami. Untuk kasus anak-anak, perlu perlakuan khusus sesuai Undang-Undang Perlindungan Anak. Kami berharap kepolisian dapat menanganinya secara terpisah untuk memastikan keadilan yang maksimal bagi korban,” tambah Joko.

    Keterlibatan KDD dalam memberikan bantuan kepada Agus sebagai tersangka telah menuai kritik dari beberapa pihak. Masyarakat khawatir bahwa peran KDD mungkin menjadi tidak objektif atau cenderung membela tersangka. Namun, Joko Jumadi dengan tegas membantah hal ini dan menegaskan bahwa KDD berkomitmen untuk bersikap netral.

    “Kami tetap objektif. Tugas kami adalah mendampingi semua pihak sesuai dengan peran kami sebagai Komite Disabilitas. Namun, yang menjadi perhatian kami adalah fakta bahwa jumlah korban terus bertambah, dan ini tentu harus diusut secara menyeluruh,” kata Joko.

    Sebagai bagian dari langkah penanganan, KDD berencana menawarkan pendampingan psikologis, baik untuk korban maupun tersangka. Joko Jumadi menyebut bahwa pendekatan ini bertujuan untuk memahami lebih dalam motif dan latar belakang perilaku Agus.

    “Kami tidak bisa mengabaikan kemungkinan bahwa Agus memiliki masalah psikologis yang mendasari tindakannya. Hari ini, kami berencana mengkomunikasikan hal ini dengan Agus langsung di rumahnya,” ujar Joko.

    Pendampingan psikologis juga direncanakan untuk korban, terutama anak-anak, agar mereka dapat pulih dari trauma dan memberikan keterangan secara lebih nyaman.

    “Kami berharap kepolisian dapat bersikap bijak dalam menangani kasus ini. Yang terpenting adalah keadilan bagi para korban, terutama anak-anak yang membutuhkan perlindungan khusus,” ungkap Joko Jumadi.

    Sementara itu, Andre Safutra, pendamping korban dari Perhimpunan Bantuan Hukum dan Advokasi Masyarakat (PBHAM) NTB, mengungkapkan beberapa fakta baru terkait kasus Agus.

    Berdasarkan keterangan pemilik homestay, Agus membawa sembilan perempuan ke tempat tersebut. Jika semua korban terverifikasi, jumlah totalnya dapat mencapai 19 orang.

    “Dua korban baru telah menyatakan kesediaannya untuk memberikan keterangan. Salah satunya adalah orang tua korban yang anaknya menjadi korban di masa lalu, sementara kasus lainnya terjadi pada Februari atau Maret tahun ini dengan modus serupa,” jelas Andre.

    Kejadian ini mengindikasikan bahwa kasus Agus bukan hanya insiden tunggal, tetapi melibatkan pola perilaku yang telah berlangsung selama beberapa waktu.

    “Salah satu kasus yang dilaporkan melibatkan seorang anak di bawah umur yang kejadiannya berlangsung di taman Udayana, dekat pos polisi. Modus operasi Agus dikabarkan serupa di setiap kasus, dan ini memunculkan pola perilaku yang dapat menjadi dasar penyelidikan lebih lanjut,” teranya.

    Masyarakat NTB berharap agar kasus Agus “NTB” ini dapat diselesaikan secara transparan dan profesional. Selain itu, penting bagi semua pihak untuk menjaga integritas dalam proses hukum agar keadilan dapat dirasakan oleh korban maupun tersangka.

  • Suami yang Bunuh Istri dan Anak di Pangkalpinang Tewas Tenggak Racun

    Suami yang Bunuh Istri dan Anak di Pangkalpinang Tewas Tenggak Racun

    Jakarta, Beritasatu.com – Seorang suami yang bunuh istri dan anak di Kota Pangkalpinang, Bangka Belitung, meninggal dunia setelah menenggak racun.

    Kapolda Bangka Belitung Irjen Pol Hendro Pandowo menyampaikan, pelaku bernama Riki (26) meninggal dunia setelah menjalani perawatan di rumah sakit.

    “Pada saat ditangkap, dia sudah meminum racun, sehingga pada saat di Polda keadaannya semakin memburuk dan sempat dirujuk ke RSUD Bangka Belitung,” kata Kapolda Bangka Belitung Irjen Pol Hendro Pandowo, Selasa (3/11/2024).

    Hendro menjelaskan, pelaku meminum racun sebelum ditangkap oleh Tim Jatanras Polda Bangka Belitung dan Buser Naga Polresta Pangkalpinang.

    “Dokter sudah melakukan pemeriksaan, darah, tes urine, dan pemeriksaan dalam. Keluarga sudah dihubungi dan akan dimakamkan,” kata Hendro.

    Diketahui, Riki adalah pelaku pembunuhan terhadap istrinya, Indah Wati (34), dan anaknya yang masih berusia sembilan bulan. Pembunuhan tersebut dilakukan pada pekan lalu. Sang istri dihantam dengan cobek dan ditusuk berkali-kali dengan pisau, sementara bayinya dicekik hingga tewas sebelum dimasukkan ke dalam bak mandi.

    Suami yang bunuh istri dan anak di Pangkalpinang ini mengaku nekat melakukan pembunuhan karena dilanda rasa cemburu. Selain itu, ia juga diketahui menjual perhiasan istrinya untuk berjudi online dan membeli narkoba.

  • Sleman Uji Coba Makan Bergizi Gratis dan Pemeriksaan Kesehatan Ibu Hamil

    Sleman Uji Coba Makan Bergizi Gratis dan Pemeriksaan Kesehatan Ibu Hamil

    Sleman, Beritasatu.com – Program pemberian makan bergizi yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka diujicobakan kepada wanita hamil di Desa Jogotirto, Berbah, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

    Para ibu hamil mendapat pemeriksaan kesehatan gratis yang kemudian diberikan makanan bergizi dengan wujud sepuluh telur dan satu makanan cokelat.

    “Ini adalah salah satu bentuk kolaborasi kita untuk mendukung keberlangsungan program nasional dari sisi kesehatan dan makan siang bergizi,” kata Ketua Program Rabu Biru Foundation Zeos Finandes kepada Beritasatu.com, Senin (2/12/2024).

    Tidak hanya peneriksaan terhadap para wanita hamil, sosialisasi kepada remaja hingga pemeriksaan kesehatan terhadap warga secara gratis juga digelar di salah satu puskesmas.

    Dalam pemeriksaan kesehatan sedikitnya terdapat 100 warga umum, edukasi remaja putri sebanyak 32 peserta, sementara 10 wanita hamil menjadi sasaran uji coba yang dilakukan Rabu Biru Foundation.

    Selain diberikan alat kesehatan kepada para ibu hamil, makanan bergizi berupa telur sebagai sumber protein yang nantinya untuk membantu kesehatan bayi, sehingga sejak berada di dalam kandungan bayi yang nantinya menjadi anak remaja. 

  • Kecanduan Film Porno, Ayah Tega Perkosa Anak Kandungnya hingga Hamil

    Kecanduan Film Porno, Ayah Tega Perkosa Anak Kandungnya hingga Hamil

    Lampung Selatan, Beritasatu.com – Seorang ayah berinisial RA (36) tega memerkosa anak kandungnya yang masih berstatus siswi Sekolah Menengah Pertama (SMP). Rudapaksa berulang kali dilakukan pria asal Kecamatan Merbau Mataram, Kabupaten Lampung Selatan itu membuat putrinya hamil enam bulan.

    Pelaku memerkosa putri kandungnya inisial T (16) diduga karena tidak kuat menahan nafsu akibat keseringan menonton film porno dan suka menenggak minuman keras.

    Kasat Reskrim Polres Lampung Selatan AKP Dhedi Putra mengatakan, pelaku yang bekerja serabutan sudah ditahan di Mapolres Lampung Selatan untuk memudahkan penyidikan.

    “Dalam kasus asusila terhadap anak kandung ini, kami menyita barang bukti berupa sehelai celana kain panjang motif mickey mouse warna hitam, sehelai baju bermotif bunga berwarna putih, sehelai BH warna hitam, dan sehelai celana dalam warna peach,” kata Dhedi, Senin (2/12/2024).

    Kasus pemerkosaan anak oleh ayah kandung itu terungkap setelah kepala desa (kades) setempat melaporkan pelaku ke Polsek Merbau Mataram, Senin (25/11/2024).

    Dari laporan kades, petugas Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Lampung Selatan menangkap pelaku di rumahnya pada Rabu (27/11/2024).

    Korban diketahui merupakan anak pertama dari tiga bersaudara. Sehari-hari korban dikenal agak tertutup dan jarang berinteraksi dengan tetangga maupun teman sebayanya di sekolah.

    Kasus itu bermula dari kecurigaan guru dan teman sekolah yang melihat perut korban membesar tidak wajar. Pihak sekolah kemudian berinisiatif mengecek kondisi korban dengan berpura-pura membuat tes narkoba. 

    Saat dicek dengan alat pendeteksi kehamilan, ternyata korban positif hamil. Kemudian pihak sekolah melaporkan hal tersebut kepala desa tempat korban tinggal.

    Mendapat laporan tersebut, kepala desa tidak percaya dan melakukan tes ulang, ternyata korban benar hamil dan sudah memasuki enam bulan. 

    Pelaku yang bekerja serabutan kepada polisi mengaku sudah tiga kali merudapaksa putri kandungnya sejak awal Mei 2024.

    Menurut penuturan pelaku, ia melakukannya pertama kali saat pergantian libur semester anak sekolah. Perbuatan keji tersebut dilakukan pelaku pada malam hari, saat istrinya sedang tertidur. Setelah melakukan aksi bejatnya pelaku mengancam korban untuk tidak menceritakan kepada ibunya. 

    Pelaku mengaku ia tega merudapaksa putri kandungnya sendiri lantaran sering menonton video porno dan minum minuman keras.

    Pascakejadian, korban dan ibu kandungnya saat ini mengalami trauma. Korban dan ibu kandungnya harus mengungsi ke rumah kerabatnya untuk menghindari gunjingan warga.

    Polisi menjerat pelaku dengan Pasal 81 Undang-Undang RI Nomor 17 tahun 2016 tentang penetapan Peraturan Pemerintah pengganti Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman 15 tahun penjara.

  • Bahagianya Guru Supriyani Bisa Mengajar Lagi di SDN 4 Baito, Para Siswa Langsung Kasih Kejutan

    Bahagianya Guru Supriyani Bisa Mengajar Lagi di SDN 4 Baito, Para Siswa Langsung Kasih Kejutan

    Kendari, Beritasatu.com – Guru honorer Supriyani sangat bahagia bisa mengajar kembali di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 4 Baito, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra), setelah ia dibebaskan oleh hakim dari dakwaan menganiaya anak polisi. 

    Guru Supriyani merasa sangat senang bisa kembali bertemu dengan para siswa dan rekan-rekannya di SDN 4 Baito.

    “Iya, sudah masuk mengajar, alhamdulillah tadi senang, bahagia bisa ketemu teman-teman guru di sekolah, bisa ketemu anak-anak dari kelas I sampai kelas VI, pokoknya bahagia bisa ketemu mereka semua,” kata Supriyani dikutip dari Antara, Selasa (3/12/2024).

  • KKB Tembak Warga Sipil Saat Mau Salat Isya ke Masjid di Papua Tengah

    KKB Tembak Warga Sipil Saat Mau Salat Isya ke Masjid di Papua Tengah

    Jayapura, Beritasatu.com – Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) dilaporkan menembak seorang warga sipil bernama Laode Rusli (55) di pertigaan komplek pasar, Kampung Kago, Distrik Ilaga, Kabupaten Puncak, Papua Tengah, Senin (2/12/2024) malam.

    Kepala Operasi Satgas Damai Cartenz Brigjen Pol Faizal Rahmadani mengatakan, penembakan terjadi sekitar pukul 19.00 WIT, saat korban hendak menuju ke Masjid Al Iklas Ilaga untuk menunaikan salat Isya.

    “Memang benar adanya laporan tentang warga yang ditembak KKB, Senin malam tadi di Ilaga,” kata Faizal Rahmadani dilansir dari Antara.

    Faizal yang juga menjabat sebagai wakapolda Papua mengatakan, saat ini korban sudah dievakuasi dan ditangani tim medis RSUD Ilaga.

    Kondisinya relatif stabil dan dijadwalkan pada Selasa (3/12/2024), korban dievakuasi ke Timika untuk mendapat penanganan atas luka tembak di bagian bahu belakang kiri tembus ke bagian bahu depan.

    “Belum diketahui dari kelompok mana pelakunya dan apakah ada kaitan dengan tewasnya anggota KKB di Gome, Kabupaten Puncak,” kata Faizal Rahmadani.

    Sebelumnya, pada Senin (2/12/2024) sekitar pukul 09.50 WIT anggota KKB Jelek Waker tewas dalam kontak tembak dengan pasukan gabungan TNI-Polri di Gome, Kabupaten Puncak.

  • 2 Pria Berpakaian ASN di Mesuji Rampas Gelang Rp 35 Juta Milik Wanita Lansia

    2 Pria Berpakaian ASN di Mesuji Rampas Gelang Rp 35 Juta Milik Wanita Lansia

    Mesuji, Beritasatu.com – Dua pria berpakaian seragam aparatur sipil negara (ASN) di Mesuji, Lampung, merampas gelang emas puluhan gram senilai Rp 35 juta milik wanita lanjut usia (lansia).

    Wanita lansia malang itu bermama Kasih, warga Desa Wonosari, Kecamatan Mesuji Timur, Kabupaten Mesuji, Lampung.

    Peristiwa penipuan yang dialami wanita berusia 71 tahun ini terjadi pada Jumat (29/11/2024) siang. Hingga kini, korban trauma dengan kejadian yang dialaminya.

    Kasus penipuan yang dilakukan dua pria berpakaian seragam ASN terhadap nenek Kasih ini bermula ketika pelaku mendatangi rumah korban. Pelaku mengaku sebagai pegawai dari Dinas Sosial Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mesuji.

    Saat kejadian, kedua pelaku mengaku akan membantu mengurus pencairan bantuan sosial milik korban. Korban yang saat itu hanya seorang diri di rumah kemudian mengambil kartu keluarga yang diminta para pelaku.

    Untuk meyakinkan korban, salah satu pelaku memberikan uang Rp 150.000 yang dikatakan oleh pelaku sebagai bantuan sosial.

    Saat korban lengah, salah satu pelaku langsung merampas gelang emas yang dipakai korban. Pelaku juga mengancam akan melukai korban jika tidak mau menyerahkan perhiasannya.

    Seusai merampas perhiasan gelang emas milik korban, kedua pelaku kabur menggunakan sepeda motor.

    Menurut Kasih, dia tidak mengenal kedua pelaku. Pelaku sebelumnya telah dua kali datang ke rumahnya sebelum melakukan aksinya.

    “Keduanya selalu memakai seragam dinas ASN setiap datang ke rumah saya dan mengaku petugas dinas sosial dari kecamatan,” ucap Kasih.

    Menurut Kasih, dirinya tidak menaruh curiga kepada kedua pelaku karena bahasanya sopan dan lembut. “Gelang emas yang dibawa kabur pelaku senilai Rp 35 juta,” ujar Kasih.

    Perampasan perhiasan yang dialami korban dibenarkan tokoh masyarakat Desa Wonosari, Dasuli. “Benar, kejadiannya menimpa wanita lansia bernama Kasih. Pelakunya dua orang,” ujar Dasuli.

    Menurut Dasuli, warga sempat mengejar pelaku, tetapi tidak terkejar karena kehilangan jejak.

    Saat melarikan diri, kedua pelaku yang mengendarai sepeda motor sempat terekam CCTV yang terpasang di rumah salah satu warga. Kasus penipuan yang dilakukan kedua pelaku berseragam ASN terhadap lansia itu telah dilaporkan ke Polres Mesuji, Lampung.
     

  • Suami Bunuh Istri dan Anak 9 Bulan di Pangkalpinang Lantaran Cemburu dan Gemar Judi Online

    Suami Bunuh Istri dan Anak 9 Bulan di Pangkalpinang Lantaran Cemburu dan Gemar Judi Online

    Pangkalpinang, Beritasatu.com – Kapolda Bangka Belitung Irjen Pol Hendro Pandowo menjelaskan motif seorang suami bernama Riki (34) membunuh istrinya Indah Wati (24) dan anaknya yang masih berumur sembilan bulan. Motif Riki membunuh istri dan anaknya di Pangkalpinang lantaran cemburu dan gemar judi online.

    Jasad Indah dan anaknya ditemukan di sebuah perumahan di Kelurahan Tamberan, Kecamatan Bukit Intan, Kota Pangkalpinang.  

    “Pembunuhan ini dilatarbelakangi oleh kecemburuan. Jadi pelaku melihat korban bersama laki-laki. Setelah dikonfrontasi dengan korban, korban tidak mengakui berjalan dengan lelaki lain. Kemudian pelaku membunuh karena merasa pertanyaan yang diberikan oleh pelaku tidak ditanggapi serius,” kata Irjen Pol Hendro Pandowo, Senin (2/11/2024).

    Hendro menjelaskan, pelaku menghabisi nyawa istrinya dengan dipukul menggunakan cobek lalu menusuk korban beberapa kali dengan pisau dapur.

    “Ketika korban memberi makan anaknya, korban dihantam menggunkan cobek. Kepala bagian belakangnya yang dipukul,” katanya.

    Seusai membunuh istrinya, pelaku kemudian menghabisi nyawa bayinya yang masih berusia sembilan bulan, dengan memasukkannya ke dalam bak mandi. Seusai membunuh, pelaku lalu kabur sambil membawa sejumlah barang berharga milik korban.

    “Pelaku lalu mengambil cincin korban dan dijual untuk membeli narkoba dan untuk top up judi online,” jelasnya.

    Riki, suami yang membunuh istri dan anaknya sudah diringkus tim gabungan Jatanras Polda Bangka Belitung dan tim Buser Naga Polresta Pangkalpinang, di persembunyiannya di Kecamatan Merawang, Kabupaten Bangka. “Pelaku disangka dengan pasal pembunuh berencana dan diamankan di Mapolda Bangka Belitung,” ujarnya.
     

  • Seorang Guru Ditemukan Tewas di Areal Kebun Sawit di Kampar, Tubuh Penuh Luka Bakar

    Seorang Guru Ditemukan Tewas di Areal Kebun Sawit di Kampar, Tubuh Penuh Luka Bakar

    Pekanbaru, Beritasatu.com – Seorang guru, warga Desa Kasikan Kecamatan Tapung Hulu Kabupaten Kampar, Riau ditemukan tewas mengenaskan di area kebun sawit. Saat ditemukan kondisi jasad guru pria inisial HAS (30) penuh dengan luka bakar di sekujur tubuhnya. Dekat jasad korban juga ditemukan satu unit sepeda motor warna biru yang diduga milik korban.

    Peristiwa nahas itu terjadi pada Jumat (29/11/2024) sekitar pukul 16.30 WIB di Afdeling V Tandun Blok JK V Desa Kasikan Kecamatan Tapung Kabupaten Kampar, Riau.

    Kabid Humas Polda Riau Kombes Anom Karabianto mengatakan, korban ditemukan oleh sekuriti perusahaan sawit saat melakukan patroli rutin. Melihat kondisi jasad di lokasi kejadian, kuat dugaan korban telah dibunuh.

    “Korban ditemukan tergeletak sudah dalam keadaan meninggal dunia di samping motornya dengan kondisi tubuh terbakar dan luka robek pada leher korban,” kata Kombes Anom Karabianto, Senin (2/12/2024).

    Setelah penemuan itu,  sekuriti langsung menghubungi kepolisian untuk melakukan olah TKP dan mengevakuasi jasad korban dari lokasi ke RS Bhayangkara Polda Riau.

    “Petugas sudah mendatangi TKP, mencatat keterangan dari para saksi, dan membawa jenazah korban ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk diautopsi,” jelasnya.

    Saat ini pihak kepolisian tengah melakukan penyelidikan terkait motif dan pelaku dugaan pembunuhan tersebut. Polisi juga sudah meminta keterangan saksi-saksi di lokasi kejadian untuk melengkapi penyelidikan.