Category: Beritasatu.com Regional

  • Pj Bupati Lamandau Raih Nilai Evaluasi Kinerja Terbaik se-Kalimantan

    Pj Bupati Lamandau Raih Nilai Evaluasi Kinerja Terbaik se-Kalimantan

    Lamandau, Beritasatu.com – Penjabat (Pj) Bupati Lamandau, Said Salim kembali mengukir prestasi dengan meraih predikat terbaik dalam evaluasi kinerja se-Kalimantan. Tidak hanya unggul di tingkat regional kalimantan, Pj Bupati Lamandau juga berhasil menempatkan kabupaten ini di peringkat 8 nasional, sebuah pencapaian yang menunjukkan kepemimpinan yang mampu bekerja sama dengan perangkat daerah baik di lingkup Pemerintah Kabupaten maupun dengan unsur Forkopimda dan seluruh elemen masyarakat Lamandau.

    Evaluasi kinerja ini dilakukan oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan lembaga terkait untuk menilai efektivitas dan efisiensi tata kelola pemerintahan di tingkat daerah. Penilaian meliputi berbagai aspek, seperti pelayanan publik, implementasi program prioritas nasional, pengelolaan keuangan daerah, hingga keberhasilan mendorong inovasi dan transformasi digital.

    Pj Bupati Lamandau menyampaikan rasa syukur dan apresiasi kepada seluruh aparatur pemerintah daerah dan masyarakat atas dukungan yang diberikan.

    “Prestasi ini bukan hanya hasil kerja individu, tetapi bukti kolaborasi seluruh elemen masyarakat Lamandau. Kami berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan terbaik dan menjaga amanah ini,” ujarnya.

    Capaian ini juga menjadi pengakuan atas upaya serius Lamandau dalam melaksanakan program pembangunan yang berkelanjutan dan inklusif. Beberapa inovasi unggulan, seperti digitalisasi pelayanan publik dan optimalisasi pengelolaan sumber daya daerah, menjadi poin penting yang mendorong keberhasilan tersebut.

    Dengan prestasi ini, Lamandau tidak hanya menjadi kebanggaan Kalimantan Tengah, tetapi juga menjadi inspirasi bagi daerah lain di Indonesia untuk terus meningkatkan kualitas pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat. Pemerintah Kabupaten Lamandau berharap keberhasilan ini dapat menjadi momentum untuk menciptakan pembangunan yang semakin maju, berkeadilan, dan berdaya saing tinggi.

  • Warga Polman Dihebohkan Penemuan Mayat Lansia di Pemandian Air Panas

    Warga Polman Dihebohkan Penemuan Mayat Lansia di Pemandian Air Panas

    Polewali Mandar, Beritasatu.com – Warga Kecamatan Mapilli, Polewali Mandar (Polman) dihebohkan dengan penemuan mayat lansia di kolam renang air panas di wilayah itu.

    Seorang lansia bernama Meta (94) ditemukan meninggal dunia dalam kolam renang air panas di Desa Rappang Barat, Kecamatan Mapilli, Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar) pada Rabu (5/12/2024).

    Peristiwa penemuan mayat ini sempat menggegerkan warga sekitar, mereka yang penasaran mendatangi lokasi kejadian untuk melihat kondisi mayat tersebut.

    Korban ditemukan pertama kali oleh salah seorang warga yang baru saja pulang dari kebunnya. Dia menemukan jenazah lansia itu saat akan mencuci tangan di kolam. Namun, saat mendekati lokasi itu, warga tersebut melihat korban sudah terbujur kaku mengambang di pinggir kolam.

    Melihat korban tidak bergerak di dalam kolam, warga tersebut kemudian meminta bantuan kepada warga lainnya untuk membantu melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian setempat.

    Polisi yang tiba di lokasi langsung melakukan pemeriksaan awal baik itu terhadap tubuh korban maupun saksi yang ada di TKP. Seusai mengidentifikasi mayat tersebut, polisi kemudian membawa jenazah ke rumah duka. 

    Dari hasil pemeriksaan awal, polisi tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Namun, pada tubuh korban terdapat luka lebam pada bagian pundak. Korban diduga terbentur di tembok kolam sebelum akhirnya korban jatuh ke dalam kolam.

    Polisi menduga penyebab kematian pria lansia ini karena terpeleset saat hendak meninggalkan kolam air panas. Saat ini jenazah korban telah berada di rumah duka di Kecamatan Mapilli, Kabupaten Polman dan selanjutnya akan dimakamkan di tempat pemakaman umum di wilayah tersebut.

    Kapolsek Wonomulyo AKP Sandy Indrajatiwiguna mengatakan, dari hasil olah tempat kejadian perkara, polisi menemukan tanda bahwa korban sempat mandi di kolam air panas. Namun, saat selesai mandi dan segera bergegas pergi, dia diduga terpeleset dan terjatuh ke dalam kolam hingga akhirnya meninggal dunia.

    “Tidak ada tanda kekerasan lainnya kecuali luka lebam di pundak. Diduga penyebab kematiannya akibat kecelakaan, terpeleset setelah habis mandi di kolam renang,” kata AKP Sandy saat ditemui di rumah duka, Kamis (5/12/2024).

    Ia menjelaskan, dalam beberapa hari terakhir korban sering berendam di kolam renang air panas ini dengan tujuan untuk terapi untuk penyembuhan penyakit yang ia derita.

    “Keterangan dari pihak keluarga, korban memiliki penyakit. Dia sedang terapi penyembuhan di kolam renang ini,” ungkapnya.
     

  • Dampak Positif Pondok Pesantren Ora Aji Dirasakan Warga Sekitar

    Dampak Positif Pondok Pesantren Ora Aji Dirasakan Warga Sekitar

    Sleman, Beritasatu.com – Pondok Pesantren Ora Aji yang dipimpin oleh Gus Miftah tidak hanya menjadi pusat pendidikan agama Islam, tetapi juga memberikan dampak positif yang signifikan bagi warga sekitar. 

    Pesantren yang terletak di Dusun Tundan Purwomartani Kalasan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta ini telah menjadi magnet yang mendatangkan berkah ekonomi dan sosial bagi masyarakat.

    Evi salah seorang warga sekitar yang sudah dua tahun  membuka warung makan mengaku keberadaan Pondok Pesantren Ora Aji membawa dampak positif bagi dirinya. “Ya memberi dampak yang sangat baik bagi warga sekitar. Kalau ada acara di sini membuat warga sekitar bisa menambah penghasilan,” ujar Evi kepada Beritasatu.com pada Kamis (5/11/24).

    Menurut Evi selama ini yang menjadi pelanggan di warungnya adalah santri pondok, tetangga sekitar dan warga yang lewat.

    Sebagai salah satu tokoh yang dikenal luas, Gus Miftah sering mengadakan pengajian akbar dan kegiatan keagamaan di pesantrennya. Acara ini rutin mendatangkan ratusan hingga ribuan jamaah dari berbagai daerah. Keramaian tersebut menciptakan pasar dadakan yang ramai, sehingga warga sekitar dapat menjual dagangan dan menyediakan lahan parkir, hingga toilet umum.

    “Kalau mereka ada acara mujahadah, (warga) ikut bantuin parkir. Penghasilan dari parkir semua untuk warga karena pihak pesantren sama sekali meminta,” ujar Yanti salah satu pedagang angkringan di sekitar pesantren.

    Yanti yang sudah 22 tahun tinggal di kawasan tersebut mengaku Pondok Pesantren Ora Aji tidak membedakan saat memberikan bantuan meski dirinya beragama lain. “Mereka itu baik sekali. Saat Natal itu juga suka memberi bunga untuk gereja. Mereka juga suka membantu gereja kami saat Natal atau Paskah,” ujarnya.

    Selain dampak ekonomi, warga sekitar juga merasakan manfaat dari segi sosial dan spiritual. Pondok Pesantren Ora Aji di bawah pimpinan Gus Miftah telah membawa banyak dampak positif bagi warga sekitar, khususnya pedagang lokal. Kehadirannya tidak hanya menjadi pusat pembelajaran agama, tetapi juga sumber pemberdayaan ekonomi dan sosial. 

  • Terima Jastip Narkoba, Janda 4 Anak di Pekanbaru Diringkus

    Terima Jastip Narkoba, Janda 4 Anak di Pekanbaru Diringkus

    Pekanbaru, Beritasatu.com – Seorang ibu rumah tangga yang merupakan janda empat anak diringkus Satres Narkoba Polresta Pekanbaru karena membuka jasa penitipan (jastip) narkoba. Janda bernama Ipit ini ditangkap di kampung narkoba Jalan Pangeran Hidayat, Kelurahan Tanah Datar, Kota Pekanbaru, Riau, Kamis (21/11/2024). Profesi ini telah dijalani selama dua bulan belakangan.

    Kanit Idik Satresnarkoba Polresta Pekanbaru Iptu Untari mengatakan, peran pelaku sebagai penerima jastip atau penyimpan narkoba dari bandar. Dia mendapatkan upah dari setiap barang yang dititipkan tersebut.

    “Saat digerebek di rumah tersangka ditemukan narkoba jenis pil ekstasi sebanyak 106 butir dan sabu-sabu seberat 21,6 gram. Kami juga menyita uang tunai sebesar Rp 23 juta yang diduga hasil transaksi narkoba,” kata Iptu Untari, Kamis (5/12/2024).

    Kepada petugas, tersangka Ipit mengaku barang haram tersebut merupakan narkoba titipan bandar bernama Ibal yang saat ini telah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO)

    “Ipit dijerat Pasal 114 ayat (2) UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman di atas lima tahun penjara,” pungkas Untari, terkait janda yang membuka jastip narkoba di Pekanbaru.

  • Polisi Sita 4 Apartemen Mewah di Batam Terkait Kasus Dugaan SPPD Fiktif DPRD Riau

    Polisi Sita 4 Apartemen Mewah di Batam Terkait Kasus Dugaan SPPD Fiktif DPRD Riau

    Pekanbaru, Beritasatu.com – Ditreskrimsus Polda Riau menyita empat unit apartemen mewah di Citra Plaza Nagoya, di Lubuk Baja, Kota Batam, Kepulauan Riau, Selasa (26/11/2024). Penyitaan ini merupakan rangkaian penyidikan kasus Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD) luar daerah fiktif Sekretariat DPRD Provinsi Riau yang berasal dari APBD pada 2020-2021.

    Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Riau Kombes Pol Nasriadi mengatakan, pihaknya menerapkan hukum upaya paksa terkait penyitaan tersebut. Dia mengaku, pihaknya memang belum menetapkan tersangka karena sedang menunggu penghitungan kerugian negara dari BPKP.

    “Namun, ada beberapa kita telah melakukan penyitaan aset yang diduga hasil dari kejahatan korupsi tersebut. Kemarin ada salah satu rumah yang berada di jalan Banda Aceh. Kemudian ada empat apartemen yang ada di Citra Plaza Nagoya, Batam,” ungkapnya, Rabu (4/12/2024).

    Nasriadi menjelaskan, empat apartemen itu diduga dibeli dari uang hasil kejahatan dalam kasus SPPD Fiktif. Selain di Batam, Ditreskrimsus Polda Riau juga akan menelusuri sejumlah daerah lain yang diduga terdapat aset-aset dalam kasus tersebut.

    “Di sana disinyalir ada aset-aset yang disembunyikan, dibeli menggunakan nama orang. Contohnya ada di daerah Padang,” ungkapnya terkait SPPD fiktif DPRD Riau.

    Sesuai data yang diterima, penyitaan pertama dilakukan di lantai 16 kompleks Nagoya City Walk. Apartemen ini merupakan milik M dengan nilai Rp 557 juta. Kedua, satu unit apartemen tipe studio di lantai 25 yang juga berada di kompleks Nagoya City Walk atas nama MS senilai Rp 557 juta.

    Ketiga, satu unit apartemen tipe studio di lantai enam di komplek yang sama atas nama IS senilai Rp 513 juta. Keempat, satu unit apartemen tipe studio di lantai tujuh atas nama TK senilai Rp 517 juta.

    Selain itu, Ditreskrimsus Polda Riau juga menyita aset dari YS senilai Rp 2,144 miliar lebih sehubungan dengan adanya dugaan tindak pidana korupsi yang berkaitan dengan SPPD fiktif.

    “Selanjutnya kita akan berkoordinasi dengan pihak BPKP. BPKP masih melakukan verifikasi tentang hotel-hotel, tempat-tempat yang diduga fiktif yang digunakan untuk pencairan uang tersebut. Setelah itu kita akan ekspos dan menunggu hasil perhitungan BPKP,” pungkas Nasriadi terkait kasus SPPD fiktif DPRD Riau.

  • Belasan Santri di Blitar Dilarikan ke Puskesmas Akibat Keracunan Makanan

    Belasan Santri di Blitar Dilarikan ke Puskesmas Akibat Keracunan Makanan

    Blitar, Beritasatu.com – Sebanyak 12 santri di salah satu pondok pesantren (ponpes) di Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar mengalami keracunan setelah diduga menyantap nasi putih, sayur bobor daun singkong, dan lauk ikan tuna goreng pada saat sarapan pagi pada pukul 06.00 WIB.

    Kasi Humas Polres Blitar Iptu Samsul Anwar membenarkan adanya peristiwa keracunan tersebut. Kata dia, 12 santri yang mengalami keracunan langsung dibawa ke puskesmas terdekat.

    “Korban keracunan Langsung dibawa ke Puskesmas Srengat. Sepuluh di antaranya diperbolehkan pulang, sementara dua korban lainnya masih di puskesmas untuk dilakukan observasi lebih lanjut,” kata Kasi Humas Polres Blitar Iptu Samsul Anwar kepada awak media, Rabu (4/12/2024).

    Dia menjelaskan, kronologis keracunan yang dialami para santri itu bermula saat sarapan bersama di pondok pesantren. Sekitar satu jam seusai sarapan, para santri mengeluh pusing, gatal-gatal dan panas di sekujur tubuh.

    “Mereka yang mengalami keluhan itu, kemudian dibawa ke puskesmas untuk mendapatkan perawatan,” terangnya.

    Kemudian sekitar pukul 11.00 WIB, petugas dari Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar mendatangi lokasi kejadian untuk mengambil sampel makanan.

    “Kasusnya masih dalam penyelidikan. Petugas dari dinkes sudah ke lokasi dengan membawa sampel makanan untuk dilakukan uji laboratorium,” tandasnya.

  • Gelombang Laut Tembus 3 Meter, Ratusan Truk Tertahan di Pelabuhan Merak

    Gelombang Laut Tembus 3 Meter, Ratusan Truk Tertahan di Pelabuhan Merak

    Cilegon, Beritasatu.com – Ratusan truk dengan tujuan Pulau Sumatera yang hendak melakukan penyeberangan melalui Pelabuhan Merak, Banten masih tertahan akibat gelombang laut yang mencapai tiga (3) meter.

    Antrean ini terjadi disebabkan kondisi cuaca buruk yang membuat kapal penyeberangan sulit untuk sandar ke setiap dermaga yang berada di Pelabuhan Merak. Berdasarkan informasi dari stasiun Meteorologi Maritim Pelabuhan Merak, gelombang laut di sekitar Pelabuhan Merak terpantau mencapai 1,5 meter hingga 3 meter.

    Seorang supir truk yang hendak melakukan penyeberangan ke Pelabuhan Bakauheni, Lampung melalui Pelabuhan Merak mengatakan, ia sudah semalam berada di Merak demi menunggu giliran masuk ke dalam kapal penyeberangan.

    “Kita semalaman tidur di warung. Saya bawa muatan klontong,” kata supir Truk, Buyung kepada Beritasatu.com, Rabu (4/12/2024).

    Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, pihak ASDP cabang Merak mengurangi jumlah operasional kapal. Sementara, untuk kondisi air laut hingga saat ini masih tinggi dan membuat kapal penyeberangan kesulitan untuk sandar.

  • Kronologi Penemuan Mayat Gadis Separuh Telanjang di Tangerang

    Kronologi Penemuan Mayat Gadis Separuh Telanjang di Tangerang

    Tangerang, Beritasatu.com – Kasus pembunuhan terhadap kaum perempuan kembali terjadi di Tanah Air. Kali ini menimpa seorang gadis berusia 22 tahun bernama Ita Kartika yang ditemukan tewas di semak-semak rumput pinggiran Kali Cisadane, Desa Gaga, Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, Banten.

    Korban Ita Kartika yang belakangan diketahui merupakan warga Kampung Nagrak, Kelurahan Periuk, Kota Tangerang ditemukan oleh seorang warga saat hendak ingin memancing di sekitar tempat kejadian perkara (TKP).

    “Orang mau mancing yang menemukan mayat tersebut,” kata seorang warga, Umar Billah kepada awak media di lokasi kejadian, Rabu (4/12/2024).

    “Dari keterangan polisi, katanya korban pembunuhan, gitu,” ucapnya.

    Umar mengaku, saat ditemukan kondisi mayat korban sudah separuh telanjang. “Iya baju separuh terbuka,” beber Umar.

    Sementara, Satreskrim Polres Metro Tangerang Kota langsung melakukan olah TKP dan identifikasi mayat korban. Dari hasil olah TKP, polisi menemukan beberapa barang bukti yang sudah diamankan.

    Saat ini mayat korban sudah di evakuasi ke Rumah Sakit Kabupaten Tangerang untuk dilakukan autopsi dan penyelidikan lebih lanjut.

  • Hanya Guyon dan Sudah Bermaafan, GP Ansor: Polemik Gus Miftah Sudah Selesai!

    Hanya Guyon dan Sudah Bermaafan, GP Ansor: Polemik Gus Miftah Sudah Selesai!

    Jakarta, Beritasatu.com – Ketua Umum Gerakan Pemuda Ansor H Addin Jauharudin mengimbau agar polemik Gus Miftah tidak perlu diperpanjang. Addin menilai itu hanya guyon, sudah bertemu dan bermaafan. Dengan demikian, polemik sudah selesai.

    “Itu hanya guyon. Kita kenal Gus Miftah, tokoh yang suka guyon, keduanya juga sudah bertemu, dan saling bermaafan. Polemik sudah selesai dan tidak perlu diperpanjang,” kata Addin kepada media, Rabu (4/12/2024).

    Addin berpandangan, peristiwa yang terjadi di dalam pengajian tersebut hanyalah guyonan belaka. Oleh karena itu, Addin meminta hal itu tidak perlu dihakimi secara berlebihan.

    “Selama ini Gus Miftah juga bersikap baik terhadap semua kalangan,” ujarnya.

    Bahkan lanjut Addin, Gus Miftah dan penjual es bernama Sunhaji tersebut sudah bertemu dalam situasi yang santai, hangat, dan rileks, mereka berpelukan dan saling memaafkan.

    “Jadi polemik ini sudah selesai, tidak perlu lagi diperpanjang apalagi diperdebatkan,” tutupnya.

    Addin melanjutkan, bagaimana pun Gus Miftah adalah aset bangsa ini dalam menebarkan agama dengan cara yang moderat dan merangkul semua kalangan.

  • Pusat Kebakaran Pakuwon Mall Sleman Ada di Lantai UG

    Pusat Kebakaran Pakuwon Mall Sleman Ada di Lantai UG

    Sleman, Beritasatu.com – Pusat kebakaran yang melanda Pakuwon Mall Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta ada di lantai upper ground (UG), Rabu (4/12/2024) sekitar pukul 15.00 WIB. Insiden ini mengejutkan pengunjung dan karyawan yang tengah beraktivitas di pusat perbelanjaan tersebut.

    Kapolsek Depok Timur Kompol Rahmad Yulianto, mengatakan titik api kebakaran yang terjadi di Pakuwon Mall Sleman berada di lantai UG atau lantai 2.

    “Jadi tadi sekitar pukul 15.10 WIB, dari pihak sekuriti ada informasi adanya titik api di salah satu ruangan gudang, dari pihak manajemen katanya gudang, di lantai UG, menurut keterangan manajemen itu gudang promosi, jadi barang-barang yang tidak terpakai,” kata Rahmad kepada Beritasatu.com.

    Rahmad menambahkan saat ini situasi sudah kondusif. Untuk penyebab kebakaran hingga saat ini masih dalam penyelidikan.

    “Belum tahu (asal titik api), masih dalam penyelidikan, sudah mulai normal, sudah dilakukan pembersihan juga. Aman kondusif, tidak ada korban jiwa,” lanjutnya.

    Nayla, salah seorang pengunjung mengaku dirinya saat kejadian sedang menonton film di bioskop tetapi tiba-tiba dihentikan. Saat keluar ruang bioskop asap tebal sudah terlihat dari salah satu area di dalam mal dan mengejutkan pengunjung.

    Namun, pengelola mal belum memberikan pernyataan resmi terkait Pakuwon Mall Sleman terbakar.