Category: Beritasatu.com Regional

  • Manajer yang Sekap Ibu dan Bayi di Kandang Anjing di Bangka Jadi Tersangka

    Manajer yang Sekap Ibu dan Bayi di Kandang Anjing di Bangka Jadi Tersangka

    Pangkalipinang, Beritasatu.com – Manajer perusahaan sawit yang menyekap seorang ibu dan bayinya di dalam kandang anjing di Kabupaten Bangka, Bangka Belitung, jadi tersangka.

    Pelaku penyekapan seorang ibu dan bayinya di kandang anjing di Kabupaten Bangka itu sudah jadi tersangka dan ditahan.

    “Kita sudah tetapkan sebagai tersangka atas nama GM dan siang ini sudah ditahan,” kata Kapolda Bangka Belitung Irjen Pol Hendro Pandowo, Sabtu (7/12/2024)

    Penyekapan seorang ibu dan bayinya di kandang anjing tersebut viral di dunia maya. Dalam video ini, seorang ibu meminta pertolongan warga agar dibebaskan karena anaknya kedinginan saat malam hari.

    Korban diletakkan di kandang anjing dari sore hingga keesokan harinya. Seusai viral, warga setempat mendatangi lokasi dan membebaskan korban.

    Ibu dan bayi yang disekap di kandang anjing tersebut disekap oleh manajer perkebunan kelapa sawit PT PMM di Kabupaten Bangka.

    Hendro memastikan, kasus yang ditangani oleh jajarannya akan diselesaikan hingga tuntas. “Tentunya menjadi atensi kita, keadilan harus dijunjung tinggi,” ujarnya.

    Belum diketahui motif pelaku menyekap korban. Namun, beredar kabar, aksi pelaku dilatarbelakangi persoalan suami korban dengan pihak perusahaan.

    Manajer perusahaan perkebunan sawit berinisial GM tersebut langsung diamankan warga guna menghindari amukan warga. Pelaku dibawa ke Polres Bangka.

    Pelaku penyekapan seorang ibu dan bayinya di kandang anjing di Bangka tersebut dalam kondisi baik.

  • Manajer yang Sekap Ibu dan Bayi di Kandang Anjing di Bangka Jadi Tersangka

    Ibu dan Bayi Disekap di Kandang Anjing oleh Manajer Perusahaan Sawit di Bangka

    Pangkalipinang, Beritasatu.com – Seorang ibu dan bayinya disekap di dalam kandang anjing oleh seorang manajer perusahan sawit di Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Pelaku penyekapan telah ditetapkan menjadi tersangka dan ditahan.

    “Kita sudah tetapkan sebagai tersangka atas nama GM dan siang ini sudah ditahan,” kata Kapolda Bangka Belitung Irjen Pol Hendro Pandowo, Sabtu (7/12/2024)

    Peristiwa penyekapan seorang ibu dan bayinya di kandang anjing tersebut viral di dunia maya. Dalam video ini, seorang ibu meminta pertolongan warga agar dibebaskan karena anaknya kedinginan saat malam hari.

    Korban diletakan di kandang anjing dari sore hingga keesokan harinya. Seusai viral, warga setempat mendatangi lokasi dan membebaskan korban.

    Ibu dan bayi yang disekap di kandang anjing tersebut disekap oleh manajer perkebunan kelapa sawit PT PMM di Kabupaten Bangka.

    Hendro memastikan, kasus yang ditangani oleh jajarannya akan diselesaikan hingga tuntas. “Tentunya menjadi atensi kita, keadilan harus dijunjung tinggi,” ujarnya.

    Belum diketahui motif pelaku menyekap korban. Namun, beredar kabar, aksi pelaku dilatarbelakangi persoalan suami korban dengan pihak perusahaan.

    “Korban juga sudah menjalani pemeriksaan kesehatan dan dinyatakan dalam kondisi baik,” ujar Hendro terkait ibu dan bayi yang disekap di kandang anjing di Bangka.
     

  • Oknum Polisi di Polres Kupang Diduga Peras Pemilik Koperasi

    Oknum Polisi di Polres Kupang Diduga Peras Pemilik Koperasi

    Kupang, Beritasatu.com – Kasatreskrim Polres Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) Iptu Yeni Setiono diduga melakukan pemerasan terhadap pemilik koperasi Pah Meto, Nikson Jalla yang meminta uang Rp 20 juta untuk menyelesaikan kasus hukum truk bermuatan batu mangan 5 ton.

    Dalam rekaman suara yang beredar, Kasatreskrim Polres Kupang Iptu Yeni diduga meminta uang sebesar Rp 20 juta untuk menyelesaikan kasus hukum terkait truk bermuatan batu mangan 5 ton milik koperasi Pah Meto.

    Rekaman percakapan yang beredar menunjukkan, Yeni menawarkan solusi agar kasus tersebut diselesaikan secara damai dengan syarat adanya “timbal balik”.

    Dalam percakapan itu, Nikson mencoba menawar sejumlah uang Rp 10 juta. Namun, Yeni menolak nominal tersebut karena dianggap terlalu kecil.

    “Artinya jangan di bawah angka Rp 15 juta, karena takutnya saya menghadap ke Pak Kapolres langsung menolak. Itu rumit lagi,” ujar suara yang diduga milik Iptu Yeni dalam rekaman tersebut.

    Nikson mengaku, komunikasi dilakukan melalui panggilan WhatsApp pada 22 November 2024. Iptu Yeni disebutkan mengirimkan nomor rekening atas nama Bripka Mahdi untuk proses transfer.

    Namun, Nikson merasa keberatan dan hanya mengirimkan uang Rp 100.000 sebagai bentuk protes. Selanjutnya, ia melaporkan dugaan pemerasan ke Bidpropam Polda NTT pada 4 Desember 2024.

    “Saya merasa diperas. Mereka minta Rp 20 juta baru truk bisa keluar. Ketika saya tidak sanggup, mereka langsung mengirim surat pemberitahuan dimulainya penyelidikan ke rumah saya,” katanya.

    Ia menambahkan, koperasinya baru beroperasi selama empat bulan, sehingga tidak mampu memenuhi permintaan tersebut.

    Sementara itu, Iptu Yeni Setiono membantah tuduhan tersebut. Ia menegaskan, nomor telepon yang digunakan untuk komunikasi bukan miliknya dan menyebut tuduhan itu sebagai fitnah.

    “Kami tidak pernah meminta uang. Silakan laporkan saja, biar Bidpropam Polda NTT menelusuri nomor tersebut milik siapa,” ujar Iptu Yeni saat dikonfirmasi awak media, Sabtu (7/12/2024).

    Sebelumnya, Polres Kupang mengamankan sebuah truk berpelat DH 8188 BJ di Jalan Timor Raya, Desa Mata Air, Kupang pada 18 November 2024. Truk tersebut memuat batu mangan sebanyak 5 ton, yang menurut Nikson sudah memiliki izin resmi.

  • Masjid Negara IKN Bisa Tampung 5.580 Jemaah untuk Salat Idulfitri Tahun Depan

    Masjid Negara IKN Bisa Tampung 5.580 Jemaah untuk Salat Idulfitri Tahun Depan

    Penajam Paser Utara, Beritasatu.com – Masjid Negara di Ibu Kota Nusantara (IKN) direncanakan dapat digunakan pada salat Idulfitri 1 Syawal 1446 Hijriah pada 2025. Dengan kapasitas awal mencapai 5.580 jemaah, masjid ini dirancang mampu menampung hingga 60.000 jemaah.

    Juru Bicara Kantor Komunikasi Kepresidenan Hariqo Wibawa Satria menyampaikan, pembangunan Masjid Negara IKN mencerminkan kemajuan infrastruktur di IKN dan menegaskan semangat kebhinekaan, penghormatan, serta toleransi antarumat beragama.  

    “Masjid ini akan berdampingan di area pusat peribadatan dengan tempat ibadah lainnya, seperti gereja, vihara, pura, klenteng dan Basilika Nusantara Santo Fransiskus Xaverius yang merupakan basilika pertama di Indonesia. Pada 2022 disampaikan Kementerian Agama telah mendapatkan izin prinsip dari Vatikan.” kata Hariqo Wibawa Satria dalam keterangan resminya, Sabtu (7/12/2024).

    Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto telah menegaskan bahwa masjid ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga diharapkan memperkuat toleransi antarumat beragama, menjaga kerukunan masyarakat, serta menguatkan moderasi beragama. Masjid ini juga diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan keagamaan yang toleran.

    Masjid Negara IKN – (PUPR/Istimewa)

    Saat ini, pembangunan tahap I Masjid Negara IKN telah dimulai. Bangunan utama terdiri dari empat lantai, dua lantai mezzanine, dan pelataran dua lantai yang dapat digunakan untuk ruang serbaguna dan parkir, dengan kapasitas awal 29.000 jemaah.

    Masjid Negara IKN dibangun di atas lahan seluas 32.125 m2, dengan luas bangunan masjid dan plaza mencapai 60.173 m2, dan minaret seluas 427 m2. Terdapat juga bangunan komersial seluas 2.212 m2 dua lantai dan bangunan penunjang seluas 727 m2 satu lantai.

    Masjid ini memiliki tiga bagian utama, yakni kubah utama, plaza terbuka, dan minaret. Kubah masjid dirancang dengan konsep simbol sorban dan bentuk galaksi, melambangkan semesta alam raya yang tak terbatas.

  • BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem Indonesia 3 Hari ke Depan, Waspadai Wilayah Ini

    BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem Indonesia 3 Hari ke Depan, Waspadai Wilayah Ini

    Jakarta, Beritasatu.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan potensi cuaca ekstrem Indonesia dalam satu hingga tiga hari ke depan di beberapa wilayah. Hal ini dipengaruhi oleh keberadaan bibit siklon tropis 91S yang terdeteksi di Samudra Hindia, sebelah barat daya Banten.

    Prakirawan cuaca BMKG Iqbal Fathoni menjelaskan bahwa bibit siklon tersebut memengaruhi pola angin, menyebabkan belokan dan perlambatan angin yang berpotensi meningkatkan intensitas hujan lebat dan angin kencang.

    “Adanya bibit siklon tropis 91S mendukung belokan dan perlambatan angin, yang berpotensi menyebabkan cuaca buruk di wilayah pesisir selatan Lampung, selatan Banten, Jawa Barat, hingga Jabodetabek dalam 2–3 hari ke depan,” ujar Iqbal mengenai cuaca ekstrem Indonesia, pada Sabtu (7/12/2024).

    Cuaca ekstrem Indonesia ini semakin diperparah oleh puncak musim hujan yang tengah berlangsung. Curah hujan tinggi diprediksi terjadi di wilayah Sumatera bagian selatan, Jawa termasuk Jabodetabek, Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Sulawesi bagian selatan.

    Menurut BMKG, hujan intensitas tinggi akan lebih banyak terjadi di Indonesia bagian barat pada Desember 2024 hingga Januari 2025. Sedangkan wilayah Indonesia bagian timur diperkirakan mencapai puncak curah hujan pada Januari hingga Februari 2025.

    “Dampak cuaca ekstrem Indonesia bisa bervariasi, tergantung pada kerentanan wilayah. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk terus memantau informasi cuaca terkini,” kata Iqbal.

    Fenomena cuaca ekstrem Indonesia ini berpotensi mengganggu berbagai aktivitas harian, termasuk transportasi dan logistik. BMKG menyarankan masyarakat untuk menghindari area rawan banjir dan longsor, memastikan kelancaran drainase di sekitar lingkungan, dan memantau informasi terkini melalui aplikasi atau media sosial resmi BMKG.

    Untuk mendapatkan pembaruan terkini mengenai cuaca ekstrem Indonesia, masyarakat dapat mengakses aplikasi BMKG, situs web resmi, atau mengikuti akun media sosial resmi BMKG. Waspada dan langkah antisipatif menjadi kunci dalam menghadapi potensi cuaca buruk ini.

  • Cuaca Buruk Landa Selat Sunda Ganggu Pasokan Sembako di Lampung

    Cuaca Buruk Landa Selat Sunda Ganggu Pasokan Sembako di Lampung

    Bandar Lampung, Beritasatu.com – Cuaca buruk di Selat Sunda tidak hanya menghambat arus penyeberangan dari Pelabuhan Bakauheni, Lampung, menuju Pelabuhan Merak, Banten, tetapi juga berdampak signifikan pada pasokan sembako di Lampung.

    Beberapa bahan pokok, seperti cabai, minyak, dan bawang merah mengalami keterlambatan pengiriman, sehingga pasokan di pasar berkurang. Meskipun demikian, harga kebutuhan pokok di pasar tradisional di Lampung terpantau masih stabil.

    Dari pantauan Beritasatu.com di Pasar Jatimulyo, Jati Agung, Lampung Selatan, pada Sabtu (7/12/2024), tidak ditemukan lonjakan harga. Namun, kondisi keterlambatan pengiriman ini tetap merugikan pedagang.

    Sulistyo (45), pedagang cabai di Pasar Jatimulyo mengungkapkan, cabai merah yang diterima dari Pulau Jawa banyak yang rusak akibat keterlambatan pengiriman.

    “Pasokan cabainya agak berkurang, dan banyak cabai yang rusak karena terlambat. Seharusnya sampai sini jam 10 malam, tetapi baru tiba jam delapan pagi,” ujar Sulistyo.

    Untuk mengurangi kerugian, Sulistyo terpaksa menjual cabai merah dengan harga lebih murah.

    “Harga cabai merah tetap normal, tidak ada kenaikan, tetapi kami rugi karena banyak cabai yang rusak,” katanya.

    Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Lampung, Evie Fatmawaty, membenarkan bahwa cuaca buruk memengaruhi pasokan bahan pokok di Lampung.

    “Karena adanya ombak besar dan kondisi cuaca yang tidak bersahabat, otomatis berdampak pada adanya beberapa pasokan yang terlambat datang ke Lampung,” kata Evie.

    Cuaca buruk tidak hanya menghambat pasokan sembako ke Lampung, tetapi juga mengganggu pengiriman produk dari Lampung ke Pulau Jawa. Untuk mengantisipasi lonjakan harga, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Lampung memiliki sejumlah petugas yang rutin memantau stok dan harga bahan pokok di pasar-pasar tradisional.

    Evie menambahkan, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan dan BMKG untuk menghadapi kondisi ini.

    “Kondisi ini (cuaca buruk) terjadi hanya sementara, dari 1 sampai 7 Desember 2024. Kapal yang berlayar terhambat pada waktu malam hari saat ombak sangat besar,” ungka Evie.

    Pantauan di Pelabuhan Bakauheni pada Sabtu (7/12/2024) menunjukkan kondisi arus penyeberangan dari Pulau Sumatera ke Pulau Jawa sudah kembali normal. Tidak ada lagi penumpukan kendaraan di pelabuhan, dan distribusi kebutuhan pokok dipastikan berjalan lancar. Evie menegaskan, masyarakat tidak perlu khawatir karena stok kebutuhan pokok masih mencukupi dan harga tetap terjaga, meskipun sempat ada masalah pada pasokan sembako di Lampung.

  • Ketua DPD Puji Sikap Kesatria Gus Miftah: Beliau Pendakwah Unik dan Anti-mainstream

    Ketua DPD Puji Sikap Kesatria Gus Miftah: Beliau Pendakwah Unik dan Anti-mainstream

    Jakarta, Beritasatu.com – Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Sultan B Najamuddin mengapresiasi sikap kesatria Gus Miftah Maulana Habiburrahman yang berani mundur dari jabatan utusan khusus presiden bidang kerukunan beragama dan pembinaan sarana keagamaan.

    Sultan mendukung dan memuji sikap Gus Miftah yang mundur dari jabatan utusan presiden setelah video viral dengan penjual es teh Sunhaji, sebagai tanggung jawab moral seorang publik figur yang selalu disorot masyarakat. 

    “Beliau (Gus Miftah) adalah pendakwah yang saya kenal cukup unik dan anti-mainstream. Gayanya ceramah yang blak-blakan dan menyatu dengan masyarakat menjadi daya tarik tersendiri bagi kelompok Islam ‘abangan’,” ujar Sultan melalui keterangan resminya, Sabtu (7/12/2024).

    Menurutnya, tidak banyak ustaz di Indonesia yang memilih jalan dakwah seperti Gus Miftah yang dekat dekat dengan anak jalanan, dan kelompok marjinal lainnya yang ingin mendapatkan siraman cahaya Islam dengan pendekatan jalanan.

    “Saya kira hal inilah yang menjadikan beliau dipilih oleh Presiden Prabowo sebagai salah satu utusan khusus presiden bidang keagamaan,” ujar Sultan.

    Meski demikian, atas peristiwa yang menyebabkan Gus Miftah dikritik oleh masyarakat, Sultan mengatakan setiap manusia memiliki kelemahan dan kelebihan. Gus Miftah, kata dia, hanya manusia biasa yang tidak luput dari kesalahan.

    “Yang paling penting adalah bagaimana kita melihat peristiwa ini secara jernih tanpa kebencian dan cacian, karena terdapat banyak hikmah yang bisa diambil dari peristiwa ini,” katanya.

    Menurut Sultan, Gus Miftah sudah melakukan semua hal secara jantan. Tidak semua orang mampu secara ikhlas menanggalkan egonya untuk menebus kesalahan sosial yang dilakukan.

    “Kami percaya, Gus Miftah tidak memiliki niat untuk merendahkan siapa pun. Beliau akan tetap menjadi pendakwah yang nyentrik dan menjadi panutan masyarakat khususnya anak muda Indonesia,” pungkas Sultan yang memuji sikap Gus Miftah mundur sebagai utusan presiden.

  • Kisah Miris Warga Pedalaman Mamuju Tandu Pasien Sejauh 28 Km ke Puskesmas

    Kisah Miris Warga Pedalaman Mamuju Tandu Pasien Sejauh 28 Km ke Puskesmas

    Mamuju, Beritasatu.com – Nasib warga di Desa Salumakki, Kecamatan Kalumpang, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat sungguh memprihatinkan. Akibat akses jalan rusak parah, mereka harus menandu orang sakit hingga 28 kilometer (km) untuk sampai ke Puskesmas Karataun agar bisa dirawat.

    Warga Salumakki membawa pasien bernama Juanda (36) dengan tandu sambil berjalan kaki melewati jalan rusak yang tidak bisa dilewati mobil. Demi menyelamatkan nyawa saudara yang lagi kritis, mereka rela menghabiskan waktu 10 jam menandu Juanda ke Puskesmas Karataun.

    Sudah puluhan tahun jalan dari Desa Salumakki menuju pusat Kecamatan Kalumpang rusak berat. Jalan tidak dapat dilalui mobil. Hanya sepeda motor yang bisa melintasinya, itu pun harus ekstra hati-hati. Saat musim hujan, kondisi jalan berkubang, sama sekali tidak dapat dilalui kendaraan.

    Pasien Juanda ditandu sejauh 28 km menuju fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan perawatan. Warga bergantian menandunya menggunakan bambu yang dirakit sedemikan rupa agar pasien dapat dievakuasi.

    Warga harus berjuang keras jalan kaki sambil membawa pasien, melewati hutan belantara, naik turun gunung, dan menyeberang beberapa sungai agar sampai di puskesmas. Jalanan yang mereka lintasi sama sekali tidak beraspal. Kondisinya hanya tanah yang kiri kanannya penuh semak belukar.

    Usai tiba di puskesma, Juanda yang menderita muntah darah langsung menjalani perawatan intensif. Untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut, pasien tersebut harus dirujuk ke Rumah Sakit Mitra Manakarra Mamuju.

    Kepala Desa Salumakki Sopater Y Masinda mengatakan, warganya terpaksa menandu orang sakit sampai 28 km ke puskesmas lantaran kondisi jalan  sangat rusak dan tidak dapat dilalui ambulans.

    “Jadi warga kami atas nama Juanda berumur 36 tahun ditandu oleh warga karena memang kondisinya memang sangat kritis. Sebelum saya ke Mamuju, saya sempat menjenguknya dan dia muntah darah,” kata Sopater kepada wartawan.

    “Memang satu-satunya cara yang kami lakukan jika ada masyarakat kami yang kritis dengan cara ditandu, karena akses jalan desa kami belum bisa dilalui oleh kendaraan roda empat, termasuk ambulans masuk,” tambah dia.

    Menurutnya, puluhan warga terlibat dalam menandu Juanda ke puskesmas sejauh 28 kilometer. Mereka membawanya secara bergantian.

    “Kami menandu selama satu hari full, karena kami berangkat pukul 06.00 Wita dan tiba di puskesmas sekitar pukul 15.00 Wita,” ujar Sopater.

    Ia menjelaskan, jalan menuju ke Desa Salumakki sudah lama tidak diperhatikan oleh pemerintah, sehingga setiap ada warga yang sakit maupun ingin melahirkan, warga terpaksa menandunya ke Puskesmas.

    “Sejak terbentuknya desa itu, kondisi jalannya tidak pernah diperbaiki. Warga selalu kami tandu jika ada yang sakit. Hanya ada pustu (puskesmas pembantu) di desa kami,” jelasnya.

    Warga Salumakki sangat berharap pemerintah memperbaiki jalan desa mereka. Hal ini penting dilakukan agar warga lebih mudah mengakses sarana kesehatan, pendidikan, dan mobilitas ekonomi bagi warga pedalaman Mamuju tersebut.

    “Kami mewakili seluruh masyarakat, agar pemerintah yang punya peranan di situ mulai dari pemerintah daerah, provinsi dan pusat agar dapat memperhatikan kami, karena kami juga rindu akan kemerdekaan dalam hal akses jalan. Penduduk desa kami ada 1.592 jiwa. Ada tiga desa yang terisolasi yaitu Desa Masa, Sidang dan Salumakking,” harapnya agar tidak ada lagi warga yang menandu pasien sejauh 28 km.
     

  • Polisi Tembak Pelaku Curanmor di Depan Anak Istri, Polda Lampung: Pelaku Melawan dengan Senjata Api

    Polisi Tembak Pelaku Curanmor di Depan Anak Istri, Polda Lampung: Pelaku Melawan dengan Senjata Api

    Lampung, Beritasatu.com – Polda Lampung mengonfirmasi Romadon, terduga pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang tewas ditembak polisi di depan anak dan istrinya, masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) curanmor.

    Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol Umi Fadillah Astutik, menjelaskan Romadon, warga Desa Batu Badak, Kecamatan Marga Sekampung, Kabupaten Lampung Timur, ditembak karena melakukan perlawanan aktif dengan senjata api saat akan ditangkap.

    “Pelaku yang merupakan DPO curanmor ini melawan dengan senjata api saat dilakukan penangkapan,” ujar Umi Fadillah saat dikonfirmasi pada Jumat (6/12/2024).

    Terkait dengan proses penyelidikan yang dilakukan Divisi Propam Mabes Polri dan dilimpahkan ke Polda Lampung untuk sidang etik kepolisian, Umi Fadillah menegaskan pihaknya akan menindak tegas anggota yang terbukti melanggar kode etik profesi.

    “Polda Lampung berkomitmen untuk memproses dengan tegas anggota yang terlibat dalam kejahatan, sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” tambah Umi Fadillah.

    Menurut Umi Fadillah, anggota polisi penembak pelaku curanmor yang diduga melanggar kode etik kini sedang diperiksa oleh Bid Propam Polda Lampung.

    “Anggota tersebut sudah diperiksa di Bidpropam Polda Lampung dan menunggu jadwal sidang kode etik,” jelasnya.

    Polda Lampung memastikan akan serius menangani kasus ini tanpa toleransi bagi anggota yang melanggar aturan.

    Sebelumnya, seorang pria bernama Romadon (31) tewas ditembak oleh anggota Jatanras Polda Lampung di depan anak dan istrinya pada akhir Maret 2024. Ia dituduh terlibat dalam tindak pidana pencurian sepeda motor. Keluarga korban melaporkan kejadian tersebut ke Divisi Propam Mabes Polri terkait dugaan penggunaan kekuatan berlebihan yang mengakibatkan kematian.

    Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Bandar Lampung, sebagai tim advokasi keluarga Romadon, memberikan keterangan pada Divisi Propam Mabes Polri pada Jumat (29/11/2024) lalu.

  • Kasus Pelecehan Seksual Agus ‘Buntung’, Penyidik Polda NTB Temukan Bukti Video

    Kasus Pelecehan Seksual Agus ‘Buntung’, Penyidik Polda NTB Temukan Bukti Video

    Mataram, Beritasatu.com – Proses penyelidikan kasus dugaan pelecehan seksual oleh Agus ‘buntung’, seorang pria disabilitas di Nusa Tenggara Barat (NTB), terus bergulir. Dalam perkembangan terbaru, penyidik menemukan bukti berupa rekaman video di ponsel korban.

    Meskipun tidak menampilkan gambar jelas, rekaman ini berhasil merekam suara Agus ‘buntung’ yang diduga menggunakan manipulasi verbal untuk mendekati korban.

    “Video ini sudah kami uji secara forensik digital dengan bantuan IT dari Krimsus. Kami harap bukti ini dapat menjadi pendukung yang kuat untuk meyakinkan bahwa interaksi antara pelaku dan korban benar terjadi,” kata Dirreskrimum Polda NTB Kombes Pol Syarif Hidayat dalam konferensi pers pada Jumat (6/12/2024).

    Syarif menyampaikan, pihaknya telah memeriksa tujuh orang korban dalam kasus ini. Penyelidikan dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan keadilan bagi para korban.

    “Sudah tujuh orang yang kami periksa dalam berkas perkara ini. Selain itu, beberapa saksi juga mulai berani memberikan keterangan penting untuk mendukung penyelidikan,” ujar Syarif.

    Pemeriksaan terhadap para korban juga melibatkan dua saksi awal yang mendukung pelapor utama. Selain itu, dua korban tambahan berhasil diidentifikasi, salah satunya telah menjalani pemeriksaan dan membuat berita acara pemeriksaan (BAP).

    Untuk mendorong masyarakat melaporkan kasus serupa, Polda NTB telah mendirikan posko pengaduan di sekretariat mereka dan membuka hotline di nomor 0811 38830 666. Masyarakat yang memiliki informasi terkait atau menjadi korban diimbau untuk segera melapor.

    Ketua Komisi Disabilitas Daerah (KDD) NTB Joko Jumadi mengatakan, hingga kini 15 korban telah melapor ke pihaknya. Dari jumlah tersebut, tujuh korban Agus ‘buntung’ telah diperiksa oleh kepolisian.

    “Lima korban adalah orang dewasa, sementara dua lainnya merupakan anak-anak,” kata Joko.