Category: Beritasatu.com Regional

  • Cuaca Ekstrem, Pohon Raksasa Tumbang di Jalur Senggigi

    Cuaca Ekstrem, Pohon Raksasa Tumbang di Jalur Senggigi

    Lombok Barat, Beritasatu.com – Hujan lebat disertai angin kencang melanda wilayah Lombok Barat, menyebabkan sebuah pohon beringin tua dengan ukuran besar tumbang di jalan wisata Senggigi, Desa Senggigi, Kabupaten Lombok Barat. 

    Insiden ini mengakibatkan terputusnya akses jalan utama yang menghubungkan Kabupaten Lombok Barat dengan Kabupaten Lombok Utara, memicu kemacetan panjang hingga enam jam.

    Pohon berukuran besar tersebut tumbang sekitar pukul 09.30 Wita. Kondisi cuaca ekstrem yang melanda kawasan Senggigi menjadi faktor utama tumbangnya pohon tua ini. Akibatnya, jalan wisata Senggigi yang merupakan jalur utama penghubung dua kabupaten lumpuh total.

    “Saya menunggu sudah hampir lima jam karena tidak bisa lewat. Tadi kami dari Pemenang Lombok Utara rencananya mau ke Mataram lewat jalur Pusuk, tetapi katanya di sana ada longsor. Jadi, kami memilih jalur Senggigi. Tidak disangka, di sini malah ada pohon tumbang. Mau balik ke jalur Pusuk masih ada masalah juga, akhirnya kami hanya menunggu di sini.” ungkap Ari, seorang pengendara yang terjebak kemacetan, Senin (9/12/2024).

    Ia juga menambahkan bahwa banyak pengendara lain yang memutuskan untuk putar balik ke Lombok Utara, tidak sabar menunggu proses evakuasi yang berlangsung lambat.

    Akibat pohon beringin tumbang di Senggigi tersebut, kemacetan panjang tak terhindarkan. Diperkirakan antrean kendaraan mencapai beberapa kilometer, dengan banyak pengendara yang memilih meninggalkan mobil mereka untuk mencari jalan alternatif atau menunggu jemputan keluarga.

    “Macetnya panjang sekali. Anak-anak saya tadi sudah dijemput keluarga karena kami tidak tahu kapan jalan ini akan bisa dilalui lagi,” lanjut Ari.

    Jalur alternatif melalui Pusuk yang biasanya menjadi pilihan ketika jalur Senggigi bermasalah juga tidak dapat diandalkan karena longsor di kawasan tersebut. Kondisi ini membuat pengendara tidak memiliki banyak pilihan selain menunggu atau kembali ke Lombok Utara.

    Tim gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lombok Barat, Dinas Pekerjaan Umum, dan aparat kepolisian bergerak cepat setelah menerima laporan. Namun, proses evakuasi terkendala oleh ukuran pohon yang besar dan minimnya alat berat di lokasi kejadian pohon beringin tumbang di Senggigi ini.

  • Nelayan Tidak Berani Melaut karena Cuaca Buruk di Polman

    Nelayan Tidak Berani Melaut karena Cuaca Buruk di Polman

    Polewali Mandar, Beritasatu.com – Cuaca buruk di Polman yang terjadi sejak sepekan terakhir membuat puluhan nelayan lokal tidak berani melaut, Senin (9/12/2024).

    Para nelayan di Kecamatan Polewali, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat ini enggan melaut lantaran gelombang laut saat ini mencapai dua hingga tiga meter, gelombang tinggi itu melanda hampir seluruh perairan Laut Sulawesi Barat.

    Cuaca buruk yang terjadi pada akhir tahun ini menyebabkan gelombang laut tidak stabil dan disertai angin kencang membuat para nelayan terpaksa menghentikan sementara aktivitas mencari ikan.

    Mereka terpaksa menyandarkan kapal dan perahu di bibir pantai karena takut rusak dihantam gelombang, para nelayan di tempat ini dominan tidak memiliki pekerjaan lain sehingga mereka menghabiskan waktu liburnya untuk memperbaiki kapal dan alat melautnya.

    Kondisi cuaca buruk di Polman membuat nelayan tak berani melaut karena mengancam keselamatan mereka, kondisi ini tentu mempengaruhi hasil tangkapan nelayan yang turun drastis.

    Meski demikian, ada juga nelayan yang nekat untuk tetap melaut meski cuaca belum membaik untuk menghidupi keluarga. Namun, jangkauan tangkapan ikan nelayan tidak jauh sehingga hasil tangkapan para nelayan sangat menurun.

    Salah seorang nelayan bernama Mukhlis mengatakan, ia terpaksa tidak pergi melaut lantaran kondisi cuaca ekstrem. Ia memutuskan untuk istirahat sementara waktu sembari menunggu cuaca normal kembali.

    “Sekarang ini angin kencang dan gelombang mencapai dua meter, untuk sementara kita tidak pergi melaut karena takut, Saya beristirahat sementara waktu sambil memperbaiki perahu dan alat tangkap ikan yang rusak,” kata Mukhlis kepada wartawan.

    Menurutnya, sudah sepekan terakhir ia bersama rekan nelayannya tidak melaut, yang mengakibatkan hasil tangkapan menjadi berkurang.

    “Sudah satu pekan saya tidak melaut. Saya hanya keluar di sekitar sini saja sehingga tangkapan ikan jadi kurang. Biasanya saya bawa pulang dua sampai tiga tempat ikan sekarang hanya satu saja,” ujarnya.

    Untuk mencukupi biaya sehari hari, kata Mukhlis ia hanya bisa mengerjakan rumput laut yang telah berada di rumah.

    “Untuk sementara penghasilan dari rumput laut saja. Kita kerja yang bisa kita lakukan,” ungkapnya terkait cuaca buruk di Polman.

  • Hujan Deras di Gunung Merapi, Masyarakat Diminta Waspadai Lahar Dingin

    Hujan Deras di Gunung Merapi, Masyarakat Diminta Waspadai Lahar Dingin

    Yogyakarta, Beritasatu.com – Gunung Merapi kembali diguyur hujan deras dengan intensitas tinggi sejak Senin (9/12/2024) dini hari, meningkatkan risiko lahar dingin di sungai-sungai yang berhulu di lereng gunung tersebut. 

    Menurut laporan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), hujan dimulai pukul 03.15 WIB dengan volume mencapai 70 mm dan intensitas 23 mm/jam, berlangsung selama lebih dari tiga jam. Hingga pukul 06.24 WIB, hujan masih terus berlangsung.

    BPPTKG mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap bahaya lahar dingin dan awan panas guguran, khususnya di daerah-daerah potensi bahaya. 

    “Waspadai bahaya lahar di sungai-sungai yang berhulu di Gunung Merapi serta awan panas guguran di daerah potensi bahaya. Masyarakat diimbau untuk menjauhi daerah bahaya serta mematuhi rekomendasi,” kata Kepala  BPPTKG Agus Budi Santoso dalam keterangan resminya pada Senin (9/11/24) tentang hujan deras di Gunung Merapi.

    Gunung Merapi saat ini berstatus siaga (level III), dengan aktivitas vulkanik yang masih signifikan. Berdasarkan laporan pengamatan terbaru pada Minggu (8/12/2024), tercatat 154 kali guguran material dengan jarak luncur maksimum 1.500 meter ke arah barat daya, meliputi Kali Bebeng dan Krasak. Aktivitas kegempaan juga cukup tinggi, termasuk 84 gempa hybrid/fase banyak dan 30 gempa vulkanik dangkal.

    Cuaca di sekitar Gunung Merapi dilaporkan mendung hingga hujan dengan curah hujan harian mencapai 95 mm. Kondisi ini memperbesar potensi aliran lahar dingin yang dapat membawa material vulkanik ke wilayah sekitar sungai seperti Sungai Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, Woro, dan Gendol.

    BPPTKG  merekomendasikan  agar warga menghindari semua aktivitas di dalam zona potensi bahaya, yaitu hingga 5-7 km dari puncak Merapi pada sektor selatan-barat daya dan tenggara.

    Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman lahar dingin, terutama saat hujan berlangsung lama, serta mewaspadai abu vulkanik akibat hujan deras di Gunung Merapi yang dapat mengganggu aktivitas masyarakat.

  • BMKG Prakirakan Cuaca Hari Ini di Sebagian Besar Kota di Indonesia Hujan

    BMKG Prakirakan Cuaca Hari Ini di Sebagian Besar Kota di Indonesia Hujan

    Jakarta, Beritasatu.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan, cuaca hari ini Senin (9/12/2024) hujan dengan beragam intensitas di sebagian besar kota di Indonesia.

    Prakirawan BMKG Adinda Dara Vahada mengatakan, cuaca hari ini di Banda Aceh, Tanjung Pinang, Padang, Bengkulu, Palembang, dan Pangkal Pinang hujan. “Hujan dengan intensitas sedang diprakirakan terjadi di Medan serta hujan disertai petir di Pekanbaru, Jambi, dan Bandar Lampung,” kata dia di Jakarta, Senin dilansir Antara. 

    Di Pulau Jawa, cuaca hari ini hujan dengan intensitas ringan, seperti terjadi di Bandung dan Yogyakarta. Untuk hujan intensitas sedang, akan terjadi di Serang serta hujan disertai petir diprediksi terjadi di Jakarta, Semarang, dan Surabaya.

    Dia menyampaikan, BMKG memprakirakan potensi hujan disertai petir dapat terjadi di Denpasar, Mataram, dan Kupang.

    Sementara itu di wilayah Kalimantan, cuaca hari ini di Samarinda, Banjarmasin, da Pontianak akan hujan ringan. Di saat bersamaan, hujan petir berpotensi terjadi di Tanjung Selor dan Palangkaraya.

    Di Sulawesi, cuaca hari ini di Gorontalo, Palu, Kendari, dan Makassar hujan ringan.

    Wilayah timur Indonesia juga didominasi hujan, kecuali Ambon yang mengalami cuaca berkabut. Hujan ringan diprakirakan terjadi di Ternate, Sorong, Manokwari, dan Jayapura.

    Sementara cuaca hari ini hujan dengan intensitas sedang dapat terjadi di Nabire dan Jayawijaya.

  • KMP Jagantara Berhasil Dievakuasi setelah 24 Jam Kandas di Perairan Bakauheni

    KMP Jagantara Berhasil Dievakuasi setelah 24 Jam Kandas di Perairan Bakauheni

    Lampung Selatan, Beritasatu.com – Kapal Motor Penumpang (KMP) Jagantara berhasil dievakuasi ke Pelabuhan Bakauheni, Kabupeten Lampung Selatan setelah hampir 24 jam kandas di perairan Pulau Kandang Lunik. Evakuasi dilakukan dengan cara menarik kapal tersebut menggunakan dua kapal tunda (tug boat) milik PT ASDP.

    KMP Jagantara yang kandas di perairan Pulau Kandang Lunik, Bakauheni, berhasil dievakuasi pada Minggu (8/12/2024) malam sekitar pukul 18.00 WIB.

    KMP Jagantara, yang sedang dalam perjalanan dari Pelabuhan Bakauheni menuju Pelabuhan Merak di Banten, dievakuasi dengan menggunakan dua unit tug boat milik ASDP. Kapal yang mengangkut ratusan penumpang dan puluhan kendaraan tersebut ditarik menuju Pelabuhan Bakauheni, Lampung.

    Setelah berhasil dievakuasi ke Dermaga VI Pelabuhan Bakauheni sekitar pukul 19.00 WIB, KMP Jagantara menurunkan puluhan kendaraan, termasuk truk, bus, dan kendaraan pribadi.

    Saat kejadian, KMP Jagantara mengangkut 370 penumpang dan puluhan kendaraan yang berangkat dari Dermaga IV Pelabuhan Bakauheni menuju Pelabuhan Merak, Banten.

    KMP Jagantara terdampar pada Sabtu (7/12/2024) sekitar pukul 22.00 WIB. akibat cuaca ekstrem yang terjadi di Selat Sunda. Sebelumnya, kapal ini terbawa arus gelombang tinggi ke perairan dangkal hingga menyebabkan kapal kandas di perairan Pulau Kandang Lunik, Bakauheni, Lampung Selatan.

    Peristiwa kandasnya KMP Jagantara selama 24 jam menyebabkan kerugian besar bagi sopir truk muatan buah-buahan, karena sebagian besar muatan mereka membusuk.

    Salungan (37), sopir truk muatan jeruk asal Kabupaten Tanggamus, Lampung, mengatakan bahwa buah-buahan dalam truknya menjadi busuk akibat kandasnya kapal selama 24 jam.

    “Tertahan selama 24 jam, kondisi buah jeruknya sudah bau dan busuk,” kata Salungan di Dermaga VI Pelabuhan Bakauheni.

    Salungan menambahkan bahwa akibat kerugian tersebut, ia mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah.

    “Gak hanya bisa dimarahi bos, malah bisa dipecat karena kerugian mencapai ratusan juta,” ujar Salungan.

  • Waspada, Gelombang Tinggi hingga 4 Meter Akan Hantam 3 Wilayah Perairan

    Waspada, Gelombang Tinggi hingga 4 Meter Akan Hantam 3 Wilayah Perairan

    Jakarta, Beritasatu.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini mengenai potensi gelombang tinggi hingga mencapai 4 meter.

    Peringatan ini berlaku mulai Senin (9/12/2024) pukul 07.00 WIB hingga Rabu (11/12/2024) pukul 07.00 WIB.

    Menurut data BMKG, gelombang setinggi 2,5 hingga 4 meter diprediksi melanda tiga wilayah perairan, yaitu:

    1. Samudra Hindia barat Kepulauan Mentawai hingga Lampung.
    2. Samudra Hindia selatan Jawa hingga Nusa Tenggara Timur (NTT).
    3. Laut Natuna Utara.

    Selain gelombang tinggi, BMKG juga mencatat gelombang dengan ketinggian 1,25 hingga 2,5 meter diperkirakan terjadi di beberapa perairan Indonesia.

    Kecepatan angin tertinggi tercatat di perairan barat Bengkulu-Lampung, Laut Flores, serta perairan selatan Banten hingga NTT.

    Di wilayah utara, pola angin bergerak dari barat daya ke barat laut dengan kecepatan 8-20 knot. Di wilayah selatan, angin bergerak dari barat daya ke barat laut dengan kecepatan 8-30 knot.

    Kondisi gelombang tinggi ini dinilai berisiko terhadap keselamatan pelayaran, sehingga masyarakat, nelayan, dan pengguna transportasi laut diminta untuk meningkatkan kewaspadaan.

  • Tiga Warga Lombok Tengah Tewas di Sumur Keracunan Gas Metana

    Tiga Warga Lombok Tengah Tewas di Sumur Keracunan Gas Metana

    Lombok Tengah, Beritasatu.com – Peristiwa tragis terjadi di Desa Pengadang, Kecamatan Praya Tengah, Kabupaten Lombok Tengah, pada Minggu (8/12/2024). Tiga warga, Nasri (40), Sukandi (27), dan Ijal (19), ditemukan tewas di dalam sumur sedalam belasan meter, diduga akibat keracunan gas metana.

    Proses evakuasi yang penuh tantangan berhasil dilakukan oleh tim SAR Mataram bersama aparat terkait. Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor SAR Mataram, Saidar Rahman Jaya, mengatakan laporan pertama diterima sekitar pukul 10.30 Wita.

    “Kami segera mengirimkan delapan anggota tim rescue ke lokasi dan berkoordinasi dengan kapolsek serta aparat desa untuk memastikan kelancaran evakuasi,” kata Saidar Rahman Jaya.

    Ketiga korban awalnya terjebak di sumur yang terletak di area persawahan Desa Pengadang. Diduga, mereka kesulitan keluar setelah terpapar gas beracun yang terakumulasi di dasar sumur sedalam belasan meter.

    Evakuasi berlangsung selama lebih dari lima jam dan melibatkan TNI, Polri, Damkarmat Lombok Tengah, BPBD, dan warga setempat. Tim penyelamat menggunakan peralatan khusus, seperti self-contained breathing apparatus (SCBA) dan peralatan mountaineering untuk mengantisipasi potensi bahaya.

    “Hasil pengecekan menunjukkan kandungan gas metana di sumur mencapai 20%, sehingga kami harus berhati-hati agar tidak ada korban tambahan dari tim penyelamat,” ungkap Saidar.

    Koordinasi yang baik antarinstansi memungkinkan evakuasi berjalan lancar, meskipun ketiga korban ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa. Jenazah korban kemudian diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.

    “Kami belum bisa memastikan penyebab kematian, tetapi dari hasil tes awal kami, memang ada kandungan gas metana di dalam sumur tersebut,” kata Saidar perihal tiga warga Lombok Tengah yang tewas di sumur.

  • Keracunan Massal, Puluhan Santriwati di Lombok Barat Dilarikan ke Rumah Sakit

    Keracunan Massal, Puluhan Santriwati di Lombok Barat Dilarikan ke Rumah Sakit

    Lombok Barat, Beritasatu.com – Puluhan santriwati di Pondok Pesantren Islahuddiny, Kecamatan Kediri, Lombok Barat, mengalami keracunan massal seusai kunjungan orang tua, Jumat (6/12/2024). Kejadian ini menjadi perhatian serius karena jumlah korban yang signifikan dan penyebab keracunan yang diduga berasal dari konsumsi makanan yang tidak higienis.

    Kapolsek Kediri AKP Jahyadi Sibawaih menjelaskan, keracunan mulai dirasakan oleh beberapa santriwati tak lama setelah kunjungan orang tua selesai. Para santri mengalami gejala seperti sakit perut, mual, pusing, demam, hingga muntah-muntah.

    “Perawatan awal dilakukan di lingkungan pondok pesantren, tetapi karena jumlah korban terus bertambah, mereka dirujuk ke Puskesmas Kediri. Di Puskesmas Kediri, kapasitas sudah penuh sehingga beberapa santri dirujuk ke Rumah Sakit Tripat Gerung, Puskesmas Labuapi, dan Rumah Sakit Awet Muda Narmada,” terang AKP Jahyadi, Minggu (8/12/2024).

    Berdasarkan konfirmasi dengan pihak pondok pesantren, dugaan sementara mengarah pada makanan yang dibawa oleh keluarga santri saat kunjungan. Selain itu, makanan yang dibeli di pinggir jalan, seperti jajanan dan sejenisnya, juga dicurigai menjadi penyebab utama.

    “Salah seorang korban menyebut bahwa makanan di pondok pesantren sehari-harinya sederhana, seperti tahu dan tempe. Namun, makanan yang dibawa oleh keluarga memiliki variasi yang lebih beragam, sehingga memungkinkan adanya makanan yang kurang higienis atau sudah terkontaminasi,” tegasnya.

    Istiqomah, petugas kesehatan dari Puskesmas Kediri, menyampaikan, santriwati di Lombok Barat yang mengalami keracunan massal yang dirujuk ke fasilitas kesehatan pada malam kejadian dalam kondisi lemas dan tekanan darah rendah.

    “Semua pasien yang datang sudah kami infus dan tangani sesuai kapasitas. Karena keterbatasan tempat tidur, kami merujuk sebagian pasien ke rumah sakit lain. Alhamdulillah, semua korban yang kami rawat sudah pulih dan telah dipulangkan pagi ini,” jelas Istiqomah.

    Ia menambahkan, pagi hari setelah kejadian, ada enam santri tambahan yang dibawa ke Puskesmas Kediri dengan gejala serupa, tetapi kondisinya sudah lebih stabil setelah mendapatkan perawatan.

    Hingga kini, Unit Reskrim Polsek Kediri masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait dugaan keracunan ini. Sampel makanan yang diduga menjadi sumber keracunan sedang diperiksa untuk memastikan penyebab pastinya.

    Kapolsek Kediri mengimbau masyarakat, terutama keluarga santri, untuk lebih berhati-hati dalam membawa makanan saat kunjungan dan memastikan makanan dalam kondisi bersih serta layak konsumsi.

    Selain itu, ia juga meminta pengelola pondok pesantren untuk lebih waspada terhadap jajanan yang beredar di sekitar lingkungan pesantren, sehingga tidak ada lagi kasus santriwati keracunan makanan, seperti yang terjadi di Lombok Barat.

  • Jelang Natal 2024, Daop 6 Yogyakarta Dukung Program Motis

    Jelang Natal 2024, Daop 6 Yogyakarta Dukung Program Motis

    Yogyakarta, Beritasatu.com – KAI Daop 6 Yogyakarta mendukung Program Angkutan Motor Gratis (Motis) yang kembali digelar oleh Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan pada periode Natal 2024 kali ini. 

    Motis adalah program tahunan pemerintah melalui Kementerian Perhubungan untuk masyarakat yang mudik beserta dengan motor yang diangkut menggunakan kereta api secara gratis.

    Adapun tujuan diselenggarakannya Program Motis ini supaya jumlah kendaraan roda dua dan angka kecelakaan di jalan saat mudik libur Natal dapat ditekan, sehingga tingkat keselamatan meningkat. KAI sebagai BUMN operator perkeretaapian mendukung penuh program Motis ini dalam rangka memberikan pelayanan kepada pemudik yang ingin membawa motornya ke kampung halaman.

    “KAI siap turut berperan dalam meningkatkan keselamatan pemudik melalui penyediaan rangkaian kereta api angkutan Motis. Dengan menggunakan kereta api untuk angkutan penumpang maupun barang, kemacetan di jalan raya dapat dikurangi, serta meningkatkan keselamatan para pemudik pada periode libur Natal 2024 ini,” kata Manager Humas Daop 6 Yogyakarta, Krisbiyantoro kepada Beritasatu.com, Minggu (8/12/2024).

    Pendaftaran program Motis telah dimulai sejak 1 s.d 28 Desember 2024 melalui laman motis.djka.kemenhub.go.id. Adapun pelaksanaannya sesuai yang tertera pada website tersebut yaitu pada 20-29 Desember 2024. Jadi masyarakat dapat memanfaatkan program Motis ini pada libur panjang Natal.

    Stasiun tujuan untuk program Motis ini adalah:

    1. Stasiun Jakarta Gudang
    2. Stasiun Pasarsenen (penumpang)
    3. Stasiun Cirebon Prujakan
    4. Stasiun Purwokerto
    5. Stasiun Kutoarjo
    6. Stasiun Lempuyangan

    Agar dapat mengikuti program Motis, masyarakat diharapkan dapat memperhatikan persyaratan berikut:
    – KTP, SIM yang berlaku, kartu keluarga, STNK.
    – Motor dengan kapasitas mesin maksimal 200 cc.
    – Mendaftar melalui motis.djka.kemenhub.go.id yang dilanjut dengan verifikasi langsung di posko sesuai dengan waktu verifikasi yang dipilih saat mendaftar.
    – Mendaftar dengan menyampaikan e-mail aktif.

    Daop 6 mencatat hingga 8 Desember 2024 ini, sudah terdapat 21 orang yang mendaftar untuk mengikuti program Motis DJKA ini. Untuk info lebih lanjut terkait Motis, masyarakat dapat mengakses motis.djka.kemenhub.go.id, mengakses akun Instagram @motis.djka, menghubungi call center 151, atau menghubungi WA 085162119933.
     

  • Akibat Cuaca Buruk, KMP Jagantara Kandas di Perairan Bakauheni

    Akibat Cuaca Buruk, KMP Jagantara Kandas di Perairan Bakauheni

    Lampung Selatan, Beritasatu.com – Cuaca buruk yang terjadi di Selat Sunda, Lampung Selatan  menyebabkan kapal penumpang (KMP) Jagantara kandas di Perairan Pulau Kandang Lunik Bakauheni, Kabupaten Lampung Selatan. Saat kejadian, KMP Jagantara sedang dalam pelayaran dengan rute Pelabuhan Bakauheni, Lampung menuju Pelabuhan Merak, Banten.

    Tidak hanya sempat menghambat arus penyeberangan dari Pulau Sumatera ke Pulau Jawa maupun sebaliknya, cuaca buruk yang terjadi di Selat Sunda menyebabkan KMP Jagantara kandas.

    KMP Jagantara kandas di sekitar perairan Pulau Kandang Lunik, Kabupaten Lampung Selatan, Lampung pada Sabtu (7/12/2024) sekitar pukul 21.20 WIB.

    “Saat kejadian, KMP Jagantara sedang dalam pelayaran dengan rute Pelabuhan Bakauheni, Lampung menuju Pelabuhan Merak, Banten,” papar Fajar salah satu anggota regu penolong.

    Saat itu, KMP mengangkut empat unit sepeda motor, enam unit kendaraan pribadi, dua dua unit kendaraan pikap, enam unit colt diesel , enam unit mikro bus, 10 unit bus besar, 18 kendaraan truk besar, 13 unit tronton, serta satu unit kendaraan trailer dan 93 orang penumpang.

    “Tim SAR gabungan yang menerima informasi kandasnya KMP Jagantara langsung mengevakuasi penumpang. Sebanyak 23 personel SAR kerahkan ke lokasi KMP Jagantara kandas untuk melakukan evakuasi penumpang,” dia menambahkan.

    Faktor hujan deras cuaca buruk di perairan Selat Sunda menjadi penyebab kandasnya KMP Jagantara di  Perairan Pulau Kandang Lunik Bakauheni, Kabupaten Lampung Selatan. Saat kejadian, KMP Jagantara terbawa arus ke perairan dangkal sehingga kandas tidak dapat melanjutkan pelayaran.

    Upaya evakuasi KMP Jagantara dengan cara ditarik menggunakan tugboat belum bisa dilakukan karena kondisi cuaca masih belum stabil.

    Peristiwa kandasnya KMP Jagantara diketahui tidak sampai menyebabkan korban jiwa maupun korban luka. Para penumpang berhasil dievakuasi oleh tim SAR gabungan ke Pelabuhan Bakauheni, Lampung.

    Saat ini petugas gabungan masih melakukan pemantauan di Dermaga 3, Pelabuhan Bakauheni untuk menarik KMP Jagantara jika kondisi cuaca memungkinkan. Hingga Minggu siang (8/12/2024) belum ada pihak terkait yang dapat memberikan keterangan terkait kandasnya kapal di Lampung Selatan ini.