Category: Beritasatu.com Regional

  • 2 Pencuri Motor Terjebak di Dalam Rumah Kos di Lampung karena Pintu Pagar Elektronik

    2 Pencuri Motor Terjebak di Dalam Rumah Kos di Lampung karena Pintu Pagar Elektronik

    Lampung Selatan, Beritasatu.com – Dua pencuri sepeda motor di Lampung Selatan, Lampung terjebak di dalam rumah kos saat melakukan aksinya. Kedua pencuri terjebak di dalam rumah kos karena pintu pagar menggunakan kunci elektronik sensor sidik jari.

    Dua pencuri sepeda motor di Lampung Selatan tersebut tidak hanya gagal membawa kabur sepeda motor dari lokasi, tetapi juga terjebak di dalam rumah kos. Kasus tersebut terjadi di sebuah kos-kosan yang berada di Desa Way Huwi, Kecamatan Jati Agung, Lampung Selatan, Senin (9/11/2024) sekitar pukul 10.00 WIB.

    Kedua pelaku berhasil masuk ke dalam rumah kos karena pintu gerbang tidak tertutup setelah beberapa menit sebelumnya ada tamu.

    Dalam rekaman CCTV terlihat, setelah berhasil masuk, dengan sat set tanpa membuang waktu, kedua pelaku langsung merusak kunci kontak salah satu sepeda motor yang terparkir di dalam kos.

    Setelah berhasil merusak kunci kontak sepeda motor milik salah satu penghuni kos, kedua pelaku kemudian membawa kabur sepeda hasil curiannya. Namun, saat akan keluar, mereka panik lantaran pintu pagar tidak dibuka.

    Pintu pagar tidak bisa dibuka karena menggunakan kunci elektronik dengan sensor sidik jari. Setelah 30 menit terjebak di dalam kos, kedua pelaku mengembalikan sepeda motor yang hasil curiannya ke tempat semula.

    Kedua pelaku kemudian meminta bantuan salah seorang penghuni kosan untuk membukakan pintu pagar. Setelah pintu pagar dibuka, kedua pelaku akhirnya keluar dari rumah kos dengan tangan kosong tanpa membawa hasil.

    Zainudin (55), pemilik kosan mengatakan, pintu pagar terbuka karena ada tamu, kedua pelaku kemudian masuk dengan sepeda motornya.

    “Setelah kedua pelaku masuk, salah seorang penghuni kosan menutup pintu yang terbuka. Setelah kedua pelaku mengambil sepeda motor, pintu tidak bisa terbuka, jadi terjebaklah mereka di dalam,” kata Zainudin saat ditemui Selasa (10/12/2024).

    Zainudin menjelaskan, aksi pencurian sepeda motor yang dilakukan kedua pelaku baru diketahui saat salah satu penghuni kosan melihat kunci kontak sepeda motornya dalam kondisi rusak.

    “Pemilik sepeda motor kemudian memutar rekaman CCTV untuk mengetahui yang terjadi. Dari situ baru ketahuan, dua pelaku pencurian sepeda motor masuk ke dalam kos dan berusaha membawa kabur satu unit sepeda motor,” ungkap Zainudin.

    Meski kedua pelaku tidak berhasil membawa kabur sepeda motor, pemilik kosan dan pemilik sepeda motor melaporkan peristiwa percobaan pencurian sepeda motor tersebut ke Polsek Jati Agung, Lampung Selatan. Saat ini polisi masih mengindentifikasi kedua pelaku yang gagal membawa kabur sepeda motor karena terjebak di dalam rumah kos yang berpintu pagar elektronik.

  • Tersangka Kasus Ibu dan Anak Disekap di Kandang Anjing Bertambah

    Tersangka Kasus Ibu dan Anak Disekap di Kandang Anjing Bertambah

    Pangkalpinang, Beritasatu.com – Polda Bangka Belitung mengumumkan tersangka baru kasus ibu dan bayi disekap di kandang anjing milik perusahaan perkebunan kelapa sawit PT Payung Mitrajaya Mandiri (PMM) yang terletak di Desa Maras Senang, Kecamatan Bakam, Kabupaten Bangka, Bangka Belitung.  

    Selain GM, manajer operasional PT PMM yang jadi tersangka utama. Polisi juga menetapkan staf PT MMM berinisial Y sebagai tersangka lain kasus ibu dan anak disekap di kandang anjing milik perusahaan sawit.

    “Berdasarkan hasil pemeriksaan saksi-saksi dan tersangka terdahulu, penyidik menetapkan satu orang lagi tersangka atas nama inisial Y,” kata Kabid Humas Polda Bangka Belitung Kombes Pol Fauzan Sukmawansyah, Selasa (11/12/2024).

    Menurut Fauzan, tersangka Y berperan sebagai orang yang menyuruh GM menyekap ibu dan anak di kandang anjing.

    Kedua tersangka saat ini sudah ditahan di ruang tahanan Polres Bangka dan segera dilimpahkan ke Kejaksaan apabila berkas penyidikannya sudah lengkap.

  • KPK Geledah Kantor Dishub dan Rumah Kadishub Pekanbaru

    KPK Geledah Kantor Dishub dan Rumah Kadishub Pekanbaru

    Pekanbaru, Beritasatu.com – Penggeledahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Pekanbaru, Selasa (10/12/2024) dilakukan di dua tempat. Pertama, di kantor Dinas Perhubungan (Dishub) komplek perkantoran Pemerintah Kota (Pemkot) Pekanbaru dan kedua di rumah pribadi Kepala Dishub Yuliarso.

    Penggeledahan terkait dengan operasi tangkap tangan(OTT) beberapa hari lalu atas dugaan korupsi yang melibatkan Penjabat (Pj) Wali Kota Pekanbaru Risnandar Mahiwa, Sekda Kota Pekanbaru Indra Pomi, dan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bagian Umum Sekretariat Daerah Kota Pekanbaru Novin Karmila.

    Yuliarso saat dikonfirmasi tak membantah ada penggeledahan yang dilakukan KPK di kantor dan rumah pribadinya. Dia mengungkapkan, penggeledahan di kantor Dishub berlangsung sekitar tiga jam, dari pukul 11.00 WIB hingga pukul 14.00 WIB lebih.

    Setelah itu, Yuliarso bersama tim penyidi KPK menuju kediamannya yang berada di Kelurahan Labuhbaru Barat, Kecamatan Payung Sekaki. “Tadi sudah dilakukan penggeledahan, penyitaan, pemeriksaan terkait dengan kasus yang diduga terjadi kepada para tersangka. Tadi sudah dibuat berita acara dan dimintai keterangan semua sudah kami jelaskan,” ujarnya.

    Yuliarso mengatakan, sudah menjelaskan soal aliran uang Rp 150 juta saat penggeledahan KPK. Dia mengaku, uang tersebut diterima dari Indra Pomi untuk dikirimkan ke orang lain yang dia diperintahkan.

    “Saya sudah tunjukkan bukti transfer bahwa hari itu juga setelah saya terima dalam kurun waktu satu jam langsung saya kirim ke yang diperintahkan. Jadi itu sudah saya sampaikan kepada KPK. Jadi sebatas itu,” ungkapnya.

    Yuliarso dengan tegas membantah kabar dirinya ditangkap KPK. “Hari ini KPK sudah selesai melakukan pemeriksaan. Semua hanya berita acara dan dokumen yang diambil. Alhamdulillah sampai hari ini saya masih di sini dan bila diperlukan saya akan dipanggil kembali,” pungkasnya.

    Sebelumnya, KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) yang dilaksanakan pada Senin (2/12/2024). Dalam operasi ini, KPK menjaring Pj Wali Kota Pekanbaru Risnandar Mahiwa, Sekda Kota Pekanbaru Indra Pomi dan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bagian Umum Sekretariat Daerah Kota Pekanbaru Novin Karmila.

    KPK juga menyegel dua ruangan di kantor Wali Kota Pekanbaru yang terletak di Kecamatan Tenayan Raya, yakni ruangan Risnandar Mahiwa dan ruangan Sekda Kota Pekanbaru Indra Pomi.

  • Rugikan Negara Rp 7,9 Miliar, Petinggi Bank BUMN Cabang Pekanbaru Ditangkap

    Rugikan Negara Rp 7,9 Miliar, Petinggi Bank BUMN Cabang Pekanbaru Ditangkap

    Pekanbaru, Beritasatu.com – Kejaksaan Negeri (Kejari) Pekanbaru menahan dua orang tersangka kasus dugaan korupsi penyaluran kredit fiktif. Salah satu dari dua tersangka adalah pimpinan cabang bank BUMN di Kota Pekanbaru, Riau.

    Kasi Pidsus Kejari Pekanbaru Niky Juniesmero mengatakan, kedua tersangka, yakni SY selaku pimpinan cabang dan F selaku account officer di bank BUMN tersebut.

    “Keduanya bersama-sama untuk mempermudah memberikan kredit yang tidak sesuai aturan. Berdasarkan perhitungan BPKP, kerugian negara kurang lebih Rp 7,9 miliar,” kata Niky, Selasa (10/12/2024).

    Dijelaskan Niky, modus petinggi bank BUMN hingga ditangkap itu melancarkan aksinya dengan cara menerima pengajuan kredit sejumlah kelompok debitur fiktif.

    “Ada 14 orang dari 16 yang mengajukan itu mereka tidak tahu KTP-nya digunakan untuk memuluskan aksinya,” ungkapnya.

    Selain menahan tersangka, Kejari Pekanbaru juga menyita tanah seluas kurang lebih 100 hektare di daerah Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing).

    Saat ini petinggi bank BUMN dan anak buahnya ini berhasil ditangkap dan ditahan di Rutan Sialang Bungkuk Pekanbaru selama 20 hari ke depan. Keduanya diancam dengan Pasal 2 dan Pasal 3 UU Tindak Pidana Korupsi dengan ancaman maksimal 20 tahun penjara. 

  • Jalani Pemeriksaan Tambahan, Agus Buntung Dicecar 20 Pertanyaan

    Jalani Pemeriksaan Tambahan, Agus Buntung Dicecar 20 Pertanyaan

    Mataram, Beritasatu.com – I Wayan Agus Swartama alias Agus Buntung menjalani pemeriksaan tambahan di Mapolda NTB, Selasa (10/12/2024) terkait kasus pelecehan seksual yang menjeratnya. Kuasa hukum Agus Buntung, Ainuddin mengatakan terdapat fakta baru yang sebelumnya tidak diungkap oleh Agus Buntung karena adanya ketakutan.

    “Ada sekitar 20 pertanyaan yang diajukan kepada Agus, meliputi kronologi interaksinya dengan korban berinisial MA. Agus mengaku pertama kali bertemu dengan korban di Universitas Udayana. Korban meminta tolong untuk diantar ke kampus, tetapi Agus justru membawa korban berkeliling hingga tiga kali di kawasan Islamic Center,” ungkap Ainuddin.

    Sebelum perjalanan tersebut, korban dikabarkan sempat melihat adegan mesum yang melibatkan pihak lain. Hal ini memicu percakapan antara Agus dan korban, yang akhirnya mengarah pada komunikasi lebih lanjut.

    “Saat berada di atas kendaraan, korban dilaporkan mengucapkan kata-kata yang memulai percakapan. Agus pun mengajukan pertanyaan yang direspons oleh korban dengan kesepakatan,” terangnya.

    Agus Buntung kemudian membawa korban ke sebuah homestay. Selama berada di lokasi tersebut, Agus Buntung menyatakan hubungan yang terjadi dilakukan atas dasar suka sama suka. Ia juga menekankan tidak ada tekanan atau paksaan yang dilakukan.

    “Setelah kejadian di dalam kamar, korban disebut meminta uang Rp 50.000 kepada Agus. Karena tidak membawa uang tunai, Agus menjanjikan akan memberikan uang tersebut nanti,” ucap Ainuddin.

    Setelah keluar dari homestay, Agus Buntung bertemu dengan dua temannya di Islamic Center. Kejadian ini dilaporkan melibatkan pengambilan foto yang kemudian menjadi viral di media sosial.

    Ainuddin menegaskan tidak ada paksaan dalam hubungan antara Agus Buntung dan korban. Ia menilai raut wajah korban selama kejadian tidak menunjukkan tanda-tanda ketakutan atau keterpaksaan.

    “Saya ingin meluruskan kesalahpahaman setiap perempuan yang dikenal oleh Agus ini dianggap sebagai korban. Fakta-fakta yang ada menunjukkan hubungan ini berlangsung atas dasar suka sama suka,” jelas Ainuddin.

    Ia juga menyoroti pentingnya melihat kasus ini secara objektif, dengan mempertimbangkan seluruh fakta yang telah terungkap. Namun, Ainuddin juga menyatakan keprihatinannya terhadap penyebaran foto yang memviralkan kejadian tersebut. Menurutnya, tindakan ini dapat menimbulkan persepsi negatif di masyarakat, yang bisa merugikan semua pihak terkait, termasuk kliennya.

    Menanggapi pertanyaan terkait hubungan Agus Buntung dengan individu lain yang disebutkan dalam laporan pemeriksaan, Ainuddin menegaskan mengenal seseorang atau berinteraksi secara sosial bukanlah tindakan yang melanggar hukum.

  • Agus Buntung Mahasiswa IAHN Gde Pudja yang Punya Keterampilan, Tertinggal secara Akademik

    Agus Buntung Mahasiswa IAHN Gde Pudja yang Punya Keterampilan, Tertinggal secara Akademik

    Mataram, Beritasatu.com – Kasus Iwas alias Agus Buntung menjadi sorotan publik setelah berbagai pihak, termasuk civitas akademika Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Gde Pudja Mataram dan LIDI Foundation, sebuah organisasi pemberdayaan masyarakat difabel. Keduanya memberikan tanggapan berbeda terkait situasi yang melibatkan mahasiswa tersebut yang kini sedang menjadi sorotan publik.

    Agus yang merupakan seorang mahasiswa difabel angkatan 2021 di IAHN Gde Pudja Mataram tengah menghadapi berbagai tantangan dalam perjalanan akademiknya. Selain itu, Agus Buntung juga terlibat dalam konflik sosial yang memunculkan beragam opini dari pihak-pihak terkait.

    Wakil Dekan II Bidang administrasi umum dan perencanaan keuangan IAHN Gde Pudja Mataram, Ni Wayan Rasmini memberikan penjelasan terkait kondisi akademik Agus Agus yang terdaftar sebagai mahasiswa difabel di kampus tersebut.

    “Agus ini sebenarnya mahasiswa angkatan 2021. Namun, karena sangat jarang mengikuti perkuliahan, hingga kini dia masih mengambil semester 1 meskipun seharusnya sudah berada di semester 7,” ungkap Rasmini kepada Beritasatu.com, Selasa (10/12/2024).

    Ia juga menyoroti absensi Agus Buntung yang kerap tidak hadir dalam kegiatan perkuliahan. Hal tersebut berdampak pada penilaian akademik yang melibatkan tiga ranah, yakni sikap, pengetahuan, dan keterampilan.

    “Beberapa dosen tidak memberikan kesempatan ujian karena Agus tidak pernah hadir di kelas. Tentu saja, penilaian sikap, pengetahuan, dan keterampilan tidak bisa dilakukan,” tambahnya.

    Meski tidak menunjukkan prestasi akademik, Rasmini mengakui Agus Buntung memiliki keterampilan tertentu yang terlihat di media sosial, seperti bermain tabuh dan rindik menggunakan kakinya. 

    Namun demikian, keterampilan tersebut tidak dapat dikategorikan sebagai prestasi akademik karena tidak ada bukti fisik, seperti sertifikat atau penghargaan resmi.

    “Permasalahan di kampus tidak hanya terbatas pada aspek akademik. Agus juga sempat terlibat dalam konflik dengan sesama mahasiswa,” jelasnya.

    Menurut Rasmini, konflik tersebut telah diselesaikan secara damai. Namun, Agus Buntung kemudian melaporkan teman-teman difabelnya ke pihak kepolisian di Polsek Taliwang.

    Di sisi lain, Ketua LIDI Foundation Lalu Wisnu Paradipta,  yang fokus pada pemberdayaan masyarakat difabel, memberikan pandangan berbeda mengenai kasus Agus Buntung. Ia menyebutkan, kemungkinan adanya ejekan atau hinaan dari teman-temannya menjadi pemicu tindakan Agus yang selalu mengundang kontroversi.

    “Mungkin ada ejekan atau hinaan dari teman-temannya, yang membuat Agus ingin menunjukkan kemampuannya. Namun, caranya kurang tepat,” jelas Wisnu.

    Wisnu juga menyoroti gaya hidup Agus yang sering terlihat di media sosial, seperti bergaul dengan teman-teman yang mengajaknya melakukan hal negatif, termasuk mengonsumsi minuman keras. Menurutnya, Agus memiliki potensi untuk berkembang, tetapi membutuhkan bimbingan yang tepat.

    “Saya yakin Agus bisa berubah dan menatap masa depan yang lebih baik. Namun, hal ini memerlukan dukungan dan pendekatan yang sesuai,” tandasnya.

    Tak hanya disorot masyarakat lantaran perbuatan asusilanya, Agus Buntung juga menjadi perhatian IAHN Gde Pudja Mataram lantaran abai terhadap bidang akademiknya.

  • Gempa Bumi Magnitudo 5,2 Guncang Kepulauan Talaud Sulut

    Gempa Bumi Magnitudo 5,2 Guncang Kepulauan Talaud Sulut

    Jakarta, Beritasatu.com – Gempa bumi dengan magnitudo 5,2 mengguncang Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara (Sulut), Selasa (10/12/2024). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan gempa tersebut terjadi pada pukul 13.13 WIB.

    Episentrum gempa terletak pada koordinat 3,72 derajat lintang selatan utara (LU) dan 127,84 derajat bujur timur atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 132 kilometer arah Tenggara Kota Melonguane, Sulut pada kedalaman 136 km.

    “Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi  di Kepulauan Talaud Sulut ini yang terjadi merupakan jenis gempa bumi menengah akibat adanya deformasi batuan pada lempeng Laut Filipina yang tersubduksi di bawah laut Maluku. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan sesar naik dengan kombinasi mendatar (oblique thrust fault),” ujar Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono dalam siaran pers yang diterima Beritasatu.com, Selasa (10/12/2024).

    Berdasarkan estimasi peta guncangan (shakemap), gempa bumi ini menimbulkan guncangan di Kepulauan Talaud daerah Nanusa, Damau dan Rainis dengan skala intensitas II-III MMI.

    “Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi di Kepulauan Talaud Sulut ini tidak berpotensi tsunami,” tambah Daryono.

  • 2 Pelajar Tewas Tenggelam di Mamasa Seusai Ikuti Kegiatan PMR

    2 Pelajar Tewas Tenggelam di Mamasa Seusai Ikuti Kegiatan PMR

    Mamasa, Beritasatu.com – Empat orang pelajar sekolah menengah kejuruan (SMK) di Kecamatan Sumarorong, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat dilaporkan tenggelam saat berenang di sungai setelah mengikuti kegiatan ekstrakurikuler.

    Empat orang siswa yang tenggelam tersebut dua di antaranya dinyatakan selamat sementara dua lainnya ditemukan meninggal dunia.

    Rekaman video amatir yang memperlihatkan proses pencarian dan  evakuasi terhadap korban yang tenggelam di Sungai Laloeng, Kecamatan Sumarorong.

    Terlihat dalam video tersebut sejumlah warga yang melakukan pencarian berhasil menemukan korban tenggelam dan mengevakuasi jenazahnya. Korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia, selanjutnya korban dilarikan ke rumah Puskesmas Sumarorong.

    Sebelumnya, dilaporkan ada empat siswa yang tenggelam di sungai tersebut pada Sabtu (7/12/2024) kemarin, tetapi dua berhasil diselamatkan sementara dua korban lainnya ditemukan meninggal dunia.

    Korban pertama pelajar tewas tenggelam di Mamasa itu ditemukan pada Sabtu (7/12/2024). Sedangkan satu korban meninggal lainnya baru ditemukan Selasa (10/12/2024) siang tadi.

    Berdasarkan informasi yang diperoleh, sejumlah siswa tersebut mengikuti kegiatan ekstrakurikuler PMR di sekitar sungai tersebut bersama gurunya. Namun, saat kembali siswa tersebut singgah dan mandi di sungai. Keempat siswa tersebut tenggelam dan dua  di antaranya dinyatakan meninggal dunia, sedangkan dua lainnya selamat. Dua korban yang selamat sementara menjalani perawatan di rumah sakit.

    Siswa yang meninggal dunia tersebut bernama Julping (16) dan Amelia (16). Saat ini jenazah kedua korban sudah diserahkan ke pihak keluarganya masing-masing untuk disemayamkan.

    Kasatreskrim Polres Mamasa IPTU Drones Ma’dika, mengatakan, ada empat pelajar yang tenggelam pada (10/12/2024) Sabtu kemarin, dua di antaranya meninggal dunia sementara dua lainnya dirawat di Rumah sakit.

    “Mulai dari kemarin itu ada laporan bahwa ada siswa-siswi yang tenggelam, ada empat orang, tetapi ada satu orang dari empat itu meninggal dunia dan hari ini juga ditemukan satu lagi berjenis kelamin perempuan. Jadi yang meninggal seluruhnya dua,” kata Iptu Drones kepada wartawan.

    Menurutnya, korban kedua baru ditemukan lantaran warga mengira sudah tidak ada lagi pelajar yang tenggelam. Namun, orang tua siswa melapor jika anaknya belum kembali dari kegiatan tersebut.

    “Setelah kegiatan sekolah itu mereka pulangnya tidak bersamaan jadi setelah ditemukan yang tenggelam, mereka sudah tidak mencari lagi karena diperkirakan yang lainnya sudah pulang ke rumah masing-masing, Namun ternyata masih ada yang tertinggal satu,” ujarnya.

    “Tadi siang baru orang tua korban melaporkan bahwa anaknya hilang setelah dilakukan pencarian ternyata ditemukan di lokasi yang sama,” tambahnya.

    Ia menjelaskan, pihaknya akan terus melakukan penyelidikan terhadap peristiwa tersebut, ia juga akan menghadiri pertemuan antara pihak sekolah dan orang tua korban.

    “Berdasarkan permintaan keluarga para korban mereka minta difasilitasi untuk dipertemukan dengan pihak sekolah, terkait adanya kelalaian guru kita akan simpulkan setelah selesai pertemuan ini,” jelasnya tentang pelajar tewas tenggelam di Mamasa ini.

  • Dipicu Jalan Putus dan Jelang Nataru, Harga Kebutuhan Pokok Naik di Pekanbaru

    Dipicu Jalan Putus dan Jelang Nataru, Harga Kebutuhan Pokok Naik di Pekanbaru

    Pekanbaru, Beritasatu.com – Menjelang perayaan Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 (Nataru) 2025, sejumlah harga kebutuhan pokok naik di sejumlah pasar tradisional di Kota Pekanbaru, Riau. Kenaikan ini dipicu karena permintaan konsumen yang terus meningkat dan dampak putusnya jalan penghubung Riau-Sumatera Barat tepatnya di XIII Koto Kampar. 

    Bahan kebutuhan pokok yang mengalami kenaikan cukup signifikan adalah sayur-sayuran jenis cabai dan telor. Dari pantauan Beritasatu.com di Pasar Kodim dan Pasar Agus Salim Pekanbaru, harga telur satu papan yang biasanya dijual Rp 50.000 sekarang naik menjadi Rp 54.000. 

    “Harga naik sejak beberapa hari lalu karena faktor jalan putus di Kampar. Apalagi saat ini akan menyambut nataru, barang-barang naik semua. Sekarang modal kami sudah Rp 50.000 per papan. Biasanya kami menjual Rp 50.000, sekarang enggak bisa lagi. Kita jual Rp 54.000 sampai Rp 56.000 ,” kata Leni, pedagang telur di Pasar Kodim Pekanbaru, Selasa (10/12/2024) tentang harga kebutuhan pokok yang naik. 

    Tak jauh berbeda, harga cabai dan sayur-sayuran juga ikut melambung. Sebelumnya harga cabai merah di Pasar Pagi Arengka berkisar Rp 35.000 per kilogram, saat ini sudah menjadi Rp 40.000 per kilogram. Sementara cabai rawit yang biasanya satu kilogram dihargai Rp 35.000 saat ini naik menjadi Rp 40.000. 

    “Sayur-sayuran naik rata-rata Rp 5.000 per kilogram. (Kenaikan) terjadi sejak jalan putus sejak lima hari lalu. Namun, untuk tingkat pembeli tidak ada penurunan,” kata Yolanda, pedagang sayur di Pasar Agus Salim, Pekanbaru. 

    Pedagang telur di pasar tradisional Kota Pekanbaru. – (Beritasatu.com/Effendi Rusli)

    Dijelaskannya, khusus sayuran jenis bawang prei dan tomat mengalami kenaikan Rp 10.000 menjadi Rp 20.000 per kilogram.

    Akibat kenaikan harga sembako ini, pedagang mengalami penurunan omzet mencapai 25%. Mereka berharap perbaikan jalan penghubung dua provinsi ini segera rampung sehingga harga kebutuhan pokok yang naik bisa kembali normal.

  • Begini Kronologi Cawagub Papua KDRT dan Paksa Istri Lakukan Threesome

    Begini Kronologi Cawagub Papua KDRT dan Paksa Istri Lakukan Threesome

    Yapen, Beritasatu.com – Seorang calon wakil gubernur (cawagub) Papua berinisial YB tega melakukan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) terhadap istrinya, GR, serta memaksanya melakukan hubungan badan threesome bersama anggota keluarga lain di Kabupaten Kepulauan Yapen, Papua.

    Kejadian tersebut berawal pada Minggu (1/12/2024, sekitar pukul 01.00 WIT, ketika YB meminta GR bertemu di sebuah hotel di Kecamatan Yapen Selatan. Kabid Humas Polda Papua Kombes Ignatius Benny Ady Prabowo mengungkapkan awalnya korban mendatangi kamar hotel yang sudah lebih dahulu ditempati oleh YB.

    “Korban diminta pelaku untuk datang ke hotel guna menyelesaikan masalah rumah tangga mereka,” ujar Kombes Benny dalam keterangannya dilansir dari B-Network, Poros Timur.

    Namun, sesampainya di kamar hotel, situasi berubah menjadi tidak kondusif. YB diduga memaksa korban untuk menenggak minuman keras. Penolakan GR memicu ketegangan. “Pelaku memaksa korban menenggak minuman keras. Karena korban menolak, minuman tersebut tumpah dan membasahi pakaian korban,” jelas Benny.

    Situasi semakin mencurigakan ketika GR membuka gorden pintu kamar hotel. Ia terkejut melihat kakak perempuannya berada di dalam kamar dalam kondisi mabuk berat.

    “Pelaku (cawagub Papua) kemudian melakukan KDRT dengan memaksa korban membuka pakaian dan mengajaknya melakukan hubungan badan threesome dengan kakak perempuannya,” tambahnya.

    GR dengan tegas menolak dan berupaya melarikan diri dari kamar hotel. Namun, ancaman belum berakhir. Sekitar pukul 04.00 WIT, cawagub Papua YB mendatangi rumah korban dan kembali melakukan kekerasan.

    “Pelaku menyeret korban dengan menarik rambutnya dan menampar kepala korban sebanyak dua kali hingga korban tidak sadarkan diri,” ungkap Benny.

    Setelah korban sadar, pelaku kembali menghubungi GR melalui telepon, mengancam akan melakukan kekerasan lebih lanjut jika ia tidak kembali ke hotel.

    Merasa terancam, GR melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian. Korban langsung menuju Polres Biak Numfor menggunakan speedboat untuk melaporkan insiden ini.

    Hingga kini, kasus cawagub Papua yang melakukan KDRT dan threesome tersebut sedang dalam proses penyelidikan oleh pihak kepolisian.