Category: Beritasatu.com Regional

  • Disdik Tanjungpinang Selesaikan Polemik Siswa Protes Hadiah Uang Lomba Dipotong 50 Persen

    Disdik Tanjungpinang Selesaikan Polemik Siswa Protes Hadiah Uang Lomba Dipotong 50 Persen

    Tanjungpinang, Beritasatu.com – Dinas Pendidikan (Disdik) Tanjungpinang telah menyelesaikan polemik siswa sekolah dasar (SD) di Tanjungpinang, Kepulauan Riau (Kepri), yang terancam dikeluarkan dari sekolah seusai orang tua protes hadiah uang hadiah lomba dipotong 50% oleh pihak sekolah. 

    Hal itu seusai pihak keluarga dan sekolah menjalani mediasi di Disdik Tanjungpinang.

    Kepala Disdik Tanjungpinang Teguh Ahmad Syafari mengatakan, polemik siswa SD protes hadiah lomba itu terjadi lantaran adanya salah komunikasi antara kepala sekolah (kepsek) dengan wali murid.

    “Ini masalah  salah komunikasi yang mungkin belum tersampaikan. Saya menyarankan mereka sering duduk berdua,” kata Teguh dikutip Radarsatu.com yang merupakan network Beritasatu.com, Jumat (13/12/2024)  

    Teguh menjelaskan, terdapat sejumlah hal yang menjadi pembahasan dalam mediasi itu. Pertama, pemindahan siswa tersebut. Kedua, pemotongan uang hadiah lomba yang kabarnya mencapai 50%. “Terkait anak yang dikeluarkan atau pindah itu tidak benar. Apalagi sekarang masa ujian. Proses perpindahan itu di dinas, bukan sekolah,” ucapnya.

    Soal pemotongan hadiah akibat wali siswa SD protes, kata dia, juga tidak benar. Setelah duduk bersama, pihak wali murid paham tidak ada pemotongan. “Alhamdulillah orang tuanya memahami,” tambah Teguh.

    Ia melanjutkan, pertemuan itu juga memastikan siswa berprestasi di tingkat provinsi itu tetap bersekolah seperti biasa.

    Teguh mengaku tidak pernah menerima surat pemindahan atau pengeluaran siswa itu dari tempat bersekolah. “Anaknya baru kemarin kita kasih bunga dan kue. Jadi tetap bersekolah. Itu anak pintar,” ujarnya.

    Sebelumnya, Disdik Tanjungpinang menanggapi polemik pembagian uang hadiah lomba yang berujung seorang siswa terancam dikeluarkan dari sekolah. “Saya tidak bisa ambil langkah sendiri, saya harus bahas dahulu bersama pimpinan,” kata Kasi Pembinaan SD Disdik Tanjungpinang, Achmad Suprapto.

    Ia mengaku, telah mengetahui polemik siswa SD protes hadiah lomba. Bahkan, ia telah bertemu dengan kepala sekolah (kepsek) tersebut.

    Sementara wali murid siswa tersebut, Indra Imran mengatakan, polemik itu bermula saat ia memprotes dugaan pemotongan uang hadiah lomba tingkat provinsi yang dimenangkan anaknya. Potongan itu mencapai 50% dari jumlah hadiah yang didapat anaknya. Dari hadiah Rp 4 juta, anaknya hanya menerima uang senilai Rp 1,9 juta.

    Menurutnya, potongan itu tanpa alasan jelas. Ia pun kecewa dan sontak protes ke pihak sekolah. Dia juga sempat meminta pihak sekolah mengembalikan uang lomba yang dipotong, serta memindahkan anaknya ke sekolah lain.

    Kini polemik wali siswa SD protes hadiah lomba sudah berakhir damai. 

  • Kronologis Siswa SD di Tanjungpinang Dikeluarkan karena Tolak Hadiah Dipotong 50 Persen untuk Sekolah

    Kronologis Siswa SD di Tanjungpinang Dikeluarkan karena Tolak Hadiah Dipotong 50 Persen untuk Sekolah

    Jakarta, Beritasatu.com – Seorang siswa sekolah dasar (SD) di Tanjungpinang, Kepulauan Riau, menghadapi ancaman dikeluarkan dari sekolah. Kronologis awal siswa itu terancam dikeluarkan setelah orang tuanya memprotes dugaan pemotongan hadiah lomba sebesar 50% oleh pihak sekolah.

    Orang tua siswa Indra Imran mengungkapkan, polemik ini bermula ketika hadiah lomba tingkat provinsi yang dimenangkan anaknya diduga dipotong sebesar 50% tanpa alasan yang jelas. Dari jumlah hadiah sebesar Rp 3,8 juta setelah pajak, anaknya hanya menerima Rp 1,9 juta.

    “Saya memprotes pemotongan tersebut karena tidak ada penjelasan transparan dari pihak sekolah,” ujar Indra, seperti dikutip dari Radarsatu.com, media network Beritasatu.com, Sabtu (14/12/2024).

    Indra mengaku kecewa dan meminta pihak sekolah mengembalikan uang yang telah dipotong. Namun, protes ini berujung pada tindakan sekolah yang mengeluarkan surat permohonan pindah atas nama anaknya. Surat tersebut bahkan sudah ditandatangani oleh pelaksana tugas kepala sekolah SDN 005, meskipun Indra menolak menandatanganinya.

    “Setelah saya protes, pihak sekolah langsung membuat surat pindah atas nama istri saya, tanpa sepengetahuan kami. Surat itu juga sudah ditandatangani oleh kepala sekolah,” ujar Indra, orang tua siswa SD di Tanjungpinang tersebut.

    Indra meminta Dinas Pendidikan Tanjungpinang untuk mengambil langkah agar anaknya dapat melanjutkan pendidikan tanpa hambatan.

    Saat ini, anak Indra berada dalam situasi yang tidak menentu di sekolahnya. Ia menyebutkan bahwa status anaknya menjadi siswa tumpangan di sekolah tersebut karena adanya surat pemindahan yang dikeluarkan.

    “Mau tidak mau kami harus mencari sekolah baru karena anak kami seolah tidak dianggap lagi di sekolah saat ini,” keluhnya.

    Kepala Sekolah SDN 005 Ririndra Hidayat, membantah adanya pemotongan hadiah. Ia mengaku uang hadiah telah diserahkan secara utuh kepada siswa. “Sekolah tidak memotong hadiah apa pun. Yang bersangkutan menerima hadiah secara penuh,” ucap dia.

    Terkait surat pemindahan, ia menyebutkan bahwa langkah tersebut dilakukan berdasarkan permintaan orang tua siswa, bukan inisiatif sekolah.

    “Orang tua siswa sendiri yang meminta agar anaknya pindah setelah ujian selesai. Hal ini juga sudah disampaikan kepada Dinas Pendidikan,” jelas Ririndra.

    Lebih lanjut, orang tua siswa SD di Tanjungpinang berharap Dinas Pendidikan Tanjungpinang dapat segera menyelesaikan konflik ini agar anaknya bisa melanjutkan pendidikan tanpa tekanan. “Anak saya punya hak untuk mendapatkan pendidikan yang layak tanpa perlu merasa terintimidasi. Kami ingin ada keadilan dan kejelasan atas kasus ini,” tutup Indra.
     

  • Siswa SD di Tanjungpinang Terancam Dikeluarkan dari Sekolah karena Protes Uang Hadiah Lomba Dipotong

    Siswa SD di Tanjungpinang Terancam Dikeluarkan dari Sekolah karena Protes Uang Hadiah Lomba Dipotong

    Tanjungpinang, Beritasatu.com – Seorang siswa Sekolah Dasar (SD) di Tanjungpinang, Kepulauan Riau (Kepri), terancam dikeluarkan dari sekolah lantaran protes uang hadiah lomba dipotong pihak sekolah.

    Wali murid siswa tersebut, Indra Imran mengatakan, ancaman itu muncul setelah ia memprotes dugaan pemotongan uang hadiah lomba tingkat provinsi yang dimenangkan anaknya. Potongan itu mencapai 50% dari jumlah hadiah yang didapat anaknya. “Dari hadiah Rp 3,8 juta (seusai potong pajak), anaknya hanya menerima uang senilai Rp 1,9 juta,” kata Indra dikutip Radarsatu.com yang merupakan network Beritasatu.com, Kamis (12/12/2024)  

    Menurutnya, pemotongan hadiah itu tanpa alasan jelas. Ia pun kecewa dan sontak protes tindakan pihak sekolah itu. Orang tua siswa meminta pihak sekolah mengembalikan uang lomba yang dipotong, serta memindahkan anaknya ke sekolah lain.

    “Jadi setelah saya tahu hadiah itu dipotong dari sekolah, saya sempat protes, karena protes itu, sekolah langsung membuat surat permohonan pindah mengatasnamakan istri saya,” katanya.

    Tak hanya itu, pihak sekolah mengeluarkan surat pemindahan untuk anaknya. “Selain itu, surat keterangan pindah sekolah itu sudah ditandatangani oleh plt kepsek SDN 005,” tambahnya.

    Namun, ia menolak menandatangani surat tersebut. Indra berharap, Dinas Pendidikan Tanjungpinang dapat turun tangan menengahi permasalahan siswa SD di Tanjungpinang dikeluarkan. 

    “Akibat surat ini, anak kami statusnya jadi menumpang sekolah. Mau tidak mau kami akan pindah karena kami tidak mau anak kami tidak dianggap di sekolah,” pungkasnya.

    Sementara itu, Kepala Sekolah (Kepsek) Ririndra Hidayat membantah pemotongan hadiah lomba. Menurutnya, uang hadiah itu telah ia serahkan seutuhnya kepada siswa. “Tidak ada sama sekali sekolah melakukan pemotongan. Yang bersangkutan full terima bersih (hadiah lomba),” tegas Hidayat.

    Di tengah polemik siswa SD di Tanjungpinang dikeluarkan, pihak sekolah mengungkapkan pemindahan siswa sesuai permintaan orang tua. Bahkan, pemberhentian dan pemindahan siswa itu ke sekolah lain sudah disampaikan ke Disdik Tanjungpinang. “Kata orang tuanya sampai habis ujian baru pindah. Sudah dijelaskan ke Disdik dan sudah tahu, bukan saya yang mengeluarkan,” tuturnya.

  • Kapal Penyeberangan Merak-Bakauheni Bersenggolan dengan Tanker Akibat Cuaca Buruk

    Kapal Penyeberangan Merak-Bakauheni Bersenggolan dengan Tanker Akibat Cuaca Buruk

    Merak, Beritasatu.com – Kabar tidak sedap datang dari kapal penyeberangan Merak-Bakauheni, yaitu KMP Trimas Fhadila yang mengalami musibah setelah bersenggolan dengan tanker. Senggolan itu terjadi akibat cuaca buruk.

    “Innalilahi, info terkini KMP Trimas Fhadila terseret arus sampai menyenggol kapal tanker,” tulis akun Instagram @penyebrangan_pelabuhanmerak, Sabtu (14/12/2024).

    Dalam video yang diunggah, terlihat sejumlah penumpang yang ada di KMP Trimas Fhadila mengalami kepanikan. Pasalnya, derasnya arus laut membuat KMP Trimas Fadihila semakin cepat mendekati tanker.

    Dentuman keras pun terdengar saat KMP Trimas Fhadila membentur bodi tanker.

    “Ya Allah, ya Allah. Astagfirullahaladzim, selamat kan kami dari musibah ini,” ujar salah satu penumpang yang ada di KMP Trimas Fhadila.

    Beruntung, atas kejadian tersebut tidak menimbulkan korban jiwa.

    “Alhamdulillah, kejadian ini tidak menimbulkan korban jiwa ataupun terdapat bahaya pada badan kapal. Akibat benturan itu membuat muatan penumpang dan kendaraan bergoyang,” kata akun tersebut.

    Melihat unggahan tersebut, membuat netizen ramai-ramai mendoakan agar kapal penyeberangan KMP Trimas Fhadila tujuan Merak-Bakauheni yang bersenggolan dengan kapal tanker dalam keadaan selamat.

    “Lindungilah semua saudara-saudara yang berada di kapal. Amin,” tulis netizen.

    “Semoga semua saudara-saudara kita yang berada di kapal diberikan keselamatan,” tulis netizen lagi.

    “Semoga semua yang melakukan penyeberangan diberikan perlindungan dan keselamatan,” tulis netizen.

    “Semoga Allah Swt melindungi semua orang yang ada di dalam kapal,” tulis netizen lainnya yang mendoakan penumpang kapal penyeberangan Merak-Bakauheni yang bersenggolan dengan tanker dalam keadaan selamat.

  • Terduga Pelaku Penganiayaan Koas Unsri Diperiksa Polda Sumsel

    Terduga Pelaku Penganiayaan Koas Unsri Diperiksa Polda Sumsel

    Palembang, Beritasatu.com – Terduga pelaku kasus penganiayaan seorang koas atau koasisten (dokter muda) Universitas Sriwijaya (Unsri) di Palembang, Sumatera Selatan, memenuhi panggilan Unit V Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Sumatera Selatan (Sumsel).

    Pemanggilan terduga pelaku dilakukan setelah korban penganiayaan koas Unsri bernama Muhammad Lutfi, melaporkan kejadian penganiyaan yang dialaminya sekira pukul 17.00 WIB pada salah satu cafe yang berada di Jalan Demang Lebar Daun Kecamatan, Ilir I Palembang, Rabu (11/12/2024).

    Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Sunarto mengatakan, koas Unsri mengalami luka lebam pada bagian pelipis sebelah kiri. Kemudian, terdapat lebam pada bagian mata akibat penganiayaan yang dilakukan oleh terlapor.

    “Saat ini koas Unsri yang dianiaya masih mendapatkan perawatan intensif di Rumah Sakit Bhayangkara,” kata Kombes Pol Sunarto kepada awak media, Jumat (13/12/2024).

    Dikatakan Sunarto, saat ini terduga pelaku penganiayaan koas Unsri masih diperiksa oleh penyidik. Terduga pelaku penganiayaan koas Unsri masih dilakukan pemeriksaan oleh penyidik terkait peristiwa tersebut.

    “Benar, terduga pelaku penganiayaan koas Unsri pada Fakultas Kedokteran bernama Muhammad Lutfi sudah berada di Unit 5 Subdit 3 Jatanras Polda Sumsel. Dia datang ditemani pengacaranya,” ujar Kombes Pol Sunarto.

    Terkait proses penahanan, Kombes Pol Sunarto mengatakan belum mengetahui. Pasalnya, terduga pelaku penganiyaan koas Unsri masih dalam proses pemeriksaan.

    “Masih dilakukan pemeriksaan oleh penyidik,” paparnya.

    Terkait laporan korban, dijelaskan Sunarto bahwa pada Rabu (11/12/2024), korban sudah membuat laporan ke SPKT Polda Sumsel.

    Kombes Pol Sunarto menyebut, dari tempat kejadian perkara (TKP) terjadinya penganiayaan koas Unsri, pihaknya berhasil mengamankan rekaman CCTV.

    “Tim yang mendatangi TKP sudah mengamankan CCTV,” tutur Kombes Pol Sunarto menjelaskan soal penganiayaan koas Unsri.

  • Orang Tua Korban Penganiayaan Koas Unsri Minta Pelaku Diproses secara Hukum

    Orang Tua Korban Penganiayaan Koas Unsri Minta Pelaku Diproses secara Hukum

    Palembang, Beritasatu.com –  Wahyu Hidayat selaku orang tua Muhammad Lutfi dalam kasus penganiayaan koas atau koasisten (dokter muda) Universitas Sriwijaya (Unsri) di salah satu kafe di Jalan Demang Lebar Daun, Palembang, meminta proses hukum harus terus berjalan.

    “Kami kecewa dengan peristiwa ini dan keadilan harus ditegakkan. Kami sudah melaporkan kejadian ini pada kepolisian dan berharap terduga pelaku penganiayaan koas Unsri dapat diproses secara hukum yang berlaku di Indonesia,” kata Wahyu Hidayat di Rumah Sakit Bhayangkara M Hasan Palembang, Jumat (13/12/2024).

    Terkait dengan pemeriksaan pelaku penganiayaan koas Unsri di Polda Sumatera Selatan (Sumsel), Wahyu Hidayat menyerahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian dan tentunya harus dilakukan pengawalan.

    Untuk kondisi Lutfi saat ini, Wahyu menyebut sudah mulai membaik dan diperbolehkan pulang dan harus beristirahat di rumah. Hanya saja, Lutfi yang menjadi korban penganiayaan koas Unsri masih mengalami syok atas kejadian yang dialaminya.

    Wahyu menegaskan, hingga saat ini belum ada keluarga pelaku penganiayaan koas Unsri itu untuk menemuinya.

    Sebelumnya, seorang dokter muda yang bertugas di Rumah Sakit Siti Fatimah Palembang menjadi korban penganiayaan. Korban babak belur dipukuli oleh seseorang pria berbaju merah yang diduga suruhan orang tua junior korban di salah satu kafe di Jalan Demang Lebar Daun, Palembang, Rabu (11/12/2024).

    Aksi pemukulan tersebut viral di sosial media. Dalam video berdurasi 12 detik itu, korban yang merupakan koas di dan masih mengenakan seragam dokter muda terlihat dipukuli oleh seorang pria berbaju merah. Pemukulan itu diduga akibat ketidakpuasan terhadap jadwal piket koas junior pada Natal dan Tahun Baru yang dibuat korban.

    Akibat pemukulan tersebut, koas Unsri berinisial MLH yang dianiaya mengalami luka memar pada bagian wajah dan mata. Korban dalam kasus penganiayaan koas Unsri hingga saat ini masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Bhayangkara M Hasan Palembang. Koas yang menjadi korban penganiayaan sudah menjalani visum.

  • Polisi Tangkap Pelaku Penyiraman Air Keras ke Wanita di Bekasi

    Polisi Tangkap Pelaku Penyiraman Air Keras ke Wanita di Bekasi

    Bekasi, Beritasatu.com – Pelaku berinisial J yang melakukan penyiraman air keras ke wanita di Bekasi yang belakangan diketahui bernama Farah Rizka (20) ditangkap oleh kepolisian.

    Pelaku penyiraman air keras ke wanita di Bekasi dibekuk di wilayah Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, oleh tim gabungan Polsek Bekasi Utara dan Polda Metro Jaya.  

    “Sudah ditangkap (pelaku penyiraman air keras ke  wanita di Bekasi) di Cibinong. Pelaku ditangkap oleh tim gabungan Polda dan Polsek,” ujar Kapolsek Bekasi Utara Kompol Yus Jahan kepada awak media, Jumat (13/12/2024).  

    Kompol Yus Jahan belum bisa menjelaskan secara terperinci motif pelaku melakukan penyiraman air keras ke wanita di Bekasi. Ia memastikan, pelaku saat ini ditahan di Polda Metro Jaya.

    “Sekarang orangnya (pelaku) ada di Polda,” katanya.  

    Sebelumnya, Farah Rizka menjadi korban penyiraman air keras di Jalan Perjuangan, Kelurahan Teluk Pucung, Kecamatan Bekasi Utara pada 7 Desember 2024 sekitar pukul 19.19 WIB.

    Aksi penyiraman air keras ke wanita di Bekasi itu terekam CCTV. Saat kejadian, Farah Rizka yang mengendarai sepeda motor bersama suaminya, Ilham (23) diserang oleh pelaku menyiramkan air keras ke tubuhnya.  

    Akibat penyiraman air keras itu, Farah mengalami luka bakar serius hingga 60% pada bagian leher, punggung, dan paha. Ia kini menjalani perawatan intensif di RSUD Kota Bekasi.  

    Keluarga korban mengungkap pelaku penyiraman air keras ke wanita di Bekasi adalah teman dekat Farah dan suaminya. Mereka menduga motif serangan berkaitan dengan hubungan asmara antara Farah dan pelaku berinisial J.  

    Menurut pihak keluarga, hubungan Farah dan Ilham sempat renggang, dan selama itu terduga pelaku penyiraman air keras ke wanita di Bekasi itu kerap mengantar korban bekerja.

     Namun, pelaku penyiraman air keras ke wanita di Bekasi berinisial J itu kecewa setelah Farah dan Ilham memutuskan untuk rujuk. Hal ini diduga menjadi pemicu terjadinya penyiraman air keras ke wanita di Bekasi.

  • Uji Coba Program Makan Bergizi Gratis di Banyuwangi Dimulai

    Uji Coba Program Makan Bergizi Gratis di Banyuwangi Dimulai

    Banyuwangi, Beritasatu.com – Uji coba program makan bergizi gratis bagi siswa sekolah yang digagas Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabumming Raka resmi dimulai di Banyuwangi, Jawa Timur. Uji coba program makan bergizi gratis bagi siswa sekolah ini dilakukan di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 2 Karangbendo, Kecamatan Rogojampi, yang diikuti sekitar 80 siswa sekolah.

    Para siswa tampak lahap menikmati sajian makan bergizi gratis dengan menu ayam kecap, tumis sayur, tempe, dan susu. Program makan bergizi gratis siswa sekolah bertujuan untuk memastikan anak-anak mendapatkan asupan gizi yang cukup dan sehat.

    Staf Ahli Kodam V/Brawijaya Kolonel Arm Budiono menjelaskan, uji coba makan bergizi gratis siswa sekolah di Banyuwangi ini dimulai dari pelajar PAUD hingga SD kelas 4, kemudian dilanjutkan dengan pelajar kelas 5 SD hingga SMA.

    “Hari ini anak-anak sangat antusias. Program makan bergizi gratis siswa sekolah akan dilaksanakan secara bertahap, mulai dari PAUD hingga SMA di seluruh Jawa Timur,” ujarnya.

    Kolonel Arm Budiono menambahkan, varian makanan yang disajikan pada program makan bergizi gratis siswa sekolah sudah sesuai dengan pedoman yang dianjurkan oleh pemerintah pusat.

    Ia menekankan, pentingnya sinergi antara berbagai stakeholder untuk memastikan kualitas gizi yang disajikan pada program makan bergizi gratis siswa sekolah di Banyuwangi.

    “Keterlibatan Dinas Kesehatan, Dinas Pertanian, dan pihak terkait lainnya sangat penting untuk memastikan pengaturan gizi yang tepat, serta mendukung perekonomian lokal,” terang Kolonel Budiono.

    Asisten Pemerintahan dan Kesra Pemkab Banyuwangi Mohammad Yanuar Bramuda menegaskan, uji coba program makan bergizi gratis siswa sekolah tidak terfokus pada pemberian makan gratis, tetapi juga bertujuan untuk memberdayakan ekonomi lokal.

    “Pemerintah daerah ingin memastikan bahan baku yang ada di Banyuwangi bisa berputar dengan baik, dari peternakan ayam hingga sayur-mayur. Ini bukan sekadar mengatasi masalah makan gratis dan stunting, tetapi juga mengatasi inflasi,” jelas Bramuda.

    Ditargetkan, pada Januari 2025, program makan bergizi gratis untuk siswa sekolah di Banyuwangi akan dilaksanakan di seluruh sekolah di Jawa Timur, dengan perkiraan 12.000 siswa SD hingga SMA akan menjadi penerima manfaat.

  • Kodam V/Brawijaya Uji Coba Program Makan Bergizi Gratis di Jawa Timur

    Kodam V/Brawijaya Uji Coba Program Makan Bergizi Gratis di Jawa Timur

    Jember, Beritasatu.com – Dalam rangka mematangkan persiapan pelaksanaan program makan bergizi gratis siswa sekolah dari Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabumming Raka, yang direncanakan mulai Januari 2025. Kodam V/Brawijaya menggelar uji coba program makan bergizi gratis siswa sekolah di beberapa wilayah satuan kodim di Jawa Timur.

    Uji coba program makan bergizi gratis siswa sekolah dilakukan di wilayah Kodim 0824/Jember difokuskan pada Sekolah Dasar (SD) Kartika 9 dan TK Kartika 9 yang terletak di kompleks Batalyon Brigif 9/2 Kostrad, Kecamatan Patrang, Jember, Jawa Timur.

    Kodam V/Brawijaya menyiapkan 246 porsi makan bergizi gratis bagi siswa sekolah dengan nilai Rp 10.000 per porsi. Menu yang disajikan meliputi nasi, daging ayam, sayur-mayur, susu kedelai, dan buah pisang.

    Ratusan siswa terlihat antusias menikmati hidangan yang disajikan dari program makan bergizi gratis untuk siswa sekolah, didampingi oleh para guru.

    “Makanannya enak, saya suka. Kalau dibandingkan dengan di rumah, rasanya sama-sama enak,” ujar Dewa Riski Putra, salah satu siswa yang mengikuti kegiatan uji coba program makan bergizi gratis untuk siswa sekolah kepada awak media, Jumat (13/12/2024).

    Pamen Ahli Bidang OMP Kodam V/Brawijaya Kolonel Inf M Syaeful Aziz menjelaskan, uji coba ini bertujuan untuk mengevaluasi dan menyempurnakan pelaksanaan program makan bergizi gratis untuk siswa sekolah di masa mendatang.

    Kolonel Syaeful menambahkan, nantinya akan dibangun 160 dapur di Kabupaten Jember untuk mendukung program makan bergizi gratis untuk siswa sekolah. Setiap dapur akan dikelola oleh 50 orang, termasuk tiga ahli gizi, dan akan menyiapkan 3.000 porsi makanan bergizi setiap hari.

    “Diharapkan uji coba program makan bergizi gratis siswa sekolah ini dapat menjadi bahan evaluasi, sehingga pelaksanaannya nanti dapat lebih sempurna,” tegasnya.

    Uji coba program makan bergizi gratis untuk siswa sekolah ini menjadi langkah penting bagi Kodam V/Brawijaya untuk memastikan bahwa program makan bergizi gratis siswa sekolah dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat maksimal bagi para siswa di Jawa Timur, khususnya di Kabupaten Jember.

  • Pj. Bupati Lamandau Ikuti Evaluasi Kinerja Penjabat Kepala Daerah Triwulan I

    Pj. Bupati Lamandau Ikuti Evaluasi Kinerja Penjabat Kepala Daerah Triwulan I

    Jakarta, Beritasatu.com – Pj. Bupati Lamandau didampingi Sekretaris Daerah dan Kepala OPD mengikuti Evaluasi Kinerja Penjabat Kepala Daerah Triwulan I di Gedung Irjen Kemendagri, Selasa (12/11/2024). Pada evaluasi tersebut, aspek yang dievaluasi mencakup pemerintahan, pembangunan, dan kemasyarakatan, dengan fokus pada dua materi utama, yaitu 10 indikator yang dipaparkan dan 111 indikator prioritas yang dilaporkan berkaitan dengan arahan Presiden RI. Termasuk isu-isu seperti inflasi, stunting, BUMD, layanan publik, pengangguran, kemiskinan ekstrem, kesehatan, penyerapan anggaran, kegiatan unggulan, dan perizinan.

    Selama 20 menit, Pj. Bupati Lamandau menyampaikan paparan kepada tim evaluator Kemendagri. Kemudian tim evaluator memberikan masukan dan tanggapan terhadap paparan tersebut.

    Pj.Bupati Lamandau juga menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Dalam Negeri atas arahan dan masukan yang diberikan selama proses evaluasi. Ia mengucapkan terima kasih kepada Tim Evaluator Irjen Kemendagri, yang telah memberikan pencerahan dan masukan berharga sebagai landasan untuk perbaikan dalam menjalankan tugasnya sebagai Penjabat Bupati di Kabupaten Lamandau, yang nantinya akan berguna bagi kemajuan Kabupaten Lamandau.