Category: Beritasatu.com Regional

  • Korban Banjir Bandang Sumbar Sulit Dikenali, Identifikasi via DNA

    Korban Banjir Bandang Sumbar Sulit Dikenali, Identifikasi via DNA

    Padang, Beritasatu.com – Memasuki hari kesepuluh operasi pencarian korban banjir bandang di Sumatera Barat, tim SAR gabungan terus melakukan penyisiran di sejumlah wilayah terdampak, termasuk Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam.

    Kondisi jenazah yang ditemukan semakin memprihatinkan. Banyak korban tidak lagi dapat dikenali secara visual karena tubuh membusuk, tertimbun tanah dan lumpur, serta terendam air selama berhari-hari.

    Situasi tersebut membuat proses identifikasi kini sepenuhnya bergantung pada metode pencocokan DNA. Rumah Sakit Bhayangkara Padang, hingga Sabtu (6/12/2025), terus melakukan pengambilan sampel DNA dari keluarga kandung untuk mencocokkan jenazah yang dievakuasi dari lokasi bencana.

    Menurut pihak rumah sakit, hampir seluruh jenazah tiba dalam kondisi rusak parah. Selain ciri fisik yang hilang, kerusakan kulit dan pembengkakan membuat identifikasi melalui sidik jari tidak mungkin dilakukan.

    Di lapangan, tim evakuasi menghadapi medan yang semakin sulit. Banyak jenazah ditemukan terkubur lebih dari satu meter, tersangkut di akar pohon, atau hanyut ke aliran sungai yang sulit dijangkau.

    Untuk mempercepat proses pencarian, dua anjing pelacak (K9) dari Satuan Brimob Polda Sumbar dikerahkan untuk mengendus lokasi yang dicurigai menjadi tempat tertimbunnya korban.

    Pencarian dilakukan melalui penyisiran darat, susur sungai, serta penggalian manual di titik yang ditandai K9. D

    ansat Brimob Polda Sumbar Kombes Pol Lukman Syafri Dandel Malik mengatakan, bantuan anjing pelacak sangat membantu mengarahkan petugas menuju lokasi korban tertimbun.

    “Medan di lapangan sangat berat. Banyak korban yang tertimbun lumpur cukup dalam. K9 kami turunkan untuk mempercepat penemuan korban. Pencarian akan terus kami lakukan sampai operasi SAR nanti secara resmi ditutup,” ungkapnya, Sabtu (6/12/2025).

    Hingga hari ini, jumlah korban meninggal yang tercatat mencapai 226 orang. Dari jumlah tersebut, 198 telah berhasil diidentifikasi, sementara 28 lainnya masih menunggu proses identifikasi. Selain itu, 213 orang masih dilaporkan hilang, dan 20 korban sedang menjalani perawatan di fasilitas kesehatan.

    Operasi pencarian dipastikan berlanjut mengingat banyak keluarga yang belum menemukan anggota keluarganya. Tim gabungan menegaskan komitmennya untuk terus bekerja maksimal meski medan semakin berat dan cuaca masih berpotensi hujan.

  • Ferry Irwandi Puji Peran TNI-Polri di Misi Kemanusiaan Sumatera

    Ferry Irwandi Puji Peran TNI-Polri di Misi Kemanusiaan Sumatera

    Medan, Beritasatu.com – Aktivis dan kreator konten, Ferry Irwandi, menyampaikan apresiasi dan terima kasih terbuka kepada aparat TNI dan Polri atas bantuan signifikan mereka dalam misi kemanusiaan penyaluran logistik untuk korban banjir dan longsor di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh. Apresiasi ini menyoroti efektivitas kolaborasi multipihak yang berjalan cepat di tengah situasi darurat.

    Ferry menyebutkan, aparat TNI dan Polri sangat sigap membantu membuka jalur daerah-daerah terpencil yang masih terisolir, memungkinkan ia dan tim relawan dari Kitabisa serta sejumlah Non-Governmental Organization (NGO) mendistribusikan bantuan.

    “Semua hal yang kalian lihat, hal baik, semua hal positif itu tak lepas dari kolaborasi semua pihak termasuk pemerintah melalui TNI dan Polri. Mereka sangat membantu penyaluran donasi ini. Bahkan ke daerah-daerah yang terkecil dan terisolasi dari pulau mereka, mereka yang bantu buka jalur,” ungkap Ferry, melalui akun TikTok pribadinya, @irwandiferry, Sabtu (6/12/2025).

    Aparat TNI membantu distribusi penyaluran bantuan dari masyarakat Indonesia melalui donasi ke Ferry Irwandi. – (TikTok.com/@irwandiferry)

    Tantangan logistik dan transportasi menjadi hambatan utama dalam penanganan bencana ini. Bantuan yang terkumpul dari masyarakat Indonesia, dengan berat total mencapai 5 hingga 8 ton, tidak mungkin terdistribusi dengan cepat tanpa bantuan alat berat militer. Ferry menjelaskan bahwa aparat keamanan memainkan peran vital dalam mobilisasi bantuan.

    “Ini enggak gue lebih-lebihin, enggak dikurangin . Barang itu yang beratnya 5-8 ton besar dan enggak akan bisa terdistribusi dengan cepat kalau kita enggak ada bantuan dari TNI Angkatan Darat, TNI Angkatan Udara, Direktorat Polisi, termasuk saat kita mencari pesawat. Kita enggak akan bisa mencapai Gayo, Takengon tanpa bantuan helikopter dan pesawat Hercules mereka,” jelas streamer gim yang kini fokus pada isu sosial tersebut.

    Penggunaan alutsista seperti helikopter dan pesawat Hercules menjadi penentu kecepatan akses ke wilayah terisolasi, seperti Kabupaten Gayo Lues, yang sebelumnya dilaporkan terputus total.

    Misi Kemanusiaan Tanpa Birokrasi Ribet

    Lebih lanjut, Ferry Irwandi menggarisbawahi semangat persatuan yang ditunjukkan oleh semua pihak yang terlibat, mulai dari mahasiswa, netizen , NGO, hingga aparat negara. Ia memuji proses kolaborasi yang dinilai sangat taktis dan bebas dari birokrasi yang rumit.

    “Kita bersatu di sini, apa pun latar belakangnya, apa pun warna seragam kita, demi misi kemanusiaan semua berkolaborasi secara taktis tanpa birokrasi yang ribet, saling menjaga, saling bantu, dan berusaha sebanyak mungkin untuk menjaga para korban,” pungkasnya.

    Hingga berita ini diturunkan, Ferry menginformasikan ia dan seluruh tim tengah melanjutkan perjalanan misi kemanusiaan menuju tiga wilayah di Sumatera Barat yang dilaporkan masih terisolir dan minim bantuan.

  • RSUD Aceh Tamiang Beroperasi setelah Dibersihkan dan Listrik Pulih

    RSUD Aceh Tamiang Beroperasi setelah Dibersihkan dan Listrik Pulih

    Aceh Tamiang, Beritasatu.com – Kondisi RSUD Aceh Tamiang yang sebelumnya terendam banjir kini telah pulih. Lumpur yang menggenangi rumah sakit berhasil dibersihkan, sementara pasokan listrik kembali tersedia berkat pengoperasian genset yang didatangkan PLN.

    Kepala BNPB Suharyanto meninjau langsung rumah sakit tersebut pada Sabtu pagi dan melihat fasilitas kesehatan itu sudah bersih. Genset berkapasitas 100.000 watt juga telah berfungsi sehingga layanan medis dapat kembali berjalan.

    “Layanan kesehatan sudah dapat dinikmati saudara kita di Aceh Tamiang,” ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, dalam konferensi pers, Sabtu (6/12/2025).

    Selain dukungan untuk Aceh Tamiang, BNPB juga mengirimkan genset berkapasitas 250.000 watt milik PLN ke Aceh Tengah. Genset seberat 2,8 ton itu diangkut menggunakan helikopter untuk mempercepat pemulihan layanan kesehatan di daerah tersebut.

    Genset itu akan dipasang di RSUD Aceh Tengah dan ditargetkan segera beroperasi. “Agar saudara kita di Aceh Tengah yang belum mendapatkan pelayanan maksimal karena belum ada sumber energi listrik, besok rumah sakit sudah berfungsi kembali,” jelas Muhari.

    Muhari menyebutkan jumlah korban meninggal akibat banjir dan longsor di Aceh mencapai 359 orang. Ia berharap korban yang masih dinyatakan hilang dapat segera ditemukan.

  • TNI Kerahkan 30.000 Prajurit dan 70 Alutsista Tangani Bencana Sumatera

    TNI Kerahkan 30.000 Prajurit dan 70 Alutsista Tangani Bencana Sumatera

    Jakarta, Beritasatu.com – Tentara Nasional Indonesia (TNI) terus memperkuat operasi kemanusiaan dalam penanganan dampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

    Hal tersebut disampaikan Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen TNI (Mar) Freddy Ardianzah dalam konferensi pers di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Sabtu (6/12/2025). Ia hadir bersama Kadispenal Laksma TNI Tunggul serta perwakilan Dinas Penerangan TNI AD dan TNI AU.

    Freddy menyebutkan, total 30.864 prajurit telah dikerahkan ke wilayah terdampak. Untuk mendukung mobilisasi logistik dan personel, TNI menurunkan 70 alutsista berbagai jenis.

    “Jumlah pesawat angkut 18 pesawat, helikopter 36 helikopter, Kapal TNI yang dilibatkan ada 16 kapal, 14 KRI dan 2 ADRI,” ujarnya.

    Ia menjelaskan bahwa percepatan distribusi bantuan terus dilakukan melalui udara dan laut. Total bantuan yang dikirim dari Lanud Halim Perdanakusuma ke sejumlah pangkalan aju mencapai 271,39 ton, ditambah bantuan airdrop sebesar 26,22 ton.

    Sementara itu, distribusi lewat jalur laut telah mencapai 968 ton. Secara keseluruhan, bantuan logistik yang tiba di wilayah bencana berjumlah 1.265,61 ton.

    Pada sektor infrastruktur, TNI mempercepat pembangunan akses jalan yang terputus dengan mendirikan jembatan Bailey. Hingga kini, terdapat 18 jembatan yang sedang ditangani, terdiri atas enam unit di Aceh, dua di Kabupaten Bireuen, dan empat unit lain yang masih dalam pengerjaan. Di Sumatera Barat terdapat delapan titik pembangunan jembatan, dan di Sumatera Utara empat titik.

    Freddy menambahkan bahwa TNI juga mengoperasikan 21 dapur umum dan dapur lapangan untuk menjamin ketersediaan konsumsi harian para pengungsi. Selain itu, sembilan unit mobil Reverse Osmosis (RO) dikerahkan guna menyediakan pasokan air bersih di lokasi terdampak dan wilayah yang mengalami keterbatasan sumber air.

    “Ketersediaan pangan dan air bersih menjadi prioritas agar masyarakat dapat bertahan di masa darurat ini,” ujarnya.

    TNI juga ikut memulihkan layanan kesehatan, termasuk membantu membuka kembali akses ke rumah sakit di Aceh Tamiang yang sempat tertutup banjir.

    “Alhamdulillah, upaya perbaikan layanan publik terus dilaksanakan oleh prajurit-prajurit kita di lapangan,” tambah Freddy.

    Freddy menegaskan komitmen TNI dalam menjalankan tugas kemanusiaan. “Ujian musibah ini bukan hanya duka dari saudara-saudara kita yang terdampak, tetapi ini adalah duka kita bersama. Saya pastikan negara hadir, TNI hadir, untuk memberikan yang terbaik bagi masyarakat di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat,” ujarnya.

    Ia juga menekankan bahwa seluruh langkah TNI dilakukan untuk memastikan pemulihan berlangsung cepat dan merata. “Kami tidak hanya mengirim bantuan, tetapi memastikan setiap bantuan benar-benar sampai dan membawa manfaat bagi warga,” tegas Freddy.

  • Gubernur Sumbar Perintahkan TPID Awasi Distribusi Pangan Pascabencana

    Gubernur Sumbar Perintahkan TPID Awasi Distribusi Pangan Pascabencana

    Padang, Beritasatu.com – Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Mahyeldi menginstruksikan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID), Dinas Pangan, Dinas Perdagangan, serta instansi terkait untuk melakukan pemeriksaan rutin terhadap rantai distribusi pangan dan stok harian guna mencegah praktik penimbunan pascabencana hidrometeorologi.

    “Termasuk melakukan pemantauan harga dan stok harian di seluruh pasar utama provinsi untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan barang,” ujar Mahyeldi, Sabtu (6/12/2025).

    Mahyeldi memberi peringatan keras kepada pelaku usaha agar tidak memanfaatkan situasi bencana untuk menaikkan harga bahan pokok maupun kebutuhan penting lainnya.

    “Tidak boleh ada pihak yang memanfaatkan penderitaan ini. Siapa pun yang menaikkan harga secara tidak wajar akan berhadapan dengan pemerintah serta aparat penegak hukum,” tegasnya.

    Ia juga meminta instansi terkait memperkuat koordinasi dengan Bulog dan distributor besar guna memastikan suplai beras, gula, minyak goreng, telur, dan kebutuhan utama lainnya tetap terjaga.

    Selain itu, ia mengarahkan bupati dan wali kota untuk mengambil langkah konkret, termasuk operasi pasar dan gerakan pangan murah, terutama di wilayah yang terdampak berat.

    Mahyeldi turut menekankan pentingnya pendataan sarana industri perdagangan terdampak seperti pasar, sentra industri, pelaku industri kecil menengah (IKM), hingga industri menengah besar (IMB).

    Pemerintah kabupaten dan kota juga diminta bersikap antisipatif untuk menjaga ketersediaan barang pokok, barang penting, dan elpiji di tengah keterbatasan akses logistik antarwilayah.

    Mahyeldi menegaskan perlunya pengawasan ketat terhadap pelaku usaha yang mencoba menaikkan harga di luar aturan atau tidak wajar.

    “Tugas kita bukan hanya menanggulangi bencana, tetapi juga memastikan masyarakat dapat membeli kebutuhan harian dengan harga yang terjangkau. Ini adalah bentuk solidaritas dan keberpihakan pemerintah kepada rakyat,” katanya.

    Mahyeldi mengimbau agar seluruh pelaku usaha menjaga empati dan tidak mencari keuntungan berlebihan di tengah kondisi sulit.

    “Mencari keuntungan dengan menekan masyarakat dalam situasi seperti ini adalah tindakan tidak bermoral dan bisa dikenai sanksi hukum. Jangan menambah beban rakyat yang sedang berduka,” pungkasnya.

  • Banjir dan Longsor Kembali Terjang Agam setelah Diguyur Hujan Deras

    Banjir dan Longsor Kembali Terjang Agam setelah Diguyur Hujan Deras

    Agam, Beritasatu.com – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Agam dan sekitarnya pada Sabtu (6/12/2025) sore. Hal itu menyebabkan sejumlah lokasi terdampak banjir dan longsor. 

    Berdasarkan informasi yang dibagikan akun Instagram @matabukittinggi, akses jalan Bukittinggi-Matur dilaporkan kembali terputus akibat longsor.

    “Akses jalan raya Bukittinggi-Matur kembali terputus setelah longsor sore ini,” tulis akun tersebut.

    Dalam unggahan tersebut terlihat warga dan pengendara motor terjebak antrean panjang, sementara material longsor menutup badan jalan.

    Kondisi ini membuat mobilitas masyarakat tertahan dan petugas masih berupaya melakukan penanganan.

    Selain longsor, kawasan Koto Kaciak, Tanjung Raya, juga dilaporkan terendam banjir. Air  naik dengan cepat ke jalan setelah hujan lebat turun selama beberapa jam.

    “Koto Kaciak, Tanjung Raya sore ini seperti lautan setelah turun hujan,” tulis akun tersebut.

    Akun tersebut menyebut kejadian seperti ini menjadi semakin sering terjadi. Terlebih dalam beberapa hari terakhir di daerah Agam juga banyak korban dan membuat warga trauma.

    “Hujan hanya turun beberapa jam, tetapi genangan langsung melumpuhkan aktivitas, memicu kekhawatiran akan kerusakan lanjutan,” ucapnya.

    Hingga informasi ini diturunkan, belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa. Warga diimbau tetap waspada mengingat potensi hujan susulan masih mungkin terjadi.

  • Banjir Sumatera, FK Unair Kirim Tim Dokter dan Siapkan Pos Kesehatan

    Banjir Sumatera, FK Unair Kirim Tim Dokter dan Siapkan Pos Kesehatan

    Surabaya, Beritasatu.com – Bencana banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Aceh dan Sumatera menggerakkan para tenaga kesehatan di Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Airlangga (Unair) Surabaya untuk menggerakkan tim gabungan untuk membantu para korban terdampak bencana yang sangat membutuhkan penanganan medis. 

    Dalam misi sosial ini, Unair mengirim tim gabungan yang terdiri dari para dokter dari FK Unair, RS Unair, dan RSUD dr Soetomo, antara lain dokter spesialis ortopedi dr M Hardian Basuki, dokter spesialis anak dr Airi Mutiar, dr Arya Wiradewa, dr Yehezkiel Edward, dan dr Zulfikar Loka Wicaksana.

    Salah satu dokter dalam tim, dr Airi menyebut pihaknya telah berdiskusi dengan wakil bupati Aceh Tamiang terkait rencana pendirian pos kesehatan.

    “Ada sebuah klinik yang akan kami manfaatkan dan kami telah mendapat ijin dari pemilik. Semoga ini dapat menjawab kebutuhan terkait pelayanan kesehatan pascabencana,” ungkap dr Airi dalam keterangan resminya yang diterima Sabtu (6/12/2025).

    Tenaga kesehatan dan obat-obatan telah disiapkan untuk mendukung layanan kesehatan. Unair juga terus memperluas dukungan bagi korban banjir dan longsor di Sumatera, termasuk mengirim tim kesehatan lanjutan, bantuan logistik, dan tim tambahan yang diperlukan. 

  • Kemenag Data Kerusakan Rumah Ibadah dan Madrasah di Sumatera

    Kemenag Data Kerusakan Rumah Ibadah dan Madrasah di Sumatera

    Jakarta, Beritasatu.com – Kementerian Agama (Kemenag) memberikan perhatian khusus kepada wilayah terdampak bencana di Pulau Sumatera, yaitu Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Selain doa, perhatian tersebut diwujudkan melalui penyaluran bantuan bagi masyarakat yang terkena dampak.

    Menteri Agama Nasaruddin Umar menjelaskan, berbagai komponen di bawah Kemenag, termasuk Baznas dan Badan Wakaf Indonesia (BWI), telah menyalurkan bantuan secara bertahap. Koordinasi dengan sejumlah lembaga terus dilakukan agar distribusi bantuan berlangsung cepat dan tepat sasaran.

    “Insyaallah secara bertahap, teman-teman dari Baznas, BWI, serta bantuan dari luar negeri yang disalurkan melalui Kementerian Agama sudah dan akan terus kami distribusikan ke tiga provinsi terdampak, yaitu Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Besok atau lusa kami akan kembali ke sana,” ujar Menag Nasaruddin Umar di kantor Kementerian Agama, Jakarta Pusat, Sabtu (6/12/2025).

    Kemenag juga melakukan pendataan terkait madrasah dan rumah ibadah yang rusak atau hancur akibat bencana tersebut.

    “Kami telah mendata jumlah madrasah, masjid, dan rumah ibadah lain yang mengalami kerusakan. Semuanya menjadi perhatian kami,” tegas Nasaruddin.

  • Banjir Bandang, Warga Aceh Utara Mengaku Trauma

    Banjir Bandang, Warga Aceh Utara Mengaku Trauma

    Lhoksukon, Beritasatu.com – Banjir dan tanah longsor yang menerjang Kabupaten Aceh Utara, Aceh, menyebabkan 12 kecamatan tergenang. Bencana ini memaksa ribuan warga mengungsi lantaran rumah mereka hancur diterjang arus deras.

    Di Desa Kuala Cangkui, Kecamatan Lapang, warga hanya bisa meratapi rumah mereka yang rata dengan tanah. Kondisi ini membangkitkan trauma lama akan bencana Tsunami.

    Seorang warga, Dahlia, menceritakan saat banjir melanda Desa Kuala Cangkui. Ia mengenang kedatangan air yang tiba-tiba. Ia juga mengaku trauma dengan bencana tersebut. “Jam tiga malam tiba-tiba air datang dengan begitu deras. Kami semua langsung lari menyelamatkan diri ke tempat yang lebih aman,” ujarnya saat ditemui Beritasatu.com, Sabtu (6/11/2025).

    Kepala Desa Kuala Cangkui Anwar mencatat kerusakan signifikan di wilayahnya. 108 unit rumah mengalami rusak berat, dan 46 unit rusak ringan. Ratusan rumah warga terendam, memaksa mereka tinggal di tenda pengungsian. Anwar juga menyebutkan kebutuhan mendesak para pengungsi.

    “Warga sangat membutuhkan obat-obatan, air bersih yang masih minim, peralatan bayi, dan sejumlah kebutuhan lainnya,” katanya.

    Data sementara Badan Penanggulangan Bencana Aceh Utara, Sabtu (6/12/2025) siang mencatat, 532 unit rumah hilang akibat diterjang banjir bandang. Sementara itu, 34.526 unit rumah terendam di seluruh wilayah. Pemerintah Kabupaten Aceh Utara kini terus melakukan pendataan rumah rusak di 27 kecamatan.

    Namun, upaya pendataan dan distribusi bantuan menghadapi kendala serius. Putusnya jaringan internet dan rusaknya akses jalan menjadi tantangan utama yang dihadapi otoritas setempat. Kondisi ini memperburuk situasi para pengungsi yang kini tinggal di tenda, yang sangat bergantung pada pasokan logistik darurat seperti obat-obatan dan air bersih.

  • Pembangunan Kawasan Legislatif-Yudikatif IKN Masuki Tahap Konstruksi

    Pembangunan Kawasan Legislatif-Yudikatif IKN Masuki Tahap Konstruksi

    Ibu Kota Nusantara, Beritasatu.com – Pembangunan kawasan legislatif dan yudikatif di Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur, kini resmi memasuki fase konstruksi. Tahapan ini dimulai setelah seluruh 20 paket kontrak pembangunan tahap kedua periode 2025–2029 selesai ditandatangani.

    Sebelumnya, pemerintah telah meneken 12 paket proyek untuk tahap kedua. Penandatangan delapan paket tambahan pada Kamis (4/12/2025) menjadikan total kontrak yang diteken mencapai 20 paket, membuka jalan bagi dimulainya proses pembangunan fisik.

    Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono menjelaskan delapan kontrak terbaru tersebut mencakup beragam pekerjaan strategis. “Sebanyak delapan kontrak yang ditandatangani pada Kamis, dua hari lalu, meliputi lima paket pekerjaan untuk bangunan gedung dan kawasan perkantoran legislatif yang terdiri atas 16 gedung di persil seluas 41,81 hektare (ha),” ujarnya di Ibu Kota Nusantara, Sabtu (6/12/2025), dikutip dari Antara.

    Selain itu, dua paket pekerjaan ditujukan untuk pembangunan empat gedung dan kawasan perkantoran yudikatif di atas lahan seluas 15,15 hektare. Satu paket lainnya meliputi pembangunan kantor pendukung, yakni Kantor Otorita IKN Tahap II yang terdiri atas tiga gedung di lahan 2,9 hektare, serta Kantor Polres IKN Tahap I dengan tiga gedung di area 3,07 hektare.

    Basuki menegaskan bahwa kualitas pembangunan tetap menjadi fokus utama. “Kami menekankan pentingnya kualitas dalam seluruh tahap pembangunan, estetika dan keberlanjutan lingkungan. Pembangunan tahap dua ini harus lebih baik dari sebelumnya. Saya pikir pembangunan ini akan menjadi contoh untuk dunia,” katanya.

    Ia menilai penandatangan kontrak-kontrak tersebut merupakan tonggak penting dalam pengembangan kawasan yang kelak menjadi pusat kegiatan legislatif dan yudikatif nasional pada 2028. Langkah ini juga mempercepat realisasi pembangunan tahap kedua.

    “Hingga saat ini sudah 20 dari total 28 paket pekerjaan tahap dua (2025–2029) yang telah ditandatangani, terdiri dari 14 paket pembangunan fisik dan enam paket manajemen konstruksi dan supervisi,” lanjut Basuki.

    Total kebutuhan anggaran untuk pembangunan kawasan legislatif dan yudikatif mencapai Rp 12 triliun, yang akan dibiayai menggunakan skema tahun jamak.

    “Pembangunan kawasan legislatif dan yudikatif ini merupakan bagian dari rangkaian proyek prioritas pemerintah dalam menyiapkan infrastruktur yang modern, efisien, dan berkelanjutan di IKN,” ujar Basuki.