Category: Beritasatu.com Regional

  • Nelayan Simeulue Ditemukan Selamat setelah Terapung 36 Jam di Laut

    Nelayan Simeulue Ditemukan Selamat setelah Terapung 36 Jam di Laut

    Banda Aceh, Beritasatu.com –  Tim SAR gabungan berhasil menemukan Jasirudin (40), nelayan asal Desa Lafakha, Kecamatan Alafan, Kabupaten Simeulue yang terapung di laut setelah dilaporkan hilang sejak minggu lalu.

    Jasirudin ditemukan dalam kondisi lemah di Pantai Pulau Harapan setelah terapung di laut selama tiga hari.

    Koordinator Pos (Korpos) Badan SAR Nasional (Basarnasl) Kabupaten Simeulue Rio Faisal Simorangkir mengatakan, pihaknya melakukan operasi pencarian setelah menerima laporan dari warga setempat.

    “Setelah kita menerima laporan, lalu kita gelar operasi pencarian. Korban telah ditemukan dengan selamat dan kondisinya lemah dan telah diserahkan kepada keluarganya. Diperkirakan selama 36 jam Pak Jasirudin hilang atau terapung di laut,” kata Rio, Jumat (27/12/2024).

    Rio menjelaskan, Jasirudin dilaporkan hilang saat sedang memancing ikan ke kawasan gosong 12 di perairan laut Kecamatan Alafan, bersama lima temannya,  yakni Anas Amin (47), Sudirman (46), Julaidi (30), Sutarman (45), dan Saifil (46) dengan menggunakan perahu bermesin jenis robin. 

    “Sekitar pukul 21.00 WIB, keenam nelayan yang menggunakan perahu berbeda itu diterjang cuaca ekstrem, angin kencang, hujan dan disertai gelombang besar, sehingga mereka terpisah. Kelima rekan Jasirudin masih dapat menyelamatkan diri untuk mencapai pantai daratan pulau Simeulue,” ungkapnya.

    Lanjut Rio, kelima rekannya itu berhasil mencapai pantai kecamatan Alafan dan kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada pihak pemerintahan desa.  Hasil kesepakatan bersama pada saat itu, dilakukan pencarian bersama oleh warga dan aparat desa setempat.

    Lalu pada Senin (23/12/2024) pukul 01.30 WIB petugas berhasil menemukan perahu nelayan Simeulue tersebut dengan kondisi rusak dan terbalik.

  • 25 Korban Kecelakaan Bus di Tol Cipularang KM 80 Masih Dirawat

    25 Korban Kecelakaan Bus di Tol Cipularang KM 80 Masih Dirawat

    Purwakarta, Beritasatu.com – Sebanyak 25 korban kecelakaan yang terjadi di Tol Cipularang KM 80 masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Abdul Radjak Purwakarta, Jawa Barat.

    Sementara itu, 37 korban lainnya sudah diperbolehkan pulang setelah mendapatkan perawatan. Sebagian besar korban yang dipulangkan memilih untuk dirujuk ke rumah sakit yang lebih dekat dengan tempat tinggal mereka.

    Menurut keterangan Rumah Sakit Abdul Radjak Purwakarta, para pasien yang masih dirawat umumnya mengalami luka berat dan sedang, seperti benturan pada kepala hingga patah tulang. Beberapa korban bahkan harus menjalani tindakan operasi medis untuk pemulihan lebih lanjut.

    “Kami telah melakukan analisis dan pengkajian lebih dalam, dan saat ini ada 25 pasien yang masih dirawat. Dari total 64 penumpang, dua orang dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian, sementara 18 orang lainnya mengalami luka berat dan sedang,” kata Kepala IGD Rumah Sakit Abdul Radjak Purwakarta dr Minaldi kepada awak media, Jumat (27/12/2024).

    “Sebanyak 37 korban luka ringan telah dipulangkan. Sebagian besar memilih untuk dirujuk ke rumah sakit terdekat, sementara yang lainnya sudah dinyatakan pulih,” ungkapnya.

    Kecelakaan yang melibatkan bus pengangkut peziarah ini terjadi pada Kamis (26/12/2024) dini hari, mengakibatkan dua korban meninggal dunia di tempat, 18 orang luka berat dan sedang, serta 44 lainnya mengalami luka ringan.

  • Pesona Pantai Kuta Mandalika Jadi Pilihan Utama Wisata Nataru di Lombok

    Pesona Pantai Kuta Mandalika Jadi Pilihan Utama Wisata Nataru di Lombok

    Lombok Tengah, Beritasatu.com – Pantai Kuta Mandalika di Lombok Tengah menjadi salah satu tujuan wisata favorit selama musim liburan Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 (Nataru). Pantai ini ramai dikunjungi wisatawan domestik maupun mancanegara berkat keindahan alamnya yang memukau dan fasilitas wisata yang terus berkembang.

    Keunikan pasir putih berbentuk seperti butiran merica dan air laut yang jernih menjadikan Pantai Kuta Mandalika sebagai ikon wisata unggulan di Lombok. Bagian dari Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika ini menawarkan suasana tenang yang cocok bagi wisatawan yang ingin bersantai di tepi pantai.

    Suriani, wisatawan asal Jawa Timur mengungkapkan kesannya setelah mengunjungi pantai ini.

    “Ini pertama kalinya saya ke Lombok, kesannya luar biasa. Mandalika sangat bagus dan teratur,” ujar Suriana, Kamis (26/12/2024).

    Suriani dan rombongannya yang datang dengan dua bus besar dan berencana menghabiskan liburan hingga menjelang pergantian tahun. Selain menikmati keindahan pantai, mereka juga mengunjungi Rumah Adat Sade untuk mempelajari budaya lokal.

    Salah satu aktivitas favorit di Pantai Kuta Mandalika adalah menyewa sepeda listrik, yang memungkinkan wisatawan menjelajahi kawasan pantai dengan nyaman. Kegiatan ini menjadi alternatif menyenangkan untuk menikmati pemandangan indah tanpa harus berjalan kaki jauh.

    Dengan berkembangnya sektor pariwisata di Mandalika, salah satunya Pantai Kuta Mandalika, kawasan ini diharapkan mampu menjadi destinasi unggulan Indonesia yang tidak hanya menawarkan keindahan alam, tetapi juga memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat sekitar.

  • Oknum Dosen di Mataram Dilaporkan Atas Dugaan Kekerasan Seksual

    Oknum Dosen di Mataram Dilaporkan Atas Dugaan Kekerasan Seksual

    Mataram, Beritasatu.com – Tiga orang mahasiswa di Mataram melaporkan, seorang oknum dosen berinisial LR atas kasus dugaan melakukan tindak kekerasan seksual terhadap sejumlah korban ke Direktorat Reserse kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda NTB. Tiga orang mahasiswa itu didampingi LPA Mataram bersama Sasaka Nusantara Lombok barat.

    Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Mataram, Joko Jumadi, menyatakan, korban dalam kasus ini tidak hanya berasal dari lingkungan kampus, tetapi juga dari komunitas di luar kampus.

    “Kita lembaga di perlindungan anak (LPA) beberapa waktu yang lalu anggota kita (LPA Mataram) menjadi korban percobaan kekerasan seksual yang dilakukan salah satu dosen di salah satu perguruan tinggi di Mataram. Namun, kemudian setelah kita telusuri ada korban yang lain, jumlahnya cukup banyak,” ungkap Joko Jumadi kepada awak media, Kamis (26/12/2024).

    Menurut Joko Jumadi, LPA Mataram menerima laporan dari salah satu anggota lembaganya yang menjadi korban percobaan kekerasan seksual oleh LR. Setelah dilakukan penelusuran lebih lanjut, terungkap adanya korban lain dengan jumlah mencapai sekitar 15 orang. Dari jumlah tersebut, tiga korban sudah melapor secara resmi.

    “Modus yang digunakan beragam. Di lingkungan kampus, pelaku memberikan tugas kepada mahasiswa dan kemudian mengajak mereka ke kosnya, di mana pelecehan itu terjadi. Sementara itu, korban dari luar kampus dijanjikan ilmu tertentu yang harus diperoleh melalui ritual ‘pembersihan alat vital’,” jelasnya lagi.

    Ia menambahkan, kasus ini terjadi antara Mei hingga Oktober 2024 dan terduga pelaku diketahui mengajar di dua institusi pendidikan, yakni satu perguruan tinggi negeri dan satu perguruan tinggi swasta di Kabupaten Lombok Barat.

    Sementara itu, Ketua DPD Sasaka Nusantara Kabupaten Lombok Barat Sabri mengungkapkan, LR sering menggunakan nama agama untuk membenarkan tindakannya. Salah satu istilah yang digunakan adalah “zikir kemaluan” atau “zikir zakar”.

    Pelaku mengklaim, alat kelamin manusia dapat berzikir dan bahwa korban perlu menjalani ritual tertentu untuk menyembuhkan gangguan spiritual atau penyakit yang disebutkan pelaku.

    “Pelaku mengatakan untuk menyembuhkan gangguan tersebut, korban perlu mengeluarkan sperma. Beberapa korban bahkan dipaksa melakukan tindakan ini. Akibatnya, beberapa korban mengalami trauma serius hingga perubahan orientasi seksual,” ungkapnya.

    LPA Mataram dan Sasaka Nusantara menyerukan agar pihak kepolisian, terutama Polda NTB, segera mengambil langkah tegas terhadap terduga pelaku. 

    Joko Jumadi dan Sabri berharap, penegakan hukum dapat memberikan keadilan bagi para korban sekaligus mencegah kasus serupa terjadi di masa mendatang.

    “Kami berharap penegak hukum segera menangkap LR dan memberikan hukuman yang setimpal. Hal ini sangat penting untuk memulihkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi pendidikan,” tegas Sabri.

  • Motif Pembunuhan Pelayan Restoran Korea di Balikpapan Dipicu Akibat Sakit Hati

    Motif Pembunuhan Pelayan Restoran Korea di Balikpapan Dipicu Akibat Sakit Hati

    Balikpapan, Beritasatu.com – Polisi resmi menetapkan satu orang tersangka berinisial MRS dalam kasus pembunuhan seorang wanita RA pelayan restoran Korea di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur. Dari hasil pemeriksaan, motif pembunuhan dipicu lantaran tersangka merasa sakit hati dengan ucapan korban.

    Dari kasus pembunuhan wanita pelayan restoran Korea ini, polisi resmi menangkap dan menetapkan rekan kerja korban, seorang pemuda berinisial MRS (21) sebagai tersangka.

    Kapolres Balikpapan Kombes Pol Anton Firmanto mengatakan, motif kasus pembunuhan wanita pelayan restoran Korea berinisial RA (19), ternyata dipicu akibat ketersinggungan ketersinggungan pelaku atas ucapan korban.

    “Motifnya ketersinggungan, ya,” kata Kapolres Balikpapan Kombes Pol Anton Firmanto kepada awak media, Kamis (26/12/2024).

    Kombes Pol Anton Firmanto menyebut, persoalan antara korban dan tersangka berawal saat tersangka mengelus kepala korban saat bekerja. Kejadian itu, lantas memicu pacar tersangka berinisial R merasa cemburu dan kemudian melabrak korban.

    Selanjutnya, tersangka mendatangi korban yang tengah bekerja. Kemudian, meminta korban untuk mencuci peralatan masak. Saat itu, korban melontarkan ucapan kotor dan membuat tersangka naik pitam.

    “Ketika korban mengambil tupperware untuk dicuci, korban marah kepada pelaku dengan mengatakan ‘apa sih kamu ini, tolol’. Dari situ mulai memicu terjadinya pembunuhan itu,” sambungnya.

    Kini, tersangka MRS telah ditahan di Mapolresta Balikpapan dan masih menjalani pemeriksaan intensif, guna mengungkap dugaan keterlibatan pacar tersangka dalam kasus ini.

    Sementara itu, polisi menjerat tersangka MRS dengan Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan dengan ancaman hukuman pidana penjara selama 15 tahun.

  • Badan Gizi Nasional Bantah Libatkan Ormas dalam Program Makan Bergizi Gratis

    Badan Gizi Nasional Bantah Libatkan Ormas dalam Program Makan Bergizi Gratis

    Jakarta, Beritasatu.com – Badan Gizi Nasional (BGN) membantah melibatkan organisasi masyarakat (ormas) dalam menjalankan program makan siang bergizi gratis. Kepala Biro Hukum dan Humas BGN Kombes Pol Lalu Muhammad Iwan Mahardan menegaskan, pihaknya tidak pernah memberi mandat resmi kepada ormas.

    “BGN sama sekali tidak pernah memberikan mandat atau Surat Keputusan (SK) kepada ormas manapun terkait program makan siang bergizi gratis. Klaim ini adalah informasi yang keliru dan berpotensi menyesatkan masyarakat,” kata Lalu Iwan dalam keterangannya, Kamis (26/12/2024).

    Ia menyayangkan sikap sejumlah pihak yang secara terang-terangan mengeklaim telah mendapat SK dari Badan Komunikasi Nasional Desa Se-Indonesia (BKNDI), kemudian mengaitkan BGN untuk memperkuat klaim tersebut.

    “Ini bukan hanya membingungkan publik, tetapi juga mencemarkan nama baik institusi kami. Hal seperti ini tidak bisa kami biarkan,” tegas Lalu Iwan yang membantah melibatkan ormas dalam menjalankan program makan siang bergizi gratis.

    Sebagai langkah tegas, BGN melalui biro hukum memastikan akan membawa persoalan tersebut ke ranah hukum. Menurutnya, hal ini dilakukan agar tidak lagi ada oknum yang mengatasnamakan Badan Gizi Nasional dalam menjalankan program makan bergizi gratis.

    Selain itu, BGN juga mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada dan memverifikasi semua informasi, terutama yang mengatasnamakan institusi pemerintah.

    “Kami sangat berharap masyarakat lebih kritis. Jangan mudah percaya pada klaim sepihak yang memanfaatkan nama besar lembaga resmi,” jelasnya.

    Selain itu, pihaknya juga menegaskan akan tetap menjalankan program-program sesuai dengan aturan yang berlaku, dengan memastikan kredibilitas dan integritas lembaga tetap terjaga.

    “Kami tidak akan pernah main-main dengan tanggung jawab yang diamanahkan kepada kami,” tutup Kombes Pol Lalu Iwan yang membantah Badan Gizi Nasional melibatkan ormas dalam menjalankan program makan bergizi gratis.

  • Jalan Ambles 3 Meter, Libur Akhir Tahun Warga Samarinda Terganggu

    Jalan Ambles 3 Meter, Libur Akhir Tahun Warga Samarinda Terganggu

    Samarinda, Beritasatu.com – Cuaca buruk tiga hari terakhir, mengakibatkan akses jalan beton patah dan ambles sedalam tiga meter di Kota Samarinda, Kalimantan Timur, Kamis (26/12/2024).

    Padahal akses jalan itu baru diresmikan pada Maret 2024 lalu. Akibatnya, arus lalu lintas dan aktivitas warga Kota Samarinda saat libur akhir tahun pun menjadi terganggu.

    Jalan beton di kawasan Jalan Anwar Abdullah, Kecamatan Samarinda Kota ini, mendadak patah dan ambles akibat terjadinya tanah longsor yang menopang badan jalan. Padahal, jalan beton ini menjadi akses jalan penghubung antara Jalan Pelita 3 dan Jalan Sambutan.

    Kondisi jalan ambles di Samarinda ini mengakibatkan akses ini terpaksa harus ditutup lantaran sudah tak lagi bisa dilewati oleh kendaraan roda empat ataupun kendaraan besar.

    Sedangkan sebagian pengendara roda dua masih terpantau ada yang nekat melintas meski terpaksa harus melewati jalan tanah yang berlumpur dan licin di samping jalan ambles di Samarinda ini.

    Salah seorang pengendara roda dua Agus Salim mengaku terpaksa harus berputar arah lantaran khawatir akan terjatuh jika tetap nekat menerobos jalan yang patah dan amblas ini. 

    “Iya enggak beran. Saya bawa anak. Daripada nanti  terjadi apa-apa mending saya balik lagi ke sana,” ujarnya kepada Beritasatu.com di lokasi kejadian, Kamis (26/12/2024) sore.

    Menurutnya, jalan beton yang patah dan ambles hingga sedalam tiga meter ini sebelumnya menjadi jalan utama yang ramai dilewati oleh sebagian besar masyarakat di Kota Samarinda. Pasalnya, jalan beton yang usianya belum genap satu tahun ini, menjadi akses yang dilalui masyarakat untuk menghindari kemacetan di pusat Kota Samarinda.

    Warga pun berharap agar Pemerintah Kota Samarinda segera memperbaiki jalan ambles ini, agar arus lalu lintas masyarakat setempat bisa kembali lancar.

    “Jalan ini penting sekali. Ini jalan untuk mempercepat perjalanan karena biasanya kita harus memutar. Jalan ini bisa menghindari macet di Jalan Gunung Mangga. Terputusnya jalan ini membuat aktivitas kita terganggu,” pungkasnya tentang jalan ambles di Samarinda ini.
     

  • Kenang 20 Tahun Tsunami Aceh, Masyarakat Berdoa di Kuburan Massal Ulee Lheue

    Kenang 20 Tahun Tsunami Aceh, Masyarakat Berdoa di Kuburan Massal Ulee Lheue

    Banda Aceh, Beritasatu.com – Ratusan warga kota Banda Aceh mendatangi kompleks kuburan massal korban tsunami Aceh di Gampong Lie, Kecamatan Meuraxa, Ulee Lheu, Banda Aceh, Kamis (26/12/2024). 

    Para peziarah ini datang untuk berdoa sembari menaburkan bunga pada nisan tanpa nama yang ada di sana. Mereka juga melantunkan surah Yasin bagi keluarganya yang diyakini terkubur di sana. Tidak hanya berdoa, mereka juga melantunkan surah Yasin di sekitar kompleks kuburan. Beberapa juga terlihat menangis, mengenang bencana alam gempa dan tsunami Aceh 20 tahun silam. 

    Amiruddin salah satunya. Setiap tahun dia akan datang ke kuburan massal ini dan juga kuburan massal Siron di Aceh Besar. “Saya datang ke sini karena rindu dengan keluarganya yang menjadi korban tsunami Aceh pada 2004 lalu,” ungkap Amiruddin. 

    Meskipun dia tidak yakin, jasad anggota keluarganya terkubur di sana, tetapi dia menyempatkan untuk datang dan berdoa di dua kuburan massal ini. 

    Kuburan massal Ulee Lheue berjarak 200 meter dari Masjid Baiturrahim. Kurang lebih 14.800 jiwa dimakamkan di area seluas 15.800 meter ini. Jasad korban dewasa tsunami Aceh dimakamkan di sisi kanan dan kiri bagian depan makam. 

    Sementara jasad anak-anak diketahui dimakamkan di sisi kiri bagian belakang komplek kuburan tersebut. Sekeliling tembok terlihat beton tinggi juga berfungsi sebagai pagar makam para korban tsunami Aceh.

  • Kegiatan Sopir Tirto Agung Sebelum Meninggal Ditabrak Truk di Tol Pandaan-Malang Viral di Medsos

    Kegiatan Sopir Tirto Agung Sebelum Meninggal Ditabrak Truk di Tol Pandaan-Malang Viral di Medsos

    Jakarta, Beritasatu.com – Aktivitas terakhir sopir Tirto Agung, Untung Subagyo, dan kernetnya, Rozi, sebelum meninggal dunia akibat kecelakaan tragis di KM 77 Tol Pandaan-Malang  menjadi sorotan setelah beredar di media sosial. Keduanya tewas setelah kendaraan mereka ditabrak oleh truk pengangkut pakan ternak. 

    Pada video yang diunggah akun Instagram @arie_treninet, terlihat sopir Tirto Agung, Untung Subagyo dan kernetnya, Rozi terlihat masih sempat bercengkerama.

    Dalam video itu, Rozi dengan setia menemani Untung Subagyo yang sedang membersihkan bus Tirto Agung dengan Nomor Polisi (nopol) S 7607 UW.

    Untung Subagyo terlihat sedang membersihkan bagian setir busnya. Ia menggunakan kemeja kerja Tirto Agung dengan warna hitam di bagian atas serta warna merah marun di bagian bawahnya serta celana panjang abu-abu dan sepatu cokelat. Saat membersihkan bagian setir bus, Untung Subagyo pun sempat memancarkan senyuman.

    Sementara itu di video berikutnya, kernet, Rozi dengan setia membantu Untung Subagyo mengumpulkan bekas sampah yang ada di dalam bus yang akan dipergunakannya. Untung Subagyo dan Rozi pun sempat bercengkrama.

    Setelah membersihkan, Untung Subagyo mengemudikan bus Tirto Agung dan Rozi pun ikut menemaninya untuk mengeluarkan bus dari pool bus Tirto Agung.

    “Tugasmu di dunia sudah selesai mas. Selamat jalan Pak Untung dan Mas Rozi. Insyaallah, jenengan tiang engkang sae sanget. Mugi sedoyo amal ibadah di tampi. Husnul khotimah Pak, Mas. Amin,” tulis akun tersebut, Kamis (26/12/2024).

    Melihat unggahan tersebut, membuat netizen memberikan doa untuk sopir dan kernet Tirto Agung tersebut.

    “Kirim al fatihah untuk almarhum,” tulis netizen.

    “Melihat bapaknya ngelap setir bis bikin hati saya menangis,” tulis netizen lainnya.

    “Ya, Allah senyuman dari sopirnya seperti enggak akan bisa hilang untuk selamanya,” tulis netizen.

    “Ya, Allah sempat dibuat video bapaknya yang ternyata menjadi kenangan sebelum kepergiannya,” tulis netizen lagi.

    “Semoga husnul khatimah untuk almarhum Pak Untung dan Mas Rozi,’ tulis netizen.

    Sebelumnya, Kecelakaan maut antara Bus Tirto Agung nopol S 7607 UW berisi rombongan sekolah SMP IT Darul Qur’an Mulia Putri Bogor, Jawa Barat dan truk kontainer S 9126 UU pengangkut pakan ternak terjadi di KM 77 Ruas Jalan Tol Pandaan-Malang, Jawa Timur, Senin (23/12/2024) pukul 15.40 WIB. Dari hasil olah TKP, kecelakaan tersebut menyebabkan empat orang tewas.

    Kapolres Malang AKBP Putu Kholis Aryana mengungkapkan kecelakaan disebabkan karena truk kontainer tidak kuat dan berhenti di bahu jalan. Pada saat sopir akan mengganjal ban, ternyata truk tiba-tiba mundur.

    Sedangkan di belakangnya melaju bus Tirto Agung dengan kecepatan tinggi dan langsung menabrak bagian belakang truk.

    “Ada empat yang meninggal dunia, salah satunya sopir bus. Jenazah korban dibawa ke kamar jenazah Rumah Sakit Syaiful Anwar Kota Malang,” kata Kapolres, Senin (23/12/2024) di lokasi kejadian kecelakaan Tol Pandaan-Malang tersebut.

  • Pelayan Restoran di Balikpapan Dibunuh Rekan Kerja

    Pelayan Restoran di Balikpapan Dibunuh Rekan Kerja

    Balikpapan, Beritasatu.com – Misteri kematian seorang wanita pelayan restoran Korea yang ditemukan tewas saat malam Natal di Balikpapan, Kalimantan Timur, akhirnya terungkap. Wanita berusia 19 tahun tersebut tewas akibat dibunuh oleh rekan kerjanya dengan cara dicekik.

    Jasad wanita tersebut ditemukan tertelungkup di dapur restoran Korea pada Selasa (24/12/2024) malam. Berdasarkan hasil pemeriksaan dan olah tempat kejadian perkara (TKP), ditemukan bekas luka di leher dan wajah korban.

    Dalam kasus ini, polisi menetapkan seorang tersangka berinisial MRS (21), yang merupakan sesama pelayan di restoran tempat korban bekerja.

    Kapolresta Balikpapan Kombes Pol Anton Firmanto menyampaikan, kasus ini berhasil diungkap berkat kerja sama Satreskrim Polresta Balikpapan, Polsek Balikpapan Utara, dan Polda Kaltim. Dalam waktu kurang dari 12 jam sejak penemuan mayat, tersangka berhasil ditangkap.

    “Alhamdulillah, dalam waktu kurang dari 12 jam, tepatnya pukul 04.00 Wita, kasus ini berhasil diungkap dan pelaku berhasil diamankan,” ujar Anton dalam konferensi pers di Mapolresta Balikpapan, Kamis (26/12/2024) sore.

    Anton menjelaskan, tersangka MRS adalah laki-laki berusia 21 tahun yang bekerja sebagai karyawan di restoran Korea dan Jepang tempat korban juga bekerja.