Category: Beritasatu.com Regional

  • Polresta Pekanbaru Selidiki Penyebab Kebakaran dan Hilangnya Barang Bukti di Lokasi Kejadian

    Polresta Pekanbaru Selidiki Penyebab Kebakaran dan Hilangnya Barang Bukti di Lokasi Kejadian

    Pekanbaru, Beritasatu.com – Polisi masih melakukan penyelidikan terkait kebakaran yang terjadi di gudang kayu di Jalan Gunung Raya, Kelurahan Rejosari, Kecamatan Tenayan Raya, Kota Pekanbaru, Riau. Peristiwa itu terjadi pada Kamis (2/1/2025) malam. 

    Penyelidikan ini dilakukan untuk memastikan  penyebab kebakaran dan hilangnya barang bukti (barbuk) drum yang diduga berisi bahan bakar minyak (BBM) di lokasi kejadian. 

    Drum-drum tersebut berisi BBM diduga ilegal yang pada saat kebakaran masih terlihat di lokasi kejadian. Namun, berdasarkan pantauan langsung di lokasi pada Jumat (3/1/2025) pagi, seluruh drum-drum tersebut sudah hilang dan tidak lagi berada di lokasi kebakaran. 

    Kasatreskrim Polresta Pekanbaru Kompol Bery Juana Putra mengaku akan menyelidiki hilangnya beberapa drum di lokasi kejadian. “Kita akan cek lagi dan berkoordinasi dengan Polsek Tenayan Raya,” ujar Kompol Bery soal kebakaran di Pekanbaru tersebut. 

    Bery mengaku belum dapat memastikan kalau drum-drum yang terbakar di gudang tersebut berisi BBM jenis solar yang diduga ilegal. Untuk memastikan hal tersebut, dia akan berkoordinasi dengan Tim Labfor Polda Riau.

    “Belum dapat kita pastikan kalau drum tersebut berisi BBM solar. Kita akan berkoordinasi dengan pihak Labfor untuk memastikan minyak jenis apa itu,” terangnya.

    Selain drum, barang bukti lainnya yang ditemukan di lokasi yakni adanya baby tank berisi 1.000 liter minyak.

    “Ada tujuh drum dan baby tank kapasitas satu ton itu ada lima. Pada saat interogasi pemilik mengaku itu adalah BBM isi minyak tanah. Namun, tetap kita lakukan penyelidikan. Kita berkoordinasi dengan Tim Labfor Polda Riau yang kita jadwalkan Jumat sore ini akan turun ke lapangan. Itu akan menentukan dari mana asal muasal kebakaran tersebut kemudian apa jenis BBM tersebut. Kalau memang itu jenis BBM solar bersubsidi, itu akan kita tindak lanjuti, kita akan tindak tegas,” ucap Bery tentang kebakaran di Pekanbaru ini. 

    Tak hanya gudang kayu, di lokasi juga terdapat gudang penyimpanan gas elpiji tiga kilogram. “Ada tujuh tabung gas, kita cek di TKP tabung gas tersebut meledak. Itu baru penyelidikan awal nanti kita berkoordinasi dengan labfor. Labfor yang bisa menentukan apa asal mula ledakan tersebut,” kata dia. 

    Untuk melengkapi penyelidikan, polisi telah memanggil pemilik gudang kayu untuk dimintai keterangan dalam kasus kebakaran di Pekanbaru ini. “Sudah dipanggil dan salah satu keluarga pemilik inisial T sudah kita lakukan pemeriksaan. Namun keluarganya ada juga luka di bagian tangan sebelah kiri,” tuturnya. 

  • Janda Muda Diduga Jadi Pelaku Pembuang Bayi pada Saluran Irigasi di Jember

    Janda Muda Diduga Jadi Pelaku Pembuang Bayi pada Saluran Irigasi di Jember

    Jember, Beritasatu.com – Identitas pembuang bayi laki-laki yang ditemukan petani di area saluran sungai irigasi persawahan di belakang KUD Jelbuk, Jember, Jawa Timur Mulai menemukan titik terang. Diduga kuat pelaku adalah N merupakan seorang janda muda warga asal Krajan Timur, Desa Jelbuk.

    Bayi laki-laki itu masih menjalani perawatan intensif di Puskesmas Jelbuk dengan pengawalan ketat pihak kepolisian, Sementara kondisi bayi juga telah berangsur sehat.

    “Keadaan badannya sehat, berat badannya juga bagus. Beratnya itu sempat turun, tapi itu untuk kebidanan hal yang normal untuk sepuluh hari pertama mengalami hal demikian” Kata bidan Puskesmas Jelbuk Rizka Ayu kepada awak media, Jumat (3/1/2025).

    Berdasarkan keterangan saksi kepada polisi, Keterlibatan N terkuak karena di hari yang sama saat ditemukannya bayi laki-laki itu. N mengaku telah mengalami keguguran. Namun, ia tidak memberi tahu keberadaan janin yang gugur tersebut sehingga dinilai terdapat kejanggalan.

    Kapolsek Jelbuk AKP Brisan Imanulla mengatakan, pihaknya hingga saat ini masih melakukan pendalaman. Polisi telah memeriksa para saksi, termasuk melakukan tes psikologi terhadap N, rekam medis, serta melakukan tes DNA terhadap N dan bayi di Rumah Sakit dr Soebandi Jember.

    “Masih tahap menunggu hasil dari tes DNA itu, nanti seperti apa hasilnya kami informasikan. Sementara terduga pelaku masih belum kami tetapkan sebagai tersangka karena masih menunggu hasil tes DNA,” jelasnya.

    Diberitakan sebelumnya, Selasa (31/12/2024), Khotib seorang petani menemukan bayi laki-laki dalam kondisi memprihatinkan di sebuah area saluran irigasi persawahan belakang KUD Jelbuk. Bayi tersebut ditemukan tanpa mengenakan pakaian dan kedinginan.

  • Speedboat Terbalik di Maluku: Dihantam Gelombang dan Tabrak Batang Pohon yang Hanyut

    Speedboat Terbalik di Maluku: Dihantam Gelombang dan Tabrak Batang Pohon yang Hanyut

    Ambon, Beritasatu.com – Kecelakaan laut tragis terjadi di perairan Kepulauan Manipa, Seram Bagian Barat, setelah sebuah speedboat dengan lebih dari 30 penumpang terbalik. Speedboat itu terbalik setelah dihantam gelombang dan menabrak pohon. Insiden ini mengakibatkan delapan orang meninggal dunia, sementara penumpang lainnya berhasil diselamatkan.

    Kapolsek Manipa Ipda Edwin R Mangare, membenarkan kejadian tersebut. Ia menjelaskan bahwa speedboat dengan nama lambung Dua Nona terbalik di perairan Dusun Samal.

    “Speedboat tersebut sarat penumpang, bahkan sebagian naik ke atas atap kapal,” ungkap Edwin kepada Beritasatu.com, Jumat (3/12/2025).

    Menurut laporan, speedboat berangkat dari Pelabuhan Tahulupa menuju Hila, Kabupaten Maluku Tengah. Namun, di tengah perjalanan, tepatnya di Dusun Samal, kapal kehilangan keseimbangan akibat gelombang besar hingga speedboat terbalik di Maluku.

    “Di jalur itu memang rawan gelombang. Menurut nakhoda, penumpang terlalu banyak, bahkan ada yang naik ke atas atap,” kata Kapolsek.

    Keberuntungan datang ketika sebuah kapal nelayan melintas di sekitar lokasi kejadian, memungkinkan proses evakuasi berlangsung cepat. 

    “Berkat bantuan kapal nelayan, masyarakat, dan Bhabinkamtibmas, evakuasi dapat dilakukan dengan cepat,” tambah Edwin.

    Berikut daftar korban meninggal dunia:

    Adrianto (47 tahun), asal Desa Tahalupu.
    Fadlia Kadila (8 tahun), asal Desa Tahalupu.
    Ade Ika Yulianti (usia belum diketahui), asal Dusun Labuang Timur.
    Nurul Alamsyah (usia belum diketahui), asal Dusun Labuang Timur.
    Naima Wance (65 tahun), asal Dusun Pilar.
    Suryanti (38 tahun), asal Dusun Pilar.
    Fatin (11 tahun), asal Dusun Pilar.
    Putri (12 tahun), asal Dusun Pilar.

    Saat ini, aparat kepolisian masih menghimpun data terkait kecelakaan speedboat di Maluku, termasuk identitas para korban. Pihak kepolisian masih terus melakukan pendataan dan investigasi lebih lanjut terkait insiden nahas ini.

  • Viral Uang Palsu Beredar di Rumah Sakit Bikin Heboh Gorontalo

    Viral Uang Palsu Beredar di Rumah Sakit Bikin Heboh Gorontalo

    Gorontalo, Beritasatu.com – Dunia jagat maya dihebohkan dengan beredarnya sebuah video yang viral di media sosial memperlihatkan seorang warga menemukan uang palsu dengan pecahan Rp 50.000 di Rumah Sakit di Kota Gorontalo. Setelah ditelusuri, kejadian tersebut terjadi, Rabu (1/1/2025), di area sekitar Rumah Sakit Aloei Saboe, Kota Gorontalo, Sulawesi Selatan.

    Dugaan peredaran uang palsu ini mulai tersebar luas seusai salah satu unggahan video di media sosial Facebook dengan nama akun @Ismail Katili yang memperlihatkan dua kertas uang pecahan Rp 50.000. Dalam keterangan itu, disebutkan salah satu dari uang kertas tersebut diduga palsu.

    Pengunggah video, Ismail Katili saat ditemui awak media membenarkan, kemarin ia bersama rekannya dikejutkan dengan penemuan uang palsu tersebut.

    Ismail Katili menerangkan, bahwa uang tersebut didapatkan dari rekan kerjanya yang bernama Randa. Menurut Ismail, uang itu diberi kepada Randa dari keluarga pasien.

    “Yang saya posting itu, benar uang palsu. Kebetulan ada rekan kerja di rumah sakit, saat itu kami membantu keluarga pasien yang meninggal. Setelah membantu, keluarga pasien memberikan imbalan uang kepada kami,” kata pengunggah video, Ismail Katili, Jumat (3/1/2025).

    Ia menjelaskan, dari beberapa orang yang diberi uang, sialnya hanya Randa yang nyatanya mendapatkan uang yang diduga palsu.

    “Kami mengetahui uang tersebut palsu pada saat membeli makanan di kantin rumah sakit, saat itu uang tersebut terkena air dan luntur,” jelasnya lagi.

    Saat mengetahui hal itu, Ismail dan rekannya yang lain segera mengecek keaslian uang mereka, dengan cara menerawang di bawah sinar matahari, dan syukurnya uang yang mereka dapatkan itu asli.

    “Setelah kami periksa, benar uang tersebut palsu karena luntur setelah kena air. Dari segi ukuran saja, uang palsu itu lebih kecil dari uang asli,” ucap pengunggah video Ismail Katili, saat diberi uang dari keluarga pasien pecahan Rp 50.000 yang ternyata palsu.

  • Speedboat Terbalik di Seram Maluku, 8 Orang Dilaporkan Meninggal Dunia

    Speedboat Terbalik di Seram Maluku, 8 Orang Dilaporkan Meninggal Dunia

    Ambon, Beritasatu.com – Satu unit speedboat dengan kapasitas 30 penumpang terbalik dan tenggelam di perairan Kepulauan Manipa, Kabupaten Seram Bagian Barat, pada Jumat, (3/12/2025). Insiden tragis ini mengakibatkan delapan orang dilaporkan meninggal dunia dan puluhan orang lainnya berhasil selamat.

    Speedboat dengan nama Lambung Dua Nona tersebut berangkat dari Desa Tahulupa, dalam perjalanan menuju Negeri Hila, Kecamatan Leihitu, yang terletak di Maluku Tengah, dengan membawa 30 penumpang.

    Nahas, saat dalam perjalanan, speedboat tersebut dihantam ombak besar dan angin kencang tepat di perairan Dusun Samal, Kepulauan Manipa. Akibatnya, speedboat itu terbalik dan tenggelam.

    Pihak berwenang saat ini masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan speedboat terbalik di Seram, Maluku. Namun, dugaan sementara menyebutkan bahwa speedboat tersebut mungkin menabrak batang pohon yang hanyut di tengah perairan, yang menyebabkan bodi speedboat patah dan akhirnya terbalik.

    Sejauh ini, jumlah korban tewas tercatat delapan orang, sementara puluhan penumpang lainnya berhasil diselamatkan dan kini dalam kondisi aman.

    Penyebab kecelakaan speedboat terbalik di Seram, Maluku lebih lanjut masih menunggu hasil penyelidikan resmi.

  • Bupati Terpilih Mahakam Ulu Tetap Setia Dukung Prabowo meski Menang Tanpa Gerindra

    Bupati Terpilih Mahakam Ulu Tetap Setia Dukung Prabowo meski Menang Tanpa Gerindra

    Jakarta, Beritasatu.com – Bupati Mahakam Ulu (Mahulu), Kalimantan Timur terpilih Owena Mayang Shari Belawan menegaskan komitmennya untuk mendukung penuh program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Meskipun terpilih pada Pilkada 2024 tanpa dukungan Partai Gerindra, Owena memastikan tetap setia sebagai kader partai.

    “Meski saya terpilih jadi bupati Mahakam Ulu tanpa dukungan Partai Gerindra. Saya tetap menjadi kader partai yang akan menjalankan perintah Pak Presiden Prabowo,” ujar Owena kepada wartawan, Jumat (3/1/2025).

    Owena, putri dari pendiri Partai Gerindra di Mahulu, Bonifasius Belawan Geh, menegaskan dirinya tidak menyimpan rasa dendam terhadap Partai Gerindra yang tidak memberikan dukungan pada Pilkada 2024.

    “Meski disingkirkan dari DPC Gerindra, ayah saya, Bonifasius Belawan Geh, adalah pendobrak suara Partai Gerindra pertama di Mahulu Kaltim ini,” tegas Owena terkait Asta Cita Prabowo Subianto.

    Owena yang didukung oleh tiga partai, yakni Partai Demokrat, PKB, dan PAN dalam Pilkada Mahulu, berharap dapat melanjutkan kepemimpinan di Mahakam Ulu sesuai dengan visi Asta Cita Presiden Prabowo.

    “Saya hanya ingin Pak Prabowo tetap memberikan perhatian kepada kami yang tetap berjuang untuk Asta Cita Pak Prabowo,” ungkap Owena.

    Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menegaskan pasangan calon yang menang harus menjadi pemimpin untuk semua. Menurutnya, melayani rakyat adalah tugas utama seorang pemimpin.

    “Yang menang harus menjadi pemimpin untuk semua, yang kalah harus bekerja sama. Yang penting melayani rakyat, bekerja untuk rakyat,” ujar Prabowo Subianto.

  • Gunung Merapi Luncurkan Lava Pijar hingga 1.600 Meter ke Kali Bebeng dan Kali Krasak

    Gunung Merapi Luncurkan Lava Pijar hingga 1.600 Meter ke Kali Bebeng dan Kali Krasak

    Sleman, Beritasatu.com – Gunung Merapi meluncurkan lava pijar hingga 1.600 meter ke arah Kali Bebeng dan Kali Krasak. Berdasarkan laporan dari Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) pada periode pengamatan Jumat (3/1/2025) pukul 00.00–06.00 WIB, teramati belasan kali guguran lava pijar dan status Level III (Siaga).

    “Kami mencatat 12 kali guguran lava pijar ke arah barat daya, tepatnya menuju Kali Bebeng dan Kali Krasak, dengan jarak luncur maksimum mencapai 1.600 meter,” ungkap Kepala BPPTKG Agus Budi Santosa dalam keterangan resminya, Jumat (3/1/2025).

    Secara visual, Gunung Merapi terlihat jelas selama periode pengamatan, meskipun cuaca bervariasi antara berawan hingga cerah. Kawah gunung mengeluarkan asap putih bertekanan lemah dengan intensitas tipis, mencapai ketinggian 25 meter di atas puncak.

    Dari segi kegempaan Gunung Merapi, BPPTKG mencatat sebanyak 32 gempa guguran dengan amplitudo 3–19 mm dan durasi 62,8–129,28 detik, 14 gempa hybrid/fase banyak, tiga gempa vulkanik dangkal, dan satu gempa tektonik jauh.

    Gempa-gempa ini mengindikasikan suplai magma yang masih aktif di dalam tubuh Gunung Merapi. Saat ini, Gunung Merapi berada pada status Level III (Siaga).

    Potensi bahaya guguran lava Gunung Merapi meliputi sektor selatan-barat daya, yaitu Sungai Boyong (5 kilometer/km), Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng (7 km). Selain itu, sektor tenggara, yaitu Sungai Woro (3 km) dan Sungai Gendol (5 km).

    BPPTKG merekomendasikan masyarakat untuk menghindari aktivitas di daerah potensi bahaya, mewaspadai ancaman lahar dan awan panas guguran, terutama saat hujan, serta bersiap menghadapi gangguan abu vulkanik.

    Masyarakat di sekitar lereng Gunung Merapi diminta tetap waspada dan mengikuti perkembangan informasi terkini dari BPPTKG melalui situs resmi dan media sosial PVMBG. Jika terjadi peningkatan aktivitas signifikan, status Merapi akan dievaluasi ulang.

  • 2.497 Kecelakaan Terjadi Selama Operasi Lilin Nataru

    2.497 Kecelakaan Terjadi Selama Operasi Lilin Nataru

    Jakarta, Beritasatu.com – Angka kecelakaan dan jumlah korban jiwa selama libur Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 (Nataru) menunjukkan penurunan. Hal ini disampaikan oleh Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol Aan Suhanan saat menutup Operasi Lilin 2024 yang berlangsung selama 13 hari, mulai 21 Desember 2024 hingga 2 Januari 2025.

    Aan Suhanan mengungkapkan, angka kecelakaan lalu lintas selama Operasi Lilin 2024 mengalami penurunan 14% dibandingkan tahun sebelumnya. Dalam periode tersebut, tercatat 2.497 kecelakaan yang terjadi.

    “Periode Nataru ini untuk angka kecelakaan mengalami penurunan,” kata Aan Suhanan, Jumat (3/1/2025).

    Selain penurunan angka kecelakaan, jumlah korban jiwa juga mengalami penurunan sebesar 17% dibandingkan 2023. Sebanyak 55 nyawa berhasil diselamatkan selama operasi ini.

    Kepadatan kendaraan selama liburan Nataru, terutama di area wisata, menjadi salah satu tantangan utama selama Operasi Lilin 2024. Sebagai respons, pihak kepolisian melakukan rekayasa lalu lintas, termasuk penerapan sistem one way untuk mengurangi kemacetan dan memperlancar arus kendaraan.

    Aan Suhanan menilai, secara keseluruhan, pelaksanaan Operasi Lilin 2024 berjalan lancar dan kondusif, sehingga angka kecelakaan dan korban jiwa selama Operasi Lilin Nataru bisa menurun. 

  • Pelaku Ditangkap, Begini Kisah Awal Sejoli Buang Bayi Hasil Cinta Terlarang di Pekanbaru

    Pelaku Ditangkap, Begini Kisah Awal Sejoli Buang Bayi Hasil Cinta Terlarang di Pekanbaru

    Pekanbaru, Beritasatu.com – Polisi menangkap sepasang kekasih  pelaku buang bayi baru lahir dari hasil cinta terlarang. Bayi perempuan itu dimasukkan dalam kardus lalu dibuang di dekat lapangan parkir sekolah dasar (SD) di Jalan Ampi, Kota Pekanbaru, Riau. 

    Kapolsek Bukit Raya Kompol Syafnil mengatakan pelaku pertama ditangkap adalah mahasiswi inisial RF (23), kemudian kekasihnya inisial MFP (25). 

    “Pelaku pertama yang kita tangkap adalah RF saat berada di Kelurahan Air Dingin, Kecamatan Bukit Raya. Dari pengakuan RF dia memberi tahu keberadaan pacarnya MFP yang bekerja di Jalan HR Soebrantas, Panam,” kata Kompol Syafnil, Kamis (2/1/2025). 

    Bayi yang dibuang itu diketahui hasil hubungan badan kedua pelaku di luar nikah. Warga menemukan bayi itu masih hidup dengan berbalut selimut, lengkap tali pusar dan ari-ari melilit di tubuhnya pada Rabu (25/12/2024).

    Syafnil mengatakan hubungan terlarang pasangan itu terjadi sejak Februari 2022 hingga RF hamil dan melahirkan di kamar kosnya tanpa bantuan medis. 

    “Saat itu RF ke kamar dan ternyata keluar darah yang mengalir ke kakinya. MFP yang mengetahui hal itu kemudian mengajak ke rumah sakit tetapi RF menolak. Karena kepala bayi sudah keluar, akhirnya proses lahiran tersebut dilaksanakan di dalam kamar kos. Karena merasa panik, keduanya sepakat untuk membuang bayi tersebut yang diletakkan di dinding sekolah,” ujar Syafnil. 

    Dari data medis, bayi yang dibuang itu berbobot 2,1 kilogram dengan panjang 30 centimeter. 

    Saat ditemukan kondisi bayi dalam keadaan sehat dan langsung dibawa oleh Bhabinkamtibmas ke klinik di Marpoyan Damai dan kemudian diserahkan ke Dinas Sosial Kota Pekanbaru. 

    Pelaku buang bayi RF dan MFP dijerat dengan Pasal 77B atau Pasal 76B Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak juncto Pasal 55 KUHP atau Pasal 307 juncto Pasal 55 KUHP atau Pasal 305 juncto Pasal 55 KUHP dengan ancaman di atas lima tahun penjara. 

  • Top 5 News: 2 Jasad di Kali Ancol Ditemukan hingga Kasus Suap Terkait Hasto

    Top 5 News: 2 Jasad di Kali Ancol Ditemukan hingga Kasus Suap Terkait Hasto

    Jakarta, Beritasatu.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebut pasar modal penting untuk dukung pertumbuhan ekonomi nasional dan jasad dua korban tenggelam di Kali Ancol, Pademangan, Jakarta Utara, berhasil ditemukan menjadi berita terpopuler atau top 5 news sepanjang Kamis (2/1/2025).

    Berita lainnya yang tidak kalah menarik, yaitu Mahkamah Konstitusi (MK) memutuskan menghapus persyaratan ambang batas pencalonan presiden atau presidential threshold 20 persen, hingga tantangan dan peluang ekonomi Indonesia pada 2025.

    Berikut lima berita terpopuler atau top 5 news di Beritasatu.com yang dirangkum pada Jumat (3/12/2025). 

    1. OJK Sebut Pasar Modal Penting untuk Dukung Pertumbuhan Ekonomi Nasional

    Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar mengatakan, kinerja pasar modal yang positif penting untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

    Adapun nilai kapitalisasi pasar (market cap) mencapai Rp 12.300 triliun atau tumbuh 6% yang apabila dibandingkan dengan ekonomi nasional mencapai 56% dari produk domestik bruto (PDB).

    2. Jasad 2 Korban Tenggelam di Kali Ancol Ditemukan, Diduga Dikejar Gerombolan Pemotor

    Jasad dua korban tenggelam di Kali Ancol, Pademangan, Jakarta Utara, berhasil ditemukan oleh petugas gabungan pada Kamis (2/1/2025). Jenazah korban, Alfiansah dan Dwi Triyono, langsung dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk proses autopsi.

    Petugas gabungan yang terdiri dari BPBD Jakarta, Kantor SAR, dan Sudin Gulkarmat Jakarta Utara melakukan pencarian intensif menggunakan perahu karet dan alat pendeteksi bawah air, termasuk aqua eye. Setelah pencarian selama satu jam pada Kamis pagi, kedua jenazah akhirnya ditemukan.

    3. Breaking News! MK Hapus Presidential Threshold 20 Persen

    MK memutuskan menghapus persyaratan ambang batas pencalonan presiden atau presidential threshold 20 persen kursi di DPR sebagaimana diatur dalam Pasal 222 UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu juga menjadi top 5 news Beritasatu.com

    Putusan itu dibacakan Ketua MK Suhartoyo dalam sidang pamungkas atas perkara 62/PUU-XXII/2024 yang diajukan Enika Maya Oktavia di gedung MK, Jakarta Pusat, Kamis (2/1/2025).

    4. Kasus Suap Terkait Hasto, Wahyu Setiawan Minta Jadwal Ulang Pemeriksaan KPK

    Mantan anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan (WS), tidak memenuhi panggilan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Kamis (2/1/2025). Wahyu dijadwalkan diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan suap penetapan anggota DPR periode 2019-2024 serta dugaan perintangan penyidikan.

    Menurut Juru Bicara KPK, Tessa Mahardhika, Wahyu meminta agar pemeriksaannya dijadwalkan ulang pada Senin (6/1/2025) karena memiliki agenda yang tidak bisa ditinggalkan.

    5. Ini 6 Tantangan dan Peluang Ekonomi Indonesia pada 2025

    Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR Said Abdullah mengatakan, Indonesia akan menghadapi ekonomi 2025 dengan penuh optimistis. Pasalnya, seluruh proyeksi lembaga kredibel terhadap ekonomi makro Indonesia pada 2025, tampak tidak berbeda jauh dengan target target APBN 2025.

    Hanya saja, kata Said, Indonesia perlu mengantisipasi sejumlah tantangan dan memanfaatkan peluang yang ada agar perubahan-perubahan proyeksi ekonomi 2025 tidak terlalu berdampak signifikan, tetapi justru menjadi peluang untuk melompat lebih maju lagi.

    Demikian top 5 news Beritasatu.com yang menarik perhatian pembaca. Namun, terdapat update berita lainnya tak kalah menarik, informatif, serta menghibur yang bisa pembaca simak lebih lanjut.