Category: Beritasatu.com Regional

  • Petani Keluhkan Harga Pupuk Subsidi di Lombok Tengah, Pengecer Buka Suara

    Petani Keluhkan Harga Pupuk Subsidi di Lombok Tengah, Pengecer Buka Suara

    Lombok Tengah, Beritasatu.com – Harga pupuk subsidi di atas harga eceran tertinggi (HET) di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, dikeluhkan petani. Para petani di Desa Pengembur, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, pun menyampaikan harga itu kepada Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono. Keluhan tersebut muncul dalam acara Tanam Raya Varietas Padi Unggul Gamagora 7 yang digelar pada Senin (6/1/2025) lalu.

    Natasya, penanggung jawab UD Elvin, yang merupakan salah satu pengecer pupuk bersubsidi di Desa Pengembur, memberikan klarifikasi terkait harga pupuk subsidi Urea yang disebut mencapai Rp 300.000 per kuintal.

    Menurutnya, harga tersebut sudah berdasarkan kesepakatan bersama antara pengecer dan petani, khususnya kelompok Remaja Tani.

    “Pupuk dengan harga Rp 300.000 per kuintal ini disepakati bersama karena pembayaran dilakukan secara diutang, bukan tunai,” ujar Natasya, Kamis (9/1/2025).

    Ia menjelaskan, mekanisme pembayaran kredit menimbulkan selisih harga dari HET. Meski demikian, kesepakatan ini dilakukan secara transparan dan telah disetujui oleh semua pihak terkait, termasuk petani dan kelompok tani.

    Ferdinan yang merupakan wakil Direktur CV Fortuna, distributor pupuk bersubsidi di Lombok Tengah, menanggapi isu tersebut dengan tegas.

    Ia menekankan, pengecer wajib menjual pupuk bersubsidi sesuai dengan HET yang telah ditetapkan. Jika ditemukan pelanggaran, sanksi tegas akan diberikan kepada pengecer bersangkutan.

    “Kami telah memberikan surat peringatan pertama kepada UD Elvin atas dugaan penjualan pupuk subsidi di atas HET. Jika kejadian serupa terulang, kami tidak segan memutus kerja sama dengan kios tersebut,” tegas Ferdinan.

    Sebagai langkah preventif, pihaknya juga telah mengumpulkan seluruh kios binaan untuk memberikan arahan dan memastikan kepatuhan terhadap regulasi penjualan pupuk subsidi.

    Wamentan Sudaryono menanggapi keluhan petani dengan menginstruksikan Pupuk Indonesia untuk menyelidiki lebih lanjut. Ia memastikan distribusi pupuk subsidi untuk 2025 sudah berjalan sesuai dengan rencana.

    “Harga pupuk di pengecer itu Rp 115.000 per sak isi 50 kg. Jika ada harga lebih mahal, biasanya itu karena tambahan ongkos kirim atau iuran kelompok. Namun, ini tidak boleh melebihi batas wajar yang telah disepakati,” jelas Sudaryono.

    Berdasarkan Keputusan Menteri Pertanian RI Nomor 644/KPTS/SR.310/M.11/2024, pemerintah telah menetapkan alokasi pupuk bersubsidi sebesar 9,5 juta ton untuk 2025. Perincian alokasi tersebut meliputi 4,6 juta ton pupuk Urea, 4,2 juta ton NPK, dan sisanya pupuk lainnya.

    Penyaluran pupuk subsidi hanya diperuntukkan bagi petani yang terdaftar dalam rencana definitif kebutuhan kelompok (RDKK) dengan luas lahan maksimal 2 hektare.

    Kementerian Pertanian berkomitmen mengawal langsung distribusi ini agar petani mendapatkan pupuk sesuai dengan jumlah dan harga yang telah ditentukan.

    Sebagai bentuk antisipasi, CV Fortuna menegaskan, kios binaannya wajib mematuhi HET dalam setiap transaksi pupuk di Lombok Tengah. Langkah ini diharapkan dapat mencegah terjadinya pelanggaran serupa pada masa depan dan memastikan bahwa pupuk subsidi benar-benar memberikan manfaat optimal bagi petani.

  • Prakiraan Cuaca Hari Ini: Ekstrem, Ada Hujan Disertai Petir pada Kota-Kota Besar

    Prakiraan Cuaca Hari Ini: Ekstrem, Ada Hujan Disertai Petir pada Kota-Kota Besar

    Jakarta, Beritasatu.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan prakiraan cuaca untuk Jumat (10/1/2025). BMKG meminta masyarakat waspada karena sejumlah wilayah di Indonesia akan mengalami hujan disertai petir hari ini. 

    Beberapa pulau yang diprediksi terkena hujan adalah Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, dan kota-kota besar di Indonesia yang diperkirakan akan mengalami hujan dengan berbagai intensitas.

    Prakirawan cuaca BMKG Sekar Anggraeni mengungkapkan bahwa di Pulau Sumatera, masyarakat perlu waspada terhadap potensi hujan disertai petir khususnya di Kota Tanjung Pinang dan Bengkulu.

    Di Pulau Jawa dan Nusa Tenggara, hujan disertai petir diperkirakan akan terjadi di beberapa kota besar seperti Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Denpasar, Mataram, dan Kupang. Warga di kota-kota ini diminta untuk tetap waspada terhadap cuaca ekstrem.

    Selanjutnya, di Pulau Kalimantan, potensi hujan disertai petir juga diperkirakan akan terjadi di Kota Tanjung Selor, Palangka Raya, dan Banjarmasin.

    Di Pulau Sulawesi, Kota Mamuju diperkirakan akan mengalami hujan disertai petir, sementara di Indonesia bagian timur, Kota Merauke juga berpotensi mengalami hujan disertai petir.

    Di sisi lain, Kota Medan diperkirakan akan mengalami hujan ringan, begitu juga dengan Kota Jakarta yang berpotensi hujan ringan. Kota Bandung juga diperkirakan akan diguyur hujan ringan pada hari ini.

    Lebih lanjut, Sekar menjelaskan bahwa kombinasi dari tiga dinamika atmosfer yaitu, bibit siklon tropis, pola angin, dan sirkulasi siklonik menyebabkan potensi hujan lebat hingga cuaca ekstrem. Wilayah-wilayah yang perlu waspada akan cuaca ekstrem meliputi Gorontalo, Jawa Barat, sebagian besar Kalimantan, Kepulauan Bangka Belitung, Maluku, Nusa Tenggara Barat, Papua Barat, dan sebagian besar Sulawesi.

    Warga di daerah-daerah tersebut diminta untuk terus memantau prakiraan cuaca BMKG hari ini dan selalu waspada terhadap perubahan cuaca yang dapat terjadi secara tiba-tiba.

  • 2 Polisi Luka Parah Setelah Ditabrak Pelaku Curanmor di Bontang

    2 Polisi Luka Parah Setelah Ditabrak Pelaku Curanmor di Bontang

    Bontang, Beritasatu.com – Dua orang personel polisi dari Polres Kota Bontang, Kalimantan Timur, terpaksa harus dirawat intensif di rumah sakit lantaran terluka parah akibat ditabrak oleh pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor). 

    Dua orang personel polisi yang terluka parah ini, terdiri dari Briptu Rachmat Hidayat dan Aipda Samsul Arifin, yang saat ini kondisi masih terkulai lemas tak berdaya di ruang perawatan rumah sakit umum Kota Bontang. Keduanya, terpaksa harus dirawat intensif di rumah sakit setelah ditemukan masyarakat setempat dalam kondisi terluka di kawasan Jalan Soekarno Hatta, Kelurahan Bontang Lestari, Kecamatan Bontang Selatan.

    Peristiwa yang dialami Briptu Rachmat dan Aipda Samsul ini bermula saat keduanya tengah mengejar seorang pelaku pencurian sepeda motor yang beraksi di salah satu rumah warga di Kelurahan Gunung Telihan, Kecamatan Bontang Selatan, Rabu (8/1/2025) dini hari. Pelaku yang menggondol satu unit sepeda motor terlihat melintas sehingga dilakukan dikejar anggota kepolisian.

    Pelaku yang menyadari telah dikejar oleh polisi, kemudian mencoba melarikan diri hingga sejauh 20 kilometer dari lokasi kejadian awal. Saat itu, pelaku yang sudah terjepit lantaran berhasil dikejar oleh Briptu Rachmat dan Aipda Samsul, justru dengan sengaja menabrakkan sepeda motor curian itu ke arah Briptu Rachmat sehingga menyebabkan ketiganya pun terjatuh.

    Akibat kejadian itu, dua orang personel polisi yang berupaya menggagalkan aksi pencurian sepeda motor itu pun terluka parah akibat terjatuh dari sepeda motor yang saat itu melaju dengan kecepatan tinggi. Sedangkan pelaku berhasil kabur melarikan diri dari lokasi kejadian dengan cara masuk ke dalam hutan.

    Kasatreskrim Polres Bontang, AKP Hari Supranoto bersama tim opsnal Satreskrim Polres Bontang langsung menuju ke lokasi kejadian guna kembali menggali keterangan sejumlah saksi. 

    Dari hasil keterangan sejumlah saksi, pada saat itu pelaku dua kali memasuki rumah warga yang berbeda, Pada rumah pertama pelaku tak berhasil membawa barang curian, namun pada rumah kedua, pelaku berhasil menggondol satu unit sepeda motor.

    Hari Supranoto mengatakan, dalam waktu kurang dari 12 jam, terduga pelaku pencurian sepeda motor tersebut saat ini telah berhasil ditangkap. Terduga pelaku diketahui berinisial JP dan berhasil ditangkap saat mencoba bersembunyi tak jauh dari lokasi kecelakaan yang dialami oleh kedua korban.

    “Terkait dengan laporan masyarakat adanya tindak pidana curanmor di Bontang ini, terduga pelaku berinisial JP sudah ditangkap,” kata Hari kepada Beritasatu.com seusai menelusuri jejak perjalanan terduga pelaku dari lokasi awal pencurian hingga di lokasi persembunyiannya di Kecamatan Bontang Selatan, Kota Bontang, Kamis (9/1/2025) Siang.

    Menurutnya, kendaraan yang digunakan terduga pelaku untuk menabrak dua anggota polisi itu sepeda motor curian. “Perjalanan ke sini dia menggunakan motor curian, dan sebelum kita tangkap di sini dia sudah menabrak anggota kami yang melakukan pengejaran sehingga dua anggota kita saat ini masih dirawat di rumah sakit untuk proses penyembuhan,” sambungnya.

    Kini, terduga pelaku curanmor yang menabrak polisi itu masih terus menjalani pemeriksaan secara intensif di Mapolres Bontang untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Sedangkan dua orang anggota polisi yang terluka cukup serius, masih terus menjalani perawatan di rumah sakit dan dalam tahap pemulihan.

  • 2 Warga Sipil di Yalimo Papua Pegunungan Tewas Dibantai KKB

    2 Warga Sipil di Yalimo Papua Pegunungan Tewas Dibantai KKB

    Jayapura, Beritasatu.com – Kelompok kriminal bersenjata (KKB) kembali melakukan aksi kekerasan di daerah pegunungan Papua. Kali ini dua warga sipil yang berprofesi sebagai tukang sensor kayu menjadi korban tewas akibat aksi kekerasan KKB. 

    Kapolda Papua Irjen Patrige Renwarin mengaku aksi keji KKB tersebut terjadi pada Rabu (8/1/2025) sekitar pukul 12.00 WIT di Kampung Hobakma, Distrik Elelim, Kabupaten Yalimo, Papua Pengunungan. 

    “Iya benar ada gangguan keamanan dari KKB di Yalimo pada Rabu siang. Korbannya dua warga sipil yakni EF dan AT yang merupakan warga sipil berprofesi sebagai tukang sensor,” ungkap Irjen Patrige, Kamis (9/1/2025). 

    Menurut Irjen Patrige, diduga kuat kedua korban dihabisi saat sedang menebang pohon di dalam hutan kampung Hobakma. “Mereka sedang menebang pohon di dalam hutan dan kemudian diserang. Laporan yang kami terima satu korban tewas akibat tertembak dan satunya lagi tewas akibat benda tajam,” jelas kapolda. 

    Saat ini, Kapolda mengaku telah memerintahkan personel gabungan yang tergabung dalam Operasi Damai Cartenz untuk mengejar pelaku yang diduga adalah bagian dari kelompok KKB Yalimo pimpinan Akse Mabel. Diketahui Akse Mabel merupakan anggota polisi yang beberapa waktu lalu membawa kabur empat pucuk senjata laras panjang dari Polres Yalimo dan bergabung dengan KKB. 

    “Sudah saya perintahkan sebanyak 30 personel untuk mengejar pelaku dan juga ikut mengamankan Kabupaten Yalimo dari aksi KKB. Kami berharap mereka (KKB) bisa segera menyerahkan diri dan menghentikan aksi kekerasan karena kami tak akan membiarkan kelompok mana pun membuat onar di Papua,” jelas Irjen Patrige. 

    Dirinya juga telah mengirim tim identifikasi guna memeriksa jenis senjata apa yang digunakan pelaku menghabisi nyawa korban. 

    “Laporannya untuk korban tewas yang tertembak tidak ditemukan proyektil di tubuhnya, mungkin tembus dan ini yang menyulitkan kami untuk mengidentifikasi jenis senjata apa yang digunakan. Berikan waktu kepada tim identifikasi bekerja. Semoga segera bisa diketahui, termasuk apa motif di balik penyerangan KKB tersebut,” pungkas Irjen Patrige. 

    Kedua jenazah korban kekerasan KKB telah dievakuasi ke Rumah Sakit Erdabi Yalimo guna menjalani proses autopsi. 

  • Agus Buntung Histeris dan Bersujud Saat Digelandang ke Lapas

    Agus Buntung Histeris dan Bersujud Saat Digelandang ke Lapas

    Mataram, Beritasatu.com – I Wayan Agus Suartama atau yang lebih dikenal dengan sebutan Agus Buntung, tersangka kasus kekerasan seksual membuat kericuhan saat digelandang ke Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Lombok Barat, Kamis (9/1/2025). Agus Buntung histeris ketika hendak ditahan.

    Bahkan Agus sempat sujud ke kepala Kajati Mataram agar dirinya ditahan di rumahnya. Kedua orang tua Agus Buntung yang hadir berusaha menenangkan putra mereka. 

    Kepala Kejaksaan Negeri Mataram Ivan Jaka MW menjelaskan proses penyerahan tahap dua telah dilakukan oleh Polda NTB kepada Kejaksaan Negeri Mataram. Proses ini melibatkan tersangka Agus Buntung dan barang bukti yang terkait dengan kasus tersebut.

    “Penyerahan tersangka dan barang bukti dari Polda NTB kepada Kejaksaan Negeri Mataram atas nama tersangka I Wayan Agus Suartama atau Agus Buntung telah dilakukan. Penahanan berdasarkan Pasal 21 KUHP, dan yang bersangkutan akan ditahan di Rutan Lapas Kelas II A Lombok Barat,” ujar Ivan Jaka.

    Ivan menjelaskan keputusan penahanan Agus Buntung telah memenuhi aspek hukum berdasarkan hasil kajian dari empat ahli, yaitu visum, psikolog, forensik, dan psikolog kriminal. Para ahli ini berasal dari Universitas Mataram (Unram), Universitas Indonesia (UI), hingga Universitas Gadjah Mada (UGM).

    “Tersangka juga telah memenuhi syarat objektif dan subjektif untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai dengan hukum yang berlaku,” tambahnya.

    Ivan Jaka mengatakan pihaknya melibatkan ahli visum, psikologi, dan forensik untuk memastikan bahwa proses hukum berjalan dengan transparan dan adil.

    Penanganan tersangka penyandang disabilitas seperti Agus Buntung memerlukan perhatian khusus. Lapas Kelas II A Lombok Barat diharapkan memiliki fasilitas yang mendukung kebutuhan penyandang disabilitas agar tersangka tetap dapat menjalani proses hukum dengan layak.

    Saat proses penyerahan, Agus Buntung terlihat panik dan histeris. Ia terus berteriak, mencerminkan kondisi psikologisnya yang terganggu. Kuasa hukum Agus, Kurniadi menilai kondisi tersebut disebabkan oleh keterbatasan fisik dan psikologis yang dialami tersangka sejak lahir.

    “Lihat sendiri, Agus teriak-teriak itu dampak psikologis. Agus ini membayangkan dirinya di dalam lapas, sementara ia bergantung penuh pada ibunya untuk kebutuhan dasar seperti makan, mandi, hingga buang air. Kekhawatiran ini sangat memengaruhi mentalnya,” jelas Kurniadi.

    Ia juga menekankan Agus adalah penyandang disabilitas, sehingga penempatan di lapas umum dinilai tidak sesuai. “Pada prinsipnya, kami apresiasi Polda NTB yang sebelumnya memberikan tahanan rumah. Namun, saya khawatir jika ia ditempatkan di lapas tanpa fasilitas khusus yang memadai untuk penyandang disabilitas,” tambahnya.

    Meski Agus Buntung telah ditetapkan sebagai tersangka, Kurniadi mengingatkan bahwa asas praduga tak bersalah tetap harus dijunjung tinggi.

  • Viral, Siswa SD Relakan Makanan Bergizi Gratis untuk Ibu yang Belum Makan

    Viral, Siswa SD Relakan Makanan Bergizi Gratis untuk Ibu yang Belum Makan

    Gorontalo, Beritasatu.com – Viral video seorang siswa SDN 1 Bone Raya di Gorontalo yang rela tidak memakan makanan bergizi gratis saat disalurkan oleh petugas Polsek Bone Raya ke sekolah. Siswa tersebut mengaku teringat kepada ibunya yang belum makan.

    Di tengah anak-anak lain yang sedang menyantap makanan, dia memilih untuk tidak makan. Alasannya, ia lebih memilih membawa pulang makanan tersebut untuk diberikan kepada ibunya di rumah yang belum makan.

    Inilah ungkapan kasih sayang dari Muhamad Suleman Datau, seorang siswa kelas tiga SDN 1 Bone Raya, Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo, kepada ibunya.  

    “Iya, dapat makanan gratis, saya mau kasih ke mama karena di rumah tidak ada nasi. Senang bisa kasih makan mama. Nasi itu dari Polsek, saya senang. Suka dapat makanan gratis setiap hari. Terima kasih, Presiden,” ungkap Muhamad Suleman dengan polos dikutip Beritasatu.com, Kamis (9/1/2025).

    Sementara itu, ibu Suleman, Karsum Singgili menjelaskan di rumah mereka bukan tidak ada beras untuk dimasak, tetapi ia belum sempat memasak saat itu. Hal inilah yang membuat Suleman teringat pada ibunya yang belum makan.  

    Kehidupan Suleman memang terbilang sulit setelah orang tuanya berpisah. Namun, bagi Karsum, ia ingin anaknya bisa membanggakan orang tua, meskipun mereka menghadapi kesulitan hidup.  

    Karsum juga merasa bersyukur dengan adanya program makanan bergizi gratis yang bisa membantu masyarakat, terutama anak-anak sekolah.  

    “Anak ini bilang tidak ada nasi di rumah. Kebetulan masih pagi, saya belum sempat memasak. Lalu anak ini bawa nasi dari sekolah dan memberikannya kepada saya. Yang makan saya, kemudian saya bertanya, ‘Nak, sudah makan?’ Dia bilang sudah, karena sudah diberi dua bungkus. Mama punya satu, dia punya satu. Alhamdulillah, dapat makanan gratis. Saya senang bisa terbantu,” tutur Karsum.

    Cerita Suleman yang tidak memakan jatah makan bergizi gratis karena teringat ibunya menjadi perhatian. Namun demikian, SDN 1 Bone Raya menjadi lokasi pertama di Kecamatan Bone Raya yang menerima program makanan bergizi gratis di sekolah.

  • Pelaku Perundungan di Ponpes Darul Quran Kampar Ditetapkan Jadi Tersangka

    Pelaku Perundungan di Ponpes Darul Quran Kampar Ditetapkan Jadi Tersangka

    Pekanbaru, Beritasatu.com – Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Riau telah menetapkan tersangka kasus dugaan perundungan (bullying) yang terjadi di Pondok Pesantren Darul Quran, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, Riau.

    Kabid Humas Polda Riau Kombes Anom Karabianto mengatakan, penetapan tersangka ini merupakan tindak lanjut dari proses penyidikan yang dilakukan oleh Ditreskrimum Polda Riau atas laporan orang tua korban.

    “Kemarin Ditreskrimum sudah melakukan  proses diversi, tetapi tidak ada titik temu. Sehingga korban tetap melanjutkan perkaranya dan dari penyidik melanjutkan perkaranya ke penyidikan. Untuk yang disangkakan (pelaku) sudah ditetapkan jadi tersangka,” kata Kombes Anom Karabianto kepada Beritasatu.com, Kamis (9/1/2025).

    Diketahui, Fahri Aryan Syaputra (13) diduga dianiaya oleh kakak kelasnya berinisial A dan R pada 31 Juli 2024. Korban mengaku ditendang dan diinjak-injak oleh para pelaku yang menyebabkan luka lebam di pipi dan kepala. Fahri sempat menjalani perawatan di sebuah rumah sakit di Panam Kota Pekanbaru selama tiga hari.

    Pascaperundungan itu, kondisi psikis dan kesehatan Fahri sempat menurun. Fahri sempat dilarikan ke unit gawat darurat (UGD) Rumah Sakit Prima Pekanbaru untuk menjalani perawatan. Dia kemudian menjalani pemeriksaan oleh psikiater di Rumah Sakit Jiwa Tampan.

    Ibu Fahri, Shinta Offianti berharap agar Polda Riau dapat mengungkap tuntas kasus ini dan segera menahan para pelaku perundungan di Ponpes Darul Quran Kampar yang telah ditetapkan jadi tersangka.

    “Semoga pelaku segera ditangkap dan ditahan. Saat diversi di Polda Riau saya menolak untuk berdamai karena sama sekali tidak ada itikad baik dari mereka dari awal kejadian sampai sekarang,” ucap Shinta.

  • Selidiki Kasus Mafia Tanah, Kejati Geledah Kanwil ATR/BPN Provinsi Lampung

    Selidiki Kasus Mafia Tanah, Kejati Geledah Kanwil ATR/BPN Provinsi Lampung

    Bandar Lampung, Beritasatu.com – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung menggeledah Kantor Wilayah (Kanwil) Badan Pertanahan Nasional (BPN) Lampung. Penggeledahan ini terkait kasus mafia tanah yang sedang diselidiki penyidik Kejati Lampung dan penerbitan sertifikat dan pengelolaan izin lahan yang diperjualbelikan di Provinsi Lampung.

    Penyidik Bidang Pidana Khusus (Pidsus) Kejati Lampung menggeledah Kantor Wilayah (Kanwil) ATR/BPN Provinsi Lampung, Rabu (8/1/2025). Penggeledahan Kanwil ATR/ BPN Lampung ini berkaitan dugaan kasus mafia tanah yang sedang diselidiki Kejati Lampung.

    Dalam kasus mafia tanah yang sedang diselidiki Kejati Lampung ini, Kanwil ATR/ BPN Lampung diduga menerbitkan sertifikat dan pengelolaan izin lahan yang diperjualbelikan di sejumlah wilayah di Provinsi Lampung.

    Penggeledahan berlangsung selama enam jam dari pukul 14.00 WIB sampai dengan pukul 18.00 WIB. Penggeledahan dipimpin langsung oleh Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Lampung Armen Wijaya.

    Dari hasil penggeledahan di Kanwil ATR/ BPN Lampung, penyidik Pidsus Kejati Lampung menyita sejumlah barang bukti berupa sejumlah dokumen sertifikat tanah, mesin printer dan flashdisk. Barang bukti tersebut disita penyidik dari ruang penerbitan dan perizinan Kanwil ATR/ BPN Lampung.

    Aspidsus Kejati Lampung, Armen Wijaya mengatakan, kegiatan penggeledah tersebut berkaitan dugaan kasus mafia tanah di suatu wilayah Provinsi Lampung

    Armen Wijaya menegaskan penggeledahan tersebut bukan berkaitan dengan perkara korupsi dugaan mafia tanah di kawasan hutan Kabupaten Way Kanan, yang baru-baru ini ditangani oleh Pidsus Kejati Lampung.

    “Kami ke kantor BPN Lampung melakukan penggeledahan terkait mafia tanah penerbitan sertifikat di Lampung Selatan,” kata Armen Wijaya di lokasi penggeledahan.

    Armen menjelaskan, dari hasil penggeledahan, pihaknya berhasil mengamankan barang bukti berupa sejumlah dokumen penting yang berkaitan kuat dengan dugaan penyelidikan perkara mafia tanah dimaksud olehnya.

    “Dokumen yang disita ini menyangkut berkaitan surat menyurat mengenai sertifikat dan sebagainya,’ ujar Armen Wijaya.

    Kepala Kanwil ATR/BPN Lampung, Kalvyn Andar Sembiring membantah kegiatan tersebut merupakan upaya penggeledahan, melainkan sebatas pengumpulan data.

    Selain itu, Kalvyn Andar Sembiring juga. menampik kegiatan penyidik Kejati Lampung berkaitan dugaan perkara mafia tanah di Way Kanan. Namun, diakui adanya barang disita berupa berkas penertiban sertifikat.

    “Ini lagi diteliti, yang pasti bukan berita hangat Way Kanan, apa lagi Pesisir Barat (Pesibar), tetapi di Kabupaten Lampung Selatan,” ucap Kalvyn sembari berlalu meninggalkan awak media.

    Sejauh ini Kejati Lampung belum menjelaskan terkait kasus mafia tanah di Kabupaten Lampung Selatan. Kejati Lampung mengaku kasus mafia di Lampung Selatan masih dalam penyidikannya. Penyidik masih melakukan penelitian dokumen sertifikat yang telah diterbitkan dalam kasus mafia tanah di Lampung ini.

  • Kecelakaan Bus PO Murni Jaya Terjun ke Area Persawahan di Kulonprogo, Penumpang Terjepit

    Kecelakaan Bus PO Murni Jaya Terjun ke Area Persawahan di Kulonprogo, Penumpang Terjepit

    Yogyakarta, Beritasatu.com – Sebuah bus antarkota antarprovinsi PO Murni Jaya mengalami kecelakaan tunggal di ruas Jalan Brosot-Galur, Kalurahan Tayuban, Kapanewon Panjatan, Kulonprogo, Yogyakarta. Dalam insiden tersebut, seorang penumpang terjepit di bagian kabin bus dan harus dievakuasi oleh Basarnas selama sekitar dua jam.

    Korban yang terjepit tersebut bernama Bagus Rastitio (18), warga Imogiri, Bantul, Yogyakarta. Tangan korban tergencet di bodi bus bagian depan, sehingga evakuasi dilakukan menggunakan alat khusus dari Basarnas Yogyakarta. Setelah berhasil dievakuasi, korban segera dilarikan ke RSUD Wates untuk mendapatkan perawatan medis.

    “Ditemukan satu korban yang terjepit bodi kendaraan. Kami menggunakan alat rescue combi tools untuk menciptakan celah agar bodi kendaraan terangkat sedikit, memungkinkan korban untuk dikeluarkan,” kata Kasi Operasi Basarnas Yogyakarta, Asnawi Suroso, kepada Beritasatu.com, Rabu (8/1/2025).

    Kecelakaan bermula saat bus PO Murni Jaya dengan rute Bantul-Jakarta, bernomor polisi B 7379 TGD, yang dikemudikan oleh Agus Trimanto (53), warga Ajibarang, Banyumas, melaju dari arah Bantul. Bus membawa empat penumpang dan satu kru. Setibanya di lokasi kejadian, sopir diduga kehilangan konsentrasi, menyebabkan bus oleng dan terjun ke area persawahan. Akibat kecelakaan ini, sopir, kru, dan keempat penumpang mengalami luka-luka.

    “Bus dari arah timur kehilangan kendali dan oleng ke kiri, menabrak pohon, lalu terguling di sawah,” ungkap Kasatlantas Polres Kulonprogo, AKP Priyo Tri Handoyo.

    Semua korban yang terluka telah dilarikan ke RSUD Wates untuk mendapatkan perawatan medis, sementara bangkai bus dievakuasi oleh relawan gabungan. Kasus ini kini ditangani oleh Satlantas Polres Kulonprogo.

  • Heboh! Bunga Langka Udumbara yang Tumbuh 3.000 Tahun Sekali Muncul di Polda Babel

    Heboh! Bunga Langka Udumbara yang Tumbuh 3.000 Tahun Sekali Muncul di Polda Babel

    Pangkal Pinang, Beritasatu.com – Bunga mirip udumbara yang diyakini tumbuh setiap 3.000 tahun sekali muncul di Polda Kepulauan Bangka Belitung (Babel). Bunga langka itu menempel pada salah satu tanaman hias di depan pintu masuk Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT).

    Bunga udumbara itu pertama sekali dilihat oleh seorang warga Elly Rebuin yang hendak membuat laporan ke SPKT Polda Babel, Kota Pangkal Pinang. Ia terkejut melihat ada bunga mirip udumbara tumbuh di salah satu daun tanaman hias.

    “Pada saat  kita masuk ke ruang SPKT, kita menemukan tanaman atau jamur langka di dunia yaitu umburbara yang ada 3.000 tahun sekali dan ini kita temukan di Polda Bangka Belitung,” kata Elly Rebuin, Rabu (08/1/2024).

    Menurut cerita kemunculan bunga udumbara yang dijuluki sebagai bunga surga, membawa keberuntungan.

    Kemunculan bunga mirip udumbara di Polda Babel menghebohkan warga. Sejumlah orang mengabadikan momen langka itu dengan kamera ponselnya.

    Berdasarkan informasi, bunga udumbara kerap kali ditemukan mekar pada berbagai permukaan benda tak hanya di tanah, namun juga pada logam, kayu, hingga permukaan daun. Bahkan bunga udumbara juga pernah ditemukan tumbuh melekat pada wajah patung Buddha.