Category: Beritasatu.com Regional

  • Saling Ejek Saat Pesta Miras, 2 Kelompok Pemuda Bentrok di Ambon

    Saling Ejek Saat Pesta Miras, 2 Kelompok Pemuda Bentrok di Ambon

    Ambon. Beritasatu.com – Bentrok dua kelompok pemuda terjadi di Tugu Trikora, Kota Ambon, Maluku. Mereka saling serang dengan batu, petasan, dan bom molotov, Minggu (12/1/2025) pagi. Tidak ada korban jiwa dalam tawuran tersebut.

    Kapolresta Ambon Kombes Pol Driyano Andri Ibrahim mengatakan dua kelompok pemuda itu berkumpul di depan Tugu Trikora, berpesta minuman keras dan balapan liar. Kemudian saling ejek hingga terjadi bentrokan.

    “Awalnya ada beberapa anak-anak muda sekitar Tugu Trikora mabuk, salah bicara mereka, ribut mulut, kemudian ribut lempar-lemparan,” kat Driyano.

    Massa saling serang satu sama lain menggunakan batu, petasan, bahkan molotov. Tiga sepeda motor di lokasi kejadian terbakar setelah kena molotov. 

    Polisi dan TNI dikerahkan ke lokasi untuk melerai bentrokan kedua kelompok pemuda tersebut.

    Driyano mengatakan kondisi Kota Ambon sudah kondusif dan warga melakukan aktivitas seperti biasa pasca-bentrok dua kelompok pemuda di Tugu Trikora.

  • Oknum Polisi di Yogyakarta Aniaya Warga Semarang hingga Tewas

    Oknum Polisi di Yogyakarta Aniaya Warga Semarang hingga Tewas

    Yogyakarta, Beritasatu.com – Seorang warga Purwosari, Kecamatan Mijen, Kota Semarang, bernama Darso (43), meninggal dunia setelah diduga dianiaya oknum polisi di Yogyakarta. Kasus ini menyeret sejumlah oknum anggota Polresta Yogyakarta yang kini dilaporkan ke Polda Jawa Tengah.

    Terkait kasus penganiayaan yang diduga melibatkan anggota kepolisian, Kepala Seksi (Kasi) Humas Polresta Yogyakarta AKP Sujarwo menyampaikan belasungkawa mendalam atas meninggalnya korban.

    “Kami, keluarga besar personel Polresta Yogyakarta, Polda DIY, turut berdukacita yang sedalam-dalamnya atas berpulangnya almarhum Bapak Darso,” ujar Sujarwo kepada Beritasatu, Sabtu (11/1/2025).

    Sujarwo menegaskan Polresta Yogyakarta siap mendukung penuh proses hukum yang sedang berlangsung di Polda Jawa Tengah.

    “Kami segenap personel Polresta Yogyakarta berkomitmen mendukung sepenuhnya segala upaya yang akan dilakukan oleh Polda Jawa Tengah, baik dalam penyelidikan hingga penyidikan. Kami akan selalu bekerja sama untuk mengungkap kasus ini,” tegasnya.

    Ia menambahkan, pihaknya membutuhkan waktu untuk mengumpulkan fakta-fakta terkait insiden polisi diduga menganiaya warga di Yogyakarta.

    “Kami mohon waktu untuk mengumpulkan fakta-fakta agar dapat mengetahui kronologi ataupun peristiwa apa yang terjadi,” pungkas Sujarwo terkait dugaan penganiayaan yang dilakukan oknum polisi di Yogyakarta terhadap warga Semarang.

  • Gara-gara Narkoba, Suami Bunuh Istri yang Tengah Hamil di Bengkalis

    Gara-gara Narkoba, Suami Bunuh Istri yang Tengah Hamil di Bengkalis

    Pekanbaru, Beritasatu.com – Seorang pria bernama Rico Ricardo (37), warga Desa Balai Makam, Kecamatan Bathin Selatan, Kabupaten Bengkalis, Riau membunuh istrinya, Dewi Marlina (40), yang tengah hamil. Peristiwa pembunuhan itu terjadi di kediaman mereka, Rabu (8/1/2025). Pembunuhan itu dilatarbelakangi narkoba.

    Kapolsek Mandau Kabupaten Bengkalis AKP Primadona mengatakan, suami korban membunuh istrinya lantaran kepergok menggunakan sabu-sabu. Saat itu korban melarang suaminya untuk menggunakan barang haram itu.

    “Dia dipergoki oleh istrinya sedang menggunakan sabu-sabu di kamar belakang. Korban melarang pelaku untuk menggunakan narkoba jenis sabu-sabu. Akhirnya antara korban dan pelaku ribut dan cekcok,” kata AKP Primadona, Minggu (12/1/2025).

    Dijelaskan Primadona, pelaku yang tak terima dengan larangan korban langsung naik pitam dan menganiaya korban di dalam kamar. RR membunuh istrinya dengan cara memukul bagian mata, muka, badan, dan kepala berkali-kali yang menyebabkan korban tak sadarkan diri.

    Penganiayaan tersebut terjadi selama hampir dua jam yang menyebabkan korban mengalami luka dan lebam di sekujur tubuhnya.

    “Korban yang saat itu mau ke kamar, langsung dipukul oleh pelaku di bagian mata berulang kali,” kata dia.

    Setalah puas melampiaskan kemarahannya, korban yang sudah tak berdaya dan kritis dibiarkan begitu saja oleh suaminya.

    “Korban diketahui meninggal oleh keluarga korban yang datang dari Bagansiapiapi atas permintaan anak korban RF. Anak korban merasa khawatir dan takut terjadi apa-apa dengan ibunya karena bertengkar dengan RR,” tuturnya.

    Pada Kamis (9/1/2025) sekitar pukul 02.00 WIB, keluarga korban DR dan DN sampai di rumah RR. Di kamar, DR dan DN menemukan DM dalam keadaan kaku dan bersimbah darah di lantai. Melihat kondisi tersebut, pihak keluarga langsung membawa korban ke rumah sakit.

    “Pihak rumah sakit mengatakan korban telah meninggal dunia sekitar enam jam yang lalu. Dari hasil autopsi dan ternyata tengah hamil dengan usia kandungan 12 sampai 16 minggu,” ungkapnya.

    Seusai mendapat laporan, polisi langsung menuju rumah korban dan berhasil menangkap pelaku. Pelaku pembunuhan istri yan tengah hamil ini dijerat Pasal 44 ayat (3) juncto Pasal 5 huruf a Undang Undang RI No 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga dan Pasal 338 KUHP dengan ancaman hukuman penjara maksimal 15 tahun.
     

  • Gurihnya Mi Jebew di Pangkalpinang, Pedasnya Bikin Ketagihan

    Gurihnya Mi Jebew di Pangkalpinang, Pedasnya Bikin Ketagihan

    Pangkalpinang, Beritasatu.com – Bagi pencinta kuliner, mi jebew yang sedang viral di Kota Pangkalpinang Bangka Belitung ini, wajib dicoba. Dengan cita rasa yang menggugah selera,  mi ini menawarkan kombinasi kenikmatan dan kepedasan yang bikin nagih.

    Mi jebew terkenal dengan cita rasanya yang gurih,  perpaduan antara bumbu dan bahan-bahan segar,  membuat setiap suapan menjadi pengalaman yang tak terlupakan. Tidak hanya itu,  pengunjung juga dapat memilih tingkat kepedasan sesuai selera, mulai dari yang ringan hingga ekstrem.

    Tak heran, mi yang satu ini kini viral dan banyak diburu pelanggan, terutama mereka yang suka dengan makanan berbahan mi.

    “Kalau menurut aku untuk level satu oke worth it karena enggak terlalu pedas juga jadi kalau seleranya enggak suka pedas ini cocok banget. Kondimennya lengkap banget ada kerupuk, daun bawang, minyak , dan bawng goreng juga, juga telur,” kata Salsa, penikmat kuliner Sabtu (11/1/2024).

    Hal yang sama juga disampaikan oleh Arica, penikmat mi jebew. Menurutnya, selain memiliki perpaduan topping yang lengkap, mi jebew  juga cocok di kantong karena harga yang sangat bersahabat dan murah.

    “Topping-nya banyak dan ada kerupuknya juga. Minya banyak dan lembut jadi kalau dimakan enak. Harganya terjangkau dari Rp 10.000-Rp 15.000 tergantung dengan levelnya. Kalau mau tambah topping lain boleh tambah Rp 5.000,” jelasnya.

    Sementara peracik kuliner mi jebew Diah mengatakan untuk mengolah makanan ini diperlukan bahan-bahan seperti, mi, cabai, minyak, bawang minyak, kaldu jamur, sambel, saus, kecap, bawang goreng, ayam cincang, tambahan topping seperti pangsit, bakso, sosis, dan telur.

    Mi lebih dulu direbus hingga teksturnya matang, lalu angkat dan tiriskan. Proses selanjutnya, bahan cabai minyak, bawang minyak, kaldu jamur, sambel, saus, kecap, dicampur satu per satu diaduk hingga merata. Kemudian campurkan mi.

    Setelah mi terlumuri bumbu hingga merata, letakan ayam cincang di atasnya. Jangan lupa taburi dengan bawang goreng dan daun bawang, serta topping sesuai pesanan. Mi jebew khas Pangkalpinang siap dihidangkan.

    “Kita mengusung makanan yang lebih ke makanan kekinian. Namun, kondimennya kita racik sedemikian rupa sehingga menghasilkan rasa kekinian,” tutur Diah.

    Jika tengah berada di Pangkalpinang dan mencari pengalaman kuliner yang memuaskan,  jangan lewatkan untuk mencoba mi jebew, yang harganya sangat ramah di kantong.

  • Waspadai Gelombang Tinggi hingga 4 Meter di 5 Wilayah Perairan Ini

    Waspadai Gelombang Tinggi hingga 4 Meter di 5 Wilayah Perairan Ini

    Jakarta, Beritasatu.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini mengenai potensi terjadinya gelombang tinggi di sejumlah wilayah perairan di Indonesia.

    Gelombang tinggi tersebut diperkirakan terjadi pada Minggu (12/1/2025) mulai pukul 07.00 WIB.

    Berdasarkan informasi dari BMKG, gelombang setinggi 2,5 hingga 4 meter diprediksi menerjang lima wilayah perairan, yaitu Selat Malaka bagian utara, Samudra Hindia barat Aceh, Samudra Hindia selatan Jawa Timur hingga NTB, Selat Karimata bagian utara, serta Samudra Pasifik Utara Maluku hingga Papua Barat Daya. Sedangkan gelombang dengan ketinggian 6 meter berpotensi terjadi di Laut Natuna utara.

    Sementara itu, kecepatan angin tertinggi tercatat berlangsung di wilayah Laut Natuna utara, Selat Karimata, Laut Jawa, Samudra Hindia selatan Lampung, dan Samudra Hindia selatan Jawa.

    Pola angin di utara Indonesia dominan bergerak dari Barat Laut ke Timur Laut dengan kecepatan mencapai 6-30 knot, sementara di bagian selatan, angin bergerak dari Barat Daya ke Barat Laut dengan kecepatan 6-25 knot.

    BMKG mengimbau masyarakat, terutama nelayan dan pelaku pelayaran, untuk lebih waspada terhadap potensi gelombang tinggi ini. Kewaspadaan ekstra diperlukan guna mengurangi risiko kecelakaan di laut akibat kondisi cuaca yang tidak bersahabat, termasuk gelombang tinggi.

  • Depresi Suami Nikah Lagi, Ibu di Lampung Bunuh Bayi lalu Coba Bunuh Diri

    Depresi Suami Nikah Lagi, Ibu di Lampung Bunuh Bayi lalu Coba Bunuh Diri

    Lampung Timur, Beritasatu.com – Seorang ibu tega membunuh bayinya yang masih berusia enam bulan di Dusun 3, Desa Way Areng, Kecamatan Mataram Baru, Kabupaten Lampung Timur, Sabtu (11/1/2025) sekitar pukul 04.00 WIB.

    Perempuan bernama Umi Dasifah (40) itu membunuh bayinya setelah mendengar kabar suaminya menikah lagi. 

    Dia juga mencoba bunuh diri, tetapi berhasil diselamatkan warga dan dibawa ke RSUD Sukadana, Lampung Timur.

    Peristiwa tragis itu mulanya diketahui NA, kakak korban yang tiba-tiba terbangun dari tidur karena mendengar suara tangisan sang adik dari arah bagian dapur rumahnya. 

    NA kemudian mendapati bayi inisial HS itu bersimbah darah. Ia lalu membawa korban ke rumah pamannya yang berada di sebelah rumahnya. 

    Sang paman langsung membawa korban ke bidan desa, tetapi bayi perempuan tersebut dinyatakan telah meninggal dunia.

    Saat melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), polisi menemukan dua luka di bagian tubuh korban. Dari lokasi kejadian, polisi mengamankan barang bukti berupa satu golok dan satu botol racun semut.

    Polisi menduga Umi Dasifah mengalami baby blues syndrome atau gangguan psikologi setelah melahirkan dan depresi karena suami jarang pulang serta menikah lagi.

    Kepala Desa Way Areng Mulyadi mengatakan Umi Dasifah telah lama mengalami gangguan mental setelah sering ditinggal suami bekerja ke luar daerah.

    “Masalah itu ada masalah keluarga. Ibu ini (pelaku) memang depresi dan ganggu mental,” kata Mulyadi di lokasi kejadian.

    Mulyadi menuturkan, suami pelaku sehari-hari bekerja sebagai sopir mobil travel yang sering ke luar daerah dan provinsi.

    “Suami sekarang lagi ke Jakarta lagi nganterin penumpang karena suaminya kan sopir travel,” ucap Mulyadi.

    Kapolsek Mataram Baru AKP Rudy Apriyanto mengatakan tersangka masih dirawat di RSUD Sukadana sehingga belum dapat dimintai keterangan.

    Sementara jenazah bayi yang dibunuh ibunya itu  telah dimakamkan di tempat pemakaman umum (TPU) desa setempat. 

  • Diduga Lakukan Pelecehan, Guru SD di Kendari Diamuk Orang Tua Murid

    Diduga Lakukan Pelecehan, Guru SD di Kendari Diamuk Orang Tua Murid

    Kendari, Beritasatu.com – Seorang guru Sekolah Dasar (SD) Negeri di Kota Kendari berinisial M (53) diamuk oleh orang tua murid di lingkungan sekolah. Insiden ini terjadi setelah M diduga melakukan pelecehan terhadap salah seorang siswa berinisial A (10).

    Orang tua siswa berinisial S yang datang bersama sejumlah kerabat meluapkan emosinya di sekolah. Mereka menuntut penjelasan terkait pengakuan putrinya yang mengungkapkan sang guru sering memberikan perhatian berlebihan, bahkan memberikan uang.

    Kecurigaan memuncak ketika A tiba-tiba menolak pergi ke sekolah. Setelah didesak, A akhirnya mengaku mengalami perlakuan tak pantas dari M.

    “Ketika dia bercerita sambil menangis, saya langsung yakin ada yang tidak beres,” ungkap S, Jumat (10/1/2025).

    Pj Kepala Sekolah SDN 2 Kendari Zainuddin mengatakan pihak sekolah telah mengambil tindakan tegas dengan memberhentikan M dari sekolah. Menurut Zainuddin, M baru mengajar di sekolah tersebut selama satu tahun setelah diangkat menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Sebelumnya, M adalah guru honorer.

    “Kurang lebih satu tahun dia mengajar di sini. Begitu SK PPPK-nya keluar, dia langsung ditempatkan di sekolah ini,” jelas Zainuddin.

    Kasat Reskrim Polresta Kendari AKP Nirwan Fakaubun mengatakan pihaknya tengah memeriksa sejumlah saksi dan mengumpulkan bukti-bukti terkait kasus ini.

    “Kami juga sementara berkoordinasi dengan pihak ahli untuk mengungkap fakta-fakta dan memperjelas unsur-unsur pelecehan dalam kasus ini,” ujarnya.

    Selain itu, Nirwan mengungkapkan setelah mendapat amukan dari orang tua murid karena diduga melakukan pelecehan, guru SD di Kendari juga melaporkan dugaan penganiayaan yang dialaminya ke Polresta Kendari.

  • Prakiraan Cuaca Sabtu 11 Januari 2025: Hujan Ringan hingga Petir di Beberapa Wilayah Indonesia

    Prakiraan Cuaca Sabtu 11 Januari 2025: Hujan Ringan hingga Petir di Beberapa Wilayah Indonesia

    Jakarta, Beritasatu.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan prakiraan cuaca untuk Sabtu (11/1/2025). BMKG memprediksi sebagian besar wilayah Indonesia akan mengalami hujan dengan intensitas ringan. Kemudian beberapa daerah juga diperkirakan menghadapi hujan disertai petir, sehingga masyarakat diminta untuk waspada.

    Berikut prakiraan cuaca BMKG untuk kota-kota besar di Indonesia:

    Sumatera:

    – Hujan Ringan: Medan, Pekanbaru, Jambi, Lampung, Pangkalpinang.

    – Hujan Petir: Tanjung Pinang, Padang, Bengkulu, Palembang.

    Jawa:

    – Hujan Ringan: Serang, Jakarta, Bandung, Yogyakarta.

    – Hujan Sedang: Semarang, Surabaya.

    Bali dan Nusa Tenggara:

    – Hujan Ringan: Mataram.

    – Hujan Petir: Denpasar, Kupang.

    Kalimantan:

    – Hujan Ringan: Palangka Raya, Samarinda.

    – Hujan Petir: Pontianak, Banjarmasin, Tanjung Selor.

    Sulawesi:

    – Hujan Ringan: Manado, Kendari.

    – Hujan Sedang: Palu, Makassar.

    – Hujan Petir: Mamuju.

    Wilayah Timur Indonesia:

    – Hujan Ringan: Ternate, Sorong, Ambon, Jayapura, Jayawijaya.

    – Hujan Sedang: Nabire, Merauke.

    Prakirawan BMKG, Zhenny M. Husnah, melalui kanal YouTube resmi BMKG, menyampaikan bahwa masyarakat di sejumlah daerah seperti Tanjung Pinang, Padang, dan Pontianak perlu lebih berhati-hati karena potensi hujan disertai petir dapat meningkatkan risiko bencana, seperti banjir atau pohon tumbang.

    Tips Menghadapi Cuaca Hujan dan Petir:

    – Hindari berteduh di bawah pohon saat hujan petir.

    – Pastikan saluran air di sekitar rumah tidak tersumbat untuk mencegah banjir.

    – Gunakan payung atau jas hujan saat bepergian.

    BMKG terus memantau perkembangan cuaca dan mengimbau masyarakat untuk mengikuti informasi prakiraan cuaca terkini melalui kanal resmi.

  • Truk Terjun Bebas di Bakauheni, 4 Ekor Sapi Mati dan 6 Orang Terluka

    Truk Terjun Bebas di Bakauheni, 4 Ekor Sapi Mati dan 6 Orang Terluka

    Lampung Selatan, Beritasatu.com – Akibat rem blong, truk bermuatan sapi terjun bebas lalu menabrak minibus di gerbang masuk Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan, Kamis (9/1/2025). Akibat peristiwa tersebut, empat ekor sapi mati dan enam orang mengalami luka-luka.

    Insiden kecelakaan lalu lintas ini bermula saat truk muatan sapi yang dikemudikan Sariman (30) bersama dua temannya melaju dari jalan arteri arah Bandar Lampung menuju Pelabuhan Bakauheni.

    Setibanya di lokasi kejadian, truk bermuatan sapi diduga mengalami gangguan sistem pengereman atau rem blong. Truk muatan sapi bernomor polisi BE 9023 AS tersebut sempat masuk ke jalur penyelamatan kendaraan yang mengalami rem blong.

    Namun, karena melaju dengan kecepatan tinggi, truk akhirnya terjun bebas di depan kantor Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) Bakauheni.

    Setelah terjun bebas, truk menabrak sebuah mobil minibus bernomor polisi B 1595 FIL berisi tujuh orang yang baru saja membeli tiket penyeberangan.

    Kecelakaan lalu lintas ini menyebabkan truk muatan sapi dan mobil minibus ringsek parah. Selain itu, kecelakaan lalu lintas ini menyebabkan enam orang luka serius dan luka ringan. Tiga korban luka serius merupakan sopir truk bersama dua orang penumpangnya serta tiga orang penumpang minibus.

    Petugas yang berada di lokasi segera mengevakuasi korban yang mengalami luka-luka ke puskemas setempat. Selain menyebabkan empat orang mengalami luka-luka, dalam peristiwa ini, empat ekor sapi yang berada di dalam truk mati di lokasi kejadian karena tertimpa badan truk.

    Zalkarnain (47), pengemudi minibus mengatakan, saat kejadian, ia bersama keluarga sedang bersiap masuk ke Pelabuhan Bakauheni, tetapi tiba-tiba mobilnya ditabrak truk dari belakang

    “Kita tidak tahu tiba-tiba ada suara benturan keras seperti suara pecah ban dari belakang,” kata Zalkarnain di Puskesmas Bakauheni.

    Zalkarnain menuturkan, akibat ditabrak truk bermuatan sapi tersebut, istri dan dua orang anaknya mengalami luka di bagian wajah dan kaki. “Alhamdulillah diberi keselamatan, cuma istri dan dua anak saya yang luka,” ucap Zalkarnain.

     

  • Guru Besar IPB Dipolisikan, Pelapor Pertanyakan Kapasitas Menghitung Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah

    Guru Besar IPB Dipolisikan, Pelapor Pertanyakan Kapasitas Menghitung Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah

    Pangkalpinang, Beritasatu.com – Guru Besar Institut Pertanian Bogor (IPB) sekaligus saksi ahli lingkungan dalam kasus korupsi tata niaga timah Bambang Hero dilaporkan ke Polda Bangka Belitung. Laporan ini terkait dugaan memberikan keterangan palsu di bawah sumpah dalam persidangan kasus dugaan korupsi timah senilai Rp 271 triliun.

    Ketua DPD Perpat Bangka Belitung Andi Kusuma mengungkapkan, laporan tersebut didasarkan pada dugaan pelanggaran Pasal 242 KUHP.

    “Kami melaporkan Prof Bambang Hero karena diduga memberikan keterangan yang tidak benar di bawah sumpah. Bahkan, publik, termasuk Prof Mahfud MD dan Presiden Prabowo Subianto, merasa terkejut dengan angka kerugian negara yang disampaikan,” ujar Andi, Kamis (9/1/2025).

    Andi menambahkan penghitungan kerugian negara sebesar Rp 271 triliun yang disampaikan Bambang Hero dalam persidangan dianggap tidak masuk akal dan kurang rinci.

    “Saat di persidangan, beliau terkesan enggan merinci angka kerugian tersebut. Hal ini menunjukkan ketidakseriusan dalam menjalankan sumpah jabatan sebagai saksi ahli,” jelas Andi terkait kasus korupsi tata niaga timah.

    Menurutnya, kasus korupsi yang melibatkan nilai fantastis tersebut telah berdampak buruk pada perekonomian masyarakat Bangka Belitung, yang saat ini mengalami keterpurukan.

    Menanggapi laporan ini, Direktur Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Bangka Belitung, Kombes Pol I Nyoman Merta Dana menyatakan pihaknya akan menindaklanjuti setiap laporan yang diterima.

    “Kami akan mendalami laporan ini. Jika sifatnya masih pengaduan, kami akan tetap melakukan pendalaman sesuai prosedur,” ujarnya.

    Kasus korupsi tata niaga timah ini menjadi sorotan karena mengakibatkan kerugian negara yang sangat besar, yakni Rp 271 triliun. Dugaan korupsi bersama-sama tersebut dituding menjadi salah satu penyebab utama lesunya perekonomian masyarakat Bangka Belitung, yang bergantung pada sektor pertambangan timah.