Category: Beritasatu.com Regional

  • Banjir Masih Rendam Ratusan Rumah di Kutai Timur

    Banjir Masih Rendam Ratusan Rumah di Kutai Timur

    Kutai Timur, Beritasatu.com – Ratusan rumah warga di Kecamatan Sangatta Utara dan Kecamatan Sangatta Selatan, Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur, sudah tiga hari terakhir terendam banjir akibat luapan Sungai Sangatta.

    Sejumlah warga korban banjir berharap agar bantuan logistik dari pemerintah daerah setempat segera tiba. 

    Banjir ini membuat aktivitas masyarakat nyaris lumpuh total, lantaran akses jalan kampung kini sudah tak lagi bisa dilewati kendaraan. Selain itu, akibat banjir ini sebagian warga pun terpaksa harus menggunakan perahu kayu untuk bisa keluar dari lokasi banjir.

    Meskipun banjir belum ada tanda-tanda surut, sebagian besar warga memilih untuk tetap bertahan di dalam rumahnya masing-masing, lantaran tak ada tempat untuk mengungsi.

    Salah seorang warga korban banjir, Sujaim mengatakan,saat ini sebagian besar warga korban banjir sangat membutuhkan bantuan berupa makanan siap saji.

    “Yang diperlukan untuk sementara yang mendesak adalah makan. Kalau bisa ada bantuan dari pemerintah seperti nasi bungkus,” ujar Sujaim saat ditemui Beritasatu.com di lokasi banjir di Kecamatan Sangatta Selatan, Kabupaten Kutai Timur, Minggu (26/1/2025) sore.

    Salah seorang warga korban banjir lainnya, Susiyanti mengaku, selama banjir melanda pemukiman, tak sedikit warga yang kesulitan untuk mencari nafkah. Warga berharap agar bantuan logistik segera didistribusikan oleh pemerintah daerah setempat.

    “Ya mudah-mudahan ada rezeki bantuan, sembako gitu. Kita enggak bisa jualan, enggak bisa kerja,” ucap Susiyanti.

    Masih tingginya curah hujan yang melanda wilayah Kabupaten Kutai Timur, membuat warga semakin merasa khawatir dengan ketinggian banjir yang masih akan terus meningkat jika hujan kembali turun.

  • Uswatun Khasanah, Korban Mutilasi Koper Merah di Ngawi Sempat Menginap di Hotel pada 19 Januari

    Uswatun Khasanah, Korban Mutilasi Koper Merah di Ngawi Sempat Menginap di Hotel pada 19 Januari

    Kediri, Beritasatu.com – Polisi mengungkap, korban mutilasi Uswatun Khasanah (29) yang ditemukan di dalam koper merah di Ngawi, Jawa Timur ternyata pada Minggu (19/1/2025) korban diketahui sempat menginap di Hotel di kawasan Kediri.

    Berdasarkan pantauan Beritasatu.com di lokasi hotel, terlihat petugas dari Polda Jawa Timur dan Polres Kediri Kota tampak melakukan pemeriksaan. Petugas melakukan pemeriksaan di kamar 301 yang diduga menjadi tempat menginap korban sebelum ditemukan tewas.

    Kehadiran petugas kepolisian dibenarkan satpam hotel setempat, Irfan. “Polisi dari semalam datang ke hotel ini, sepertinya terkait kasus itu (mayat dalam koper),” kata dia kepada awak media, Sabtu (25/1/2025).

    Dalam kejadian ini menurut Irfan, polisi memeriksa kamar 301, dan memasang garis polisi di tempat tersebut. Irfan mengungkap, korban sempat diketahui menginap di kamar hotel pada Minggu (19/1/2025). Namun, dia tidak mengetahui detail kapan korban keluar dari hotel.

    “Sehari di sini, tanggal 19 Januari,” jelasnya.

    Sementara itu, Kasatreskrim Polres Kediri Kota Iptu Fathur Rozikin membenarkan, petugas kepolisian sedang melakukan pemeriksaan di salah satu hotel di Kota Kediri tersebut.

    Hingga menjelang pukul 15.00 WIB, bersama satuan petugas Polda Jawa Timur, pihaknya sedang berlangsung melakukan olah TKP.

    “Iya ini masih melakukan olah TKP,” pungkasnya.

    Sebelumnya, pada Kamis (23/1/2025), warga Desa Dadapan, Kecamatan Kendal, Kabupaten Ngawi, digegerkan dengan penemuan mayat wanita di dalam koper merah dalam kondisi termutilasi. 

    Setelah dilakukan penyelidikan, mayat tersebut teridentifikasi sebagai Uswatun Khasanah (29), seorang janda dua anak asal Blitar. Pada Sabtu (25/1/2025), jajaran Satreskrim Polda Jatim berhasil mengamankan terduga pelaku mutilasi.

    Pelaku mengungkapkan, potongan tubuh korban Uswatun Khasanah berupa kaki korban mutilasi di Ngawi dibuang di kawasan hutan Kecamatan Sampung, Kabupaten Ponorogo, sedangkan potongan kepala dibuang di pinggir jembatan di Kecamatan Watulimo, Trenggalek.

  • Gempa Magnitudo 4,6 di Sigi Akibat Aktivitas Sesar Palu Koro

    Gempa Magnitudo 4,6 di Sigi Akibat Aktivitas Sesar Palu Koro

    Sigi, Beritasatu.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menginformasikan gempa dengan magnitudo 4,6 yang mengguncang Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, Minggu (26/1/2025) disebabkan oleh aktivitas patahan Palu Koro.

    “Pusat gempa terletak pada koordinat 1,43 lintang selatan (LS) – 119,91 bujur timur (BT), tepatnya di wilayah daratan sekitar 9 kilometer arah barat Kulawi dengan kedalaman 5 kilometer,” ujar Kepala BMKG Stasiun Geofisika Palu,  Sujabar,  dalam pernyataan tertulisnya di Kota Palu,  dilansir dari Antara.

    Dikatakannya, berdasarkan lokasi pusat gempa dan kedalaman hiposenternya, gempa tersebut tergolong dangkal.

    Guncangan dilaporkan terasa dengan intensitas III MMI di Kota Palu dan Kabupaten Sigi. Secara umum, getaran terasa nyata di dalam rumah, seolah-olah ada truk besar melintas.

    “Hingga saat ini, belum ada laporan terkait kerusakan bangunan akibat gempa tersebut,” ungkapnya.

    BMKG juga menyampaikan hasil pengamatan alat pendeteksi gempa menunjukkan adanya satu gempa susulan hingga pukul 13.00 Wita. “Gempa yang terjadi sekitar pukul 12.35 Wita ini berpusat di daratan dan tidak memicu potensi tsunami,” jelas Sujabar.

    BMKG mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak termakan isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

    Masyarakat juga diminta menghindari bangunan yang mengalami keretakan atau kerusakan akibat gempa serta memastikan bahwa bangunan tempat tinggal aman dan tidak mengalami kerusakan struktural akibat getaran.

    “Selalu pastikan mendapatkan informasi terkini dari BMKG terkait gempa bumi. Jangan mudah percaya pada kabar yang tidak dapat diverifikasi kebenarannya dan patuhi arahan dari pemerintah setempat,” tutupnya.

  • Malioboro Jadi Tujuan Wisata Andalan di Yogyakarta Saat Momen Libur Panjang

    Malioboro Jadi Tujuan Wisata Andalan di Yogyakarta Saat Momen Libur Panjang

    Yogyakarta, Beritasatu.com – Pada momen libur panjang Isra Mikraj dan Tahun Baru Imlek 2025, Daerah Istimewa Yogyakarta menjadi salah satu destinasi favorit bagi wisatawan dari berbagai penjuru Tanah Air. Kawasan Malioboro, yang menjadi ikon wisata Yogyakarta, mulai ramai dikunjungi wisatawan.

    Sejumlah wisatawan terlihat memadati pertokoan dan pusat perbelanjaan di sekitar Malioboro. Mereka berbelanja berbagai macam barang, mulai dari oleh-oleh khas Yogyakarta seperti batik, pernak-pernik, hingga makanan tradisional.

    Kondisi ini semakin ramai terutama menjelang sore hingga malam hari, dengan wisatawan menikmati suasana malam Malioboro yang khas dengan keindahan lampu-lampu kota dan hiburan jalanan.

    Bagi para wisatawan, Yogyakarta dikenal sebagai destinasi yang nyaman, ramah, dan penuh kehangatan. Kota ini menawarkan kombinasi budaya, sejarah, dan keramahan yang sulit ditemukan di tempat lain.

    Salah seorang wisatawan yang berasal dari Pulau Sumatera Akbar, mengaku puas menikmati liburan saat berkunjung ke Yogyakarta.

    “Buat saya, Yogyakarta ini tempatnya sangat enak dan nyaman. Saya memang sengaja datang ke sini untuk menikmati suasana dan menghabiskan waktu liburan,” ujar Akbar kepada Beritasatu.com, Minggu (26/1/2025).

    Tidak hanya dipenuhi oleh pejalan kaki, kawasan Malioboro juga terlihat dipadati kendaraan pribadi yang didominasi oleh kendaraan berpelat nomor luar daerah. Kemacetan di sekitar kawasan ini menjadi pemandangan yang cukup lumrah saat musim liburan panjang.

    Menurut prediksi, jumlah wisatawan yang mengunjungi Yogyakarta, khususnya Malioboro, akan terus meningkat hingga puncaknya pada hari Rabu (29/1/2025).

    Hal ini menunjukkan bahwa Yogyakarta, khususnya kawasan Malioboro tetap menjadi salah satu destinasi wisata unggulan yang tak pernah kehilangan daya tariknya, terutama di momen libur panjang seperti saat ini.

  • Sambut Imlek, Umat Konghucu Pangkalpinang Bersihkan Patung dan Kelenteng

    Sambut Imlek, Umat Konghucu Pangkalpinang Bersihkan Patung dan Kelenteng

    Pangkalpinang, Beritasatu.com – Menjelang Tahun Baru Imlek 2567 Kongzili, yang jatuh pada 29 Januari 2025, umat Konghucu di Pangkalpinang, Bangka Belitung, melaksanakan tradisi cuci patung dewa dan pembersihan kelenteng.

    Tradisi ini merupakan bentuk penghormatan kepada leluhur dan dewa-dewa yang disembah, sekaligus simbol penyucian diri sebelum memasuki tahun baru.

    Salah satu lokasi pelaksanaan tradisi ini adalah Kelenteng Kwan Tie Miau, kelenteng tertua di Pangkalpinang sekaligus pusat perayaan Imlek di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

    “Kami di Kelenteng Kwan Tie Miau melakukan pembersihan arca-arca,” ujar Ketua Yayasan Kelenteng Kwan Tie Miau Pangkalpinang jelang Imlek,” ucap pengurus kelenteng Hendry Kurniawan pada Minggu (26/1/2025).

    Hendry menjelaskan, para pengurus kelenteng bergotong royong membersihkan patung-patung dewa, altar, dan area sekitar kelenteng. Selain itu, berbagai sesajian juga dipersembahkan sebagai ungkapan syukur dan harapan untuk tahun yang akan datang.

    “Tradisi ini adalah bentuk penghormatan kepada leluhur dan dewa-dewa, serta simbol penyucian diri sebelum memasuki tahun baru,” jelas Hendry.

    Sebelum pembersihan dimulai, para pengurus dan jemaat yang turut membantu terlebih dahulu melaksanakan sembahyang di hadapan patung-patung dewa.

    “Dengan semangat kebersamaan dan harapan baru, umat Konghucu di Pangkalpinang siap menyambut Tahun Baru Imlek dengan penuh sukacita,” tutupnya.

  • Tidak Ada Duanya, Bazar dan All You Can Eat Durian di Pekanbaru Diburu Warga

    Tidak Ada Duanya, Bazar dan All You Can Eat Durian di Pekanbaru Diburu Warga

    Pekanbaru, Beritasatu.com – Musim durian telah tiba. Pesta durian pun dimulai, ada bazar dan juga all you can eat. Ratusan penjaja buah durian menghiasi setiap sudut Kota Pekanbaru, Riau. Buah durian ini selain datang dari perkebunan lokal di Riau juga didatangkan dari provinsi tetangga seperti Sumatera Barat dan Sumatera Utara. Bahkan, ada juga durian yang impor dari negara tetangga seperti Malaysia dan Thailand.

    Melihat tingginya minat dan tingkat konsumsi masyarakat terhadap buah durian, salah satu penjual buah durian ternama di Kota Pekanbaru, Unyil Durian menggelar event bazar dan makan durian sepuasnya (all you can eat) di objek wisata raun2 Pekanbaru.

    Festival makan durian ini berlangsung selama empat hari sejak Kamis (23/1/2025) hingga Minggu (26/1/2025). Durian yang dijual di sini merupakan durian lokal pilihan dari Riau dan dari Sumatera Barat. Cita rasa dan aroma yang khas membuat para penikmat durian menjadi puas membeli durian di situ.

    Harga yang dipatok per satu biji durian sangatlah murah. Mulai dari Rp 10.000 hingga Rp 50.000. Unyil Durian juga memberikan garansi bisa ditukar apabila durian yang dibeli tidak enak.

    Aspin, salah satu penikmat durian asal Pekanbaru mengatakan, dia rela datang hujan-hujan hanya untuk menikmati durian di sini. Selain harganya murah, rasanya sangat lezat dan tak kalah dengan durian-durian impor.

    “Rasanya manis, ada pahitnya sedikit, legit, cukup enak. Ini festival durian yang lengkap,” tutur Aspin, Sabtu (25/1/2025).

    Pemilik Unyil Durian, Jones mengatakan, kegiatan ini sudah pernah digelar tahun lalu. Tingginya minat masyarakat, membuat penyelenggara menggelar kembali festival yang sama tahun ini. Kata dia, dalam festival durian ini juga digelar even seperti all you can eat durian, bazar durian, dan lomba durian.

    “Antusias masyarakat sangat bagus dan rela hujan-hujanan untuk datang kemari untuk menikmati durian. Even bazar durian ini masih jarang digelar di Pekanbaru, makanya masyarakat sangat antusias untuk datang walaupun hujan,” kata Jones.

    Khusus all you can eat durian, panitia mematok uang pendaftaran hanya Rp 69.000. Pendaftar biasa makan durian sepuasnya selama 1 jam dan bebas menambah.

    “Keuntungan dari beli durian di bazar ini, kami menjamin durian yang dibeli konsumen dengan mutu dan rasa yang cukup baik. Apabila duriannya tidak enak, maka boleh ditukar kembali,” kata dia terkait pesta durian di Pekanbaru.

    Suasana bazar durian murah di Pekanbaru, Sabtu 25 Januari 2025.
     

  • Proyek Jembatan Mangkrak, Ratusan Pelajar Desa Kali Pasir Terpaksa Gunakan Perahu Kayu Setiap Hari

    Proyek Jembatan Mangkrak, Ratusan Pelajar Desa Kali Pasir Terpaksa Gunakan Perahu Kayu Setiap Hari

    Lampung, Beritasatu.com – Ratusan pelajar di Desa Kali Pasir, Kecamatan Way Bungur, Kabupaten Lampung Timur, harus menyeberangi Sungai Way Bungur menggunakan perahu kayu setiap hari untuk menuju sekolah. Kondisi ini telah berlangsung puluhan tahun akibat tidak adanya jembatan penghubung antar desa, sementara proyek pembangunan jembatan yang dimulai pada 2021 mangkrak dan terbengkalai sejak empat tahun terakhir.

    Dalam rekaman video yang viral di media sosial, terlihat para pelajar yang sebelumnya mengendarai sepeda motor harus turun di tepi sungai untuk menaiki perahu kayu yang mengangkut mereka menyeberangi sungai. Meski harus menghadapi risiko dengan arus sungai yang cukup deras dan kedalaman yang dalam, para pelajar terpaksa menjalani aktivitas ini setiap hari demi mencapai sekolah mereka.

    Para pelajar SMA di Desa Kali Pasir harus berebut untuk menaiki perahu kecil setiap pagi agar bisa tepat waktu sampai di SMAN 1 Way Bungur yang terletak di Desa Tanjung Tirto. Tidak jarang mereka terlambat karena harus menunggu giliran perahu yang lebih dulu mengangkut penumpang lainnya.

    Kondisi ini sudah berlangsung puluhan tahun akibat tidak adanya jembatan penghubung, sementara proyek pembangunan jembatan di lokasi ini mangkrak sejak empat tahun terakhir. Hanya tiang penyangga dan bagian awal pembangunan yang terlihat di lokasi proyek tersebut. Meskipun pelajar tidak dikenakan biaya untuk menyeberang, masyarakat umum dikenakan biaya sebesar Rp 5.000 sekali perjalanan.

    Praja, seorang pelajar SMA dari Desa Kali Pasir, mengatakan meskipun sering terlambat sampai di sekolah, pihak sekolah memberikan toleransi agar ia tetap bisa mengikuti pelajaran.

    “Kondisi ini sudah lama, hampir setiap hari saya telat, tapi sekolah memberikan toleransi,” ujar Praja.

    Pelajar lainnya berharap proyek pembangunan jembatan yang terhenti dapat segera dilanjutkan. 

    “Harapannya jembatannya cepat selesai agar akses ke sekolah lebih mudah,” ucap Praja.

    Wakil Kepala SMAN 1 Way Bungur, Ahmad Saiful, mengatakan pihak sekolah memberikan dispensasi kepada siswa yang terlambat akibat kesulitan akses menuju sekolah.

    “Kebijakan kami adalah memberikan dispensasi kepada siswa yang terlambat karena jaraknya yang cukup jauh dan sulit,” jelas Ahmad Saiful.

    Untuk mengantisipasi keterlambatan saat ujian, pihak sekolah menyarankan siswa untuk menginap di rumah kerabat atau teman yang lokasinya lebih dekat dengan sekolah.

    Proyek pembangunan jembatan penghubung Desa Kali Pasir dan Desa Tanjung Tirto dimulai pada 2021, namun terkendala banjir dan belum selesai hingga kini. Ratusan pelajar dan masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Lampung Timur segera menyelesaikan proyek tersebut agar akses antar desa menjadi lebih mudah dan perekonomian masyarakat semakin berkembang.

  • Banjir Tak Kunjung Surut, Jalan Nasional di Pelalawan Lumpuh

    Banjir Tak Kunjung Surut, Jalan Nasional di Pelalawan Lumpuh

    Pekanbaru, Beritasatu.com – Jalan Lintas Timur (Jalintim) tepatnya di km 83, Kecamatan Pangkalan Kuras, Kabupaten Pelalawan, Riau, lumpuh akibat banjir. Banjir yang disebabkan luapan Sungai Kampar akibat dibukanya pintu waduk PLTA Koto Panjang.

    Banjir di jalan nasional ini telah berlangsung selama satu pekan. Ketinggian air mencapai 80 sentimeter.

    Kapolres Pelalawan AKBP Afrizal Asri bersama personel Polres Pelalawan dan BPBD melakukan pemantauan langsung ke lokasi. Polisi memberlakukan sistem buka tutup jalan untuk mengurai kemacetan.

    “Kami telah membuat pos terpadu di km 84. Sepanjang jalur yang terendam banjir kita sudah siagakan petugas,” kata AKBP Afrizal, Sabtu (25/1/2025).

    Dia menjelaskan, akibat air yang makin meninggi, pihaknya memberlakukan sistem buka tutup untuk mengurai kemacetan.

    “Karena tingginya debit air, jalan sudah tidak terlihat dan menyebabkan sejumlah kendaraan terperosok dan terguling. Makanya kami memberlakukan sistem buka tutup,” lanjut AKBP Afrizal terkait banjir di Pelalawan.

    Untuk mencegah kendaraan terperosok dan terguling akibat banjir di Pelalawan, pihaknya telah memasang garis polisi di titik-titik rawan.

  • Ritual Cuci Patung Dewa Sambut Tahun Baru Imlek 2576 Kongzili di Pangkalpinang

    Ritual Cuci Patung Dewa Sambut Tahun Baru Imlek 2576 Kongzili di Pangkalpinang

    Pangkalpinang, Beritasatu.com – Menjelang perayaan Tahun Baru Imlek 2576 Kongzili yang jatuh pada 29 Januari 2025, umat Konghucu di Pangkalpinang, Bangka Belitung, melaksanakan tradisi ritual cuci patung dewa dan pembersihan kelenteng.

    Tradisi ini dilakukan sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur dan dewa-dewa yang disembah, sekaligus simbol penyucian sebelum memasuki tahun baru.

    Salah satu lokasi pelaksanaan ritual ini adalah Kelenteng Kwan Tie Miawu, kelenteng tertua di Pangkalpinang yang juga menjadi pusat perayaan Imlek di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

    “Hari ini kami di Kelenteng Kwan Tie Miawu melakukan pembersihan arca-arca,” ujar Ketua Yayasan Kelenteng Kwan Tie Miawu Pangkalpinang, Hendry Kurniawan, Sabtu (25/1/2025).

    Hendry menjelaskan, para pengurus kelenteng bersama jemaat bergotong royong membersihkan patung-patung dewa, altar, serta area di sekitar kelenteng. Selain itu, berbagai sesajian juga dipersembahkan sebagai ungkapan syukur dan doa untuk harapan yang baik di tahun mendatang.

    “Tradisi ini merupakan salah satu bentuk penghormatan kepada leluhur dan dewa-dewa, serta simbol penyucian sebelum memasuki tahun baru,” jelasnya.

    Ritual dimulai dengan sembahyang bersama di hadapan patung-patung dewa. Setelah itu, proses pembersihan dilakukan dengan penuh semangat kebersamaan.

    “Dengan semangat kebersamaan dan harapan baru, umat Konghucu di Pangkalpinang siap menyambut kehadiran Tahun Baru Imlek dengan penuh sukacita,” tambah Hendry.

  • Tak Kunjung Dinikahi, Wanita di Mamuju Serang Pacar dengan Parang

    Tak Kunjung Dinikahi, Wanita di Mamuju Serang Pacar dengan Parang

    Polewali Mandar, Beritasatu.com – Seorang wanita berinisial AB (30) mengamuk dan menyerang pacarnya Rian (26) dengan parang di Dusun Tallungallo, Desa Tobadak, Kecamatan Tobadak, Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat.

    AB nekad menyerang Rian diduga karena kesal tidak kunjung dilamar dan dinikahi oleh pria itu setelah keduanya lama berpacaran. AB juga kesal dengan Rian karena tersangkut utang piutang.

    Rian sempat merekam aksi AB mengamuk di rumahnya hingga menyerangnya dengan senjata tajam dan videonya viral di media sosial. Kejadian itu terjadi pada Rabu (22/1/2025).

    AB datang ke rumah Rian di Dusun Tallungallo, Tobadak dengan membawa parang. Wanita itu mengamuk dan merusak perabutan dalam rumah pacarnya setelah keduanya bertengkar.

    Dalam rekaman video yang direkam Rian terlihat AB juga merusak sepeda motor yang terparkir di rumah pacarnya itu.

    AB yang tersulut emosi kemudian menyerang Rian dengan parang hingga mengalami luka lobek di bagian lutut. 

    Rian sudah melaporkan kejadian itu keSentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Mamuju Tengah.

    Rian mengatakan AB marah karena masalah asmara dan utang piutang. Menurut Rian, AB sudah meminta agar dia segera menikahinya. Namun Rian mengaku belum memiliki uang untuk menikahi AB.

    “Dia mengamuk karena saya bahas masalah utang di koperasi. Terus dia bilang ‘saya sering kasih kamu uang’, tetapi saya bilang saya tidak pernah pakai uangmu. Setelah itu dia mengamuk,” kata Rian saat diperiksa polisi, Jumat (24/1/2025).

    Rian mengaku diserang dengan parang yang sudah di balik oleh AB, sehingga sisi tumpul parang itu mengenai kakinya.

    “Saya sengaja diserang pakai parang, karena awalnya dia balik parangnya setelah dia arahkan ke saya parangnya, kemudian di balik sehingga saya terkena sabetan di bagian kaki,” ujarnya.

    Sementara itu Kanit SPKT Polres Mamuju Tengah (Mateng) Bripka Yusriady mengatakan pihaknya telah menerima laporan Rian dan sedang didalami.

    “Berdasarkan video yang telah diperlihatkan oleh Rian, kami telah melakukan pengaduannya, kemudian nantinya kami akan serahkan kasus ini kepada anggota Reskrim Polres Mateng,” ujarnya.

    Menurutnya Rian tidak hanya luka, tetapi perabotan rumah tangganya juga rusak akibat ulah pelaku.

    “Selain mengalami luka, sejumlah perabotan rumah korban juga rusak akibat dirusak pelaku,” ujar Yusriady terkait kasus wanita serang pacar di Mamuju Tengah.