Category: Beritasatu.com Regional

  • Polres Blitar Berikan Trauma Healing kepada Keluarga Korban Mutilasi di Ngawi

    Polres Blitar Berikan Trauma Healing kepada Keluarga Korban Mutilasi di Ngawi

    Blitar, Beritasatu.com – Polres Blitar memberikan trauma healing kepada keluarga korban mutilasi di Ngawi, Uswatun Khasanah (29).

    Kapolres Blitar AKBP Arif Fazlurrahman mendatangi rumah keluarga korban. Langkah ini diambil sebagai bentuk tanggung jawab sosial Polri dalam mendampingi masyarakat, khususnya keluarga yang terdampak oleh tragedi tersebut.

    “Kami hadir untuk memberikan dukungan moral dan psikologis kepada keluarga korban. Kami memahami betapa beratnya beban yang mereka tanggung, dan kami memastikan mereka tidak merasa sendirian dalam menghadapi cobaan ini,” ujar AKBP Arif Fazlurrahman kepada awak media, Senin (27/1/2025).

    Kapolres Blitar menyerahkan bantuan kepada keluarga korban sebagai bentuk solidaritas dan dukungan. Selain itu, Polres Blitar membuka ruang konsultasi bagi masyarakat yang membutuhkan pendampingan psikologis, terutama terkait kasus-kasus yang berdampak besar pada kesehatan mental.

    “Kami berharap keluarga korban dapat perlahan-lahan bangkit dan menjalani kehidupan dengan lebih baik,” tambahnya.

    Kasus mutilasi ini menjadi pengingat bagi semua pihak tentang pentingnya menjaga keamanan lingkungan dan meningkatkan kewaspadaan.

    Polres Blitar mengimbau masyarakat untuk segera melapor jika menemukan hal-hal mencurigakan demi mencegah terjadinya tindakan kriminal serupa di masa depan.

  • Viral Jalan Tol Berlubang, Pihak Cipali Janji Ganti Rugi Kerusakan Kendaraan

    Viral Jalan Tol Berlubang, Pihak Cipali Janji Ganti Rugi Kerusakan Kendaraan

    Subang, Beritasatu.com – Kerusakan jalan Tol Cipali menyebabkan sejumlah pengendara mengalami masalah pada kendaraan mereka, seperti ban pecah, pelek rusak, hingga kecelakaan menjadi viral di media sosial. Hal ini membuat pengelola tol Cipali meminta maaf dan siap mengganti biaya kerusakan kendaraan yang terkena imbas.

    Pihak pengelola tol, Astra Infra Toll Road Cipali, menyampaikan, permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pengguna jalan. Mereka berkomitmen untuk bertanggung jawab atas kerusakan kendaraan akibat jalan yang berlubang dan bergelombang.

    Sebagai langkah penanganan, pihak pengelola telah melakukan perbaikan jalan dengan sistem tambal sulam. Perbaikan dilakukan pada lubang-lubang dengan berbagai ukuran, mulai dari diameter 10 cm hingga satu meter. Menggunakan alat pemadat jalan atau stoom berukuran kecil, para pekerja menutup lubang di lajur satu maupun dua, baik dari arah Jakarta menuju Cirebon maupun sebaliknya.

    Menurut pengelola, perbaikan jalan akan terus dilakukan selama masih ditemukan kerusakan. Mereka juga berkoordinasi untuk merencanakan perbaikan jangka panjang.

    Sebagai bentuk tanggung jawab, pihak tol kembali meminta maaf kepada pengguna jalan atas ketidaknyamanan yang terjadi dan menegaskan akan mengganti kerusakan kendaraan akibat jalan yang rusak.

    “Menanggapi perbincangan terkait lubang jalan di tol Cipali, kami dari astra infra road Cipali menyampaikan permohonan maaf kami atas gangguan tersebut, sekaligus mengkonfirmasi bahwa benar terdapat beberapa lubang di sebagian ruas tol Cipali,” kata Sustanability Management & Corporate Communications Dept Head Astra Tol Cipali, Ardam Rafif Trisilo, kepada awak media, Senin (27/1/2025).

    Menurutnya, kejadian tersebut terjadi karena faktor curah hujan yang tinggi beberapa hari belakangan.

    “Kami terus koordinasi secara internal dan terus melajukan penanganan yang dikeluhkan oleh pengguna jalan, tim operasi kami telah melakukan beberapa perbaikan dimana tingginya arus lalu lintas di mana curah hujan menjadi pertimbangan bagi kami menentukan cara terbaik untuk menjaga keamanan dan keselamatan pengguna jalan,” ungkapnya lagi.

    Ardam menambahkan bagi pengguna jalan mengalami kerusakan kendaraan akibat kerusakan jalan di tol Cipali dapat melakukan proses klaim melalui nomor 085316292905 dan Astra Toll Road Cipali akan penggantian terhadap pengguna jalan,” pungkasnya.

    Untuk klaim penggantian kerusakan, pengendara diminta melengkapi persyaratan, seperti:

    1. Mengisi formulir klaim perbaikan,
    2. Melampirkan KTP, SIM, STNK, e-Toll yang digunakan di Tol Cipali,
    3. Bukti foto kejadian, bukti kerusakan, dan estimasi biaya perbaikan.

    Proses klaim akan diselesaikan dalam waktu 14 hari kerja.

  • Jalan Tol Cipali Berlubang Jadi Viral, Pengendara Terancam Bahaya di Musim Hujan

    Jalan Tol Cipali Berlubang Jadi Viral, Pengendara Terancam Bahaya di Musim Hujan

    Subang, Beritasatu.com – Kondisi jalan Tol Cikopo-Palimanan (Cipali) dilaporkan mengalami kerusakan berupa lubang dan gelombang di dua lajur, baik arah Jakarta menuju Cirebon maupun sebaliknya. Diameter dan kedalaman lubang yang bervariasi, menyebabkan keluhan dari pengguna jalan karena berpotensi membahayakan, seperti pecah ban hingga kecelakaan. Bahkan, lubang yang ada di jalan tol Cikopo-Palimanan itu sempat viral di media sosial.

    Kerusakan jalan ini ditemukan di sejumlah titik, termasuk di jalur A (Jakarta menuju Cirebon) dan jalur B (Cirebon menuju Jakarta). Salah satu lokasi kerusakan yang mencolok berada di perbatasan wilayah Subang dan Indramayu. Lubang ditemukan baik di jalur cepat maupun lambat, dengan diameter mulai dari 10 sentimeter (cm) hingga satu meter, serta kedalaman mencapai 10 cm.

    Pengguna jalan harus ekstra hati-hati untuk menghindari kerusakan ini. Beberapa pengendara mengeluhkan bahaya yang ditimbulkan, terutama di musim hujan ketika lubang semakin besar dan sulit terlihat.

    Bahkan, sebuah video viral memperlihatkan sejumlah kendaraan mengalami pecah ban setelah melintasi jalan berlubang, yang dapat berujung pada kecelakaan.

    Para pengendara berharap pihak berwenang segera melakukan perbaikan, mengingat kondisi ini sangat berbahaya, terutama saat musim hujan.

    “Saat ini jalan tol cipali banyak yang berlubang dan bergelombang untuk mobil yang lagi kecepatan penuh itu bisa membahayakan bagi pengendara, pengendara harus lebih hati-hati agar terhindar kecelakaan, dengan cara di aspal ulang jalan itu tambalan jalan rusak itu, iya di tengah jalan,” kata pengguna jalan Tol Cipali, Ikhsan kepada awak media, Senin (27/1/2025).

    “Alhamdulillah untuk kecepatan di bawah 100 jadi hindarinya masih bisa, dari kuningan ke Depok, liburan,” ujarnya lagi.

    Sementara itu, pengendara lainnya, Indra, mengatakan adanya sejumlah lubang di jalan tol bisa membahayakan kendaraan yang melintas.

    “Untuk kondisi jalan tol Cipali dari arah timur atau selatan itu sampai ke rest area ini ternyata masih banyak jalan berlubang dan itu sangat membahayakan, diharapkan ke depannya segera dilakukan perbaikan untuk keselamatan pengguna jalan ini,” tuturnya.

    “Mengingat musim penghujan takutnya lubang itu semakin parah, dari Majalengka ke Cikarang, liburan, jadi terpaksa harus pelan kedua harus konsen menghadiri lubang tersebut,” ungkapnya.

    Selain itu, momen libur panjang Isra Mikraj dan Imlek 2025 banyak dimanfaatkan masyarakat untuk pulang ke kampung halaman atau berwisata. Hal ini menyebabkan peningkatan arus lalu lintas di kedua arah. Pengendara diimbau untuk lebih berhati-hati saat melintas di jalur Tol Cipali.

  • Gempa Magnitudo 5,2 Guncang Maluku Barat Daya, Tidak Berpotensi Tsunami

    Gempa Magnitudo 5,2 Guncang Maluku Barat Daya, Tidak Berpotensi Tsunami

    Jakarta, Beritasatu.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan terjadinya gempa bumi dengan magnitudo 5,2 di Maluku Barat Daya pada Senin (27/1/2025) pukul 17.50 WIB. 

    Berdasarkan informasi dari BMKG, gempa Maluku Barat Daya ini terjadi di kedalaman 142 kilometer.

    Lokasi gempa di Maluku Barat Daya berada pada 7,43 lintang selatan (LS) dan 129,11 bujur timur (BT) atau 166 kilometer timur laut Maluku Barat Daya.

    “Gempa tidak berpotensi tsunami. Hati-hati terhadap gempabumi susulan yang mungkin terjadi,” tulis BMKG dalam unggahannya di akun X.

    Belum ada laporan kerusakan akibat gempa yang mengguncang Maluku Barat Daya ini. 

  • Serangga Masuk dalam Menu Makan Bergizi Gratis, BGN Sesuaikan dengan Potensi Daerah

    Serangga Masuk dalam Menu Makan Bergizi Gratis, BGN Sesuaikan dengan Potensi Daerah

    Jakarta, Beritasatu.com – Badan Gizi Nasional (BGN) telah menetapkan sejumlah standar utama dalam program makan bergizi gratis (MBG), termasuk pemenuhan kalori dan komposisi gizi. Salah satu terobosan dalam standar ini adalah pengakuan terhadap serangga sebagai alternatif sumber protein yang dapat digunakan dalam menu makanan lokal.

    Kepala BGN, Dadan Hindayana menjelaskan, meskipun terdapat standar gizi yang harus dipenuhi, variasi menu dapat disesuaikan dengan sumber daya lokal yang ada di setiap daerah.

    “Menu makanan harus mengandung 30% protein, 40% karbohidrat, dan 30% serat. Namun, kami tidak menetapkan menu secara nasional, melainkan secara lokal, menyesuaikan dengan potensi dan selera pangan masing-masing daerah,” ujar Dadan pada acara Rapimnas PIRA di Hotel Bidakara, Jakarta, Sabtu (25/1/2025).

    Menurutnya, hal ini diberlakukan karena setiap daerah di Indonesia memiliki keunggulan pangan yang berbeda. Misalnya, daerah yang kaya akan telur, ayam, atau daerah tertentu yang lebih banyak ikan.

    “Jadi, 30% protein itu tidak harus sama di setiap daerah. Bahkan, di beberapa daerah yang mengonsumsi serangga, seperti belalang atau ulat sagu, itu bisa menjadi bagian dari sumber protein. Begitu pula dengan sumber karbohidrat,” tambah Dadan.

    Dadan juga menyebutkan, pilihan menu karbohidrat di Jawa Barat mayoritas adalah nasi, sementara di Nusa Tenggara Timur (NTT), jagung lebih digemari. Di Indonesia Timur, seperti Halmahera, singkong dan pisang menjadi pilihan utama.

    Selain itu, kata dia, higienitas dan keamanan pangan juga menjadi aspek penting dalam standar program makan bergizi gratis. 

    “Bagi mitra yang ingin bekerja sama dengan BGN, fasilitas produksi yang higienis sangat penting. Tidak perlu mewah, tapi alur produksi harus teratur dan bersih, serta terbebas dari kontaminasi luar,” jelasnya.

    Keamanan pangan, termasuk bebas dari pestisida dan bahan berbahaya, juga menjadi prioritas utama. Dadan berharap agar semua mitra dapat memenuhi empat standar utama ini sebelum menjalin kerja sama dengan Badan Gizi Nasional dalam mewujudkan program makan bergizi gratis.

  • Nelayan di Lampung Timur Tewas Akibat Bom Ikan yang Meledak Saat Dirakit

    Nelayan di Lampung Timur Tewas Akibat Bom Ikan yang Meledak Saat Dirakit

    Lampung Timur, Beritasatu.com – Seorang nelayan di Kecamatan Labuhan Maringgai, Kabupaten Lampung Timur, Lampung tewas terkena bom ikan yang meledak saat dirakit. Nelayan itu mengalami luka parah di sekujur tubuh akibat terkena ledakan bom ikan yang ia racik sendiri.

    Korban sempat mendapatkan tindakan medis, tetapi nyawanya tidak tertolong akibat mengalami luka berat. Nelayan malang itu berinisial M.

    Peristiwa yang menggegerkan warga tersebut terjadi di sebuah rumah yang berada di Dusun 4 Desa Margasari, Kecamatan Labuhan Maringgai, Kabupaten Lampung Timur, Minggu (26/1/2025).

    Ledakan bom ikan tersebut terjadi sekitar pukul 10.00 WIB. Saat kejadian, korban diduga sedang merakit bom ikan di teras rumah kontrakannya tersebut.

    Akibat ledakan tersebut, nelayan berusia 21 tahun tersebut tewas akibat luka parah di sekujur tubuhnya. Korban tewas dalam perjalanan ke rumah sakit akibat mengalami luka cukup parah di bagian tangan, tubuh, dada, dan wajahnya.

    Tidak hanya menewaskan korban, akibat ledakan itu, atap dan dinding rumah kontrakan korban yang terbuat dari asbes jebol. Suara ledakan terdengar hingga berjarak satu kilometer oleh warga sekitar.

    Beruntung saat kejadian, korban hanya seorang diri di rumah kontrakannya, sedangkan tetangga kontrakan sedang berada bekerja. Berdasarkan informasi, korban M merupakan warga Cirebon, Jawa Barat yang bekerja sebagai nelayan bagan tancap.

    Setelah kejadian, polisi langsung melakukan pemeriksaan intensif di rumah kontrakan korban yang yang menjadi tempat kejadian perkara. Untuk kepentingan penyelidikan, polisi memasang garis polisi di TKP dan tim Inafis dari Polres Lampung Timur melakukan olah TKP.

    Dari TKP polisi mengamankan sejumlah barang bukti. Dari pantauan di TKP, tim Inafis terlihat mengamankan sejumlah botol bekas minuman yang diduga sebagai tempat wadah untuk membuat bom ikan rakitan.

    Kapolsek Labuhan Maringgai, Kompol Suprianto mengatakan, peristiwa ledakan bom ikan yang menewaskan nelayan itu masih dalam penyelidikan.

    Hingga Senin (27/1/2025) siang, rumah kontrakan nelayan tewas akibat ledakan bom ikan tersebut masih terpasang garis polisi. Rencananya, Senin petang jenazah korban akan dibawa pihak ke keluarga untuk dimakamkan di daerah asalnya di Cirebon, Jawa Barat.
     

  • Pencarian 2 Korban Longsor di Gunung Mas Kalteng Terkendala Medan Sulit

    Pencarian 2 Korban Longsor di Gunung Mas Kalteng Terkendala Medan Sulit

    Gunung Mas, Beritasatu.com – Hampir sepekan setelah terjadinya tanah longsor di Desa Tumbang Mahuroi, Kecamatan Damang Batu, Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah (Kalteng), dua orang warga yang menjadi korban longsor masih belum ditemukan.

    Memasuki hari kelima pascakejadian, tim SAR gabungan yang melakukan pencarian menghadapi berbagai kendala. Jarak antara posko pencarian dan titik lokasi tertimbunnya korban memaksa tim melintasi medan yang sangat sulit. Bahkan, longsor susulan sempat terjadi dan memperburuk kondisi pencarian.

    Kepala Satuan Operasi dan Pertolongan Basarnas Palangka Raya Maulana Abdillah menyampaikan, saat ini upaya pencarian dilakukan dengan metode penyemprotan di sekitar lokasi longsor yang diduga menjadi titik tertimbunnya korban.

    Langkah ini dilakukan karena akses menuju titik pencarian sangat berbahaya dan tidak memungkinkan menggunakan alat berat. Selain itu, hujan deras yang masih terjadi membuat tanah semakin labil, sehingga menambah risiko longsor susulan.

    Upaya pencarian juga semakin sulit karena lokasi yang terpencil dan minimnya jaringan komunikasi, sehingga tim SAR kesulitan berkoordinasi. 

    “Dari posko menuju lokasi pencarian, ada beberapa titik longsor susulan, meski skala kecil,” kata Maulana Abdillah, Senin (27/1/2025).

    Kedua korban yang tertimbun dalam tanah longsor adalah Gadeonsin (57) dan Muliadi (51), yang merupakan penambang emas tradisional di Desa Tumbang Mahuroi. Mereka tertimbun ketika tengah beristirahat di pondok saat hujan lebat mengguyur pada Rabu (22/1/2025).

    Saat ini, pencarian korban longsor Gunung Mas Kalteng masih difokuskan di sekitar pondok tempat terakhir korban ditemukan. Tim SAR Gabungan akan melanjutkan pencarian hingga tujuh hari ke depan.Apabila tidak ditemukan tanda-tanda keberadaan korban, operasi SAR akan dihentikan. Namun, apabila terdapat indikasi baru, operasi SAR dapat dibuka kembali.

  • Banjir 1 Meter Masih Rendam Lebih dari 500 Rumah di Budaya Pampang Samarinda

    Banjir 1 Meter Masih Rendam Lebih dari 500 Rumah di Budaya Pampang Samarinda

    Samarinda, Beritasatu.com – Banjir setinggi satu meter yang melanda Kelurahan Budaya Pampang, Kecamatan Samarinda Utara, Kalimantan Timur, hingga Senin (27/1/2025) siang masih belum surut. Bencana ini telah menenggelamkan lebih dari 500 rumah warga dan meluas ke empat Rukun Tetangga (RT) di wilayah tersebut.

    Lurah Budaya Pampang Sofyandi menyampaikan, banjir kali ini merupakan yang terparah apabila dibandingkan dengan bencana tahun lalu.

    “Ketinggian banjir kali ini lebih tinggi dibanding sebelumnya. Tahun lalu hanya mencapai 60 sentimeter, sekarang sudah lebih dari satu meter,” ujar Sofyandi.

    Banjir ini juga mengancam belasan hektare lahan pertanian milik warga setempat. Kondisi ini dikhawatirkan akan menyebabkan kerugian besar bagi masyarakat yang menggantungkan hidupnya dari sektor pertanian.

    Selain rumah dan lahan pertanian yang terendam, sejumlah warga juga terisolasi akibat banjir yang meluas. Warga berharap pemerintah segera memberikan bantuan berupa logistik dan tim evakuasi untuk membantu warga yang terdampak.

    “Yang terdampak dari RT 1, RT 2, RT 3, sampai RT 4. Dari empat RT itu, mungkin ada 500 sampai 600 rumah yang terendam banjir,” kata Sofyandi.

    Pantauan udara menunjukkan, banjir di Kelurahan Budaya Pampang, Kecamatan Samarinda Utara, Kalimantan Timur, pada Januari 2025 ini telah melampaui bencana banjir sebelumnya, baik dari segi ketinggian maupun luas area terdampak. Situasi ini menuntut respons cepat dari pihak berwenang untuk mengurangi dampak yang lebih luas.

  • Banjir Samarinda Capai 1 Meter, Warga Terpaksa Rayakan Libur Panjang di Tengah Genangan

    Banjir Samarinda Capai 1 Meter, Warga Terpaksa Rayakan Libur Panjang di Tengah Genangan

    Samarinda, Beritasatu.com – Banjir setinggi satu meter masih merendam ratusan rumah di Kota Samarinda, Kalimantan Timur, pada Senin (27/1/2025) pagi. Ratusan warga pun terpaksa merayakan libur panjang Isra Mi’raj dan Tahun Baru Imlek di tengah genangan banjir.

    Hujan deras yang mengguyur wilayah Kalimantan Timur selama tiga hari terakhir menyebabkan ratusan rumah di Kelurahan Budaya Pampang, Kecamatan Samarinda Utara, terendam banjir. Ketinggian air kali ini mencapai 70 sentimeter (cm) hingga lebih dari satu meter, menjadikannya banjir terparah pada awal 2025.

    Banjir tidak hanya merendam kawasan permukiman warga, tetapi juga sejumlah fasilitas umum, seperti tempat ibadah dan gedung sekolah. Beruntung, banjir terjadi saat momen libur panjang sehingga aktivitas belajar-mengajar tidak terganggu.

    Namun, genangan air menghambat aktivitas warga. Banyak warga yang terpaksa menghabiskan waktu libur dengan bermain di tengah genangan air meskipun kondisi ini sangat membatasi akses mereka ke bahan kebutuhan pokok.

    Salah seorang warga, Agus mengungkapkan banjir Samarinda setinggi hampir satu meter ini membuat warga setempat terisolasi. Akses jalan yang terendam banjir menyulitkan warga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari selama libur panjang.

    “Untuk makan masih bisa masak, tetapi kalau bahan sudah habis, susah keluar rumah karena airnya cukup dalam,” ujar Agus saat ditemui di lokasi banjir di Kelurahan Budaya Pampang, Senin pagi.

    Agus menambahkan banjir kali ini diperkirakan akan berlangsung lebih dari satu pekan. “Biasanya banjir di sini cuma setinggi badan jalan dan surut dalam seminggu. Namun, kali ini bisa sampai dua minggu,” tambahnya.

    Hingga kini, sebagian besar warga memilih bertahan di rumah masing-masing karena kesulitan mengungsi akibat tingginya genangan air. Mereka berharap pemerintah daerah segera turun tangan untuk membantu proses evakuasi dan memberikan bantuan makanan siap saji.

    “Kami berharap pemerintah segera datang untuk membantu kami, terutama dalam evakuasi dan memberikan bantuan makanan,” tutup Agus terkait banjir Samarinda selama libur panjang.

  • Kesal Lahannya Diserobot Perusahaan Tambang, Lansia Tidur di Bawah Dump Truck

    Kesal Lahannya Diserobot Perusahaan Tambang, Lansia Tidur di Bawah Dump Truck

    Beritasatu.com Konawe Selatan – Pria lanjut usia (lansia) di Kecamatan Laonti, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara nekat menghalau dump truck milik perusahaan tambang yang menurutnya sudah menyerobot lahan dengan tidur di bawah ban kendaraan itu.  

    Aksinya dilakukan dengan mengadang dump truck yang tengah melaju dengan tidur di bawah ban kendaraan yang mengangkut biji nikel. 

    Aksi nekat lansia yang diketahui bernama Asmar itu diungkapkan dalam unggahan akun Facebook @uci putri utami. Dengan tulisan, “Begitu sulitkah mempertahankan hak kita di kampung sendiri. Video ini direkam hari ini di kampungku Desa Laonti, Kecamatan Laonti, Kabupaten Konawe Selatan. Omku (Bapak Jan) yang berjuang untuk hak atas tanahnya yang dirampas dan dikelola tambang di Laonti PT Gerbang Multi Sejahtera (PT GMS) sudah diurus pengadilan bahkan sudah ada putusan menang dari pengadilan, tetapi bahkan setelah putusan pengadilan Omku masih berjuang mempertahankan,” tulis akun tersebut.

    Tangkapan layar laman Facebook tentang lansia yang memprotes penyerobotan lahan yang dilakukan perusahaan tambang di Kecamatan Laonti, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara. – (Facebook/Facebook)

    Belakangan diketahui aksi penghalauan yang dilakukan lansia itu dilatarbelakangi kekesalannya terhadap penyerobotan perusahaan tambang di lahan seluas 9 hektare milik istrinya bernama Sunaya. 

    Akibatnya aksinya ini, dua truk pengangkut biji nikel terpaksa menghentikan lajunya. Pria lanjut usia itu enggan bangkit dari bawah truk meski dibujuk petugas keamanan dan aparat kepolisian.