Category: Beritasatu.com Regional

  • Tahun Baru Imlek, Barongsai Sapa Penumpang Kereta Api di Stasiun Yogyakarta

    Tahun Baru Imlek, Barongsai Sapa Penumpang Kereta Api di Stasiun Yogyakarta

    Yogyakarta, Beritasatu.com – KAI Daop 6 Yogyakarta menghadirkan berbagai kegiatan bertema Imlek untuk menghibur pelanggan kereta api di Stasiun Yogyakarta. Acara tersebut mencakup pertunjukan Barongsai, pembagian angpao dan voucer menarik, serta interaksi langsung antara Manajemen dan pegawai Daop 6 dengan pelanggan, didampingi oleh Barongsai.

    “KAI Daop 6 Yogyakarta ingin menghadirkan pengalaman unik dan penuh warna melalui aktivasi bertajuk Imlek. Ini merupakan wujud komitmen kami untuk memberikan layanan terbaik yang tidak hanya fungsional tetapi juga mendekatkan diri kepada pelanggan melalui sentuhan budaya dan tradisi,” ujar Manajer Humas Daop 6 Yogyakarta Krisbiyantoro kepada Beritasatu.com, Rabu (29/1/2025).

    Pertunjukan Barongsai dalam memeriahkan Imlek ini berlangsung di pintu timur Stasiun Yogyakarta dari pukul 08.00 WIB hingga 10.00 WIB.  Perayaan semakin meriah dengan dekorasi fasad stasiun yang dihiasi ornamen khas Imlek.

    Selain tampil di area stasiun, Barongsai juga menyapa pelanggan di ruang tunggu dan di dalam kereta. Selama acara berlangsung, KAI Daop 6 Yogyakarta membagikan angpao, merchandise, dan voucer menarik kepada para pelanggan.

    “Imlek adalah momentum penting, tidak hanya untuk merayakan budaya tetapi juga untuk menyampaikan harapan dan semangat baru. Melalui aktivasi ini, kami ingin berbagi kebahagiaan dengan pelanggan dan memberikan pengalaman perjalanan yang tak terlupakan. Perayaan ini juga mencerminkan komitmen kami untuk selalu menghadirkan layanan transportasi yang inovatif dan berorientasi pada pelanggan,” tambah Krisbiyantoro.

    Sementara itu, salah satu penumpang kereta api, Maya mengaku terhibur dengan pertunjukan Barongsai di dalam kereta. Menurutnya, suasana libur Imlek kali ini lebih ramai dibandingkan libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).

    “Kaget tapi seru banget! Saya ke Jogja untuk liburan dan hari ini kembali ke Jakarta. Suasananya lebih ramai dibanding libur Nataru,” ujar Maya, penumpang asal Jakarta ini.

    Melalui acara Barongsai saat momen Imlek, KAI Daop 6 Yogyakarta terus berupaya menjadikan stasiun kereta api sebagai ruang publik yang tidak hanya fungsional tetapi juga menyenangkan dan ramah bagi seluruh masyarakat.

  • Gunung Merapi Luncurkan 17 Kali Guguran Lava ke Barat Daya

    Gunung Merapi Luncurkan 17 Kali Guguran Lava ke Barat Daya

    Sleman, Beritasatu .com – Aktivitas vulkanik Gunung Merapi yang terletak di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah terus menunjukkan peningkatan dengan intensitas guguran lava yang tinggi. Pada hari ini, Merapi meluncurkan 17 kali gugura lava ke arah barat daya.

    Berdasarkan laporan dari Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), sepanjang periode pengamatan pada 28 Januari 2025 pukul 00.00 hingga 24.00 WIB, tercatat sebanyak 17 kali guguran lava pijar meluncur ke arah barat daya.

    “Teramati 17 kali guguran lava ke arah barat daya (Kali Bebeng dan Kali Krasak) dengan jarak luncur maksimum 1.800 meter, terdengar satu kali suara guguran terdengar dari Pos Babadan dengan itensitas suara kecil,” ujar Kepala BPPTKG Agus Budi Santosa dalam keterangan resminya pada Rabu (29/1/25).

    Selain guguran lava, aktivitas kegempaan Gunung Merapi juga cukup signifikan. Tercatat sebanyak 156 kali gempa guguran, dengan amplitudo antara dua hingga 24 mm dan durasi 40,8 hingga 204,63 detik. Selain itu, terjadi 18 kali gempa hibrid/fase banyak serta satu kali gempa tektonik jauh dengan amplitudo 16 mm dan durasi 61,34 detik.

    Secara visual, gunung api yang berada di perbatasan empat kabupaten, yakni Kabupaten Sleman, Magelang, Boyolali, dan Klaten, ini tampak jelas dengan sesekali tertutup kabut. Asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna putih dengan intensitas sedang dan ketinggian mencapai 100 meter di atas puncak kawah.

    Sementara itu, cuaca di sekitar Merapi bervariasi antara cerah hingga berawan, dengan suhu udara berkisar 17,6-24,3°C dan curah hujan harian mencapai 64 mm. BPPTKG menyatakan bahwa status aktivitas Gunung Merapi masih berada di level III (siaga).

    “Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas guguran di sektor selatan-barat daya, meliputi Sungai Boyong (maksimal 5 km), Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng maksimal 7 km,” lanjutnya.

    Di sektor tenggara, potensi bahaya mencakup Sungai Woro (maksimal 3 km) dan Sungai Gendol (maksimal 5 km). Selain itu, jika terjadi letusan eksplosif, lontaran material vulkanik dapat menjangkau radius 3 km dari puncak Gunung Merapi.

    BPPTKG juga mengingatkan bahwa suplai magma masih berlangsung, sehingga berpotensi memicu awan panas guguran. Oleh karena itu, masyarakat di sekitar Gunung Merapi diimbau untuk tidak melakukan aktivitas dalam zona bahaya.

    Masyarakat juga diminta untuk mewaspadai potensi lahar dan awan panas guguran, terutama saat hujan, mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik, serta memantau informasi resmi dari BPPTKG dan pihak berwenang terkait perkembangan aktivitas Merapi.

    Jika terjadi peningkatan aktivitas yang signifikan, status Gunung Merapi akan segera dievaluasi kembali. Masyarakat diminta tetap tenang dan mengikuti arahan dari otoritas terkait untuk menghindari risiko bencana.
     

  • Ratusan Rumah di Perumahan Griya Mukti Samarinda Terendam Banjir hingga 60 Cm

    Ratusan Rumah di Perumahan Griya Mukti Samarinda Terendam Banjir hingga 60 Cm

    Samarinda, Beritasatu.com – Banjir di Kota Samarinda, Kalimantan Timur, terus meluas. Bahkan, pada Rabu (29/1/2025) pagi, banjir setinggi 60 cm mulai merendam ratusan rumah di Perumahan Griya Mukti di Kecamatan Sungai Pinang. Banjir Samarinda itu membuat sebagian besar warga memilih untuk mengungsi.

    Banjir setinggi 60 cm juga mulai merendam puluhan kendaraan milik warga yang tinggal di kawasan Perumahan Griya Mukti, Kelurahan Gunung Linggai, Kecamatan Sungai Pinang.

    Banjir yang melanda kawasan permukiman Samarinda itu terjadi sejak pukul 04.00 Wita.

    Salah seorang warga korban banjir Samarida, Rizky mengatakan, banjir setinggi 60 cm telah merendam seluruh perabotan di dalam rumahnya.  

    Bahkan, ia pun akhirnya memutuskan untuk mengungsi akibat ketinggian banjir Samarinda yang berangsur naik.

    “Banjir sepaha pak. Itu juga masih berpotensi naik, makanya kami mengungsi ini,” ujar Rizky sembari menerjang genangan banjir untuk mengungsi di Perumahan Griya Mukti, Kota Samarinda.

    Banjir yang melanda Kota Samarinda, telah terjadi sejak Minggu (26/1/2025) lalu kini telah memasuki hari ketiga.

    Namun, ketinggian banjir masih terus meningkat lantaran tingginya curah hujan. Bahkan, kini luas area yang terendam banjir pun juga makin meluas hingga ke dua kecamatan, yakni Kecamatan Samarinda Utara dan Kecamatan Sungai Pinang.

    Akibat banjir Samarinda ini, aktivitas sebagian besar masyarakat, terutama saat perayaan libur Imlek menjadi terganggu. Mereka pun terpaksa merayakan hari libur Imlek ini dengan berada di tengah genangan banjir.

  • Banjir Samarinda Rendam 1.000 Rumah, Warga Akhirnya Mengungsi

    Banjir Samarinda Rendam 1.000 Rumah, Warga Akhirnya Mengungsi

    Samarinda, Beritasatu.com – Banjir Samarinda, Kalimantan Timur, yang mencapai tinggi satu meter hingga Rabu (29/1/2025) pagi masih merendam 1.000 rumah di dua kecamatan.

    Akibat banjir Samarinda yang telah berlangsung selama tiga hari terakhir membuat sebagian besar warga yang semula memilih bertahan di dalam rumah memutuskan untuk mengungsi ke rumah kerabat yang lebih aman.

    Banjir Samarinda yang melanda kawasan Jalan Bengkuring, Kelurahan Sempaja Timur dan Kelurahan Sempaja Utara, hingga kini masih menyebabkan aktivitas warga setempat terganggu.

    Bahkan, roda perekonomian masyarakat setempat pun nyaris lumpuh lantaran puluhan pertokoan dan tempat usaha terpaksa harus tutup dan tak beroperasi lantaran terendam banjir.

    Banjir yang terjadi sejak Minggu (26/1/2025) lalu, hingga saat ini masih belum surut dengan ketinggian banjir yang mencapai lebih dari satu meter.

    Salah seorang warga korban banjir, Eman terpaksa mengungsi ke rumah keluarganya yang lebih aman, lantaran kondisi ketinggian banjir yang perlahan terus meningkat. Bahkan, saat ini banjir telah masuk ke dalam rumahnya sehingga sudah tak ada lagi tempat untuk beristirahat.

    “Makin naik pak, tidak turun-turun, ini saya mengungsi, soalnya di dalam rumah air sudah sampai tulang kering. Ini mengungsi ke rumah keluarga. Posko ada sih, ada, tetapi kalau ada keluarga lebih baik ke rumah keluarga,” ujar Eman saat disapa Beritasatu.com ketika akan mengungsi dari lokasi banjir di Kelurahan Sempaja Timur, Kota Samarinda, Rabu pagi.

    Berdasarkan data dari BPBD Kota Samarinda, banjir yang terjadi di Kota Samarinda telah menyebabkan sedikitnya 1.000 rumah terendam.

    Kepala Pelaksana BPBD Kota Samarinda Suwarso mengatakan, data terakhir dari posko BPBD, tercatat untuk di wilayah Kelurahan Sempaja Timur ada sedikitnya 933 bangunan. Adapun di Kelurahan Gunung Lingai, tercatat ada 67 bangunan, sehingga totalnya mencapai 1.000 bangunan, terdiri dari pemukiman warga dan juga fasilitas umum.

    Menurutnya, saat ini memang sebagian besar warga korban banjir telah memilih untuk mengungsi ke rumah kerabat maupun ke rumah keluarganya masing-masing, sehingga posko pengungsian yang telah disiapkan oleh BPBD Kota Samarinda di kantor Kelurahan Sempaja Timur saat ini masih kosong.

    “Posko pengungsian sudah kita siapkan, di kelurahan, tetapi sampai saat ini masih kosong,” pungkasnya Suwarso terkait banjir Samarinda.

  • 7 Wilayah Perairan Indonesia Akan Dihantam Gelombang Tinggi hingga 4 Meter

    7 Wilayah Perairan Indonesia Akan Dihantam Gelombang Tinggi hingga 4 Meter

    Jakarta, Beritasatu.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait kemungkinan terjadinya gelombang tinggi hingga 4 meter di beberapa wilayah perairan Indonesia.

    Gelombang tinggi tersebut diprediksi mulai terjadi pada Rabu (29/1/2025) pukul 07.00 WIB.

    Menurut data BMKG, gelombang dengan ketinggian antara 2,5 hingga 4 meter berpeluang terjadi di tujuh wilayah perairan Indonesia, yaitu Samudera Hindia selatan Jawa Timur hingga Nusa Tenggara Timur (NTT), Laut Natuna utara, Selat Karimata bagian utara, Laut Jawa bagian timur, Selat Makassar bagian selatan, Laut Sumbawa, serta Samudera Pasifik utara Maluku hingga Papua Barat Daya.

    Sementara itu, kecepatan angin tertinggi terpantau di wilayah Laut Natuna utara, Samudra Hindia selatan Jawa, Selat Karimata, dan Selat Makassar bagian selatan.

    Pola angin di bagian utara Indonesia umumnya bergerak dari Timur Laut ke Timur dengan kecepatan 6-30 knot, sementara di wilayah selatan, angin bergerak dari Barat Daya ke Barat Laut dengan kecepatan angin berkisar 6-30 knot.

    Para nelayan dan warga yang beraktivitas di wilayah perairan diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman gelombang tinggi ini. Langkah antisipasi diperlukan untuk mengurangi risiko kecelakaan laut akibat cuaca buruk dan gelombang tinggi.

  • 150 PMI Ilegal Dipulangkan dari Malaysia ke Tanjungpinang

    150 PMI Ilegal Dipulangkan dari Malaysia ke Tanjungpinang

    Tanjungpinang, Beritasatu.com – Sebanyak 150 pekerja migran Indonesia (PMI) ilegal dipulangkan dari Malaysia dan tiba di Pelabuhan Internasional Sri Bintan Pura, Tanjungpinang, pada Selasa (28/1/2025) sore. Ratusan PMI ilegal tersebut dipulangkan karena berbagai permasalahan hukum yang dihadapi selama berada di Malaysia.

    Setibanya di pelabuhan, para pekerja migran langsung didata oleh petugas. Dari 150 orang yang dipulangkan, terdapat 109 laki-laki dan 41 perempuan.

    Para PMI ini menghadapi berbagai masalah, mulai dari habisnya masa berlaku visa hingga kehilangan paspor. Beberapa dari mereka bahkan menjalani masa tahanan di Malaysia hingga enam bulan sebelum akhirnya dipulangkan.

    Salah seorang pekerja migran asal Kepulauan Riau, Husni Abdilah, mengaku ditangkap karena visanya telah habis masa berlaku. Akibatnya, ia harus menjalani masa tahanan selama empat bulan di Malaysia.

    “Kemarin saya berangkat dari Pelabuhan Batam Center, sekitar dua tahun lalu, dan bekerja di Pasir Gudang di perkebunan. Namun, saya ditangkap karena visa saya mati dan sempat dipenjara selama empat bulan,” ungkap Husni.

    Linda, pekerja migran asal Medan, memiliki pengalaman yang berbeda. Ia pergi ke Malaysia untuk mencari anaknya, tetapi tidak menemukannya. Sebaliknya, ia justru dipekerjakan di rumah makan tanpa diberikan bayaran.

    “Saya ke Malaysia untuk cari anak yang kerja di sana, tetapi tidak ketemu. Malah saya dipekerjakan tanpa digaji. Paspor saya hilang karena dicuri, dan akhirnya saya ditangkap serta dipenjara selama empat bulan,” tuturnya.

    Pengantar Kerja Ahli Madya BP3MI Provinsi Kepulauan Riau Darman M Sagala menyampaikan, pihaknya terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar memahami prosedur resmi bekerja di luar negeri.

    “Kami sudah memberikan informasi tentang bekerja secara prosedural di luar negeri. Selain itu, kami juga telah berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk mencegah keberangkatan PMI secara nonprosedural. Pengetatan pemeriksaan dokumen keberangkatan juga dilakukan di sejumlah pos pelabuhan,” tegas Darman.

    Setelah pendataan, ratusan PMI ilegal ini diangkut menggunakan bus menuju tempat penampungan sementara. Selanjutnya, mereka akan dipulangkan ke daerah asal masing-masing.

  • Polisi Buka Peluang Ada Tersangka Lain dalam Kasus Mutilasi di Ngawi

    Polisi Buka Peluang Ada Tersangka Lain dalam Kasus Mutilasi di Ngawi

    Kediri, Beritasatu.com – Tim Jatanras Polda Jawa Timur mengungkap adanya peluang tersangka lain dalam kasus mutilasi wanita pada koper merah di Ngawi. Sejauh ini, tim opsnal terus melakukan penyelidikan meski sudah menetapkan Rochmat Tri Hartanto alias Antok (32), tersangka mutilasi Uswatun Khasanah (29) warga Kelurahan Bence, Kecamatan Garum, Kabupaten Blitar.

    “Nanti kita kembangkan, apakah ada kemungkinan tersangka lain,” kata Kasubdit III Jatanras Polda Jawa Timur AKBP Arbaridi Jumhur seusai pemeriksaan autopsi tiga potong bagian jenazah korban di RS Bhayangkara Kediri, Selasa (28/1/2025).

    Jumhur mengatakan, sejauh ini masih dilakukan pemeriksaan mendetail terhadap tersangka yang merupakan memiliki hubungan dekat dengan korban. Namun, pengembangan kasus ini akan terus dilakukan untuk mencari apakah ada keterlibatan pelaku lainnya.

    Tim opsnal Jatanras Polda Jatim akan melakukan pendalaman di sepanjang jejak pelaku melakukan perbuatan di kasus ini. 
    “Teman-teman opsnal masih melakukan pengembangan di tempat-tempat lain mungkin pelaku mampir dan ketemu dengan siapa. Masih dilakukan pendalaman,” jelasnya.

    Sebelumnya, polisi telah melakukan pemeriksaan autopsi terhadap temuan tiga potong bagian jenazah yang ditemukan di Kabupaten Trenggalek dan Ponorogo, Jawa Timur. Hasilnya, ketiga potong bagian jenazah kepala dan dua kaki itu dipastikan milik Uswatun Khasanah (29) yang merupakan korban mutilasi dalam koper di Ngawi.

    Pelaku kini dijerat dengan pasal pembunuhan berencana dan mutilasi (340 KUHP) dengan hukuman maksimal seumur hidup atau hukuman mati.

  • Gempa Magnitudo 6,1 Guncang Parigi Moutong Sulteng

    Gempa Magnitudo 6,1 Guncang Parigi Moutong Sulteng

    Parigi Moutong, Beritasatu.com – Gempa dengan magnitudo 6,1 terjadi di Parigi Moutong, Sulawesi Tengah (Sulteng), Selasa (28/1/2025) sekitar pukul 21.53 WIB.

    BMKG melaporkan, lokasi gempa berada di titik koordinat 0,53 derajat lintang utara dan 121,18 derajat bujur timur.

    Pusat gempa berada di sekitar 42 kilometer tenggara Parigi Moutong pada kedalaman 91 kilometer.

    “Hati-hati terhadap gempa bumi susulan yang mungkin terjadi,” tulis BMKG dalam situs web resminya.

    Gempa magnitudo 6,1 di Parigi Moutong ini tidak berpotensi tsunami. 

  • Jenazah WNI Korban Penembakan Aparat Malaysia Dipulangkan Besok

    Jenazah WNI Korban Penembakan Aparat Malaysia Dipulangkan Besok

    Jakarta, Beritasatu.com – Basri (50) merupakan warga negara Indonesia (WNI) asal Pulau Rupat, Bengkalis, Riau yang menjadi korban penembakan oleh Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia (APMM) akan dipulangkan besok, Rabu (29/1/2025). Rencananya jenazah Basri (50) akan diterbangkan dari Malaysia menggunakan maskapai komersial. 

    Kepala BP3MI Riau Fahmi Wahyu membenarkan perihal repatriasi jenazah Basri melalui Bandara Sultan Syarif Kasim II menuju kampung halamannya di Pulau Rupat, Bengkalis.

    “Terinfo jadwal kepulangan jenazah besok (menggunakan) AirAsia AK429 KUL-PKU ETD 15:40 ETA 15:35,” tulis Kepala BP3MI Riau Fahmi Wahyu kepada awak media, Selasa (28/1/2025).

    Dikonfirmasi terpisah, adik korban Azrai mengatakan, saat ini pihak keluarga tengah melakukan persiapan penyambutan kedatangan jenazah di Rupat.

    “Kami sedang berduka, dan dari pihak keluarga berharap jenazah almarhum cepat dipulangkan. Kita juga mengapresiasi langkah-langkah pemerintah yang telah memfasilitasi proses pemulangan jenazah anggota keluarga kami,” singkatnya.

    Sebelumnya, istri Almarhum Basri, Nurhaida, mengatakan, jenazah suaminya, salah seorang WNI yang menjadi korban penembakan di Malaysia itu, akan dimakamkan di tanah kelahirannya Pulau Rupat, Kabupaten Bengkalis, Riau.

    “Insyaallah dikebumikan di Pulau Rupat tempat kelahirannya. Saya masih dalam perjalanan ke Rupat,” ujar Nurhaida dengan singkat.

  • Kepanikan Warga hingga Sopir Truk Pasir Saat Banjir Lahar Dingin dari Gunung Semeru

    Kepanikan Warga hingga Sopir Truk Pasir Saat Banjir Lahar Dingin dari Gunung Semeru

    Lumajang, BeritaSatu.com – Hujan yang mengguyur kawasan puncak Gunung Semeru di Lumajang, Jawa Timur membuat banjir lahar dingin, Selasa (28/1/2025). Banjir yang membawa material sisa erupsi ini menerjang daerah sungai lahar. Akibatnya, warga dan sopir truk pasir berusaha mengamankan diri.

    Banjir lahar dingin Gunung Semeru yang menerjang wilayah Desa Jugosari, Kecamatan Candipuro membuat warga panik. Mereka terpaksa menyeberangi aliran banjir yang disertai material vulkanik sebelum debit air semakin meningkat.

    Tak hanya warga, sejumlah armada truk pasir dan alat berat bergegas menyelamatkan diri keluar dari aliran sungai setelah mendapat informasi banjir lahar menerjang Sungai Leprak tersebut. Berdasarkan laporan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, getaran banjir lahar terekam di seismogram dengan amplitudo mencapai 30 milimeter.

    “Ini segera mau pulang, padahal belum selesai muat pasir ke truk. Karena, dapat kabar ada banjir jadi mengamankan diri dari pada terjebak banjir tidak bisa pulang,” kata Wahyudi, salah seorang pekerja tambang pasir.

    Dampak dari banjir tersebut mengakibatkan satu pemukiman di Dusun Sumber Langsep, Desa Jugosari, Candipuro terisolir. Wilayah dusun tersebut berada di seberang sungai, dengan akses satu-satunya melalui jembatan limpas yang membentang di Sungai Leprak.

    Sehingga, aktivitas warga dari dusun maupun luar dusun tersebut mengalami hambatan akibat peristiwa ini. Hal tersebut sebagaimana yang dialami Safrizal, salah seorang kurir ekspedisi yang mengalami kendala untuk mengantar paket pelanggan akibat derasnya aliran banjir.

    “Ini tidak bisa mengantar paket, karena satu-satunya jalan cuma lewat sini. Jadi, kalau seperti ini terkendala kondisi alam, mau bagaimana lagi. Mungkin seharusnya pihak terkait bisa membangun jembatan gantung sebagai solusinya,” katanya.

    Diketahui, banjir lahar dingin ini terjadi setelah puncak Gunung Semeru diguyur hujan dengan intensitas tinggi sehingga debit air di aliran sungai mengalami peningkatan sehingga terjadinya peristiwa tersebut.