Category: Beritasatu.com Regional

  • Kapal Angkut 75 Pengungsi Rohingya Terdampar di Pantai Wisata Aceh

    Kapal Angkut 75 Pengungsi Rohingya Terdampar di Pantai Wisata Aceh

    Banda Aceh, Beritasatu.com – Setidaknya 75 pengungsi Rohingya, termasuk empat anak-anak, terdampar di atas kapal migran di perairan lepas pantai barat Aceh, Indonesia, pada Rabu (29/1/2025). Pihak berwenang di Aceh dilaporkan, mencegah para pengungsi Rohingya mendarat di kawasan wisata, Pantai Leuge, dan memerintahkan agar tetap berada di kapal.

    Petugas keamanan dikerahkan untuk mengawasi situasi di sekitar pantai, sementara warga setempat turut memberikan bantuan makanan dan mengambil dokumentasi foto kapal yang membawa para pengungsi.

    “Untuk sementara, mereka belum diizinkan turun, mengingat hari ini merupakan hari libur nasional (Imlek). Banyak aktivitas wisata berlangsung, dan ada kekhawatiran mereka akan berbaur dengan kerumunan serta melarikan diri,” ujar pejabat setempat, Rizalihadi.

    Ia menambahkan bahwa kebijakan sementara yang diterapkan adalah membiarkan mereka tetap di kapal hingga perwakilan dari Komisioner Tinggi PBB untuk Pengungsi (UNHCR) dan Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) tiba untuk menangani situasi ini.

    Minoritas Muslim Rohingya telah lama mengalami persekusi di Myanmar, memaksa ribuan orang mempertaruhkan nyawa mereka setiap tahun dalam perjalanan laut yang panjang dan berbahaya demi mencapai Malaysia atau Indonesia. Situasi ini kembali menyoroti krisis kemanusiaan yang terus berlangsung serta perlunya tanggapan internasional yang lebih efektif terhadap para pengungsi Rohingya ini.

  • Banjir Samarinda Makin Parah, Warga Terdampak Jadi 4.414 Jiwa

    Banjir Samarinda Makin Parah, Warga Terdampak Jadi 4.414 Jiwa

    Samarinda, Beritasatu.com – Ketinggian banjir yang melanda Kota Samarinda, Kalimantan Timur kian parah. Bahkan, saat ini ketinggian banjir telah mencapai 1,7 meter dan nyaris mencapai atap rumah warga, Rabu (29/1/2025) siang. Jumlah warga terdampak banjir pun bertambah menjadi 4.414 jiwa yang tersebar di tiga kelurahan di dua kecamatan.

    Pada pukul 09.00 Wita, ketinggian banjir masih mencapai 1,5 meter. Namun, pada pukul 12.00 Wita, ketinggian banjir kini sudah mencapai 1,7 meter dan nyaris mencapai atap rumah.

    Akibat makin parahnya kondisi banjir di Kota Samarinda, warga korban banjir pun terus bertambah jumlahnya. Bahkan, jumlah warga yang mengungsi ke tempat yang lebih aman pun juga ikut bertambah.

    Berdasarkan data dari posko banjir BPBD Kota Samarinda, jumlah warga yang terdampak banjir dari yang semula hanya 833 keluarga dengan total 2.677 jiwa, kini telah bertambah menjadi 1.235 keluarga dengan total 4.414 jiwa.

    Kepala Pelaksana BPBD Kota Samarinda Suwarso mengatakan, debit banjir di Kota Samarinda saat ini memang makin meningkat. Pasalnya, kawasan yang terendam banjir kini juga ikut bertambah, dari yang semula hanya dua kelurahan kini bertambah menjadi tiga kelurahan, yakni Kelurahan Sempaja Timur, Kelurahan Gunung Lingai, dan juga Kelurahan Temindung Permai.

    “Hasil pemantauan di lapangan, hari ini terjadi peningkatan debit air ya, ini tadinya dapur umum tadi malam masih aman sekarang ini sudah terendam di beberapa titik, dan akhirnya warga yang terdampak banjir juga mengalami peningkatan baik di Kelurahan Sempaja Timur, kemudian di Kelurahan Gunung Lingai, sampai ke Kelurahan Temindung Permai,” kata Suwarso kepada Beritasatu.com di posko banjir di Kelurahan Sempaja Timur, Kota Samarinda.

    Menurutnya, data sementara yang telah diterima oleh posko banjir BPBD Kota Samarinda, jumlah warga korban banjir memang telah bertambah menjadi lebih dari 4.000 jiwa. Namun, jumlah itu diperkirakan masih akan terus bertambah mengingat kondisi banjir yang masih terus meningkat.

    BPBD Kota Samarinda memprediksi ketinggian banjir di Kota Samarinda masih akan terus meningkat, mengingat kondisi cuaca hujan deras dengan intensitas tinggi masih akan terus terjadi selama dua hingga tiga hari ke depan.

  • Mobil Pikap Angkut Durian Terguling di Lampung, Duit Sopir hingga Buah Ludes Dijarah Warga

    Mobil Pikap Angkut Durian Terguling di Lampung, Duit Sopir hingga Buah Ludes Dijarah Warga

    Way Kanan, Beritasatu.com – Sebuah mobil pikap yang penuh muatan buah durian mengalami kecelakaan saat melintas di Kampung Banjarmasin, Baradatu, Kabupaten Way Kanan, Lampung. Bukannya menolong, warga justru menjarah seluruh buah durian. 

    Diketahui, tidak hanya durian yang hilang, surat kendaraan dan uang milik sopir pun juga raib diambil warga.

    Peristiwa mobil angkut durian terguling ini terjadi di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum), Kampung Banjarmasin, Kecamatan Baradatu, Kabupaten Way Kanan, Lampung pada Minggu (26/1/25) sekitar pukul 01.00 WIB.

    Setelah terguling, warga ramai-ramai mendatangi sekitar lokasi kejadian. Namun bukannya menolong, warga di lokasi kejadian, malah menjarah seluruh buah durian tanpa tersisa sedikit pun. Dari video amatir yang viral di media sosial (medsos) terlihat mobil angkut durian terguling, yang muatannya tumpah ke jalan.

    Warga sekitar yang berada di lokasi kejadian, langsung berebutan menjarah isi muatan. Mirisnya lagi, warga tidak hanya menjarah durian, tetapi juga menjarah dompet sopir.

    Saat polisi datang ke lokasi untuk pengamanan, seluruh durian yang berserakan di jalan telah raib.

    Pascakejadian, sopir mobil angkut durian terguling ini melaporkan peristiwa penjarahan yang dialaminya ke Polsek Baradatu, Way Kanan pada Senin (27/1/2025).

    Dalam laporannya, sopir bernama Suhendra mengalami kerugian materiil raibnya durian sebanyak 1.400 buah, uang tunai Rp 1.000.000 dan surat-surat kendaraan berupa STNK serta perlengkapan mobil. Total kerugian yang dialami Suhendra sebesar Rp 20 juta.

    Terkait peristiwa mobil angkut durian terguling ini, Kasat Lantas Polres Way Kanan AKP Asep Suhendi pada Rabu (29/1/2025) menjelaskan, insiden tersebut terjadi saat mobil pikup warna putih Nopol BG 8035 TG dikemudikan korban Suhendra bermuatan durian melaju dari arah Baradatu hendak menuju ke Jakarta.

    Sesampainya di lokasi peristiwa jalanan menikung, terdapat kendaraan yang searah dan berhenti. Korban kaget dan menghindar ke jalur kanan. Namun pada saat mobil korban hendak naik bahu jalan, salah satu ban kendaraannya turun hingga pengemudi hilang kendali dan kendaraan tidak stabil lalu terguling.

    “Akibat kejadian itu, tidak ada korban jiwa melainkan durian yang dibawa pengemudi Suhendra ini diduga dijarah oleh warga setempat, ditambah uang dan STNK korban yang ikut hilang,” kata Asep Suhendi di ruang kerjanya.

    Asep Suhendi meminta warga yang mengetahui peristiwa penjarahan yang dialami korban agar dapat melaporkan ke pihak kepolisian karena pihaknya memiliki bukti video saat terjadinya penjarahan. “Kembali kami mengingatkan, kami imbau untuk segera kembalikan, karena itu adalah milik orang lain,” ujar Asep Suhendi terkait insiden mobil angkut durian terguling ini.

  • Waspadai Gempa Susulan, Puluhan Pasien RSBG Kolaka Dirawat di Lobi Rumah Sakit

    Waspadai Gempa Susulan, Puluhan Pasien RSBG Kolaka Dirawat di Lobi Rumah Sakit

    Kolaka, Beritasatu.com – Puluhan pasien di Rumah Sakit Benyamin Guluh (RSBG) Kolaka, Sulawesi Tenggara, terpaksa menjalani perawatan di lobi rumah sakit usai gempa mengguncang Kolaka Timur dengan magnitudo 4,7 hingga 5,1 pada Rabu (29/1/2025). Keputusan ini diambil sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan.

    Berdasarkan pantauan Beritasatu.com, sebagian pasien terbaring di atas ranjang, sementara lainnya duduk di kursi roda dengan selang infus masih terpasang di tangan. Tak hanya pasien anak-anak, pasien dewasa turut dievakuasi ke lobi. Pihak rumah sakit bahkan memindahkan meja kerja perawat untuk memastikan pelayanan tetap maksimal meskipun gempa mengguncang hingga beberapa kali.

    Salah seorang keluarga pasien, Marliani, mengaku masih syok setelah merasakan getaran gempa. Ibunya, Fera, merupakan salah satu pasien yang harus dievakuasi ke lobi akibat gempa tersebut.

    Marliani menceritakan, saat kejadian sekitar pukul 11.31 Wita, ia yang sedang merawat ibunya merasakan guncangan yang semakin kuat. Ia pun bergegas keluar ruangan untuk memastikan keadaan.

    “Karena panik saat itu, seluruh pasien keluar dari gedung akibat gempa, dan kami mengevakuasi orang tua kami melalui jalur evakuasi meskipun infus masih terpasang,” cerita Marliani.

    Meski dirawat di lobi, Marliani merasa lebih tenang karena lokasi tersebut lebih aman apabila terjadi kondisi buruk.

    Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kolaka dr Muhammad Aris menjelaskan, saat ini RSBG Kolaka merawat 65 pasien, termasuk pasien ICU dan bayi. Meskipun gedung tidak mengalami kerusakan serius, beberapa bagian gedung retak akibat gempa.

    Pihak RSBG Kolaka menjamin pelayanan yang sama akan tetap diberikan kepada pasien yang dirawat di lobi rumah sakit. Pihak rumah sakit masih menunggu informasi terbaru dari BMKG untuk menentukan apakah perawatan di lobi dapat berakhir.

    Sebagai langkah pencegahan, BPBD Kolaka juga telah memasang tenda darurat di halaman rumah sakit untuk menghadapi kemungkinan terburuk. Tenda darurat ini akan tetap berdiri hingga waktu yang belum dapat dipastikan.

  • Fangin Tongin Jit Jong, Spirit Toleransi dalam Perayaan Imlek di Bangka Belitung

    Fangin Tongin Jit Jong, Spirit Toleransi dalam Perayaan Imlek di Bangka Belitung

    Bangka Belitung, Beritasatu.com – Bangka Belitung selalu punya cara unik dalam merayakan keberagaman. Setiap tahun, perayaan Tahun Baru Imlek menjadi lebih dari sekadar tradisi bagi masyarakat Tionghoa. Momen ini menjelma sebagai simbol kuatnya toleransi antarumat beragama dan etnis di negeri Serumpun Sebalai.

    Di provinsi yang dikenal dengan kerukunan warganya ini, Imlek bukan hanya milik satu kelompok. Dari berbagai latar belakang, warga datang bersilaturahmi ke rumah-rumah yang merayakan. Mereka duduk bersama, bercengkerama, menikmati hidangan khas Imlek, serta ikut larut dalam suasana sukacita tanpa melihat perbedaan suku, budaya, maupun agama.

    Toleransi di Bangka Belitung sudah mengakar sejak lama, terwujud dalam falsafah lokal Fangin Tongin Jit Jong yang berarti “semua sama, tak ada perbedaan”. Ungkapan ini bukan sekadar kata-kata, tetapi menjadi prinsip hidup masyarakat di Bangka Belitung. 

    Andi Kusuma, salah satu warga Bangka Belitung yang merayakan Imlek bahkan sengaja menyiapkan ketupat di rumahnya. 

    “Kalau kita bicara ketupat, (biasanya ada) pada momen perayaan Idulfitri. Jadi suasana Lebaran juga ada di perayaan Imlek,” kata Andi, Rabu (29/1/2025).

    Tak hanya makanan khas, tradisi bagi-bagi angpau dalam amplop merah untuk anak-anak juga tetap lestari. Semua ikut larut dalam euforia Imlek, mempererat hubungan tanpa batasan agama maupun etnis.

    “Diharapkan momen Imlek di Bangka Belitung seperti ini tetap lestari, demi mencapai persatuan dan kesatuan dalam hidup bermasyarakat dan bernegara,” kata Andi.

  • Polisi Gerebek Markas Bandar Sabu-sabu di Kendari yang Dipasok Napi

    Polisi Gerebek Markas Bandar Sabu-sabu di Kendari yang Dipasok Napi

    Kendari, Beritasatu.com – Tim Opsnal Satuan Narkoba Polresta Kendari menggerebek sebuah rumah di BTN Tunggal, Kelurahan Anawai, Kecamatan Wua-Wua, Kota Kendari, yang menjadi markas peredaran narkoba jenis sabu-sabu pada Rabu (29/1/2025) sekitar pukul 16.00 Wita.

    Dalam operasi tersebut, polisi mengamankan seorang pelaku bernama Arman Irsan beserta tiga rekannya yang berada di dalam kamar saat tengah mengecer narkoba.

    “Kami menerima laporan dari warga yang curiga dengan seringnya terjadi transaksi narkoba di wilayah Kecamatan Wua-Wua, Kota Kendari,” ujar Ariel, salah satu petugas yang terlibat dalam penggerebekan.

    Saat penggerebekan, polisi menemukan 30 paket sabu-sabu siap edar dengan berat bruto 14,95 gram yang disembunyikan di bawah kasur. Selain itu, sejumlah barang bukti lain juga turut diamankan.

    Menurut pengakuan pelaku, sabu-sabu tersebut diperoleh dari seorang narapidana di Lapas Kendari bernama Rahman Sandi alias Nepo, yang tak lain adalah pamannya sendiri. Arman mengaku ini adalah kali pertama ia diperintahkan oleh sang paman untuk mengedarkan narkoba.

    Setelah penangkapan markas sabu-sabu dan pemeriksaan di lokasi, polisi menggiring Arman ke Polresta Kendari untuk penyelidikan lebih lanjut. Sementara itu, tiga rekannya juga turut diamankan ke Mapolresta Kendari untuk diperiksa apakah mereka terlibat dalam peredaran narkoba tersebut.

  • Jenazah WNI Korban Penembakan di Malaysia Tiba di Pekanbaru, Disambut Pejabat RI

    Jenazah WNI Korban Penembakan di Malaysia Tiba di Pekanbaru, Disambut Pejabat RI

    Pekanbaru, Beritasatu.com – Jenazah Basri (50), warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban penembakan aparat Malaysia atau Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia (APMM) telah tiba di Terminal Kargo Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru pada Rabu (29/1/2025) sekitar pukul 15.35 WIB. 

    Berdasarkan pantauan Beritasatu.com, kedatangan jenazah disambut oleh Pj Gubernur Riau Rahman Hadi, Wakapolda Riau Brigjen Adrianto Jossy Kusumo, Sekretaris Dirjen Perlindungan KP2MI Brigjen Pol Dayan Victor Imanuel Blegur, Direktur Reintegrasi dan Penguatan Keluarga KP2MI Hadi Wahyuningrum, serta Direktur Perlindungan WNI Kemenlu Judha Nugraha.

    Direktur Perlindungan WNI Kemenlu Judha Nugraha menyampaikan duka cita atas insiden yang menimpa Basri. 

    “Kami menyampaikan duka cita yang mendalam atas berpulangnya almarhum Basri dan kita doakan mendapat tempat yang baik di sisinya,” kata Judha. 

    Judha menambahkan, sejak awal kasus ini mencuat, Kemenlu telah melakukan berbagai upaya untuk menangani proses pemulangan jenazah. 

    “Hari ini jenazah sudah bisa kami pulangkan dan akan segera diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan,” katanya.

    Sementara itu, Sekretaris Dirjen Perlindungan KP2MI Brigjen Pol Dayan Victor Imanuel Blegur menyampaikan, proses pemulangan jenazah dari Malaysia ke Indonesia berjalan dengan lancar. 

    Diketahui, Basri merupakan warga Pulau Rupat, Bengkalis, Riau, yang menjadi korban penembakan oleh aparat Malaysia. Jenazahnya dipulangkan ke Indonesia pada Rabu (29/1/2025) sore menggunakan maskapai AirAsia AK429 dengan jadwal keberangkatan dari Kuala Lumpur pukul 15.40 WIB dan tiba di Pekanbaru pukul 15.35 WIB.

  • Barongsai Hibur Warga Banda Aceh Saat Imlek

    Barongsai Hibur Warga Banda Aceh Saat Imlek

    Aceh, Beritasatu.com – Penampilan barongsai menjadi hal paling ditunggu saat perayaan Imlek di Banda Aceh. Masyarakat berkumpul di halaman kantor Yayasan Hakka Aceh, Rabu (29/1/2025) menyaksikan atraksi tersebut.

    Selain etnis Tionghoa, masyarakat muslim juga datang beramai-ramai untuk melihat dan menikmati penampilan empat barongsai berkostum singa dari Federasi Olahraga Barongsai Indonesia (FOBI) Aceh. Puluhan remaja, orang tua dan anak-anak kecil juga antusias menyaksikan tarian tradisional Tiongkok ini. Tak inngin terlewat, mereka ikut mengabadikan momen ini.

    Meski dikenal sebagai Serambi Makkah, di sini barongsai menjadi simbol keberagaman serta toleransi antarumat beragama. Hal itu dibuktikan oleh warga setempat Kezia Azilla. Meski berhijab, dia menjadi bagian dari tim barongsai Aceh.

    “Tentu hal ini menjadi suatu kebanggaan tersendiri,” ungkap Kezia.

    Dia pun tidak merasa terdiskriminasi meski tampil mengenakan hijab.

    Atraksi barongsai di Banda Aceh kali ini dijadwalkan dari pagi hingga sore hari. Tentu ini membuat masyarakat memadati lokasi-lokasi yang sudah ditentukan, agar bisa menikmati tarian barongsai lebih lama.

    Bagi mereka, menyaksikan liukan empat kostum singa ini menjadi hiburan tersendiri. Tak hanya menikmati, mereka juga ikut mengabadikan momen tersebut dengan kamera handphone.

    Ferdi, warga Aceh memboyong keluarganya untuk melihat atraksi ini. Momen ini terbilang langka baginya. Pasalnya jika bukan saat Imlek, maka pentas barongsai di Aceh jangan dimainkan.

  • Ribuan Warga Padati Kelenteng Kwan Tie Miau, Pusat Perayaan Imlek di Pangkalpinang

    Ribuan Warga Padati Kelenteng Kwan Tie Miau, Pusat Perayaan Imlek di Pangkalpinang

    Pangkalpinang, Beritasatu.com – Perayaan Tahun Baru Imlek 2576 atau 2025 berlangsung meriah di Kelenteng Kwan Tie Miau, kelenteng tertua di Pangkalpinang, Bangka Belitung.

    Kelenteng yang telah berusia lebih dari 200 tahun ini menjadi pusat perayaan Imlek di Kota Pangkalpinang tahun ini.

    Ribuan masyarakat telah memadati kelenteng sejak sore hingga tengah malam, meskipun diguyur hujan deras, demi menyaksikan pertunjukan barongsai.

    Tak hanya masyarakat etnis Tionghoa, warga dari berbagai latar belakang juga turut hadir memeriahkan malam Tahun Baru Imlek kali ini.

    Ketua Matakin Babel Hendri Gunawa mengatakan, selain pertunjukan barongsai, jemaah Kelenteng Kwan Tie Miau juga melaksanakan sembahyang satu hari sebelum Tahun Baru Imlek.

    “Sembahyang pada satu hari sebelum Tahun Baru Imlek 2576 Kongzili merupakan awal dari permohonan di tahun yang baru ini. Umat kelenteng ini sudah mulai berdatangan sejak pukul 04.00 WIB dan terus silih berganti,” ujar Hendri Gunawa pada Selasa (28/1/2025).

    Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa puncak perayaan Imlek di Pangkalpinang ditandai dengan penyalaan lilin dan sembahyang bersama pada tengah malam pukul 23.00 WIB.

    “Berharap dan berdoa memohon kepada Dewa Kwan Kong serta dewa-dewi di kelenteng ini agar diberikan keselamatan dan kesuksesan,” jelasnya.

    Sementara itu, salah satu jemaah Kelenteng Kwan Tie Miau, Lauren, berharap agar di tahun baru ini semua kegiatan berjalan lancar dan lebih meriah.

    “Imlek kali ini terasa lebih menarik dan ramai dibanding tahun sebelumnya, karena sebelumnya masih ada dampak Covid-19. Harapannya, meskipun musim hujan, semoga tidak banjir,” ujarnya.

    Senada dengan Lauren, Novela juga berharap agar di tahun ular kayu ini kariernya semakin berkembang dan rezekinya lancar.

    “Di tahun ular Kayu 2025 ini, semoga kita semua semakin sukses, karier semakin jaya, dan perayaan Imlek tetap ramai meskipun musim hujan,” tuturnya saat merayakan Imlek di Pangkalpinang.

  • Banjir di Samarinda Kian Parah, Relawan Memasak di Tengah Kepungan Air

    Banjir di Samarinda Kian Parah, Relawan Memasak di Tengah Kepungan Air

    Samarinda, Beritasatu.com – Banjir di Kota Samarinda, Kalimantan Timur semakin parah. Kini ketinggian banjir meningkat hampir dua kali lipat jika dibandingkan Selasa (28/1/2025) kemarin. 

    Peningkatan volume banjir yang merendam kawasan pemukiman warga di Kelurahan Sempaja Timur, Samarinda ini, disebabkan akibat tingginya curahnya hujan yang melanda wilayah Kalimantan Timur, pada Rabu (29/1/2025) dini hari tadi.

    Ketinggian banjir yang semula hanya 70 sentimeter kini naik mencapai 1,5 meter membuat dapur umum yang memasok kebutuhan makan siap saji bagi ribuan warga turut terendam banjir.

    Aktivitas dan kegiatan masak-memasak di dapur umum pun terpaksa harus dilakukan di tengah genangan banjir. Kondisi ini terjadi sejak pukul 04.00 Wita sehingga menyebabkan sejumlah peralatan masak ikut terendam banjir.

    Salah seorang relawan, Tina mengaku kondisi ini membuatnya semakin kewalahan akibat kekurangan jumlah tenaga. 

    “Ini saya lagi masak untuk para korban banjir di daerah Bengkuring, Sempaja Timur. Jadi kalau ada yang bisa bantu tolong dibantu karena tenaga kita untuk membungkus nasinya kurang,” ujar Tina saat disapa Beritasatu.com di dapur umum posko Banjir Kelurahan Sempaja Timur, Kota Samarinda, Rabu (29/1/2025) Siang.

    Kendati dapur umum terendam banjir, produksi makanan siap saji untuk warga korban banjir dipastikan tetap beroperasi. Seluruh peralatan masak dan logistik bahan makanan juga telah dipastikan aman dan tetap higienis sehingga proses masak-memasak di dapur umum bisa terus berjalan.

    “Untuk semua peralatan masak, insya Allah aman, untuk logistik aman terkendali ya,” tegas Arifin, selaku Kepala dapur umum posko banjir Samarinda.

    Menurut Arifin, dapur umum ini telah beroperasi sejak Selasa (28/1/2025) kemarin dan telah mendistribusikan sedikitnya 3.000 nasi bungkus untuk seluruh warga korban banjir. Namun, akibat saat ini kondisi dapur umum yang masih tergenang banjir,  maka pada Rabu (29/1/2025) ini, dapur umum hanya memproduksi 2.900 nasi bungkus per sekali masak untuk tiga kali pengiriman untuk korban banjir di Samarinda.