Category: Beritasatu.com Regional

  • Banjir 1 Pekan di Kutai Timur Rendam 2 Sekolah

    Banjir 1 Pekan di Kutai Timur Rendam 2 Sekolah

    Kutai Timur, Beritasatu.com – Banjir yang melanda Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur turut merendam dua bangunan sekolah, Jumat (31/1/2025) pagi. Akibatnya, aktivitas pembelajaran tatap muka di sekolah pun terpaksa harus diliburkan sementara.

    Banjir yang melanda Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur telah berlangsung selama sepekan dan kini kondisinya sudah berangsur surut. Namun, banjir dengan ketinggian 30 cm masih merendam dua bangunan sekolah, yakni di Sekolah Luar Biasa Negeri Kutai Timur dan di SD Negeri 001 Kecamatan Sangatta Selatan.

    Di Sekolah Luar Biasa Negeri Kutai Timur, saat ini terpantau masih tergenang banjir dengan ketinggian air yang mencapai 30 cm. Sebelumnya, gedung dan bangunan Sekolah Luar Biasa Negeri Kutai Timur ini sempat terenda banjir dengan ketinggian yang mencapai hampir 60 cm.

    Kepala Sekolah Luar Biasa Negeri Kutai Timur Haristo mengatakan, saat ini banjir yang merendam sekolah sudah berangsur surut. Namun, banjir sempat merendam sedikitnya enam ruangan kelas, ruang perpustakaan, ruang IT, serta ruangan UKS sehingga menyisakan lumpur tebal.

    Oleh sebab itu, pembelajaran tatap muka di sekolah ini pun terpaksa harus kembali diliburkan, lantaran para guru saat ini tengah fokus untuk membersihkan ruangan dari sisa-sisa lumpur yang terbawa oleh genangan banjir.

    “Kondisi sekolah ini saat ini masih banjir ya, yang terendam ini ada enam kelas, ada ruangan perpustakaan, ruangan UKS, ruang IT, dan dapur. Semua bangunan lama yang terendam,” ujar Haristo saat ditemui di SLB Negeri Kutai Timur.

    Hal serupa juga terjadi di SD Negeri 001 Kecamatan Sangatta Selatan, yang hingga saat ini masih tergenang banjir dengan ketinggian air yang mencapai 20 cm. Banjir yang merendam gedung SD Negeri 001 ini, sebelumnya sempat mencapai hingga 50 cm.

    Kepala Sekolah SD Negeri 001 Kecamatan Sangatta Selatan Syamsudin mengatakan, banjir di Kutai Timur yang melanda sekolah ini terjadi sejak Senin (27/1/2025) lalu.

    Untuk mencegah agar para murid tak kesulitan saat berada di sekolah, maka pembelajaran di sekolah pun terpaksa harus diliburkan sementara dan akan dimulai kembali pada Senin (2/2/2025) pekan depan. Dia berharap banjir di Kutai Timur benar-benar surut.

  • Perkuat Ekosistem Haji dan Umrah, DPD AMPHURI DIY Dikukuhkan

    Perkuat Ekosistem Haji dan Umrah, DPD AMPHURI DIY Dikukuhkan

    Yogyakarta, Beritasatu.com – Dewan Pengurus Pusat (DPP) Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (AMPHURI) mengukuhkan Dewan Pengurus Daerah (DPD) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) periode 2024-2028 di Yogyakarta. 

    DPD AMPHURI DIY merupakan kepanjangan tangan dari DPP AMPHURI untuk memberikan perlindungan dan pelayanan kepada anggota di seluruh Indonesia.

    Pengurus DPD AMPHURI DIY dikukuhkan sebagai komitmen AMPHURI untuk memastikan ekosistem haji dan umrah bisa tumbuh dari seluruh Indonesia dan tidak hanya tersentralisasi di Jakarta, termasuk di Yogyakarta yang saat ini menyumbang cukup banyak jamaah.

    “Hadirnya DPD Yogyakarta adalah bagian dari keseriusan kami sebagai asosiasi untuk memastikan pelaku usaha di bawah AMPHURI mendapat pelayanan, perlindungan, perhatian dan juga bantuan dari pusat ketika terjadi kendala dalam pelayanan,” kata Ketua Umum AMPHURI, Firman M Nur kepada Beritasatu.com, Kamis (30/1/2025).

    Sementara itu Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama DIY Ahmad Bahiej mendukung penuh pengukuhan pengurus baru DPD AMPHURI DIY. Kebardaannya sebagai stakeholder penyelenggaraan umrah dan haji bisa turut mendorong pertumbuhan perekonomian di DIY.

    “Saya mendukung penuh DPD AMPHURI DIY sebagai salah satu stakeholder dalam penyelenggaraan umrah. Kita juga punya kepentingan karena ketika umrah bisa diberangkatkan dari Yogyakarta, tentu ini juga akan menggairahkan perekonomian, menggairahkan bagaimana umrah bisa berangkat langsung dari Yogyakarta tanpa harus melalui bandara transit yang berada di Jakarta atau tempat lain,” ungkap Ahmad Bahiej.

    Pengurus DPD AMPHURI DIY diisi oleh para profesional yang usahanya rata-rata perusahaan terbaik yang berada di Yogyakarta. Pengukuhan ini menjadi langkah awal yang strategis dalam memperkuat peran AMPHURI di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta, sekaligus mendukung perkembangan layanan umrah dan haji yang lebih baik ke depannya.

  • Tim SAR Cari Warga yang Hilang di Hutan Halmahera Timur Saat Berburu

    Tim SAR Cari Warga yang Hilang di Hutan Halmahera Timur Saat Berburu

    Halmahera Timur, Beritasatu.com – Kantor Pencarian dan Pertolongan Ternate (SAR Ternate), Maluku Utara, melakukan pencarian terhadap Ali Mustofa (27), seorang warga Desa Subaim, Kabupaten Halmahera Timur, yang diyatakan hilang saat berburu burung di hutan Gunung Putih.

    Proses pencarian ini dilakukan setelah Kantor Pencarian dan Pertolongan Ternate menerima laporan terjadi kondisi membahayakan jiwa manusia  pada, Jumat (31/01/25) sekitar pukul 04.50 WIT.

    Kronologis kejadian pada Rabu (29/1/2025) pukul 10.00 WIT, korban bersama kedua rekannya pergi berburu burung di wilayah kawasan Gunung Putih, di Desa Subaim, Kecamatan Wasile. Namun, saat perjalanan pulang korban terpisah dengan rekannya di sekitar Kali Tolawi.

    Masyarakat Desa Subaim bersama keluarga korban telah berupaya melaksanakan pencarian, tetapi hasilnya masih nihil. Selanjutnya pihak keluarga melaporkan kejadian tersebut dan memohon bantuan SAR Ternate.

    Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Ternate, Iwan Ramdani menyampaikan, setelah menerima laporan pada Jumat (31/1/2025) pukul 05.10 WIT, tim Rescue Kansar Ternate bergerak menuju lokasi untuk melakukan pencarian dan pertolongan terhadap korban hilang. 

    Dia juga menyampaikan pencarian terhadap korban hilang terus dilakukan tim SAR bersama masyarakat dan keluarga korban dengan harapan korban segera ditemukan.

    “Sementara unsur yang terlibat dalam operasi SAR. tim Rescue Kansar Ternate, BPBD Halmahera Timur, Babinsa Subaim, Polsek Subaim, keluarga korban, dan masyarakat setempat,” ujarnya tentang pencarian korban hilang saat berburu tersebut.

  • BMKG: Sebagian Besar Kota di Indonesia Berpotensi Hujan Hari Ini

    BMKG: Sebagian Besar Kota di Indonesia Berpotensi Hujan Hari Ini

    Jakarta, Beritasatu.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi cuaca berawan serta hujan dengan berbagai tingkat intensitas akan terjadi di sebagian besar kota besar di Indonesia pada hari ini, Jumat (31/1/2025).

    Dalam prakiraan cuaca daring yang dipantau dari Jakarta, Prakirawan BMKG Raeni Chindi menyampaikan bahwa cuaca berawan berpotensi meliputi Banda Aceh, Padang, Medan, Pekanbaru, Jambi, dan Tanjung Pinang. Sementara itu, Palembang diprediksi mengalami kondisi udara kabur.

    Pada periode yang sama, hujan ringan diperkirakan turun di Pangkal Pinang, sedangkan Bandar Lampung berpotensi mengalami hujan disertai petir. Cuaca serupa dengan potensi petir juga dapat terjadi di Bengkulu.

    “Di Pulau Jawa, hujan ringan diprakirakan turun di Serang, Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, dan Surabaya,” ujar Raeni.

    Untuk wilayah Bali dan Nusa Tenggara, hujan disertai petir berpotensi terjadi di Kupang, sementara Denpasar dan Mataram diprediksi berawan.

    Kondisi cuaca di Kalimantan juga bervariasi, dengan hujan ringan berpotensi terjadi di Palangka Raya dan Tanjung Selor, hujan intensitas sedang di Banjarmasin, serta hujan disertai petir di Samarinda. Sementara itu, Pontianak diprakirakan mengalami cuaca berawan tebal.

    BMKG juga memperingatkan potensi hujan di seluruh ibu kota provinsi di Sulawesi. Kendari dan Palu diperkirakan mengalami hujan ringan, Makassar, Mamuju, dan Gorontalo berpotensi hujan sedang, sedangkan Manado kemungkinan besar akan diguyur hujan disertai petir.

    Di wilayah timur Indonesia, BMKG memprediksi hampir seluruh kota besar akan mengalami hujan. Hujan ringan diperkirakan turun di Ambon, Manokwari, dan Jayapura, sedangkan hujan intensitas sedang berpotensi terjadi di Sorong, Nabire, Jayawijaya, dan Merauke. Ternate diprediksi akan diguyur hujan dengan petir.

  • Pagar Laut Sidoarjo, Menteri Nusron Wahid Batalkan SHGB atas Lahannya

    Pagar Laut Sidoarjo, Menteri Nusron Wahid Batalkan SHGB atas Lahannya

    Jakarta, Beritasatu.com – Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid akan membatalkan membatalkan penerbitan sertifikat hak guna bangunan (SHGB) terkait pagar laut di Kelurahan Segoro Tambak, Kecamatan Sedati, Sidoarjo, Jawa Timur. Pasalnya, wilayah tersebut telah berubah menjadi lautan dan masuk dalam kategori tanah musnah.

    Menteri Nusron Wahid mengungkapkan, terdapat tiga SHGB terkait pagar laut di wilayah tersebut dengan perincian, PT Surya Inti Permata dengan luas 285,1652 hektare, PT Semeru Cemerlang dengan luas 152,3655 hektare, dan PT Surya Inti Permata dengan luas 219,3178 hektare.

    “Nomor satu dan dua ini dahulunya merupakan tambak. Namun, berdasarkan peta terbaru, wilayah tersebut telah berubah. Oleh karena itu, kami akan menghapus dan membatalkan sertifikatnya karena termasuk dalam kategori tanah musnah,” ujar Menteri ATR/BPN Nusron Wahid saat rapat kerja bersama Komisi II DPR di gedung DPR, Jakarta, Kamis (30/1/2025).

    Kata Nusron, tanpa pembatalan, HGB milik PT Surya Inti Permata dan PT Semeru Cemerlang akan berakhir pada 2026.

    “HGB ini diberikan pada Februari 1996, sehingga masa berlakunya 30 tahun akan habis tahun depan. Namun, berdasarkan fakta materiel lahan tersebut telah menjadi tanah musnah sehingga bisa langsung dibatalkan,” tandasnya.

    Sementara itu, untuk pagar laut milik PT Surya Inti Permata yang memiliki luas lebih kecil, Nusron Wahid menyebut lahannya masih ada.

    “Yang ketiga masih memiliki tanah, dulunya memang merupakan tambak,” pungkasnya.

    Sebelumnya, Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Jawa Timur mendesak Badan Pertanahan Nasional (BPN) mencabut Hak Guna Bangunan (HGB) di perairan Kecamatan Sedati, Sidoarjo, Jawa Timur (Jatim).

    Desakan Walhi Jatim tersebut merupakan tanggapan atas adanya HGB untuk lahan seluas 656 hektare di perairan tersebut. Walhi menilai HGB tersebut mengancam ekosistem laut.

    “Kami minta BPN mencabut HGB di perairan Sedati, Sidoarjo. HGB di tengah laut jelas mengancam ekosistem dan keberlanjutan lingkungan,” ujar Direktur Eksekutif Walhi Jawa Timur Wahyu Eka Setyawan di Surabaya, Rabu (22/1/2025).

    Menurutnya, temuan adanya HGB di wilayah laut Desa Segoro Tambak, Kecamatan Sedati, Sidoarjo, tersebut merupakan kejanggalan.

    “Munculnya HGB ini juga menimbulkan kejanggalan, sebab sesuai aturan, HGB hanya dapat diterbitkan di wilayah daratan dengan peruntukan yang jelas,” tandasnya.

  • Gadis di Bawah Umur Diperkosa 19 Laki-laki di Gorontalo

    Gadis di Bawah Umur Diperkosa 19 Laki-laki di Gorontalo

    Gorontalo, Beritasatu.com – Seorang gadis di Gorontalo yang masih di bawah umur diduga menjadi korban pemerkosaan oleh 19 orang laki-laki.

    Subdit IV Ditreskrimum Polda Gorontalo, Iptu Pranti Natalia Olii menyebut kasus tersebut terungkap saat orang tua korban melaporkan ke pihak kepolisian, bahwa anaknya sudah lima hari tidak pulang.

    Korban akhirnya ditemukan oleh orang tuanya di Kelurahan Padebuolo, Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo. Setelah dijemput, korban langsung dibawa orang tuanya ke Polsek Telaga untuk dimintai keterangan dan ditemukan adanya kekerasan seksual.

    “Melaporkan pada Jumat (24/1/2025) telah terjadi tindak pidana perundungan anak yakni persetubuhan dan pencabulan,” kata Iptu Pranti

    Setelah melalui pemeriksaan lebih lanjut, terungkap bahwa korban bukan hanya diperkosa oleh satu orang, melainkan 19 orang remaja. Iptu Pranti mengungkapkan, kasus dugaan pemerkosaan ini terjadi di tiga tempat dalam waktu yang berbeda.

    “Ada tiga waktu dan tempat kejadian. Kejadian pertama terjadi pada Sabtu (18/1/2025, itu TKP-nya di Jalan Rambutan, Kecamatan Dungingi, Kota Gorontalo. TKP kedua terjadi pada Minggu (19/1/2025) sekitar pukul 01.00 dini hari Wita, bertempat di Kelurahan Tenilo, Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo. Sementara TKP ketiga terjadi antara 20-23 Januari 2025, di Kelurahan Padebuolo, Kecamatan Kota Timur, Kota Gorontalo,” ungkap Iptu Pranti Natalia.

    Awalnya korban dijemput oleh teman lelakinya berinisial R di rumah korban dan dibawa ke salah satu penginapan Jalan Rambutan, Kecamatan Dungingi, Kota Gorontalo. Di situlah terjadi bujukan dan paksaan oleh R untuk melakukan persetubuhan.

    Kemudian korban dibawa di salah satu rumah pelaku lainnya di Kelurahan Tenilo, Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo. Di TKP kedua ini pelakunya sembilan orang.

    “Setelah membawa korban ke rumah pelaku, saat berada di dalam kamar pelaku membujuk bahkan mengancam korban jika tidak mau melakukan persetubuhan korban tidak akan diantar pulang. Setelah pelaku melakukan persetubuhan, korban kemudian ditinggalkan di kamar. Setelah itu masuk lagi beberapa pelaku, yang dilakukan secara bergantian sampai dengan pukul 04.00 Wita. Para pelaku ada yang melakukan persetubuhan ada juga yang melakukan pencabulan. Pemerkosaan itu dilakukan pada pukul 01.00 sampai dengan pukul 04.00 Wita,” kata Iptu Pranti Natalia.

    Sementara TKP ketiga berada di rumah pelaku lainnya di Kelurahan Padebuolo, Kecamatan Kota Timur, Kota Gorontalo. Di TKP ketiga ini pelakunya ada 10 orang.

    “TKP ketiga terjadi antara 20-23 Januari 2025, di Kelurahan Padebuolo, Kecamatan Kota Timur, Kota Gorontalo,” jelas Iptu Pranti Natalia Olii

    Dari hasil pemeriksaan saksi dan barang bukti yang ditemukan, Kepolisian Daerah (Polda) Gorontalo telah menetapkan 19 orang terduga pelaku sebagai tersangka dalam kasus dugaan pemerkosaan secara bergilir gadis di bawah umur, Kamis (30/1/2025).

    Dari 19 orang tersangka, 12 di antaranya masih di bawah umur sehingga ditahan.

    Polisi menerapkan pasal tentang perlindungan anak dalam kasus perkosaan gadis di bawah umur ini. Ke-19 orang tersangka dikenai Pasal 81 ayat (1) dan/atau ayat (2), dan/atau Pasal 82 ayat (1) UU Nomor 17 Tahun 2016 tentang Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perpu) Nomor 1 Tahun 2016 tentang perubahan kedua UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak menjadi UU juncto UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman hukuman penjara paling singkat lima tahun dan paling lama 15 tahun, dan denda paling banyak Rp 5 miliar.

  • RS dan Puluhan Rumah Rusak Akibat Gempa Magnitudo 5,1 di Kolaka

    RS dan Puluhan Rumah Rusak Akibat Gempa Magnitudo 5,1 di Kolaka

    Kolaka, Beritasatu.com – Gempa berkekuatan Magnitudo 5,1 yang melanda Kolaka Timur pada Rabu (29/1/2025) siang menyebabkan puluhan rumah dan rumah sakit mengalami kerusakan parah.

    Berdasarkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kolaka Timur (Koltim), Sulawesi Tenggara (Sultra) mencatat 33 rumah warga rusak akibat gempa di Kolaka ini.

    Kerusakan terparah terjadi di Kelurahan Horodopi Kecamatan Mowewe Kolaka Timur Sulawesi Tenggara. Akibat gempa ini dinding rumah warga rusak parah hingga roboh.

    Rumah ibadah hingga fasilitas umum juga dilaporkan rusak. BPBD Kolaka Timur sampai saat ini masih dilakukan pendataan.

    Tak hanya itu, puluhan pasien dievakuasi karena tembok pada gedung Rumah Sakit Benyamin Guluh (RSBG) Kolaka mengalami retak-retak. Diduga, retakan pada tembok itu imbas getaran gempa bumi di Kolaka Timur.

    Pj Bupati Kolaka Muhammad Fadlansyah saat meninjau kondisi RSBG Kolaka, mengatakan, 65 pasien telah dievakuasi ke lobi rumah sakit. Dia menerangkan mereka yang dievakuasi adalah pasien yang berada di kamar lantai atas dan dipindah ke lantai satu.

    Fadlansyah menilai, saat ini kondisi sudah terbilang aman, evakuasi hanya upaya untuk mewaspadai getaran gempa susulan yang lebih besar.

    Tembok gedung rumah sakit mengalami retakan ringan, ia pun menegaskan gedung RSBG Kolaka masih kokoh, karena tidak mengakibatkan kerusakan fatal imbas getaran gempa.

    Saat ini pihaknya sudah bekerja sama dengan tim Dinas Kesehatan dan BPBD Kolaka untuk mengecek retakan pada tembok rumah sakit itu. Dari hasil pemeriksaan bangunan gedung dinyatakan masih aman untuk ditempati.

    “Hanya retak sedikit. Insyaallah masih kokoh dan aman untuk ditempati, hanya memang kita semua tetap waspada dan antisipasi gempa susulan,” terangnya tentang akibat gempa di Kolaka ini pada Kamis (30/1/2025).

  • Samarinda Dilanda Banjir Setinggi 1 Meter, Proses Evakuasi Warga Dipercepat dengan 16 Perahu Karet

    Samarinda Dilanda Banjir Setinggi 1 Meter, Proses Evakuasi Warga Dipercepat dengan 16 Perahu Karet

    Samarinda, Beritasatu.com – Banjir setinggi lebih dari satu meter yang melanda Kota Samarinda, Kalimantan Timur, meluas hingga ke 11 kelurahan yang tersebar di lima kecamatan.

    Oleh sebab itu, guna mempercepat proses evakuasi warga korban banjir, BPBD Kota Samarinda yang dibantu TNI-Polri dan relawan menerjunkan hingga 16 unit perahu karet ke lokasi banjir.

    Meluasnya banjir di Kota Samarinda ini disebabkan akibat masih tingginya curah hujan yang diperparah oleh kondisi air pasang sehingga genangan banjir tak kunjung surut.

    Jumlah warga yang terdampak banjir pun terus bertambah, dari yang semula hanya 2.677 jiwa, kini bertambah menjadi 4.414 jiwa. Oleh sebab itu, BPBD Kota Samarinda pun harus bekerja ekstra untuk membantu proses evakuasi warga yang masih terjebak di dalam rumah.

    Kepala Pelaksana BPBD Kota Samarinda Suwarso mengatakan, untuk mempercepat proses evakuasi warga korban banjir di Kota Samarinda, maka pihaknya pun menerjunkan sedikitnya 16 unit perahu karet ke seluruh titik lokasi banjir. Belasan unit perahu karet itu merupakan bantuan dari pihak Damkar, TNI-Polri, dan sejumlah relawan.

    “Menurunkan 12 tambah empat, 16 unit itu gabungan ya, ada dari relawan, ada dari Damkar, ada dari BPBD kota, provinsi, bahkan ini tadi ada penambahan-penambahan,” kata Suwarso.

    Menurut Suwarso, saat ini sebagian besar warga korban banjir Samarinda telah memilih mengungsi ke rumah keluarga dan kerabatnya masing-masing tanpa melapor ke petugas maupun posko banjir di masing-masing kelurahan.

     

  • Jenazah WNI Asal Riau Ditembak Aparat Malaysia Tiba di Rumah Duka

    Jenazah WNI Asal Riau Ditembak Aparat Malaysia Tiba di Rumah Duka

    Pekanbaru, Beritasatu.com – Jenazah korban penembakan oleh Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia (APMM) tiba di kampung halaman, Desa Terkul, Kecamatan Rupat Kabupaten Bengkalis, Riau, Rabu (29/1/2025) malam. Kedatangan jenazah disambut isak tangis keluarga. 

    Jenazah Basri (50), sebelumnya tiba di terminal kargo Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru, Rabu (29/1/2025) sekitar pukul 15.35 WIB. Jenazah tiba menggunakan pesawat AirAsia AK429 KUL-PKU. 

    Untuk sampai ke kampung halaman korban, iring-iringan jenazah harus menempuh perjalanan darat dan laut selama tiga jam lebih. Setelah tiba di rumah duka, pihak keluarga dan kerabat telah menunggu prosesi penyerahan jenazah. 

    Jenazah Basri diserahterimakan kepada pihak keluarga oleh Dirjen Perlindungan WNI Kemenlu Judha Nugraha bersama KP2MI dan BP3MI Riau. 

    “Sejak awal kejadian, berbagai macam langkah sudah dilakukan oleh Kemenlu melalui KBRI Kuala Lumpur. Ini (pemulangan) lebih cepat dari yang kita perkirakan,” kata Judha. 

    Dia menegaskan Kemenlu bersama pihak terkait akan melakukan investigasi kasus penembakan WNI ini. “Tadi sudah saya jelaskan kepada pihak keluarga mengenai urutan kejadian dan adanya investigasi menyeluruh terhadap insiden ini untuk bisa mengetahui apa sebetulnya yang terjadi dan apakah tindakan APMM sesuai prosedur atau tidak,” kata dia.

    “Kita menghormati hukum yang ada di Malaysia, tetapi kita memperjuangkan hak dari warga negara kita,” paparnya terkait penembakan WNI oleh aparat Malaysia ini. 

    Diketahui, warga Pulau Rupat, Bengkalis, Riau bernama Basri menjadi korban penembakan oleh aparat Malaysia dari APMM pada Jumat (24/1/2025) dini hari. Jenazah korban dipulangkan Rabu (29/1/2025) sore dengan menggunakan maskapai AirAsia AK429 KUL-PKU.

  • Terendam Banjir, Ratusan Hektare Tanaman Padi di Tulang Bawang Terancam Gagal Panen

    Terendam Banjir, Ratusan Hektare Tanaman Padi di Tulang Bawang Terancam Gagal Panen

    Tulang Bawang, Beritasatu.com – Ratusan hektare tanaman padi milik petani di Kecamatan Gedung Aji Baru, Kabupaten Tulang Bawang, Lampung terendam banjir, Rabu (29/1/2025).

    Dengan ketinggian air mencapai 30 sentimeter hingga 40 sentimeter menyebabkan kondisi tanaman padi mulai rusak dan membusuk. Kondisi tersebut menyebabkan para petani terancam gagal panen.

    Akibat intensitas curah hujan yang tinggi di wilayah Kabupaten Tulang Bawang, Lampung sejak satu pekan terakhir, ratusan hektare tanaman padi milik petani terendam banjir.

    Ratusan hektare sawah yang terendam banjir ini berada di Kampung Sido Mekar, Kecamatan Gedung Aji Baru, Kabupaten Tulang Bawang, Lampung. Saat ini, padi-padi itu seperti berada di dalam danau.

    Banjir yang merendam ratusan hektare sawah di Kampung Sido Mekar ini menutupi tanaman padi yang baru berumur sekitar dua minggu hingga satu bulan.

    Selain akibat curah hujan yang tinggi, terendamnya ratusan hektare tanaman padi di Kampung Sido Mekar ini akibat meluapnya Sungai Way Pidada yang menyebabkan jebolnya tanggul penahan banjir. Kondisi banjir diperparah dengan dangkalnya aliran air di tanggul.

    Suwito (50), salah seorang petani di Kampung Sido Mekar mengatakan, banjir yang tidak kunjung surut menyebabkan tanaman padi mereka rusak dan terancam gagal panen.

    Petani berharap Dinas Pertanian Tulang Bawang dapat memberikan bantuan bibit padi untuk mengganti tanaman padi yang terendam banjir di Lampung.