Category: Beritasatu.com Regional

  • Bocah 7 Tahun Hilang Diduga Diterkam Buaya di Perairan Muara Pangkalbalam

    Bocah 7 Tahun Hilang Diduga Diterkam Buaya di Perairan Muara Pangkalbalam

    Pangkalpinang, Beritasatu.com – Seorang bocah berusia 7 tahun dilaporkan hilang setelah diduga diterkam buaya muara di Perairan Muara Pangkalbalam, Kota Pangkalpinang, Provinsi Bangka Belitung. Korban, yang diketahui bernama Tina (7), merupakan warga Pangkalarang.

    Menurut laporan, kejadian tragis bocah hilang ini terjadi pada Minggu (2/2/2025) sore. “Saat korban sedang asyik bermain pasir di pinggir sungai, tiba-tiba seekor buaya langsung menerkam dan menyeret korban ke dalam air,” ujar Dantim Basarnas Pangkalpinang, Supani.

    Sebelum kejadian, Tina bersama kakaknya sedang memancing di sekitar perairan dekat Dermaga Polairud. Saat Tina bermain di tepi sungai, keluarga yang menyaksikan kejadian tersebut langsung melaporkan insiden ini ke pihak Polairud dan Basarnas untuk meminta bantuan pencarian.

    Tim SAR Gabungan segera melakukan upaya pencarian maksimal dengan penyisiran di permukaan air menggunakan rigid inflatable boat (RIB) milik Basarnas, RIB Polairud, beberapa perahu karet dari potensi SAR, serta pemantauan udara melalui drone. Hingga berita ini dibuat, pencarian bocah hilang masih terus dilakukan.

  • Pesta Durian Gratis di CFD Kota Padang Ricuh, Banyak Ibu-ibu Terjepit

    Pesta Durian Gratis di CFD Kota Padang Ricuh, Banyak Ibu-ibu Terjepit

    Padang, Beritasatu.com – Acara bertajuk “Pesta Durian Gratis” yang digelar saat car free day (CFD) di Kota Padang  di depan kantor gubernur Sumatera Barat, Minggu (2/2/2025) berakhir ricuh. Acara ini membagikan 30.000 buah durian hasil pertanian lokal untuk dibagikan kepada masyarakat. 

    Antusiasme warga yang membeludak membuat situasi menjadi tidak terkendali. Warga mulai saling dorong dan berdesakan untuk mendapatkan durian.

    Panitia acara telah berulang kali mengingatkan melalui pengeras suara agar masyarakat tetap tertib. Namun, seruan tersebut tidak dihiraukan oleh massa.

    Akibat insiden ini, beberapa warga, termasuk ibu-ibu, terjepit. Seorang perempuan bahkan mengalami insiden kakinya terinjak di tengah kerumunan.

    “Memang namanya durian dengan ribuan dibagikan gratis, masyarakat juga antusias,” ujar Yadi, salah satu warga yang turut berebut durian. 

    Meski harus berdesakan, Yadi berharap acara seperti “Pesta Durian Gratis” ini bisa digelar setiap tahun.

    Taufik, warga lainnya, mengaku kesulitan mendapatkan durian di tengah kerumunan. Namun, dia tetap merasa puas karena berhasil membawa beberapa durian untuk dinikmati bersama teman-temannya.

    Sebanyak 30.000 buah durian yang disediakan ludes dalam waktu singkat. Acara “Pesta Durian Gratis” ini merupakan inisiatif Pemerintah Provinsi Sumatera Barat sebagai bagian dari promosi hasil pertanian lokal sekaligus memberikan hiburan kepada masyarakat.

  • Keluarga Asal Lampung Berterima Kasih Ditolong Mayor Teddy Saat Anaknya Kejang di Rest Area

    Keluarga Asal Lampung Berterima Kasih Ditolong Mayor Teddy Saat Anaknya Kejang di Rest Area

    Bandar Lampung, Beritasatu.com – Viral di media sosial ungkapan terima kasih warga Kota Bandar Lampung, Lampung karena telah ditolong oleh Sekretaris Kabinet (Seskab) Mayor Teddy Indra Wijaya. Pasangan suami istri (pasutri) warga Sukarame 2, Bandar Lampung tersebut mengaku ditolong Mayor Teddy saat putrinya mengalami panas tinggi dan Kejang-kejang saat berada di rest area Tol Cikampek, Karawang, Jawa Barat.

    Pasutri asal Bandar Lampung, Lampung Muhammad Danil (30) dan Amelia Andriyani (26) tidak pernah menyangka mendapat pertolongan dari Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya atau Mayor Teddy saat mengalami kondisi darurat di rest area tol Cikampek, Karawang, Jawa Barat.

    Dalam rekaman video yang viral di media sosial, Amelia Andriyani berkomunikasi langsung dengan Mayor Teddy melalui sambungan telepon. Dalam komunikasi sambungan telepon, Amelia mengucapkan terima kasih kepada Mayor Teddy yang telah memberikan pertolongan.

    Peristiwa tersebut terjadi pada Senin malam (27/1/2025) sekitar pukul 20.00 WIB. Saat itu, M Danil dan Amelia dalam perjalanan pulang dari Bandung, Jawa Barat menuju Bandar Lampung.

    Saat berada di rest area tol Cikampek, Karawang, Jawa Barat untuk melaksanakan ibadah Salat Isa, Danil dan Amelia membutuhkan pertolongan karena sang putri mengalami gangguan kesehatan.

    Sang putri, Adzkya Damelia Putri berusia 18 bulan suhu badannya panas tinggi dan kejang-kejang yang mengharuskan untuk segera dibawa ke rumah sakit terdekat. Danil dan keluarga kemudian mengendarai mobilnya untuk membawa putrinya ke rumah sakit terdekat, tetapi kondisi arus lalu lintas sedang padat.

    Dalam kondisi darurat tersebut, tanpa berpikir panjang, Danil nekat menyetop rombongan kendaraan Sekretaris Kabinet (Seskab) Mayor Teddy saat melintas di jalan tol ruas Cikampek.

    Rombongan kendaraan Mayor Teddy kemudian berhenti, Danil kemudian berkomunikasi dengan salah seorang polisi pengawal Mayor Teddy jika ia membutuhkan bantuan untuk membawa putrinya ke rumah sakit terdekat.

    Kemudian polisi pengawal Mayor Teddy tersebut langsung berkomunikasi dengan Mayor Teddy menggunakan handy talky (HT).

    Dalam komunikasi memalui HT tersebut Mayor Teddy memerintahkan kepada pengawalnya untuk mengantarkan Danil dan keluarganya ke Rumah Sakit Tebet, Jakarta Selatan. Sementara Mayor Teddy dengan sopirnya kembali melanjutkan perjalanannya tanpa pengawalan sepeda motor.

    Setelah putrinya mendapatkan perawatan medis, Danil membutuhkan ambulans untuk pulang ke Bandar Lampung. Mayor Teddy kembali memberikan pertolongan dengan menanggung biaya sewa ambulans sebesar Rp 3 juta dan memberikan bantuan uang sebesar Rp 10 juta untuk biaya pengobatan.

    Setelah sampai di Lampung, Danil dan Amelia kemudian membawa putrinya ke salah satu rumah sakit swasta di Bandar Lampung mendapat perawatan medis. Di rumah sakit swasta tersebut, Adzkya Damelia Putri mendapat perawatan medis selama tiga hari.

    Ditemui di rumahnya di Kelurahan Sukarame 2, Kecamatan Teluk Betung Barat, Bandar Lampung, Sabtu siang (1/2/2025) Danil dan Amelia mengucapkan terima kasih kepada Mayor Teddy yang telah memberikan pertolongan kepada mereka.

    “Pada saat itu kami dari acara keluarga di Bandung dan kami istirahat di rest area Tol Cikampek, di situ anak saya pada malam itu seperti demam dan tiba-tiba anak saya kejang-kejang,” kata Amelia soal pertolongan Mayor Teddy warga Lampung itu. 

    Amelia mengatakan, pada saat itu posisinya sedang macet dan tidak bisa akses cepat sementara anaknya dengan panas yang tinggi hingga 40 derajat celsius. 

    “Namun, beruntungnya ajudan Mayor Teddy, Bripda Andreas Julian memberikan jalan mulus untuk anaknya dibawa ke rumah sakit terdekat,” kata Amelia ditemui di rumahnya, Sabtu (1/2/2025).

    Amelia menuturkan, ia dan keluarga sangat berterima kasih atas kebaikan dari Mayor Teddy Indra Wijaya dan pengawalnya yakni, Aiptu Andreas.

    Selain mendapatkan pengawalan ke RS Tebet hingga diantar ambulans sampai ke rumah di Bandar Lampung, Amelia mengaku ia mendapat bantuan uang dari Mayor Tedi melalui transfer sebesar Rp 10 juta. 

    “Terima kasih buat Bapak Mayor Teddy dan Bapak Ajudan. Tanpa bapak, saya tidak tahu anak saya seperti apa nanti,” ucap Amalia tentang pertolongan Mayor Teddy.

    Setelah mendapatkan perawatan medis selama tiga hari di rumah sakit, Adzkya Damelia Putri dalam kondisi sehat.

  • Top 5 News: Data Hoaks Google Soal Nilai Tukar Rupiah hingga Perselingkuhan Suami Agnes Jennifer

    Top 5 News: Data Hoaks Google Soal Nilai Tukar Rupiah hingga Perselingkuhan Suami Agnes Jennifer

    Jakarta, Beritasatu.com – Google diminta bertanggung jawab lantaran tampilkan data hoaks terkait nilai tukar rupiah jadi Rp 8.170 per dolar Amerika Serikat (AS). Kemudian, warga negara Indonesia (WNI) tewas dalam kecelakaan kapal nelayan di Korea Selatan menjadi top 5 news sepanjang Sabtu (1/2/2025).

    Kemudian, berita lainnya pada Sabtu (1/2/2025) yang tidak kalah menarik adalah prediksi Barcelona vs Alaves hingga kronologi perselingkuhan suami Agnes Jennifer.

    Berikut lima berita terpopuler atau top 5 news di Beritasatu.com yang dirangkum pada Minggu (2/2/2025).

    1. Tampilkan Data Hoaks, Google Harus Tanggung Jawab

    Direktur Eksekutif Lembaga Riset Keamanan Siber dan dan Komunikasi/Communication and Information System Security Research Center (CISSReC) Pratama Dahlian Persadha mendesak Google bertanggung jawab karena menampilkan data hoaks terkait nilai tukar rupiah jadi Rp 8.170 per dolar AS

    “Google juga harus bertanggung jawab karena dalam hal ini ikut menyebarkan berita hoaks tentang nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika yang salah,” ujarnya kepada Beritasatu.com, Sabtu (1/2/2025).

    2. WNI Tewas dalam Kecelakaan Kapal Nelayan di Korea Selatan

    WNI tewas dalam kecelakaan kapal nelayan di Jeju, Korea Selatan, Sabtu (1/2/2025). Selain WNI, ada satu orang lagi yang tewas saat kapal nelayan kandas di pulau wisata di Jeju. Ada dua kapal yang membawa 15 awak yang kandas.

    Penjaga pantai melaporkan mereka menerima laporan sebuah kapal nelayan seberat 32 ton yang membawa tujuh orang dan kapal seberat 29 ton dengan delapan awak terdampar di bebatuan di sekitar Pulau Jeju. Kejadian itu terjadi pada pukul 09.24 pagi waktu setempat.

    3. Prediksi Barcelona vs Alaves: 3 Poin Jadi Target Mutlak

    Top 5 news berikutnya adalah Barcelona akan menjamu Deportivo Alaves dalam pertandingan pekan ke-22 La Liga di Olimpic Lluis Companys, Minggu (2/2/2025) pukul 20.00 WIB. Meladeni tim papan bawah Alaves, tiga poin merupakan target mutlak bagi raksasa Catalan.

    Blaugrana sedang dalam performa bagus, memenangkan empat dari lima pertandingan terakhir mereka, termasuk kemenangan besar atas Valencia dan Real Betis. Hanya satu hasil imbang ketika lawan Getafe yang menjadi penghalang kesempurnaan mereka.

    4. Tak Hanya Dolar AS, Nilai Tukar Euro terhadap Rupiah Juga Error di Google

    Layanan Google yang eror membuat nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menguat lebih dari 50%. Tak hanya dolar, nilai tukar rupiah ke euro juga tercatat menguat.

    Berdasarkan pantauan Beritasatu.com, nilai tukar rupiah terhadap euro hari ini, Sabtu (1/2/2025) hingga pukul 19.06 WIB tercatat Rp 8.348 per euro.

    5. Kronologi Suami Berselingkuh, Agnes Jennifer: Laki Gue Sudah Diincar sejak Lama

    TikTokers Agnes Jennifer menceritakan kronologi sampai suaminya, David Clement berselingkuh. Agnes Jennifer menyebut, suaminya sudah sejak lama diincar selingkuhannya yang ternyata memiliki anak satu sekolah dengan putrinya, Audrey.

    Agnes Jennifer melihat gerak-gerik yang mencurigakan dari selingkuhan suaminya yang terus memantau pergerakan suaminya sejak lama.

    Demikian top 5 news Beritasatu.com yang menarik perhatian pembaca. Namun, terdapat update berita lainnya yang tak kalah menarik, informatif, serta menghibur yang bisa pembaca simak lebih lanjut.

  • Angin Kencang Tumbangkan Pohon Besar, Jalan Utama Kudus-Jepara Lumpuh Total

    Angin Kencang Tumbangkan Pohon Besar, Jalan Utama Kudus-Jepara Lumpuh Total

    Kudus, Beritasatu.com – Cuaca buruk menerjang dua desa di Kudus, Jawa Tengah, akibatnya belasan bangunan rusak hingga jalan utama Kudus menuju Jepara lumpuh total akibat pohon berukuran besar tumbang.

    Pohon tumbang menutup jalan utama Kudus – Jepara, tepatnya di Desa Sidorekso, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah pada Sabtu (1/2/2025). Akibatnya, lalu lintas sempat lumpuh total akibat pohon berukuran besar tumbang melintang di tengah jalan hingga relawan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kudus tiba di lokasi.

    Kondisi serupa akibat cuaca buruk yang menyebabkan angin kencang disertai hujan deras menerjang Desa Peganjaran, Bae, Kudus. Ranting dan pohon berukuran besar tumbang menimpa sebuah bangunan kedai makan yang rusak parah.

    Pemilik kedai makan, Bambang, mengatakan, angin kencang terjadi sekira pukul 05.00 WIB. Angin kencang langsung merobohkan pohon dan menimpa bangunannya. Beruntung kedai makan yang buka 24 jam tersebut sedang kosong ditinggal belanja pemilik dan pegawai.

    “Angin kencang sekali mas, iya tiba-tiba pohon tumbang menimpa itu area warung. Paling parah kena atap rusak sama meja bilard,” katanya.

    Beruntung tidak ada korban jiwa, hanya saja kerugian yang dialami kedai makan tersebut ditaksir sekira Rp 70 juta.

    Akibat peristiwa angin kencang itu, di sepanjang jalan di Desa Peganajaran sekira belasan bangunan rusak ringan hingga berat akibat tertimpa pohon maupun ranting berukuran besar. BPBD Kabupaten Kudus masih melakukan asesmen lebih lanjut atas peristiwa tersebut.

  • Hilang Seharian, Bocah di Tulang Bawang Ditemukan Tewas Tenggelam di Kolam Ikan

    Hilang Seharian, Bocah di Tulang Bawang Ditemukan Tewas Tenggelam di Kolam Ikan

    Tulang Bawang, Beritasatu.com – Seorang bocah laki-laki berusia 12 tahun di Kecamatan Gedung Aji, Kabupaten Tulang Bawang, Lampung, ditemukan tewas tenggelam di kolam ikan, Jumat (31/1/2025). 

    Sebelumnya, korban sempat dilaporkan hilang sejak Kamis (30/1/2025) pagi dan telah dicari oleh warga hingga akhirnya ditemukan dalam kondisi terapung tanpa pakaian di pinggir kolam ikan dekat rumahnya.

    Korban yang diketahui bernama Yusuf merupakan siswa kelas 5 Sekolah Dasar (SD). Ia menghilang setelah meminta izin kepada orang tuanya untuk bermain. Warga yang melakukan pencarian menyisir lokasi-lokasi yang biasa didatangi korban, tetapi hingga Kamis malam upaya tersebut belum membuahkan hasil.

    Pada Jumat pagi, warga kembali melanjutkan pencarian dan akhirnya menemukan Yusuf dalam kondisi terapung tengkurap di kolam ikan tanpa pakaian. Jasadnya ditemukan sekitar pukul 11.00 WIB dan langsung dievakuasi ke rumah duka yang tak jauh dari lokasi kejadian.

    Salah satu tetangga korban, Susmanto (47), mengatakan warga telah berupaya keras mencari Yusuf sejak pagi hingga malam hari.

    “Sudah disisir untuk mencari korban, tetapi tidak ketemu. Paginya ditemukan sudah terapung di kolam ikan,” kata Susmanto, Sabtu (1/2/2025).

    Sementara itu, pihak keluarga korban menolak dilakukan autopsi dan menerima kejadian ini sebagai musibah. Setelah dievakuasi, jenazah bocah yang tewas tenggelam di Tulang Bawang itu langsung dimakamkan di tempat pemakaman umum (TPU) desa setempat.

  • Kisah Pilu Safi’i, Anak Yatim Piatu di Polman 13 Tahun Derita Lumpuh Layu

    Kisah Pilu Safi’i, Anak Yatim Piatu di Polman 13 Tahun Derita Lumpuh Layu

    Polewali Mandar, Beritasatu.com – Di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat, seorang anak berusia 13 tahun hanya bisa menatap dunia dari tempat tidurnya. Safi’i, begitu ia dipanggil, sudah 13 tahun terbaring lemah karena lumpuh layu yang dideritanya sejak bayi.

    Sementara anak-anak seusianya berlarian di halaman menikmati masa kecil dengan tawa dan permainan, Safi’i menjalani hidupnya di atas kasur tipis yang diletakkan di kolong rumah panggung milik tantenya, Hasma. 

    Rumah tantenya di Jalan Pangiu Lorong Tengah Lingkungan Ujung, Kelurahan Polewali, Kecamatan Polewali, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, bukanlah tempat tinggal yang nyaman. Dinding dapurnya sudah jebol, beberapa tiangnya harus ditopang bambu agar tidak roboh, dan lantainya hanya berupa tanah.

    Hidup Tanpa Orang Tua
    Nasib malang seakan terus mengiringi langkah Safi’i. Pada usia 8 tahun, ia sudah menjadi yatim piatu. Ayahnya meninggal pada 2017, disusul ibunya dua tahun kemudian. Setelah itu, ia diasuh oleh tantenya, Hasma, yang juga menghadapi kesulitan ekonomi.

    Safi’i merupakan anak pertama dari tiga bersaudara. Kakaknya bernama Takwin bekerja di Morowali. Satu lagi bernama Arif juga tinggal bersama Hasma. 

    Hasma berjuang seorang diri membesarkan Safi’i. Sehari-hari ia berjualan kue apang dan nasi kuning, penghasilan yang jauh dari cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, apalagi biaya perawatan medis Safi’i.

    “Sejak usianya satu tahun, saya sudah merawatnya. Awalnya pertumbuhannya normal, tetapi saat usia tujuh bulan dia sudah seperti ini,” tutur Hasma, Jumat (31/1/2025).

    Kini, sehari-harinya Safi’i hanya bisa berbaring. Ia baru meninggalkan kasurnya apabila ingin mandi, itu pun harus dipaksa agar bisa duduk.

    “Nanti turun dari tempat tidur kalau mau mandi, itu pun saya paksa supaya bisa duduk, karena saya sendirian kalau mandikan,” ungkapnya.

    Di rumah sederhana itu, Safi’i tak memiliki fasilitas layak. Ia tidur, makan, dan beraktivitas di satu ruang yang sama, tanpa kamar mandi yang memadai. Tempat mandinya hanya berupa bak penampungan tanpa dinding penutup.

    Upaya untuk menyembuhkan Safi’i sudah dilakukan. Ia pernah dibawa ke rumah sakit, tetapi kondisinya tak kunjung membaik. 

    “Saya pernah bawa dia ke rumah sakit, tetapi tidak ada perubahan. Petugas kesehatan juga sempat datang untuk menimbang berat badannya. Mereka bilang tunggu untuk ditindaklanjuti, tetapi sudah tidak pernah datang lagi,” ungkap Hasma. 

    Di tengah segala keterbatasan akibat menderita lumpuh layu, Safi’i tetap bertahan. Di balik tubuhnya yang ringkih, ada harapan yang belum pudar, harapan akan uluran tangan yang bisa memberinya kehidupan lebih layak. Safi’i butuh perhatian, bukan hanya sekadar belas kasihan.

  • Selesai Jalani Proses Hukum, 7 Pekerja Migran Indonesia Dideportasi dari Malaysia

    Selesai Jalani Proses Hukum, 7 Pekerja Migran Indonesia Dideportasi dari Malaysia

    Pekanbaru, Beritasatu.com – Sebanyak tujuh pekerja migran Indonesia (PMI) dideportasi dari Malaysia melalui Pelabuhan Internasional Dumai, Riau, pada Sabtu (1/2/2025). Pemulangan dilakukan menggunakan kapal feri Indomal Kingdom dari Pelabuhan Internasional Malaka.

    Ketujuh PMI tersebut dideportasi oleh Depot Tahana Imigresen (DTI) Sementra Millenium Beranang, Selangor, setelah menyelesaikan proses hukum di Malaysia. Hal ini terkonfirmasi dalam surat resmi yang dikirimkan DTI kepada Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI).

    Kepala Balai Pelayanan dan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Riau Fanny Wahyu mengungkapkan, berdasarkan data paspor, lima dari tujuh PMI tersebut berasal dari Provinsi Jambi, satu dari Aceh, dan satu lainnya dari Kalimantan Tengah.

    Ketujuh PMI yang dideportasi terdiri dari enam laki-laki dan satu perempuan, yakni J (37) asal Sungai Bakau, Jambi, DP (37) asal Pendung Hilir, Kerinci, Jambi, RA (25) asal Talang Kemulun, Kerinci, Jambi, AIJ (36) asal Koto Cayo, Kerinci, Jambi, DSF (30) asal Muara Semerah, Kerinci, Jambi, UA (23) asal Darul Aman, Aceh, dan DP (48) asal Kerinci, Jambi.

    Setibanya di Indonesia, para PMI akan ditempatkan sementara di shelter Dumai untuk pendataan ulang sebelum dipulangkan ke daerah asal menggunakan transportasi darat.

    Proses deportasi ini menjadi bagian dari pengawasan ketat terhadap pekerja migran Indonesia di Malaysia, terutama mereka yang mengalami permasalahan hukum.

  • Polisi Telusuri Pihak yang Menerbitkan SHGB Pagar Laut di Tangerang

    Polisi Telusuri Pihak yang Menerbitkan SHGB Pagar Laut di Tangerang

    Jakarta, Beritasatu.com – Mabes Polri tengah menyelidiki polemik pagar laut di Tangerang, Banten termasuk menyelidiki pihak yang menerbitkan sertifikat hak guna bangunan (SHGB).

    Dirtipidum Bareskrim Polri Brigjen Djuhandani Rahardjo Puro mengatakan, proses penyelidikan tersebut merupakan atensi dari Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

    “Pada proses ini sampai saat ini masih melaksanakan penyelidikan dengan mengumpulkan berbagai barang bukti atau pun keterangan,” kata Dirtipidum Bareskrim Polri Brigjen Djuhandani Rahardjo Puro kepada wartawan, Jumat (31/1/2025).

    Djuhandani menyebut, saat ini pihaknya berkoordinasi dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Badan Pertanahan Nasional (BPN) guna mengusut kasus tersebut.

    Nantinya, sejumlah pihak yang menerbitkan SHGB. Mulai dari tingkat lurah maupun Kementerian Agraria dan Tata Ruang/ Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) akan diperiksa.

    Djuhandani menyinggung adanya pasal pemalsuan sertifikat hingga adanya dugaan tindak pidana pencucian uang dalam penerbitan SHGB tersebut.

    “Semoga kita bisa mengungkap apakah tindak pidana dalam hal ini yang kami duga terkait dugaan Pasal 263 KUHP, 264 KUHP, dan Undang-Undang Pencucian Uang,” kata Dirtipidum Bareskrim Polri Brigjen Djuhandani Rahardjo Puro terkait polemik pagar laut di Tangerang.

  • Eks Pengacara Diduga Tipu Anak Bos Prodia, Kuasa Hukum: Lamborghini dan BMW Hilang

    Eks Pengacara Diduga Tipu Anak Bos Prodia, Kuasa Hukum: Lamborghini dan BMW Hilang

    Jakarta, Beritasatu.com – Eks pengacara anak bos Prodia, Arif Nugroho, yakni Evelin Dohar Hutagalung (EDH), diduga terlibat dalam penggelapan dan penipuan terkait penanganan kasus di Polres Metro Jakarta Selatan.

    Kuasa hukum bos Prodia Romy Sihombing mengungkapkan, anak bos Prodia Arif Nugroho menjadi korban pemerasan yang diduga dilakukan oleh mantan Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, AKBP Bintoro.

    Dalam kasus ini, Romy menjelaskan kliennya mengalami kerugian material, termasuk hilangnya mobil Lamborghini dan BMW. Ia juga mengungkapkan kliennya telah memberikan uang senilai Rp 17 miliar kepada AKBP Bintoro.

    “Kami menyebutkan barang-barang yang hilang dari klien kami, di antaranya satu unit Lamborghini, satu unit Harley Davidson, dan dua motor BMW. Selain itu, uang tunai juga diserahkan kepada oknum-oknum tersebut,” ujar Romy saat konferensi pers di Jakarta Pusat, Jumat (31/01/2025).

    Romy juga menambahkan, pihaknya kemungkinan akan mengubah gugatan terkait kerugian material yang dialami kliennya. 

    “Ada kemungkinan kami akan merevisi gugatan ini terkait kerugian materiel. Sebelum pemeriksaan perdana, kami akan melakukan revisi,” katanya yang menjelaskan eks Pengacara Diduga Tipu Anak Bos Prodia.

    Dikutip dari Nusakata, jaringan media B-Network Beritasatu.com, Sabtu (25/1/2025), pemerasan ini bermula dari kasus pembunuhan yang melibatkan dua remaja berinisial N (16) dan X (17), yang ditangani oleh Polres Jakarta Selatan. Kedua korban diduga tewas setelah disetubuhi dan dicekoki narkoba.

    Laporan terkait kasus ini tercatat dengan nomor LP/B/1181/IV/2024/SPKT/Polres Metro Jaksel dan LP/B/1179/IV/2024/SPKT/Polres Metro Jaksel pada April 2024.

    Bos Prodia yang anaknya terlibat dalam kasus pembunuhan tersebut, diminta uang sebesar Rp 20 miliar oleh perwira polisi berpangkat AKBP yang memimpin penanganan kasus itu. Permintaan uang tersebut disertai janji untuk menghentikan penyidikan sehingga anaknya bisa bebas.

    Polisi diduga juga mengintimidasi keluarga korban agar mencabut laporan, yakni dengan iming-iming uang kompensasi sebesar Rp 50 juta yang diserahkan melalui seseorang bernama inisial J dan Rp 300 juta melalui R pada Mei 2024.