Category: Beritasatu.com Regional

  • Kemendagri Pangkas Durasi Retreat Kepala Daerah Jadi 7 Hari

    Kemendagri Pangkas Durasi Retreat Kepala Daerah Jadi 7 Hari

    Magelang, Beritasatu.com – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto mengungkapkan, pelaksanaan retreat untuk kepala daerah, termasuk bupati, wali kota, dan gubernur yang awalnya direncanakan 14 hari, kini dipadatkan menjadi 7 hari. Penyesuaian durasi ini dilakukan sebagai dampak dari rasionalisasi anggaran.

    Bima Arya menjelaskan, anggaran untuk kegiatan retreat ini berasal dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) yang sudah disiapkan sebelumnya. Namun, dengan adanya rasionalisasi anggaran, kegiatan retreat mengalami penyesuaian, termasuk durasinya. 

    “Kami sudah menyiapkan anggaran untuk kegiatan ini, tetapi karena ada rasionalisasi. Maka, kami harus melakukan penyesuaian dan menghitung ulang anggaran tersebut. Kami ingin kegiatan ini tetap efisien dan hemat,” kata Wamendagri Bima Arya Sugiarto kepada wartawan pada lokasi retreat di Magelang, Jawa Tengah, Minggu (9/2/2025).

    Bima Arya mengaku, belum bisa memberikan jumlah nominal anggaran yang digunakan untuk kegiatan retreat serentak bagi 505 kepala daerah tersebut. 

    “Untuk angka pastinya, tentu nanti akan kami sampaikan setelah dilakukan perhitungan ulang, karena ada beberapa kegiatan yang disederhanakan. Karena, retreat ini direncanakan 14 hari, tetapi demi efisiensi maka diputuskan untuk memadatkan jadwalnya,” tambahnya.

    Dalam kesempatan tersebut, Bima Arya juga meninjau kesiapan lokasi retreat yang berlangsung di Lapangan Golf, Kompleks Akademi Militer (Akmil) Magelang. Pengecekan dilakukan untuk memastikan segala kebutuhan, seperti tenda, kamar tidur, saluran air, listrik, hingga kamar mandi.

    “Kegiatan ini diselenggarakan Lemhanas dan Kemendagri. Kami ingin memastikan kepala daerah dapat memahami tugas dan fungsi mereka dengan baik. Kepala daerah berasal dari berbagai latar belakang, seperti pengusaha, tokoh agama, dan budayawan. Pembekalan ini bertujuan untuk menyamakan frekuensi mengenai tugas pokok dan fungsi (tupoksi), serta untuk mendengarkan arahan dari kementerian terkait,” ujar Wamendagri Bima Arya yang memangkas kegiatan retreat bersama kepala daerah di Indonesia dari 14 hari menjadi 7 hari.

  • Bocah 10 Tahun Tenggelam Saat Belajar Berenang di Telaga Menganti Gresik

    Bocah 10 Tahun Tenggelam Saat Belajar Berenang di Telaga Menganti Gresik

    Gresik, Beritasatu.com – Seorang bocah bernama Hafiz RM (10) ditemukan tewas setelah tenggelam di Telaga Menganti yang berada di Dusun Biyodo, Desa Beton, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik. Peristiwa tragis ini terjadi saat Hafiz sedang belajar berenang bersama lima temannya.

    Kejadian bermula, Minggu (9/2/2025) sekitar pukul 08.00 WIB, saat korban dan lima temannya berangkat menuju telaga dengan mengendarai sepeda motor. Hafiz dan teman-temannya berasal dari Dusun Kebondalem, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik, Jawa Timur.

    Setibanya di telaga, para bocah itu melepas kaos dan hanya mengenakan celana pendek. Mereka kemudian mulai belajar berenang dengan masuk ke telaga melalui tangga yang terletak di pojok barat.

    Namun sekitar pukul 09.20 WIB, korban tiba-tiba terpeleset saat menaiki tangga telaga. Teman-teman korban berusaha menolong, tetapi usaha mereka gagal.

    “Karena tidak bisa berenang, korban akhirnya tenggelam,” ujar Kapolsek Menganti AKP Dawud kepada awak media, Sabtu (9/2/2025).

    Setelah kejadian, teman-teman korban berteriak meminta tolong hingga salah seorang warga datang untuk mencari keberadaan Hafiz. Dalam waktu sekitar lima menit, warga menemukan tubuh Hafiz. Sayangnya, bocah yang masih sekolah SD kelas empat itu tidak bernyawa. Jenazah korban kemudian dievakuasi ke puskesmas setempat.

    Pihak keluarga korban menerima peristiwa tersebut sebagai takdir. Keluarga juga tidak menginginkan dilakukan autopsi terhadap jenazah bocah 10 tahun bernama Hafiz yang tenggelam saat belajar berenang di Telaga Menganti.

  • Satgaspam Bandara Juanda Gagalkan Penyelundupan Benih Lobster Senilai Rp 9 Miliar

    Satgaspam Bandara Juanda Gagalkan Penyelundupan Benih Lobster Senilai Rp 9 Miliar

    Sidoarjo, Beritasatu.com – Satuan Tugas Pengamanan (Satgaspam) Bandara Juanda bersama Bea Cukai berhasil menggagalkan upaya penyelundupan 60.205 ekor benih bening lobster (BBL) yang rencananya akan dikirimkan ke Singapura dengan nilai lebih dari Rp 9 miliar.

    Benih lobster yang diperkirakan memiliki nilai lebih dari Rp 9 miliar ini diduga diselundupkan dengan melibatkan oknum dari bagian ground handling maskapai.

    Benih lobster tersebut dibawa oleh seorang kurir berinisial RP (41) merupakan warga Semarang, yang hendak terbang ke Singapura menggunakan pesawat Scoot Tiger Air dengan nomor penerbangan TR-263. Pada saat proses screening, petugas Satgaspam Bandara Juanda dan Bea Cukai mencurigai dua boks yang dibawa oleh saudara RP.

    Komandan Satgaspam Bandara Juanda Letkol Laut (P) Dani Widjanarka menjelaskan, dalam penyelundupan tersebut petugas menemukan 49 bungkus plastik dalam dua boks tersebut. Masing-masing plastik berisi benih bening lobster yang terdiri dari 59.154 ekor jenis pasir dan 1.051 ekor jenis mutiara.

    “Benih lobster ini rencananya akan dibawa ke Singapura melalui Bandara Internasional Juanda,” ungkap Dani Widjanarka dalam konferensi pers terkait penyelundupan benih lobster senilai Rp 9 miliar, Minggu (9/2/2025).

    Dani Widjanarka mengungkapkan, aksi penyelundupan ini melibatkan dua orang dalam, termasuk seorang petugas ground handling maskapai. Kedua tersangka tersebut adalah KH (29) petugas ground handling asal Lamongan, dan AB merupakan seorang pengemudi yang bertugas mengantarkan barang ke bandara.

    “Mereka merupakan sindikat yang telah bekerja sama selama ini. Mereka mengaku telah melakukan aksi penyelundupan ini selama lebih dari tiga tahun, dengan beberapa kali melakukan pengiriman, ada yang empat kali, tujuh kali, hingga 12 kali. Mereka dijanjikan uang dengan besaran yang bervariasi,” jelasnya lagi.

    Modus operandi yang digunakan adalah memanfaatkan posisi KH sebagai petugas ground handling untuk memasukkan barang tanpa melalui pemeriksaan di counter check-in.

    Para pelaku mendapatkan imbalan bervariasi, mulai dari Rp 5 juta hingga Rp 12 juta tergantung pada peran mereka masing-masing.

    Widjanarka menambahkan, pihaknya terus melakukan pendalaman untuk mengungkap pemilik barang selundupan ini.

    “Kami masih mendalami kasus ini bersama Bea Cukai dan TNI AL, dan penyelidikan akan terus dilakukan hingga mencapai akar permasalahannya,” tegasnya terkait penyelundupan benih lobster senilai Rp 9 miliar.

    Para pelaku penyelundupan ini terancam dikenakan beberapa undang-undang, termasuk Undang-Undang Kepabeanan, Undang-Undang Perikanan, dan Undang-Undang Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan. Ancaman hukuman yang dapat dijatuhkan adalah hingga 10 tahun penjara, serta denda maksimal sebesar Rp 5 miliar terkait penyelundupan benih lobster.

  • Keracunan Massal Terjadi di Sleman usai Warga Manyantap Makanan pada Hajatan Pernikahan

    Keracunan Massal Terjadi di Sleman usai Warga Manyantap Makanan pada Hajatan Pernikahan

    Sleman, Beritasatu.com – Ratusan warga Dusun Krasakan, Lumbungrejo, Tempel, Sleman, mengalami keracunan massal setelah diduga menyantap hidangan di sebuah hajatan pernikahan sehari sebelumnya.

    Menurut keterangan warga, makanan tersebut disantap pada Sabtu (8/2/2025). Gejala keracunan mulai dirasakan sejak dini hari hingga Minggu (9/2/2025).

    “Ada orang hajatan kemarin, Sabtu (8/2/2025) dari pukul 08.00 WIB sampai pukul 12.00 WIB. Lalu, ada muntah sama pusing-pusing yang rata-rata dialami dari pukul 00.00 WIB sampai pagi hari,” ujar Muchsin kepada wartawan, Minggu (9/2/2025).

    Kepala Puskesmas Tempel dr Diana Kusumawati membenarkan, banyak warga yang dirawat di RSUD Sleman dengan gejala diare, mual hingga lemas seusai menyantap hidangan di sebuah hajatan.

    Hingga sore ini tercatat sebanyak 112 orang mengalami gejala keracunan. Sebagian besar menjalani rawat jalan, sementara satu orang harus dirawat inap dan satu lainnya masih dalam observasi medis.

    “Sudah mulai banyak pasien ke RSUD Sleman dengan gejala diare, mual, lemes, dan semuanya itu riwayatnya adalah hajatan yang diselenggarakan pada 8 Februari di salah satu warga di Krasakan,” ujarnya.

    Pihak rumah sakit kemudian langsung mengirimkan petugas kesehatan lingkungan, dokter, dan satu perawat untuk melakukan pertolongan pertama serta mengambil sampel makanan.

    “Untuk sampel makanan yang sudah diambil di antaranya bakso, satai, siomai, es krim, dan krecek,” lanjutnya.

    Warga yang merasakan gejala serupa masih mendatangi posko kesehatan yang didirikan di dusun Krasakan, karena jumlah pasien terus bertambah. Ambulans masih disiagakan di lokasi untuk membawa pasien yang harus menjalani perawatan lebih lanjut.

  • Prakiraan Cuaca Hari Ini, Hujan Landa Berbagai Kota di Indonesia

    Prakiraan Cuaca Hari Ini, Hujan Landa Berbagai Kota di Indonesia

    Jakata, Beritasatu.com – Prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geosifika (BMKG) pada hari ini, Minggu (9/2/2025), hujan akan melanda berbagai kota di Indonesia. Hujan turun mulai dari intensitas ringan sampai yang disertai petir.

    Prakirawan BMKG Rira Damanik menyampaikan, sejumlah kota besar di Indonesia berpotensi mengalami cuaca berawan tebal serta hujan dengan beragam intensitas pada hari ini.

    Dimulai dari wilayah Sumatera, awan tebal diprakirakan BMKG akan dialami masyarakat yang berada di Banda Aceh, Tanjung Pinang dan Jambi. Dalam periode sama, hujan ringan diprediksi turun di Medan, Pekanbaru, Padang, Bengkulu, Palembang, Pangkal Pinang serta terdapat potensi hujan disertai petir di Bandar Lampung.

    Sementara itu, potensi berawan tebal terdapat di daerah Jakarta, potensi hujan ringan di Serang dan Semarang.

    Adapun potensi hujan sedang terdapat di daerah Bandung, Yogyakarta, dan Surabaya.

    Dikatakan, terdapat potensi hujan di wilayah Bali dan Nusa Tenggara, termasuk hujan ringan di Mataram, hujan intensitas sedang di Denpasar serta hujan disertai petir di wilayah Kupang.

    Selanjutnya, dalam prakiraan cuaca hari ini, BMKG memprediksi kemungkinan hujan di seluruh ibu kota provinsinya termasuk curah hujan ringan di Palangkaraya dan Samarinda serta hujan yang disertai petir di wilayah Pontianak, Tanjung Selor, dan Banjarmasin.

    Hujan juga akan melanda kota-kota di Sulawesi.  Hujan ringan terjadi di Palu, hujan sedang di Kendari dan Makassar lalu hujan petir di Mamuju dan Manado. Hanya Kota Gorontalo yang diprediksi mengalami cuaca berawan hari ini di Sulawesi.

    Sementara itu, untuk wilayah timur Indonesia, BMKG memprakirakan cuaca berawan tebal dialami masyarakat di Ternate, Ambon, dan Sorong serta udara kabur di Manokwari.

    Hujan ringan kemungkinan terjadi di Nabire, Jayawijaya, Jayapura, dan Merauke.
     

  • Jurnalis Metro TV Sahril Helmi Ditemukan Meninggal setelah 7 Hari Pencarian

    Jurnalis Metro TV Sahril Helmi Ditemukan Meninggal setelah 7 Hari Pencarian

    Ternate, Beritasatu.com – Sahril Helmi, jurnalis Metro TV yang sebelumnya dilaporkan hilang akibat insiden meledaknya speedboat milik Basarnas Ternate, akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah tujuh hari pencarian pada Sabtu (8/2/2025). 

    Jenazah Sahril Helmi pertama kali ditemukan oleh warga Desa Sabatang, Kecamatan Bacan Timur, Halmahera Selatan. Warga kemudian melaporkan penemuan jenazah tersebut kepada pemerintah desa setempat dan berkoordinasi dengan tim SAR gabungan.

    Kepala Basarnas Ternate Iwan Ramdani menjelaskan, pada pukul 10.25 WIT, tim SAR gabungan yang sedang melakukan pencarian menerima informasi dari masyarakat tentang penemuan jenazah laki-laki di pesisir Pantai Tanjung Neraka pada koordinat 0°27’21.92″S / 127°41’31.34″E, sekitar 50 nautical mile dari lokasi kejadian perkara (LKP).

    Setelah menerima laporan tersebut, tim rescue USS Bacan bersama anggota Polairud segera bergerak menuju lokasi menggunakan speed boat milik Polairud. Dalam perjalanan, mereka bertemu dengan tim SAR gabungan yang sudah lebih dahulu mengevakuasi jenazah menggunakan speedboat menuju Pelabuhan Babang Bacan, Halmahera Selatan.

    “Saat dalam perjalanan, alhamdulillah teman-teman yang ada di Halmahera Selatan sudah berhasil mengevakuasi jenazah menggunakan speedboat menuju Bacan,” ujar Iwan kepada Beritasatu.com, Sabtu (8/2/2025).

    Jenazah tiba di Pelabuhan Babang pada pukul 12.05 WIT dan langsung dibawa ke RSUD Labuha, Kabupaten Halmahera Selatan, untuk proses identifikasi. Hasil identifikasi memastikan jenazah tersebut adalah Sahril Helmi yang sebelumnya dinyatakan hilang saat bertugas meliput misi pencarian dua nelayan hilang.

    Setelah proses identifikasi selesai dan pihak keluarga memastikan identitas jenazah, almarhum kemudian dibawa ke kampung halamannya di Desa Bisui, Kecamatan Gane Timur Tengah, menggunakan KRI 783 Matabongsang.

    Diketahui, insiden ledakan speedboat milik Basarnas Ternate pada Minggu (2/2/2025) mengakibatkan 11 orang menjadi korban. Dari jumlah tersebut, empat orang dinyatakan meninggal dunia, termasuk jurnalis Metro TV Sahril Helmi yang saat itu sedang bertugas meliput misi pencarian dua nelayan hilang.

  • Kondisi SDN 3 Grudo di Ngawi Memprihatikan, Atap Ruang Kelas Disanggah Batang Kayu

    Kondisi SDN 3 Grudo di Ngawi Memprihatikan, Atap Ruang Kelas Disanggah Batang Kayu

    Ngawi, Beritasatu.com – Tiga atap ruang kelas SDN 3 Grudo yang berada di Kabupaten Ngawi sangat memprihatinkan. Pasalnya, pihak sekolah hanya bisa menyangga atap menggunakan batang kayu agar atap tidak roboh.

    Ruang kelas yang mengalami kerusakan adalah atap kelas I, II, dan III. Ketiga ruang kelas tersebut mengalami kerusakan pada bagian kuda-kuda dengan kondisi kayu yang sudah mulai lapuk. Selain itu sejumlah plafon kelas nampak jebol karena kondisi atap yang sudah melengkung.

    Hal ini membuat sejumlah siswa tidak nyaman dalam proses belajar mengajar karena sewaktu-waktu atap bisa saja roboh, sejumlah batang kayu penyangga atap kelas juga mempersempit ruang kelas.

    “Takut dan khawatir juga, semoga segera diperbaiki. Belajar juga tidak terlalu nyaman,” kata siswa kelas III Azka Rendra Saputra kepada awak media, Sabtu (8/2/2025).

    Sementara itu, Kepala Sekolah SDN 3 Grudo, Sudarwati menuturkan, rusaknya tiga atap ruang kelas tersebut mulai terjadi sejak 2022. Pihaknya sudah melaporkan kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Ngawi, tetapi hingga kini belum ada perbaikan dari dinas terkait.

    Hingga akhirnya siswa kelas I terpaksa harus pindah ruang di kelas II tetapi kondisi kelas juga memprihatinkan. Sedangkan, siswa kelas II harus belajar di ruang Perpustakaan, dan siswa kelas III sendiri saat ini untuk sementara belum mendapat ruangan tetap.

    “Sudah kita laporkan kepada dinas, karena ketika ada angin dan hujan itu anak-anak merasa takut dan was-was,” tutur Sudarwati.

    Pihak sekolah berharap kepada pemerintah dan dinas terkait untuk segera ada perbaikan ruang kelas, selain proses belajar tidak nyaman, keselamatan guru dan siswa saat belajar juga dipertaruhkan.

  • Ketum Golkar Bahlil Tegaskan Ibu Kota Pindah ke IKN pada 2028

    Ketum Golkar Bahlil Tegaskan Ibu Kota Pindah ke IKN pada 2028

    Jakarta, Beritasatu.com – Ketua umum (ketum) DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia mengatakan ibu kota negara Indonesia akan dipindahkan ke Ibu Kota Nusantara (IKN) pada 2028 mendatang, meskipun saat ini ada isu terkait pemblokiran anggaran pembangunan IKN.

    Bahlil menjelaskan, pemindahan ibu kota tetap menjadi target Presiden Prabowo Subianto. Selain itu, proses pembangunan IKN masih terus berjalan dan menjadi tugas Kementerian Pekerjaan Umum (PU).

    “Strategi penyelesaiannya seperti apa? Itu ada di Kementerian PU,” ujar Bahlil seusai memimpin Rapat Kerja Nasional 2025 Partai Golkar di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, Sabtu (8/2/2025).

    Namun, Bahlil mengaku tidak bisa memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai pembangunan IKN lantaran tidak semua ketua umum partai politik memiliki pemahaman mendalam tentang proyek ibu kota yang terletak di Kalimantan Timur tersebut. 

    “Jangan menganggap bahwa karena ketua umum partai, semua pasti tahu. Tidak juga,” ujarnya.

    Sebelumnya, Kementerian Pekerjaan Umum menjelaskan bahwa pemblokiran anggaran pembangunan IKN tidak terkait dengan upaya efisiensi anggaran, seperti yang tercantum dalam Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1/2025 tentang Efisiensi Belanja dalam APBN dan APBD 2025.

    Bahlil Lahadalia menegaskan ibu kota dipastikan pindah ke IKN pada 2028 mendatang, meskipun saat ini beredar isu terkait pemblokiran anggaran pembangunan wilayah tersebut.

  • Gelombang Laut Mencapai 3 Meter, Nelayan di Polewali Mandar Batal Cari Ikan

    Gelombang Laut Mencapai 3 Meter, Nelayan di Polewali Mandar Batal Cari Ikan

    Polewali Mandar, Beritasatu.com – Gelombang laut mencapai tiga meter akibat cuaca buruk sejak beberapa hari terakhir. Hasilnya, nelayan di Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat batal mencari ikan demi keselamatan.

    Hujan deras disertai angin kencang masih sering terjadi di wilayah ini mengakibatkan gelombang tinggi yang mengancam keselamatan para nelayan. Ratusan nelayan yang ada di pesisir pantai di Kabupaten Polewali Mandar enggan melaut, lantaran khawatir dengan cuaca ekstrem.

    Gelombang laut dapat meluap hingga ke dermaga dengan ketinggian mencapai sekitar satu hingga tiga meter.

    Saat cuaca buruk para nelayan di wilayah ini berjaga-jaga di sekitar perahu, mereka menyangga perahu bahkan mengangkat perahunya ke dataran yang lebih tinggi agar perahu mereka tidak terseret ombak.

    Mereka khawatir ganasnya ombak bisa merusak perahu nelayan terutama saat gelombang tinggi melanda pada malam hari.

    Salah seorang Nelayan, Sahabuddin, mengatakan, saat cuaca buruk terjadi sedang berada di tengah laut untuk menghindari hal yang tidak diinginkan sehingga ia memutuskan untuk pulang.

    “Tadi saya melaut, tetapi meliat angin kencang dan awan mulai gelap makanya saya pulang, ketinggian ombak sampai 1,5 meter. Saya langsung pulang karena gelombang tinggi, apalagi perahu saya kecil saya takut kalau dihantam ombak perahu saya terbalik,” kata Sahabuddin kepada awak media, Sabtu (8/2/2025).

    Menurutnya, ketinggian gelombang di wilayah tersebut bervariasi, kecepatan angin sangat mempengaruhi tinggi gelombang.

    “Ketinggian gelombang itu tergantung kencangnya angin semakin kencang semakin tinggi gelombang biasanya mencapai tiga meter,” tambahnya.

    Ia menjelaskan, kondisi cuaca buruk ini sudah terjadi selama dua hari, akibatnya hasil tangkapan ikan nelayan menjadi berkurang.

    “Sudah ada dua hari cuaca begini, sangat memengaruhi hasil tangkap nelayan, biasanya kalau begini kurang tangkapan, karena kita hanya beberapa meter saja dari bibir pantai untuk mencari ikan,” ujarnya.

    Ia menambahkan, untuk memenuhi kebutuhan sehari hari, ia terpaksa harus bekerja serabutan, sembari menunggu kondisi cuaca normal kembali.

    “Kalau tidak melaut kita perbaiki perahu atau alat tangkap ikan, terkadang juga kita ikut sama orang untuk kerja serabutan, terpaksa kita lakukan untuk memenuhi kebutuhan sehari hari,” jelasnya.

  • Gempa Magnitudo 5,2 Guncang Pesisir Barat Lampung, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami

    Gempa Magnitudo 5,2 Guncang Pesisir Barat Lampung, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami

    Pesisir Barat, Beritasatu.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,2mengguncang Kabupaten Pesisir Barat, Lampung, pada Sabtu (8/2/2025) pukul 12.00 WIB.

    Berdasarkan data dari laman resmi BMKG, gempa terjadi di koordinat 6,10° lintang selatan (LS) dan 103,20° bujur timur (BT). Episenter gempa berada di laut, sekitar 130 kilometer (km) barat daya Pesisir Barat.

    Meskipun memiliki kekuatan cukup signifikan, BMKG memastikan gempa ini tidak berpotensi tsunami. Namun, masyarakat tetap diminta waspada terhadap kemungkinan gempa susulan.

    Hingga saat ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pesisir Barat belum menerima laporan adanya kerusakan bangunan atau korban jiwa akibat gempa tersebut.

    “Untuk saat ini belum ada laporan kerusakan bangunan warga akibat gempa, bahkan banyak warga yang tidak merasakan getaran tersebut,” ujar Sekretaris BPBD Pesisir Barat, Hermansyah, saat dihubungi dari Lampung Selatan, Sabtu (8/2/2025).

    Meskipun tidak ada dampak signifikan, BPBD tetap mengimbau masyarakat agar tidak panik dan tetap waspada terkait gempa magnitudo 5,2 yang terjadi di Pesisir Barat, Lampung.

    “Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat di Kabupaten Pesisir Barat agar tetap tenang dan selalu waspada terhadap potensi gempa susulan,” tambahnya.

    Dalam menghadapi gempa bumi, BMKG memberikan beberapa imbauan kepada masyarakat, di antaranya, tetap tenang dan tidak panik saat terjadi gempa dan jika berada di dalam bangunan.

    Selain itu, segera keluar ke tempat terbuka, hindari bangunan yang retak atau berpotensi roboh, dan, pantau terus informasi resmi dari BMKG dan BPBD untuk mengetahui perkembangan terbaru.

    Gempa magnitudo 5,2 yang terjadi di Pesisir Barat, Lampung, tidak berpotensi tsunami dan belum menimbulkan kerusakan. Meski demikian, BMKG dan BPBD tetap mengimbau masyarakat untuk selalu waspada terhadap kemungkinan gempa susulan.