Category: Beritasatu.com Regional

  • Gempa M 5,4 Guncang Barat Laut Sinabang Aceh

    Gempa M 5,4 Guncang Barat Laut Sinabang Aceh

    Banda Aceh, Beritasatu.com – Gempa bumi dengan kekuatan magnitudo (M) 5,4 mengguncang wilayah Sinabang, Aceh, pada Selasa (9/12/2025) siang pukul 14.02 WIB. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan gempa ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami.

    Episentrum gempa tersebut berada di 54 km Barat Laut Sinabang, Aceh. Gempa berkedalaman 10 km. BMKG memastikan tidak berpotensi tsunami.

    Meskipun gempa ini tidak berpotensi tsunami, masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan berhati-hati terhadap kemungkinan terjadinya gempa bumi susulan.

    Warga diminta untuk tidak mudah termakan isu yang tidak jelas sumbernya dan hanya merujuk informasi resmi dari BMKG serta otoritas kebencanaan setempat terkait perkembangan situasi gempa susulan.

  • Pemilik Kedai di Kuala Simpang Aceh Tamiang Berjuang Pulihkan Usaha

    Pemilik Kedai di Kuala Simpang Aceh Tamiang Berjuang Pulihkan Usaha

    Aceh Tamiang, Beritasatu.com – Pemulihan pascabanjir bandang di Kuala Simpang, Aceh Tamiang, terus berlangsung hingga Selasa (9/12/2025). Sejumlah pelaku usaha kecil mulai membersihkan tempat usaha mereka yang sebelumnya terendam lumpur dan dipenuhi sampah kiriman banjir.

    Salah satu pemilik kedai kopi, Perry, menuturkan pembersihan berjalan sangat sulit. Lumpur tebal memenuhi hampir seluruh lantai kedai, sedangkan tumpukan sampah membuat area usaha semakin sulit dibersihkan. Banyak peralatan kedai yang juga rusak akibat terendam banjir.

    “Kesulitannya banyak. Kita enggak tahu mau buang sampah ini ke mana. Lumpurnya tinggi, ada yang selutut, ada sepaha. Alat-alat juga seadanya, cuma bisa kuras pelan-pelan,” ujarnya saat ditemui di kedainya.

    Perry mengaku tidak sempat menyelamatkan barang ketika banjir datang. Air naik dalam waktu singkat, membuat ia dan rekan kerjanya hanya fokus menyelamatkan diri.

    “Waktu kejadian, bisa selamat saja sudah syukur. Yang lain enggak kepikir lagi. Yang penting selamat, keluarga selamat karena air tiba-tiba naik,” tuturnya.

    Meski dalam kondisi sulit, Perry tetap berupaya membersihkan kedainya secara mandiri sembari menunggu bantuan tambahan dari pemerintah. Sejumlah alat berat sudah mulai bekerja di sekitar lokasi, tetapi pembersihan masih lambat karena tebalnya endapan lumpur.

    “Alat berat sudah mulai jalan pelan-pelan. Yang lain ya semprot pakai air bersih. Harapannya pemerintah bisa lebih cepat menanggulangi kondisi ini,” katanya.

    Di kawasan Kuala Simpang, puluhan rumah dan tempat usaha terdampak banjir bandang. Selain merusak bangunan, banjir meninggalkan tumpukan sampah dan endapan lumpur tebal yang menghambat pemulihan warga.

  • Kementerian PU Bangun Jembatan Darurat di Beutong Ateuh untuk Evakuasi

    Kementerian PU Bangun Jembatan Darurat di Beutong Ateuh untuk Evakuasi

    Nagan Raya, Beritasatu.com – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) bergerak cepat membangun jembatan darurat di Beutong Ateuh Banggalang pada Selasa (9/12/2025). Langkah ini diambil untuk membuka kembali akses utama yang terputus akibat banjir beberapa hari sebelumnya.

    Jembatan tersebut menjadi satu-satunya jalur penghubung bagi warga yang terdampak banjir. Keberadaannya sangat penting untuk memastikan proses evakuasi dan distribusi bantuan berjalan tanpa hambatan. 

    Pembangunan jembatan darurat memanfaatkan susunan batang kayu yang disusun berlapis sehingga mampu menopang kendaraan ringan serta pejalan kaki selama masa tanggap darurat.

    Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Nagan Raya, Zulkifli, mengatakan jembatan darurat ini merupakan solusi jangka pendek agar masyarakat tidak terisolasi. Pemerintah daerah juga memastikan jalur evakuasi aman dan segera dapat digunakan.

    “Tujuan pembangunan jembatan ini memang untuk mempermudah proses evakuasi dan pengiriman logistik kepada korban banjir yang masih mengungsi,” ujarnya kepada Beritasatu.com.

    Zulkifli menambahkan jembatan tersebut memungkinkan kendaraan ringan, termasuk sepeda motor, melintas sehingga distribusi logistik bisa berlangsung lebih lancar. “Alas jembatan masih dalam pemasangan. Ini saya bersama bupati mau langsung ke lokasi, nanti hasilnya kami kabarkan lagi,” tutupnya.

    Pembangunan jembatan darurat ini diharapkan dapat memulihkan konektivitas wilayah dan mempercepat penanganan bagi warga terdampak bencana di Beutong Ateuh.

  • Bupati Aceh Selatan Mirwan Minta Maaf Seusai Umrah Saat Bencana

    Bupati Aceh Selatan Mirwan Minta Maaf Seusai Umrah Saat Bencana

    Banda Aceh, Beritasatu.com – Bupati Aceh Selatan Mirwan MS akhirnya menyampaikan permintaan maaf setelah kepergiannya ke luar negeri untuk menjalankan ibadah umrah tanpa izin. Ia umrah saat wilayah Aceh Selatan masih berada dalam kondisi darurat banjir dan longsor. Ia mengakui tindakannya tersebut memicu kekecewaan serta keresahan masyarakat.

    Permintaan maaf itu diunggah melalui akun Instagram resminya, @h.mirwan_ms_official.

    “Saya menyampaikan permohonan maaf, terutama kepada Presiden Prabowo Subianto, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Gubernur Aceh Muzakir Manaf, serta seluruh masyarakat, khususnya warga Aceh Selatan,” tulisnya pada Selasa (9/12/2025).

    Mirwan juga menyadari, keputusannya meninggalkan daerah untuk urusan pribadi saat bencana berlangsung telah mengganggu stabilitas dan penanganan darurat. Ia menegaskan tetap bertanggung jawab terhadap proses penanganan bencana di Aceh Selatan.

    “Tetap kerja keras untuk pemulihan kepercayaan publik dan memastikan kejadian serupa tidak terulang pada masa mendatang,” ujarnya.

    Diketahui, pada 2 Desember 2025, Mirwan berangkat umrah bersama istrinya. Kepergiannya menuai kritik karena wilayah Aceh Selatan masih berstatus tanggap darurat. Situasi memanas setelah Gubernur Aceh Muzakir Manaf pada 5 Desember 2025 menegaskan tidak pernah memberikan izin kepada Mirwan untuk berangkat umrah selama masa darurat bencana.

    Selain itu, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gerindra juga menjatuhkan sanksi dengan memberhentikan Mirwan MS dari jabatannya sebagai ketua DPC Gerindra Aceh Selatan.

  • Masa Tanggap Darurat Banjir Sumbar Diperpanjang hingga 22 Desember

    Masa Tanggap Darurat Banjir Sumbar Diperpanjang hingga 22 Desember

    Padang, Beritasatu.com – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) resmi memperpanjang masa tanggap darurat penanganan bencana hidrometeorologi banjir bandang dan longsor hingga 22 Desember 2025. Keputusan tersebut diumumkan Gubernur Sumbar Mahyeldi seusai menggelar rapat koordinasi di Kota Padang, Senin (8/12/2025).

    “Setelah kita adakan rapat hari ini, maka kita putuskan untuk perpanjangan masa tanggap darurat sampai dengan 22 Desember 2025,” ujar Mahyeldi.

    Sebelumnya, Pemprov Sumbar telah menetapkan masa tanggap darurat sejak 25 November hingga 8 Desember 2025. Keputusan awal ini diambil menyusul hampir seluruh kabupaten dan kota di Ranah Minang terdampak banjir besar serta tanah longsor akibat cuaca ekstrem.

  • Jembatan Mbarung Aceh Tenggara Dibuka Darurat Pascabanjir Bandang

    Jembatan Mbarung Aceh Tenggara Dibuka Darurat Pascabanjir Bandang

    Kutacane, Beritasatu.com – Jembatan penghubung di Aceh Tenggara terputus akibat banjir bandang dua hari berturut-turut. Warga dibantu alat berat membuka akses darurat Jembatan Mbarung yang kini baru bisa dilalui kendaraan roda dua.

    Curah hujan tinggi selama dua hari di Aceh Tenggara menyebabkan banjir bandang dan tanah longsor, merusak sejumlah fasilitas umum. Jembatan penghubung antarkecamatan terputus dan beberapa titik jalan nasional sempat lumpuh total.

    Salah satu infrastruktur vital yang terputus adalah jembatan di Desa Mbarung yang berfungsi menghubungkan dua kecamatan. Kini, jembatan tersebut sudah dapat dilalui kembali, tetapi terbatas hanya untuk kendaraan roda dua dan pejalan kaki.

    Putra, salah seorang warga Desa Mbarung menjelaskan, perbaikan ini dilakukan secara darurat. “Warga Desa Mbarung serta dibantu alat berat ekskavator melakukan perbaikan darurat dengan cara ditimbun dan terpasang papan untuk kendaraan melintas,” ungkapnya, Selasa (9/12/2025).

    Di lokasi lain, petugas masih terus berupaya membongkar jembatan kerangka baja yang terputus. Pembongkaran ini bertujuan agar material jembatan tersebut dapat dimanfaatkan kembali untuk pembangunan atau perbaikan infrastruktur.

  • Tim Trauma Healing Polri Dampingi Korban Banjir di Aceh Tamiang

    Tim Trauma Healing Polri Dampingi Korban Banjir di Aceh Tamiang

    Banda Aceh, Beritasatu.com — Tim Trauma Healing Bencana Alam Wilayah Hukum Polda Aceh kembali hadir memberikan dukungan psikososial kepada warga terdampak banjir di Aceh Tamiang. Kehadiran tim ini menjadi penguatan mental bagi korban yang masih berada di lokasi pengungsian.

    Di Posko Pengungsian Desa Sriwijaya, Kota Kuala Simpang, tim gabungan dari Biro Psikologi SSDM Polri, Bagpsi Biro SDM Polda Aceh, dan Polwan RI memberikan layanan trauma healing kepada 350 pengungsi, mulai dari anak-anak, perempuan, hingga lansia.

    Selain untuk masyarakat umum, dukungan serupa juga diberikan kepada 15 keluarga personel yang tinggal di Asrama Kebun Tengah, Desa Bukit Rata, Kecamatan Kejuruan Muda. Sebanyak 15 personel Polri di Asrama Polisi Kota Kuala Simpang yang turut terdampak banjir juga menerima layanan psikososial.

    Kabid Humas Polda Aceh Kombes Joko Krisdiyanto mengatakan, kegiatan trauma healing difokuskan pada pemulihan psikologis penyintas pascabencana.

    “Melalui komunikasi humanis, konseling ringan, dan aktivitas bermain bagi anak-anak, tim membantu warga kembali merasa kuat, aman, dan mampu beradaptasi dengan kondisi yang mereka hadapi,” ujarnya, Selasa (9/12/2025).

    Menurut Joko, kegiatan ini memberi manfaat nyata karena membuat para penyintas merasa diperhatikan serta lebih tenang dan optimistis dalam menghadapi masa pemulihan yang penuh tantangan.

    Masyarakat di lokasi pengungsian juga memberikan apresiasi atas perhatian Polri. Kehadiran tim trauma healing dinilai sangat membantu penguatan mental warga, sekaligus menunjukkan bahwa Polri tidak hanya fokus pada keamanan dan penanganan fisik bencana, tetapi juga kondisi psikologis masyarakat secara menyeluruh.

  • Bupati Aceh Selatan Mirwan Minta Maaf Seusai Umrah Saat Bencana

    Bupati Aceh Selatan Mangkir dari Pemeriksaan Itjen Kemendagri

    Banda Aceh, Beritasatu.com – Bupati Aceh Selatan Mirwan MS mangkir dari pemeriksaan Inspektorat Jenderal (Itjen) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagr) di Kantor Inspektorat Aceh pada Senin (8/12/2025). Mirwan belum terlihat hadir di lokasi hingga pukul 18.56 WIB.

    Juru Bicara Pemerintah Aceh, Muhammad MTA, membenarkan informasi tersebut. “Info terakhir yang kami terima, Bupati Aceh Selatan diperiksa di Kantor Inspektorat Aceh oleh Itjen Kemendagri,” ujarnya di Banda Aceh.

    Muhammad MTA mengaku belum menerima perkembangan terbaru terkait pemeriksaan itu. Ia juga menyinggung Mirwan menjalani ibadah umrah di tengah masa penanganan bencana banjir yang melanda wilayah Aceh Selatan.

    Informasi yang beredar menyebutkan Mirwan MS sebelumnya menyatakan tidak sanggup menangani bencana banjir bandang dan longsor yang menimpa sejumlah daerah di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. 

    Namun, pada 2 Desember 2025, Mirwan bersama istrinya justru berangkat umrah. Kepergiannya memicu kritik karena wilayahnya masih berada dalam kondisi tanggap darurat.

    Situasi semakin memanas setelah Gubernur Aceh Muzakir Manaf pada 5 Desember 2025 menegaskan tidak pernah memberikan izin kepada Mirwan MS untuk melaksanakan umrah selama masa darurat bencana di Aceh Selatan.

    Tak hanya itu, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gerindra turut mengambil tindakan tegas dengan memberhentikan Mirwan MS dari jabatannya sebagai ketua DPC Gerindra Aceh Selatan.

    Pemeriksaan oleh Itjen Kemendagri menjadi bagian dari klarifikasi atas rangkaian keputusan Mirwan yang dinilai bertentangan dengan kewajibannya sebagai kepala daerah, terutama ketika wilayahnya tengah membutuhkan penanganan cepat dan kehadiran pemimpin.

  • Wilayah yang Akan Dihantam Gelombang Tinggi Hari Ini 9 Desember 2025

    Wilayah yang Akan Dihantam Gelombang Tinggi Hari Ini 9 Desember 2025

    Jakarta, Beritasatu.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi gelombang laut tinggi di sejumlah perairan Indonesia pada Selasa (9/12/2025), mulai pukul 07.00 WIB.

    BMKG menyebutkan, gelombang laut diperkirakan dapat mencapai 4 meter. Kondisi ini dipengaruhi oleh pola angin di wilayah utara yang bertiup dari barat laut hingga timur laut dengan kecepatan 4-25 knot.

    Sementara itu, di wilayah selatan, angin bergerak dari tenggara hingga barat daya dengan kecepatan 6–25 knot. Kecepatan angin tertinggi terpantau di Laut Natuna utara, Laut Jawa bagian barat, dan Laut Arafuru bagian timur.

    BMKG mencatat terdapat empat wilayah perairan dengan potensi gelombang 2,5–4 meter, di antaranya Laut Natuna utara, Samudra Hindia barat Kepulauan Nias, Samudra Hindia barat Kepulauan Mentawai, dan Samudra Hindia barat Bengkulu.

    BMKG mengimbau masyarakat pesisir, nelayan, serta operator transportasi laut agar tetap waspada. Gelombang tinggi berpotensi membahayakan keselamatan pelayaran dan aktivitas di laut.

  • Gempa Jepang Malam Ini Tak Berdampak Tsunami di Indonesia

    Gempa Jepang Malam Ini Tak Berdampak Tsunami di Indonesia

    Jakarta, Beritasatu.com – Pesisir Timur Hokkaido, Jepang diguncang gempa tektonik pada Senin (8/12/2025) pukul 21.15 WIB.

    Gempa ini memiliki magnitudo 7,3 berlokasi di laut pada jarak 72  kilometer arah timur laut Hachinohe, Jepang, pada kedalaman 37 kilometer.

    Dalam keterangan resminya, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyampaikan, gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami di wilayah Indonesia.

    “Kepada masyarakat pesisir di wilayah Indonesia diimbau agar tetap tenang,” tulis BMKG dalam keterangan resminya.

    Berdasarkan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi ini merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas subduksi lempeng Pasifik dan Lempeng Okhotsk. Gempa bumi ini memiliki mekanisme naik (thrust fault).